cover
Contact Name
Rahmat Pannyiwi
Contact Email
rahmatpannyiwi79@gmail.com
Phone
+62852-9845-6666
Journal Mail Official
agdosiagdosi@gmail.com
Editorial Address
Komp. Nusa Harapan Permai Blok B.6 No.7 Kecamatan biringkanaya
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 29640849     DOI : https://doi.org/10.59585/bajik
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan (BaJIK) adalah jurnal peer-review nasional yang diterbitkan oleh Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia. Jurnal Ilmu Kesehatan ini bersifat open access atau akses terbuka serta bertujuan untuk berbagi dan mempromosikan kualitas layanan masyarakat dengan menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk membantu orang atau memecahkan beberapa masalah kehidupan sehari-hari.
Articles 500 Documents
Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus Sciatica dengan Modalitas MWD, TENS dan William Flexion Exercise di Rumah Sakit PUSDIKKES PUSKESAD: Physiotherapy Management of Sciatica Using MWD, TENS, and William Flexion Exercises at PUSDIKKES PUSKESAD Hospital Sabri Sabri; Ika Rachman
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1610

Abstract

Sciatica dapat menyebabkan nyeri yang menjalar, keterbatasan lingkup gerak, penurunan kekuatan otot, serta gangguan kemampuan fungsional. Penanganan fisioterapi dapat dilakukan dengan mengombinasikan modalitas elektroterapi dan terapi latihan untuk membantu mengurangi keluhan serta meningkatkan fungsi pasien. Mengetahui perubahan nyeri, lingkup gerak sendi, kekuatan otot, dan kemampuan fungsional pada pasien Sciatica setelah diberikan Microwave Diathermy (MWD), Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), dan William Flexion Exercise. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif dengan subjek satu pasien Sciatica yang menjalani fisioterapi di Rumah Sakit Pusdikkes Puskesad. Intervensi diberikan sebanyak enam kali terapi. Evaluasi nyeri menggunakan Visual Analog Scale (VAS), pengukuran lingkup gerak trunk menggunakan goniometer, penilaian kekuatan otot menggunakan Manual Muscle Testing (MMT), dan kemampuan fungsional menggunakan Oswestry Disability Index (ODI). Setelah enam kali terapi, intensitas nyeri mengalami penurunan, dengan nyeri diam dari 3 menjadi 1, nyeri tekan dari 5 menjadi 1, dan nyeri gerak dari 6 menjadi 2. Lingkup gerak trunk menunjukkan peningkatan pada beberapa arah gerakan. Kekuatan otot juga mengalami peningkatan dari 4/5 menjadi 5/5 pada beberapa kelompok otot. Perbaikan kemampuan fungsional ditunjukkan dengan penurunan skor ODI dari 56% menjadi 10%. Kombinasi MWD, TENS, dan William Flexion Exercise yang diberikan selama enam kali terapi menunjukkan adanya perbaikan pada nyeri, lingkup gerak trunk, kekuatan otot, dan kemampuan fungsional pasien Sciatica.
Analisis Faktor Determinan Yang Berhubungan Dengan Proteksi Radiasi Pada Mahasiswa Saat Praktik Di Laboratorium Radiologi Stikes Maluku Husada: Analysis of Determinant Factors Related to Radiation Protection Among Students During Radiology Laboratory Practicum Stikes Maluku Husada Jarna Suneth; Muh. Ilyas Nur; Muhammad Rifai
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1611

Abstract

Latar Belakang: Dalam dunia medis, radiasi berperan penting sebagai alat diagnostik yang revolusioner. Penggunaan radiasi pengion seperti Sinar-X, Computed Tomography (CT), dan Positron Emission Tomography (PET) scan memungkinkan dokter untuk melihat struktur internal tubuh manusia tanpa melakukan tindakan pembedahan invasif. Tujuan: Mengetahui hubungan faktor determinan yang berhubungan dengan perilaku proteksi radiasi pada mahasiswa saat praktik di Laboratorium Radiologi STIKes Maluku Husada. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian cross‑sectional. Populasi 101 Mahasiswa, Sampel 81 Mahasiswa. Data dikumpulakan melalui koesioner dan observasi. Hasil: Hasil analisis antara pengetahuan Kurang Baik dengan perilaku proteksi radiasi yaitu Kurang Baik sebanyak 38 respoden (65.5%), Pengetahuan Baik dengan perilaku proteksi radiasi kurang baik 2 responden (8.7) dan perilaku proteksi baik 21 responden (91.3%). Hasil analisis antara Sikap negatif dengan perilaku proteksi radiasi Kurang Baik 28 respoden (80,0%), dan Baik 7 respoden (20.0%). Sikap Positif dengan perilaku proteksi radiasi kurang baik 12 responden (26.1%) dan baik 34 responden (73.9%). Hasil analisis antara ketersediaan alat tidak tersedia dengan perilaku proteksi radiasi Kurang Baik sebanyak 30 respoden (88.2%), dan Baik 4 respoden (11.8%), Ketersediaan alat tersedia dengan perilaku proteksi radiasi kurang baik 10 responden (21.3%) dan baik 37 responden (78.7%). Hasil analisis antara kedisiplinan yang tidak disiplin dengan perilaku proteksi radiasi Kurang Baik 30 respoden (75.0%), dan Baik sebanyak 10 respoden (25.0%), Kedisplinan yang disiplin dengan perilaku proteksi radiasi kurang baik 10 responden (24.4%) dan baik 31 responden (75.6%). Berdasarkan Hasil analisis uji chi square di peroleh nilai p = 0.000 (< 0.005%) maka secara stastistika ketersediaan alat, Pengetahuan, sikap dan kedisiplinan dengan perilaku proteksi radiasi berhubungan secara signifikan Kesimpulan: hasil penelitian terdapat Hubungan pengetahuan, sikap, ketersediaan alat dan kedisiplinanan dengan perilaku proteksi radiasi pada mahasiswa saat praktik di laboratorium.
Evaluasi Pemahaman Dan Identifikasi Kesulitan Mahasiswa Dalam Mengkaji Masalah Kesehatan Reproduksi: Evaluating Student Understanding and Identifying Difficulties in Analyzing Reproductive Health Issues Ratna Ratna
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1612

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan reproduksi merupakan salah satu aspek penting dalam pelayanan kesehatan yang membutuhkan kemampuan mahasiswa untuk memahami konsep, mengenali tanda dan gejala masalah reproduksi, melakukan pengkajian, serta menentukan tindakan yang sesuai. Kemampuan tersebut penting bagi mahasiswa kesehatan sebagai calon tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan yang komprehensif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat pemahaman dan mengidentifikasi kesulitan mahasiswa dalam mengkaji masalah kesehatan reproduksi. Metode: Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Responden penelitian berjumlah 46 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang mencakup pemahaman mengenai konsep kesehatan reproduksi, sistem reproduksi, infeksi saluran kemih, gangguan menstruasi, keputihan, infeksi reproduksi, kanker payudara, kanker leher rahim, penyakit menular seksual, endometriosis, PCOS, deteksi dini, serta kemampuan mengidentifikasi dan menentukan tindakan terhadap masalah kesehatan reproduksi. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan skor pemahaman responden. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pemahaman mahasiswa adalah 89,93 dari 100, dengan median 91,50. Skor terendah adalah 58 dan skor tertinggi 100. Sebagian besar mahasiswa menunjukkan tingkat pemahaman yang baik, namun masih terdapat mahasiswa dengan skor relatif rendah yang menunjukkan adanya kesulitan pada aspek tertentu dalam mengidentifikasi tanda bahaya, membedakan kondisi normal dan abnormal, serta menentukan tindakan yang tepat. Kesimpulan: Secara umum pemahaman mahasiswa mengenai masalah kesehatan reproduksi berada pada tingkat baik. Meskipun demikian, masih diperlukan penguatan pembelajaran terutama pada keterampilan analisis kasus, identifikasi tanda bahaya, deteksi dini, dan pengambilan keputusan klinis.
Efektivitas Media Leaflet Dalam Meningkatkan Pengetahuan Dan Sikap Tentang Kesehatan Reproduksi Pada Siswi Sma Negeri 1 Kabupaten Halmahera Tengah: The Effectiveness of Leaflets in Improving Knowledge and Attitudes Regarding Reproductive Health Among Female Students at SMA Negeri 1, Central Halmahera Regency Sukri Hi Samsudin; Muh. Ilyas Nur; Sukirno Kasau
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1613

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja memerlukan pendidikan kesehatan yang mudah diakses dan sesuai karakteristik usia. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas media leaflet dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap tentang kesehatan reproduksi pada siswi SMA Negeri 1 Halmahera Tengah. Penelitian kuantitatif menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest dan dilaksanakan pada Juni-Juli 2026. Seluruh siswi kelas X sebanyak 90 orang dijadikan sampel. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta dengan Wilcoxon Signed Rank Test karena data berpasangan tidak berdistribusi normal. Sebelum intervensi, 77 siswi (85,6%) memiliki pengetahuan baik dan 13 (14,4%) memiliki pengetahuan kurang; sesudah intervensi, pengetahuan baik meningkat menjadi 87 siswi (96,7%) dan pengetahuan kurang menurun menjadi 3 (3,3%). Sikap positif meningkat dari 82 siswi (91,1%) menjadi 88 siswi (97,8%). Uji Wilcoxon pada pengetahuan menunjukkan 56 positive ranks, 5 negative ranks, dan 29 ties dengan p<0,001. Pada sikap terdapat 22 positive ranks, 1 negative rank, dan 67 ties dengan p<0,001. Terdapat perbedaan yang signifikan pada pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan menggunakan leaflet. Leaflet dapat digunakan sebagai media edukasi kesehatan reproduksi di sekolah dan sebaiknya dipadukan dengan diskusi interaktif serta penguatan berkala.
Analisis Hambatan Cakupan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) Pada Masyarakat Di Wilayah Kerja Puskesmas Weda Kabupaten Halmahera Tengah: Analysis of Barriers to Tuberculosis Preventive Therapy (TPT) Coverage Among the Community in the Working Area of Weda Community Health Center, Central Halmahera Regency Ramdhany Santoely; Diana Mirja Togubu; Rahmawati Rahmawati
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1614

Abstract

Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) merupakan strategi penting untuk mencegah perkembangan infeksi TB menjadi penyakit aktif pada kelompok berisiko. Penelitian ini bertujuan menganalisis hambatan cakupan TPT di wilayah kerja Puskesmas Weda Kabupaten Halmahera Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal pada Juni–Juli 2026. Informan dipilih secara purposive, terdiri atas satu informan kunci, tiga informan utama penerima TPT, dan satu informan tambahan petugas kesehatan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan content analysis dan analisis tematik. Hasil penelitian mengidentifikasi empat hambatan yang saling berkaitan, yaitu pengetahuan masyarakat yang masih terbatas, stigma internal-sosial-keluarga, belum optimalnya intensitas dan jangkauan peran petugas, serta keterbatasan sarana dan prasarana pendukung. Masyarakat masih menyamakan TPT dengan pengobatan TB aktif, sedangkan stigma muncul karena kekhawatiran dilabeli sebagai penderita TB. Petugas telah melaksanakan skrining, edukasi, pemberian terapi, pemantauan, dan kunjungan rumah, namun belum dirasakan konsisten oleh seluruh penerima. Obat dan ruang pelayanan dasar tersedia, tetapi ruang tunggu, pemeriksaan penunjang, lemari obat, media KIE, dan transportasi operasional masih terbatas. Peningkatan cakupan TPT memerlukan edukasi terintegrasi, pengurangan stigma, penjangkauan proaktif, pelibatan keluarga dan kader, serta penguatan dukungan pelayanan.
Analisis Penerapan Higiene Sanitasi Pangan Pada SPPG Darul Mujaddin Di Kabupaten Halmahera Tengah Dalam Mendukung Keamanan Pangan Program Makan Bergizi Gratis: Analysis of Food Hygiene and Sanitation Implementation at SPPG Darul Mujaddin, Central Halmahera Regency, in Support of Food Safety for the Free Nutritious Meal Program Rifayanti Kusuma Wardani; Muh. Ilyas Nur; Muhammad Khadafi S
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1615

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membutuhkan penerapan higiene sanitasi pangan yang konsisten untuk melindungi penerima manfaat dari risiko penyakit bawaan pangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan higiene sanitasi pangan, kepatuhan terhadap prosedur dan regulasi, serta hambatan pengelolaan pangan pada SPPG Darul Mujaddin Kabupaten Halmahera Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-eksploratif pada tahun 2026. Enam informan dipilih secara purposif, terdiri atas satu informan kunci, empat informan utama, dan satu informan pendukung. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis menggunakan content analysis. Hasil menunjukkan higiene sanitasi telah diterapkan sejak penerimaan dan penyimpanan bahan hingga pengolahan, pengemasan, dan distribusi. Higiene personal, pemisahan bahan mentah dan matang, sanitasi peralatan, serta monitoring suhu telah dilakukan, tetapi konsistensi praktik dan dokumentasinya belum optimal. Kepatuhan prosedural relatif baik karena SOP tersedia dan disosialisasikan, APD digunakan, serta pengawasan internal dan eksternal berjalan. Kelemahan masih terdapat pada pencatatan suhu, kartu stok, buku sanitasi, konsistensi perilaku tanpa pengawasan langsung, penyelesaian IPAL, dan verifikasi status sertifikat laik higiene sanitasi. Hambatan dominan berada pada dokumentasi administratif dan infrastruktur sanitasi, sedangkan faktor geografis lebih merupakan potensi risiko rantai pasok. Penguatan monitoring, dokumentasi, pelatihan berkala, penyelesaian sarana, dan koordinasi lintas sektor diperlukan untuk menjamin keamanan pangan Program MBG secara berkelanjutan.
Analisis Pengaruh Pemanfaatan Program Pelayanan Kesehatan Gratis Terhadap Minat Kunjungan Masyarakat Di UPTD Puskesmas Weda: Analysis of the Influence of Free Health Service Program Utilization on Public Interest in Visiting the Weda Community Health Center (UPTD Puskesmas Weda) Anjuliani Anjuliani; Diana Mirja Togubu; Siti Nurfaizah
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1618

Abstract

Program pelayanan kesehatan gratis merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan akses dan pemanfaatan pelayanan kesehatan masyarakat. Namun, pemanfaatannya masih dipengaruhi oleh berbagai faktor yang dapat membentuk minat masyarakat untuk melakukan kunjungan ke fasilitas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang memengaruhi minat kunjungan masyarakat dalam pemanfaatan program pelayanan kesehatan gratis di UPTD Puskesmas Weda. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research. Sampel penelitian berjumlah 100 responden. Variabel independen meliputi faktor aksesibilitas, administratif, budaya, dan persepsi, sedangkan variabel dependen adalah minat kunjungan masyarakat. Analisis multivariat menggunakan regresi logistik berganda. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor budaya merupakan satu-satunya variabel yang berpengaruh signifikan terhadap minat kunjungan masyarakat (B=3,578; Wald=18,506; p=0,000; Exp(B)=35,790). Responden dengan faktor budaya yang mendukung memiliki odds 35,790 kali lebih besar untuk mempunyai minat kunjungan tinggi dibandingkan responden dengan budaya kurang mendukung setelah variabel lain dikontrol. Sementara itu, faktor aksesibilitas (p=0,196; Exp(B)=3,465), administratif (p=0,785; Exp(B)=1,336), dan persepsi (p=0,070; Exp(B)=4,589) tidak menunjukkan pengaruh independen yang signifikan. Disimpulkan bahwa faktor budaya merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi minat kunjungan masyarakat dalam pemanfaatan program pelayanan kesehatan gratis di UPTD Puskesmas Weda. Puskesmas disarankan mengembangkan pendekatan pelayanan berbasis sosial-budaya melalui pelibatan keluarga, kader, tokoh masyarakat, dan tokoh adat dalam sosialisasi serta penguatan penerimaan masyarakat terhadap program pelayanan kesehatan gratis.
Terapi Bermain Dalam Keperawatan Anak: Mengurangi Trauma Di Rumah Sakit: Play Therapy in Pediatric Nursing: Reducing Hospital-Related Trauma Andi Irmayanti; Rezky Amaliyah Razak
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1619

Abstract

Latar Belakang: Hospitalisasi dapat menjadi pengalaman yang penuh tekanan dan berpotensi menimbulkan trauma pada anak. Lingkungan yang tidak familiar, perpisahan dengan orang tua, serta prosedur medis dapat menyebabkan kecemasan, ketakutan, dan respons emosional negatif. Terapi bermain merupakan salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang dapat membantu anak beradaptasi selama menjalani perawatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh terapi bermain terhadap tingkat kecemasan dan respons traumatis pada anak yang menjalani hospitalisasi. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif quasi-experimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Responden berjumlah 36 anak usia 4–12 tahun yang menjalani perawatan di rumah sakit. Terapi bermain diberikan melalui kegiatan menggambar, mewarnai, puzzle, dan bercerita selama 20–30 menit setiap sesi selama tiga hari berturut-turut. Tingkat kecemasan diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank. Hasil: Sebelum intervensi, sebanyak 25 anak (69,4%) mengalami kecemasan sedang hingga berat. Setelah diberikan terapi bermain, hanya 8 anak (22,2%) yang masih berada pada kategori kecemasan sedang hingga berat, sedangkan 28 anak (77,8%) berada pada kategori kecemasan ringan atau tidak cemas. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan tingkat kecemasan yang signifikan sebelum dan sesudah terapi bermain (p<0,001). Kesimpulan: Terapi bermain berpengaruh signifikan dalam menurunkan kecemasan dan respons emosional negatif pada anak yang menjalani hospitalisasi. Terapi bermain dapat diintegrasikan dalam asuhan keperawatan anak sebagai intervensi pendukung untuk meminimalkan trauma akibat hospitalisasi
Hubungan Quality Of Life Dengan Kejadian Hipertensi Pada Masyarakat Usia Produktif : Studi Cross-Sectional Menggunakan WHOQOL-BREF: The Relationship Between Quality of Life and the Incidence of Hypertension Among the Working-Age Population: A Cross-Sectional Study Using the WHOQOL-BREF Ina Sutrisno; Haniarti Haniarti; Henni Kumaladewi Hengky; Dirman Sudarman
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1621

Abstract

apabila tekanan darah sistolik mencapai ≥140 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik ≥90 mmHg berdasarkan hasil pengukuran pada kesempatan yang berbeda. Desain Penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, yaitu studi epidemiologi yang menilai hubungan antara paparan dan penyakit pada waktu yang sama dalam suatu populasi Populasi penelitian adalah seluruh masyarakat usia produktif di wilayah kerja UPT Puskesmas Rappang, baik yang mengalami hipertensi maupun yang tidak mengalami hipertensi. Berdasarkan data UPT Puskesmas Rappang, jumlah masyarakat usia produktif yang mengalami hipertensi sebanyak 1.177 orang, sedangkan masyarakat usia produktif yang tidak mengalami hipertensi digunakan sebagai kelompok pembanding. Pemilihan sampel dilakukan sesuai dengan kriteria penelitian dan teknik pengambilan sampel yang telah ditetapkan untuk memperoleh responden yang dapat mewakili populasi penelitian sebanyak 89 orang. Tujuan mengetahui hubungan antara variabel independen (quality of life) dan variabel dependen (kejadian hipertensi) yang diukur secara bersamaan. Pendekatan ini dipilih karena praktis, cepat, dan sesuai untuk menggambarkan kondisi kualitas hidup dengan kejadian hipertensi pada usia produktif di UPT Puskesmas Rappang. Kesimpulan: Secara keseluruhan, kualitas hidup pada domain fisik, psikologis, hubungan sosial, dan lingkungan memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian hipertensi pada masyarakat usia produktif. Semakin baik kualitas hidup seseorang, semakin besar peluang untuk menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Faktor Terkait Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Kolono: Factors Associated with Health Service Utilization at Kolono Puskesmas Ulfa Nur Arsy; Muh. Ilyas Nur; Healthy Hidayanti
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1627

Abstract

Latar Belakang: Pemanfaatan layanan kesehatan primer di beberapa daerah masih belum optimal. Tujuan: Mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan pada pasien JKN rawat jalan di Puskesmas Kolono. Metode: Penelitian analitik dengan desain potong lintang (26 Juli–15 Agustus 2025) pada 60 responden dewasa yang dipilih secara purposive dan telah menggunakan layanan setidaknya sekali dalam tiga bulan terakhir. Variabel independen meliputi pengetahuan, sikap, motivasi, dan akses informasi kesehatan; variabel dependen adalah pemanfaatan layanan (baik vs kurang). Analisis menggunakan uji Chi-square pada α=0,05. Hasil: Pemanfaatan baik sebesar 55,0% dan kurang 45,0%. Terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan (p=0,020), sikap (p=0,002), motivasi (p=0,001), serta akses informasi (p=0,007) dengan pemanfaatan layanan. Kesimpulan: Pengetahuan, sikap, motivasi, dan akses informasi berhubungan signifikan dengan pemanfaatan layanan di Puskesmas Kolono. Program intervensi perlu menitikberatkan literasi kesehatan, pembentukan sikap positif, penguatan motivasi, dan penyebaran informasi yang terarah.