cover
Contact Name
Hilwan Yuda Teruna
Contact Email
hilwan@iai.id
Phone
+6221-56962581
Journal Mail Official
info@jfi-online.org
Editorial Address
Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia Jalan Wijayakusuma No. 17 Tomang, Jakarta Barat Jakarta 11430
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Farmasi Indonesia
ISSN : 14121107     EISSN : 2355696X     DOI : https://doi.org/10.35617/jfionline
Core Subject : Health,
Jurnal Farmasi Indonesia adalah jurnal nasional (peer-reviewed) yang diterbitkan oleh Ikatan Apoteker Indonesia dua kali dalam setahun sebagai sarana diseminasi ilmu pengetahuan di bidang farmasi, yaitu: farmasi klinis, farmasi masyarakat/komunitas, kimia farmasi, biologi farmasi/famakognosi, farmakologi, pengembangan obat/kimia medisinal, formulasi dan bidang terkait. Artikel yang dipublikasi berupa hasil penelitian dan mini-review. JFIOnline telah mulai diterbitkan sejak tahun 2009 dalam edisi cetak. Pada tahun 2014 mulai dibuat edisi online. Akses artikel pada jurnal tidak berbayar, tetapi dikenakan biaya proses publikasi untuk penulis (open access journal). Mulai bulan Juli 2019 jurnal ini dapat diakses di alamat yang baru yaitu www.jfi-online.org dari alamat sebelumnya www.jfionline.org.
Articles 164 Documents
Perbandingan VCO, Minyak Zaitun dan Minyak Jagung terhadap sifat fisik balsem stik dengan pengikat Vaselin Alba atau Adeps Lanae Pramulani Mulya Lestari; Kori Yati; Mimil Rosanti
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol. 11 No. 2 (2019): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4175.762 KB) | DOI: 10.35617/jfionline.v11i2.36

Abstract

Penggunaan balsem dengan dioleskan pada bagian tubuh yang sakit dapat menyebabkan rasa panas dan lengket di jari tangan. Pembuatan balsam stick merupakan salah satu solusi untuk mengatasi hal tersebut. Balsem stick dipengaruhi oleh komponen-komponen yang digunakan yaitu minyak, lilin dan lemak. Penggunaan minyak dan lemak yang memiliki kandungan asam lemak dan bobot molekul yang berbeda akan mempengaruhi sifat fisik balsem stick. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan penggunaan VCO, minyak zaitun dan minyak jagung dengan pengikat antara Adeps lanae dan Vaselin alba terhadap sifat fisik balsem stick metil salisilat. Semua sediaan balsem stick dibuat dengan metode yang sama dan dievalusi meliputi uji organoleptik, homogenitas, kekerasan dan titik lebur. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan titik lebur dan kekerasan, namun semua formula memenuhi persyaratan sifat fisik balsem stick. Formula dengan VCO dan variasi Adeps lanae menunjukan titik lebur dan kekerasan tertinggi yaitu 65,760C dan 2,13 mm. Hasil data statistik Kruskal Wallis menunjukkan sig < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan dari setiap formula. Berdasarkan hasil pengamatan disimpulkan bahwa VCO dengan Adeps lanae dalam kombinasi Carnauba wax dan Cera alba memberikan titik lebur, kekerasan dan nilai yield value yang tinggi
Aktivitas Antioksidan Metabolit Sekunder Kapang Endofit daun tanaman Bawang Dayak (Eleutherine Americana (Aubl.) Merr.) secara In Vitro Shirly Kumala; Gabriel Gabriel
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol. 11 No. 2 (2019): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4464.183 KB) | DOI: 10.35617/jfionline.v11i2.37

Abstract

Tanaman bawang dayak (Eleutherine Americana (Aubl.) Merr.) merupakan tanaman obat yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan. Metabolit sekunder yang berkhasiat sebagai antioksidan dapat diperoleh dengan membutuhkan banyak tanaman bawang Dayak. Oleh karena itu dicari alternative lain dengan memanfaatkan mikroba endofit sebagai sumber metabolit sekunder yang akan membuat produksi bahan baku obat alam lebih efisien dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji metabolit sekunder kapang endofit daun bawang dayak yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan. Metode penelitian ini menggunakan teknik inokulasi tanam langsung pada permukaan media pertumbuhan PDA (Potato Dextrose Agar). Identifikasi morfologi kapang dilakukan secara makroskopik (visual) dan mikroskopik (slide culture). Hasil isolasi kapang endofit ini didapatkan 4 isolat. Isolat difermentasi dengan metode goyang kemudian diekstraksi dengan pelarut etil asetat. Ekstrak yang diperoleh, dilanjutkan dengan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode peredaman radikal bebas DPPH, Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa ekstrak etil asetat metabolit sekunder dari keempat isolat berpotensi sebagai antioksidan Ekstrak Etil asetat dari isolat d.IEP.1.2 memiliki aktivitas antioksidan yang kuat dengan nilai IC50 terendah yaitu 82,9750 µg/mL.
Identifikasi Molekuler Bakteri Simbion Spons Laut Haliclona (Reinera) sp. sebagai antibakteri Ani Pahriyani; Fitriana Mifthahul Haq; Priyo Wahyudi
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol. 11 No. 2 (2019): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4611.74 KB) | DOI: 10.35617/jfionline.v11i2.38

Abstract

Bakteri simbion telah diketahui dapat menghasilkan  metabolit  sekunder yang saat ini semakin banyak dimanfaatkan untuk memeroleh senyawa bioaktif. Pada penelitian sebelumnya yang dilakukan Mulyaningsih (2016) telah diketahui bahwa bakteri simbion dari spons laut Spheciospongia inconstans asal Pulau Harapan, Kepulauan Seribu berpotensi untuk menghasilkan senyawa antibakteri. Tujuan dilakukan penelitian  ini  adalah  untuk  mengidentifikasi  spesies dari isolat bakteri simbion spons Spheciospongia inconstans penghasil antibakteri berdasarkan gen 16S rRNA. Dari penelitian sebelumnya didapatkan  lima isolat bakteri simbion dan DNA kelima isolat bakteri diisolasi dengan menggunakan Wizard Genomic DNA Purification Kit, kemudian dilakukan amplifikasi gen 16S rRNA menggunakan primer 27f dan 1492r. Hasil amplifikasi kemudian disekuensing dan dilakukan penyejajaran menggunakan program BLAST. Hasil dari penelitian ini hanya berhasil mengidentifikasi isolat bakteri simbion.
Hubungan antara pengetahuan dengan luaran terapi pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2-Dislipidemia Imaniar N. Faridah; Haafizah D.; Ginanjar Z. S.; Faaiza C. A.
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol. 11 No. 2 (2019): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3679.704 KB) | DOI: 10.35617/jfionline.v11i2.39

Abstract

Diabetes mellitus dan dislipidemia merupakan suatu penyakit non communicable disease yang angka kejadiannya terus meningkat. Kedua penyakit tersebut merupakan faktor resiko untuk terjadinya penyakit kardiovaskular. Pengetahuan pasien yang baik diperlukan agar pasien waspada terhadap penyakitnya sehingga diharapkan luaran terapinya dapat mencapai target yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai bagaimana pengetahuan pasien terhadap penyakitnya serta untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan pasien dengan luaran terapi pasien yaitu HbA1c dan kolesterol total. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Data diambil secara prospektif dari pasien diabetes di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta pada bulan September – Desember 2016. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi yaitu pasien dengan diagnosa diabetes melitus-dislipidemia yang menjalani rawat jalan di Poliklinik Rawat Jalan RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, berusia lebih dari 18 tahun, terdapat data kadar HbA1c dan kadar kolesterol total dan menggunakan dua obat yaitu antidiabetik dan antikolesterol. Data yang diambil adalah data pengetahuan menggunakan kuisioner yang sudah divalidasi sebelumnya, serta data luaran terapi yang diperoleh dari rekam medik pasien. Analisis dengan regresi linear dilakukan untuk menilai hubungan antara pengetahuan dengan luaran terapi. Sejumlah 37 pasien yang berpartisipasi pada penelitian ini banyak berusia kurang dari 60 tahun (64.9%), paling banyak perempuan (59.5%) dan tingkat pendidikan >9 tahun (86.5%). Selain itu, hanya 62.2% pasien yang mencapai target terapi untuk HbA1c, sedangkan hanya 56.8% pasien yang mencapai target terapi untuk kolesterol total. Berdasarkan analisis regresi linear diketahui tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kadar HbA1c maupun kadar kolesterol total (sig 0.893 dan 0.292).
Skrining virtual dan elusidasi moda ikatan senyawa Inhibitor Enzim Elastase dan Hyaluronidase pada beberapa tanaman dengan aktivitas Anti-Aging Mumpuni, Esti; Mulatsari, Esti; Noerfa, Tri Kumala
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 11 No 2 (2019): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5617.764 KB) | DOI: 10.35617/jfionline.v11i2.40

Abstract

Beberapa penelitian mengenai enzim elastase dan enzim hyaluronidase yang berpotensi sebagai anti-aging telah dipublikasi sebelumnya. Mengacu pada berbagai hasil penelitian tersebut, pada penelitian ini dilakukan skrining virtual 30 senyawa bahan alam yang berasal dari 10 tanaman dan elusidasi moda ikatan terhadap senyawa aktif sebagai inhibitor enzim penyebab penuaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme kerja senyawa penghambat aging pada tanaman dan memodelkan interaksinya. Berdasarkan hasil score ChemPLP dari simulasi docking pada penelitian ini, diperoleh 4 senyawa yang aktif menghambat enzim elastase yaitu dari 2 senyawa dari tanaman jeruk (Citrus aurantium subsp. Amara), 1 senyawa dari bunga lavender (Lavandula angustifolia L.) dan 1 senyawa dari tanaman lengkuas belang (Alpinia zerumbet). Sedangkan pada enzim hyaluronidase diperoleh 11 senyawa yang aktif menghambat enzim hyaluronidase yaitu 2 senyawa dari tanaman lengkuas belang (Alpinia zerumbet), 3 senyawa dari tanaman pinang (Areca catechu L.), 1 senyawa dari tanaman teh (Camellia sinensis Kuntze), 1 senyawa dari bunga mawar (Rosa centifolia L.), 2 senyawa dari tanaman jeruk (Citrus aurantium subsp. Amara), 1 senyawa dari tanaman lavender (Lavandula angustifolia L.) dan 1 senyawa dari rumput laut (Eucheuma spinosum).
Review Waktu Larut Mempengaruhi Kualitas Tablet Effervescent Sediaan Herbal Sagala, Reynelda Juliani; Rachmawati, Putriana; Kambira, Pretty F.A
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol. 13 No. 2 (2021): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.368 KB) | DOI: 10.35617/jfionline.v13i2.44

Abstract

Sediaan tablet effervescent menjadi alternatif pilihan untuk menghantarkan bahan aktif obat baik sintesis maupun yang berasal dari bahan alam agar memberikan efek terapi farmasetika maupun minuman bernutrisi di bidang pangan. Bentuk sediaan ini lebih disukai karena praktis, cepat larut dalam air dan rasa menyegarkan sehingga lebih mudah diabsorbsi dibandingkan dengan bentuk sediaan tablet konvensional. Kecepatan dan jumlah bahan aktif yang dapat diabsorbsi dipengaruhi oleh waktu larut tablet dalam medianya. Waktu larut tablet effervescent dipengaruhi oleh konsentrasi keseimbangan sumber basa dan asam, konsentrasi bahan pengikat (PVP), interaksi antara asam sitrat dan asam tartrat, konsentrasi sumber basa, kondisi kadar air di sekitar tablet, variasi bahan pelicin. Konsentrasi sumber asam mempengaruhi waktu larut tetapi ketidakseimbangan konsentrasi sumber asam dapat mengurangi efek kesegaran. Sehingga perlu optimalisasi sumber asam dan basa agar menghasilkan sediaan tablet effervescent dengan waktu larut yang baik dan memberikan rasa menyegarkan yang sesuai. Kata kunci: Tablet effervescent; waktu larut; rasa menyegarkan
A A LITERATURE REVIEW OF HERBAL SUNSCREEN’S DOSAGE FORM AND SPF VALUE CLAIM Rachmawati, Putriana; Sagala, Reynelda Juliani; Kambira, Pretty Falena Atmanda
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol. 13 No. 1 (2021): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.834 KB) | DOI: 10.35617/jfionline.v13i1.45

Abstract

The Indonesian government recommended sunbathing for 15 to 30 minutes in the morning to deal with the Covid-19 pandemic. Exposure to sunlight will activate the formation of vitamin D, which the body needs for defense against Covid-19 infection. However, excessive sun exposure will cause skin problems, including psoriasis, sarcoidosis, sunburn to skin cancer. One of the protections against sun exposure is the use of sunscreen. Sunscreen protects the skin from UV exposure by two mechanisms, namely, absorbing UV rays or reflecting UV rays. Sunscreen has various dosage forms that are tailored to the needs of consumers. Several dosage forms are preferred because they are easy to use and can be used in groups of children. Sunscreen protection is stated using a photoprotector claim in the form of an SPF value or other claims that support the function of sunscreen. Although SPF has been used worldwide, there are several standard claims for the effectiveness of sunscreens in several countries, such as the broad spectrum and UVA-PA (PA+ to PA++++) claims.
Evaluasi Mutu Tablet Parasetamol Generik yang Beredar di Wilayah Purwokerto Fitri Herline; Sri Sutji Susilowati; Dhadhang Wahyu Kurniawan
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol. 12 No. 1 (2020): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.293 KB) | DOI: 10.35617/jfionline.v12i1.46

Abstract

Parasetamol atau asetaminofen adalah obat yang dapat digunakan untuk menurunkan demam. Selain itu parasetamol juga dapat digunakan untuk sakit kepala dan sakit ringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persyaratan fisik dan laju disolusi tablet parasetamol generik yang beredar di wilayah Purwokerto. Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan sampel tablet parasetamol generik yang beredar di wilayah Purwokerto. Evaluasi terhadap tablet parasetamol tersebut meliputi keseragaman ukuran, keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, waktu hancur, penetapan kadar, dan uji disolusi. Uji disolusi dilakukan menggunakan tipe dayung pada kecepatan 50 rpm. Medium disolusi yang digunakan dapar fosfat pH 5,8 ± 0,5 sebanyak 900 mL. Sampel yang diperoleh pada menit ke 5, 10, 15, 20, 30, 45, dan 60 diukur absorbansinya pada spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang maksimum parasetamol (243 nm). Pengungkapan data disolusi dilihat melalui nilai konsentrasi pada t=30 menit dimana tablet parasetamol pada t=30 menit tidak kurang dari 85%. Analisis data dilakukan secara deskriptif, dibandingkan dengan persyaratan tablet menurut Farmakope Indonesia dan pustaka yang lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tablet Parasetamol generik memenuhi persyaratan sediaan tablet menurut farmakope indonesia meliputi keseragaman ukuran, keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, waktu hancur, dan penetapan kadar. Uji disolusi untuk semua tablet Parasetamol generik memenuhi persyaratan 85%.
Aplikasi Pengembangan Metode Spektrofotometri UV-Vis pada Analisis Simultan Isoniazid (INH) dan Vitamin B6 di dalam Sediaan Tablet Lisda Rimayani Nasution; Muchlisyam; Effendy De Lux Putra
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol. 12 No. 2 (2020): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.024 KB) | DOI: 10.35617/jfionline.v12i2.47

Abstract

Obat anti tuberkulosis primer sebagai standar terapi tuberculosis sering digunakan dalam bentuk kombinasi untuk memperoleh efektivitas pengobatan dan mencegah timbulnya resistensi. Salah satu bentuk kombinasi tersebut adalah kombinasi INH dan vitamin B6. Kombinasi ini bertujuan untuk untuk mencegah efek samping dari INH yaitu neuritis perifer Namun, kombinasi bahan aktif tersebut dapat menimbulkan masalah dalam analisis kuantitatif untuk kontrol kualitas sediaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode spektrofotometri UV-Vis secara mean centering of ratio spectra pada analisis isoniazid dan vitamin B6 secara simultan pada sediaan tablet tanpa adanya pemisahan. Penelitian dilakukan dengan mengembangkan metode spektrofotometri teknik mean centering of ratio spectra pada analisis simultan INH dan vitamin B6 pada sediaan tablet, kemudian dilakukan uji validitas metodenya berdasarkan parameter validasi yaitu liniearitas, akurasi, presisi, selektivitas dan sensitivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi secara mean centering of ratio spectra pada penetapan kadar INH dan vitamin B6 berhasil diterapkan untuk analisis formulasi farmasi secara simultan, tanpa gangguan dari eksipien serta hasil parameter validasi berada dalam kisaran yang dapat diterima. Kata kunci: Isoniazid (INH), Vitamin B6 (Pyridoxin HCl), Mean Centering of Ratio Spectra (MCR).
OPTIMASI PENGGUNAAN ANTIMIKROBA BAGI PASIEN SEPSIS BERDASARKAN KARAKTERISTIK FARMAKOKINETIK DAN FARMAKODINAMIK OBAT: SEBUAH TINJAUAN LITERATUR Titiesari, Yovita Diane; Febriani, Fany
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol. 13 No. 1 (2021): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.13 KB) | DOI: 10.35617/jfionline.v13i1.48

Abstract

Sepsis adalah salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia, dan terapi antimikroba yang sesuai adalah salah satu kunci untuk meningkatkan keselamatan pasien sepsis. Patofisiologi sepsis dan penggunaan intervensi terapetik seperti renal replacement therapy akan menyebabkan perubahan farmakokinetik dan farmakodinamik antimikroba pada pasien sepsis, yang dapat menyebabkan kondisi subterapetik dan kegagalan terapi. Tinjauan literatur ini akan melihat aspek farmakokinetik dan farmakodinamik antimikroba serta perubahan aspek-aspek tersebut pada pasien sepsis dan mengaplikasikan pengetahuan ini untuk optimasi dosis antimikroba yang sering digunakan pada kondisi sepsis seperti beta-laktam, vankomisin, aminoglikosida, fluorokuinolon, tigesiklin, dan antijamur, untuk meningkatkan keselamatan pasien.

Page 4 of 17 | Total Record : 164