cover
Contact Name
Ryani Dhyan Parashakti
Contact Email
felawatif87@gmail.com
Phone
+6281399560881
Journal Mail Official
ryani.dhyan.parashakti@lenteranusa.id
Editorial Address
Waterfront Estates, Cluster Uptown, Jl. South Uptown I - Uptown Sanctuary, Kab. Bekasi, Jawa Barat
Location
Kab. bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Lentera Pengabdian
ISSN : -     EISSN : 29856140     DOI : https://doi.org/10.59422/lp.v1i01
Jurnal Lentera Pengabdian, diterbitkan oleh Lentera Ilmu Nusantara. Jurnal Lentera Pengabdian mewadahi publikasi hasil kegiatan Pengabdian Masyarakat dari berbagai macam disiplin ilmu yang dilaksanakan oleh Dosen-Dosen sebagai bentuk manifestasi Tri Darma Perguruan Tinggi. Jurnal Lentera Pengabdian merupakan jurnal elektronik yang dikelola secara profesional dengan menggunakan Open Jurnal System, diterbitkan 4 kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober.
Articles 215 Documents
Penguatan Komunikasi Bisnis Berbahasa Inggris bagi Pelaku UMKM Jabodetabek Putri Ayienda Dinanti; Wahyu Budi; Bias Yulisa Geni
Lentera Pengabdian Vol. 4 No. 03 (2026): Juli 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lp.v4i03.1421

Abstract

Pelaku UMKM di bawah naungan Inkubator Bisnis WIRANESIA menghadapi tantangan perluasan pasar akibat keterbatasan komunikasi bisnis dan pemanfaatan teknologi digital. Pelatihan yang dilakukan pada bulan Februari tahun 2025 ini bertujuan meningkatkan keterampilan presentasi Bahasa Inggris bagi pelaku UMKM dari berbagai bidang. Metode yang digunakan adalah pendekatan pelatihan partisipatif (parcipatory training) melalui beberapa tahapan, mencakup pelatihan terstruktur dengan pendekatan praktis melalui simulasi presentasi, penggunaan alat bantu visual yang efektif, serta latihan intensif dalam pengelolaan bahasa tubuh dan intonasi suara. Pelaksanaan program ini berjalan secara sistematis melalui empat tahapan utama, yaitu sosialisasi, pelatihan interaktif, pendampingan individual, serta evaluasi program. Hasil umpan balik dari 21 peserta menunjukkan keberhasilan program yang signifikan, dimana 100% responden menyatakan puas terhadap keseluruhan sesi pelatihan (48% sangat setuju dan 52% setuju) karena materi dinilai relevan. Luaran kegiatan ini menghasilkan tersusunnya materi presentasi dengan Bahasa Inggris serta kemampuan peserta melakukan simulasi presentasi bisnis.
Penguatan Literasi Dasar Siswa Kelas I Sekolah Dasar melalui Program Pojok Baca di Desa Karangmukti Muhamad Syahwildan; Widiastuti Widiastuti; Ade Nurul Hidayat; Rika Aprilianti
Lentera Pengabdian Vol. 4 No. 03 (2026): Juli 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lp.v4i03.1340

Abstract

Program pengabdian masyarakat Universitas Pelita Bangsa dilaksanakan di SDN Karang Mukti 01, Kabupaten Bekasi, dengan fokus pada peningkatan minat baca siswa kelas I melalui pembangunan dan pemanfaatan Pojok Baca. Latar belakang kegiatan ini berangkat dari rendahnya minat baca siswa sekolah dasar yang berdampak pada lemahnya keterampilan literasi. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk menggali efektivitas pojok baca dalam mendukung kegiatan membaca siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam antusiasme membaca, kemampuan menulis sederhana, serta keterampilan literasi siswa setelah pojok baca dimanfaatkan dalam proses pembelajaran. Keberadaan pojok baca juga menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif, menyenangkan, dan mendorong siswa untuk berani berinteraksi dengan bacaan. Dengan demikian, pojok baca terbukti mampu menjadi media efektif dalam menumbuhkan budaya literasi sejak dini. Program ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah dasar lainnya dalam mengembangkan strategi serupa guna mendukung Gerakan Literasi Sekolah.
Digital Transformation and AI Literacy for Strengthening MSME Innovation and Sustainability Retno Purwani Setyaningrum; Sari Laelatul Qodriah; Surya Bintarti; Tri Ngudi Wiyatno; Eki Prafitri Rahmadani
Lentera Pengabdian Vol. 4 No. 03 (2026): Juli 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lp.v4i03.1341

Abstract

Digital transformation and the advancement of Artificial Intelligence (AI) technologies have become essential factors in enhancing the competitiveness and sustainability of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). However, many MSMEs in Bekasi Regency continue to face challenges, including low levels of digitalization, limited utilization of AI, inadequate technology-based innovation capacity, and insufficient implementation of sustainable business practices. This community service program aimed to strengthen the capacity of MSMEs through a digital transformation and AI-based mentoring initiative. The implementation method consisted of several stages, including socialization, training, technology adoption, mentoring, evaluation, and sustainability reinforcement. The results demonstrated significant improvements in participants’ abilities to utilize digital applications for financial recording, inventory management, and business monitoring. In addition, participants showed increased literacy and practical skills in applying AI for digital marketing, market analysis, and business strategy development. The program also encouraged data-driven product and marketing innovation while raising awareness of efficient and sustainable business practices. Overall, the mentoring activities successfully enhanced the capacity of MSMEs to address digital transformation challenges and established a foundation for more innovative, competitive, and sustainable business development.
Financial Statement Training for Transparent and Accountable MSME Tax Reporting Dian Sulistyorini Wulandari; Neng Asiah; Widiastuti Widiastuti; Elektra Naurah Salsabila
Lentera Pengabdian Vol. 4 No. 03 (2026): Juli 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lp.v4i03.1358

Abstract

Micro, small, and medium enterprises continue to face challenges in financial management, particularly in preparing systematic financial statements and fulfilling tax obligations. These limitations often result in poor financial information quality and hinder effective business decision-making and tax compliance. This community service program aimed to improve the knowledge and skills of business owners in preparing financial statements as a basis for transparent and accountable tax reporting. The activity was conducted at Pelita Bangsa University on June 19, 2026, involving nine micro, small, and medium enterprise owners from Bekasi Regency. The program employed socialization, training sessions, hands-on financial statement preparation practices, tax reporting simulations, and mentoring in the use of simple financial recording technology. Evaluation was carried out through observation, interviews, and assessments conducted before and after the training. The results demonstrated an improvement in participants' understanding of transaction recording, financial statement preparation, and tax reporting procedures. Participants were also able to implement more structured financial recording practices and utilize simple technology to support business financial management. The program contributed positively to strengthening financial management capacity and increasing tax awareness among participants. Therefore, the training and mentoring activities can serve as an effective empowerment strategy to support more transparent, accountable, and sustainable business management practices.
Pemberdayaan UMKM melalui Pembukuan Digital, Inventaris Berbasis Spreadsheet, dan Pemasaran Digital Anita Ratnasari; Wachyu Hari Haji; Vina Ayumi; Steven Aditya Pratama; Lukas Lukas
Lentera Pengabdian Vol. 4 No. 03 (2026): Juli 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lp.v4i03.1382

Abstract

Pengelolaan usaha mikro, kecil, dan menengah masih menghadapi kendala pada pencatatan keuangan, pengelolaan stok, dan pemasaran digital yang belum terstruktur, sehingga membatasi kemampuan pelaku usaha dalam memantau arus kas, mengendalikan persediaan, dan memperluas jangkauan pasar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi sederhana untuk mendukung pengelolaan usaha yang lebih tertib, efisien, dan adaptif. Metode kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif dan aplikatif melalui identifikasi kebutuhan, pelatihan, praktik langsung, pendampingan, serta evaluasi. Kegiatan dilaksanakan pada 23 dan 30 Januari 2026 di Universitas Dian Nusantara dan Universitas Trilogi dengan peserta 30 pelaku usaha dari wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Selatan. Materi yang diberikan meliputi pembukuan digital, sistem inventaris berbasis Google Sheets, penggunaan WhatsApp Business, dan pemasaran melalui media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta. Sekitar 60% peserta mulai menerapkan pencatatan keuangan digital, 55% mulai menggunakan sistem inventaris berbasis spreadsheet, dan 50% mulai memanfaatkan media digital untuk pemasaran produk. Dengan demikian, penerapan teknologi sederhana melalui pelatihan dan pendampingan mampu memberikan dampak awal terhadap keteraturan pengelolaan usaha, peningkatan literasi digital, dan kesiapan pelaku usaha dalam mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.
Penguatan Perencanaan Usaha dan Keterampilan Promosi Digital Purna PMI melalui Business Model Canvas dan Canva M Kholilurrohman; Marsono Marsono
Lentera Pengabdian Vol. 4 No. 03 (2026): Juli 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lp.v4i03.1383

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat perencanaan usaha dan keterampilan promosi digital purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui penerapan Business Model Canvas (BMC) dan Canva. Kegiatan dilaksanakan selama satu hari dengan melibatkan 25 peserta di Desa Mentaras, Kabupaten Gresik. Pendampingan menggunakan pendekatan praktik kolaboratif melalui penyampaian materi, diskusi kelompok, pengisian lembar kerja BMC, latihan penyusunan media promosi, konsultasi, dan umpan balik langsung dari fasilitator. Data kegiatan diperoleh dari identifikasi kebutuhan, daftar hadir, observasi proses, tanya jawab, dokumentasi, serta telaah terhadap lembar kerja dan luaran kelompok yang tersedia. Evaluasi dilakukan secara deskriptif berdasarkan lima indikator, yaitu pemahaman fungsi BMC, kemampuan mengidentifikasi unsur dasar model usaha, pemahaman pemasaran digital, kemampuan mengikuti tahapan penyusunan media promosi melalui Canva, dan pengenalan saluran promosi digital. Evaluasi tidak menggunakan pretest–posttest individual maupun skor terstandardisasi. Hasil menunjukkan bahwa peserta terlibat dalam diskusi, penyusunan lembar kerja, konsultasi dengan fasilitator, serta penerapan arahan secara langsung selama praktik kelompok. Kegiatan menghasilkan dua luaran utama pada tingkat kelompok, yaitu pemetaan gagasan usaha melalui BMC dan pengalaman awal menyusun komunikasi promosi berbasis Canva. Secara praktis, pendampingan membantu peserta menata gagasan usaha secara lebih terstruktur dan mengenali cara sederhana untuk mengomunikasikan produk kepada calon pelanggan. Hasil tersebut masih terbatas pada capaian proses dan kemampuan awal yang diamati segera setelah kegiatan sehingga belum menunjukkan retensi keterampilan, penerapan pada usaha, atau keberlanjutan usaha purna PMI.
Human Resource Empowerment and Marketing Development for Coconut Root Snack MSMEs in Jayamulya Village Giri Nurpribadi; Erina Rulianti
Lentera Pengabdian Vol. 4 No. 03 (2026): Juli 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lp.v4i03.1385

Abstract

This community service activity was conducted in Jayamulya Village, Serang Baru District, Bekasi Regency, with the aim of empowering coconut root snack MSMEs through human resource strengthening, production improvement, marketing development, and business legality support. The method used was participatory community empowerment, which was implemented through observation, discussion, product identification, digital empowerment, and cultural adaptation to the local community context. The activity involved direct observation of the coconut root snack production process, discussions with MSME managers, identification of production tools and packaging needs, and mapping of existing marketing networks. The results showed that coconut root snack MSMEs have promising potential to support household income and village economic development. However, several aspects still need improvement, including production process standardization, product packaging, market expansion, digital marketing utilization, and business legality. Digital empowerment was introduced as an opportunity to expand promotion and distribution through online marketing channels. In addition, assistance related to NIB and P-IRT registration was identified as an important step to strengthen product legality, labeling, and consumer trust. Therefore, continuous assistance from universities, local government, and related stakeholders is needed to improve the competitiveness and sustainability of coconut root snack MSMEs in Jayamulya Village.
Digitalization and Sharia Financial Literacy as Strategies for MSME Empowerment in Bekasi Regency Mohammad Hatta Fahamsyah; Muhammad Najamuddin Dwi Miharja; Adrianna Syariefur Rakhmat; Muhammad Hamdan Ainulyaqin; Gina Nopiyanti
Lentera Pengabdian Vol. 4 No. 03 (2026): Juli 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lp.v4i03.1386

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises play an important role in supporting regional economic development; however, they continue to face challenges related to digital technology adoption and effective financial management. Limited digital literacy and insufficient understanding of sharia-based financial practices often hinder business competitiveness and sustainability. This community service program aimed to enhance the capacity of business owners in utilizing digital technology for marketing activities and implementing sharia-based financial management practices to support sustainable business growth. The program was conducted on June 6, 2026, in Bekasi Regency and involved fifteen micro, small, and medium enterprise owners. The methods employed included socialization, training sessions, hands-on practice, mentoring, and evaluation through pre-activity and post-activity assessments. The training materials covered digital marketing strategies, the use of social media and online marketplaces, digital financial recording, and financial management based on sharia principles. The results demonstrated a significant improvement in participants' understanding of business digitalization and sharia financial management. Participants showed increased ability to utilize digital platforms for marketing, operate digital bookkeeping applications, and manage business finances more systematically. Furthermore, most participants successfully implemented digital marketing practices and financial recording systems in their business operations. The program indicates that the integration of digitalization and sharia-based financial management can effectively improve the capacity, competitiveness, and sustainability of micro, small, and medium enterprises.
Strengthening MSME Tax Compliance and Business Legality through Accounting and Tax Education in Bekasi Regency Jamian Purba; Maulina Dyah Permatasari; Widiastuti Widiastuti; Salsabila Ameliani
Lentera Pengabdian Vol. 4 No. 03 (2026): Juli 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lp.v4i03.1387

Abstract

This community service activity was motivated by the low level of accounting and taxation literacy among micro, small, and medium enterprise owners in Bekasi Regency, which affects financial management, tax compliance, and business legality. The purpose of the program was to improve participants' knowledge and skills in financial recordkeeping, understanding tax obligations, utilizing digital tax services, and increasing awareness of business legality. The program employed socialization, training, hands-on practice, and mentoring methods involving 13 business owners and was conducted at Pelita Bangsa University on May 29, 2026. Evaluation was carried out through observation, pre-tests, post-tests, and implementation assistance. The results indicated an improvement in participants' understanding of bookkeeping, preparation of simple financial statements, tax calculation and reporting, and business legalization procedures. Participants also demonstrated better ability to utilize digital tax services and implement more organized business administration practices. The activity confirms that structured education and mentoring can effectively enhance the managerial capacity of business owners in managing their enterprises professionally. Improved accounting and taxation literacy is expected to support higher tax compliance, strengthen business legality, and contribute to the sustainability and competitiveness of enterprises in the future.
Digital Accounting and Taxation Literacy Training for MSME Capacity Building Maulina Dyah Permatasari; Wisnu Setyawan; Neng Asiah; Lutfia Dhiya Ulhaq
Lentera Pengabdian Vol. 4 No. 03 (2026): Juli 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lp.v4i03.1388

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises play a significant role in supporting regional economic growth; however, they still face challenges in financial management and tax compliance. Limited accounting literacy and low utilization of digital technology often hinder business owners from maintaining proper financial records, preparing financial statements, and fulfilling tax obligations independently. This community service program aimed to strengthen the capacity of business owners through digital-based accounting and taxation literacy. The methods employed included socialization, training, hands-on practice, and mentoring in the use of digital accounting applications and digital tax services. The program was conducted at Universitas Pelita Bangsa and involved nine business owners from Bekasi Regency. The results indicated improvements in participants' understanding and skills in recording financial transactions, preparing simple financial statements, and utilizing digital tax services. Participants were also able to operate digital accounting applications to support more effective and organized business management. The program contributed positively to enhancing managerial capabilities and improving the readiness of business owners to adapt to digital transformation. Therefore, strengthening digital accounting and taxation literacy can serve as an effective strategy to improve professionalism, compliance, and sustainability among micro, small, and medium enterprises.