cover
Contact Name
Hilwan Yuda Teruna
Contact Email
hilwan@iai.id
Phone
+6221-56962581
Journal Mail Official
info@jfi-online.org
Editorial Address
Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia Jalan Wijayakusuma No. 17 Tomang, Jakarta Barat Jakarta 11430
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Farmasi Indonesia
ISSN : 14121107     EISSN : 2355696X     DOI : https://doi.org/10.35617/jfionline
Core Subject : Health,
Jurnal Farmasi Indonesia adalah jurnal nasional (peer-reviewed) yang diterbitkan oleh Ikatan Apoteker Indonesia dua kali dalam setahun sebagai sarana diseminasi ilmu pengetahuan di bidang farmasi, yaitu: farmasi klinis, farmasi masyarakat/komunitas, kimia farmasi, biologi farmasi/famakognosi, farmakologi, pengembangan obat/kimia medisinal, formulasi dan bidang terkait. Artikel yang dipublikasi berupa hasil penelitian dan mini-review. JFIOnline telah mulai diterbitkan sejak tahun 2009 dalam edisi cetak. Pada tahun 2014 mulai dibuat edisi online. Akses artikel pada jurnal tidak berbayar, tetapi dikenakan biaya proses publikasi untuk penulis (open access journal). Mulai bulan Juli 2019 jurnal ini dapat diakses di alamat yang baru yaitu www.jfi-online.org dari alamat sebelumnya www.jfionline.org.
Articles 149 Documents
Perbandingan Stabilitas Nanopartikel Erithropoietin dalam Asam Klorida dan Phospate Buffer Saline Nuryanti, Nuryanti; Nugroho, Akmad Kharis; Martien, Ronny; Julia, Madarina
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol. 14 No. 2 (2022): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.181 KB) | DOI: 10.35617/jfionline.v14i2.25

Abstract

Abstrak: Sistem nanopartikel eritropoietin terbentuk dari adanya interaksi muatan positif kitosan dan negatif pektin  pada kondisi asam, sehingga stabilitas sistem nanopartikel pada asam klorida dan fosfat buffer adalah parameter penting dalam pilihan medium uji permeasi . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan stabilitas sistem nanopartikel eritropoietin dalam HCl pH 1,2 dan phosphat buffer salin (PBS) pH 7.4. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian laboratorium eksperimental meliputi analisis eritropoietin yang dilepaskan dari sistem nanopartikel yang dilarutkan dalam HCl pH 1,2 dan PBS pH 7,4 menggunakan metode spektrofotometri.  Kadar eritropoietin yang dihitung adalah kadar eritropoietin yang bebas dari sistem nanopartikel pada menit ke 15, 30, 45, 60, 90, 120, 180 dan 240. Kadar eritropoietin yang dilepaskan dari sistem nanopartikel eritropoietin pada menit ke 15 dalam medium HCl pH 1,2 lebih rendah yaitu 33, 63 %, dibandingkan dalam medium PBS pH 7,4 dengan kadar eritropoietin bebas 50,85%.  Namun setelah waktu 240 menit, kadar eritropoietin bebas dari sistem nanopartikel lebih tinggi dalam medium PBS pH 7,4 (60,49%) dibandingkan medium HCl pH 1,2 (57, 85%).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem nanopartikel eritropoietin lebih stabil di medium HCl pH 1,2 dibandingkan di PBS pH 7,4.
Miotoksisitas Statin: Kajian Stres Oksidatif Zulfahmidah; Safei, Imran; Fajriansyah
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol. 13 No. 1 (2021): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.732 KB) | DOI: 10.35617/jfionline.v13i1.26

Abstract

Statin adalah keluarga obat yang digunakan untuk mengobati hiperlipidemia dengan kapasitas yang diakui untuk mencegah kejadian penyakit kardiovaskular. Pemanfaatan statin secara luas dibatasi oleh adanya toksisitas atau intoleransi terkait, yang mempengaruhi tingkat pemantauan obat. Toksisitas atau intoleransi statin bervariasi dari 10-15%. Gejala otot terkait statin adalah toksisitas statin (SAMS) yang paling umum. Dalam review ini, kami bertujuan untuk melaporkan mekanisme kerja statin yang menyebabkan gejala otot SAMS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa statin menyebabkan disfungsi mitokondria akibat adanya stress oksidatif. Mekanisme terjadinya stress oksidatif akibat statin disebabkan karena adanya inhibisi dari protein ubikuinon, aktivasi iNOS, penurunan biogenesis mitokondria, pengurangan fosforilasi oksidatif mitokondria. Secara keseluruhan, data yang dilaporkan dalam tinjauan ini menunjukkan bahwa statin mungkin memiliki efek besar pada fungsi mitokondria terkait stress oksidatif.
U Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol 95% Daun Tekelan (Chromolaena odorata. L) Terhadap Bakteri Shigella disenteriae Ade Irma Fitrianingsih; Rauhul Akbar Kurniawan; Ulfa Ersa Putri
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol. 12 No. 2 (2020): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.718 KB) | DOI: 10.35617/jfionline.v12i2.27

Abstract

Indonesia merupakan negara tropis sehingga prevalensi penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri sampai saat ini masih tetap tinggi, di sisi lain penggunaan antibakteri secara intens di Indonesia menyebabkan kecenderungan terjadinya resistensi bakteri terhadap obat antibakteri yang sudah ada. Salah satu spesies bakteri yang menyebabkan infeksi ialah Shigella dysenteriae. Tekelan (Chromolaena odorata. L) adalah salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri. Penellitian bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol daun tekelan (Chromolaena odorata. L) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Shigella dysenteriae. Ekstrak etanol daun tekelan dibuat dengan metode maserasi menggunakan larutan penyari etanol 95%. Penelitian dilakukan dengan metode difusi sumuran dengan konsentrasi 25%, 50%, 75%, 100% yang ditanam pada media MHA. Hasil penelitian menunjukkan adanya hambatan pada bakteri ditunjukkan dengan hasil rata-rata pengukuran dari setiap konsentrasi yaitu: 25% (23,6 mm), 50% (25,5 mm), 75% (27,6 mm) dan 100% (29,3 mm). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa daun tekelan (Chromolaena odorata. L) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Shigella dysenteriae.
Analisis Outcome Terapi Amikasin Terhadap Penurunan Sesak Pada Pneumonia Pediatrik di Instalasi Rawat Inap RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Septi Muharni; Sulastri; Nesa Agistia; Husnawati; Fina Aryani; Meiriza Djohari
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol. 12 No. 1 (2020): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.625 KB) | DOI: 10.35617/jfionline.v12i1.29

Abstract

Amikasin merupakan salah satu antibiotik golongan aminoglikosida yang bersifat bakterisid dan termasuk dalam golongan obat indeks terapi sempit. Penggunaan antibiotik harus tepat agar outcome terapi tercapai maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat korelasi penggunaan antibiotik amikasin terhadap pencapian outcome terapi penurunan sesak pada pneumonia pediatrik di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan metode deskriptif dengan pendekatan secara retrospektif pada 20 rekam medis pasien pneumonia pediatrik yang mendapatkan amikasin dengan menggunakan teknik purposive sampling di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Berdasarkan analisis korelasi jenis kelamin dan rentang usia berkorelasi sedang dan tidak bermakna dengan outcome terapi amikasin (r=0,404 dan nilai p=0,143), (r=0,452 dan nilai p=0,274) dan tingkat keparahan pernapasan terhadap outcome terapi penggunaan amikasin didapatkan korelasi kuat dan bermakna (r= 0,675; P= 0,002). Hasil ini menunjukkan penggunaan amikasin memberikan perubahan pada outcome terapi dan outcome terapi dipengaruhi oleh tingkat keparahan pernafasan pasien.
Aktivitas antibakteri dan antivirus dari minyak kayu putih: Sistematik review Pretty Falena Atmanda Kambira; Merry Liliana; Laurentine Belinda Arfenda; Sherleen Marcella
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol. 12 No. 2 (2020): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.399 KB) | DOI: 10.35617/jfionline.v12i2.30

Abstract

Tujuan: Eucalyptus sp. adalah anggota keluarga Myrtaceae, dan minyaknya telah digunakan secara komersial dalam industri makanan, kosmetik, dan sediaan farmasi. Ketenaran minyak kayu putih naik selama pandemi COVID-19 karena beberapa klaim memiliki aktivitas antivirus terhadap virus corona (1). Namun demikian, klaim ini tidak terbukti secara ilmiah dan dapat menimbulkan misinformasi kepada publik. Minyak kayu putih diketahui memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri gram positif dan gram negatif (2). Namun, sejauh mana efektivitasnya hampir tidak diketahui. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menilai aktivitas antibakteri dan antivirus minyak kayu putih menggunakan tinjauan sistematis Cochrane. Metode: Studi yang termasuk dalam tinjauan sistematis diambil dari database PubMed dan Science Direct. Kata kunci pencarian adalah ("Eucalyptus oil" OR "Eucalyptol") AND ("Antibacterial" OR "Antiviral" OR "MIC"). Hasil: Ada 114 artikel yang diidentifikasi dari strategi pencarian, dan tambahan empat artikel ditemukan dari sitasi. Setelah duplikasi, 83 artikel tersisa. Namun, 61 artikel dikeluarkan karena tidak melaporkan aktivitas antimikroba dari minyak kayu putih. Dua puluh dua artikel diskrinig pembacaan teks lengkap, dan enam belas dikeluarkan karena tidak memenuhi kriteria inklusi. Akhirnya, enam belas artikel dimasukkan dalam sistematik review ini. Kesimpulan: Minyak kayu putih memiliki aktivitas antibakteri dan antivirus yang bergantung pada komposisi kimia dan strain mikroba. Oleh karena itu, menjadikannya kandidat unggulan sebagai senyawa antimikroba dan desinfektan. Namun, studi klinis masa depan tentang mekanisme kerjanya diperlukan.
UJI INTERAKSI METFORMIN DAN GLIBENKLAMID DENGAN JAMU YANG MENGANDUNG Smallanthus sonchifolius DAN KOMBINASI Andrographis paniculata (Burm. F), Boesenbergia pandurata Roxb, Phyllanthus niruri L, Syzigii polyanthi Wight PADA PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH TI Elza Sundhani; Diniatik; Zainur Rahman Hakim; Ika Nurzijah; Ardiasa Prakoso; Nur Fajrina; Muhamad Rifki; Zaenal Arifin Misgi Candra Dasa
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol. 12 No. 1 (2020): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.708 KB) | DOI: 10.35617/jfionline.v12i1.31

Abstract

Penggunaan jamu sebagai Complementary and Alternative Medicine untuk mengatasi Diabetes Mellitus banyak digunakan di Indonesia. Potensi munculnya interaksi obat-jamu dengan metformin dan glibenklamid dapat mempengaruhi efektivitas menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji interaksi farmakodinamika (aktivitas farmakologi) dari metformin dan glibenklamid yang dikombinasikan dengan jamu A (Smallanthus sonchifolius) dan jamu B (Andrographis paniculata (Burm. F), Boesenbergia pandurata Roxb, Phyllanthus niruri L, Syzigii polyanthi) dalam menurunkan kadar glukosa darah tikus yang diinduksi aloksan. Metode KLT-Densitometer digunakan untuk skrining fitokimia dengan membandingkan profil kromatogram (nilai Rf) dari jamu dan ekstrak etanol tanaman. Sebanyak 30 ekor tikus wistar jantan dibagi menjadi 10 kelompok perlakuan dengan aloksan 175 mg/Kg BB. Pengamatan kadar glukosa darah diukur pada hari ke-0,-7,-14, dan -21 setelah tikus dipuasakan 12 jam. Hasil profil kromatogram menunjukkan bahwa terdapat nilai Rf yang sama antara jamu A dan B dengan tanaman pembanding. Hasil uji kombinasi Metformin dengan Jamu A dan B menunjukkan adanya penurunan aktivitas yang diduga oleh adanya penghambatan absorbsi metforminm, namun tidak signifikan dibandingkan perlakuan tunggal (p>0,05). Sedangkan kombinasi glibenklamid dengan jamu A dan B menunjukkan adanya penurunan aktivitas yang siginifikan (p<0,05) dibandingkan perlakuan tunggal. Pengaruh senyawa aktif dalam jamu dalam mempengaruhi aktivitas enzim CYP3A4 dan CYP2C9 (enzim pemetabolisme glibenklamid) atau efek entagonis diprediksi terjadi pada kombinasi tersebut. Penelitian lanjutan diperlukan untuk memastikan mekanisme interaksi obat-jamu, namun penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan potensi interaksi penggunaan jamu A dan B dengan metformin dan glibenklamid.
Persepsi Masyarakat Terhadap Pemberian Informasi Obat Swamedikasi Masa Pandemi Covid-19 di Kecamatan Tuah Madani Kota Pekanbaru, Indonesia Septi Muharni; Eci Marlina; Rahayu Utami; Fina Aryani; Mustika Furi
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol. 12 No. 2 (2020): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.029 KB) | DOI: 10.35617/jfionline.v12i2.32

Abstract

Swamedikasi adalah upaya yang banyak dilakukan oleh masyarakat dalam menggunakan obat yang dibeli tanpa resep dokter untuk mengatasi keluhan. Sebuah studi menunjukkan peningkatan jumlah pencarian pengobatan sendiri di seluruh dunia sejak pandemi COVID-19 diumumkan dan ini akan menjadi indikasi meningkatnya minat dalam pengobatan mandiri di seluruh dunia. Pemberian informasi obat memiliki peranan penting dalam rangka memperbaiki kualitas hidup pasien dan menyediakan pelayanan bermutu bagi pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap pemberian informasi obat swamedikasi masa pandemi COVID-19 di Kecamatan Tuah Madani kota Pekanbaru. Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang bersifat deskriptif kuantitatif terhadap 100 orang sampel masyarakat yang memenuhi kriteria inklusi dengan pengambilan sampel secara purposive sampling. Penilaian terhadap persepsi masyarakat mencakup 5 (lima) dimensi pelayanan yaitu reliability, responsiveness, emphaty, assurance dan tangible. Hasil penelitian didapatkan persepsi masyarakat yakni pada kehandalan (reliability) 75,20%, ketanggapan (responsiveness) 74,0%, perhatian (empaty) 83,33%, jaminan (assurance) 80,12%, dan fasilitas berwujud (tangible) 82,9% dengan hasil rata-rata keseluruhan aspek yang didapat sebanyak 79,11% dengan kategori baik. Hasil ini dapat disimpulkan bahwa masyarakat Kecamatan Tuah Madani kota Pekanbaru memiliki persepsi baik terhadap pelayanan yang didapatkan selama masa pandemi COVID-19.
The LC-MS of Grammatophyllum scriptum (Lindl.)Bl. and Cytoxic Activity Test: LC-MS of Grammatophyllum scriptum (Lindl.)Bl. and Cytoxic Activity Test de Fretes, Christina; Simaremare, Eva; Gunawan, Elsye; Agustini, Verena; Maulana, Yusuf Eka; Fadhilah, Nabila Nur
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol. 13 No. 2 (2021): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.143 KB) | DOI: 10.35617/jfionline.v13i2.33

Abstract

Anggrek Macan (Grammatophyllum scriptum (Lindl.) Bl.) merupakan salah satu tanaman yang digemari di kalangan masyarakat sebagai tanaman hias karena bunganya yang indah. Aggrek macan memiliki senyawa metabolit sekunder alkaloid, flavonoid dan tannin yang dapat digunakan sebagai pengobatan tradisional. Namun, penelitian mengenai Anggrek Macan di bidang farmakologi masih sangat terbatas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kandungan senyawa kimia yang terdapat dalam ekstrak herba Anggrek Macan secara LC-MS/MS serta nilai LC₅₀ dan konsentrasi dari ekstrak herba Anggrek Macan yang paling efektif membunuh larva udang (Artemia salina Leach.). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengambilan sampel dari kebun Anggrek yang ada di Lingkungan FMIPA Universitas Cenderawasih Papua-Indonesia, selanjutnya sampel dibuat dalam bentuk simplisia, diekstraksi dengan etil asetat. Ekstrak selanjutnya dianalisis dengan LC-MS/MS dan dari ekstrak tersebut juga dilakukan uji sitotoksik dengan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Anggrek Macan (Grammatophyllum scriptum (Lindl.) Bl.) mengandung 2′,6′-Dihydroxy-4′-methoxy-dihydrochalcone, Apigenin-7-O-α-L-rhamnose(1→4)-6"-O-acetyl-β-D-glucoside, Kushenol H, Rubrofusarin, 3-Hydroxy baicalein dan Luteolin yang diperoleh dari hasil analisis menggunakan Liquid Chromatography tandem Mass Spectrometry (LC-MS/MS). Ekstrak herba Anggrek Macan memiliki aktivitas sitotoksik dengan nilai LC₅₀ 150,96 ppm dengan tergolong kurang toksik.
Analisis QSAR senyawa turunan Diosmetin sebagai Antioksidan baru dengan metode Semi Empirik AM 1 Esti Mumpuni; Titiek Martati; Esti Mulatsari; Andika Muhammad Hidayat
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol. 11 No. 2 (2019): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3552.913 KB) | DOI: 10.35617/jfionline.v11i2.34

Abstract

Diosmetin adalah bioflavonoid yang berlimpah di alam dan merupakan senyawa turunan flavon yang memiliki aktivitas antioksidan yang buruk, sehingga pemanfaatan senyawa ini sebagai antioksidan sangat jarang. Untuk mengoptimalkan pemanfaatan diosmetin digunakan metode QSAR. Analisis QSAR (Quantitative Structure-Activity Relationship) terhadap 195 senyawa turunan diosmetin sebagai senyawa antioksidan yang dilakukan dengan menggunakan deskriptor panas pembentukan, energi HOMO, energi LUMO, energi hidrasi, nilai Log P, massa, muatan atom C2, C4, dan C4’. Struktur elektronik sebagai deskriptor telah dilakukan perhitungan melalui perangkat lunak Hyperchem 8.0.6 untuk Windows 7.0 menggunakan metode semiempirik AM1. Deskriptor-deskriptor telah diperoleh melalui permodelan molekul untuk memperoleh struktur yang paling stabil setelah proses optimasi geometri . Nilai aktivitas biologis antioksidan (IC50) diperoleh melalui jurnal penelitian. Persamaan model QSAR terbaik ditentukan melalui pendekatan regresi multilinier dan diperoleh persamaan QSAR : –log IC50 = 70.52781 + (-0.0298 Panas Pembentukan) + (3.627483 Energi HOMO) + (-0.48695 Energi LUMO) + (0.274203 Energi Hidrasi) + (-3.43515 Log P) + (-0.17476 Massa) + (26.95107 muatan atom C2) + (-3.67587 muatan atom C4) + (-3.85701 muatan atom C4’), sehingga diperoleh hasil bahwa senyawa 3,6-diamin diosmetin merupakan senyawa turunan diosmetin dengan aktivitas antioksidan terbaik dengan nilai IC50 prediksi sebesar 0.33 µg/mL.
Aktivitas Antijamur Ekstrak Etanol Kulit Buah Ananas comosus (L) Merr. terhadap Trichophyton mentagrophytes dan Malassezia furfur Melzi Octaviani; Delvian Fikrani; Emma Susanti
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol. 12 No. 2 (2020): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.762 KB) | DOI: 10.35617/jfionline.v12i2.35

Abstract

Kulit buah nanas merupakan bagian dari buah nanas (Ananas comosus (L) Merr.) yang biasanya tidak dimanfaatkan. Hasil skrining fitokimia dari ekstrak etanol kulit nanas menunjukkan adanya kandungan flavonoid, alkaloid, fenolik, steroid dan saponin yang dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antijamur ekstrak etanol kulit nanas terhadap jamur Trichophyton mentagrophytes dan Malassezia furfur. Penelitian dilakukan dengan metode difusi cakram dengan variasi konsentrasi ekstrak etanol kulit nanas yaitu 25%; 12,5%; 6,25%; 3,125% dan 1,5625% b/v dan kontrol positif yang digunakan adalah nistatin dan kontrol negatif DMSO. Diameter zona hambat yang terbentuk pada uji aktivitas antijamur ekstrak etanol kulit nanas terhadap jamur Trichophyton mentagrophytes dan Malassezia furfur pada konsentrasi 25% adalah 22,73 mm dan 24,90 mm. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit nanas memiliki aktivitas antijamur terhadap jamur Trichophyton mentagrophytes dan Malassezia furfur.

Page 3 of 15 | Total Record : 149