cover
Contact Name
Hasan Syahrizal
Contact Email
jurnaldzurriyat@gmail.com
Phone
+6282352818690
Journal Mail Official
jurnaldzurriyat@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sederhana Lorong Lambang Sari No.959, RT 001 RW. 006, Kelurahan Tembilahan Hulu Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau, Indonesia
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
DZURRIYAT : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
ISSN : 30262909     EISSN : 2987128X     DOI : https://doi.org/10.61104/jd.v1i2
Core Subject : Education,
DZURRIYAT: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini adalah jurnal akses terbuka peer-reviewed dan mengikuti kebijakan single-blind review, bertujuan untuk menukar hasil penelitian anak usia dini yang menganalisis masalah, tren, praktik, dan kebijakan sejak lahir hingga usia delapan tahun. Jurnal ini menerbitkan kebutuhan akademisi anak usia dini, teori dasar dan terkini terkait, dan untuk praktisi, metode pengajaran dan pembelajaran terkait, perkembangan anak usia dini, pola asuh anak usia dini, bermain dan permainan anak usia dini, media pembelajaran anak usia dini, manajemen pendidikan anak usia dini, inovasi pembelajaran anak usia dini, strategi pembelajaran anak usia dini, hasil belajar anak usia dini, dan penelitian yang relevan. DZURRIYAT: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini adalah jurnal akses terbuka dan akses gratis (dan pendaftaran gratis). Penulis dapat mendaftar secara online di website dan tidak dipungut biaya apapun dari proses pendaftaran. Para penulis dari universitas atau yang diteliti dapat mengutip referensi dari jurnal ini dan memberikan manfaat bagi organisasi terkati. Jurnal ini memberikan kesempatan untuk berbagi wawasan mendetail dari akademisi dan praktisi terkait dengan masalah anak usia dini, stimulasi, atau pendidikan keluarga dan lain sebagainya
Articles 80 Documents
Implementasi Kegiatan Bermain dalam Mengembangkan Nilai Karakter Anak Usia Dini Di PAUD Al-Yasmine Qonita Sholihah; Alif Mudiono; Eny Nur Aisyah
DZURRIYAT : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/dz.v4i2.6247

Abstract

Pentingnya pendidikan nilai karakter pada anak usia dini dimana pendidikan nilai karakter ini menjadi dasar bagi kepribadian, sikap sosial dan kemampuan berinteraksi anak. Memberikan kegiatan bermain dalam proses pembelajaran dan pembetukan karkter anak mampu menjadi hal yang efektif dalam menanamkan nilai karakter dimana anak mampu bereksplor secara langsung melalui pengalaman yang mereka dapatkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kegiatan bermain dalam mengemngbangkan nilai karakter anak usia dini di PAUD Al-Yasmine. Dalalm penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenusi studi kasus, subjek penelitian adalah anak usia dini di PAUD Al-Yasmine, sedangkan informan penelitian terdiri dari kepala sekolah dan guru kelas. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan hokumentasi. Hasil penelitian ini adalah kegiatan bermain peran dan kelompok mampu mengembangkan nilai karakter anak seperti kerja sama, disiplin, tanggung jawab, empati, toleransi, kesabaran dan kejujuran. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan adanya kegiatan bermain yang terarah, sudah direncanakan dan bermaksa mampu menjadi sara efektif dalam mengembangkan karakter anak.  
Tantangan Dalam Penerapan Kurikulum Berbasis Cinta Untuk Meningkatkan Karakter Siswa Di Madrasah Ibtidaiyah Al-Hikmah Palembang Muhamad Fauzi; Nadilla Qorinah Azzahrah; Bagas Saputra; Muhammad Ali Ar-Rasidik
DZURRIYAT : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/dz.v4i2.6500

Abstract

Pendidikan pada tingkat Madrasah Ibtidaiyah tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai proses pembentukan karakter peserta didik. Namun, pembelajaran di sekolah dasar masih cenderung berorientasi pada pencapaian akademik sehingga penguatan nilai karakter belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta menganalisis peran guru dalam meningkatkan karakter siswa di Madrasah Ibtidaiyah Al-Hikmah. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta diuji menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan KBC mampu menciptakan suasana belajar yang lebih humanis, meningkatkan kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian sosial, serta mempererat hubungan antara guru dan siswa. Guru berperan sebagai teladan sekaligus fasilitator dalam menanamkan nilai kasih sayang, empati, dan spiritual melalui pembiasaan positif di lingkungan sekolah. Meskipun demikian, implementasi KBC masih menghadapi kendala berupa keterbatasan pemahaman guru, minimnya bahan ajar berbasis KBC, dan kurangnya pelatihan pendukung. Oleh karena itu, diperlukan dukungan berkelanjutan berupa pelatihan, penyediaan sumber belajar, dan penguatan kebijakan agar penerapan KBC dapat berjalan secara optimal dalam membentuk karakter peserta didik.Pendidikan pada tingkat Madrasah Ibtidaiyah tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai proses pembentukan karakter peserta didik. Namun, pembelajaran di sekolah dasar masih cenderung berorientasi pada pencapaian akademik sehingga penguatan nilai karakter belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta menganalisis peran guru dalam meningkatkan karakter siswa di Madrasah Ibtidaiyah Al-Hikmah. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta diuji menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan KBC mampu menciptakan suasana belajar yang lebih humanis, meningkatkan kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian sosial, serta mempererat hubungan antara guru dan siswa. Guru berperan sebagai teladan sekaligus fasilitator dalam menanamkan nilai kasih sayang, empati, dan spiritual melalui pembiasaan positif di lingkungan sekolah. Meskipun demikian, implementasi KBC masih menghadapi kendala berupa keterbatasan pemahaman guru, minimnya bahan ajar berbasis KBC, dan kurangnya pelatihan pendukung. Oleh karena itu, diperlukan dukungan berkelanjutan berupa pelatihan, penyediaan sumber belajar, dan penguatan kebijakan agar penerapan KBC dapat berjalan secara optimal dalam membentuk karakter peserta didik.
Strategi Pengelolaan Kelas dengan Larangan 3 M melalui Pendekatan Komunikasi Positif pada Anak Usia Dini Epi Pebriani; Anggita Putri Umar; Imamah
DZURRIYAT : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/dz.v4i2.6546

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan strategi pengelolaan kelas tanpa marah, menyuruh dan melarang atau istilah ini disebut dengan kalimat larangan 3 M, Melalui pendekatan komunikasi positif kepada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian melibatkan beberapa pihak yang berhubungan langsung dalam pembelajaran yaitu Guru dan peserta didik yang ada pada lembaga pendidikan anak usia dini ( PAUD). Tekhnik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengelolaan kelas tanpa 3M mampu menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak. Guru menerapkan komunikasi positif melalui penggunaan bahasa yang lembut, ajakan yang positif, pemberian pilihan, dan pengarahan tanpa ancaman. Penerapan strategi ini memberikan dampak positif terhadap perkembangan sosial emosional anak, seperti meningkatnya rasa percaya diri, kemampuan bekerja sama, berfikir kritis, memecahkan masalah dan kedisiplinan anak. Selain itu, pendekatan komunikasi positif yang diterapkan guru membantu menciptakan ikatan emosional yang baik dengan anak, sehingga hubungan yang terjalin menjadi lebih akrab, harmonis, dan mendukung proses pembelajaran yang ramah anak. Kendala dalam penerapan strategi ini meliputi konsistensi guru dalam mengendalikan emosi dan perbedaan pola pengasuhan anak di sekolah dan di rumah. Dengan demikian, strategi pengelolaan kelas tanpa marah, menyuruh, dan melarang dapat menjadi alternatif pendekatan pembelajaran ramah anak yang efektif dalam pendidikan anak usia dini.
Early Childhood In The Age Of Digital Overstimulation: A Critical Analysis Of Character Development Gaps And Integrative Pedagogical Responses Indah Tri Widiana; Alif Mudiono; Eny Nur Aisyah
DZURRIYAT : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/dz.v4i2.6577

Abstract

Digital overstimulation has emerged as a critical concern in early childhood education, characterized by excessive screen exposure, rapid and repetitive stimuli, and predominantly passive media consumption patterns. These conditions have altered the quality of children’s learning experiences and raised important questions regarding their implications for developmental outcomes and character formation. This study aims to examine the relationship between digital overstimulation and disparities in character development, as well as to formulate an integrative pedagogical response for young children. The research adopts a qualitative approach, employing a conceptual paper design supported by an integrative review method. Data were collected through systematic searches of reputable academic databases and analyzed using thematic analysis and conceptual synthesis techniques. The findings indicate that high levels of digital exposure are associated with reduced self-regulation, diminished attention span, weakened social interaction, and delayed language development. These effects are estimated to affect approximately 30–65% of children who engage in intensive digital media use. Furthermore, the study identifies noticeable gaps in character development, particularly in areas such as self-control, empathy, and independence. These outcomes are influenced by both the quality of digital media engagement and the extent of adult involvement. This research contributes to the development of an integrative pedagogical framework that emphasizes meaningful interaction, guided digital usage, and a balanced range of learning experiences to support holistic child development in the digital era.
Peran Guru Dalam Mengembangkan Karakter Kerjasama Anak Kelas B1 Melalui Pembelajaran Bermain Peran Di TKN Pembina Singosari Susan Parasaja; Alif Mudiono; Eni Nur Aisyah
DZURRIYAT : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/dz.v4i2.6639

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran penting dalam mengembangkan karakter kerja sama anak melalui pembelajaran bermain peran. Peran guru terlihat sebagai fasilitator, motivator, dan pembimbing. Sebagai fasilitator, guru menyediakan media dan alat permainan serta membagi anak ke dalam kelompok kecil untuk mendukung interaksi dan kerja sama anak. Sebagai motivator, guru memberikan semangat, pujian, dan penguatan positif agar anak lebih antusias bermain bersama dan saling membantu teman. Sebagai pembimbing, guru membantu anak menyelesaikan konflik selama bermain dengan mengajarkan sikap berbagi, bergiliran, menghargai pendapat teman, dan bekerja sama dalam kelompok.
Peran Guru dalam Pengembangan Bahasa pada Anak Dengan Gangguan Bahasa di TK Darmawanita Paraman Ampalu Kabupaten Pasaman Barat: Indonesia Fadhli Zulmi; Helda
DZURRIYAT : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/dz.v4i2.6795

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan yang mana ada beberapa anak yang mengalami gangguan bahasa dalam pengembangan bahasa pada anak usia dini. Tujuan Penelitian ini adalah a). Untuk mengetahui perkembangan bahasa. b). Untuk mengetahui peran guru dalam pengembangan bahasa anak pada anak dengan gangguan berbahasa. c). Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat guru dalam pengembangan bahasa anak dengan gangguan berbahasa di TK Darmawanita Paraman Ampalu Kabupaten Pasaman Barat. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian ini merupakan  perkembangan bahasa pada anak sangat penting untuk dikembangkan terutama dalam keterampilan berbicara dan juga menyimak karena bahasa merupakan salah satu bentuk penyampaian pesan terhadap segala sesuatu yang diinginkan oleh anak. Peran guru di sekolah yaitu sebagai pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih dan mengevaluasi peserta didik pada jalur pendidikan formal.
Habituasi Pembelajaran PAI : Studi Tentang Pembiasaan Siswa, Keteladan Guru Untuk Strategi Pembelajaran PAI Alivia Cahya Kurnia; Zahwa Namirah Rahmadinah; Silvia Rizka Nuraini; Moh.Faizin
DZURRIYAT : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/dz.v4i2.6880

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) pada intinya diarahkan untuk membentuk sikap moral dan karakter religius siswa melalui penanaman nilai-nilai secara berkelanjutan, bukan sekadar penguasaan pengetahuan kognitif belaka. Namun, kondisi pendidikan kontemporer mencerminkan krisis spiritual dan degradasi moral, yang disebabkan oleh dominasi pendekatan pembelajaran teoritis dengan minimnya penekanan pada pengamalan praktis. Penelitian ini secara khusus bertujuan untuk menganalisis secara mendalam strategi penguatan karakter siswa melalui integrasi metode habituasi (pembiasaan) dan keteladanan guru. Pendekatan kualitatif dalam bentuk studi kepustakaan (library research) diterapkan, di mana data diperoleh dari tinjauan literatur relevan yang membahas fenomena pembiasaan dalam konteks PAI. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman (1994), yang mencakup tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil analisis menekankan bahwa habituasi merupakan metode pengajaran yang efektif untuk mentransformasikan nilai-nilai agama menjadi kebiasaan otomatis melalui aktivitas rutin, spontan, dan terprogram. Keberhasilan habituasi ini sangat bergantung pada keteladanan guru (uswatun hasanah) sebagai teladan utama yang diamati oleh siswa di lingkungan sekolah. Melalui proses observational learning, keselarasan antara ucapan dan tindakan guru menghasilkan dampak psikologis yang signifikan, sehingga siswa mampu menginternalisasi nilai-nilai karakter secara mendalam. Di samping itu, penelitian ini mengungkapkan bahwa strategi PAI perlu adaptif terhadap perkembangan digital dengan mengintegrasikan elemen teknologi (high-tech) dan pendekatan emosional melalui keteladanan (high-touch), guna menjaga relevansinya bagi Generasi Z. Secara keseluruhan, penelitian menyimpulkan bahwa krisis karakter dapat diatasi melalui pembangunan ekosistem religius yang menggabungkan habituasi terstruktur dengan keteladanan guru yang autentik. Kolaborasi intensif antara sekolah, keluarga, dan masyarakat menjadi fondasi esensial untuk membentuk karakter luhur serta perilaku religius siswa yang berkelanjutan di tengah dinamika globalisasi.
Implementasi Kurikulum PAUD Islami dalam Pengembangan Nilai Agama dan Moral Anak di PAUD Mawaddah Sisca Widyastuti; Nur Huda
DZURRIYAT : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/dz.v4i2.6914

Abstract

Penelitian ini membahas implementasi kurikulum PAUD Islami dalam pengembangan nilai agama dan moral anak di PAUD Mawaddah Tungkal Ulu. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penanaman nilai-nilai Islam sejak usia dini melalui kegiatan pembelajaran dan pembiasaan yang terstruktur di lembaga PAUD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses implementasi kurikulum PAUD Islami serta perannya dalam mengembangkan nilai agama dan moral anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala sekolah dan guru PAUD Mawaddah Tungkal Ulu. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kurikulum PAUD Islami dilakukan melalui kegiatan pembiasaan harian, metode pembelajaran Islami, dan keteladanan guru. Pengembangan nilai agama dan moral anak dilakukan melalui kegiatan doa bersama, hafalan surah pendek, cerita Islami, pembiasaan salam, serta disiplin dalam ibadah. Faktor pendukung implementasi kurikulum meliputi komitmen guru, dukungan orang tua, dan lingkungan sekolah yang kondusif, sedangkan keterbatasan media pembelajaran dan perbedaan karakter anak menjadi hambatan dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kurikulum PAUD Islami memiliki peran penting dalam membentuk perkembangan nilai agama dan moral anak sejak usia dini.
Pendidikan Islam Berbasis Syukur (SYUDESI): Upaya Pembentukan Karakter Islami pada Anak Usia Dini di Lingkungan Pesantren Gus Hafidh Sugeng Koco Purnomo; Bayu Krisna Murti; Bahrul Ilmil Mubarok
DZURRIYAT : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/dz.v4i2.7031

Abstract

Pendidikan karakter pada anak usia dini menjadi salah satu pembahasan yang terus berkembang dalam dunia pendidikan Islam. Banyak lembaga pendidikan, termasuk pesantren, menghadapi tantangan nyata dalam membangun fondasi karakter religius anak sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan menelaah bagaimana model SYUDESI—singkatan dari Syukur, Desain, dan Prestasi—dapat diterapkan sebagai pendekatan pembentukan karakter bagi anak-anak muda di lingkungan pesantren. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis analisis dokumen dan kajian pustaka, studi ini menelusuri SYUDESI sebagaimana dikembangkan oleh Gus Hafidh, S.K.P. di Pesantren SPMAA Lamongan. Hasil kajian memperlihatkan bahwa model SYUDESI dibangun di atas prinsip tauhid, dengan syukur sebagai kebiasaan pertama dan terpenting yang perlu ditanamkan sejak dini. Ketika anak-anak dilatih bersyukur sejak kecil, mereka akan tumbuh dengan cara pandang yang positif terhadap kehidupan, yang kemudian menjadi landasan untuk merancang hidup dan meraih cita-cita. Kajian ini juga menemukan bahwa temuan terbaru dalam bidang neuroplastisitas mendukung pendekatan ini—kebiasaan spiritual sejak dini dapat membentuk perkembangan otak secara nyata dan tahan lama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa SYUDESI menawarkan model pendidikan karakter anak usia dini berbasis iman yang praktis dan relevan dengan misi Jurnal Dzurriyat.
Pengembangan Media Smart box Berbasis Multisensori Untuk Meningkatkan Kemampuan Keaksaraan Anak Usia Dini (5-6 Tahun) Rahma Nazi Ubaidillah; Indryani; Akhmad Fikri Rosyadi
DZURRIYAT : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/dz.v4i2.7385

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk desain media Smart box berbasis multisensori, mengetahui tingkat kelayakan media yang dikembangkan, serta menganalisis respon guru terhadap penggunaan media Smart box berbasis multisensori dalam pembelajaran bahasa anak usia 5–6 tahun. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D (Four-D Model) yang meliputi tahap Define (pendefinisian), Design (perancangan), Develop (pengembangan), dan Disseminate (penyebaran). Produk yang dikembangkan berupa media Smart box berbasis multisensori yang dirancang untuk menstimulasi kemampuan keaksaraan anak melalui aktivitas belajar yang melibatkan indera visual, auditori, dan taktil. Subjek penelitian melibatkan 6 guru PAUD dari tiga lembaga, yaitu RA Al-Falah Sukajaya, KB Ar-Rasyid, dan RA Darul Ulum, serta anak usia 5–6 tahun sebagai pengguna media. Data penelitian terdiri atas data kualitatif dan kuantitatif yang diperoleh melalui observasi, wawancara, angket validasi ahli materi, ahli media, ahli bahasa, dan angket respon guru. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan kategori sangat baik, baik, cukup, dan kurang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Smart box berbasis multisensori memperoleh kategori sangat baik berdasarkan validasi ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa sehingga dinyatakan layak digunakan dalam pembelajaran. Respon guru terhadap penggunaan media juga menunjukkan kategori sangat baik. Selain itu, anak menunjukkan antusiasme, keaktifan, dan respon positif selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Dengan demikian, media Smart box berbasis multisensori dinyatakan layak dan praktis digunakan untuk mendukung pembelajaran bahasa dan menstimulasi kemampuan keaksaraan anak usia 5–6 tahun.