cover
Contact Name
Nora Usrina
Contact Email
nasuwakes@poltekkesaceh.ac.id
Phone
+6285260777585
Journal Mail Official
nasuwakes@poltekkesaceh.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta Kampus Terpadu Poltekkes Kemenkes Aceh Kab Aceh Besar Telp : +62 852-6077-7585
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Nasuwakes : Jurnal Kesehatan Ilmiah
ISSN : 1978631X     EISSN : 26556723     DOI : doi.org/10.30867/nasuwakes.v1i2
Core Subject : Health, Science,
Journal Nasuwakes was created and developed by Health Polytechnic of the Ministry of Health of Aceh. This journal is published regularly 2 times a year in May and November which publishes research articles in the field of health in general. Articles submitted will be selected by editors and bestari partners. Nasuwakes in its next publication will receive all research articles, reviews, and case studies in the field of health science.
Articles 134 Documents
Hubungan Pola Makan Dan Picky Eating Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Lhokseumawe Wahyuni, Rita; Sutrisna, Eka; Maulida, Husna; Novita, Putri Tia; Agustina, Tara
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 18 No. 2 (2025): September
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/nasuwakes.v18i2.785

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Faktor yang mempengaruhi kejadian stunting diantaranya ialah pola makan dan Picky Eating. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Hubungan Pola Makan dan Picky Eating dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Mon Geudong.Pada penelitian ini rancangan penelitian yang digunakan yaitu deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah balita berjumlah 224 orang. Sampel ada penelitian ini berjumlah 143 orang. Berdasarkan hasil uji statistik korelasi Uji Chi Square diperoleh hasil dengan p value 0.001 dan dengan tingkat keeratan hubungan yaitu tidak berhubungan. Hal ini menunjukkan bahwa ρ value< α maka hipotesis Ha1 diterima dan Ho1 ditolak yang berarti ada hubungan pola makan dengan kejadian stunting pada balita. Berdasarkan hasil uji statistik korelasi Uji Chi Square diperoleh hasil dengan p value 0.000 dan dengan tingkat keeratan hubungan yaitu berhubungan. Hal ini menunjukkan bahwa ρ value< α maka hipotesis Ha2 diterima dan Ho2 ditolak yang berarti ada hubungan picky eating dengan kejadian stunting pada balita. Diharapkan dapat memberikan edukasi terkait pola makan dan picky eating dengan kejadian stunting.
Hubungan Pola Makan 3 J (Jumlah, Jenis, Jadwal) Dan Perilaku Sedentari Dengan Pengendalian Gula Darah Pasien Dm Tipe 2 Budi, Setia; Mauliza, Rizki; Maulida, Husna; Mauliana, Mauliana
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 18 No. 2 (2025): September
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/nasuwakes.v18i2.1001

Abstract

Diabetes merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM). PTM bertanggung jawab atas 70% kematian di seluruh dunia. Survei kesehatan dasar tahun 2017, 2018, dan 2019 menunjukkan angka kejadian penyakit tidak menular semakin meningkat menjadi 74% kematian. Untuk mengetahui hubungan pola makan 3J (jumlah, jenis, jadwal) dan perilaku sedentari dengan pengendalian gula darah pasien DM Tipe 2 Di UPTD Puskesmas Muara Dua Kota Lhokseumawe. Penelitian bersifat observasional analitik dengan desain cross-sectional. Jumlah responden dalam penelitian ini berjumlah 97 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Hasil uji statistik didapat bahwa nilai p-value 0,049 < 0,05 yang berarti ada hubungan jenis makanan dengan pengendalian gula darah pasien DM Tipe 2. Hasil uji statistik didapat bahwa nilai p-value 0,039 < 0,05 yang berarti ada hubungan jadwal makan dengan pengendalian gula darah pasien DM Tipe 2 di UPTD Puskesmas Muara Dua Kota Lhokseumawe. Peneliti menyimpulkkan bahwa jenis makanan sangat berpengaruh untuk meningkatkan kadar gula darah seperti makanan yang banyak mengandung gula yang tinggi. Sarah peneliti agar selalu menjaga makanan agar dapat mengendalikan kadar gula dalam tubuh.
Pengaruh Pemberian Terapi Akupunktur Dikombinasi Dengan Ultrasound Pada Pasien Keluhan Nyeri Bahu Afniratri, Atika; Halizah, Afifah Nur; Saleh, Muhammad; Zein, Renni Hidayati
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 18 No. 2 (2025): September
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/nasuwakes.v18i2.1262

Abstract

Nyeri bahu merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang sering dijumpai dan menempati urutan ketiga setelah keluhan punggung dan leher. Sekitar 8–13% cedera atletik melibatkan sendi bahu, dengan penyebab utama antara lain gangguan rotator cuff, adhesive capsulitis (bahu beku), dan osteoartrosis sendi glenohumeral. Gejala dapat muncul secara tiba-tiba, terutama nyeri pada malam hari, atau berkembang secara bertahap saat pergerakan sendi. Apabila tidak ditangani secara optimal, nyeri bahu dapat menurunkan kualitas hidup, membatasi aktivitas fungsional, serta mengganggu produktivitas individdan efektif secara klinis untuk membantu penyembuhan dan pemulihan pada pasien stroke. penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan pre-eksperimen dan one group pretest-posttest design. Populasi penelotian ini seluruh pasien nyeri bahu di fasilitas pelayan Kesehatan. Sampel penelitian berjumlah 30 orang yang memenuhi kriteria insklusi Subjek penelitian wanita dan pria berusia 40-55 tahun. Subjek penelitian nyeri bahu dengan skala nyeri 4-7 dan ekslusi terapi akupuntur dengan kombinasi ultrasound melakukan terapi 4-6 kali. Tingkat nyeri lutut menggunakan Numerical Pain Rating Scale (NPRS) (skala 0-10) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan penurunan skor nyeri rata-rata yang signifikan dengan intervensi akupunktur kombinasi dengan ultrasound. Skor nyeri rata-rata sebelum terapi adalah 7.23, dan setelah terapi menurun menjadi 2.43, dengan perbedaan rata-rata sebesar 4,80 poin. Uji normalitas Shapiro Wilk menunjukkan bahwa data skor nyeri berdistribusi tidak normal, namun uji Wilcoxon Signed Rank menunjukkan nilai signifikasi p>0.005, menandakan adanya perbedaan yang bermakna.
Hubungan Gaya Hidup Sehat Dengan Risiko Terjadinya Stroke Pada Pasien Akupunktur Di Klinik Aaa Aceh Neuhun Halizah, Afifah Nur; Jhonatan, Jonathan Leonardo; Atika, Atika Afniratri; Aji Legowo, Nurcahyo
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 18 No. 2 (2025): September
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/nasuwakes.v18i2.1263

Abstract

Latar Belakang: Stroke merupakan salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas tertinggi di Indonesia. Faktor gaya hidup seperti pola makan, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, dan pengendalian penyakit kronis memengaruhi risiko terjadinya stroke. Penilaian risiko sejak dini penting dilakukan, khususnya pada pasien yang menjalani terapi akupunktur sebagai bagian dari pendekatan kesehatan holistik.Tujuan: Mengetahui hubungan antara gaya hidup dengan risiko terjadinya stroke pada pasien akupunktur di Klinik AAA Aceh Neuhun. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional terhadap 40 responden yang dipilih melalui consecutive sampling. Gaya hidup diukur menggunakan kuesioner 20 item, dan risiko stroke diukur menggunakan AHA Stroke Risk Scorecard. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan α = 0,05.Hasil: Mayoritas responden memiliki gaya hidup kategori sedang (40%), diikuti gaya hidup baik (35%) dan buruk (25%). Risiko stroke terbanyak berada pada kategori rendah dan sedang (masing-masing 40%), sedangkan risiko tinggi ditemukan pada 20% responden. Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara gaya hidup dengan risiko stroke (χ²(4) = 10,41; p = 0,034), di mana gaya hidup buruk memiliki proporsi risiko stroke tinggi lebih besar dibandingkan gaya hidup baik. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara gaya hidup dengan risiko stroke. Gaya hidup sehat terbukti berperan sebagai faktor protektif dalam menurunkan risiko stroke. Diperlukan edukasi dan intervensi gaya hidup sebagai bagian dari pelayanan akupunktur untuk mencegah peningkatan risiko stroke.
Pengaruh Sop Daun Bangun-Bangun Terhadap Produksi ASI Ibu Post Partum Di Desa Sidoharjo I Pasar Miring Kec. Pagar Merbau Tahun 2025 Lestari, Jayanti Rida; Saragih, Astri Ulina; Azijah, Suci Nur
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 19 No. 1 (2026): April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/nasuwakes.v19i1.1293

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi utama bagi bayi yang baru lahir dan memiliki manfaat jangka panjang terhadap pertumbuhan serta sistem kekebalan tubuh anak. Namun, tidak semua ibu pascapersalinan mampu memproduksi ASI dalam jumlah yang cukup. Salah satu alternatif untuk membantu meningkatkan produksi ASI secara alami adalah dengan memanfaatkan tanaman herbal, salah satunya daun bangun-bangun (Coleus amboinicus Lour). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian sop daun bangun-bangun terhadap produksi ASI pada ibu post partum. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode quasi-experimental dan desain two group pre-test post-test control group. Lokasi penelitian berada di Desa Sidoharjo I Pasar Miring, Kecamatan Pagar Merbau, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Sampel berjumlah 12 ibu post partum yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi berupa pemberian sop daun bangun-bangun sebanyak dua kali sehari selama tujuh hari. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan pengukuran volume ASI sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil analisis univariat menunjukkan peningkatan jumlah ibu dengan produksi ASI lancar setelah intervensi. Hasil uji bivariat menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan pemberian sop daun bangun-bangun terhadap produksi ASI. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sop daun bangun-bangun terbukti efektif dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu post partum.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sosial Budaya Pasangan Usia Subur (PUS) Terhadap Minat Pemeriksaan Inspeksi Viusal Asam Asetat (IVA) Sebagai Upaya Deteksi Dini Kanker Serviks Saputri, Eva; Kasmini, Lili; Fitria
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 19 No. 1 (2026): April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/nasuwakes.v19i1.1298

Abstract

Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang paling sering terjadi pada wanita di seluruh dunia. Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), kanker serviks menempati urutan kedua sebagai kanker yang paling banyak menyerang wanita setelah kanker payudara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat pengetahuan ibu dan faktor sosial budaya terhadap minat melakukan pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) sebagai upaya deteksi dini kanker serviks. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di UPTD Puskesmas Seunuddon Kabupaten Aceh Utara mulai bulan April 2025 hingga Agustus 2025. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 186 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,000 yang berarti terdapat pengaruh signifikan antara tingkat pengetahuan dengan minat pemeriksaan IVA pada pasangan usia subur. Selain itu, hasil uji statistik juga menunjukkan nilai p-value = 0,000 yang berarti terdapat pengaruh signifikan antara faktor sosial budaya dengan minat pemeriksaan IVA. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan dan faktor sosial budaya berpengaruh signifikan terhadap minat ibu dalam melakukan pemeriksaan IVA sebagai deteksi dini kanker serviks. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi kesehatan serta pendekatan berbasis sosial budaya untuk meningkatkan minat ibu melakukan pemeriksaan IVA.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemilihan Alat Kontrasepsi Intrauterin pada Wanita Usia Subur Sulastri; Kasmini, Lili; Fitria
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 19 No. 1 (2026): April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/nasuwakes.v19i1.1300

Abstract

Pembangunan program Keluarga Berencana (KB) nasional bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penggunaan alat kontrasepsi. Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) atau Intra Uterine Device (IUD) merupakan metode kontrasepsi jangka panjang yang aman dan efektif dibandingkan metode lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan alat kontrasepsi IUD pada wanita usia subur. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Variabel independen meliputi tingkat pendidikan, pengetahuan, sosial budaya, dan sikap, sedangkan variabel dependen adalah penggunaan IUD. Penelitian dilaksanakan di UPTD Puskesmas Seunuddon Kabupaten Aceh Utara pada 11–24 Juni 2025 dengan jumlah sampel 86 responden menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pendidikan (p=0,024), pengetahuan (p=0,034), dan sikap (p=0,008) dengan pemilihan IUD. Sementara itu, faktor sosial budaya tidak berhubungan signifikan (p=0,233). Kesimpulan penelitian ini adalah tingkat pendidikan, pengetahuan, dan sikap berperan dalam pemilihan kontrasepsi IUD, sedangkan faktor sosial budaya tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Disarankan kepada tenaga kesehatan untuk meningkatkan edukasi dan konseling terkait IUD guna meningkatkan pengetahuan dan sikap positif wanita usia subur, serta kepada masyarakat untuk lebih aktif mencari informasi yang akurat mengenai metode kontrasepsi.
Utilization of Coconut Coir Waste as an Organic Planting Medium (Cocopeat) as a Substitute for Topsoil in Crop Cultivation Samosir, Ainun; Junita, Lisa; Darmiati
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 19 No. 1 (2026): April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/nasuwakes.v19i1.1301

Abstract

According to the Central Statistics Agency (2021), coconut production in Aceh reaches 66.4 thousand tons, and coconut fiber accounts for approximately 12 percent of the total coconut production annually. This substantial coconut fiber potential is not fully utilized in production, leading to environmental problems. The aim of this research is to reduce coconut fiber waste by processing it into an organic planting medium (cocopeat) to replace soil. This research used an experimental method and was conducted from February 25 to April 3, 2025. The subjects used organic planting media consisting of 100% cocopeat, an 80:20 cocopeat and soil ratio, a 50:50 cocopeat and soil ratio, and 100% soil as a control. Results of water absorption tests showed that cocopeat could retain 300% of its water content, and water retention tests showed that cocopeat could retain 200% of its water content after 6 hours of sun exposure. Stem growth and leaf number of mustard greens and spinach were better in the 100% cocopeat growing medium, and observations were made weekly for 30 days. The conclusion of the test results for mustard greens and spinach plants shows that stem growth and the number of plant leaves are better at a concentration of 100% Cocopeat planting media, this proves that Cocopeat can be used as an organic planting media to replace soil.
Pengisian Rekam Medis Form Monitoring Ketidaklengkapan di Ruang PICU Rumah Sakit Ibu dan Anak Pemerintah Aceh Anita, Julia; Khatimah, Cut Husnul; Surahmi, Nadia; Nurhayati; Najwa, Sucita
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 19 No. 1 (2026): April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/nasuwakes.v19i1.1302

Abstract

Hasil observasi di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Pemerintah Aceh masih ditemukan kelengkapan pengisian lembar resume medis di Ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) 92,39% dan ketidaklengkapan 7,6%, dan pada lembar pengantar rawat kelengkapan 96,9% dan tidak lengkap 3,02%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengisian lembar rekam medis Ruang PICU berdasarkan Form Monitoring Ketidaklengkapan Lembar Pengisian Rekam Medis (KLPCM) di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Pemerintah Aceh. Penelitian ini dilakukan di Ruang Rekam Medis pada tanggal 16 s/d 18 April 2025 dengan jumlah populasi dan sampel yaitu berkas pasien Ruang PICU dari bulan Oktober s/d Desember Tahun 2024 sebanyak 42 berkas. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan checklist pada komponen utama rekam medis, yaitu lembar masuk dan keluar pasien, resume medis, general consent, pengantar rawat, serta rekonsiliasi dan riwayat pengobatan pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelengkapan pengisian pada lembar masuk dan keluar pasien 100%, kelengakapan resume medis 91% dan tidak lengkap 9%, kelengkapan general consent 100%, kelengkapan pengantar rawat 95% dan ketidaklengkapannya 5%, dan kelengkapan rekonsiliasi dan riwayat pengobatan hanya 56% tidak lengkap 44%. Temuan ini menegaskan perlunya monitoring rutin dan peningkatan pemahaman tenaga kesehatan terhadap pentingnya pengisian rekam medis yang lengkap. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan untuk mengoptimalkan pengisian lembar rekam medis yang belum terisi 100% agar dapat meningkatkan mutu rumah sakit.
Pengembangan Rekam Medis Elektronik pada Rehabilitasi Medik Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit Jiwa Pemerintah Aceh Anita, Julia; Fahlevi, Nova; Khatimah, Cut Husnul; Surahmi, Nadia; Yusuf, T. Alfansuri
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 19 No. 1 (2026): April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/nasuwakes.v19i1.1316

Abstract

Pengembangan Rekam Medis Elektronik (RME) dalam rehabilitasi medik merupakan langkah penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dalam rangka rehabilitasi rawat jalan di Rumah Sakit Jiwa Pemerintah Aceh. Terdapat permasalahan yang ditemukan pada saat survei awal yaitu tentang kebutuhan informasi seperti belum adanya data informasi yang cukup untuk kebutuhan informasi rawat jalan. Selain itu untuk keamanan dan privasi belum terlaksana sepenuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk menilai implementasi dan pengembangan kebutuhan informasi dalam sistem RME, serta keamanan dan privasi data pasien. Dengan memanfaatkan metode kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara dengan petugas rekam medis, dilaksanakan pada tanggal 15 - 20 Januari 2026 di ruang pelayanan rawat jalan Rumah Sakit Jiwa Pemerintah Aceh, populasi dan sampel berjumlah 5 orang petugas. Berdasarkan hasil penelitian dapat menunjukkan bahwa pengembangan Rekam Medis Elektronik (RME) untuk rehabilitasi medik rawat jalan telah berjalan dengan baik. Petugas telah melaksanakan tanggung jawab mereka sesuai dengan SOP yang ditetapkan dan sudah dalam kategori Sesuai, akan tetapi masih ada beberapa kendala yang terjadi seperti kebutuhan untuk meningkatkan sistem pelayanan, jaringan yang kurang stabil dan memperbarui fitur-fitur dalam sistem RME. Diharapkan kepada Pihak Rumah Sakit Jiwa Pemerintah Aceh agar lebih meningkatkan sistem pelayanan, jaringan yang kurang stabil, memperbarui fitur - fitur dalam RME, dan memberikan pelatihan tambahan kepada petugas agar tidak terjadi keterlambatan dalam melayani pasien.