cover
Contact Name
Rahmat Pannyiwi
Contact Email
rahmatpannyiwi79@gmail.com
Phone
+62852-9845-6666
Journal Mail Official
agdosiagdosi@gmail.com
Editorial Address
Komp. Nusa Harapan Permai Blok B.6 No.7 Kecamatan biringkanaya
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 29640849     DOI : https://doi.org/10.59585/bajik
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan (BaJIK) adalah jurnal peer-review nasional yang diterbitkan oleh Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia. Jurnal Ilmu Kesehatan ini bersifat open access atau akses terbuka serta bertujuan untuk berbagi dan mempromosikan kualitas layanan masyarakat dengan menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk membantu orang atau memecahkan beberapa masalah kehidupan sehari-hari.
Articles 500 Documents
Hubungan Mutu Pelayanan Dengan Loyalitas Pasien Rawat Jalan Di Poliklinik Mata RS Bhayangkara Palangka Raya Yety Muntiasari; Akbar Amin Abdullah; Bunari Bunari
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1554

Abstract

Latar Belakang: Mutu pelayanan merupakan faktor penting yang memengaruhi loyalitas pasien dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan mutu pelayanan dengan loyalitas pasien rawat jalan di Poliklinik Mata RS Bhayangkara Palangka Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 150 pasien rawat jalan yang dipilih sesuai kriteria penelitian. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil: Mayoritas responden berusia 26–45 tahun, berjenis kelamin perempuan, berpendidikan SMA/SMK, dan bekerja di sektor swasta. Sebagian besar responden menilai mutu pelayanan dalam kategori baik dan memiliki loyalitas tinggi. Hasil uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara mutu pelayanan dengan loyalitas pasien (p < 0,05). Responden yang menilai mutu pelayanan baik cenderung memiliki loyalitas lebih tinggi dibandingkan responden yang menilai mutu pelayanan kurang baik. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara mutu pelayanan dengan loyalitas pasien rawat jalan di Poliklinik Mata RS Bhayangkara Palangka Raya. Peningkatan mutu pelayanan berpotensi meningkatkan loyalitas pasien.
Hubungan Persepsi Perawat Dengan Implementasi Budaya Keselamatan Pasien Di RS Bhayangkara TK III Palangka Raya Dati Novrila; Feri Catur Yuliani; Rizal Fajri
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1556

Abstract

Latar belakang: Budaya keselamatan pasien merupakan bagian penting dalam peningkatan mutu pelayanan rumah sakit. Persepsi perawat terhadap keselamatan pasien berperan dalam membentuk sikap dan perilaku kerja yang mendukung implementasi budaya keselamatan pasien. Tujuan: Mengetahui hubungan persepsi perawat dengan implementasi budaya keselamatan pasien di RS Bhayangkara TK III Palangka Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh perawat di RS Bhayangkara TK III Palangka Raya sebanyak 86 orang, dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner persepsi perawat dan budaya keselamatan pasien, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (62,8%), berusia 20-35 tahun (96,5%), masa kerja 6-10 tahun (60,5%), dan berpendidikan Ners (65,1%). Persepsi perawat tentang budaya keselamatan pasien sebagian besar dalam kategori baik sebanyak 69 responden (80,2%). Budaya keselamatan pasien juga sebagian besar dalam kategori baik sebanyak 69 responden (80,2%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value = 0,000 (<0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi perawat dengan implementasi budaya keselamatan pasien di RS Bhayangkara TK III Palangka Raya.
Hubungan Kepatuhan Minum Obat Dan Pola Makan Dengan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di Direktorat Tahanan Dan Barang Bukti (DIT TAHTI) Polda Kalimantan Tengah Rendy Markus Doembana; Dwi Puji Susanti; Sony Factarun
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1557

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas. Pengendalian tekanan darah dipengaruhi oleh kepatuhan minum obat dan pola makan. Kepatuhan yang rendah serta pola makan yang tidak sehat dapat menyebabkan tekanan darah tidak terkontrol. Tujuan: Menganalisis hubungan kepatuhan minum obat dan pola makan dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Polda Kalimantan Tengah. Metode: Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 45 pasien hipertensi menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner MMAS-8, kuesioner pola makan, dan pengukuran tekanan darah. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 95% (α = 0,05). Hasil: Sebagian besar responden memiliki kepatuhan minum obat rendah (46,7%), pola makan buruk (46,7%), dan tekanan darah kategori hipertensi (55,6%). Uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara kepatuhan minum obat dengan tekanan darah (p = 0,000) dan antara pola makan dengan tekanan darah (p = 0,000). Kesimpulan: Kepatuhan minum obat dan pola makan berhubungan signifikan dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di Dit Tahti Polda Kalimantan Tengah. Peningkatan kepatuhan pengobatan dan penerapan pola makan sehat diperlukan untuk membantu mengendalikan tekanan darah.
Hubungan Pola Konsumsi Tablet Fe dan Kualitas Tidur Pada Ibu Hamil dengan Kejadian Anemia di Wilayah Kerja Puskesmas Benteng Kota Palopo Tahun 2026 Nadia Pagastiati Pallao; Yuniar Dwi Yanti; Riska Sabriana
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1558

Abstract

Latar Belakang: Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan masyarakat serius di Kota Palopo yang ditandai dengan tren peningkatan kasus yang signifikan di Puskesmas Benteng dalam tiga tahun terakhir. Dua faktor utama yang memicu kondisi ini adalah pola konsumsi suplemen zat besi (Fe) yang kurang disiplin serta gangguan kualitas tidur selama masa kehamilan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara pola konsumsi tablet Fe dan kualitas tidur ibu hamil dengan kejadian anemia di wilayah kerja Puskesmas Benteng Kota Palopo Tahun 2026. Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional study. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya di Puskesmas Benteng dengan jumlah sampel sebanyak 79 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan rumus Slovin. Pengumpulan data pola konsumsi tablet Fe diukur menggunakan kuesioner MARS-5, kualitas tidur menggunakan kuesioner PSQI, dan kejadian anemia diukur menggunakan hemoglobin meter. Analisis data menggunakan uji statistik Pearson Chi-Square (α = 0,05). Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa mayoritas ibu hamil memiliki kepatuhan konsumsi tablet Fe kategori sedang sebesar 65,9% (52 responden), kualitas tidur kategori buruk sebesar 58,2% (46 responden), dan mayoritas berada pada kategori tidak anemia sebesar 51,9% (41 responden). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia (p = 0,001), serta terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan kejadian anemia (p = 0,002). Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara pola konsumsi tablet Fe dan kualitas tidur dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Benteng Kota Palopo Tahun 2026. Tenaga kesehatan disarankan untuk mengoptimalkan konseling mengenai kepatuhan suplemen zat besi serta edukasi manajemen istirahat (sleep hygiene) selama kehamilan.
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Capaian Penemuan Kasus (Case Detection Rate) Tuberculosis Di Kabupaten Pegunungan Bintang Provinsi Papua Pegunungan Grace Wieke Hitijahubessy Hitijahubessy; Muh. Ilyas Nur; Siti Nurfaizah; Rahmawati Azis
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1559

Abstract

Tuberkulosis tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat utama dengan beban kasus tinggi di Indonesia. Capaian Case Detection Rate (CDR) TB di Kabupaten Pegunungan Bintang menunjukkan tren fluktuatif dan konsisten di bawah target nasional 70 persen, yakni 36,6 persen (2021), 24,4 persen (2022), 49,2 persen (2023), 34,3 persen (2024), dan 33,7 persen (2025), akibat kondisi geografis ekstrem dan keterbatasan sumber daya kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh strategi penemuan kasus, ketersediaan SDM kesehatan, sistem pencatatan dan pelaporan, ketersediaan alat diagnostik, dan akses diagnosis ke rumah sakit terhadap capaian CDR TB, serta mengidentifikasi faktor paling dominan. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei eksplanatori dan desain cross-sectional ini melibatkan seluruh 35 puskesmas sebagai sampel melalui total sampling, dengan 70 responden terdiri atas kepala puskesmas dan pemegang program TB; data dikumpulkan secara hybrid (daring-luring) dan dianalisis univariat, bivariat (Chi-Square/Fisher's Exact Test), serta multivariat (regresi logistik berganda). Hasil bivariat menunjukkan kelima variabel berhubungan signifikan dengan CDR TB (p=0,001; 0,002; 0,004; 0,001; 0,000), namun analisis multivariat mengalami kegagalan konvergensi sehingga faktor dominan belum dapat ditentukan secara valid. Kelima faktor tersebut konsisten berkontribusi terhadap rendahnya penemuan kasus TB di wilayah dengan tantangan geografis ekstrem. Penguatan strategi penemuan aktif, SDM, sistem pencatatan, sarana diagnostik, dan akses rujukan diperlukan secara simultan untuk meningkatkan CDR TB, disertai kajian lanjutan dengan model analisis yang lebih stabil.
Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Minat Kunjung Kembali Pasien di Puskesmas Borong Kompleks Kabupaten Sinjai Puji Rahayu; Muh. Ilyas Nur; Siti Nurfaizah
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1560

Abstract

Keputusan pasien untuk kembali menggunakan pelayanan puskesmas tidak hanya ditentukan oleh kebutuhan pengobatan, tetapi juga oleh pengalaman yang dirasakan selama menerima pelayanan. Pelayanan yang aman, ramah, cepat, nyaman, dan tepat dapat menumbuhkan kepercayaan serta mendorong pasien untuk kembali memanfaatkan fasilitas kesehatan yang sama. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kualitas pelayanan yang meliputi jaminan (assurance), empati (empathy), daya tanggap (responsiveness), penampilan fisik (tangible), dan keandalan (reliability) terhadap minat kunjung kembali pasien di Puskesmas Borong Kompleks Kabupaten Sinjai. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik. Populasi penelitian berjumlah 679 pasien, sedangkan sampel sebanyak 87 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data primer dikumpulkan melalui wawancara dan kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan multivariat menggunakan regresi linear berganda, uji t parsial, serta uji F simultan pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden, yaitu 87 orang (100%), menyatakan bersedia melakukan kunjungan kembali. Secara parsial, jaminan berpengaruh signifikan terhadap minat kunjung kembali (t=4,382; p=0,003), empati (t=5,901; p=0,000), daya tanggap (t=3,270; p=0,008), penampilan fisik (t=2,112; p=0,003), dan keandalan (t=2,469; p=0,001). Secara simultan, kelima dimensi kualitas pelayanan juga berpengaruh signifikan terhadap minat kunjung kembali pasien (F=9,906; p=0,007). Disimpulkan bahwa kualitas pelayanan merupakan faktor penting dalam membentuk minat pasien untuk kembali menggunakan pelayanan di Puskesmas Borong Kompleks. Peningkatan kompetensi petugas, kepedulian, kecepatan pelayanan, kenyamanan fasilitas, serta ketepatan pelayanan perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mempertahankan kepercayaan pasien.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kesehatan Mental Pada Perempuan Usia Produktif Hasrianti; Andi Chusnul Chotimah; Yusma Putri
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 4 No 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v4i3.1561

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan mental merupakan bagian penting dari kesehatan secara keseluruhan pada perempuan usia produktif. Perempuan dapat menghadapi berbagai tekanan psikologis yang berkaitan dengan tanggung jawab keluarga, pekerjaan, hubungan sosial, kondisi ekonomi, dan perubahan kehidupan. Identifikasi faktor yang berhubungan dengan kesehatan mental penting dilakukan untuk mendukung pencegahan dan intervensi sejak dini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kesehatan mental pada perempuan usia produktif. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 87 perempuan usia produktif yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen meliputi dukungan sosial, beban kerja, kualitas tidur, dan kondisi ekonomi, sedangkan variabel dependen adalah kesehatan mental. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 52 responden (59,8%) memiliki kesehatan mental baik, sedangkan 35 responden (40,2%) memiliki kesehatan mental kurang baik. Terdapat hubungan bermakna antara dukungan sosial (p=0,003), beban kerja (p=0,018), kualitas tidur (p=0,009), dan kondisi ekonomi (p=0,027) dengan kesehatan mental. Kesimpulan: Dukungan sosial, beban kerja, kualitas tidur, dan kondisi ekonomi berhubungan secara signifikan dengan kesehatan mental pada perempuan usia produktif. Penguatan dukungan sosial, pengelolaan beban kerja, peningkatan kualitas tidur, dan perhatian terhadap faktor sosial ekonomi merupakan bagian penting dalam meningkatkan kesehatan mental perempuan.
Hubungan Dukungan Suami Dan Self-Efficacy Dengan Kesiapan Persalinan Pada Ibu Hamil Trimester III Cakrawati R Cakrawati R; Uswatun Insani
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1562

Abstract

Latar Belakang: Kehamilan trimester III merupakan periode penting untuk mempersiapkan ibu secara fisik dan psikologis menghadapi persalinan. Dukungan suami dan self-efficacy ibu dapat memengaruhi kemampuan ibu dalam mempersiapkan persalinan serta menghadapi berbagai tantangan selama proses persalinan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan dukungan suami dan self-efficacy dengan kesiapan persalinan pada ibu hamil trimester III. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 92 ibu hamil trimester III yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen adalah dukungan suami dan self-efficacy, sedangkan variabel dependen adalah kesiapan persalinan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 57 responden (62,0%) memiliki kesiapan persalinan baik, sedangkan 35 responden (38,0%) memiliki kesiapan kurang baik. Terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan suami dengan kesiapan persalinan (p=0,002). Self-efficacy juga menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kesiapan persalinan (p=0,001). Kesimpulan: Dukungan suami dan self-efficacy berhubungan secara signifikan dengan kesiapan persalinan pada ibu hamil trimester III. Peningkatan keterlibatan suami dan kepercayaan diri ibu perlu menjadi bagian dari pelayanan antenatal dan program persiapan persalinan.
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Keselamatan Kerja Pada Penanganan Limbah Medis Di RSUD Dr. Chasan Boesoiri Ternate Sahril Amin; Muh. Ilyas Nur; Muhammad Khadafi S
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1577

Abstract

Penanganan limbah medis yang tidak sesuai standar berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan kerja, paparan bahan infeksius, serta gangguan kesehatan bagi petugas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan keselamatan kerja pada penanganan limbah medis di RSUD Dr. Chasan Boesoirie Ternate. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 71 petugas. Variabel independen meliputi pengetahuan, sikap, ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD), dan kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP),variabel dependen adalah keselamatan kerja dalam penanganan limbah medis. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p=0,000), sikap (p=0,028), ketersediaan APD (p=0,000), dan kepatuhan SOP (p=0,000) dengan keselamatan kerja. Hasil analisis multivariat menunjukkan pengetahuan (p=0,048; OR=16,022), sikap (p=0,008; OR=52,964), ketersediaan APD (p=0,003; OR=51,259), dan kepatuhan SOP (p=0,016; OR=46,234) berhubungan signifikan dengan keselamatan kerja. Model memiliki nilai Nagelkerke R Square sebesar 0,879. Disimpulkan bahwa pengetahuan, sikap, ketersediaan APD, dan kepatuhan SOP berhubungan dengan keselamatan kerja dalam penanganan limbah medis. Rumah sakit disarankan meningkatkan pelatihan, memastikan kelengkapan APD, serta memperkuat monitoring kepatuhan terhadap SOP.
Faktor Yang Mempengaruhi Efektivitas Pelaksanaan Program Percepatan Penurunan Stunting Puskesmas Lelilef Kabupaten Halmahera Tengah: Factors Influencing the Effectiveness of the Stunting Reduction Acceleration Program Implementation at Lelilef Community Health Center, Central Halmahera Regency Aidin Abdurahman; Healthy Hidayanti; Diana Mirja Togubu
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1582

Abstract

Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang memerlukan penanganan komprehensif melalui program percepatan penurunan stunting.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sumber daya manusia, sarana dan prasarana, dukungan anggaran, dan kepatuhan sasaran program terhadap efektivitas pelaksanaan program percepatan penurunan stunting di Puskesmas Lelilef Kecamatan Weda Tengah Kabupaten Halmahera Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petugas yang terlibat dalam pelaksanaan program percepatan penurunan stunting di Puskesmas Lelilef sebanyak 35 responden, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik biner dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara sumber daya manusia (p=0,000), sarana dan prasarana (p=0,001), dukungan anggaran (p=0,000), dan kepatuhan sasaran program (p=0,000) terhadap efektivitas pelaksanaan program percepatan penurunan stunting pada analisis bivariat. Hasil analisis regresi logistik biner menunjukkan bahwa sumber daya manusia (p=0,000) dan dukungan anggaran (p=0,015) merupakan variabel yang berpengaruh signifikan terhadap efektivitas program, sedangkan sarana dan prasarana (p=0,124) serta kepatuhan sasaran program (p=0,081) tidak berpengaruh signifikan setelah dikontrol bersama dalam model. Variabel sumber daya manusia merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi efektivitas pelaksanaan program percepatan penurunan stunting. Disarankan kepada Puskesmas Lelilef untuk meningkatkan kompetensi tenaga pelaksana melalui pelatihan berkelanjutan, memperkuat dukungan anggaran program, mengoptimalkan pemanfaatan sarana dan prasarana, serta meningkatkan kepatuhan sasaran melalui penguatan edukasi, pendampingan ibu hamil dan ibu balita.