cover
Contact Name
Hasan Syahrizal
Contact Email
jurnalihsan@gmail.com
Phone
+6282352818690
Journal Mail Official
jurnalihsan@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sederhana Lorong Lambang Sari No.959, RT 001 RW. 006, Kelurahan Tembilahan Hulu Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau, Indonesia
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 30259150     EISSN : 29871298     DOI : https://doi.org/10.61104/ihsan.v1i2
Fokus dan Ruang Lingkup Ihsan: Jurnal Pendidikan Islam menerima naskah asli yang tidak diterbitkan dalam bahasa Indonesia atau Inggris, berdasarkan penelitian dari metodologi penelitian kuantitatif, kualitatif, campuran, atau metodologi apa pun yang terkait dengan pendidikan
Articles 250 Documents
Dinamika Perkembangan Anak Usia Dini: Kajian tentang Motorik, Bahasa, Fantasi, dan Sikap Sosial Endah Tri Wisudaningsih; M. Zayadi Animan; Mochammad Zainal Abidin
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 4 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i4.2434

Abstract

Perkembangan masa kanak-kanak merupakan fase krusial yang menentukan kualitas kehidupan individu di masa depan karena mencakup aspek motorik, kognitif, bahasa, permainan, gambaran mental, dan sikap sosial yang saling berinteraksi membentuk kepribadian anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif dinamika perkembangan anak pada masa kanak-kanak serta mengidentifikasi implikasi teoritis dan praktisnya dalam konteks pendidikan anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis literatur ilmiah, artikel jurnal, buku psikologi perkembangan, serta sumber pendidikan Islam yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan motorik menjadi dasar eksplorasi dan interaksi sosial, pengamatan dan fantasi merangsang kreativitas serta berpikir abstrak, bahasa memperkuat komunikasi dan identitas sosial, permainan berperan sebagai media pembelajaran yang holistik, gambaran mental membentuk cara anak memahami dunia, sedangkan sikap sosial menjadi fondasi pembentukan karakter. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya peran pendidik, keluarga, dan lingkungan sosial dalam menyediakan dukungan yang tepat agar anak berkembang secara optimal dan seimbang di setiap aspeknya
Pondok Pesantren dan Tantangan Teknologi Informasi: Studi Di Pondok Pesantren IMBS Miftahul Ulum Pekajangan Pekalongan Aulia Zahro; Luthfia Rosidin; Siti Aisyah; Ahmad Ta’rifin
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 4 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i4.2227

Abstract

Transformasi digital menjadi tantangan sekaligus peluang bagi lembaga pendidikan Islam, termasuk pondok pesantren, dalam mempertahankan nilai-nilai tradisional di tengah arus modernisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi teknologi informasi dalam sistem pendidikan dan manajemen Pondok Pesantren IMBS Miftahul Ulum Pekajangan Pekalongan, serta menelaah tantangan yang dihadapi dalam penerapannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pondok pesantren telah berhasil menerapkan digitalisasi melalui penyediaan laboratorium komputer, pelatihan literasi digital bagi santri, dan pembentukan tim “media santri” yang mengelola publikasi pesantren di media sosial. Implementasi tersebut memberikan dampak positif terhadap efektivitas pembelajaran, peningkatan keterampilan digital santri, serta penguatan manajemen pesantren. Penelitian ini mengimplikasikan pentingnya integrasi teknologi informasi yang berbasis nilai-nilai keislaman agar pesantren dapat menjadi model pendidikan Islam adaptif di era Society 5.0.
Implementasi Model Project Based Learning dalam Mengembangkan Kreativitas Siswa pada Mata Pelajaran Fikih di MAN Purbalingga Hilda Mar’atul ‘Athiya; Fauzi, Fauzi
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 4 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i4.2241

Abstract

Pendidikan abad ke-21 menekankan penguasaan empat kompetensi utama, yaitu kreativitas, berpikir kritis, kolaborasi, dan komunikasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi model project based learning dalam mengembangkan kreativitas siswa pada pembelajaran fikih di MAN Purbalingga. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode penelitian lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kreativitas siswa dalam pembelajaran fikih tercermin pada empat aspek. Pertama, aspek pribadi (person) ditumbuhkan melalui pembiasaan siswa untuk berpikir dan bertindak kreatif dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Kedua, aspek dorongan (press) diwujudkan dalam suasana belajar yang mendukung kebebasan psikologis dan keamanan sehingga siswa termotivasi untuk berkreasi. Ketiga, aspek proses (process) ditunjukkan melalui keterlibatan aktif siswa dalam proyek yang meliputi tahap persiapan, inkubasi, pencerahan, dan pembuktian. Keempat, aspek produk (product) terwujud melalui hasil karya siswa yang memenuhi kriteria kebaruan, pemecahan masalah, serta keterperincian dan sintesis
Implementasi Peer Teaching Method dalam Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Akidah-Akhlak di MTs N 2 Banyumas Mina Makatul Mukaromah; Fauzi, Fauzi
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 4 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i4.2243

Abstract

Keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran Akidah-Akhlak masih rendah, karena banyak peserta didik bersikap pasif dan hanya menerima materi tanpa partisipasi aktif. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana penerapan peer teaching method dapat meningkatkan keaktifan siswa pada mata pelajaran Akidah-Akhlak. Pendekatan penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Peer Teaching Method dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran Akidah-Akhlak melalui delapan aspek keaktifan. Listening Activity tampak dari kesungguhan siswa mendengarkan paparan tutor sebaya dan guru, Visual Activity meningkat saat siswa lebih fokus memperhatikan penjelasan serta membaca materi. Writing Activity terlihat dari meningkatnya kebiasaan mencatat, sementara Oral dan Mental Activity tercermin dari keberanian siswa untuk bertanya dan menjawab dalam diskusi. Emotional Activity tampak pada semangat dan antusiasme siswa, Motor Activity pada gerakan aktif selama pembelajaran, dan Drawing Activity pada kemampuan menggambar peta konsep materi dengan lebih baik.
Masa Masa Perkembangan Anak Menurut Aristoeles, Comenius, Charlotte buhler: Kajian Literatur Endah Triwisudaningsih; Mochammad Kurniawan Firmansyah; M.Wildan Maulana Arifin
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 4 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i4.2411

Abstract

Anak mengalami perkembangan secara dinamis sehingga menjadi bagian dari pembentukan kepribadian dan karakter di masa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pandangan tiga tokoh terkemuka Aristoteles,Comenius dan Charlotte Buhler mengenai tahapan perkembangan anak, serta mengkaji kembali prinsip-prinsip yang dapat digunakan dalam konteks pendidikan saat ini. Penelitian ini memakai metode library research yang menelaah serta mengkaji literatur klasik dan kontemporer secara komprehensif. Hasil kajian menunjukkan bahwa Aristoteles menekankan perkembangan moral dan intelektual sebagai dasar karakter Comenius mengedepankan pendidikan yang sesuai dengan tahap usia melalui konsep pendidikan sepanjang hayat dan Charlotte Buhler, dari sudut pandang psikologi, menyoroti kebutuhan emosional dan sosial anak di setiap fase perkembangan. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa perkembangan anak merupakan proses holistik dan berkelanjutan yang mengintegrasikan aspek kognitif, sosial, emosional, dan moral. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya pengintegrasian aspek-aspek multidimensi tersebut dalam praktik pendidikan kontemporer guna mendukung pertumbuhan anak secara optimal di Indonesia
Analisis Masa Masa Perkembangan Anak Menurut Kohnstamm, Oswald Kroh, dan Jean Piaget Wisudaningsih, Endah Tri; Mawarni, Mella Zulfia; Septiani, Laora Indah
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 4 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i4.2444

Abstract

Kajian mengenai perkembangan anak telah banyak dilakukan, namun masih terdapat kesulitan dalam memahami perbedaan teori-teori utama sehingga gambaran perkembangan menjadi kurang menyeluruh. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbandingan teori perkembangan anak menurut Kohnstamm, Oswald Kroh, dan Jean Piaget dengan menyoroti persamaan serta perbedaannya. Metode penelitian yang digunakan bersifat kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui penelaahan buku, jurnal, dan referensi relevan lainnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kohnstamm membagi perkembangan menjadi lima tahap: vital (0–1,5 tahun), estetis (1,5–7 tahun), intelektual (7–14 tahun), sosial (14–21 tahun), dan matang (21 tahun ke atas). Oswald Kroh menekankan tiga tahap: masa awal (0–3 tahun), masa kanak-kanak dan sekolah (3–13 tahun), serta remaja (13 tahun ke atas). Jean Piaget berfokus pada perkembangan kognitif yang terdiri atas tahap sensori-motor (0–2 tahun), praoperasional (2–7 tahun), operasional konkret (7–11 tahun), dan operasional formal (11 tahun ke atas). Ketiga pandangan tersebut saling melengkapi dan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai perkembangan anak. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pendidik dan orang tua dalam memahami karakteristik perkembangan anak sesuai tahapan usia
Penggunaan Aplikasi Quizizz Mode Paper Dalam Pembelajaran Akidah Akhlak di MAS Raudhatun Najah Langsa Aceh Humaira Nisa; Lathifah Hanum; Nurhanifah, Nurhanifah; Nani Endri Santi
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 4 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i4.2508

Abstract

Rendahnya partisipasi dan motivasi siswa dalam pembelajaran Akidah Akhlak di MAS Raudhatun Najah menjadi tantangan utama dalam mencapai tujuan pembelajaran yang bermakna. Ketergantungan pada metode ceramah yang monoton menyebabkan siswa kurang aktif dan sulit memahami nilai-nilai keislaman secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan serta menilai kelayakan media pembelajaran inovatif berbasis Quizizz Mode Paper sebagai alternatif bagi sekolah yang memiliki keterbatasan teknologi. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D yang mencakup tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Quizizz Mode Paper dinilai sangat layak dan efektif berdasarkan validasi ahli serta uji coba terbatas, karena mampu meningkatkan keterlibatan, motivasi, dan pemahaman siswa terhadap materi Akidah Akhlak. Implikasi penelitian ini bahwa adaptasi teknologi pembelajaran ke dalam format cetak dapat menjadi solusi strategis bagi sekolah yang belum sepenuhnya terdigitalisasi, sekaligus mendorong guru untuk berinovasi menciptakan pembelajaran yang interaktif, menyenangkan, dan berorientasi pada karakter Islami
Kontribusi Daulah Umayyah terhadap Perkembangan Pendidikan dan Peradaban Islam Adnan, Irfan Maulana; Sayyidah Haramaini
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 4 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i4.2518

Abstract

Penelitian ini membahas kontribusi Daulah Umayyah terhadap perkembangan sistem pendidikan Islam sebagai salah satu fase penting dalam sejarah peradaban Islam. Periode ini menegaskan bahwa pendidikan menjadi fondasi utama bagi kemajuan sosial, politik, dan intelektual umat Islam. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan peran Umayyad Caliphate dalam pembentukan sistem pendidikan yang terorganisir, pengembangan lembaga seperti kuttab dan masjid, serta integrasi antara ilmu keagamaan dan ilmu rasional dalam kurikulum pembelajaran. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka melalui analisis literatur klasik dan modern yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Daulah Umayyah berhasil membangun struktur pemerintahan dan pendidikan yang kuat, memperluas akses terhadap ilmu pengetahuan, serta menumbuhkan tradisi intelektual yang terbuka terhadap peradaban lain. Meskipun pada akhirnya mengalami kemunduran akibat konflik internal dan kesenjangan sosial, warisan keilmuan dan sistem pendidikannya tetap menjadi pijakan bagi perkembangan pendidikan Islam pada masa berikutnya. Temuan ini memberikan implikasi teoretis bagi kajian sejarah pendidikan Islam, khususnya dalam memahami relasi antara kekuasaan politik dan perkembangan intelektual
Representasi Pendidikan Akhlak dalam Buku Merasa Pintar Bodoh Saja Tak Punya: Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Dijk Naufal, Tama; Muh. Hanif
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 4 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i4.2523

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah tantangan degradasi moral di era digital dan peran sastra sebagai media edukasi akhlak yang efektif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis secara mendalam representasi akhlak serta kritik sosial yang terwujud dalam novel "Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya" karya Rusdi Mathari. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka kualitatif dengan landasan metodologis Analisis Wacana Kritis (AWK) Teun A. van Dijk. Analisis difokuskan pada tiga dimensi: struktur makro (tema global), superstruktur (kerangka narasi), dan struktur mikro (elemen linguistik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini secara sistematis merepresentasikan sembilan nilai akhlak melalui narasi, dialog, dan analogi. Secara AWK, struktur makro novel mengusung tema besar kritik terhadap praktik keagamaan dan kesombongan intelektual. Struktur mikro menegaskan pesan ini melalui gaya bahasa sinis, penggunaan metafora, dan ironi sebagai strategi retoris untuk menyampaikan kritik sosial dan spiritual secara persuasif
Humanisasi Pendidikan Islam: Rekonstruksi Konsep Guru dan Murid Berdasarkan Pemikiran Tokoh Humanis Muslim Indriayu Ramadhani; Samarotul Silmi; Herlini Puspika Sari; Gilang Irhamsyah
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 4 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i4.2540

Abstract

Pendidikan Islam kontemporer menghadapi krisis dehumanisasi akibat dominasi model pengajaran yang kognitif-reduksionistik dan otoriter. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi konsep guru dan murid dalam perspektif humanisme Islam. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan analisis konten filosofis terhadap pemikiran Al-Ghazali, Rumi, dan Ibnu Khaldun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru seharusnya berperan sebagai murabbi al-ruh dan sahabat dialogis (murshid) yang membimbing dengan cinta dan keteladanan moral, bukan sekadar penyampai materi. Murid diposisikan sebagai salik (penempuh jalan) yang aktif, otonom, dan berorientasi pada pencarian makna serta kontribusi sosial. Rekonstruksi ini juga menuntut reformasi kurikulum berbasis nilai humanistik, metode pembelajaran dialogis-partisipatif, serta evaluasi yang menekankan pertumbuhan karakter dan otonomi berpikir. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan Islam perlu dibangun di atas paradigma humanis-holistik agar mampu membebaskan, memanusiakan, dan memberdayakan peserta didik secara utuh