cover
Contact Name
Nurita Apridiana Lestari
Contact Email
nuritalestari@unesa.ac.id
Phone
+62895429851500
Journal Mail Official
jipp.mep@gmail.com
Editorial Address
PT Mitra Edukasi dan Publikasi Griya Taman Asri AB/26 Tawangsari, Taman, Sidoarjo 61257, Indonesia
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 29623464     EISSN : 29626579     DOI : https://doi.org/10.58706/jipp
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran (JIPP) menerima artikel hasil penelitian di bidang Pendidikan dan Pembelajaran. Adapun ruang lingkup dari jurnal ini meliputi: 1. Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran 2. Asesmen dan Evaluasi 3. Media Pembelajaran 4. Konsep dan Miskonsepsi 5. Filosofi Pendidikan 6. Kurikulum 7. Psikologi Pendidikan 8. Penelitian Tindakan Kelas 9. Teknologi Pendidikan 10. Manajemen Pendidikan 11. Pengembangan Kurikulum 12. Pengembangan Pendidikan 13. Penelitian Pengembangan
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2024): April 2024" : 5 Documents clear
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Fisika Peserta Didik Kelas XI Diaz, Nandaru; Suliyanah, Suliyanah; Kholifah, Kholifah
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Mitra Edukasi dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58706/jipp.v2n2.p65-71

Abstract

Observasi peserta didik memperlihatkan bahwa motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran fisika masih tergolong rendah. Oleh karena itu perlu dilakukan penerapan model pembelajaran problem-based learning.  Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat perbedaan pengaruh penerapan model pembelajaran problem-based learning  terhadap motivasi belajar fisika peserta didik kelas XI-1 SMAN 13 Surabaya. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas pada materi vektor yang dilaksanakan dalam dua siklus pembelajaran. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu angket motivasi belajar yang memuat 4 indikator motivasi yaitu perhatian, relevansi, percaya diri, dan kepuasan. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan pada siklus I terdapat 54,1% peserta didik yang berada pada kategori motivasi Tinggi dan pada siklus II 100% peserta didik telah mencapai motivasi Tinggi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model problem-based learning dapat meningkatkan motivasi belajar fisika. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan skor motivasi pada setiap siklusnya.
Implementasi Kurikulum Merdeka pada SMA sebagai Sekolah Penggerak Wulandari, Devita; Sa’diyah, Lisa Lailatus; Ummah, Nur Siyaadatul; Dewi, Sri; Hariyanto, Edi; Deta, Utama Alan
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Mitra Edukasi dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58706/jipp.v2n2.p72-78

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui implementasi kurikulum Merdeka Belajar yang telah diterapkan di SMA Negeri 1 Balongpanggang sebagai Sekolah Penggerak dan untuk mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan hambatan yang dihadapi oleh SMA Negeri 1 Balongpanggang dalam implementasi kurikulum merdeka. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dari temuan penelitian dikembangkan secara analisis deskriptif kualitatif, dengan menggunakan data primer yang diperoleh dari hasil wawancara dengan wakil kepala sekolah bidang kurikulum menggunakan metode snowballing. Hasil dari penelitian menunjukkan  bahwa : (1) Guru memiliki keleluasaan dalam memilih perangkat ajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa, (2) Implementasi kurikulum merdeka di SMA Negeri 1 Balongpanggang, (3) Asesmen penilaian di SMA Negeri 1 Balongpanggang, (4) Kebijakan merdeka belajar yang diterapkan di SMA Negeri 1 Balongpanggang, (5) Hambatan dalam penerapan kurikulum merdeka di SMA Negeri 1 Balongpanggang meliputi : (a) Guru membutuhkan waktu lebih untuk belajar lagi supaya dapat adaptif dengan tuntutan perubahan yang diharapkan, (b) Kurangnya kualitas atau kompetensi yang dimiliki oleh guru dan (c) Guru diminta untuk lebih kreatif dan inovatif dengan memanfaatkan berbagai media dan model pembelajaran yang mendorong siswa, (5) Solusi yang diberikan untuk menyelesaikan hambatan dalam penerapan kurikulum merdeka di SMA Negeri 1 Balongpanggang yaitu adanya pengadaan berbagai workshop atau seminar dan membentuk komunitas belajar bagi guru.
Integrasi Strategi Writing to Learn pada Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep dan Ketrampilan Komunikasi Siswa SMK pada Mata Pelajaran IPAS Rahmawati, Galuh; Sinaga, Parlindungan; Aminudin, Ahmad; Hidayat, Arif
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Mitra Edukasi dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58706/jipp.v2n2.p79-83

Abstract

Kurikulum Merdeka merupakan inisiatif pendidikan yang menekankan pada pembelajaran kontekstual dan berbasis pengembangan ketrampilan peserta didik. Pada proses pembelajaran diharapkan mampu memberikan gambaran terkait pengembangan ketrampilan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi integrasi strategi Writing to Learn dalam meningkatkan penguasaan konsep dan ketrampilan komunikasi siswa SMK. Penelitian menggunakan desain sampel berjumlah 33 siswa kelas X SMK yang dibagi menjadi 4 Kelompok untuk mengetahui peningkatan ketrampilan komunikasi siswa. Instrumen yang digunakan adalah 10 soal pretest dan posttest untuk mengukur kemampuan konsep siswa, sedangkan instrument untuk ketrampilan menulis menggunakan LKPD dengan model Problem Based Learning. Siswa dituntun untuk mengembangkan ide berdasarkan masalah yang didesain pada LKPD. Teknik analisa data yang dilakukan menggunakan perhitungan N-gain. Hasil perhitungan diperoleh perhitungan sebesar <g> peningkatan pengetahuan konsep 0,54 dengan kategori sedang, perhitungan <g> pertemuan pertama ke pertemuan kedua sebesar 0,33 dengan kategori rendah, <g> pertemuan kedua dan ketiga sebesar 0,57 dengan kategori sedang dan <g> pertemuan ketiga dan keempat sebesar 0,8 dengan kategori tinggi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning dengan strategi Writing to learn untuk meningkatkan penguasaan konsep dan ketrampilan komunikasi siswa efektif digunakan pada pembelajaran IPAS.
Kajian Etnofisika Kearifan Lokal Api Tak Kunjung Padam di Kabupaten Pamekasan Alfiah, Lina Christi; Qiroah, Innita Fashihatul; Maysaputri, Yunita; Saputra, Oka
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Mitra Edukasi dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58706/jipp.v2n2.p84-89

Abstract

Kearifan lokal adalah sikap dari manusia serta hubungannya dengan lingkungan yang terbentuk secara alamiah dan berasal dari adat istiadat atau ajaran leluhur. Api Tak Kunjung Padam merupakan kearifan lokal yang berpotensi untuk menjadi konteks dalam pembelajaran Fisika. Pendekatan ini menggali pengetahuan masyarakat dalam konsep fisika dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi konsep-konsep fisika yang terlibat dalam fenomena tersebut dan mengembangkan strategi pemeliharaan untuk menjamin kelestarian objek wisata ini. Dengan mengidentifikasi konsep-konsep Fisika, diharapkan kearifan lokal ini dapat dikaji dalam pembelajaran Fisika di sekolah. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui teknik purposive sampling dengan melibatkan pengelola wisata, pengurus desa, dan masyarakat setempat sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, berdasarkan cerita legenda, Api Tak Kunjung Padam berasal dari tongkat kyai Moko yang ditancapkan ke tanah. Secara Sains, Api Tak Kunjung Padam berkaitan erat dengan konsep pembakaran, transfer kalor, dan interaksi antara bahan bakar dengan oksigen, yang dijelaskan melalui model "Segitiga Api". Lebih lanjut, ditemukan bahwa faktor-faktor seperti kondisi lingkungan dan intervensi manusia memiliki pengaruh signifikan terhadap kelangsungan fenomena ini. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa pemahaman tentang konsep fisika dalam konteks kearifan lokal ini tidak hanya memberikan wawasan edukatif tetapi juga memfasilitasi pelestarian budaya. Hal ini memperkuat pentingnya pendidikan masyarakat dan kolaborasi dengan pemerintah untuk pelestarian dan promosi wisata Api Tak Kunjung Padam sebagai bagian dari warisan budaya.
Identifikasi Konsep Fisika pada Kearifan Lokal Pembuatan Tuak dan Budaya Nitik Tuak di Kabupaten Tuban Sa’diyah, Halimatus; Mustafaroh, Vinka Amalia; Rizaldi, Dimas Fahmi; Ashfy, Aulia Camila; Suliyanah, Suliyanah
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Mitra Edukasi dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58706/jipp.v2n2.p90-98

Abstract

Kabupaten Tuban di Jawa Timur, Indonesia, terkenal dengan tradisi lokalnya yang kaya, di antaranya budaya Nitik Tuak. Budaya ini melibatkan pembuatan dan konsumsi Tuak, sebuah minuman tradisional beralkohol rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan serta menganalisis budaya Nitik Tuak dengan sudut pandang Kearifan Lokal Fisika. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Fenomenologi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam konteks ini, tradisi Nitik Tuak tidak hanya memegang peranan penting dalam mempertahankan kekayaan budaya dan sosial lokal, tetapi juga menyajikan relevansi signifikan dengan konsep-konsep fisika seperti momentum, gaya gesek, energi potensial, dan gaya gravitasi yang terlibat dalam proses produksi dan penikmatan Tuak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Nitik Tuak bukan hanya sebagai elemen penting dalam warisan budaya, tetapi juga menawarkan potensi sebagai sumber pembelajaran fisika yang inovatif untuk siswa SMA, memberikan aplikasi praktis konsep-konsep fisika. Dengan demikian, penelitian ini menekankan pada pentingnya pelestarian Nitik Tuak tidak hanya sebagai warisan budaya tetapi juga sebagai alat edukatif yang dapat meningkatkan pemahaman konseptual fisika di kalangan pelajar.

Page 1 of 1 | Total Record : 5