cover
Contact Name
Ryani Dhyan Parashakti
Contact Email
felawatif87@gmail.com
Phone
+6281399560881
Journal Mail Official
ryani.dhyan.parashakti@lenteranusa.id
Editorial Address
Waterfront Estates, Cluster Uptown, Jl. South Uptown I - Uptown Sanctuary, Kab. Bekasi, Jawa Barat
Location
Kab. bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Lentera Pengabdian
ISSN : -     EISSN : 29856140     DOI : https://doi.org/10.59422/lp.v1i01
Jurnal Lentera Pengabdian, diterbitkan oleh Lentera Ilmu Nusantara. Jurnal Lentera Pengabdian mewadahi publikasi hasil kegiatan Pengabdian Masyarakat dari berbagai macam disiplin ilmu yang dilaksanakan oleh Dosen-Dosen sebagai bentuk manifestasi Tri Darma Perguruan Tinggi. Jurnal Lentera Pengabdian merupakan jurnal elektronik yang dikelola secara profesional dengan menggunakan Open Jurnal System, diterbitkan 4 kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober.
Articles 201 Documents
Pendampingan Profil Bisnis Google Untuk Penguatan Visibilitas UMKM Wilayah Jakarta Barat Anita Ratnasari; Wachyu Hari Haji; Bias Yulisa Geni; Desi Ramayanti
Lentera Pengabdian Vol. 3 No. 04 (2025): Oktober 2025
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lp.v3i04.1304

Abstract

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah memerlukan penguatan visibilitas digital agar informasi usaha lebih mudah ditemukan oleh calon pelanggan melalui pencarian lokal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengevaluasi hasil pendampingan Profil Bisnis Google, pemetaan kata kunci, media sosial, dan analitik sederhana pada komunitas usaha mikro, kecil, dan menengah di Jakarta Barat. Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi, demonstrasi, praktik terpandu, pendampingan, serta evaluasi berbasis kuesioner dan observasi. Peserta kegiatan berjumlah 30 pelaku usaha dari berbagai sektor. Hasil evaluasi menunjukkan kepuasan peserta berada pada kategori sangat baik dengan skor rata-rata 4,7 dari skala 5. Pemahaman tertinggi terdapat pada pendaftaran Profil Bisnis Google dengan skor 4,7, disusul dasar optimisasi mesin pencari 4,6, penggunaan media sosial 4,5, dan Google Analytics 4,3. Dampak kegiatan paling kuat terlihat pada peningkatan visibilitas daring dengan skor 4,7 dan interaksi pelanggan 4,6. Temuan ini menunjukkan bahwa pendampingan berbasis praktik langsung dapat membantu peserta memahami langkah awal penguatan kehadiran digital, meskipun peserta masih membutuhkan sesi lanjutan untuk analisis data, iklan berbayar, dan pengelolaan konten secara berkelanjutan.
Pendampingan Virtual Reality Ramah Lansia Berbasis Wisata Virtual Dan Reminiscence Anita Ratnasari; Desi Ramayanti; Bias Yulisa Geni; Islamiah Kamil; Deri Nasrudin
Lentera Pengabdian Vol. 3 No. 04 (2025): Oktober 2025
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lp.v3i04.1308

Abstract

Mitra Indonesia Ramah Lansia telah memiliki kegiatan pengenalan teknologi imersif bagi lansia, tetapi pemanfaatannya masih perlu diperkuat melalui pendampingan yang ramah usia, evaluasi pengalaman peserta, dan penyusunan rekomendasi keberlanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat literasi digital lansia melalui pendampingan Virtual Reality berbasis wisata virtual, reminiscence, permainan ringan, dan panduan penggunaan aman. Kegiatan dilaksanakan bersama mitra di Kelurahan Tanjung Duren Utara, Jakarta Barat, dengan peserta sebanyak 30 lansia. Metode kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan, pengembangan materi sederhana, demonstrasi perangkat, praktik simulasi interaktif, pendampingan personal, observasi, kuesioner kepuasan, dan diskusi umpan balik. Hasil kegiatan menunjukkan kehadiran peserta mencapai 100%, skor kepuasan rata-rata sebesar 4,8 dari skala 5, sebanyak 90% peserta memahami penggunaan perangkat, dan 85% peserta mampu mengikuti simulasi tanpa kesulitan berarti. Wisata virtual menjadi aktivitas yang paling diminati karena mudah diikuti dan memberi pengalaman rekreatif. Kegiatan ini menunjukkan bahwa Virtual Reality dapat digunakan sebagai media pendampingan digital lansia apabila dirancang sederhana, aman, bertahap, dan didukung fasilitator.
Pelatihan Digitalisasi Promosi sebagai Upaya Peningkatan Kapasitas Pemasaran UMKM Binaan Rumah BUMN Banjaran Mugi Puspita; Irfan Achmad Musadat; Agung Pramayuda
Lentera Pengabdian Vol. 4 No. 02 (2026): April 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lp.v4i02.1274

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya kemampuan pelaku UMKM binaan Rumah BUMN Banjaran dalam mengelola promosi digital secara konsisten dan terukur. Sebagian pelaku UMKM telah memiliki produk aktif dan mulai menggunakan kanal digital, namun masih menghadapi kendala dalam menemukan ide konten, menyusun caption, membuat desain promosi, serta mengevaluasi kinerja promosi digital. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam memanfaatkan kecerdasan buatan dan aplikasi desain digital sebagai alat bantu penyusunan konten promosi. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendampingan partisipatif berbasis praktik, yang meliputi asesmen kebutuhan, penyampaian materi, praktik penyusunan ide konten, penggunaan AI untuk copywriting, pembuatan desain promosi digital, dan diskusi interaktif. Kegiatan dilaksanakan di Rumah BUMN Banjaran dengan melibatkan 32 pelaku UMKM binaan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu menghasilkan luaran berupa 15 ide konten promosi, 10 caption produk, dan 7 desain konten digital sederhana yang dapat digunakan pada media sosial usaha masing-masing. Indikator keberhasilan kegiatan ditunjukkan melalui keterlibatan aktif peserta dalam sesi praktik, tersusunnya produk luaran pelatihan, serta meningkatnya pemahaman peserta mengenai penggunaan AI sebagai alat bantu promosi berdasarkan hasil observasi. Dengan demikian, pelatihan berbasis praktik ini dapat mendorong peserta menggunakan AI sebagai alat bantu penyusunan konten promosi secara lebih terarah.
Optimalisasi Pemasaran Jasa dalam Penguatan Pelayanan Administrasi Masyarakat di Kecamatan Gunungsari Putri Amalia Wardi; Kristina Natalia Arnan; Yunia Nur Hafazah; Mersi Astriana; Riztina Riztina
Lentera Pengabdian Vol. 4 No. 02 (2026): April 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lp.v4i02.1281

Abstract

Pelayanan administrasi masyarakat merupakan salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah yang berhubungan langsung dengan kepuasan masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik. Namun, pelayanan administrasi pada tingkat kecamatan masih menghadapi berbagai tantangan, khususnya dalam aspek pelayanan administrasi berbasis digital. Rendahnya pemanfaatan media digital, keterbatasan sistem pengelolaan administrasi, serta belum optimalnya penyampaian informasi pelayanan kepada masyarakat menjadi kendala utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan administrasi masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan administrasi masyarakat melalui optimalisasi pemasaran jasa. Kegiatan dilaksanakan di Kantor Camat Gunungsari Kabupaten Lombok Barat dengan metode sosialisasi edukatif yang melibatkan 25 peserta yang terdiri atas aparatur pelayanan administrasi dan masyarakat pengguna layanan. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta yang signifikan, ditandai dengan kenaikan rata-rata nilai dari 41% pada pre-test menjadi 89% pada post-test, dengan peningkatan sebesar 48%. Selain itu, peserta memperoleh pemahaman mengenai praktik sederhana digitalisasi administrasi melalui penggunaan Google Form sebagai media pendataan layanan, pemanfaatan media digital sebagai sarana penyampaian informasi pelayanan, serta peningkatan komunikasi pelayanan publik. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta dan mendukung upaya peningkatan kualitas pelayanan administrasi masyarakat di Kantor Camat Gunungsari Kabupaten Lombok Barat.
Penguatan Kompetensi Bahasa Inggris Pariwisata melalui Pelatihan Tourism Vocabulary bagi Pelaku Desa Wisata Lantan, Lombok Tengah Makiah Makiah; Zahrah Zahrah; Bagas Anggara
Lentera Pengabdian Vol. 4 No. 02 (2026): April 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lp.v4i02.1286

Abstract

Kompetensi Bahasa Inggris pariwisata merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki pelaku wisata dalam memberikan pelayanan yang profesional kepada wisatawan. Namun, hasil observasi awal di Desa Wisata Lantan, Kabupaten Lombok Tengah, menunjukkan bahwa sebagian pelaku wisata masih memiliki keterbatasan dalam penggunaan kosakata Bahasa Inggris yang berkaitan dengan aktivitas pelayanan wisata. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi Bahasa Inggris pariwisata pelaku desa wisata melalui pelatihan Tourism Vocabulary. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Januari 2026 melalui pelatihan selama satu hari yang melibatkan 24 orang peserta yang terdiri dari anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pemuda desa, dan Kelompok Wanita Tani (KWT). Metode pelaksanaan meliputi observasi dan identifikasi kebutuhan, pre-test, penyampaian materi tourism vocabulary, role-play, simulasi pelayanan wisata, dan post-test. Materi pelatihan mencakup penggunaan subject pronouns, greeting and welcoming tourists, giving directions, introducing tourist attractions, serta kosakata yang umum digunakan dalam pelayanan wisata. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kompetensi peserta yang ditunjukkan dengan kenaikan nilai rata-rata dari 16,13 pada pre-test menjadi 18,17 pada post-test atau meningkat sebesar 2,04 poin. Selain peningkatan pemahaman terhadap kosakata dan struktur Bahasa Inggris dasar, peserta juga menunjukkan perkembangan dalam keterampilan komunikasi melalui praktik percakapan dan simulasi pelayanan wisata. Meskipun demikian, masih ditemukan beberapa kendala, seperti keterbatasan kosakata yang berkaitan dengan potensi lokal, aspek pelafalan/pronunciation, dan tingkat kepercayaan diri peserta dalam berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris. Secara umum, pelatihan Tourism Vocabulary terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi komunikasi Bahasa Inggris pelaku wisata dan berpotensi mendukung peningkatan kualitas pelayanan wisata Desa Wisata Lantan.
Pendampingan Terpadu UMKM Pantai Kartini Jepara untuk Pengembangan Ekonomi Lokal Berbasis Wisata Altatit Dianawati; Diah Nofitasari; Eko Yuliawan; Haris Karyadi
Lentera Pengabdian Vol. 4 No. 02 (2026): April 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lp.v4i02.1325

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan wisata Pantai Kartini Kabupaten Jepara dalam mengelola usaha, memasarkan produk, serta memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung perkembangan usaha. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas pelaku usaha dalam pengelolaan usaha, pengembangan produk, strategi pemasaran, dan pemanfaatan media digital guna mendukung pengembangan ekonomi lokal berbasis pariwisata. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan yang dilaksanakan selama tiga hari, yaitu pada 11–13 Mei 2026, dengan melibatkan 30 pelaku UMKM sebagai peserta. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta kuesioner pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta yang ditunjukkan oleh kenaikan rata-rata skor dari 2,30 pada saat pre-test menjadi 4,12 pada saat post-test (skala 1–5). Peningkatan paling menonjol terjadi pada aspek pemahaman manajemen usaha, kemampuan digital marketing, akses pasar, dan pemahaman branding produk. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan motivasi dalam mengembangkan usaha serta kesiapan untuk memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan yang dilakukan efektif dalam meningkatkan kapasitas pelaku UMKM serta mendukung penguatan ekonomi lokal berbasis pariwisata di kawasan Pantai Kartini, Kabupaten Jepara.
Penguatan Literasi Financial Technology bagi UMKM Binaan Rumah BUMN Banjaran Soreang dalam Mendorong Inklusi Keuangan Digital Agung Pramayuda; Mugi Puspita; Irfan Achmad Musadat; Retno Widya Ningrum; Raffa Al Fahrip Putra; Wildan Nur Zaman
Lentera Pengabdian Vol. 4 No. 02 (2026): April 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lp.v4i02.1346

Abstract

Rendahnya pemahaman pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terhadap layanan keuangan digital menjadi salah satu faktor yang menghambat optimalisasi pemanfaatan Financial Technology (Fintech) dalam mendukung pengembangan usaha dan peningkatan inklusi keuangan. Permasalahan tersebut juga ditemukan pada sebagian UMKM binaan Rumah BUMN Banjaran Soreang yang masih memiliki keterbatasan pengetahuan mengenai jenis, manfaat, risiko, serta keamanan penggunaan layanan Fintech. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi Financial Technology (Fintech) guna mendorong peningkatan inklusi keuangan bagi UMKM binaan Rumah BUMN Banjaran Soreang. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang menekankan partisipasi aktif peserta dalam proses identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, serta evaluasi pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai konsep Fintech, jenis layanan keuangan digital, legalitas penyelenggara layanan, keamanan transaksi digital, serta pemanfaatan Fintech untuk mendukung aktivitas usaha. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan kesadaran akan pentingnya penggunaan layanan keuangan formal berbasis digital sebagai sarana untuk memperluas akses keuangan dan meningkatkan efisiensi usaha. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan Participatory Action Research (PAR) efektif dalam meningkatkan literasi Financial Technology (Fintech) dan mendorong kesiapan UMKM dalam memanfaatkan layanan keuangan digital, sehingga berkontribusi terhadap peningkatan inklusi keuangan dan penguatan kapasitas usaha di era ekonomi digital.
Pendampingan Perencanaan Pajak dan Pencatatan Keuangan Berbasis SAK EMKM bagi UMKM Kabupaten Bekasi Benny Oktaviano; Jamian Purba; Edi Tri Wibowo; Zahra Tusyita Tazkiya
Lentera Pengabdian Vol. 4 No. 02 (2026): April 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lp.v4i02.1347

Abstract

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah masih menghadapi berbagai kendala dalam pengelolaan keuangan dan perpajakan, terutama terkait pencatatan transaksi usaha yang belum sistematis serta rendahnya pemahaman mengenai perencanaan pajak. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kualitas laporan keuangan, kepatuhan perpajakan, dan efisiensi pengelolaan usaha. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam menyusun pencatatan keuangan yang terstruktur serta memahami perencanaan pajak untuk mendukung efisiensi beban pajak. Kegiatan dilaksanakan di Universitas Pelita Bangsa dengan melibatkan tujuh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah dari Kabupaten Bekasi. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, praktik penyusunan laporan keuangan, pendampingan, serta evaluasi melalui pengukuran tingkat pemahaman peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pencatatan keuangan dan perpajakan, serta meningkatnya kemampuan dalam menyusun laporan keuangan sederhana dan menerapkan pengelolaan pajak yang lebih terencana. Selain itu, peserta menunjukkan komitmen untuk menerapkan sistem pencatatan keuangan yang lebih baik dalam kegiatan usaha sehari-hari. Kegiatan ini memberikan kontribusi dalam meningkatkan literasi keuangan dan perpajakan pelaku usaha sehingga dapat mendukung pengelolaan usaha yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.
Pendampingan Penyusunan Laporan Keuangan dan Penghitungan Pajak bagi UMKM Kabupaten Bekasi Ahmad Bukhori Muslim; Vista Yulianti; Agus Fuadi; Immanuel Setyawan Silitonga
Lentera Pengabdian Vol. 4 No. 02 (2026): April 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lp.v4i02.1348

Abstract

Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Kabupaten Bekasi masih menghadapi berbagai kendala dalam pengelolaan keuangan, terutama dalam pencatatan transaksi, penyusunan laporan keuangan, dan penghitungan kewajiban pajak. Kondisi tersebut menyebabkan rendahnya kualitas informasi keuangan yang digunakan dalam pengambilan keputusan usaha serta pemenuhan kewajiban perpajakan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku usaha dalam menyusun laporan keuangan serta menghitung pajak berdasarkan data keuangan yang dimiliki. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 27 Maret 2026 di Universitas Pelita Bangsa dengan melibatkan 13 pelaku usaha sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, praktik penyusunan laporan keuangan, penerapan aplikasi pencatatan keuangan digital, serta pendampingan dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pencatatan transaksi, penyusunan laporan keuangan, penghitungan pajak, dan pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan keuangan usaha. Peserta juga mampu menyusun laporan keuangan sederhana dan melakukan perhitungan pajak berdasarkan data usaha yang dimiliki. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas pelaku usaha dalam mengelola keuangan secara lebih tertib, akuntabel, dan berkelanjutan. Dengan demikian, pelatihan dan pendampingan yang diberikan dapat menjadi salah satu strategi pemberdayaan yang efektif untuk mendukung penguatan tata kelola keuangan dan kepatuhan pajak pada usaha mikro, kecil, dan menengah.
Penguatan Tata Kelola Keuangan UMKM melalui Akuntansi Digital dan Pelaporan Pajak Elektronik Edi Tri Wibowo; Erlina Widayanti; Jamian Purba; Thofa Hanif Aditya
Lentera Pengabdian Vol. 4 No. 02 (2026): April 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lp.v4i02.1349

Abstract

Kepatuhan pajak merupakan salah satu tantangan yang masih dihadapi oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Kabupaten Bekasi. Rendahnya literasi akuntansi, keterbatasan pemahaman perpajakan, serta minimnya pemanfaatan teknologi digital menyebabkan pelaku usaha mengalami kesulitan dalam melakukan pencatatan keuangan dan pelaporan pajak secara tepat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan pajak melalui integrasi akuntansi keuangan dan teknologi digital. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi terhadap 10 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Kabupaten Bekasi. Kegiatan dilaksanakan melalui pelatihan penyusunan laporan keuangan, penggunaan aplikasi pencatatan digital, serta pemanfaatan layanan perpajakan elektronik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai akuntansi keuangan, perpajakan, dan teknologi digital. Peserta juga mampu menyusun laporan keuangan sederhana, mengoperasikan aplikasi pencatatan digital, serta memahami penggunaan layanan perpajakan elektronik untuk mendukung pemenuhan kewajiban perpajakan. Selain itu, terjadi peningkatan kesadaran dan kesiapan peserta dalam menerapkan sistem pencatatan keuangan digital secara berkelanjutan. Kegiatan ini membuktikan bahwa integrasi akuntansi keuangan dan teknologi digital dapat menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan kualitas pengelolaan usaha sekaligus mendukung kepatuhan pajak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.