cover
Contact Name
Irvan Anwar
Contact Email
jpfi.uho@gmail.com
Phone
+6285333378236
Journal Mail Official
jpfi.uho@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo, Kampus Hijau Bumi Tridharma. JL. HEA Mokodompit, Anduonohu, Kendari 93232
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
MOSIRAHA : Jurnal Pengabdian Farmasi
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 29868165     DOI : -
Core Subject : Humanities, Health,
Mosiraha : Jurnal Pengabdian Farmasi (MJPF) merupakan jurnal ilmiah yang menerbitkan artikel atau karya ilmiah hasil kegiatan pengabdian masyarakat (PKM) dalam bidang ilmu kefarmasian. Lingkup pengabdian kepada masyarakat meliputi penyuluhan, pelatihan, pemasaran, teknologi tepat guna (TTG), desai, pemberdayaan masyarakat, dan pendidikan untuk pembagunan berkelanjutan
Articles 33 Documents
SOSIALISASI BAHAYA NARKOBA UNTUK MEWUJUDKAN GENERASI UNGGUL TANPA NARKOBA DI SEKOLAH DASAR NEGERI 1 SOROPIA Sabarudin; Rachma Malina; Nita Trinovitasari; Dian Munasari Solo; Andi Arini Astari; Kartini Kuluhu; Mini Bekti Ningsih; Muhammad Ammar; Sitti Nurul Aisyah; Ifin Naim
Mosiraha: Jurnal Pengabdian Farmasi Vol. 1 No. 2 (2023): Edisi Agustus 2023
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/mosiraha.v1i2.22

Abstract

Penyalahgunaan narkoba menjadi permasalahan yang sangat mengkhawatirkan di Indonesia. Kasus penyalahgunaan narkoba terus meningkat di beberapa kawasan Indonesia, meskipun masyarakat telah mengetahui bahaya penyalahgunaan narkoba. Penyalahgunaan narkoba dapat menyebabkan masalah kesehatan yang sangat serius teruatama pada kesehatan jiwa generasi muda yaitu dapat menimbulkan terganggunya fungsi otak, rusaknya daya ingat, sulit berkonsentrasi,mempersepsi secara tidak normal sehingga perkembangan kognitif dan mentalnya tidak normal. Berbagai cara dapat dilakukan untuk mengurangi penyalahgunaan narkoba khususnya dikalangan remaja, salah satunya dengan adanya sosialisasi. Tujuan dari kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan sosialisasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika dan obat atau bahan berbahaya lainnya. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah metode ceramah melalui sosialisai dan edutainment (edukasi sambil bermain). Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman siswa Sekolah Dasar Negeri 1 Soropia mengenai pencegahan penyalahgunaan narkotika dan obat atau bahan berbahaya lainnya yang ditandai dengan peserta mampu menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pemateri dengan tepat dan bersemangat. Tetapi, tetap diperlukan pendampingan secara khusus oleh orang tua, guru dan orang sekitar untuk pencegahan penyalahgunaan narkotika dan bahan berbahaya lainnya demi masa depan bangsa yang lebih baik.
EDUKASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK RASIONAL DI DESA PESISIR WAWORAHA KECAMATAN SOROPIA KONAWE SELATAN SULAWESI TENGGARA Sunandar Ihsan; Ruslin Ruslin; Henny Kasmawati; Dian Munasari Solo
Mosiraha: Jurnal Pengabdian Farmasi Vol. 1 No. 2 (2023): Edisi Agustus 2023
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/mosiraha.v1i2.23

Abstract

Penggunaan antibiotik di indikasikan untuk infeksi bakteri, namun dalam praktek penggunaanya di masyarakat masih banyak dijumpai tidak rasional. Hal ini dapat menyebabkan resistensi antibiotik yang terus meningkat. Diperlukan edukasi pada masyarakat untuk meningkatkan penggunaan antibiotik yang bijak dan rasional. Kegiatan ini dilakukan untuk mengedukasi masyarakat pesisir agar menggunakan antibiotik lebih tepat, aman dan efektif. Kegiatan ini dilakukan Desa Waworaha Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe Selatan. Metode yang digunakan adalah ceramah dan tanya jawab. Target sosialisasi adalah masyarakat umum dengan target khusus berupa ibu-ibu PKK, karang taruna dan warga sekitar lokasi sosialisasi yaitu di Balai Desa Waworaha. Selain ceramah juga dibagikan leaflet yang berisi informasi penggunaan antibiotik yang rasional. Pembagian leaflet dilakukan oleh mahasiswa PSPPA FF UHO yang tersebar diantara peserta sosialisasi yang bertujuan untuk pemberian informasi lebih lanjut dari materi edukasi yang diberikan. Hasil kegiatan menunjukan masyarakat antusias dengan materi sosialisasi yang ditandai dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh peserta sosialisasi. Pertanyaan tersebut berkaitan dengan apa itu antibiotik, bagaimana cara minum obatnya, apa yang harusnya dihindari kalau minum amntibiotik, bisakah minum antibiotik untuk sakit gigi, demam dan flu serta apakah antibiotik diminum hanya diwaktu sakit saja. Pertanyaan ini menunjukan tingkat pengetahuan warga tentang antibiotik memang masih kurang. Diharapkan dengan informasi yang diberikan baik dari materi sosialisasi, leaflet dan jawaban dari pertanyaan yang diajukan, pemahaman masyarakat Desa Waworaha dapat lebih bijak dan rasional dalam menggunakan antibiotik. Oleh karena itu peningkatan pemahaman terhadap masyarakat perlu terus dilakukan untuk menjamin peningkatan penggunaan antibiotik yang lebih bijak dan rasional.
PENINGKATAN PEMAHAMAN DAN KEWASPADAAN MASYARAKAT TERHADAP KASUS RESISTENSI ANTIBIOTIK DI SMA NEGERI 2 KENDARI Muhammad Hajrul Malaka; Sahidin; Sitti Raodah Nurul Jannah; Muhammad Israwan Azis; Rini Hamsidi
Mosiraha: Jurnal Pengabdian Farmasi Vol. 1 No. 2 (2023): Edisi Agustus 2023
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/mosiraha.v1i2.24

Abstract

Resistensi antibiotik merupakan permasalahan yang diakibatkan oleh penggunaan obat yang tidak rasional. dan menjadi tantangan terbesar di Indonesia yang merupakan negara tropis dengan prevalensi penyakit infeksi yang tinggi. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional contohnya adalah penggunaan antibiotik tanpa resep dokter dan masih menjadi hal yang umum di masyarakat terutama di SMA Negeri 02 Kendari. Salah satu penyebab terjadinya kasus resistensi antibiotik adalah kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan antibiotik yang benar. Sosialisasi dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa dan siswi di SMA Negeri 02 Kendari mengenai antibiotik, penggunaan antibiotik secara bijak, dan meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap kasus resistensi antibiotik. Dalam pelaksanaannya sosialisasi dilakukan secara tatap muka bersama guru maupun siswa dan siswi SMA Negeri 02 Kendari, serta pemberian leaflet berisi informasi tentang antibiotik. Pemberian kuisioner pre-test dan post-test ­juga dilakukan untuk mengetahui tingkat pemahaman masyarakat sebelum dan setelah sosialisasi. Hasil yang diperoleh menunjukkan nilai pre-test sebesar 6,7% untuk tingkat pengetahuan rendah, 20% untuk tingkat pengetahuan sedang dan 73,3% untuk tingkat pengetahuan tinggi, sehingga diperoleh kenaikan pemahaman siswa dan siswi dari hasil post-test. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa sosialisasi dan pemberian informasi melalui leaflet dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya penggunaan antibiotik secara bijak untuk mencegah kasus resistensi antibiotik. 
Sosialisasi Paradigma Hidup Sehat Sebagai Konsep Promotif dan Preventif Penyakit Menular dalam Upaya Mendukung SDGs di SMA Negeri 2 Kendari Adryan Fristiohady; Nita Trinovitasari; Rifa'atul Mahmudah; Intan Permata Putri
Mosiraha: Jurnal Pengabdian Farmasi Vol. 1 No. 2 (2023): Edisi Agustus 2023
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/mosiraha.v1i2.25

Abstract

Penyakit menular yang masih tinggi di Sulawesi Tenggara adalah DBD (Demam Berdarah Dengue). Salah satu cara mencegah penyakit DBD adalah dengan melakukan 3M (Menguras, Mengubur, dan Menutup) yang merupakan program arbovirosis pemerintah. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pemahaman sejak dini kepada siswa SMA Negeri 2 Kendari tentang penyakit menular demam berdarah dan cara pencegahan penyakit DBD dengan gerakan 3M. Metode yang digunakan adalah ceramah dan tanya jawab dengan media leaflet. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya pemahaman peserta yang dapat dilihat dari perubahan nilai pretest dan posttest. Pada saat pretest peserta yang pemahamannya dikategorikan rendah sebanyak 30 siswa, sedang 20 siswa dan tinggi 10 siswa. Pada saat posttest jumlah peserta yang pemahamannya dikategorikan rendah dan sedang menurun menjadi 5 siswa dan 15 siswa, sedangkan yang dikategorikan tinggi meningkat menjadi 40 siswa. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah penyelenggara berhasil memberikan edukasi dan sosialisasi terkait penyakit menular DBD dan cara pencegahannya dengan 3M.
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG STUNTING DAN CACINGAN DI KELURAHAN KAMBU KECAMATAN KAMBU KOTA KENDARI SULAWESI TENGGARA Ruslin; Nurull Hikmah; Irvan Anwar
Mosiraha: Jurnal Pengabdian Farmasi Vol. 1 No. 2 (2023): Edisi Agustus 2023
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/mosiraha.v1i2.26

Abstract

Stunting merupakan kondisi dimana terjadi gangguan pada masa pertumbuhan dan perkembangan akibat dari kuranngaya gizi kronik dan infeksi berular. Stunting dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain, kondisi soisal ekonomi, gizi ibu saat hamil, kurangnya asupan gizi pada bayi ataupun karena infeksi bakteri/virus pada bayi. Kondisi ini menyebabkan balita akan mengalami penghambatan pertumbuhan fisik dan kognitif yang berakibat pada bentuk fisik tubuh dan pola pikir anak dalam penyelesaian masalah. Kejadian gizi buruk dan gizi kurang kini menjadi masalah baru yang hadir dimasyarakat. Upaya penanganan gizi buruk pada balita dan anak telah banyak dilakukan di seluruh dunia termasuk Indonesia, mengingat tingginya kasus gizi buruk yang dilaporkan. Berdasarakan data RISKESDAS tahun 2007 sampai dengan 2013 terjadi peningkatan data gizi buruk (0,31%) dan gizi kurang (0,96%) di Indonesia. Hingga tahun 2022 masih terdapat 27,7% angka kejadian stunting di Sulawesi tenggara. Hal ini perlu mendapatkan perhatian untuk menekan prevalensi stunting yang sejalan dengan Perpres nomor 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting.  Kasus stunting juga erat kaitanya dengan kecacinganan.  Kejadian cacingan berulang pada anak dapat menyebabkan malnutrisi.  Stunting dapat menyebabkan cacingan karena merupakan salah satu faktor resiko kecacinganan.
PENINGKATAN PEMAHAMAN DAN KEWASPADAAN MASYARAKAT TERHADAP KASUS PENYAKIT MENULAR SEKS DI SMA NEGERI 5 KENDARI Wa Ode Sitti Zubaydah; Irvan Anwar; Sitti Raodah Nurul Jannah
Mosiraha: Jurnal Pengabdian Farmasi Vol. 1 No. 2 (2023): Edisi Agustus 2023
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/mosiraha.v1i2.27

Abstract

Penyakit menular seks (PMS) adalah penyakit yang dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui hubungan seksual. PMS dapat dialami oleh para remaja, dewasa dan tua akibat perilaku seks yang menyimpang. Kasus ini dapat dicegah sejak dini sehingga tindakan pencegahan dapat dilakukan dengan mudah. Sosialisasi dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa dan siswi di SMA Negeri 5 Kendari mengenai penyakit menular seks dan bahayanya, serta bentuk atau tindakan pencegahan yang dapat dilakukan sejak dini. Dalam pelaksanaannya sosialisasi dilakukan secara tatap muka bersama guru maupun siswa dan siswi SMA Negeri 5 Kendari, serta pemberian leaflet berisi informasi tentang PMS. Berdasarkan hasil sosialisasi yang telah dilaksanakan tersebut dapat disimpulkan bahwa sosialisasi dan pemberian informasi melalui leaflet dapat meningkatkan antusiasme dan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengetahuan dan pola pikir untuk mencegah kasus penyakit menular seks di kalangan remaja.
PENINGKATAN KUALITAS KESEHATAN SISWA SDN 100 KENDARI MELALUI EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT : PENINGKATAN KUALITAS KESEHATAN SISWA SDN 100 KENDARI MELALUI EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT Henny Kasmawati; Nurramadhani Asida; La Ode Muhammad Fitrawan; Ruslin; Aswani
Mosiraha: Jurnal Pengabdian Farmasi Vol. 1 No. 2 (2023): Edisi Agustus 2023
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/mosiraha.v1i2.28

Abstract

Rendahnya kualitas Kesehatan di Indonesia menjadikannya sebagai salah satu fokus utama pembangunan. Usia siswa sekolah dasar merupakan usia yang tepat untuk diberikan pengetahuan mengenai pentingnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Tujuan dilakukannya pengabdian kepada masyarakat ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan siswa SDN 100 Kendari terhadap perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Metode penyampaian materi secara ceramah dengan media materi leaflet yang berisi pengenlan PHBS dan delapan indikator PHBS di sekolah, menonton bersama video gerakan cuci tangan yang benar. Pre-test dan post-test berupa kuis dilakukan sebelum dan setelah materi. Hasil edukasi PHBS terlihat siswa sangat antusias mengikuti jalannya sosialisasi pengenalan PHBS dan mampu memperagakan gerakan cuci tangan yang benar, serta siswa sangat bersemangat menjawab post-test yang diberikan. Kesimpulan melalui edukasi siswa dapat meningkatkan pengetahuan mengenai pentingnya penerapan delapan indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di sekolah dan cara cuci tangan yang benar
SOSIALIASI TENTANG PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DAN MENGENAL KARAKTERISTIK JAJANAN SEHAT PADA ANAK SEKOLAH DASAR NEGERI 6 KENDARI Nuralifah Nuralifah; Loly Subhiaty Idrus; Parawansah
Mosiraha: Jurnal Pengabdian Farmasi Vol. 1 No. 2 (2023): Edisi Agustus 2023
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/mosiraha.v1i2.31

Abstract

Makanan jajanan merupakan sesuatu yang perlu menjadi perhatian karena beberapa makanan jajanan tidak higienis sehingga sangat beresiko terhadap cemaran yang dapat mengganggu kesehatan. Anak sekolah dasar sangat rentan dalam masalah ini karena anak tersebut belum mengerti cara memilih jajanan yang sehat sehingga dapat berakibat buruk pada kesehatannya sendiri. Tujuan dari sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai perilaku hidup sehat dan bersih (PHBS) serta mengenal jajanan sehat, bergizi dan aman. Kegiatan ini bermitra dengan SD Negeri 6 Kendari sebagai penyedia sarana sosialisasi dan Balai Pemeriksaan Obat dan Makanan Kendari sebagai narasumber. Metode yang digunakan adalah Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian yaitu sosialisasi persuasif secara luring mengenai dua topik utama dan dipresentasikan oleh 2 narasumber yang berasal dari Balai Pemeriksaan Obat dan Makanan Kendari dan Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo. Target peserta sosialisasi adalah siswa/siswi kelas 1 SD Negeri 6 Kendari. Pemberian informasi melalui slide presentasi yang dibuat menarik dan warna warni untuk menarik perhatian siswa. Selain pemberian materi, siswa SD Negeri 1 Kendari juga disajikan musik dan nyanyian 7 langkah mencuci tangan agar siswa lebih tertarik, santai, tidak mudah bosan dan lebih mudah mengikuti instruksi mencuci tangan yang baik. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme peserta didik sangat tinggi terlihat dari peserta didik saling berlomba-lomba untuk menjawab pertanyaan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan siswa SD Negeri 6 Kendari mengenai perilaku hidup sehat dan bersih serta mengenal jajanan sehat, bergizi dan aman.
SOSIALISASI DAN EDUKASI APOTEKER CILIK DI SD NEGERI 1 SOROPIA Vica Aspadiah; Wahyuni; Asniar Pascayantri; Irvan Anwar; Hasnawati
Mosiraha: Jurnal Pengabdian Farmasi Vol. 1 No. 3 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah pesisir merupakan daerah yang cenderung memiliki keterbatasan akses, baik dalam hal sarana dan prasarana ataupun kemajuan pengetahuan khususnya dalam bidang kesehatan. Masyarakat sadar akan pentingnya kesehatan, namun hal tersebut belum diikuti dengan pengetahuan yang benar. Apoteker merupakan salah satu profesi tenaga kesehatan yang keahliannya belum dikenal luas oleh masyarakat. Padahal profesi ini memiliki peran penting dalam memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang obat-obatan guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat ke arah yang lebih baik. Pengenalan apoteker sejak dini sangat penting sejalan dengan kampanye yang dilaksanakan oleh World Health Organization dalam upaya menjalankan dan menegaskan kegiatan promosi kesehatan yang dilaksanakan di Sekolah-sekolah dasar di Indonesia. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk mengedukasi anak-anak di SD Negeri 1 Soropia, Desa Waworaha, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe agar lebih mengenal profesi Apoteker dan tugasnya serta mengetahui cara penggunaan obat yang baik dan benar sejak dini. Selain itu, agar dapat menumbuhkan minat anak-anak kepada profesi Apoteker dan informasi penggunaan obat yang baik dan benar dapat diterapkan dalam kehidupan mereka sehari-hari. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah presentasi materi, games, pembagian hadiah, serta pemasangan selempang Apoteker Cilik. Kegiatan sosialisasi apoteker cilik ini dapat memberikan pemahaman materi mengenai Profesi Apoteker dan tugasnya serta cara penggunaan obat yang baik dan benar kepada para peserta yang dibuktikan dengan peningkatan pengetahuan saat tanya jawab setelah sosialisasi.
PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM SEKITAR DALAM UPAYA PENANGGULANGAN STUNTING DI DESA SOROPIA KECAMATAN SOROPIA Irnawati; Mesi Leorita; Ruslin; Muhammad Ilyas Yusuf; Sunandar Ihsan
Mosiraha: Jurnal Pengabdian Farmasi Vol. 2 No. 1 (2024): Edisi April 2024
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/mosiraha.v1i3.11

Abstract

Stunting pada anak-anak merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia. Stunting menjadi masalah yang sangat serius karena mempengaruhi kualitas sumber daya manusia di masa mendatang. Oleh karena itu, penting adanya promosi kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya stunting. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat desa Soropia tentang bahaya stunting. Metode yang digunakan pada kegiatan ini yaitu penyuluhan atau ceramah. Hasil kegiatan pengabdian ini terlihat antusias masyarakat Desa Soropia untuk mengikuti/menerima informasi yang disampaikan tentang bahaya stunting. Hasil diperoleh dari sosialisasi ini yaitu masyarakat dapat memahami materi tentang bahaya stunting yang dibuktikan dengan peningkatan pengetahuan setelah sosialisasi dan pemahaman masyarakat Soropia mengenai bahaya stunting dan pentingnya mencegah stunting sejak masa kehamilan

Page 2 of 4 | Total Record : 33