cover
Contact Name
Alpiani
Contact Email
fishianajournal@gmail.com
Phone
+6285399432765
Journal Mail Official
fishianajournal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Perintis Kemerdekaan KM 11, Tamalanrea, Kota Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
FISHIANA Journal of Marine and Fisheries
ISSN : -     EISSN : 29640555     DOI : -
Fishiana Journal of Marine and Fisheries menyediakan forum untuk semua pemangku kepentingan di sektor perikanan dan kelautan, yang menampilkan artikel ulasan, penelitian asli, komentar, berita, sorotan penelitian dan pengembangan, wawancara dengan para pemimpin opini kunci, dan banyak lagi, dengan tujuan untuk membangun komunitas komunikasi perikanan dan kelautan. Artikel yang diterbitkan dalam Fishiana Journal mencakup bidang-bidang utama dalam pengembangan dan penerapan perikanan dan kelautan.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2026): Mei" : 10 Documents clear
Analisis Pertumbuhan dan Hemosit Litopenaeus vannamei yang Terinfeksi Vibriosis dengan Induksi Extracellular Product (ECP)-Vibrio harveyi Putra, Renanda Baghaz Dzulhamdhani Surya; Setiawan, Faris; Romadhona, Muhammad Rizki; Sabrina, Nur Aini; Ardana, Aditya Okta; Leilani, Shafa Almas; Wicaksono, Sony; Putra, Arendra Nicky Anugerah
FISHIANA Journal of Marine and Fisheries Vol. 5 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Fakultas Perikanan UCM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/fishiana.v5i1.355

Abstract

Udang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan komoditas akuakultur bernilai ekonomi tinggi, namun rawan mengalami kematian massal akibat vibriosis yang disebabkan bakteri Vibrio, khususnya Vibrio harveyi. Patogen ini menimbulkan lesi kulit, ulserasi, perdarahan, dan penurunan kesehatan yang berujung pada mortalitas tinggi. Penggunaan antibiotik sebagai penanganan masih menimbulkan risiko lingkungan dan resistensi antimikroba, sehingga diperlukan pendekatan alternatif yang lebih aman. Extracellular Product (ECP) dari V. harveyi dikombinasikan dengan probiotik berpotensi menjadi suplemen pakan imunostimulan untuk meningkatkan ketahanan terhadap infeksi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas suplementasi ECP dalam meningkatkan pertumbuhan dan respons imun udang vaname terhadap vibriosis. Penelitian dilakukan di Laboratorium PSDKU UB Kediri dengan tahapan pembuatan ECP, induksi, uji tantang V. harveyi, serta pengukuran pertumbuhan dan parameter hemosit. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan, yaitu kontrol negatif, kontrol positif, perlakuan ECP dosis 2 mL + 20 mL/kg pakan dan perlakuan ECP dosis 2 mL + 20 mL/kg pakan. Parameter utama yang diamati adalah survival rate, pertumbuhan panjang dan bobot udang, FCR, dan total hemosit, kemudian data dianalisis menggunakan uji ANOVA untuk mengetahui pengaruh perlakuan dan dilanjutkan dengan uji BNT guna melihat perbedaan antarperlakuan. Hasil menunjukkan bahwa pemberian ECP dosis 2 mL + 20 mL/kg pakan meningkatkan kelulusan hidupsecara signifikan hingga 60,00±10,00% dibanding kelompok terinfeksi tanpa perlakuan (30,00±6,67%). Peningkatan panjang total (9,33±0,33 cm), berat total (6,67±0,67 g), total hemocyte count (11,33±0,88 ×10⁵ sel/mL), proporsi granular cell (40,00±1,67%), serta penurunan signifikansi hyaline cell (18,67±2,36%) menunjukkan aktivasi imun yang lebih kuat. Temuan ini menegaskan bahwa ECP efektif meningkatkan performa pertumbuhan dan imunitas udang.
Direct and Indirect Effects of Climate Change Perceptions on Fishermen's Catches: A Path Analysis Approach Ni’mah, Zumrotun; Priyanto, Moh. Wahyudi; Setiani, Setiani
FISHIANA Journal of Marine and Fisheries Vol. 5 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Fakultas Perikanan UCM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/fishiana.v5i1.360

Abstract

The fisheries sector contributes to food security, poverty alleviation, and the improvement of welfare. However, fishermen face serious challenges due to climate change, which disrupts fishing activities. This issue is also experienced by fishermen on Madura Island who depend on the sea for their livelihoods. Understanding fishermen’s perceptions of climate change is crucial, as these perceptions influence their adaptation decisions. This study aims to determine the direct and indirect effects of climate change perceptions on the fish catches of Madurese fishermen. The research employed a simple random sampling method with a total of 100 respondents. The results of the path analysis show that fishermen’s perceptions of climate change phenomena have a direct influence on adaptation as well as on fish catches. Perceptions of climate change risks have a direct effect on adaptation but an indirect effect on fish catches through adaptation. Furthermore, adaptation to climate change has a direct impact on fish catches, while climate information and fishermen's experience do not affect either adaptation or fish catches. Therefore, it is necessary to conduct extension activities regarding climate change risks and adaptation strategies. For further research, it is recommended to analyze the factors influencing perceptions of climate change and adaptation.
Analisis Tren Produksi Rumput Laut di Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan Kasri, Kasri; Baso, Aris; Faizal, Ahmad; Ilyas, M. Irham
FISHIANA Journal of Marine and Fisheries Vol. 5 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Fakultas Perikanan UCM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/fishiana.v5i1.361

Abstract

Produksi rumput laut Kabupaten Takalar merupakan salah satu kontributor utama dalam rantai pasok industri rumput laut nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren produksi rumput laut Takalar periode 2020–2024 serta memproyeksikan perkembangan produksi hingga tahun 2029 untuk tiga komoditas utama, yaitu Kappaphycus alvarezii (Cottonii), Eucheuma spinosum, dan Gracilaria. Metode yang digunakan meliputi analisis deret waktu, regresi linear untuk memodelkan tren produksi, serta perhitungan proyeksi lima tahun berbasis persamaan regresi tiap komoditas. Selain itu, analisis dilakukan terhadap struktur produksi, kontribusi antar komoditas, dan dinamika perubahan produksi tahunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi total rumput laut Takalar mengalami peningkatan signifikan dari 409.117 ton pada 2020 menjadi 619.864 ton pada 2024, dengan dominasi Cottonii sebesar 60–65 persen. Cottonii dan Gracilaria menunjukkan pertumbuhan positif masing-masing 73,9 persen dan 59,8 persen selama lima tahun, sedangkan Spinosum mengalami fluktuasi dan cenderung menurun. Proyeksi 2025–2029 memperlihatkan peningkatan total produksi dari 552.987 ton menjadi 623.476 ton, meskipun laju pertumbuhannya melambat, mengindikasikan mendekatinya kapasitas jenuh budidaya. Cottonii tetap menjadi komoditas paling potensial dengan proyeksi mencapai 575.080 ton pada 2029, sementara Spinosum diprediksi terus menurun. Temuan ini menegaskan bahwa, di tengah kecenderungan perlambatan pertumbuhan produksi dan penurunan Spinosum, kebijakan pengembangan rumput laut di Takalar perlu difokuskan pada intensifikasi budidaya Cottonii, diversifikasi komoditas melalui Gracilaria, serta penataan ulang sistem produksi untuk menghindari tekanan terhadap kapasitas lingkungan.
Fermentasi Konsorsium Mikroba dalam Pakan Ikan: Tinjauan Literatur terhadap Peningkatan Kualitas Nutrisi dan Ketahanan Pangan Akuakultur Anwar, Asni; Murni, Murni; Agusanty, Harnita
FISHIANA Journal of Marine and Fisheries Vol. 5 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Fakultas Perikanan UCM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/fishiana.v5i1.380

Abstract

Fermentasi pakan menggunakan mixed mikroba merupakan pendekatan inovatif untuk meningkatkan kualitas nutrisipakan ikan berbasis bahan lokal dan limbah agroindustri guna mendukung ketahanan pangan akuakultur. Artikel review ini bertujuan mengulas perkembangan terkini terkait peran fermentasi pakan berbasis mixed mikroba dalammeningkatkan komposisi nutrisi, kecernaan, efisiensi pakan, kesehatan usus, dan respons imun ikan budidaya. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan melalui penelusuran artikel ilmiah bereputasi yang dipublikasikan dalam jurnal nasional dan internasional terindeks, dengan kriteria inklusi mencakup penelitian in vitro dan in vivo yang mengevaluasi penggunaan mikroba tunggal maupun campuran dalam fermentasi bahan pakanikan. Data dianalisis secara kualitatif menggunakan pendekatan sintesis tematik untuk mengidentifikasi trenpenelitian, mekanisme kerja, dan implikasi aplikatifnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa fermentasi menggunakankonsorsium bakteri asam laktat, Bacillus spp., ragi, dan mikroba pendegradasi serat secara konsisten mampumeningkatkan protein terlarut dan asam amino, menurunkan serat kasar serta senyawa antinutrisi, dan memperbaikikecernaan serta efisiensi pakan. Selain itu, pakan terfermentasi mixed mikroba berkontribusi pada modulasimikrobiota usus, peningkatan imunitas non-spesifik, dan toleransi ikan terhadap stres lingkungan. Pemanfaatanteknologi ini juga berpotensi mengurangi ketergantungan pada tepung ikan dan menekan biaya pakan. Dengandemikian, fermentasi pakan berbasis mixed mikroba merupakan strategi bioteknologi pakan yang prospektif untukmeningkatkan keberlanjutan dan ketahanan pangan sektor akuakultur.
Dinamika Produksi dan Musim Penangkapan pada Ikan Lencam (Lethrinus spp) di Pelabuhan Perikanan Nusantara Ternate Pratama, Gilar Budi; Wijayanti, Lady Ayu Sri; Khoerunnisa, Nurani; Aisyah, Aisyah
FISHIANA Journal of Marine and Fisheries Vol. 5 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Fakultas Perikanan UCM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/fishiana.v5i1.383

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika produksi, upaya penangkapan, dan musim tangkap ikan lencam (Lethrinus spp.) berbasis di PPN Ternate selama periode 2021–2023. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa statistik produksi perikanan yang diperoleh dari logbook PPN Ternate, yang mencakup volume tangkapan dan jumlah trip penangkapan. Data dianalisis dalam bentuk deret waktu bulanan. Analisis dilakukan melalui perhitungan Catch Per Unit Effort (CPUE) untuk menggambarkan kelimpahan relatif ikan, serta penentuan musim penangkapan menggunakan Indeks Musim Penangkapan (IMP) dengan metode moving average. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fluktuasi musiman produksi dipengaruhi oleh kondisi lingkungan perairan dan intensitas upaya penangkapan, dengan puncak produksi umumnya terjadi pada bulan Maret. Meskipun total upaya penangkapan meningkat setiap tahun, nilai CPUE menunjukkan tren penurunan, yang mengindikasikan adanya tekanan tangkap yang tinggi dan potensi awal penurunan stok ikan. Nilai IMP menunjukkan bahwa bulan Januari, Februari, April, Juli, Oktober, dan November termasuk dalam kategori musim ikan, sedangkan bulan lainnya tergolong bukan musim ikan. Implikasi pengelolaan menunjukkan bahwa aktivitas penangkapan sebaiknya dioptimalkan pada periode musim ikan dan dibatasi pada bulan tertentu, seperti Desember, untuk mendukung keberlanjutan sumber daya dan keselamatan nelayan. Temuan ini memberikan dasar penting bagi pengelolaan perikanan berbasis musim dan dinamika sumber daya.
Fortifikasi Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera) pada Bakso Ikan: Evaluasi Sensori dan Peningkatan Nilai Tambah Muhyun, Ainun Apriliyani; AM, Rahmi Fitrawati; Sahar, Rahayu Abriani; EB, Syahrul Sarlan; Rahmatang, Rahmatang
FISHIANA Journal of Marine and Fisheries Vol. 5 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Fakultas Perikanan UCM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/fishiana.v5i1.401

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh fortifikasi tepung daun kelor (Moringa oleifera) terhadap karakteristik sensori dan nilai tambah ekonomi bakso ikan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan post-test only with control group design, yang terdiri atas dua perlakuan, yaitu kontrol (tanpa penambahan tepung daun kelor) dan perlakuan dengan penambahan tepung daun kelor sebesar 5%. Uji sensori dilakukan menggunakan metode hedonik terhadap 30 panelis tidak terlatih dengan atribut warna, aroma, rasa, dan tekstur. Analisis data sensori dilakukan menggunakan uji Mann–Whitney U Test, sedangkan analisis ekonomi dilakukan melalui perhitungan biaya produksi, keuntungan, dan Revenue Cost Ratio (R/C ratio). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fortifikasi tepung daun kelor tidak berpengaruh signifikan terhadap atribut warna (p = 0,214) dan rasa (p = 0,678), namun berpengaruh signifikan terhadap aroma (p = 0,032) dan tekstur (p = 0,018). Secara keseluruhan, produk masih berada dalam kategori disukai oleh panelis. Analisis ekonomi menunjukkan bahwa usaha ini menghasilkan keuntungan sebesar Rp 331.163 per produksi dengan nilai R/C ratio sebesar 2,96, yang menunjukkan bahwa usaha layak dan menguntungkan. Dengan demikian, fortifikasi tepung daun kelor dapat meningkatkan nilai tambah produk baik dari aspek sensori maupun ekonomi.
Identifikasi Jenis Ikan Ekonomis Penting Hasil Tangkapan di Pesisir Lampu Satu Kabupaten Merauke Sunarni, Sunarni; Sajriawati, Sajriawati
FISHIANA Journal of Marine and Fisheries Vol. 5 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Fakultas Perikanan UCM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/fishiana.v5i1.402

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis ikan hasil tangkapan serta menentukan kelompok ikan ekonomis penting di pesisir Lampu Satu, Kabupaten Merauke. Penelitian dilaksanakan selama September–November 2025 menggunakan metode survei deskriptif melalui observasi hasil tangkapan nelayan, wawancara, dan identifikasi morfologi ikan mengacu pada literatur taksonomi dan FishBase. Hasil penelitian menemukan 16 spesies ikan tertangkap. Sebanyak 7 jenis spesies tergolong ikan ekonomis penting yaitu ikan gulamah, ikan kuro, ikan senangin, ikan belanak, ikan paha-paha, ikan kakap, dan ikan pari. Jenis tersebut memiliki nilai jual lebih tinggi dan permintaan pasar stabil. Sementara itu, 9 jenis spesies lainnya ikan tembang, ikan duri, ikan buntal, ikan layur, ikan lidah, ikan julung-julung, ikan kaca, ikan parang-parang, dan ikan sembilang tergolong non ekonomis penting dengan nilai jual relatif rendah atau pemasaran terbatas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesisir Lampu Satu memiliki potensi perikanan tangkap yang mendukung ekonomi nelayan lokal. Pengelolaan berbasis selektivitas alat tangkap dan penguatan rantai pemasaran diperlukan untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya ikan.
Optimalisasi Penggunaan Radar dalam Penentuan Posisi dan Menghindari Tubrukan di MV Omarrasheed Ahsan, Sabili Aida; Todingan, Marthen; Waskita, Sigit Hendra
FISHIANA Journal of Marine and Fisheries Vol. 5 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Fakultas Perikanan UCM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/fishiana.v5i1.405

Abstract

Radar merupakan alat navigasi penting yang berperan dalam mendukung keselamatan pelayaran, khususnya dalam penentuan posisi kapal dan pencegahan tubrukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya optimalisasi penggunaan radar dalam penentuan posisi dan menghindari tubrukan di MV Omarrasheed. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung selama praktik laut, wawancara dengan perwira kapal, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan radar belum berjalan secara optimal karena adanya kendala teknis dan operasional. Kendala teknis disebabkan oleh magnetron radar yang telah melewati batas umur pemakaian sehingga menurunkan kualitas pancaran sinyal dan keakuratan tampilan echo. Kendala operasional terjadi karena pemanfaatan fitur radar, seperti pengaturan gain, range, clutter, serta penggunaan EBL dan VRM belum dilakukan secara maksimal. Upaya optimalisasi dapat dilakukan melalui perawatan dan pemeriksaan rutin, penggantian magnetron yang telah melewati batas pemakaian, serta peningkatan keterampilan perwira dalam memanfaatkan fitur radar. Dengan optimalisasi tersebut, radar dapat berfungsi lebih efektif dalam mendukung penentuan posisi kapal dan pencegahan tubrukan.
Respon Tingkah Laku Ikan Lele (Clarias sp) yang Diberikan Perlakuan Frekuensi Pemberian Probiotik Bakteri Asam Laktat (BAL) pada Sistem Budikdamber Nadiro, Vina Nur; Pratiwi, Rizky Kusma; Cahya, Muhamad Dwi; Maulidyah, Vika
FISHIANA Journal of Marine and Fisheries Vol. 5 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Fakultas Perikanan UCM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/fishiana.v5i1.400

Abstract

Sistem budidaya ikan dalam ember (budikdamber) sering kali menghadapi tantangan berupa penurunan kualitas air dan fluktuasi kesehatan ikan akibat keterbatasan ruang serta akumulasi sisa pakan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh perbedaan frekuensi pemberian bakteri asam laktat (BAL) terhadap kesehatan dan perilaku ikan lele (Clarias sp.) dalam sistem budidaya ikan dalam ember (budikdamber). Rancangan percobaan terdiri atas tiga frekuensi pemberian BAL (A, B, C) dan kontrol (K), masing-masing dengan tiga ulangan (A1–A3, B1–B3, C1–C3, K1–K3). Parameter yang diamati meliputi perilaku makan (skor gerak mulut), gaya berenang, respons terhadap pakan, warna tubuh, kondisi sirip dan tubuh serta kualitas air (suhu, pH, DO). Pengamatan dilakukan mingguan selama 28 hari. Hasil menunjukkan perlakuan B mempertahankan skor gerak mulut cepat, aktivitas berenang aktif, warna tubuh cerah, sirip utuh, dan respons pakan tinggi. Perlakuan A cenderung memiliki skor makan lebih rendah, sedangkan C menunjukkan variasi antar ulangan. Kontrol menunjukkan kondisi stabil namun tidak seoptimal B. Kualitas air pada semua perlakuan berada dalam kisaran layak bagi lele. Pemberian BAL dengan frekuensi pada perlakuan B terbukti paling efektif dalam mempertahankan stabilitas fisiologis, meningkatkan nafsu makan, dan mendukung pertumbuhan ikan dalam sistem budikdamber.
Analisis Kelayakan Usaha Pengolahan Mie Ikan sebagai Bentuk Diversifikasi Produk Perikanan Muhyun, Ainun Apriliyani; AM, Rahmi Fitrawati; Sahar, Rahayu Abriani; EB, Syahrul Sarlan
FISHIANA Journal of Marine and Fisheries Vol. 5 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Fakultas Perikanan UCM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/fishiana.v5i1.404

Abstract

Diversifikasi produk perikanan diperlukan untuk meningkatkan pemanfaatan hasil perikanan yang umumnya masih dipasarkan dalam bentuk segar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengolahan ikan kembung menjadi mie ikan serta menganalisis kelayakan usahanya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui pengolahan ikan kembung menjadi mie ikan dengan bahan utama berupa ikan, tepung terigu, telur, air, garam, dan minyak. Data dikumpulkan melalui observasi proses produksi, uji organoleptik sederhana oleh 15 panelis tidak terlatih, serta pencatatan biaya produksi. Data dianalisis secara deskriptif melalui perhitungan biaya produksi, penerimaan, keuntungan, R/C ratio, serta analisis sensitivitas sederhana terhadap perubahan harga bahan baku ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk mie ikan memperoleh tingkat penerimaan yang baik terutama pada parameter tekstur dan rasa. Dari 1 kg ikan kembung dihasilkan 15 porsi mie ikan dengan total biaya produksi sebesar Rp57.800 dan penerimaan sebesar Rp225.000. Nilai R/C ratio sebesar 3,89 menunjukkan bahwa usaha pengolahan mie ikan memiliki prospek ekonomi yang cukup baik untuk dikembangkan pada skala rumah tangga. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa kenaikan harga ikan memengaruhi tingkat keuntungan usaha, namun usaha masih berada pada kondisi menguntungkan. Dengan demikian, pengolahan mie ikan berpotensi menjadi salah satu bentuk diversifikasi produk perikanan yang bernilai ekonomis.

Page 1 of 1 | Total Record : 10