cover
Contact Name
Ryani Dhyan Parashakti
Contact Email
felawatif87@gmail.com
Phone
+6281399560881
Journal Mail Official
ryani.dhyan.parashakti@lenteranusa.id
Editorial Address
Waterfront Estates, Cluster Uptown, Jl. South Uptown I - Uptown Sanctuary, Kab. Bekasi, Jawa Barat
Location
Kab. bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Lentera Pengabdian
ISSN : -     EISSN : 29856140     DOI : https://doi.org/10.59422/lp.v1i01
Jurnal Lentera Pengabdian, diterbitkan oleh Lentera Ilmu Nusantara. Jurnal Lentera Pengabdian mewadahi publikasi hasil kegiatan Pengabdian Masyarakat dari berbagai macam disiplin ilmu yang dilaksanakan oleh Dosen-Dosen sebagai bentuk manifestasi Tri Darma Perguruan Tinggi. Jurnal Lentera Pengabdian merupakan jurnal elektronik yang dikelola secara profesional dengan menggunakan Open Jurnal System, diterbitkan 4 kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober.
Articles 201 Documents
Pendampingan Penyusunan Laporan Keuangan dan Pelaporan Pajak UMKM Berbasis Aplikasi Akuntansi Sederhana Erlina W Djatnicka; Wisnu Setyawan; Maulina Dyah Permatasari; Meliawati Meliawati
Lentera Pengabdian Vol. 4 No. 02 (2026): April 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lp.v4i02.1350

Abstract

Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Kabupaten Bekasi masih menghadapi berbagai kendala dalam pengelolaan keuangan, terutama terkait pencatatan transaksi, penyusunan laporan keuangan, serta pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung aktivitas usaha. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya kualitas informasi keuangan yang digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan bisnis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku usaha dalam menyusun laporan keuangan berbasis aplikasi akuntansi sederhana serta mendorong penerapan pengelolaan keuangan yang lebih efektif dan terstruktur. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, implementasi teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan di Universitas Pelita Bangsa dengan melibatkan enam pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Kabupaten Bekasi sebagai peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai akuntansi dasar, pencatatan keuangan, dan penggunaan aplikasi akuntansi digital. Peserta mampu melakukan pencatatan transaksi secara lebih sistematis, menyusun laporan keuangan sederhana, serta memahami pentingnya pemisahan keuangan usaha dan pribadi. Selain itu, penggunaan aplikasi akuntansi membantu peserta dalam memperoleh informasi keuangan yang lebih akurat untuk mendukung pengelolaan usaha. Dengan demikian, kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas pengelolaan keuangan pelaku usaha serta mendorong pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana penguatan tata kelola usaha yang lebih akuntabel dan berkelanjutan.
Digitalisasi Pencatatan Keuangan dan Perpajakan bagi UMKM Kabupaten Bekasi melalui Pelatihan Berbasis Praktik Agus Fuadi; Sindik Widati; Ahmad Bukhori Muslim; Amelia Anggraeni
Lentera Pengabdian Vol. 4 No. 02 (2026): April 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lp.v4i02.1351

Abstract

Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Kabupaten Bekasi masih menghadapi berbagai kendala dalam pengelolaan keuangan dan perpajakan, terutama terkait pencatatan transaksi yang belum terstruktur dan masih dilakukan secara manual. Kondisi tersebut menyebabkan rendahnya kualitas laporan keuangan, keterbatasan dalam pengambilan keputusan usaha, serta kurang optimalnya pemenuhan kewajiban perpajakan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam melakukan pencatatan keuangan dan pengelolaan perpajakan berbasis digital guna mendukung peningkatan kinerja usaha. Kegiatan dilaksanakan di Universitas Pelita Bangsa pada tanggal 13 Maret 2026 dengan melibatkan 21 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Kabupaten Bekasi. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, praktik penggunaan aplikasi pencatatan keuangan digital, serta pendampingan dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pencatatan transaksi, penyusunan laporan keuangan, penggunaan aplikasi digital, dan pengelolaan perpajakan. Peserta juga mampu mengimplementasikan sistem pencatatan keuangan digital secara mandiri sehingga proses pengelolaan keuangan menjadi lebih sistematis dan efisien. Kegiatan ini membuktikan bahwa pemanfaatan teknologi digital dapat menjadi solusi yang efektif dalam meningkatkan kapasitas manajerial pelaku usaha. Dengan demikian, digitalisasi pencatatan keuangan dan perpajakan mampu mendukung peningkatan kualitas pengelolaan usaha serta mendorong daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah secara berkelanjutan.
Peningkatan Kualitas Pembelajaran melalui Kreasi Lagu Edukatif Berbasis AI untuk Pembentukan Karakter Anak di TK Islam Cikal Cendekia Muhammad Patria; Ari Hidayatullah; Irfan Nurdiansyah; Reni Utami; Syah Irul Mahruf
Lentera Pengabdian Vol. 4 No. 03 (2026): Juli 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lp.v4i03.1282

Abstract

Penggunaan lagu dalam pembelajaran di TK Islam Cikal Cendekia masih didominasi sumber daring dengan pola melodi seragam sehingga variasi media pembelajaran karakter terbatas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi digital dan kreativitas guru melalui pemanfaatan platform Artificial Intelligence (AI) Suno AI untuk kreasi lagu edukatif. Mitra kegiatan adalah 12 guru TK Islam Cikal Cendekia, Kota Tangerang. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan teori dan demonstrasi, praktik mandiri pembuatan lagu, pendampingan teknis, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test berbasis kuesioner. Aspek evaluasi mengacu pada indikator yang telah dirancang dalam metode, meliputi pemahaman konsep AI, kemampuan praktik mandiri, persepsi manfaat teknologi, dan kesiapan implementasi di kelas. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor sekitar dua poin (skala 1–5) antara pre-test dan post-test. Persentase hasil positif pasca kegiatan mencapai 85% pada pemahaman konsep AI, 83% pada kemampuan praktik mandiri, 92% pada persepsi manfaat teknologi, dan 88% pada kesiapan implementasi di kelas. Selain peningkatan kompetensi guru, kegiatan ini juga menghasilkan produk berupa kumpulan lagu edukatif digital bertema karakter yang dikembangkan secara mandiri oleh guru dan dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran di kelas. Temuan ini menunjukkan tingkat penerimaan teknologi yang tinggi serta peningkatan kompetensi digital guru secara nyata dalam pengembangan media pembelajaran berbasis lagu edukatif. Kegiatan ini juga memberikan implikasi positif terhadap penguatan inovasi pembelajaran berbasis teknologi di lingkungan PAUD serta dapat menjadi model pengembangan media pembelajaran kreatif yang berkelanjutan bagi lembaga pendidikan anak usia dini lainnya.
Program LENTERA: Edukasi Hunian Aman dan Perencanaan Biaya Adaptasi Rumah bagi Lansia di Kota Bekasi Ervina Yuliyanti; Asri Winita; Dea Andini Andriati; M. Abdul Aziz; Mauga Kusumah
Lentera Pengabdian Vol. 4 No. 03 (2026): Juli 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lp.v4i03.1311

Abstract

Peningkatan jumlah lanjut usia di Indonesia menuntut tersedianya lingkungan hunian yang aman dan mendukung kemandirian dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Namun, pemahaman masyarakat mengenai prinsip hunian ramah lansia dan perencanaan adaptasi rumah masih terbatas, sehingga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan di lingkungan tempat tinggal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengenalkan prinsip hunian ramah lansia serta memberikan pemahaman mengenai langkah-langkah adaptasi rumah dan perencanaan biaya yang dapat diterapkan sesuai kondisi ekonomi keluarga. Kegiatan dilaksanakan di Sekolah Lansia Sejahtera Jatisampurna, Kota Bekasi, dengan metode edukasi, sosialisasi, diskusi interaktif, dan pendampingan partisipatif. Materi yang diberikan meliputi identifikasi risiko pada lingkungan rumah, penerapan modifikasi sederhana untuk meningkatkan keselamatan lansia, serta pengenalan komponen biaya yang diperlukan dalam adaptasi hunian. Kegiatan diikuti oleh 51 peserta yang terdiri atas lansia dan pendamping lansia. Hasil evaluasi terhadap 42 responden (82,35% dari total peserta) menunjukkan bahwa kegiatan memperoleh penilaian sangat baik dengan rata-rata skor 4,8 untuk kebermanfaatan materi, 4,7 pada peningkatan pengetahuan peserta, dan 4,4 pada peningkatan keterampilan peserta. Sebanyak 69% peserta juga menyatakan minat untuk mengikuti kegiatan lanjutan terkait keselamatan rumah ramah lansia dan pencegahan risiko jatuh. Selain itu, kegiatan menghasilkan luaran berupa booklet edukasi yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran mandiri bagi peserta dan keluarga. Dengan demikian, edukasi hunian ramah lansia dan perencanaan adaptasi rumah dapat menjadi strategi yang efektif dalam mendukung terciptanya lingkungan hunian yang aman, nyaman, dan mendukung kemandirian lansia.
Penguatan Literasi Digital dan Internet Sehat Bagi Santri Pondok Pesantren Quantum Anita Ratnasari; Handrie Noprisson; Sri Dianing Asri; Tio Aji Saputra; Shendy Agustian Putra
Lentera Pengabdian Vol. 4 No. 02 (2026): April 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lp.v4i02.1381

Abstract

Keterbatasan pemanfaatan teknologi informasi di lingkungan pesantren menjadi tantangan dalam penguatan literasi digital santri, terutama pada aspek penggunaan komputer dasar, internet sehat, keamanan data pribadi, dan kemampuan memilah informasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi digital santri Pondok Pesantren Quantum IDEA melalui pelatihan berbasis praktik dan edukasi internet sehat. Metode kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan mitra, sosialisasi, pelatihan komputer dasar, edukasi internet sehat dan keamanan digital, praktik langsung, pendampingan, serta evaluasi melalui pre-test, post-test, observasi, dan umpan balik peserta. Kegiatan diikuti oleh 30 santri dengan materi pengenalan komputer, aplikasi pengolah dokumen, penyusunan presentasi, pengenalan hoaks, etika digital, perlindungan data pribadi, dan penggunaan internet untuk kegiatan produktif. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata skor dari 48,3 pada pre-test menjadi 82,6 pada post-test, atau meningkat 34,3 poin. Umpan balik peserta menunjukkan rata-rata skor kepuasan 4,6 dengan kategori sangat baik. Kegiatan ini menghasilkan peningkatan keterampilan digital peserta, modul pelatihan yang dapat digunakan ulang, dokumentasi kegiatan, serta rekomendasi keberlanjutan program literasi digital pesantren. Dengan demikian, pelatihan ini efektif sebagai model awal penguatan budaya digital yang sehat, aman, produktif, dan beradab di lingkungan pesantren.
Penguatan Literasi AI Guru dan Orang Tua Melalui Sosialisasi di Formal Interkultural Parama Putri Ramadani; Sentosa Pohan; Atika Sadariah Nasution
Lentera Pengabdian Vol. 4 No. 02 (2026): April 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lp.v4i02.1432

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan menuntut guru dan orang tua memiliki literasi AI yang memadai agar mampu mendampingi anak memanfaatkan teknologi secara bijak. Berdasarkan hasil observasi, pemahaman guru dan orang tua di Formal Interkultural Parama Rantau Prapat mengenai konsep dasar, pemanfaatan, dan etika penggunaan AI masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan guru dan orang tua mengenai pemanfaatan AI melalui kegiatan sosialisasi. Metode pelaksanaan melibatkan 50 peserta yang terdiri atas guru dan orang tua dengan tahapan identifikasi kebutuhan, pre-test, sosialisasi, dan post-test. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan perbandingan persentase pemahaman sebelum dan sesudah kegiatan (gain score). Hasil menunjukkan bahwa rata-rata tingkat pemahaman peserta meningkat dari 37% pada pre-test menjadi 83,5% pada post-test, dengan rata-rata peningkatan (gain) sebesar 46,5%. Peningkatan terjadi pada seluruh aspek yang diukur, dengan peningkatan tertinggi pada pemanfaatan AI untuk mendukung proses belajar anak. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi efektif dalam meningkatkan literasi AI guru dan orang tua. Kegiatan serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dengan materi yang lebih aplikatif, khususnya mengenai etika, keamanan digital, dan pemanfaatan AI dalam pembelajaran.
Penguatan Kapasitas Sumber Daya Manusia dan Tata Kelola Layanan Desa Wisata Pulerejo dalam Mendukung Pariwisata Berkelanjutan Elin Trinovita; Naning Margasari; Musaroh Musaroh; Citra Purwita
Lentera Pengabdian Vol. 4 No. 03 (2026): Juli 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lp.v4i03.1331

Abstract

Pengembangan desa wisata memerlukan dukungan sumber daya manusia dan tata kelola layanan yang memadai untuk menciptakan layanan wisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Namun, pengelola Desa Wisata Pulerejo di Dusun Pulerejo, Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman masih menghadapi keterbatasan dalam aspek pelayanan wisata, pembagian tugas, dan sistem kerja pengelolaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan tata kelola layanan pengelola desa wisata guna mendukung pariwisata berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan pada periode 1 April hingga 10 Juni 2026 dengan melibatkan 40 orang pengelola Desa Wisata Pulerejo sebagai peserta. Program dilaksanakan melalui identifikasi kebutuhan, workshop penguatan kapasitas, pelatihan tata kelola layanan wisata, pendampingan penyusunan sistem kerja, serta evaluasi program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta yang ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata dari 62 pada pre-test menjadi 86 pada post-test. Selain itu, terjadi peningkatan kesiapan pengelola pada aspek pemahaman layanan, kerja tim, pembagian tugas, dan kesiapan operasional. Program ini juga menghasilkan luaran berupa dokumen standar layanan wisata dasar, matriks pembagian tugas dan tanggung jawab, serta sistem koordinasi kerja yang dapat digunakan sebagai pedoman operasional pengelola desa wisata. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian berhasil meningkatkan kapasitas individu dan kesiapan organisasi pengelola sehingga mendukung pengelolaan destinasi wisata yang lebih profesional, terstruktur, dan berkelanjutan.
Penguatan Daya Saing UMKM Bunga Potong Wijaya Rose melalui Pemberdayaan Agri-Preneur Muda Berbasis Zero Waste Muhammad Fikri Maulana; Andry Mochamad Ramdan; Marsha Apriyanti; Nazwa Zahra Mulyana
Lentera Pengabdian Vol. 4 No. 03 (2026): Juli 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lp.v4i03.1379

Abstract

UMKM bunga potong bersifat rentan karena produk mudah rusak, harga berfluktuasi saat panen raya, limbah organik belum termanfaatkan, dan akses pasar masih bergantung pada tengkulak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat daya saing UMKM Wijaya Rose melalui pemberdayaan agri-preneur muda berbasis zero waste. Program dilaksanakan selama delapan bulan dengan pendekatan partisipatif berupa pelatihan, bimbingan teknis, fasilitasi, dan pendampingan terhadap 10 peserta, termasuk tiga pemuda pengelola inovasi dan pemasaran digital. Setiap solusi diarahkan pada masalah utama: pengolahan kompos dan eco-enzyme untuk menekan limbah, standardisasi pemotongan, sanitasi, dan larutan pengawet untuk memperpanjang vase life; dried flowers dan pressed flowers untuk meredam risiko penurunan harga; serta social commerce berkonsep green marketing untuk memperluas akses pasar. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, dokumentasi foto, catatan produksi, pre-test dan post-test, serta pemantauan indikator usaha. Hasil menunjukkan skor pengetahuan meningkat dari 46,5 menjadi 84,0; limbah organik turun dari 100 menjadi 30 kg per minggu; vase life mawar meningkat dari 4 menjadi 7 hari; proporsi Grade A naik dari 58% menjadi 78%; dan bunga layu sebelum terjual turun dari 22% menjadi 8%. Dua produk turunan berhasil diuji pasar dengan tingkat penjualan 80%, sedangkan pemasaran digital menghasilkan 31 pertanyaan produk dan 12 transaksi dalam enam minggu. Model ini memperkuat efisiensi, ketahanan pendapatan, dan kapasitas digital mitra, serta berpotensi direplikasi pada UMKM florikultura lain dengan penyesuaian skala produksi, jenis bunga, dan karakter pasar.
Computerized Banking Operations and Internal Financial Control Practices Mutia Hawa; Baiq Vilda Resky Aulia; Sari Ratna Kumala Putri Singgih; Aliyah Ardiastri; Siska Febrianty; Restu Alpiansah
Lentera Pengabdian Vol. 4 No. 03 (2026): Juli 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lp.v4i03.1394

Abstract

Internship programs play an important role in equipping students with practical competencies relevant to professional work environments. This study used a descriptive qualitative case study design based on one month of direct observation and active participation conducted from February 2 to March 2, 2026 by two undergraduate Management Study Program students at Bank Rakyat Indonesia Ampenan Unit, with the teller and administrative sections as the unit of analysis. Data were drawn from daily activity logs, field observation notes, and banking administrative documentation, and were analyzed descriptively to identify recurring control practices. This article aims to describe banking operational activities and analyze how internal financial control systems were implemented to support operational effectiveness during the internship period. The findings show that verifying transaction documents against recorded data at the AATR archive helped ensure consistency between documentation and actual customer transactions, while the storage of loan and collateral documents in designated, code-referenced archives at BRIMEN reflected a safeguarding practice intended to protect sensitive customer records. These findings suggest that routine, entry-level administrative tasks in banking operations embed concrete internal control practices that can serve as practical reference points for strengthening branch-level control environments and for structuring future student internship placements.
Penguatan Jejaring Kebijakan dan Kelembagaan Pengrajin Produk Daur Ulang untuk Pemberdayaan Desa Berbasis Lingkungan di Cangkuang Wetan Thomas Bustomi; Mira Rosana; Nurcholis Dwi Putra; Elizabeth M. Ginting
Lentera Pengabdian Vol. 4 No. 03 (2026): Juli 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lp.v4i03.1409

Abstract

Pemberdayaan desa berbasis lingkungan di Desa Cangkuang Wetan belum ditopang oleh koordinasi aktor, kelembagaan pengrajin, dan rantai pasar yang memadai, meskipun desa memiliki praktik pengelolaan sampah dan produk alas kaki daur ulang D'wan Shoes. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat jejaring kebijakan, merancang kelembagaan pengrajin, serta menyusun peta jalan pengembangan produk daur ulang. Kegiatan menggunakan pendekatan campuran sederhana dengan survei deskriptif terhadap 18 pejabat dari delapan perangkat daerah, wawancara mendalam dengan 12 informan kunci, observasi, telaah dokumen, dan Focus Group Discussion yang diikuti 24 peserta dari unsur pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan perguruan tinggi. Responden dan informan dipilih secara purposif berdasarkan kewenangan dan keterlibatan langsung dalam pemberdayaan desa, pengelolaan lingkungan, produksi, serta pemasaran. Hasil asesmen menunjukkan efektivitas kelembagaan berada pada kategori cukup dengan skor rata-rata 3,08 dari skala 5; indikator terlemah adalah proses internal (2,67) dan integrasi aktor (2,78). D'wan Shoes melibatkan enam pengrajin inti dan empat tenaga kerja paruh waktu, memproduksi sekitar 60-80 pasang per bulan, serta memanfaatkan 30-40 kg sisa bahan per bulan. Luaran kegiatan meliputi peta aktor, rancangan forum kolaborasi, struktur kelompok pengrajin, daftar kebutuhan alat, peta jalan 24 bulan, dan indikator pemantauan. Implikasi praktisnya adalah perlunya legalisasi kelompok, forum koordinasi desa yang rutin, akses peralatan produksi, standar lingkungan, mitra pasar, dan pendampingan pemasaran berbasis target.