cover
Contact Name
Rahmat Pannyiwi
Contact Email
rahmatpannyiwi79@gmail.com
Phone
+62852-9845-6666
Journal Mail Official
agdosiagdosi@gmail.com
Editorial Address
Komp. Nusa Harapan Permai Blok B.6 No.7 Kecamatan biringkanaya
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 29640849     DOI : https://doi.org/10.59585/bajik
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan (BaJIK) adalah jurnal peer-review nasional yang diterbitkan oleh Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia. Jurnal Ilmu Kesehatan ini bersifat open access atau akses terbuka serta bertujuan untuk berbagi dan mempromosikan kualitas layanan masyarakat dengan menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk membantu orang atau memecahkan beberapa masalah kehidupan sehari-hari.
Articles 500 Documents
Efektifitas Penyuluhan Pemberian Makanan Tambahan (Pmt) Berbasis Pangan Lokal Terhadap Peningkatan Pengetahuan Dan Sikap Dalam Meningkatkan Status Gizi Pada Balita Gizi Kurang Di Wilayah Kerja Upt : The Effectiveness of Education on Local Food-Based Supplementary Feeding (PMT) in Improving Knowledge and Attitudes Regarding Nutritional Status Enhancement Among Under-Fives with Undernutrition in the Working Area of ​​UPT Puskesmas Usa Arnida Arnida; Siti Nurfaizah; Diana Mirja Togubu
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1583

Abstract

Masalah Gizi Kurang pada balita masih menjadi permasalahan kesehatan di berbagai negara. Kekurangan gizi merupakan kondisi ketidak seimbangan asupan energi. Masalah gizi secara langsung dipengaruhi oleh faktor konsumsi pangan dan penyakit infeksi, secara tidak langsung dipengaruhi oleh pola asuh, sanitasi, ketersediaan pangan, pengetahuan gizi, sosial ekonomi, budaya dan politik. Tujuan Penelitian Menganalisis Efektifitas Penyuluhan Pemberian Makanan Tambahan Berbasis Pangan Lokal terhadap peningkatan pengetahuan, sikap dan status gizi kurang di UPT Puskesmas Usa Tahun 2026. Desain penelitian ini adalah Quassy experiment dengan rancangan Non Equivalent Control Group Design Populasi adalah seluruh balita gizi kurang di wilayah kerja UPT Puskesmas Usa dengan metode purposive sampling didapatkan sampel sebesar 30 balita yang terdiri atas 15 kelompok kasus dan 15 kelompok kontrol. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed rank dan Mann Withney. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan penyuluhan PMT berbasis pangan lokal terhadap peningkatan pengetahuan ibu balita gizi kurang (p-value = 0,046 < 0,05), dari aspek sikap menunjukkan tidak terdapat pengaruh yang signifikan penyuluhan PMT berbasis pangan lokal terhadap sikap ibu balita gizi kurang (p-value = 0,083 > 0,05), terdapat perbedaan signifikan berat badan balita gizi kurang sebelum dan setelah pemberian PMT berbasis pangan lokal p-value = 0,000 < 0,05, terdapat perbedaan yang signifikan antara status gizi pada kelompok kasus yang diberikan penyuluhan dan PMT, dibandingkan kelompok kontrol yang hanya diberikan PMT saja  (p-value = 0,007).
Hubungan Response Time Dengan Tingkat Kepuasan Pasien Di RS PKU Muhammadiyah Cepu: The Relationship Between Response Time and Patient Satisfaction Levels at PKU Muhammadiyah Hospital Cepu Yuanah Kumalasari; Yeni Rusyani; Luluk Dernawan
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1584

Abstract

Latar Belakang: Response time di Instalasi Gawat Darurat (IGD) menjadi salah satu indikator yang mempengaruhi kepuasan pelayanan. Namun, dalam pelaksanaannya masih dapat ditemukan adanya variasi waktu tanggap petugas dalam memberikan pelayanan kepada pasien. Kondisi tersebut dapat menimbulkan ketidakpuasan keluarga, terutama ketika keluarga merasa pasien belum segera mendapatkan penanganan setelah tiba di fasilitas pelayanan kesehatan. Tujuan Penelitian: penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara response time dengan tingkat kepuasan pasien IGD di RS PKU Muhammadiyah Cepu. Metode Penelitian: Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian retrospektif. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 93 responden. Hasil Penelitian: responden dalam penelitian ini berjumlah 66 responden berjenis kelamin perempuan (71%), adapun capaian response time pelayanan IGD di RS PKU Muhammadiyah Cepu sebagian besar (83.9%) berada dalam kategori cepat (5 menit), dan diketahui bahwa sebanyak 53 responden (57%) responden puas dengan pelayanan IGD RS PKU Muhammadiyah Cepu. Hasil uji bivariat menggunakan analisis Chi Square menunjukkan nilai p adalah 0.049, nilai p < 0.05 dengan nilai koefisien korelasi 0.200. Kesimpulan: Response time pelayanan IGD di RS PKU Muhammadiyah Cepu berhubungan dengan kepuasan pasien di IGD
Pemberdayaan Pasien Diabetes Melitus Dalam Pencegahan Ulkus Diabetikum Dan Risiko Infeksi Berulang: Empowerment of Patients with Diabetes Mellitus in the Prevention of Diabetic Ulcers and the Risk of Recurrent Infection Rahmat Pannyiwi; Rezqiqah Aulia Rahmat; Cakrawati R Cakrawati R; Kiki Rizki Dasaryandi; Nurhafizah Nasution
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1586

Abstract

Latar Belakang: Ulkus diabetikum merupakan salah satu komplikasi serius diabetes melitus yang dapat menyebabkan infeksi, rawat inap, amputasi, dan penurunan kualitas hidup. Pemberdayaan pasien melalui edukasi terstruktur dan perawatan kaki mandiri penting dilakukan untuk mencegah komplikasi kaki diabetik.Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberdayaan pasien terhadap pengetahuan, perilaku perawatan kaki mandiri, dan risiko infeksi berulang pada pasien diabetes melitus.Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif quasi-experimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Responden berjumlah 64 pasien diabetes melitus yang memiliki faktor risiko komplikasi kaki diabetik. Intervensi berupa edukasi terstruktur mengenai pemeriksaan kaki, kebersihan kaki, penggunaan alas kaki yang tepat, pengendalian glukosa darah, pencegahan luka, dan pengenalan tanda awal infeksi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank.Hasil: Sebelum intervensi, sebanyak 20 responden (31,3%) memiliki pengetahuan baik dan 44 responden (68,7%) memiliki pengetahuan cukup atau kurang. Setelah intervensi, sebanyak 51 responden (79,7%) memiliki pengetahuan baik. Perilaku perawatan kaki yang baik meningkat dari 37,5% sebelum intervensi menjadi 76,6% setelah intervensi. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan bermakna pada pengetahuan dan perilaku perawatan kaki sebelum dan sesudah pemberdayaan (p<0,001). Kesimpulan: Pemberdayaan pasien melalui edukasi terstruktur berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan dan perilaku perawatan kaki mandiri serta berpotensi menurunkan risiko ulkus diabetikum dan infeksi berulang.
Analisis Implementasi IDRG dalam Menunjang Klaim BPJS Kesehatan di Rumah Sakit X: Analysis of IDRG Implementation in Supporting BPJS Kesehatan Claims at Hospital X Azzahra Jasmine Rahayu; Diansyah Diansyah
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1588

Abstract

Implementasi Indonesian Diagnosis Related Groups (iDRG) dalam program JKN menuntut kesiapan teknis, SDM, dan dokumentasi klinis. Penelitian kualitatif deskriptif ini menganalisis implementasi iDRG di RS X melalui wawancara tujuh informan dan data klaim September 2025–April 2026. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petugas di RS X yang terlibat dalam proses pengklaiman BPJS Kesehatan. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 7 informan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Sumber data yang digunakan terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara kepada informan  yang terlibat langsung dalam proses pengelolaan klaim BPJS Kesehatan di RS X Implementasi sejak Oktober 2025 berjalan lancar berkat integrasi SIMRS–E-Klaim. Dari 87.544 klaim, ditemukan 4.248 kasus pending (4,86%), didominasi Kunjungan Berulang/Fragmentasi (70,3%), Ketidaksesuaian Koding (10,6%), Ketidaklengkapan Dokumen (9,6%), Alih Jenis Pelayanan (5,4%), dan Indikasi Medis (4,1%), yang mencerminkan dominansi masalah administratif. Evaluasi dokumentasi klinis belum komprehensif akibat transisi rekam medis elektronik (RME) yang bersamaan. Rekomendasi solusi mencakup lima langkah strategis: penguatan tata kelola Pasien Rujuk Balik (PRB), otomatisasi deteksi fragmentasi pada SIMRS, peningkatan kompetensi koder iDRG, penerapan audit rekam medis terstandar, serta akselerasi penyelesaian SIMRS dan stabilisasi RME. Evaluasi dampak implementasi iDRG terhadap kualitas dokumentasi klinis belum dapat dilakukan secara komprehensif karena berlangsung bersamaan dengan proses transisi menuju Rekam Medis Elektronik (RME) dan pengembangan SIMRS. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kompetensi koder, peningkatan kualitas dan kelengkapan rekam medis, penguatan tata kelola klaim, serta optimalisasi sistem informasi untuk mendukung pengendalian pending claim secara berkelanjutan
Analisis Mutu Pelayanan Provider Kesehatan Terhadap Pasien BPJS Dan Non BPJS Di Puskesmas Waimital Kabupaten Seram Bagian Barat: Analysis of Healthcare Service Quality for BPJS and Non-BPJS Patients at Waimital Community Health Center, West Seram Regency Sataria Soumena; Jalil Genisa; Siti Nurfaizah
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1589

Abstract

Pendahuluan: mutu pelayanan kesehatan merupakan salah satu indikator penting dalam menilai keberhasilan penyelenggaraan pelayanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Puskesmas sebagai penyedia layanan kesehatan dituntut mampu memberikan pelayanan yang berkualitas kepada seluruh pasien tanpa membedakan status kepesertaan, baik pasien BPJS maupun non-BPJS. Perbedaan sistem pembiayaan sering kali menimbulkan persepsi adanya perbedaan mutu pelayanan yang diterima pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mutu provider kesehatan terhadap jenis kepesertaan pasien BPJS dan non-BPJS di Puskesmas Waimital, Kabupaten Seram Bagian Barat. Metode: ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik komparatif dan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien BPJS dan non-BPJS yang mendapatkan pelayanan di Puskesmas Waimital. Sampel dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur lima dimensi mutu pelayanan, yaitu bukti fisik (tangibles), keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), dan empati (empathy). Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik responden dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 95% (p < 0,05). Hasil : penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar   responden menilai mutu pelayanan provider kesehatan di Puskesmas Waimital berada pada kategori baik. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara mutu pelayanan yang diterima pasien BPJS dan non-BPJS berdasarkan seluruh dimensi mutu pelayanan (p > 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan telah diberikan secara adil dan merata tanpa membedakan jenis kepesertaan pasien. Kesimpulan : penelitian ini adalah mutu pelayanan provider kesehatan di Puskesmas Waimital tergolong baik dan tidak dipengaruhi oleh status kepesertaan pasien BPJS maupun non-BPJS.
Perubahan Tekanan Darah Setelah Pemberian Air Rebusan Daun Kelor (Moringa Oleifera) Pada Penderita Hipertensi: Changes in Blood Pressure After Administration of Moringa (Moringa oleifera) Leaf Decoction in Patients with Hypertension Arif Hidayatullah; Meilza Tri Wahyuni; Solehudin Solehudin
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1598

Abstract

Hypertension is a major health problem associated with cardiovascular complications. Complementary herbal interventions, including Moringa oleifera, require clinical evaluation. Objective: To analyze changes in blood pressure after Moringa oleifera leaf decoction among patients with hypertension at Kademangan Public Health Center, Cianjur. Methods: A quasi-experimental one-group pretest-posttest design was used. Twenty-three participants were recruited using purposive sampling. Blood pressure was measured at baseline, weekly during six weeks of intervention, and after intervention. The Shapiro-Wilk test assessed normality; Wilcoxon signed-rank test compared pretest and posttest values, while the Friedman test assessed changes across eight measurement points. Results: Mean systolic blood pressure decreased from 183.48±15.63 mmHg to 135.91±15.19 mmHg, and diastolic blood pressure decreased from 95.74±4.38 to 83.61±4.62 mmHg. Wilcoxon testing showed significant pre-post differences for both systolic and diastolic blood pressure (both p<0.001). Friedman testing demonstrated significant changes across the eight time points (systolic χ²(7)=160.55; diastolic χ²(7)=140.15; both p<0.001). Conclusion: Blood pressure decreased significantly after the intervention, with a gradual downward pattern over six weeks.
Hubungan Literasi Kesehatan Reproduksi Dengan Pemilihan Metode Kontrasepsi: The Relationship Between Reproductive Health Literacy and the Choice of Contraceptive Method Halimatussakdiyah Lubis; Cakrawati R Cakrawati R
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1600

Abstract

Latar Belakang: Literasi kesehatan reproduksi berperan penting dalam membantu individu memahami informasi mengenai kesehatan reproduksi dan mengambil keputusan yang tepat terkait metode kontrasepsi. Literasi yang baik dapat mendukung pemilihan kontrasepsi secara sadar dan berdasarkan informasi yang memadai. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan literasi kesehatan reproduksi dengan pemilihan metode kontrasepsi. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Responden berjumlah 82 perempuan usia reproduktif yang menggunakan atau berencana menggunakan kontrasepsi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang mengukur literasi kesehatan reproduksi dan pemilihan metode kontrasepsi. Analisis data menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil: Sebagian besar responden memiliki literasi kesehatan reproduksi yang baik, yaitu 53 responden (64,6%). Pemilihan metode kontrasepsi yang sesuai ditemukan pada 58 responden (70,7%). Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara literasi kesehatan reproduksi dengan pemilihan metode kontrasepsi (p<0,001). Kesimpulan: Literasi kesehatan reproduksi berhubungan secara signifikan dengan pemilihan metode kontrasepsi. Peningkatan literasi kesehatan reproduksi dapat mendukung perempuan dalam menentukan metode kontrasepsi secara tepat dan berdasarkan informasi yang memadai.  
Analisis Kadar Gula Darah Puasa Metode POCT Berdasarkan Kebiasaan Sarapan Pada Pekerja Produksi Cream Meses: Analysis of Fasting Blood Sugar Levels Using the POCT Method Based on Breakfast Habits Among Cream Sprinkles Production Workers Aldi Rahmat Permana; Nursalam Sri Julianti B. Salampessy
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1604

Abstract

Breakfast habits are one of the factors that can affect blood glucose levels. Among production workers, working hours starting at 7:00 a.m. make some workers unable to have breakfast, which may affect fasting blood glucose levels. This study aimed to analyze differences in fasting blood glucose levels measured using the Point of Care Testing (POCT) method based on breakfast habits among Cream Meses production workers at PT Multi Star Rukun Abadi. This study used an observational analytical design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 32 respondents selected using purposive sampling. Breakfast habit data were collected through questionnaires, while fasting blood glucose levels were measured using capillary blood samples with the POCT method. Data were analyzed using the Independent Samples t-test. The results showed that the average blood glucose level among workers who regularly had breakfast was 90.17 mg/dL, while those who did not regularly have breakfast had an average level of 140.63 mg/dL. There was a significant difference in fasting blood glucose levels based on breakfast habits (p < 0.001). It can be concluded that workers who regularly had breakfast had lower fasting blood glucose levels than workers who did not regularly have breakfast.
Hubungan Olahraga Rutin Terhadap Kesehatan Jantung Dan Pembuluh Darah Pada Pasien Di Poliklinik Altius Hospitals: The Relationship Between Regular Exercise and Cardiovascular Health in Patients at the Altius Hospitals Outpatient Clinic Diah Allawiyah; Ratna Ratna; Rizal Fajri; Sony Fachtarun
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1607

Abstract

Latar Belakang: Penyakit jantung masih menjadi penyebab utama kematian, sementara rendahnya aktivitas fisik merupakan salah satu faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan olahraga rutin dengan kesehatan jantung dan pembuluh darah sebagai dasar upaya pencegahan penyakit kardiovaskular. Tujuan: Mengetahui hubungan olahraga rutin terhadap kesehatan jantung dan pembuluh darah pada pasien di Poliklinik Altius Hospitals. Metode: Jenis penelitian kuantitatif korelasional dengan uji analisis data menggunakan Spearman Rank (rho). Sampel berjumlah 80 pasien Poli Jantung yang dipilih menggunakan teknik Total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman’s rho. Hasil: Mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (70%), berusia dewasa 18-59 tahun (85%), dan bekerja sebagai karyawan swasta (51,25%). Sebagian besar responden melakukan olahraga lari (42,5%) dan memiliki kebiasaan olahraga yang tidak rutin (56,25%). Dari 80 responden 47 (58,8%) mengalami gangguan Kesehatan jantung dan pembuluh darah dengan kategori sedang, hasil analisis dengan spearman Rank diketahui nilai (p=0,012; r=0,279). Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara olahraga rutin dengan kesehatan jantung dan pembuluh darah pada pasien Poli Jantung di Poliklinik Altius Hospitals
Analisis Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Kejadian Penyakit Pada Pasien PTM Di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Jailolo: Analysis of Factors Influencing the Occurrence of Non-Communicable Diseases (NCDs) Among Patients in the Jailolo City Community Health Center (Puskesmas) Working Area Elok Dian Kusumawati Gather; Muh. Ilyas Nur; Diana Mirja Togubu
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1608

Abstract

Penyakit (PTM) merupakan penyebab kematian tertinggi akibat penyakit tidak menular (PTM) di dunia maupun di Indonesia, sementara data awal di wilayah kerja Puskesmas Kota Jailolo menunjukkan proporsi besar pasien PTM memiliki lebih dari dua faktor risiko yang dapat dimodifikasi secara bersamaan, namun intervensi berbasis gaya hidup yang terstruktur belum berjalan optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh aktivitas fisik, pola makan, tingkat stres, dan kualitas tidur terhadap kejadian Penyakit pada pasien PTM, serta mengidentifikasi faktor yang paling dominan. Desain penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 133 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin; data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur (IPAQ-SF, FFQ, PSS-10, dan PSQI) serta telaah rekam medis, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan seluruh variabel tetap berpengaruh secara bermakna setelah dikontrol satu sama lain, yaitu aktivitas fisik (OR=0,229; p=0,001), pola makan (OR=0,151; p=0,000), tingkat stres (OR=0,333; p=0,015), dan kualitas tidur (OR=0,348; p=0,018), dengan pola makan sebagai faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap kejadian Penyakit. Aktivitas fisik, pola makan, tingkat stres, dan kualitas tidur berpengaruh secara bermakna terhadap kejadian penyakit pada pasien PTM di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Jailolo, dengan pola makan sebagai faktor paling dominan. Temuan ini mendukung penguatan intervensi promotif-preventif berbasis Posbindu PTM dan Prolanis yang berfokus pada perbaikan pola makan bersamaan dengan peningkatan aktivitas fisik, pengelolaan stres, dan kualitas tidur di wilayah dengan karakteristik geografis kepulauan