cover
Contact Name
Muhammad Masyhuri
Contact Email
jurnalrisalatuna@gmail.com
Phone
+6285258606162
Journal Mail Official
jurnalrisalatuna@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pondok Pesantren Kiai Syarifuddin Kedungjajang, Lumajang 67358, Indonesia | Email: risalatuna@iaisyarifuddin.ac.id ; Phone/Fax. (0334) 887071
Location
Kab. lumajang,
Jawa timur
INDONESIA
Risalatuna: Journal of Pesantren Studies
ISSN : 28283473     EISSN : 28099753     DOI : https://doi.org/10.54471/rjps
Risalatuna: Journal of Pesantren Studies (e-ISSN: 2809-9753, p-ISSN: 2828-3473) published twice a year (January and July) by Center for Pesantren and Community Development Studies - Islamic Institute of Syarifuddin, Indonesia. Risalatuna: Journal of Pesantren Studies accommodates critical thinking and is open to all circles (Academics, Community Development, Religious Leaders, Intellectuals, and Santri) with the specifications of Pesantren Studies and research in the field of Islamic Education, Islamic Education Teachers and /or Pesantren School Teachers as well as Management of Pesantren studies.
Articles 61 Documents
Penerapan Metode Self Healing dalam Pengendalian Emosi Santriwati Pondok Pesantren Miftahul Ulum Ranupakis Klakah Halimatus Zahroh; Qurroti A’yun
Risalatuna Journal of Pesantren Studies Vol. 4 No. 1 (2024): JANUARY
Publisher : Pesantren and Community Development Studies - Islamic Institute of Syarifuddin, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/rjps.v4i1.2933

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode self healing dalam pengendalian emosi santriwati Pondok Pesantren Miftahul Ulum Ranupakis dan untuk mengetahui apa saja faktor yang mempengaruhi pengendalian emosi santriwati Pondok Pesantren Miftahul Ulum Ranupakis. Sedangkan untuk Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif, dengan pendekatan jenis penelitian studi kasus, untuk teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara dengan pengurus Pondok Pesantren, wakil pengurus Pondok Pesantren, sekertaris Pondok Pesantren beserta 6 santriwati Pondok Pesantren Miftahul Ulum Ranupakis. Adapun hasil penelitian yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu menunjukkan bahwa ada empat santriwati yang dapat mengendalikan emosi dengan baik dan ada dua santriwati yang belum bisa mengendalikan emosi dengan baik serta adanya penerapan metode self healing yang berupa self healing wudhu’, self healing berdzikir, self healing mengaji Al-Qur'an dan bercerita kepada teman. sedangkan untuk faktor yang mempengaruhi pengendalian emosi santriwati yaitu faktor lingkungan seperti, mempunyai konflik dengan teman, keluarga, sekolah, kegiatan pondok yang padat dan peraturan pondok yang ketat.
Menggagas Paradigma Entrepreneurship di Pondok Pesantren Zaidatun Nafisah; Muttaqin, Ahmad Ihwanul; Fariqoini, Anyyul; Muzayyanah Sa’diyah
Risalatuna Journal of Pesantren Studies Vol. 4 No. 1 (2024): JANUARY
Publisher : Pesantren and Community Development Studies - Islamic Institute of Syarifuddin, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/rjps.v4i1.2934

Abstract

Pada umumnya pondok pesantren merupakan tempat pendidikan yang hanya memprioritaskan pembelajaran agama dan moral. Namun seiring berkembangnya zaman, pesantren ikut berpartisipasi dan berperan langsung dalam membangun beradaban melalui pendidikan entrepreneurship. Sehingga lulusan pondok pesantren tidak kebingungan mencari ataupun menciptakan lapangan kerja ditengah kehidupan bermasyarakat. Penelitian ini memberikan gambaran mengenai pendidikan entrepreneurship santri secara lokal dan global yang mampu memberikan transformasi demi pengembangan masa depan. Riset ini menggunakan pendekatan kajian Pustaka (library research). Hasil riset menunjukkan bahwa kegiatan wirausaha (entrepreneurship) bagi santri, sangat efektif dan memberikan perubahan yang segnifikan baik secara keterampilan, ekonomi, life skill, mental dan relasi. Dengan pendidikan entrepreneurship ini santri diarahkan serta dipersiapkan untuk menghadapi kehidupan setelah lulus melalui keterampilan yang telah mereka kuasai dan pelajari selama ini. Selain itu, impact bagi pondok pesantren menjadikan lembaga pendidikan yang dikenal sebagai pencetak wirausaha baru disektor indrusti. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya unit usaha yang didirikan oleh beberapa pondok pesantren.
Intelektualisme Pesantren; Studi Geneologi dan Jaringan Syekh Nawawi Al-Bantani dan Syekh Mahfuzh At-Tarmasi Imron Nur Syafaat; Abdul Mutholib; Al-Majid, Abdul Rouf
Risalatuna Journal of Pesantren Studies Vol. 4 No. 1 (2024): JANUARY
Publisher : Pesantren and Community Development Studies - Islamic Institute of Syarifuddin, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/rjps.v4i1.2935

Abstract

Artikel ini mengkaji intelektualisme pesantren yang sejak dahulu merawat tradisi mereka dalam menjaga transmisi ilmu dengan koneksi isnad (geneologi) dengan menggunakan jenis penelitian library reseach (kepustakaan) dengan menggunakan analisis deskriptif tentang ketersambungan genelogi intelektualisme pesantren di Indonesia terhadap Syekh Nawawi al-Bantani dan Syekh Mahfudz at-Tarmasi yang bertujuan menggambarkan secara sistematis dan faktual tentang data yang ditemukan, kemudian diolah dan dianalisis sesuai teori yang ada. Pesantren di Indonesia mempunyai geneologi yang tersambung dengan Syekh Nawawi al-Bantani dan Syekh Mahfudz at-Tarmasi. Kedua ulama internasional ini menjadi jembatan penghubung transmisi intelektual dari pusat peradaban timur tengah menuju pesantren-pesantren di Indonesia dengan tersebarnya murid-murid beliau di wilayah nusantara, seperti KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Ahmad Dahlan, dua ulama nusantara pendiri dua organisasi Islam terbesar di Indonesia. Selain mentransfer intelektualitas lewat pembelajaran, Syekh Nawawi al-Bantani dan Syekh Mahfudz at-Tarmasi juga mempunyai banyak karya kitab yang sampai saat ini menjadi kurikulum di setiap satuan lembaga pendidikan di pesantren.
Moderasi Beragama di Pondok Pesantren Bali Bina Insani dalam Konteks Masyarakat Multikultural Maulidia, Rahma Alfina; Mufidatuzzulfa, Nisa; Saputra, M Rinka; Hamdani, Miftah; Firdaus, M Nur; Pristalinda, Delfina Eka; Khobir, Abdul
Risalatuna Journal of Pesantren Studies Vol. 5 No. 2 (2025): JULY
Publisher : Pesantren and Community Development Studies - Islamic Institute of Syarifuddin, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/rjps.v5i2.3281

Abstract

Studi ini menyoroti Pondok Pesantren Bali Bina Insani yang berlokasi di tengah masyarakat mayoritas Hindu, dengan fokus pada peran pesantren dalam mengembangkan pendidikan multikultural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta analisis data secara tematik untuk mengidentifikasi pola strategi moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren menerapkan tiga strategi utama: metode kontribusi melalui partisipasi santri dalam kegiatan lintas budaya, metode pengayaan dengan integrasi materi toleransi ke dalam kurikulum, dan metode aksi sosial berupa keterlibatan aktif dalam kegiatan masyarakat multikultural. Implementasi strategi ini berdampak pada terbentuknya budaya toleransi, penguatan dialog antaragama, serta pengakuan publik terhadap pesantren sebagai model kerukunan, sebagaimana ditunjukkan dalam forum nasional dan internasional. Kesimpulannya, moderasi beragama yang dijalankan di Pondok Pesantren Bali Bina Insani berkontribusi pada pembentukan santri yang inklusif sekaligus memperkuat kohesi sosial di lingkungan multikultural. Temuan ini merekomendasikan agar pesantren di daerah lain dengan keragaman serupa mengadopsi pendekatan moderasi beragama sebagai model pendidikan transformatif.
Roots of Traditional Islamic Thought in Indonesia: Paradigms and Key Figures in Pesantren Education Fitrotul Maulidina; Mubaraq, Zulfi
Risalatuna Journal of Pesantren Studies Vol. 5 No. 2 (2025): JULY
Publisher : Pesantren and Community Development Studies - Islamic Institute of Syarifuddin, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/rjps.v5i2.3603

Abstract

This study examines the roots of traditional Islamic thought in Indonesia with a focus on the paradigm, influencing factors, and educational implications of Islamic boarding schools (pesantren). Previous studies have often been limited to historical, biographical, or conceptual approaches, resulting in partial understandings. To address this gap, the present research employs a systematic literature review (SLR) with a qualitative approach. Data were collected from 30 peer-reviewed national journal articles published between 2015–2025, selected through a three-stage process of identification, screening, and eligibility. Analysis was conducted using Harold Lasswell’s content analysis framework to categorize findings into three main clusters. The results reveal three dominant paradigms of traditional Islamic thought: conservative, modernist, and pragmatic. The development of these paradigms is shaped by internal factors including pesantren knowledge, kyai spirituality, and local customary values and external factors such as social change, technology, and politics. The implications are twofold: positively, traditional Islamic thought contributes to civilization, inclusiveness, and educational transformation; negatively, it presents challenges such as resistance to change, interpretative conflicts, and unequal access. This study contributes to the scholarship on Indonesian Islamic education by offering a comprehensive synthesis of pesantren’s role as both a preserver of tradition and an agent of adaptation in modern society. The findings highlight the need for pesantren to develop hybrid models that integrate classical learning with contemporary educational practices, ensuring their continued relevance in the global context.
Membangun Aturan dan Karakter: Studi Peran Pengurus Pesantren dalam Membentuk Disiplin dan Resiliensi Santri A’yun, Qurroti; Uzra, Nadifatul
Risalatuna Journal of Pesantren Studies Vol. 5 No. 2 (2025): JULY
Publisher : Pesantren and Community Development Studies - Islamic Institute of Syarifuddin, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/rjps.v5i2.3685

Abstract

Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam memiliki sistem peraturan yang berperan penting dalam membentuk kepribadian, disiplin, dan ketahanan mental (resiliensi) santri. Pengurus pesantren berperan sentral dalam mengatur serta mengawasi penerapan peraturan tersebut agar tujuan pendidikan tercapai secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan peran pengurus dalam penerapan peraturan pondok untuk meningkatkan disiplin santri; (2) menganalisis peran pengurus dalam penerapan peraturan pondok untuk meningkatkan resiliensi santri; dan (3) mengidentifikasi tantangan yang dihadapi pengurus dalam meningkatkan disiplin dan resiliensi santri di Pondok Pesantren Kyai Syarifuddin Dalem Utara Dalem Timur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengurus memiliki peran strategis dalam pembentukan disiplin dan resiliensi santri melalui penerapan peraturan yang konsisten, keteladanan, serta pendekatan edukatif. Selain itu, pengurus menghadapi berbagai tantangan, seperti perbedaan karakter santri, tingkat kepatuhan, dan keterbatasan sumber daya, namun tetap berupaya mengatasinya melalui komunikasi, pembinaan, dan kerja sama yang baik antar-pengurus.
Pesantren dan Gerakan Subversi: Analisis Ideologis, Paradigma Pendidikan, dan Kontestasi Moderasi di Indonesia Chumaini, Ayatullah; Rosyid, Abdul
Risalatuna Journal of Pesantren Studies Vol. 5 No. 2 (2025): JULY
Publisher : Pesantren and Community Development Studies - Islamic Institute of Syarifuddin, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/rjps.v5i2.3694

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika ideologis dalam pesantren serta mengkaji bagaimana lembaga ini membangun ketahanan terhadap infiltrasi gerakan subversif melalui pendidikan dan moderasi. Dengan menggunakan metode kajian literatur (library research) dan analisis dokumen, penelitian ini menelaah berbagai sumber akademik, laporan lembaga, dan kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan pesantren, ideologi, dan moderasi Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa pesantren bukan entitas monolitik, melainkan arena kontestasi ideologi di mana arus radikal, liberal, dan moderat saling berinteraksi membentuk orientasi keagamaan santri. Gerakan subversif terbukti sering masuk melalui jalur ideologisasi dan sistem pendidikan, terutama pada lembaga yang memiliki kerentanan dalam pengawasan dan kurikulum. Paradigma pendidikan Islam berbasis nilai wasathiyyah (moderasi) terbukti menjadi faktor kunci dalam memperkuat daya tahan pesantren terhadap ekstremisme. Penelitian ini menyimpulkan bahwa moderasi bukan sekadar strategi melawan radikalisme, tetapi juga fondasi konseptual untuk menciptakan ketahanan ideologis dan sosial di lingkungan pesantren. Implikasi hasil kajian ini mencakup perlunya integrasi nilai moderasi dalam kebijakan pendidikan Islam, penguatan jejaring pesantren moderat, serta pengembangan riset lanjutan tentang model moderasi adaptif di berbagai konteks kelembagaan.
Transformasi Kurikulum Pendidikan Keagamaan dalam Memperkuat Nilai-Nilai Pendidikan Pesantren Fariqoini, Anyyul; Lubis, Ahmad Hafidz
Risalatuna Journal of Pesantren Studies Vol. 5 No. 2 (2025): JULY
Publisher : Pesantren and Community Development Studies - Islamic Institute of Syarifuddin, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/rjps.v5i2.3695

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses transformasi kurikulum keagamaan dan kontribusinya dalam memperkuat nilai-nilai pendidikan pesantren yang meliputi nilai I‘tiqādiyyah (keyakinan), ‘Amaliyyah (praktik ibadah), dan Khulūqiyyah (akhlak). Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, serta analisis data menggunakan model interaktif Miles & Huberman (kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan) yang divalidasi melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi kurikulum di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Pandanwangi dilakukan secara bertahap, kolaboratif, dan integratif, memadukan pendekatan salafiyah dengan sistem modern. Kurikulum yang dikembangkan berhasil memperkuat internalisasi nilai-nilai pesantren melalui keseimbangan antara penguasaan ilmu agama, pembiasaan ibadah, dan pembentukan karakter santri yang mandiri, disiplin, serta berakhlak mulia. Faktor pendukung utama meliputi kepemimpinan kiai yang visioner, dukungan masyarakat dan alumni, serta sinergi antar pesantren mitra; sementara hambatan muncul dari keterbatasan tenaga pengajar dan variasi motivasi santri. Penelitian ini menegaskan bahwa transformasi kurikulum berbasis nilai tidak hanya menjaga identitas pesantren salafiyah, tetapi juga menjadikannya model pendidikan adaptif dan transformatif di tengah arus modernisasi pendidikan Islam.
Desain Manajemen Pembelajaran Berbasis Pesantren dalam Meningkatkan Literasi Kitab Kuning Santri Roziqin, M. Ainur; Zahroh, Aminatuz
Risalatuna Journal of Pesantren Studies Vol. 5 No. 2 (2025): JULY
Publisher : Pesantren and Community Development Studies - Islamic Institute of Syarifuddin, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/rjps.v5i2.3696

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menganalisis desain manajemen pembelajaran berbasis pesantren dalam meningkatkan literasi kitab kuning santri. Pondok Pesantren Miftahul Ulum Pandanwangi dipilih sebagai lokasi penelitian karena telah menerapkan model pembelajaran kitab kuning melalui metode Al-Miftah Lil Ulum sejak tahun 2018. Fokus penelitian diarahkan pada empat aspek manajemen pembelajaran, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi sebagai satu kesatuan sistem untuk memperkuat kemampuan santri dalam memahami teks klasik Islam (kutub al-turats). Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi lapangan, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain manajemen pembelajaran di pesantren mencerminkan sinergi antara nilai-nilai tradisi keilmuan Islam dan prinsip manajemen modern. Perencanaan dilakukan melalui stratifikasi kemampuan santri dan kurikulum berbasis kompetensi; pengorganisasian ditata dengan sistem pendampingan guru yang terlatih; pelaksanaan menggunakan pendekatan bertahap yang mengintegrasikan teori dan praktik; sementara evaluasi dilakukan secara berlapis dan berkelanjutan. Desain ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kitab kuning santri, karena memadukan fungsi manajerial, pendekatan kontekstual pesantren, dan inovasi metodologis yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Addressing the Decline in Young Students’ Learning Motivation: Revitalizing Classical Guidance at Pesantren Kyai Syarifuddin Dalem Timur, Lumajang Khoirah, Mutiatul
Risalatuna Journal of Pesantren Studies Vol. 4 No. 2 (2024): JULY
Publisher : Pesantren and Community Development Studies - Islamic Institute of Syarifuddin, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/rjps.v4i2.3529

Abstract

This study explores the implementation of classical guidance to improve the learning motivation of young students at Pondok Pesantren Kyai Syarifuddin Dalem Timur, Lumajang. Unlike most Islamic boarding schools that accept adolescents aged 13 and above, this pesantren accommodates elementary-aged students, which presents unique pedagogical challenges. A qualitative descriptive approach was adopted, involving observation, in-depth interviews, and documentation analysis. The results reveal that systematic classical guidance, which includes scheduled motivational sessions, reward systems, and intensive supervision, significantly enhanced students’ motivation, discipline, and participation in learning. Indicators such as punctual attendance, task completion, and classroom engagement improved markedly after the intervention. However, the implementation faced several challenges, including limited teaching creativity, difficult student behavior, and ineffective communication with parents. These were addressed through interactive learning strategies, media integration, and empathetic communication training for staff. The study concludes that classical guidance, when delivered in a structured and participatory manner, is a practical and effective approach to fostering learning motivation among young students in pesantren.