cover
Contact Name
Safni Elivia
Contact Email
safni@iphorr.com
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
mail@iphorr.com
Editorial Address
Jl. Karet, Sumber Rejo, Kec. Kemiling, Kota Bandar Lampung, Lampung 35155
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports
ISSN : 28079094     EISSN : 28078489     DOI : 10.56922
Core Subject : Health,
Jurnal penelitian kualitatif di bidang kesehatan berkaitan dengan penjelasan narasi atau cerita di balik suatu fakta atau kejadian. Disamping itu memuat laporan kegiatan penerapan asuhan keperawatan dibidang kesehatan meliputi kegiatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif pada semua tingkat usia. Terbit 2 kali dalam satu tahun bulan Juli dan Desember
Articles 208 Documents
Efektivitas terapi rendam kaki air hangat terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi: A cast report Pratama, Julian Syaputra; Mashfufa, Erma Wahyu
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 7 (2025): December Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i7.1922

Abstract

Background: Hypertension is the third leading cause of death after stroke and tuberculosis, accounting for 6.7% of deaths across all ages in Indonesia. Hypertension is known as the silent killer because its symptoms are often asymptomatic. Hypertension can be managed pharmacologically and non-pharmacologically. Non-pharmacological management includes healthy lifestyle changes such as a low-salt diet, exercise, and smoking cessation, as well as warm water immersion therapy at 39-40°C. Purpose: To determine the effectiveness of foot immersion therapy in lowering blood pressure in hypertensive patients. Method: This case study of nursing care was conducted at Malang City Hospital. The subject of this study was a patient referred to as Mr. A. The intervention was administered for three days, involving foot immersion therapy using warm water at 39-40°C. Results: After three consecutive days of foot immersion therapy, Mr. A's blood pressure decreased. Mr. A's blood pressure decreased to 147/88 mmHg from 158/100 mmHg on the first day. Conclusion: Foot soak therapy is effective in reducing Mr. A's blood pressure.   Keywords: Foot Soak Therapy; Hypertension; Non-Pharmacological.   Pendahuluan: Hipertensi merupakan penyebab kematian nomor tiga setelah stroke dan tuberkulosis, yakni mencapai 6.7% dari populasi kematian pada semua umur di Indonesia. Hipertensi disebut sebagai pembunuh senyap karena gejalanya sering tanpa keluhan. Penatalaksanaan hipertensi dapat dilakukan secara farmakologis maupun non farmakologis. Penatalaksanaan non farmakologis diantaranya dengan mengubah gaya hidup sehat seperti diet rendah garam, olahraga dan tidak merokok, dan terapi rendam air hangat dengan temperature 39-40oC. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas terapi rendam kaki dalam menurunkan tingkat tekanan darah pada pasien hipertensi. Metode: Penelitian studi kasus asuhan keperawatan yang dilakukan di RS Kota Malang. Subjek penelitian ini adalah satu orang yang disebut sebagai Tn. A. Intervensi dilakukan selama tiga hari dengan pemberian terapi rendam kaki menggunakan air hangat dengan temperatur 39-40oC. Hasil: Setelah tiga hari berturut-turut diberikan intervensi berupa terapi rendam kaki, tekanan darah Tn. A menurun menjadi 147/88 mmHg dari yang sebelumnya pada hari pertama sebesar 158/100 mmHg. Simpulan: Ada efektifitas pemberian terapi rendam kaki terhadap tekanan darah Tn. A.   Kata Kunci: Hipertensi; Non Farmakologis; Terapi Rendam Kaki.
Hubungan persepsi dan dukungan keluarga dengan perilaku pencegahan stroke pada lanjut usia yang mengalami hipertensi Amperaningsih, Yuliati
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 6 (2025): November Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i6.1937

Abstract

Background: The number of elderly people in Lampung Province continues to increase year after year. In 2022, the province's population reached approximately 800,000, or approximately 37.4%. Hypertension is a disease associated with aging, and 67.8% of these cases result in stroke. Ninety percent of stroke cases due to hypertension are caused by inadequate stroke prevention practices. Purpose: To determine the relationship between perceptions and family support and stroke prevention practices in elderly people with hypertension. Method: A quantitative cross-sectional study was conducted in the Hajimena Community Health Center (Puskesmas) in 2025. Chi-square tests showed that positive perceptions about stroke, healthy family support, and good stroke prevention practices were more dominant than others. Data were analyzed bivariately using the Chi-square test with a significance level of p<0.05. Results: The Chi-Square test showed a p-value of 0.003 (p<0.05), with an odds ratio (OR) of 11.750 for the variables of stroke perception and stroke prevention behavior. Furthermore, the variable of family support and stroke prevention behavior showed a p-value of 0.002 (p<0.05), with an odds ratio (OR) of 19.68. Conclusion: There is a relationship between stroke perception and family support and stroke prevention behavior in the elderly.   Keywords: Family Support; Stroke Prevention Behavior; Perception.   Pendahuluan: Lanjut usia (lansia) yang berada di provinsi Lampung memiliki peningkatan jumlah yang terus terjadi dari tahun ke tahun. Tahun 2022 provinsi ini memiliki jumlah lansia mencapai sekitar >800 ribu jiwa atau sekitar 37.4%. Hipertensi menjadi salah satu penyakit yang terjadi karena proses penuaan dan 67.8% diantaranya berujung terkena stroke. 90% kasus kejadian stroke karena hipertensi ini disebabkan oleh perilaku pencegahan stroke yang kurang tepat. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan persepsi dan dukungan keluarga dengan perilaku pencegahan stroke pada lansia yang mengalami hipertensi. Metode:  Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional yang dilakukan di wilayah kerja puskesmas Hajimena tahun 2025.  Uji chi-square menunjukkan persepsi positif tentang stroke, dukungan keluarga sehat, perilaku pencegahan stroke yang baik lebih mendominasi dari yang lainnya. Data dianalisis secara bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p<0.05. Hasil: Uji Chi Square menunjukkan p-value 0.003 (p<0.05), odds ratio (OR) sebesar 11.750 pada variabel persepsi tentang stroke dan perilaku pencegahan stroke, Selain itu, variabel dukungan keluarga dengan perilaku pencegahan stroke menunjukkan hasil perhitungan dengan p-value 0.002 (p<0.05) odds ratio (OR) sebesar 19.68. Simpulan: Ada hubungan antara persepsi tentang stroke dan dukungan keluarga dengan perilaku pencegahan stroke pada lansia.    Kata Kunci: Dukungan Keluarga; Perilaku Pencegahan Stroke; Persepsi.
Analisis risiko potensi bahaya pada pekerja lapak kayu gelam Kurniaati, Fransisca; Hasan, Amrul
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 7 (2025): December Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i7.1963

Abstract

Background: Gelam wood processing activities at stalls in Sidomulyo Village, Mesuji District, Mesuji Regency, are an economic activity that carries a high potential for occupational safety and health (OHS) risks.   Purpose: To analyze the potential hazards and risk levels faced by gelam wood stall workers in carrying out their work activities.   Method: A qualitative descriptive study using an observational approach and in-depth interviews with timber workers. Hazard identification was conducted using the HIRA (Hazard Identification and Risk Assessment) method using the AS/NZS4360:2004 standard. Risk assessment was conducted using a risk matrix.   Results: The study showed several major potential hazards faced by workers, including mechanical hazards resulting from the use of gelam bark stripping tools, ergonomic hazards resulting from improper working positions, and exposure to wood dust, which can irritate the respiratory system. The highest risk levels were found in the gelam bark stripping process and wood transportation.   Conclusion: The lack of use of personal protective equipment (PPE) and low worker awareness of OHS principles increase the potential for workplace accidents. Therefore, increased OHS education and training for workers, adequate provision of PPE, and routine supervision by relevant parties are needed to minimize occupational risks in gleam timber staking.   Keywords: Gelam Wood; Occupational Health and Safety (OHS); Occupational Risks; Potential Hazards.   Pendahuluan: Kegiatan pengolahan kayu gelam di lapak-lapak Desa Sidomulyo, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Mesuji merupakan salah satu aktivitas ekonomi masyarakat yang memiliki potensi risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang cukup tinggi.   Tujuan: Untuk menganalisis potensi bahaya serta tingkat risiko yang dihadapi oleh para pekerja lapak kayu gelam dalam menjalankan aktivitas kerjanya.   Metode: Deskriptif kualitatif dengan pendekatan observasional dan wawancara mendalam terhadap pekerja lapak kayu. Identifikasi bahaya dilakukan menggunakan metode HIRA (Hazard Identification and Risk Assessment) dengan menggunakan standard AS/NZS4360:2004. sedangkan penilaian risiko dilakukan dengan menggunakan matriks risiko.   Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa potensi bahaya utama yang dihadapi pekerja, di antaranya adalah bahaya mekanis akibat penggunaan alat pengupasan kulit kayu gelam, bahaya ergonomis akibat posisi kerja yang tidak sesuai, serta bahaya dari paparan debu kayu yang dapat mengganggu sistem pernapasan. Tingkat risiko tertinggi ditemukan pada proses pengupasan kulit kayu gelam dan pengangkutan kayu.   Simpulan: Kurangnya penggunaan alat pelindung diri (APD) serta rendahnya kesadaran pekerja terhadap prinsip K3 memperbesar potensi terjadinya kecelakaan kerja. Sehingga perlu adanya peningkatan edukasi dan pelatihan K3 bagi pekerja, penyediaan APD yang memadai, serta pengawasan rutin oleh pihak terkait untuk meminimalisir risiko kerja di lapak kayu gelam.   Kata Kunci: Kayu Gelam; Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3); Potensi Bahaya; Risiko Kerja.
Manajemen risiko pada pengelolaan limbah medis padat bahan berbahaya beracun (B3) di rumah sakit Volleyta, Devita Anggun Trey; Trigunarso, Sri Indra
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 7 (2025): December Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i7.1969

Abstract

Background: Hospitals have a high risk of occupational diseases and accidents. Medical waste can transmit disease to waste management personnel. Therefore, efforts are needed to minimize accidents and disease transmission. Purpose: To understand medical waste management, conduct hazard identification, risk analysis, risk evaluation, and implement risk management in the hazardous medical waste management process in hospitals. Method: This quantitative study was conducted at Hermina Hospital, Lampung, in 2025. Observations and interviews were conducted with the Head of K3RS and the medical waste management officer. Data analysis in this study involved conducting a risk analysis by determining the likelihood and consequences of the risk, with the aim of ranking the existing risks. Results: Potential risks or hazards identified in this study included exposure to sharp objects (syringes, broken laboratory equipment, ampoules, and other sharp objects), slipping, unpleasant odors while working in the hazardous medical waste management process, exposure to chemical fluids, exposure to blood, muscle and back pain, and fatigue due to long working hours. Conclusion: The highest risk was reported for complaints of muscle and back pain during the handling and transportation of hazardous solid medical waste, with a risk score of 10 (high category).   Keywords: Hazard Identification; Risk Analysis; Risk Evaluation; K3RS.   Pendahuluan: Rumah Sakit memiliki risiko tinggi terhadap penyakit akibat kerja dan kecelakaan kerja. Limbah medis dapat menjadi sarana penularan penyakit pada petugas pengelola limbah. Sehingga, diperlukan upaya meminimalisasi kecelakaan dan penularan penyakit. Tujuan: Untuk mengetahui pengelolaan limbah medis, melakukan identifikasi bahaya, analisis risiko, evaluasi risiko, serta melakukan pengelolaan risiko pada proses pengelolaan limbah medis B3 di Rumah Sakit. Metode: Penelitian kuantitatif yang dilaksanakan di Rumah Sakit Hermina Lampung pada Tahun 2025. Observasi dan wawancara dilaksanakan dengan Kepala K3RS dan petugas pengangkut khusus pengelola limbah medis.. Analisis data pada penelitian ini yaitu melakukan analisis risiko dengan menentukan nilai peluang terjadinya risiko (likelihood) dan besaran risiko (consequences) dengan tujuan menetapkan peringkat risiko yang ada. Hasil: Potensi risiko atau bahaya yang ditemukan pada penelitian ini adalah terkena benda tajam (jarum suntik, pecahan alat laboratorium, ampul, dan benda tajam lainnya), terpeleset, mencium bau tidak sedap ketika bekerja pada proses pengelolaan limbah medis B3, terkena cairan kimia, terkena cairan darah, nyeri otot dan punggung, serta lelah akibat kerja karena jam kerja yang Panjang. Simpulan: Nilai risiko tertinggi terdapat pada keluhan nyeri otot dan punggung saat proses pewadahan dan pengangkutan limbah medis padat B3 dengan nilai risiko 10 (kategori tinggi).   Kata Kunci: Analisis Risiko; Evaluasi Risiko; Identifikasi Bahaya; K3RS.
Kerentanan kesehatan penyintas bencana terhadap perubahan iklim Fikri, Mohammad; Firmansyah, Firmansyah; Krisnasari, Sendhy; Ashari, Muhammad Rizki; Megasari, Anitatia Ratna; Afdhal, Muhammad Ridha
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 7 (2025): December Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i7.1833

Abstract

Background: Global climate change has increased the frequency and intensity of natural disasters, including in previously affected areas such as Palu City. Disaster-affected communities relocated to the Tondo Permanent Housing (Huntap) continue to face potential disaster risks. Purpose: To examine the health vulnerability of disaster survivors to the impacts of climate change in Huntap Tondo. Method: . A qualitative approach with a case study design was employed, and data were collected through in-depth interviews using the snowball sampling technique. Data analysis was conducted using content analysis supported by NVIVO 12 software. Data validity was ensured through source triangulation and peer debriefing. Results: Communities still face the potential for disasters such as mudflows, strong winds, and the risk of landslides, which impact access to clean water and environmental conditions. Infrastructure, such as drainage, is deemed inadequate, while building structures raise doubts about their durability. However, mitigating behaviors such as community service and social adjustment are emerging within the community. Conclusion: Although residents have been relocated to permanent housing, they remain vulnerable to the impacts of climate change and require strengthened mitigation systems and supporting infrastructure   Keywords: Climate Change; Survivor; Susceptibility.   Pendahuluan: Perubahan iklim global telah meningkatkan frekuensi dan intensitas bencana alam, termasuk di wilayah yang telah terdampak sebelumnya seperti Kota Palu. Masyarakat penyintas bencana yang direlokasi ke Hunian Tetap (Huntap) Tondo masih menghadapi potensi risiko bencana. Tujuan: Untuk mengkaji kerentanan kesehatan masyarakat penyintas terhadap dampak perubahan iklim di Huntap Tondo. Metode: Penelitian kualitatif dengan desain studi kasus dan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan teknik snowball sampling. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan analisis isi (content analysis) menggunakan aplikasi NVIVO 12. Validitas data diuji melalui triangulasi sumber dan peer debriefing Hasil: Masyarakat masih menghadapi potensi bencana seperti banjir lumpur, angin kencang, dan risiko tanah longsor yang memengaruhi akses terhadap air bersih dan kondisi lingkungan. Infrastruktur seperti drainase dinilai belum memadai, sementara struktur bangunan menimbulkan keraguan terhadap ketahanannya. Meski demikian, terdapat perilaku mitigatif seperti kerja bakti dan penyesuaian sosial yang tumbuh di kalangan masyarakat Simpulan: Meskipun telah direlokasi ke hunian tetap, masyarakat masih mengalami kerentanan terhadap dampak perubahan iklim dan perlu penguatan sistem mitigasi serta infrastruktur pendukung.   Kata Kunci : Kerentanan; Penyintas; Perubahan Iklim.
Faktor faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada pra lansia Darajat, Agus Miraj; Pratidina, Eki; Triana, Egi
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 7 (2025): December Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i7.1879

Abstract

Background: The prevalence of hypertension in Indonesia reaches 34.1% among the population aged 18 years and above. Several factors can influence the incidence of hypertension in pre-elderly individuals, including unhealthy lifestyles: excessive salt consumption, lack of physical activity, and stress can contribute to the incidence of hypertension. Furthermore, a family history of hypertension can increase the risk of hypertension in pre-elderly individuals. Purpose: To identify factors associated with the incidence of hypertension in pre-elderly individuals. Method: This correlational study aims to detect the relationship between internal and external variables based on the correlation coefficient. This correlational study is a descriptive study that can reveal statistical relationships. Results: Bivariate analysis showed that all factors, such as age, gender, hypertension, family history, salt consumption, physical activity, BMI, smoking, and respondents' knowledge level, were not associated with hypertension, with a p-value of 0.669 (p > 0.05). This result was also supported by Fisher's exact test, with a p-value of 1.000. Conclusion: All factors, such as age, gender, hypertension, family history, salt consumption, physical activity, BMI, smoking, and knowledge level, were not associated with hypertension in pre-elderly individuals. Keywords: Factors; Hypertension; Pre-elderly. Pendahuluan Prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 34.1% pada penduduk usia ≥18 tahun. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kejadian hipertensi pada pra lansia antara lain, gaya hidup tidak sehat: konsumsi garam berlebih, kurangnya aktivitas fisik, dan stres dapat mempengaruhi kejadian hipertensi. Selain itu riwayat keluarga yang memiliki riwayat hipertensi dapat meningkatkan risiko terjadinya hipertensi pada pra lansia. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pra lansia. Metode: Penelitian dengan metode korelasional yang bertujuan untuk mendeteksi kaitan varias-variasi yang ada di dalam dengan variasi- variasi yang berasal dari luar didasarkan pada koefisien korelasi. Penelitian korelasional ini termasuk penelitian deskriptif yang dapat mengungkapkan hubungan secara statistik Hasil: Uji bivariate menunjukkan bahwa semua faktor-faktor seperti umur, jenis kelamin, kejadian hipertensi, riwayat keluarga, penggunaan asin, aktivitas fisik, aktivitas IMT, perokok, dan tingkat pengetahuan responden tidak ada hubungan dengan kejadian hipertensi dengan nilai p = 0.669 (p > 0.05). Hasil ini didukung pula oleh uji Fisher’s Exact Test dengan nilai p = 1.000. Simpulan Semua faktor tidak ada hubungan dengan kejadian hipertensi pada pra lansia seperti umur , jenis kelamin, kejadian hipertensi, riwayat keluarga, penggunaan asin, melakukan aktifitas, imt, perokok, dan tingkat pengetahuan.. Kata Kunci: Faktor; Hipertensi; Pra lansia.      
Kualitas hidup pasien diabetes melitus dengan tuberkulosis: Literatur review Rissaadah, Siti; Sulastini, Sulastini; Widadi, Sri Yekti; Setiowati, Rahayu; Sriwahyuni, Sriwahyuni; Sugiharto, Firman; Alia, Fania Putri
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 7 (2025): December Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i7.1936

Abstract

Abstract   Background: Diabetes mellitus (DM) is a chronic disease with a steadily increasing prevalence globally. DM is often associated with a decreased quality of life, especially if comorbidities such as tuberculosis (TB) occur. Uncontrolled hyperglycemia in diabetes can suppress the immune system, increasing the risk of TB infection. Purpose: To evaluate the quality of life of DM patients with TB based on physical, psychological, and social domains through a narrative review approach. Method: Articles used in this study were identified through the PubMed, Scopus, and EBSCHO databases. The literature search used the keywords "Diabetes Mellitus," "Type 2 Diabetes Mellitus," "Tuberculosis," and "Quality of Life." A total of 367 articles were found, of which 7 met the inclusion criteria and eligibility criteria using the Joanna Briggs Institute (JBI). Data analysis was conducted thematically based on quality of life domains. Results: Patients with DM with TB (DM-TB) have a poorer quality of life, with significant declines in the physical domain due to poor diabetes management. Depression is a major factor in the decline in psychological quality of life. While social aspects tend not to be directly affected but can be influenced by socioeconomic status. Conclusion: A holistic and multidisciplinary approach in the management of DM-TB patients is crucial for improving their quality of life.   Keywords: Diabetes Mellitus; Quality of Life; Tuberculosis.   Pendahuluan: Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis dengan angka prevalensinya terus meningkat secara global. DM seringkali dikaitkan dengan penurunan kualitas hidup, terutama jika terjadi komorbiditas seperti tuberkulosis (TB). Hiperglikemia yang tidak terkontrol pada penderita diabetes dapat menekan imunitas tubuh, sehingga meningkatkan resiko infeksi TB. Tujuan: Untuk mengevaluasi kualitas hidup pasien DM dengan TB berdasarkan domain fisik, psikologis, dan sosial melalui pendekatan narrative review. Metode: Artikel yang digunakan dalam penelitian ini diidentifikasi melalui database PubMed, Scopus, dan EBSCHO. Pencarian literatur menggunakan kata kunci “Diabetes Mellitus”, “Type 2 Diabetes Mellitus”, “Tuberculosis”, dan “Quality of Life”. Sebanyak 367 artikel yang ditemukan, 7 artikel diantaranya memenuhi kriteria inklusi dan memenuhi kriteria eligibility menggunakan Joanna Briggs Institute (JBI). Analisis data dilakukan secara tematik berdasarkan domain kualitas hidup. Hasil: Pasien DM dengan TB (DM-TB) memiliki kualitas hidup yang lebih buruk dengan penurunan yang signifikan pada domain fisik yang diakibatkan pengelolaan diabetes yang buruk serta depresi yang menjadi faktor utama dalam penurunan kualitas hidup pada domain psikologis, sementara aspek sosial cenderung tidak terpengaruh secara langsung tetapi dapat dipengaruhi oleh status sosial sosial. Simpulan: Pentingnya pendekatan holistik dan multidisipliner dalam pengelolaan pasien DM-TB untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.   Kata Kunci: Diabetes Melitus; Kualitas Hidup; Tuberkulosis.
Hubungan pola menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri Trianingsih, Indah; Nurlaila, Nurlaila; Ningsih, Estu Ayu; Ayu, Resti
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 7 (2025): December Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i7.2009

Abstract

Background: Anemia is a serious public health problem, especially among adolescent girls. Adolescent girls are susceptible to anemia due to iron loss during menstruation. Menstrual patterns, including cycle regularity and duration, are thought to contribute to the incidence of anemia when they are abnormal. Purpose: To determine the relationship between menstrual patterns (cycle and duration) and the incidence of anemia in adolescent girls at Belalau 1 Senior High School, West Lampung. Method: This quantitative study used a cross-sectional design. A sample of 96 10th-grade adolescent girls was selected using a purposive sampling technique. Data were collected using a questionnaire and hemoglobin levels were measured using the Easy-Touch GCHB device. Data were analyzed univariately and bivariately using the Chi-Square test. Results: Statistical tests showed a significant relationship between the menstrual cycle and the incidence of anemia (p-value = 0.000; OR = 121.000), as well as a significant relationship between menstrual duration and the incidence of anemia (p-value = 0.000; OR = 56.533). Conclusion: There is a significant relationship between menstrual patterns (cycle and duration) and the incidence of anemia in adolescent girls.   Keywords: Adolescent Girls; Anemia, Menstrual Cycle; Menstrual Duration.   Pendahuluan: Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius, terutama pada remaja putri. Remaja putri rentan mengalami anemia karena kehilangan zat besi selama menstruasi. Pola menstruasi, termasuk keteraturan siklus dan lamanya menstruasi, diduga berkontribusi terhadap kejadian anemia ketika berada dalam kondisi yang tidak normal. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara pola menstruasi (siklus dan lama menstruasi) dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA Negeri 1 Belalau Lampung Barat. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross- sectional yang dilakukan pada populasi sebanyak 125 dengan jumlah sampel sebanyak 96 orang remaja putri kelas X yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan alat easy-touch GCHB . Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara siklus menstruasi dengan kejadian anemia (p-value = 0.000; OR = 121,000) serta terdapat hubungan yang signifikan antara lama menstruasi dengan kejadian anemia (p-value = 0,000; OR = 56,533). Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pola menstruasi (siklus dan lama menstruasi) dengan kejadian anemia pada remaja putri.   Kata Kunci: Anemia,Siklus Menstruasi; Lama Menstruasi; Remaja Putri.