cover
Contact Name
Irvan Anwar
Contact Email
jpfi.uho@gmail.com
Phone
+6285333378236
Journal Mail Official
jpfi.uho@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo, Kampus Hijau Bumi Tridharma. JL. HEA Mokodompit, Anduonohu, Kendari 93232
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
MOSIRAHA : Jurnal Pengabdian Farmasi
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 29868165     DOI : -
Core Subject : Humanities, Health,
Mosiraha : Jurnal Pengabdian Farmasi (MJPF) merupakan jurnal ilmiah yang menerbitkan artikel atau karya ilmiah hasil kegiatan pengabdian masyarakat (PKM) dalam bidang ilmu kefarmasian. Lingkup pengabdian kepada masyarakat meliputi penyuluhan, pelatihan, pemasaran, teknologi tepat guna (TTG), desai, pemberdayaan masyarakat, dan pendidikan untuk pembagunan berkelanjutan
Articles 33 Documents
EDUKASI APOTEKER CILIK PADA SISWA SD NEGERI 3 SOROPIA, KECAMATAN SOROPIA, KABUPATEN KONAWE Ruslin; Wa Ode Sitti Zubaydah; Nita Trinovitasari; Astrid Indahlifiany; Asniar Pascayantri; Rifa'atul Mahmudah; Rahmat Muliadi
Mosiraha: Jurnal Pengabdian Farmasi Vol. 2 No. 1 (2024): Edisi April 2024
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat mulai sadar akan kesehatan namun belum diikuti dengan pengetahuan yang benar. Upaya dalam pelaksanaan kesehatan pada masyarakat, apoteker memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat ke arah yang lebih baik. Pengenalan apoteker sejak dini sangat penting sebagai program pendidikan dan pelayanan kesehatan di tingkat sekolah dasar. Program apoteker cilik di sekolah-sekolah dasar merupakan sebagai bentuk pengenalan dan edukasi mengenai profesi apoteker sehingga dapat menumbuhkan minat generasi muda terhadap profesi apoteker. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan sosialisasi kepada anak-anak usia dini di SDN 3 Soropia, Desa Soropia Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe agar mengetahui profesi apoteker serta tugasnya. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah presentasi materi, games, pembagian snack, pemberian hadiah, serta pemasangan selempang apoteker cilik. Hasil kegiatan pengabdian ini yaitu anak-anak pesisir SDN 3 Soropia dapat mengetahui sosok profesi Apoteker serta tugasnya. Kesimpulan yang diperoleh dari sosialisasi apoteker cilik yaitu peserta dapat memahami materi mengenai profesi Apoteker serta tugasnya yang dibuktikan dengan peningkatan pengetahuan setelah sosialisasi dan pemahaman anak-anak pesisir SDN 3 Soropia mengenai profesi apoteker.
PEMAHAMAN SEJAK DINI TENTANG PENYAKIT MENULAR SEKSUAL SEBAGAI PONDASI UNTUK GENERASI YANG LEBIH SEHAT Adryan Fristiohady; Sahidin; Wahyuni; Muhamad Handoyo Sahumena; Asriullah Jabbar; Muhammad Alim Marhadi; Nurull Hikmah
Mosiraha: Jurnal Pengabdian Farmasi Vol. 2 No. 1 (2024): Edisi April 2024
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/mosiraha.v2i1.16

Abstract

Penyakit menular seksual (PMS) adalah suatu gangguan atau penyakit yang ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui kontak atau hubungan seksual. Tujuan dari kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman sejak dini tentang penyakit menular seksual sebagai pondasi untuk generasi yang lebih sehat kepada pelajar SMA Negeri 5 Kendari. Metode yang digunakan adalah dengan pembagian leaflet dan pemberian materi dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Hasil dari kegiatan ini adalah pelajar dapat memahami tentang hal – hal yang berhubungan dengan penyakit menular seksual meliputi tanda dan gejala, jenis – jenis, dan upaya pencegahan penyakit menular seksual. Kesimpulan dari kegiatan sosialisasi ini yaitu masih minimnya pengetahuan pelajar mengenai penyakit menular seksual, sehingga dengan adanya sosialisasi ini dapat meningkatkan kesadaran pelajar tentang bahaya penyakit menular seksual dengan memperoleh pemahaman dan informasi yang menghasilkan suatu perubahan perilaku termasuk pengetahuan dan sikap. Kata Kunci: PMS, Pencegahan PMS, Kontak seksual, Generasi muda
DAGUSIBU DI SMP NEGERI 2 SOROPIA, DESA SOROPIA, KECAMATAN SOROPIA DALAM MENIGKATKAN PENGETAHUAN ANAK TERHADAP KESEHATAN Irvan Anwar; Henny Kasmawati; Fery Indradewi; Hasnawati; Nurramadhani A.Sida; Vica Aspadiah; Nur Illiyyin Akib; Halik; Nur Rayani
Mosiraha: Jurnal Pengabdian Farmasi Vol. 2 No. 1 (2024): Edisi April 2024
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/mosiraha.v2i1.17

Abstract

Obat merupakan zat yang digunakan untuk pencegahan dan penyembuhan penyakit serta pemulihan dan peningkatan kesehatan bagi penggunanya. Pemahaman dan pengetahuan penggunaan obat yang baik dan benar merupakan bagian penting dari tercapainya kesehatan seseorang. Upaya meningkatkan penggunaan obat yang baik dan benar dapat diakselerasi melalui sosialisasi dan edukasi tentang Dagusibu (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat dengan benar dan tepat) dan tanya 5O kepada apoteker. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan adik-adik SMPN 2 Soropia tentang cara penggunaan obat yang baik dan benar di kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan pada kegiatan ini berupa cerama dan diskusi. Dari hasil kegiatan ini, adik-adik SMPN 2 Soropia telah mendapat informasi dan memahami cara penggunaan obat yang baik dan benar.
SOSIALISASI PENINGKATAN KESADARAN REMAJA TERHADAP PENYAKIT MENULAR SEKSUAL (HIV/AIDS) DI SMAN 3 KENDARI, KESSILAMPE Muhammad Hajrul Malaka; H Halik; Loly Subhiaty Idrus; Muhammad Fachry Syawal Putra; Devitria Kartika; Fitra Nur Awalia; Hafidzah Wardani; Wa Ode Siti Sriandri
Mosiraha: Jurnal Pengabdian Farmasi Vol. 1 No. 3 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pergaulan remaja masyarakat Indonesia saat ini dapat dikatakan sangat bebas dan tidak bias dikendalikan bahkan oleh orang terdekatnya sekalipun, dampak dari pergaulan bebas ini salah satunya dapat meningkatkan kasus penyakit menular seksual di kalangan remaja. penyakit menular seksual yang sangat dikenal masyarakat saat ini yaitu hiv/aids. Upaya yang bias dilakukan untuk mencegah dan meminimalisir penyakit ini yaitu dengan melalui sosialisasi-sosialisasi oleh tenaga kesehatan. Salah satu profesi tenaga kesehatan yang bisa berperan dalam mewujudkan upaya kesehatan adalah profesi apoteker. Apoteker memegang peranan penting demi tercapainya derajat kesehatan masyarakat. Dalam upaya mencegah penularan penyakit menular seksual, mahasiswa Apoteker Universitas Halu Oleo melakukan sosialisasi peningkatan kesadaran remaja terhadap penyakit menular seksual (HIV/AIDS) di SMAN 3 Kendari, Kessilampe. Sosialisasi ini merupakan suatu kegiatan untuk meningkatkan kesadaran remaja tentang bahayanya apabila sudah tertular penyakit menular seksual (HIV/AIDS), meningkatkan pemahaman para pelajar SMAN 3 Kendari dalam mencegah dan menanggulangi HIV/AIDS, serta menumbuhkan kesadaran pelajar SMAN 3 Kendari tentang pencegahan dan penanggulangan dari HIV/AIDS. Tujuan dari kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan dikalangan pelajar, terutama siswa SMA terkait pentingnya pencegahan penyakit menular seksual HIV/AIDS
SOSIALISASI DAGUSIBU (DAPATKAN, GUNAKAN, SIMPAN DAN BUANG) OBAT DENGAN CARA YANG BENAR DAN PENYULUHAN PENGGUNAAN OBAT DIABETES MELITUS PADA PASIEN LANJUT USIA DI BLUD UPTD PUSKESMAS PUUWATU KOTA KENDARI Nuralifah; Irvan Anwar; Parawansah; Rachma Malina; Arfan; Nurramadhani A.Sida
Mosiraha: Jurnal Pengabdian Farmasi Vol. 2 No. 1 (2024): Edisi April 2024
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/mosiraha.v2i1.32

Abstract

Program DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) obat merupakan upaya peningkatan pengetahuan masyarakat dalam menggunakan dan mengelola obat. Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit yang sering menyerang masyarakat Indonesia. Tujuan dari kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan sosialisasi DAGUSIBU dan Penyuhan diabetes mellitus dalam mendukung peningkatan kesehatan (promotif) dan pencegahan penyakit (preventif) pada masyarakat di kecamatan Puuwatu dan diutamakan pada masyarakat lanjut usia. Kegiatan yang dilakukan dalam program pengabdian kepada masyarakat di kecamatan puuwatu dan berlokasi di puskesmas puuwatu diikuti oleh 25 peserta. Metode yang digunakan yaitu ceramah dan leaflet dagusibu. Pemateri yaitu dokter dan perwakilan dari Fakultas Farmasi. Materi yang dibawakan oleh dokter mengenai penyakit diabetes melitus, dan perwakilan farmasi memberikan materi DaGuSiBu. Keberhasilan kegiatan sosialisasi dilihat pada post test berupa tanya jawab langsung pada pasien. Hasil yang diperoleh yaitu pasien menerima materi dengan baik, materi yang diberikan berupa pengenalan mengenai pola hidup sehat untuk mencegah diabetes mellitus serta penggunaan obat-obat diabetes mellitus. Dilanjutkan materi DaGuSiBu memuat jenis-jenis obat, dimana saja obat dapat diperoleh, cara penyimpanan, dan carab uang obat yang benar. Selain itu juga meningkatkan. Pengetahuan pasien bertambah yang ditunjukkan dengan antusiasme saat menjawab post test yang diberikan. Kesimpulan kegiatan ini yaitu sosialisasi DAGUSIBU pada pasien di BLUD UPTD Puskesmas Puuwatu berhasil meningkatkan pengetahuan pasien terkait obat dan penyeakit diabetes melitus
SOSIALISASI PENGGUNAAN SKINCARE DAN KOSMETIK YANG AMAN DAN TEPAT BAGI REMAJA DI PONDOK TAHFIDZ ABDURRAHMAN BIN AUF KENDARI Rifaatul Mahmudah; Nur Illiyyin Akib; Arfan; Nurull Hikmah; Ruslin
Mosiraha: Jurnal Pengabdian Farmasi Vol. 1 No. 3 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit merupakan bagian tubuh yang berperan penting untuk menunjang penampilan terutama pada bagian wajah. Skincare dan kosmetik merupakan rangkaian produk yang dapat merawat serta memperindah kulit, sehingga banyak wanita sejak usia remaja mulai menggunakan skincare maupun kosmetik. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pemahaman sejak dini kepada siswi di Pondok Tahfidz Abdurrahman bi Auf Kendari mengenai skincare dan kosmetik yang aman dan tepat bagi remaja. Metode yang digunakan adalah pemaparan materi menggunakan Ms. Power point dan tanya jawab. Hasil dari kegiatan ini adalah peserta terlihat antusias dan menikmati materi yang disajikan oleh pemateri, terlihat dari banyaknya pertanyaan-pertanyaan yang masuk kepada pemateri. Peserta juga mampu memahami dengan baik materi yang disajikan, terbukti dengan para siswa yang mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilempar balik oleh pemateri. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah sosialisasi mengenai skincare dan kosmetik merupakan topik yang menarik dan mampu dipahami bagi para remaja sehingga dapat dilakukan ke sekolah-sekolah lainnya
SOSIALISASI DAN EDUKASI BAHAYA ANEMIA DAN PENGGUNAAN TABLET PENAMBAH DARAH (Fe) PADA SISWA DI SMA NEGERI 2 KENDARI Sabarudin; Rifa'atul Mahmudah; Loly Subhiaty Idrus; Sitti Raodah Nurul Jannah; Nurull Hikmah; Rachma Malina; Fifi Nirmala
Mosiraha: Jurnal Pengabdian Farmasi Vol. 1 No. 3 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/mosiraha.v1i3.34

Abstract

SMA Negeri (SMAN) 2 Kendari merupakan salah satu Sekolah Menengah Atas Negeri yang ada di Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara, Indonesia yang terletak di Jln. Sisingamangaraja no 41, Poasia, Kota Kendari, dan telah mengantongi akreditasi A. Total keseluruhan peserta didik pada sekolah ini sebesar 1.389 siswa, 81 guru, 4 tendik dan 4 PTK. Jumlah siswa yang cukup banyak di sekolah tersebut dianggap layak mewakili remaja di kota Kendari untuk dilakukan penyuluhan mengenai bahaya anemia dan penggunaan tablet tambah darah. Terutama, karena remaja dianggap masih minim pengetahuan mengenai anemia. Anemia terjadi karena defisiensi zat besi. Kejadian paling sering dialami oleh siswi remaja dalam periode menstruasi. Pada siswa sekolah anemia dapat meyebabkan penurunan konsentrasi dan menurunnya daya tangkap terhadap Pelajaran. Gejala anemia seperti Lelah,lelah, lesu muka pucat dan penurunan konsentrasi adalah beberapa bahaya yang ditimbulkan akibat defisiensi zat besi. Selain itu, efek jangka Panjang seperti gagal jantung kongestif, penyakit infeksi kuman, thalasemia, gangguan sistem imun, dan meningitis jika tidak diobati dalam waktu yang lama. Tujuan dari program kemitraan masyarakat ini adalah untuk mengedukasi bahaya anemia dan penggunaan tablet tambah darah pada siswa SMAN 2 kendari dengan metode caramah dan pembagian leaflet. Siswa yang telah menerima materi terkat anemia dan tablet tambah darah meningalami peningakatan pengetahuan sebesar setelah diedukasi sehingga dapat meningkatkan kesehatan tubuh dan menghasilkan generasi muda yang lebih sehat.
PENYULUHAN PENCEGAHAN STUNTING BAGI MASYARAKAT UNTUK PERTUMBUHAN OPTIMAL ANAK DI KECAMATAN SOROPIA, KABUPATEN KONAWE Yamin; Dian Munasari Solo; Sabarudin; Arfan; Sitti Raodah Nurul Jannah; Nurull Hikmah; La Ode Nggawu; La Ode Muhammad Fitrawan
Mosiraha: Jurnal Pengabdian Farmasi Vol. 2 No. 1 (2024): Edisi April 2024
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/mosiraha.v2i1.35

Abstract

Stunting merupakan kondisi pertumbuhan terhambat pada anak akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada periode seribu hari pertama kehidupan (mulai dari kehamilan hingga usia 2 tahun). Stunting ditandai dengan tinggi badan anak yang lebih pendek dari standar yang seharusnya pada usia tertentu. Penyuluhan pencegahan stunting harus terus dilakukan, karena angka stunting di Indonesia khususnya kabupaten Konawe masih terbilang tinggi. Menurut data SSGI (Survei Status Gizi Indoensia) tahun 2021, angka stunting di kabupaten Konawe mencapai 26,2%. Pencegahan stunting dimulai sejak sebelum ibu melahirkan sampai anak berusia 2 tahun. Banyak faktor yang menjadi penyebab terjadinya stunting yang perlu diketahui oleh masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan kesadaran, pemahaman dan pengetahuan kepada masyarakat dalam upaya pencegahan stunting pada anak untuk mewujudkan pertumbuhan optimal anak. Lokasi pengabdian ini dilakukan di desa Soropia dan desa Waworaha, kecamatan Soropia, kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara dengan target penyuluhan kelompok masyarakat di desa tersebut. Kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah, pemberian leaflet dan brosur, booklet serta diskusi tanya jawab dengan peserta kegiatan pengabdian yang berjumlah 50 orang. Materi yang disampaikan terkait stunting, faktor penyebab, ciri-ciri stunting, dampak, pencegahan dan cara penanganan stunting.
A EDUKASI MANFAAT TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) UNTUK KESEHATAN GURU DAN MURID DI SMAS KARTIKA KENDARI : EDUKASI MANFAAT TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) UNTUK KESEHATAN GURU DAN MURID DI SMAS KARTIKA KENDARI Thamrin -
Mosiraha: Jurnal Pengabdian Farmasi Vol. 1 No. 3 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/mosiraha.v1i3.39

Abstract

Dengan adanya isu back to nature, penggunaan obat herbal dari Taman Obat Keluarga (TOGA) menjadi semakin populer karena harganya yang lebih murah dan efek samping yang lebih sedikit dibandingkan obat tradisional. Keuntungan penggunaan obat herbal adalah memiliki lebih dari satu efek farmakologis, lebih mudah diperoleh, lebih mudah digunakan, dan lebih tepat untuk berbagai kelainan metabolisme dan genetik. Tujuan pengabdian yaitu untuk meningkatkan pengetahuan guru dan murid mengenai kapulaga dan kayu manis merupakan jenis tanaman yang dapat dibidudaya pada TOGA serta manfaatnya terhadap kesehatan. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan metode sosialisasi dan edukasi tentang khasiat TOGA secara ilmiah, penanaman TOGA, dan pengolahan TOGA. Edukasi dilakukan dengan mengenalkan khasiat kapulaga dan kayu manis sebagai tanaman obat. Kegiatan pengabdian secara keseluruhan dapat berjalan baik dan konduksif, hal ini terlihat banyak pertanyaan yang diajukan guru dan murid mendapatkan pengetahuan baru mengenai jenis tanaman kapulaga dan kayu manis.
SOSIALISASI PROFESI APOTEKER UNTUK ANAK USIA SEKOLAH DASAR MELALUI PROGRAM APOTEKER CILIK DI SDN 94 KENDARI Muhammad Hajrul Malaka; Loly Subhiaty Idrus; Sitti Raodah Nurul Jannah; Nita Trinovitasari; rifa'atul Mahmudah
Mosiraha: Jurnal Pengabdian Farmasi Vol. 2 No. 1 (2024): Edisi April 2024
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai masalah kesehatan masih banyak ditemui terutama terkait penggunaan obat yang tidak rasional, penyalahgunaan obat, serta permasalahan lainnya. Berbagai masalah ini perlu ditanggulangi secara tepat salah satunya melalui edukasi anak usia dini. Anak-anak di wilayah pesisir cenderung sulit untuk mendapatkan informasi terkait apoteker dan cara penggunaan obat yang banar. Oleh karena itu, minat dan pengetahuan anak terkait obat dan profesi apoteker didaerah pesisir sangat minim. Apoteker Cilik merupakan sebuah gagasan sebagai upaya untuk membangkitkan eksistensi profesi Apoteker secara lebih nyata sebagaimana profesi kesehatan lainnya. Program sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan edukasi mengenai profesi apoteker dan pemahaman terkait cara mendapatkan menggunakan, menyimpan dan membuang obat yang baik dan benar pada anak sejak dini. Sosialisasi Apoteker Cilik dilakukan oleh mahasiswa Apoteker dan Dosen Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo, di SDN 94 Kendari, Kelurahan Nambo, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Peserta program ini terdiri dari siswa-siswi kelas 5 dan 6 yang berjumlah 44 orang. Kelas tinggi dipilih karena dinilai cukup mampu untuk menerima materi sosialisasi yang diberikan serta mengimplementasikannya secara tepat. Dalam kegiatan ini digunakan metode pemaparan materi secara oral serta kuis dan tanya jawab interkatif untuk menguji tingkat pemahaman dari peserta sebelum dan sesudah sosialisasi. Hasil evaluasi menunjukan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan pada 90% total peserta terhadap materi yang diberikan. Selain itu juga terdapat peningkatan minat pada 58% peserta terhadap Profesi Apoteker. Peserta yang mengikuti sosialisasi mendapatkan ilmu serta dapat memahami materi mengenai Profesi Apoteker dan tugasnya serta cara penggunaan obat yang baik dan benar. Dapat disimpulkan sosialisasi Apoteker Cilik di SDN 94 Kendari terdapat peningkatan pengetahuan dan minat dari peserta sosialisasi.

Page 3 of 4 | Total Record : 33