cover
Contact Name
Cynthia Dewi Gaina
Contact Email
jlppm@undana.ac.id
Phone
+628113827790
Journal Mail Official
abdimas.undana@gmail.com
Editorial Address
LPPM Universitas Nusa Cendana Jl. Adisucipto, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur 85001
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat Undana
ISSN : -     EISSN : 23558350     DOI : https://doi.org/10.35508/jpkmlppm.v17i1
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Undana (Abdimas Undana) merupakan sebuah wadah untuk menampung tulisan - tulisan atau artikel dari kegiatan pengabdian yang dilaksanakan oleh dosen - dosen di lingkup Universitas Nusa Cendana dan juga Perguruan Tinggi lain yang ingin berpartisipasi dalam penulisan artikel kegiatan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 93 Documents
Pelatihan Pembuatan Jahe dan Kunyit Instan Pada Masyarakat Kelurahan Lasiana-Kota Kupang Pah, Jack Carol Adolf; Abolladaka, Jacob; Riwu, Defmit B. N.
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Undana Vol 15 No 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jpkmlppm.v15i2.5743

Abstract

Abstract This activity is intended to provide understanding and skills to the community in Lasiana Subdistrict, at Kupang City, on how to use house yard land to provide added value for family needs. This activity focuses on two types of plants, ginger and turmeric. How to grow a good ginger and turmeric, and maintain it. Giving added value to these two types of plants by processing them into ready-to-eat (instant) ginger and turmeric. The method used in this activity is interactive lectures and training (practice). Entrepreneurship and marketing of home industry products is also provided as additional knowledge. The participants are able to have skills in processing ginger and turmeric, into instant ginger and turmeric, which can be seen by their ability to make these products. The interest and knowledge of the participants in entrepreneurship must be followed up on the next activity. Keywords: ginger, turmeric, home yard use, added value, home industry Abstrak Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberi pemahaman dan juga memberi ketrampilan pada masyarakat Kelurahan Lasiana di Kota Kupang, tentang bagaimana memanfaatkan lahan pekarangan untuk memberi nilai tambah bagi pemenuhan kebutuhan keluarga. Pada Kegiatan ini lebih di fokuskan pada dua jenis tanaman yaitu jahe dan kunyit. Bagaimana cara menanam jahe dan kunyit yang baik, dan memeliharanya. Pemberian nilai tambah pada kedua jenis tanaman ini, dengan mengolahnya menjadi jahe dan kunyit instan siap saji. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah interaktif dan pelatihan (praktek) pembuatannya. Tambahan pengetahuan mengenai kewirausahaan dan pemasaran produk industri rumah tangga, juga diberikan sebagai materi tambahan dalam kegiatan ini. Peserta kegiatan mampu menguasai dengan baik ketrampilan dalam mengolah jahe dan kunyit, menjadi jahe dan kunyit instan. Hal ini terlihat dengan mampunya mereka dalam membuat produk ini. Ketertarikan dan pengetahuan peserta kegiatan ini pada kewirausahaan merupakan suatu yang mengembirakan dan harus ditindaklanjuti pada kegiatan berikutnya. Kata Kunci: Jahe, kunyit, pemanfaatan pekarangan, nilai tambah, industri rumah tangga
MAKSIMALISASI FITUR APLIKASI KULIAH ONLINE BAGI MAHASISWA Hana, Ferly T.; Liliweri, Aloysius; Daga, Lukas L; Mas'amah, -; Wutun, Monika; Tuhana, -; Nafie, Juan A.
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Undana Vol 15 No 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jpkmlppm.v15i2.5955

Abstract

Abstrak Pandemi Covid – 19 yang masih terus berlangsung hingga kini membuat pertemuan secara online menjadi pilihan untuk berbagai aktifitas termasuk perkuliahan. Untuk mempermudah tatap maya maka beberapa aplikasi pun digunakan agar bisa memperlancar proses pembelajaran. Aplikasi online yang paling sering digunakan adalah Zoom, Google Meet dan E-Learning. Aplikasi – aplikasi ini juga digunakan oleh kedua mitra kegiatan PkM ini yakni mahasiswa baru prodi ilmu komunikasi dan prodi ilmu politik. Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini berjumlah 30 orang yang berasal dari tujuh kelas semester satu pada kedua prodi diatas. Adapun materi yang disampaikan oleh para narasumber berfokus fitur – fitur yang paling sering dipakai mahasiswa saat kuliah online berlangsung, disertai dengan contoh menu dan tujuan penggunaannya. Para peserta yang terlibat diharapkan bisa memperoleh pengetahuan dan memanfaatkannya saat perkuliahan online. Para dosen tentunya akan terbantu jika teknis pemanfaatan fitur aplikasi bisa di kuasai oleh mahasiswa. Para peserta pun nantinya bisa menjadi katalisator teknis dalam kelas untuk membantu mahasiswa lain saat penggunaan aplikasi – aplikasi tersebut Abstract The pandemic of Covid-19, which is still ongoing until now, has made online meetings become an option for various activities, including lectures. In order to facilitate virtual face-to-face, several applications were being used to facilitate the learning process. The most frequently online applications for lectures that have been applied are Zoom, Google Meet and E-Learning. These applications are also used by the two community dedication partners, namely new students from the communication science and the political science study programs. The participants involved in this activity were 30 people from seven first semester classes in the two study programs above. The materials presented by the speakers were focused on the features that most often used by the students when online lectures, completed by the examples of the menus and their intended use. The participants involved were expected to be able to gain knowledge and finally use it for the online lectures. The lecturers will certainly be helped if the technical use of application features can be mastered by students. The participants can later become technical catalysts in the classroom to help other students when using these application
Penerapan Pola Konsumsi B2SA dalam Mengantisipasi Covid-19 Lingkup Anak Sekolah Minggu Nur, Marselinus Laga; Dodo, Dominirsep O
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Undana Vol 15 No 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jpkmlppm.v15i2.6049

Abstract

Abstrak Penganekaragaman pangan menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan ketahanan pangan menuju kemandirian dan kedaulatan pangan. Kenyataannya sampai saat ini, pola konsumsi pangan masyarakat masih menunjukan kecenderungan kurang beragam dari jenis pangan dan keseimbangan gizinya. Secara umum, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengarahkan anak-anak sekolah minggu dan pemuda untuk :Berpartisipasi aktif dalam melakukan tindakan preventif terhadap peluang munculnya masalah kekurangan gizi, dan menghindari dampak kejadian covid-19. Meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan perilaku anak-anak dan pemuda tentang B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman). Mendukung program pemerintah daerah dalam menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Pelaksanaan pengumpulan data dalam pengabdian ini menggunakan jenis Eksplorasi dengan kombinasi rancangan Observasi dan Cross cectional Study. Kegiatan Pengabdian ini dilaksanakan pada tanggal 26 Mei 2021 dengan lokasi kegiatan Jemaat Marturia Oesapa Selatan, Kota Kupang. Adapun target pelaksanaan kegiatan adalah kelompok Anak-anak sekolah minggu dan Pemuda di Jemaat Marturia Oesapa Selatan, Kota Kupang yang berdasarkan data survei sebanyak 100 orang. Peserta dapat memahami materi yang disampaikan. Ditandai dengan keaktifan dalam diskusi dan pencarian topik-topik baru yang berkaitan dengan Covid-19. Abstract Food diversity is a main base in perform food security to independent and sovereignty. Actually, community food pattern still in not diverse in kind and balancing nutrition. This community service activity is aim to direct child and teenager in Sunday school to participate actively in prevent malnutrition problem and avoid covid19 impact. Increase knowledge and behaviour about Diverse, Nutrition, Balancing and Secure (DNBS). Support governmental program to keep and increase community health level. Tha data was collected exploratively with observation and cross sectional combination. This service was held in May 26th 2021, located in Marturia church Oesapa Selatan, Kota Kupang. Objected children and teenager of this church about 100 persons. They can get the content was given. It was known by their activity in discussion and looking for other topics was relevant with Covid-19. Keywords: Food diversity, nutrition, quality, health , safety
HIDROPONIK BASKOM BAGI KAUM PEREMPUAN RAYON 12 GMIT POHONITAS KOTA KUPANG Hangge, Elsy Elisabet; Kumalawati, Andi; Nasjono, Judi K; Sina, Dantje
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Undana Vol 15 No 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jpkmlppm.v15i2.6050

Abstract

Abstrak Ketersediaan lahan di daerah perkotaan saat ini untuk pertanian terbatas, karena peralihan lahan menjadi perumahan dan fasilitas umum yang menunjang di daerah perkotaan. Sedangkan kebutuhan bahan pangan, khususnya sayuran bagi kebutuhan konsumsi rumah tangga terus meningkat. Di saat pandemi covid-19 yang sedang mewabah, maka perlu meningkatkan daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi sayur sehat. Kegiatan program kemitraan masyarakat ini, mencoba mengenalkan kepada masyarakat khususnya kelompok Anugerah kaum perempuan rayon 12 Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Pohonitas Manulai II Kota Kupang tentang pemanfaatan lahan terbatas menggunakan sistem hidroponik baskom untuk menanam sayur guna pemenuhan kebutuhan konsumsi sayur rumah tangga. Metode hidroponik dapat dikembangkan dan diaplikasikan disektor rumah tangga atupun skala besar untuk peningkatan perekonomian masyarakat. Sistem hidroponik baskom relatif mudah untuk diterapkan di kalangan Ibu rumah tangga, karena sistem penanaman sayur tidak menggunakan media tanah melainkan menggunakan media air bernutrisi yang diletakkan dalam baskom, sehingga sayuran dapat tumbuh dengan baik karena akar menyerap unsur-unsur hara yang diperlukan. Hasil kegiatan memberikan pemahaman dan pelatihan tentang pentingnya mengoptimalkan lahan pekarangan agar mandiri dalam menghasilkan kebutuhan sayuran sehat untuk konsumsi rumah tangga. sehingga diharapkan dengan pelatihan penanaman sayuran menggunakan metode hidroponik baskom dapat memberikan solusi penyediaan sayuran sehat pada lahan terbatas di daerah perkotaan. Abstract The availability of land in urban areas is currently limited for agriculture, due to the shift of land into housing and supporting public facilities in urban areas. Meanwhile, the need for food, especially vegetables for household consumption needs continues to increase. During the COVID-19 pandemic, it is necessary to increase endurance by consuming healthy vegetables. This community partnership program activity tries to introduce to the community, especially the Anugerah women group of the 12 Evangelical Christian Church in Timor (GMIT) Pohonitas Manulai II Kupang City about the use of limited land using a basin hydroponic system to grow vegetables to fulfill household vegetable consumption needs. The hydroponic method can be developed and applied in the household sector or on a large scale to improve the community's economy. The basin hydroponic system is relatively easy to implement among housewives, because the vegetable growing system does not use soil media but uses nutritious water media that is placed in a basin, so that vegetables can grow well because the roots absorb the necessary nutrients. The results of the activity provide understanding and training on the importance of optimizing the yard so that it is independent in producing the needs of healthy vegetables for household consumption. so it is hoped that the training of vegetable planting using the basin hydroponic method can provide a solution for providing healthy vegetables on limited land in urban areas.
Penggunaan Microsoft Excel untuk Kemudahan Pengolahan Data Nilai Hasil Belajar Siswa Odja, Molina Olivia; Likadja, Frans J.; Ina, Wenefrida T; Pella, Stephanie I.
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Undana Vol 15 No 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jpkmlppm.v15i2.6052

Abstract

Abstrak Penggunaan sistem komputerisasi sangat dibutuhkan karena dapat mempermudah dan mempercepat pekerjaan manusia. Tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa ketrampilan menggunakan teknologi tidak serta merta meningkat, hal ini dialami oleh guru di SDK St. Arnoldus Penfui dimana masih minimnya ketrampilan dalam mengoperasikan dan memanfaatkan aplikasi Microsoft Excel, sementara aplikasi tersebut dapat membantu memudahkan pekerjaan mengolah angka, maupun teks untuk mendeskripsikan hasil belajar siswa yang sesuai dengan kurikulum 2013. Berdasarkan alasan tersebut, dibuatlah kegiatan pengabdian “PKM Pemanfaatan Microsoft Excel untuk Menunjang Proses Belajar Mengajar pada SDK St. Arnoldus Penfui Kupang”. Adapun metodologi pelaksanaan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat adalah sebagai berikut tahap persiapan, pelaksanaan kegiatan dengan metode pelatihan dan pendampingan serta dilakukan evaluasi sebagai tolak ukur keberhasilan program. Kegiatan PKM dapat terlaksana dengan baik dengan pemberian materi (30%) dan praktek atau tutorial (70%) adapun materi yang diberikan adalah Pengenalan Microsoft Excel, Workbooks & Worksheets di Excel, Formula & Function di Excel, Conditional Formatting di Excel, Logical & Mathematical Function di Excel, Charts di Excel. Sementara luaran yang dicapai pada kegiatan ini adalah guru-guru SDK St. Arnoldus Penfui menjadi terampil dalam menggunakan microsoft excel untuk membuat rekapan absensi dan daftar nilai hasil belajar siswa. Abstract A computerized system is needed because it can simplify and speed up human work. However, it is undeniable that the skills to use technology do not increase immediately. Teachers experience this at SDK St. Arnold Penfui, where there is still a lack of skills in operating and utilizing Microsoft Excel applications, while these applications can help facilitate the work of processing numbers, as well as texts to describe student learning outcomes by the 2013 curriculum—supporting the Teaching and Learning Process at SDK St. Arnold Penfui Kupang". The methodology for implementing Community Partnership Program activities is as follows: preparation stage, implementation of activities using training and mentoring methods, and evaluation as a measure of program success. PKM activities can be carried out well by providing materials (30%) and practice or tutorials (70%) while the material provided is Introduction to Microsoft Excel, Workbooks & Worksheets in Excel, Formulas & Functions in Excel, Conditional Formatting in Excel, Logical & Mathematical Functions in Excel, Charts in Excel. While the outcomes achieved in this activity are the SDK St. Arnoldus Penfui became skilled in using Microsoft Excel to make attendance records and lists of student learning outcomes
Pemanfaatan Media Promosi Kesehatan untuk Mengurangi Stigma Negatif terhadap Penyintas Covid-19 Riwu, Rut Rosina; Takaeb, Afrona E. L.; Boeky, Daniela L. A.; Folamauk, Conrad L. H.
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Undana Vol 15 No 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jpkmlppm.v15i2.6053

Abstract

Abstrak COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh coronavirus yang baru ditemukan pada tahun 2019 di Wuhan, Tiongkok. COVID-19 kini menjadi sebuah pandemi yang mengancam seluruh dunia. Tidak sedikit masyarakat yang menciptakan stigma terkait penyakit ini, sehingga para penyintas Covid-19 biasanya ditakuti dan sangat dijauhi oleh masyarakat yang belum benar-benar memahami tentang penyakit ini. Tujuan PkM ini adalah untuk mengurangi stigma negatif terhadap para penyintas Covid-19 dengan memanfaatkan media promosi kesehatan berupa video, poster, dan stiker yang dipasang pada empat gereja yang tersebar di Kota Kupang, yaitu GMIT Pohonitas Manulai II, GMIT Kota Kupang, GMIT Paulus, dan GMIT Ararat. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pembuatan, pemasangan, penayangan, dan penyebarluasan media promosi kesehatan tersebut. Media visual dan audio visual tersebut dipasang dan ditayangkan pada lokasi target, yaitu empat tempat ibadah (gereja) yaitu GMIT Pohonitas Manulai II, GMIT Kota Kupang, GMIT Paulus, dan GMIT Ararat. Kegiatan ini dapat dijalankan dengan baik, namun mengalami kendala karena kegiatan dilaksanakan pada saat keadaan pandemi Covid-19 di Kota Kupang mencapai PPKM level empat, sehingga tempat-tempat kebaktian ditutup untuk sementara waktu. Untuk itu kegiatan dapat dilakukan ketika tempat kebaktian kembali dibuka. Berdasarkan hasil observasi, dengan respon positif gereja menerima semua media promosi kesehatan yang diberikan. Kata kunci: Covid-19, stigma negatif, penyintas, promosi kesehatan, media. Abstract COVID-19 is an infectious disease caused by a new coronavirus that was discovered in 2019 in Wuhan, China. COVID-19 is now a pandemic that threatens the whole world. Not a few people have created a stigma related to this disease, so Covid-19 survivors are usually feared and very shunned by people who don't understand this disease. This acitivity aimed to reduce the negative stigma towards Covid-19 survivors by utilizing health promotion media i.e. videos, posters, and stickers for four churches in Kupang City, i.e. GMIT Pohonitas Manulai II, GMIT Kota Kupang, GMIT Paulus, and GMIT Ararat. This activity is carried out by creating, setting, broadcasting, and disseminating the health promotion media. The visual and audiovisual media were posted and broadcast at the target locations (four churches). This activity can be carried out well but has encountered problems because the activity was carried out when the Covid-19 pandemic in Kupang City reached PPKM level four, so the church were temporarily closed. For this reason, activities can be carried out when the church is re-opened. Based on the results of observations, with a positive response, the church accepted all the health promotion media provided.
PENGELOLAAN HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN JERUK DI KELOMPOK TANI SION DESA OELBUBUK TIMOR TENGAH SELATAN Nenotek, Petronella S.; Hahuly, Mayavira V.; Simamora, Agnes V.
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Undana Vol 15 No 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jpkmlppm.v15i2.6054

Abstract

Abstrak Kelompok Tani Sion merupakan salah satu kelompok yang membudidayakan empat jenis tanam jeruk yaitu jeruk keprok SoE (JKS), jeruk hikson, jeruk siam, dan jeruk nipis. Berbagai jenis OPT yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan jeruk diantaranya Phtytopthora sp., Diplodia sp, virus triteza, Scirtotfrips citri, Diaprina citri, lalat buah. Masalah lain yang dihadapi oleh mitra adalah tidak memberikan pupuk bagi tanaman. PKM ini bertujuan untuk membimbing, membina, dan memberdayakan petani mengelola hama penyakit jeruk ramah lingkungan dengan menggunakan pupuk hayati dan biopestisida. Menjawab permasalahan petani metode yang digunakan adalah yaitu penyuluhan dan pelatihan, adobsi dan introduksi teknologi (demplot dan percobaan terapan teknologi yang murah dan ekonomis serta ramah lingkungan); dan pemberdayaan anggota kelompok tani melalui pendampingan dan evaluasi oleh tim pelaksana. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa sebanyak 40% anggota kelompok tani mengenal jenis hama dan penyakit pada jeruk, 70% anggota kelompok dapat membuat pupuk hayati tricokompos, pupuk organik cair, dan pestisida nabati. Sebanyak 60% petani mengaplikasikan tricokompos pada tanaman jeruk dan beberapa jenis tanaman lainnya seperti cabai. Abstract The Sion Farmers Group is one of the groups that cultivate four species of citrus, namely Soe Mandarin, hikson oranges, Siamese oranges, and limes. Various species of pests and dieases that affect the growth and development of citrus include Phytopthora sp., Diplodia sp., Triteza virus, Scirtotfrips citri, Diaporina citri and fruit flies. Another problem faced by parteners is not providing fertilizer for plants. This community partnership program aims to guide, foster, and empower farmers to manage environmentally friendly citrus pests using biological fertilizers and biopesticides. Answering farmers’ problems, the methods used are counseling and training, adoption and introduction of technology (demonstrations and experiments on the applications of cheap and economical technology as well as environmentally friendly); and emprowerment of farmer group members through mentoring and evaluation by the implementing team. The results of the implementation showed that as many as 40% of farmer group members knew the species of pests and diaseases in citrus, 70% of group members could make tricocompost biofertilizer, liquid organic fertilizer, and botanical pesticides. As many as 60% of farmers apply tricocompost on citrus plants and several other species of plants such as chili.
Pelatihan Paving Block bagi Pemuda GMIT Tamariska Maulafa Kota Kupang Mauboy, Evtaleny R.; Manafe, Yermia Djefri; Sina, Dantje
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Undana Vol 15 No 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jpkmlppm.v15i2.6055

Abstract

Abstrak Generasi muda merupakan bagian dari masyarakat sosial yang memegang peranan penting dalam meregensi banyak aspek kehidupan. Kelompok ini berpeluang untuk bertindak sebagai agent of change bagi bangsa dan negara melalui ide – ide yang kreatif dan inovatif. Berdasarkan survei yang dilakukan di Kelurahan Maulafa, masih banyak para pemuda menghabiskan waktunya hanya untuk nongkrong bersama teman dan melakukan hal-hal yang tidak produktif seperti bermain game online atau bahkan mabuk. Solusi yang ditawarkan dari program ini adalah memberikan pemahaman dan keterampilan dalam bentuk usaha kreatif serta menanamkan rasa peduli terhadap lingkungan kepada Pemuda Gereja yang bernilai ekonomi yaitu merangsang potensi Pemuda Gereja dalam kegiatan pemberdayaan melalui usaha kreatif ekonomis pembuatan paving block. Abstract The younger generation is part of a social society that plays an important role in managing many aspects of life. This group has the opportunity to act as agents of change for the country through creative and innovative ideas. Based on a survey conducted in Maulafa, there are still many teenagers who spend their time just hanging out with friends and doing unproductive things such as playing online games or even getting drunk. The solution offered from this program is to provide understanding and skills in the form of creative businesses and instill a sense of care for the environment, which has economic value, stimulating the potential of the teenager in empowerment activities through economical creative business in making paving blocks.
PENINGKATAN PENDAPATAN PETERNAK DESA BINAAN FAPET UNDANA MELALUI DIVERSIVIKASI PEMELIHARAAN TERNAK PUYUH Rosnah, Upik Sy.; Sulistijo, E. D.; Telupere, F.; Noach, Y. R.; Krova, M.; Lalus, M.; Sabtu, B.; Yunus, M.; Riwu, A.; Suryatni, N. P.; Ully, K.; Handayani, H. T.; Maranatha, G.
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Undana Vol 15 No 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jpkmlppm.v15i2.6056

Abstract

Abstrak Masyarakat desa binaan Fapet Undana (Desa Oelatsala) mempunyai usaha utama penggemukan sapi. Pemeliharan ternak besar ini dengan pola peternak membutuhkan waktu paling cepat 8 – 12 bulan untuk mendapatkan uang tunai, oleh karena itu perlu adanya usaha ternak lain atau diversivikasi usaha misalnya ternak puyuh agar dapat menopang kebutuhan keluarga peternak dalam jangka waktu yang lebih pendek. Tujuan pelatihan untuk meningkatkan pemahaman dan ketrampilan masyarakat desa binaan dalam memelihara ternak puyuh dan ayam KUB. Kegiatan ini dilakukan dengan mengikuti tahapan yang terdiri dari kegiatan pelatihan yang terdiri dari penyampaian materi dan praktek, penyerahan saprodi, pendampingan, monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peserta latih mempunyai peluang usaha ternak puyuh yang menarik dapat dikerjakan karena pakannya bisa diramu dengan penambahan bahan pakan local yang tersedia disekitar mereka, tidak membutuhkan lahan yang luas dan mereka membutuhkan pengetahuan dan ketrampilan terkait manajemen pemeliharaan puyuh. Seluruh peserta dengan semangat berdiskusi selama penyampaian materi dan mengikuti kegiatan praktek menyusun ransum puyuh, meramu ransum puyuh, dan diikuti dengan kegiatan membuat kendang puyuh skala 25-30 ekor. Hasil monitoring dan evaluasi produksi telur diperoleh pada hari ke 46 sebanyak 38 butir (42%), adanya respon positif dari warga sekitar dengan melakukan perkunjungan dengan keinginan tahuan yang tinggi tentang beternak puyuh ini. Abstract The village community assisted by Fapet Undana (Oelatsala Village) has the main business of fattening cattle. Raising large livestock according to a farmer pattern takes at least 8 – 12 months to get cash money; therefore it is necessary to have other livestock businesses or business diversification such as quail livestock in order to support the needs of the farmer's family in a shorter period of time. The purpose of the training is to improve the knowledge and skills of the assisted village communities in raising quail and KUB chickens. This activity is carried out by following stages consisting of training activities, giving of material and practice, delivery of livestock production facilities, accompaniment, monitoring and evaluation. The results of this activity showed that the trainees have an interesting quail business opportunity that can be done because the feed can be mixed with the addition of local feed ingredients available around them, it does not require a large area of ​​land and they need knowledge and skills related to quail rearing management. All participants enthusiastically discussed during the delivery of the material and participated in practical activities of formulate quail rations, mix quail rations, and followed by make a quail cage with a capacity of 25-30 tails. The results of monitoring and evaluation of egg production were obtained on day 46 as many as 38 eggs (42%), there was a positive response from local residents by visiting with a high desire to know about rising this quail.
Edukasi Penggunaan Masker dan CTPS dalam Pencegahan Covid-19 di Panti Asuhan RAI Tedju Hinga, Indriati A.; Radja Riwu, Yuliana; Aipipidely, Diana; Takaeb, Afrona E. L.; Purnawan, Purnawan
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Undana Vol 15 No 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jpkmlppm.v15i2.6057

Abstract

Abstrak Pandemi Covid-19 telah mengubah pendekatan pengobatan ke arah pencegahan untuk mengurangi faktor risiko, penekan kasus morbiditas dan mortalitas. Vaksinasi hanya salah satu upaya untuk meningkatkan imunitas di masyarakat. Upaya pencegahan penularan sangat diperlukan untuk melindungi populasi yang rentan seperti panti asuhan. Kendala yang dihadapi mitra adalah penerapan cuci tangan dan penggunaan masker belum dilakukan secara benar, keterbatasan masker dan fasilitas hygiene perorangan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat (PKM) yaitu memberikan edukasi penggunaan masker dan cuci tangan pakai sabun (CTPS) serta penyediaan masker dan fasilitas cuci tangan di Panti Asuhan Rumah Anak Iman (RAI) Kota Kupang. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan simulasi penggunaan masker dan CTPS. Peserta PKM terdiri dari 3 orang pengasuh dan 27 anak asuh yang hadir dan berpartisipasi aktif selama kegiatan. Hasil post test setelah kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan (praktek) sebesar 38% dari 62% hasil pre test pada awal kegiatan. Pada akhir kegiatan keseluruhan peserta sudah dapat mempraktekkan 7 langkah CTPS dengan benar dan mempunyai pemahaman yang benar tentang cara menggunakan dan menbersihkan masker kain agar tetap aman dan efektif digunakan. PKM ini sangat bermanfaat untuk mencegah penularan Covid-19 pada kelompok risiko serta menggerakan partisipasi masyarakat dalam upaya promosi dan preventif Covid-19. Abstract Nowdays, health service of Pandemi Covid 19 has put more attention to reducing of risk factors causing increasing of morbidity and mortality. Vaccination is only one of the efforts to increase immunity in the community. Efforts to prevent transmission are needed to protect vulnerable populations such as orphanages. Constraints faced by partners are the application of hand washing and the use of masks that have not been carried out properly, the limitations of masks and personal hygiene facilities. The purpose of community service were activities to provide education on the use of masks and hand washing with soap as well as the provision of masks and hand washing facilities at the Rumah Anak Iman (RAI) Orphanageo Kupang City. The method use was counseling and simulation of the use of masks and hand washing with soap. The activity participants consisted of 3 caregivers and 27 foster children who were present and actively participated during the activity. The post test results after the activity showed an increase in knowledge and skills (practice) by 38% from 62% of the pretest results at the beginning of the activity. At the end of the activity, all participants were able to practice the seven steps of hand washing with soap correctly and have the correct understanding of how to use and clean cloth mask to make it reusable. This activity is very useful to prevent the transmission of Covid-19 in risk groups and to mobilize community participation in the promotion and prevention of Covid-19.

Page 5 of 10 | Total Record : 93