cover
Contact Name
Purwaningtyas Kusumaningsih
Contact Email
paradharma.undhirabali@gmail.com
Phone
+628123982932
Journal Mail Official
paradharma.undhirabali@gmail.com
Editorial Address
Pengelola Jurnal Paradharma Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura Jl. Raya Padang Luwih, Tegaljaya, Dalung, Kuta Utara, Badung-Bali ph. (0361) 426450/1
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
ISSN : 25497405     EISSN : 2775331X     DOI : -
Hasil – hasil pengabdian kepada masyarakat dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan dan teknologi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 147 Documents
Pelatihan Pembuatan Video Pembelajaran Menggunakan Microsoft Power Point dan Camtasia di SD Negeri 1 Kerobokan Noviaty, Putu Shinta; Martarini, Ni Made Lisma; Ayu J Sastaparamitha, Ni Nyoman; Dharma Suryawan, I Wayan; Pratama, I Putu Adi; Iswara, Agus Ari
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 5 No. 1 (2021): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.123 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v5i1.1443

Abstract

ABSTRAKPembelajaran jarak jauh yang diterapkan oleh pemerintah di masa pandemik ini membuat paraguru di SDN 1 Kerobokan untuk berusaha semakin kreatif dalam mendesain pembelajaran.Pembelajaran dalam bentuk video menarik minat siswa sehingga para siswa merasa lebih nyamansaat belajar dengan mendengar suara dan wajah gurunya. Banyak guru yang masih belum bisamendesain video secara mandiri sehingga dilakukanlah pengabdian masyarakat dengan judulPelatihan Pembuatan Video Pembelajaran Menggunakan PowerPoint dan Camtasia di SD Negeri1 Kerobokan. Kegiatan ini dilangsungkan sebanyak empat kali dengan metode daring. Tujuandari kegiatan ini adalah memberikan wawasan pengetahuan serta keterampilan tentang teknikpembuatan video pembelajaran. Sasaran kegiatan ini adalah guru-guru SD Negeri 1 Kerobokan.Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah metode praktik,ceramah, diskusi,tanya jawab dan pelatihan. Para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini karena sebagianbesar guru belum pernah melaksanakan kegiatan pembuatan video pembelajaran. Setelahmengikuti kegiatan ini para peserta dapat membuat video pembelajaran sesuai dengan matapelajaran yang diampu.Kata kunci: pelatihan, video, pembelajaran, guruABSTRACTThe e-learning lessons applied by the government during this pandemic force the Public PrimarySchool teachers in Kerobokan (SD Negeri 1 Kerobokan) to be more creative in designing theirlesson materials. Learning session in the form of video attracts students’ attention and make themmore comfortable during learning session because they can see and hear their teachers clearly.Most of the teachers were unable to create their own learning video which made the workshopon Making Learning Videos Using PowerPoints and Camtasia has been carried out at SDN 1Kerobokan as one of the community service activity. This activity was conducted four times byvirtual meeting. The purpose of this activity was providing knowledge and skills on technique ofmaking learning videos. It was targeting teachers of SD Negeri 1 Kerobokan. The methods wereused in this workshop include practical methods, lectures, discussions, questions and answerssession, and training. The participants were very enthusiastic in the activity because most of theteachers lack of knowledge and practice of making learning videos. After participating in thisactivity, the participants are able to make learning videos on teachers’ teaching subjects.Keywords: training,video, learning, teachers
Pendampingan Dalam Pengembangan Desa Wisata Baha Prasiasa, Dewa Putu Oka
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 5 No. 2 (2021): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.283 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v5i2.1561

Abstract

ABSTRAKDesa Wisata Baha dikembangkan tahun 2010, memiliki potensi berupa jalur trekking/ cycling, daya tarik berupa pertanian dengan aktivitas budaya pertanian, peninggalan sejarah berupa tangsi Jepang, serta daya tarik budaya. Pengembangan Desa Wisata Baha belum menunjukkan perkembangan yang optimal. Berdasarkan fenomena tersebut, kegiatan pengabdian dilakukan dengan metode pendidikan masyarakat, pelatihan, dan substitusi ipteks. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa untuk mengoptimalkan pengembangan Desa Wisata Baha, diperlukan pendampingan Perguruan Tinggi dengan menerapkan lima prioritas. Dari lima prioritas yang direncanakan untuk mengoptimalkan pengembangan Desa Wisata Baha, prioritas pertama sampai prioritas ketiga sudah berjalan, sedangkan prioritas keempat dan prioritas kelima belum berjalan. Pada prioritas ketiga, terdapat tiga kegiatan yang sudah berjalan yang didanai dari Dana Desa Baha Tahun 2020 yaitu pembuatan tempat sampah sepanjang jalur trekking/cycling, pembuatan umbul-umbul sepanjang jalur trekking/cycling, dan pembuatan sanggah catu (tempat persembahyangan di sawah). Sedangkan sembilan kegiatan yang belum berjalan pada prioritas ketiga yaitu pembuatan loket pemungutan karcis masuk, pembuatan gazebo, pembuatan lelakut, pembuatan sunari, pembuatan map atau peta jalur trekking/cycling, perbaikan atau perawatan jalur trekking/cycling, pengadaan motor pengangkut sampah, pengadaan mesin sensor untuk potong rumput, dan pembuatan fasilitas CHSEKata kunci: optimalisasi, desa wisata, pendampinganABSTRACTBaha Tourism Village was developed in 2010, has the potential in the form of trekking/ cycling paths, attractions in the form of agriculture with agriculture cultural activities, historical relics in the form of Japanese barriers, and cultural attraction. The development of Baha Tourism Village has not shown optimal development. Based on this phenomenon, community service activities are carried out by means of community education, training, and science and technology substitution. The results of the community service activities show that to optimize the development of Baha Tourism Village, higher education assistance is needed by implementing five priorities. Of the five priorities planned to optimize the development of Baha Tourism Village, the first priority to the third priority have been running, while the fourth priority and the fifth priority have not yet been implemented. On the third priority, there are three ongoing activities funded by the 2020 Baha Village Fund, namely making trash bins along the trekking/cycling route, making banners along the trekking/cycling path, and making ‘sanggah catu’ (a place to pray in the fields). Meanwhile, the nine activities that have not been running are in the third priority, namely making ticket booths, making gazebos, making ‘lelakut’, making ‘sunari’, making maps of trekking/cycling paths, repairing or maintaining trekking/cycling paths, procuring waste transporting motors, procuring sensor machines for lawn mowing, and the manufacturing of the CHSE facilityKeywords: optimization, tourism village, mentoring
Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Macaroni Schotel dan Risol Mayo di Banjar Lingga Bumi, Desa Dalung, Kuta Utara, Badung Ordani Astuti, Ni Made Erpia; Sinta Diarini, I Gusti Ayu Agung; Monika P, I Gusti Ayu Ika
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 5 No. 2 (2021): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.177 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v5i2.1567

Abstract

ABSTRAKMitra kegiatan pengabdian masyarakat adalah ibu-ibu PKK Banjar Lingga Bumi, yang beralamat di Perumahan Bumi Dalung Permai, Banjar Lingga Bumi, Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Propinsi Bali. Penduduk Banjar Lingga Bumi merupakan masyarakat yang heterogen dimana masyarakatnya berasal dari berbagai daerah di Indonesia memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan. Mayoritas penduduk di Banjar Lingga Bumi memiliki mata pencaharian sebagai pedagang dan pelaku pariwisat, sedangkan ibu-ibu mayoritas sebagai ibu rumah tangga. Ibu rumah tangga diharapkan mampu memberikan kontribusi penghasilan untuk menambah pendapatan keluarga. Salah satu cara dengan meningkatkan keterampilan dalam bidang produksi makanan ringan yang bisa dijual di masyarakat dengan memiliki kualitas, penampilan menarik, rasa yang enak serta higienis untuk dimakan. Untuk membantu meningkatkan pengetahuan dan mengembangkan keterampilan, mitra diberikan pelatihan dan pendampingan tentang pembuatan makanan ringan yaitu macaroni schotel dan risol mayo. Luaran dari kegiatan ini meliputi: 1) meningkatnya pengetahuan mitra tentang jenis-jenis bahan, peralatan, metode pembuatan macaroni schotel dan risol mayo. 2) Penataan dan pengemasan produk yang menarik sehingga menambah nilai jual dari produk macaroni schotel dan risol mayo.Kata Kunci: PKK, makanan ringan, pendampinganABSTRACTThe housewives, PKK Club members of Banjar Lingga Bumi located at Dalung Permai Residence, North Kuta District, Badung Regency, Bali Province, live in a heterogeneous society as they come from different parts of Indonesia. Those who live at Banjar Lingga Bumi have potential skills and talents to be developed. Most of the family heads are working in the trading and tourism field, where the housewives are busy with their daily household chores. It is hoped if the family income is supported by the other family members such as the housewives and workable age children. The housewives are expected to be able to help earn family income through producing snacks to be sold to the society in the surrounding area. In order to produce snacks, skills are required and needs to be developed. In this way, the produced snacks will have good quality, edible and tasty looks, hygienic, healthy and delicious consumptions. Therefore, the training process and the assistance are necessary to develop knowledge and skills to the PKK Club of Banjar Lingga Bumi specially to produce the Macaroni Schotel and Risol Mayo. The results of the activities are: the housewives who are members of the PKK Club of Banjar Lingga Bumi receive the knowledge of the training, how to operate equipment and the production method in making the snacks Macaroni Schotel and Risol Mayo. They also receive knowledge of product packaging on how to make snacks look appetizing, tasty, and delicious to increase products selling value.Keywords: Family Welfare Programe Organization, snacks, assistance
Training dengan Metode Blended Learning pada Guru dan Siswa SMK Wira Harapan Ardiada, I Made Dwi; Feoh, Gerson; Adnyana, Gabriel Firsta; Gunawan, Putu Wida; Bernadus, I Nyoman
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 5 No. 2 (2021): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1126.758 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v5i2.1568

Abstract

ABSTRAKBerbagai dampak yang ditimbulkan dari pandemi ini adalah banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan sehingga pada masa sulit saat ini diharapkan masyarakat mampu untuk kreatif melaksanakan semua kegiatan dari rumah. Berdasarkan hal tersebut, Program Studi Teknik Informatika Universitas Dhyana Pura berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya para siswa setingkat SMA/SMK mengenai ilmu komputer dan penerapannya, sehingga diharapkan mampu memberikan kepada keluarganya yang terdampak pada COVID-19, serta mengambil bagian dalam perubahan menuju new normal sekaligus juga memperkenalkan Program Studi Teknik Informatika Universitas Dhyana Pura. Sasaran yang dituju adalah siswa dan guru SMK Wira Harapan dengan memberikan materi terkait ilmu komputer dan praktikum. Program ini melibatkan seluruh dosen tetap dan beberapa mahasiswa. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan menggunakan media online berupa ceramah, praktikum, dan diskusi (blended learning) yang dilaksanakan sebanyak 5 minggu dimulai pada bulan September hingga Desember 2020.Kata kunci: blended learning, ilmu komputer, siswa, guru, SMK Wira HarapanABSTRACTThe various impacts caused by this pandemic are that many people have lost their jobs so that during this difficult time it is hoped that people will be able to creatively carry out all activities from home. Based on this, the Dhyana Pura University Informatics Engineering Study Program attempted to provide understanding to the community, especially high school / vocational high school students regarding computer science and its application, so that it is expected to be able to provide to their families who are affected by COVID-19, and take part in changes towards a new normal at the same time also introducing the Dhyana Pura University Informatics Engineering Study Program. The target includes students and teachers of Wira Harapan Vocational School by providing material related to computer science and practicum. This program involves all permanent lecturers and several students. The method of implementing community service is carried out using online media in the form of lectures, practicums, and discussions (blended learning) which are held for 5 weeks starting from September to December 2020.Keywords: blended learning, computer science, students, teachers, SMK Wira Harapan
PKM SOSIALISASI PENGAJUAN HKI UNTUK INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH DI KABUPATEN BANGLI Saraswati, Ni Wayan Sumartini; Setiawan, I Ketut; Dewi Natalia, Sang Ayu Made Krisna; Krishna Muku, I Dewa Made
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 5 No. 2 (2021): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.06 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v5i2.1569

Abstract

ABSTRAKBerdasarkan data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bangli Tahun 2020, Kabupaten Bangli memiliki 4402 buah Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang memerlukan bimbingan dan arahan dari dinas tersebut. Bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM) sendiri salah satu masalah utama yang ditemui adalah masalah pemasaran produk, dalam hal ini IKM membutuhkan branding dan packaging. Sering sekali IKM dengan produk yang bagus telah membuat branding dan packaging yang bagus namun terkendala dengan kepengurusan pengajuan merek dagang yang sangat erat kaitannya dengan kepemilikan branding. Berdasarkan Hak Merek tersebut, para pemilik Merek akan mendapat perlindungan hukum sehingga dapat mengembangkan usahanya dengan tenang tanpa takut mereknya diklaim oleh pihak lain. Dalam pengurusan merek dagang atau dalam hal ini kita kenal sebagai salah satu pengajuan HKI, IKM mengalami kendala kurangnya pengetahuan dalam pengajuan merek dagang tersebut. Walaupun Dinas Perindustrian dan Perdagangan telah memfasilitasi dari hal pembiayaan namun hal itu masih menjadi kendala bagi IKM untuk mengajukan merek dagang terhadap produknya. Dalam PKM ini dilakukan kegiatan berupa pemberian materi sosialisasi mengenai pentingnya pengurusan HAKI dan tata cara pengajuan HAKI pada pelaku IKM di Kabupaten Bangli. Setelah dilakukan sosialisasi ini maka ada pemahaman baru mengenai tata cara pengajuan HAKI di lingkungan pelaku IKM di Kabupaten Bangli, bahkan ada beberapa yang secara intens meminta untuk berkunsultasi langsung dengan pembicara mengenai permasalahannya.Kata kunci : Sosialisasi, HKI, Merk Dagang, IKM, Disperindag BangliABSTRACTBased on data from the Bangli Regency Industry and Trade Service, Bangli Regency has 4402 Small and Medium Industries that require guidance and direction from the agency. For Small and Medium Industries themselves, one of the main problems encountered is the problem of product marketing, in this case, IKM requires branding and packaging. Oftentimes in Small and Medium Industries with good products that have made good branding and packaging but are constrained by the management of trademark submissions which are closely related to branding ownership. Based on the Trademark Rights, Mark owners will receive legal protection so that they can develop their business in peace without fear of having their Mark claimed by other parties. In managing trademarks or in this case, we know as one of the IPR filing, Small and Medium Industries experience problems with lack of knowledge in filing trademarks. Although the Department of Industry and Trade has facilitated financing, this is still an obstacle for Small and Medium Industries to apply for trademarks for their products. In this PKM, activities were carried out in the form of providing socialization materials regarding the importance of administering intellectual property rights and the procedures for applying for intellectual property rights to Small and Medium Industry players in Bangli Regency. After this socialization was carried out, there was a new understanding of the procedures for applying for intellectual property rights among Small and Medium Industry players in Bangli Regency, and some even asked them to consult directly with the speaker regarding the problem.Keywords: Socialization, IPR, Trademark, IKM, Bangli Industry and Trade Departement
PKM Pengelolaan Restoran di Warung Madu Segara di Desa Gumbrih Pekutatan, Jembrana – Bali Joko Adinegara, Gusti Ngurah; Sirna, I Ketut; Nainggolan, Gilbert
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 5 No. 2 (2021): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.87 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v5i2.1570

Abstract

ABSTRAKDesa Wisata Gumbrih merupakan kawasan strategis yang memiliki potensi pertumbuhan di bidang ekonomi dan pariwisata karena terletak di jalur penghubung dari Denpasar ke Gilimanuk. Warung Madu Segara yang terletak di pinggir pantai merupakan salah satu anggota kelompok sadar wisata di Desa Wisata Gumbrih yang bergerak dalam usaha kuliner yang berusaha mengangkat potensi dari kelompok sadar wisata lainnya. PKM ini berupaya membantu permasalahan yang dihadapi oleh Warung Madu Segara yaitu dalam pengelolaan restoran, pengolahan bahan makanan sampai dengan penyajian makanan bagi wisatawan yang datang berkunjung. Kendala lainnya adalah Warung Madu Segara belum dikenal di kalangan wisatawan karena kurangnya informasi dan promosi sehingga perlu adanya pendampingan dalam aspek pemasaran dan penataan usaha warung makan. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, pelatihan dan pendampingan tentang pengelolaan warung makan, dengan mendatangkan instruktur baik instruktur memasak (chef) dan instruktur tata hidangan (waiter) yang berpengalaman. Hasil dari program PKM ini adalah telah terjadi peningkatan pengetahuan pengelolaan sebuah warung makan, baik dari segi pengelolaan restoran, pengolahan dan penyajian makanan dan minuman, serta dapat mengangkat potensi lokal yang dapat sajikan kepada wisatawan.Kata Kunci: Desa Wisata, Manajemen Kuliner, RestoranABSTRACTGumbrih Tourism Village is a strategic area that has the potential for growth in the economic and tourism sectors because it is located on the connecting route from Denpasar to Gilimanuk. Warung Madu Segara, located on the beachside, is one of the tourism awareness groups in Gumbrih Tourism Village which is engaged in a culinary business that seeks to raise the potential of other tourism awareness groups. This PKM seeks to help problems faced by Warung Madu Segara, namely in restaurant management, processing food ingredients, until serving the food for tourists who come to visit. Another obstacle is that Warung Madu Segara is not yet well-known among tourists due to a lack of information and promotion so that there is a need for assistance in the aspects of marketing and structuring the food stall business. The method used is counseling, training and mentoring on the management of the food stalls, by inviting experienced instructors, both cooking instructors (chef) and service instructors (waiter). The result of this PKM program is that there has been an increase in the knowledge of managing a food stall, both in terms of restaurant management, processing and serving of food and beverages, as well as being able to raise the local potential that can be served to tourists.Keywords:tourism village, culinary management, restaurant
PKM Pendampingan Pendidik dan Tenaga Kependidikan di PAUD Widya Chandra Denpasar dalam Pembuatan Alat Peraga Edukatif Suryaningsih, Ni Made Ayu; Poerwati, Christiani Endah; Cahaya, I Made Elia
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 5 No. 2 (2021): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.87 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v5i2.1571

Abstract

ABSTRAKPAUD Widya Chandra merupakan lembaga pendidikan yang memberikan layanan formal dan non formal untuk anak usia dini di Kecamatan Denpasar Timur. Lembaga ini memiliki komitmen yang tinggi dalam memajukan kualitas pendidikan anak usia dini. Usia dini merupakan masa perkembangan otak yang paling optimal, sehingga membutuhkan perhatian, khususnya dalam hal pemberian stimulasi. Untuk itu diperlukan berbagai macam media atau alat peraga edukatif yang sesuai dengan perkembangan anak. Namun berdasarkan hasil observasi, dan hasil wawancara dapat diketahui bahwa lembaga ini membutuhkan pendampingan untuk pendidik dan tenaga kependidikan dalam membuat serta menggunakan Alat Peraga Edukatif. Maka melalui program pengabdian kepada masyarakat ini tim pengabdi memberikan solusi mengadakan pendampingan pembuatan alat peraga edukatif untuk PAUD. Keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini dapat dilihat dari antusias pendidik dan tenaga kependidikan selama mengikuti program, serta adanya peningkatan kemampuan dalam membuat dan mengaplikasikan alat peraga edukatif dalam proses pembelajaran. Pada akhir kegiatan ini, para perserta menunjukan respon yang positif selama mengikuti kegiatan serta mampu meningkatkan kemampuan dalam membuat dan menggunakan alat peraga edukatif dalam proses pembelajaran.Kata kunci: Alat peraga edukatif, PAUD Widya Chandra, pendidik dan tenaga kependidikanABSTRACTPAUD Widya Chandra is an educational institution that provides formal and non-formal services for early childhood in the East Denpasar sub-district. This institution has a high commitment in advancing the quality of early childhood education. Early childhood is the period of optimal brain development, so it requires attention, especially in terms of stimulation. For this reason, various kinds of media or educational props that are suitable for child development are needed. However, based on the results of observations and interviews, it can be seen that this institution needs assistance for educators and education personnel in making and using educational teaching aids. So through this community service program we provide solutions to provide assistance in making educational props for early childhood education. The success of the implementation of this activity can be seen from the enthusiasm of educators and education staff during the program, as well as an increase in the ability to make and apply educational aids in the learning process. At the end of this activity, the participants showed a positive response during the activity and were able to increase their ability to make and use educational aids in the learning processKeywords: educational teaching aids, PAUD Widya Chandra, educators and educational staff
Peningkatan Pengelolaan Manajemen, Pemasaran dan Teknologi serta Produksi Usaha Ayam Goreng Jeng Sri Di Plasa, Kuta, Badung, Bali Sulistyo, Eko; Junaedi, I Wayan Ruspendi; Wasita, Putu Aristya Adi
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 5 No. 2 (2021): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.462 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v5i2.1572

Abstract

ABSTRAKAyam Goreng Jeng Sri terletak Jl. Majapahit no. 37, Desa Plasa, Kecamatan Kuta, Provinsi Bali. Dari hasil pengamatan pada kelompok ini diketahui bahwa belum menerapkan manajemen pengelolaan dan pemasaran yang professional. Pada pemasaran, pelaporan keuangan belum menggunakan teknologi secara maksimal serta produksinya. Akibatnya, kelompok mitra belum berkembang secara maksimal sehingga omzet penjualannya relatif masih kecil. Berdasarkan hasil sosialisasi tentang program PKM ini, maka kelompok mitra mengajak tim dari Universitas Dhyana Pura untuk membantu mereka dalam hal transfer Ipteks guna mengatasi masalah yang dihadapi diatas. Dalam menyelesaikan masalah di atas, maka solusinya adalah memberikan pendampingan, penyuluhan, dan pelatihan tentang menajemen pengelolaan dan pemasaran, penggunaan teknologi, laporan keuangan serta produksi. Target program ini bersifat aktual untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan kelompok usaha Ayam Goreng Jeng Sri semakin lebih baik. Dalam rangka keberlanjutan program PKM ini, maka tim melakukan evaluasi serta monitoring secara berkala terhadap kelompok mitra tersebut. Sehingga omzet penjualan semakin meningkat, dan memberikan inspirasi kepada masyarakat untuk berwirausaha sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.Kata kunci: ayam goreng jeng sri, diversifikasi, pemasaran, pendampingan, teknologi.ABSTRACTJeng Sri Fried Chicken is located on Jl. Majapahit no. 37, Plasa Village, Kuta Subdistrict, Bali Province. From the results of observations in this group it is known that it has not implemented professional management and marketing management and only one product is fried chicken. In marketing and financial reporting has not used technology to the fullest. In the process of making and presenting Fried Chicken, Jeng Sri pays little attention to consumer ethics and behavior and there is no idea of product differentiation. As a result, the group of partners has not developed optimally so that the sales turnover is relatively small. Based on the results of socialization about this PKM program, the group wants the team from Dhyana Pura University to be willing to help them to transfer science and technology in order to overcome the problems faced so far and provide diversification of new products. In solving the above problems, the solution is to provide assistance, counseling, and training on management and marketing management, use of technology, financial statements and diversification of products such as making Meatballs, Chicken Noodles and Pork Baley. The target of this program is actual to increase the knowledge and insight of the Fried Chicken business group, Jeng Sri is getting better. In the framework of the sustainability of this PKM program, the team conducts periodic evaluation and monitoring of the partner group. So that sales turnover is increasing, and provides inspiration to the community to entrepreneurship so as to improve the welfare of the surrounding community.Keywords: fried chicken jeng sri, diversification, marketing, mentoring, and technology.
Diversifikasi Produk Olahan Sambal Berbahan Dasar Ikan Laut Untuk Meningkatkan Ekonomi Rumah Tangga di Desa Pepe Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo Ramadhani, Uky Dian; Siswati, Endang
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 5 No. 2 (2021): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (925.552 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v5i2.1573

Abstract

ABSTRAKHasil perikanan merupakan salah satu sumber pangan yang karakteristiknya berbeda dengan sumber pangan lainnya yang cukup rentan untuk mengalami pembusukan dalam kurun waktu relatif cepat. Hal ini secara tidak langsung dapat menimbulkan kebosanan pada konsumennya. Dengan adanya diversifikasi produk perikanan menjadi berbagai macam produk yang bervariasi, sehingga produk tersebut dapat tetap diminati oleh masyarakat Indonesia. Salah satu produk olahan perikanan yang paling banyak dibuat di Indonesia adalah Sambal. Pada program ini, Kelompok 013 melakukan diversifikasi produk olahan sambal berbahan dasar ikan laut menjadi tiga varian, yaitu Sambal Ikan Teri, Sambal Ikan Klotok, dan Sambal Ebi. Melalui kerjasama antara peserta KKN dan warga Desa Pepe, dilakukanlah sosialisasi, pelatihan pembuatan olahan sambal hingga Marketing Plan (perencanaan pemasaran). Program tersebut dilakukan bertujuan untuk membentuk kelompok masyarakat khususnya kelompok ibu-ibu rumah tangga yang tidak produktif dapat mandiri secara ekonomi agar mengurangi ketergantungan ekonomi kelompok ibu-ibu tersebut terhadap suami selaku pencari nafkah. Setiap satu botol sambal dijual dengan harga Rp. 15.000 dengan keuntungan sekitar 5.000-6.300. Dari keuntungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan ekonomi warga Desa Pepe. Pemasaran produk dilakukan melalui pemasaran offline (dari mulut ke mulut atau menitipkan produk ke toko-toko terdekat) maupun pemasaran online (sosial media dan e-commerce).Kata Kunci : Diversifikasi, Produk, Olahan Sambal, Ekonomi Rumah Tangga.ABSTRACTFishery products are a source of food whose characteristics are different from other food sources which are susceptible to decay in a relatively fast period of time. This can indirectly lead to boredom in consumers. With the diversification of fishery products into various kinds of products, so that these products can still be in demand by the Indonesian people. One of the most processed fishery products made in Indonesia is Sambal. In this program, group 013 diversified their processed marine fish based chili sauce into three variants, namely Sambal Ikan Teri, Sambal Ikan Klotok, and Sambal Ebi. Through the collaboration between KKN participants and Pepe Village residents, socialization was carried out, training on making chili sauce to the Marketing Plan (marketing planning). The program is aimed at forming community groups, especially groups of unproductive housewives who can be economically independent in order to reduce the economic dependence of these groups of mothers on their husbands as breadwinners. Each bottle of chilli is sold for Rp. 15,000 with a profit of about 5,000-6,300. From this profit, it is hoped that it can improve the economy of the people of Pepe Village. Product marketing is carried out through offline marketing (word of mouth or entrusting products to nearby shops) and online marketing (social media and e-commerce).Keywords: Diversification, Products, Processed Sambal, Household Economy.
Penggunaan Digital Marketing Dalam Pembangunan Desa Wisata Catur Kintamani, Bangli Junaedi, I Wayan Ruspendi; Rai Utama, I Gusti Bagus; Waruwu, Dermawan
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 5 No. 2 (2021): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.827 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v5i2.1574

Abstract

ABSTRAKPermasalahan yang ditemukan bahwa (1) Belum tersedianya pusat informasi tempat wisata, (2) Belum terintegrasi wilayah untuk dapat dijadikan sebagai potensi wisata. (3) belum adanya pusat pembuatan konten menarik mengenai promosi budaya, produksi pertanian, dan wisata. (4) Belum ada pengelolaan digital marketing untuk desa wisata Catur Kintamani. Untuk mengatasi masalah tersebut, tujuan program PKM adalah sebagai berikut: (1). Sosialisasi potensi wisata dengan tersedianya informasi center, (2). Mengintegrisakan seluruh komponen potensi desa dalam satu program desa wisata, (3).Pembuatan media promosi (content) sebagai bahan digital marketing, dan (4). Pelatihan pemasaran digital sebagai bahan promosi kepada biro perjalanan dan calon wisatawan. Metode pelaksanaan Program PKM antara lain: sosialisasi awal, pendampingan, pelatihan, monitoring, evaluasi, dan keberlanjutan program, yang dilakukan oleh tim pengusul serta dibantu oleh tenaga ahli dan mahasiswa dari Universitas Dhyana Pura. Hasilnya adalah Desa Catur memiliki pengetahuan, keterampilan tentang (1). Adanya potensi wisata dengan tersedianya informasi center, (2). Ada integrasi seluruh komponen potensi desa dalam satu program desa wisata, (3). Ada media promosi (Website) sebagai bahan digital marketing, dan (4). Memiliki pengetahuan pemasaran digital sebagai bahan promosi. Tim pelaksana dan setiap kelompok melaporkan hasilnya dengan cara presentasi dan dokumentasi. Keberlanjutan dari program ini adalah masyarakat terus belajar dan tim PKM Undhira mendampingi kelompok dalam meningkatkan pengetahuannya untuk meningkatkan kesejahteraannya.Kata kunci: Desa Catur Kintamani, digital marketing, visitor center, wisata alam.ABSTRACTThe problem found that (1) The unavailability of tourist information centers, (2) Has not integrated the region to be used as a tourism potential. (3) There is no center for creating interesting content regarding cultural promotion, agricultural production, and tourism. (4) There is no digital marketing management for the Catur Kintamani tourist village. To solve the problem, the purpose of the PKM program is as follows: (1) Socialization of tourism potential with the availability of information centers, (2). Identify all components of the potential of the village in one tourist village program, (3). The creation of promotional media (content) as digital marketing material, and (4). Digital marketing training as promotional materials to travel agencies and prospective travelers. Methods of implementation of the PKM Program include: Initial socialization, mentoring, training, monitoring, evaluation, and sustainability of the program, which was carried out by the proposer team and assisted by experts and students from Dhyana Pura University. The result is that the Catur Village has knowledge, skills about (1). The existence of tourism potential with the availability of information centers, (2). There is integration of all potential components of the village in one tourist village program, (3) There is promotional media (Website) as digital marketing material, and (4). Have knowledge of digital marketing as a promotional material. The implementing team and each group report the results by means of presentation and documentation. The sustainability of this program is that the community continues to learn and the PKM Undhira team assists the group in increasing its knowledge to improve its well-being.Keywords: Kintamani Catur Village, Digital marketing, Visitor center, Nature Tourism.

Page 10 of 15 | Total Record : 147