cover
Contact Name
Nora Usrina
Contact Email
nasuwakes@poltekkesaceh.ac.id
Phone
+6285260777585
Journal Mail Official
nasuwakes@poltekkesaceh.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta Kampus Terpadu Poltekkes Kemenkes Aceh Kab Aceh Besar Telp : +62 852-6077-7585
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Nasuwakes : Jurnal Kesehatan Ilmiah
ISSN : 1978631X     EISSN : 26556723     DOI : doi.org/10.30867/nasuwakes.v1i2
Core Subject : Health, Science,
Journal Nasuwakes was created and developed by Health Polytechnic of the Ministry of Health of Aceh. This journal is published regularly 2 times a year in May and November which publishes research articles in the field of health in general. Articles submitted will be selected by editors and bestari partners. Nasuwakes in its next publication will receive all research articles, reviews, and case studies in the field of health science.
Articles 119 Documents
Efektifitas Pemberian Tablet Fe dengan Vitamin C dan Jus Jambu Biji Merah (Psidium Guajava L.) Terhadap Lama Penyembuhan Rupture Perineum (Literatur Review) Yusnaini, Yusnaini; Rismayanti, Rismayanti; Zahri, Kartina
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 13 No. 2 (2020): Nopember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perdarahan postpartum menjadi penyebab utama 40 % kematian ibu di Indonesia, salah satu hal yang menyumbang angka kematian ibu adalah perdarahan pada proses persalinan. Perlukaan jalan lahir dapat mengenai vulva, perineum, uterus, vagina dan serviks. Salah satu perlukaan jalan lahir adalah ruptur perineum.Tujuan Penelitian untuk mengetahui efektifitas pemberian tablet Fe dengan vitamin C dan Jus Jambu Biji terhadap proses penyembuhan luka rupture perineum. Penelitian ini menggunakan metode literatur review pada 7 jurnal dengan 5 jurnal nasional dan 2 jurnal internasional. Hasil Penelitian: Penyembuhan luka perineum akan lebih cepat sembuh dengan pemberian tablet Fe + jus jambu biji dibandingkan dengan pemberian tablet Fe + vitamin C. Hal ini dipengaruhi oleh banyak faktor salah satunya kandungan vitamin C yang dimiliki buah jambu biji merah yang banyak vitamin dan mineral yang tidak dimiliki oleh vitamin C sintetik. Dengan begitu hemoglobin akan meningkat dan suplai oksigen ke sel jaringan akan tercukupi dan proses penyembuhan akan lebih baik. Kesimpulan yang didapat adalah bahwa pemberian tablet Fe dan jus jambu biji merah (Psidium guajava L.) lebih efektif terhadap lama penyembuhan rupture perineum.
Pengaruh Pemberian Jus Tomat (Lycopersicum Commune) dan Mentimun (Cucumis Sativus) terhadap Perubahan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi di Desa Paya Bujok Teungoh Kecamatan Langsa Barat Sulistiani, Eva; Supriyanti, Supriyanti
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 13 No. 2 (2020): Nopember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tomat (Lycopersicum commune) dan mentimun (Cucumis sativus) merupakan dua sumber makanan yang kaya akan kalium dan sangat baik untuk menurunkan tekanan darah. Sebagaimana diketahui bahwa hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan yang sangat serius saat ini, sering disebut sebagai the silent killer. Tingginya kejadian hipertensi sering berakibatkan pada kematian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian jus tomat dan mentimun terhadap perubahan tekanan darah dengan desain penelitian quasy eksperimen melibatkan dua kelompok intervensi dan menggunakan uji Independen t-test dan uji Pair t-test. Sampel penelitian ini adalah penderita hipertensi berjumlah 30 orang dimana kelompok yang diberikan jus tomat sebanyak 15 orang dan kelompok yang diberikan jus mentimun sebanyak 15 orang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus sampai dengan September tahun 2017 di Desa Paya Bujok Teungoh Kecamatan Langsa Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada uji Independent t-test setelah pemberian jus tomat dan mentimun p<0,05 yang berarti bahwa ada perbedaan tekanan darah setelah pemberian jus tomat dan mentimun. Pada uji Pair t-test menunjukkan bahwa terdapat penurunan tekanan darah sistole sebesar 6,27 ± 3,52 mmHg dan diastole sebesar 7,07 ± 1,39 mmHg pada pemberian jus tomat serta terdapat penurunan tekanan darah sistole 3,47 ± 1,46 mmHg dan diastole sebesar 3,47 ± 0,92 mmHg pada pemberian jus mentimun. Dengan demikian pemberian jus tomat lebih cepat menurunkan tekanan darah dibandingkan mentimun sehingga diharapkan dapat dikonsumsi oleh penderita hipertensi sebagai alternatif pengobatan. Namun demikian, pemberian jus tomat harus tetap diawasi dengan cara mengontrol tekanan darah setiap hari.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Perilaku Seksual Remaja Pada Siswa SMA Negeri 2 Banda Aceh Idawati, Cut Rita; Arbi, Anwar; Liana, Intan
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 13 No. 2 (2020): Nopember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kota Banda Aceh tentang perubahan perilaku seksual pada remaja dari tahun 2015 - 2019 sebanyak 62 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual remaja pada siswa SMA Negeri 2 Banda Aceh Tahun 2020. Desain penelitian ini Cross Sectional dengan jumlah 74 responden. Penelitian dilakukan dari tanggal 29 Februari s/d 02 Maret tahun 2020. Analisis data menggunakan software pengolah data dengan uji statistic Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku seksual 81,1% beresiko, pengetahuan 55,4% kurang baik, media cetak dan elektronik 95,9% tidak ada, teman sebaya 94,6% tidak berpengaruh, orang tua 95,9% tidak berperan, guru 93,2% tidak berperan. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara pengetahuan (p-value=0,294) dengan perilaku seksual remaja, ada hubungan antara pengaruh media cetak dan elektronik (p-value=0,031) dengan perilaku seksual remaja, tidak ada hubungan antara pengaruh teman sebaya (p-value=0,321) dengan perilaku seksual remaja, ada hubungan antara peran orang tua (p-value=0,031) dengan perilaku seksual remaja, ada hubungan antara peran guru (p-value=0,015) dengan perilaku seksual remaja. Maka dapat direkomendasikan kepada pimpinan sekolah agar dapat memberikan sosialisasi tentang perilaku seksual beresiko dan bahaya paparan pornografi, ada kerja sama sekolah dengan orang tua untuk mencegah perilaku seksual beresiko melalui pola asuh orang tua, dan nilai-nilai keagamaan
Hubungan Akses Media Sosial oleh Ibu dengan Cakupan Imunisasi Dasar pada Balita di Indonesia (Analisa Data Survei Demografi Kesehatan Indonesia Nufus, Hayatun; Abdullah, Asnawi; Zakaria, Radhiah
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 13 No. 2 (2020): Nopember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 2017 masih terdapat 6% anak belum pernah mendapatkan imunisasi dasar di beberapa wilayah di Indonesia. Salah satu penyebabnya yaitu kurangnya informasi tentang imunisasi. Salah satu informasi yang mudah diakses saat ini adalah sosial media, dimana hampir 77,6% wanita di Indonesia mengakses media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan akses media sosial oleh ibu terhadap cakupan imunisasi dasar pada balita. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik menggunakan data sekunder dari Survei Demografi Kesehatan Indonesia tahun 2017 dengan menggunakan desain Cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 49.627 Wanita Usia Subur usia 15-49 tahun dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 18.562 wanita usia subur usia 15-49 tahun yang memiliki balita dan sudah pernah menikah. Unit analisa data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa balita yang mendapatkan imunisasi lengkap 43,43% dan ibu yang pernah mengakses media sosial 57,32%, dari hasil analisa bivariat terdapat hubungan yang signifikan antara akses sosial media oleh ibu dengan cakupan imunisasi dasar pada balita (OR=1,51, 95% CI=1,42-1,60, P Value=0,0001), artinya ibu yang tidak pernah mengakses sosial media memiliki peluang 1,51 kali untuk tidak lengkap cakupan imunisasi dasar pada balita dibandingkan dengan ibu yang pernah akses sosial media. Akses sosial media oleh ibu memiliki pengaruh positif terhadap cakupan imunisasi dasar balita, dimana ibu yang pernah akses media sosial memiliki peluang 1,51 kali untuk kelengkapan imunisasi dasar pada balita. Maka diharapkan kepada pemerintah untuk melakukan evaluasi dan monitoring informasi negatif terkait imunisasi yang ada di media sosial, sehingga dapat mengurangi persepsi negatif masyarakat tentang imunisasi.
Hubungan Perilaku Merokok dengan Tingkat Kesehatan Mental Emosional pada Siswa di Banda Aceh Kurnia, Reza; Marthoenis, Marthoenis; Maidar, Maidar; Usrina, Nora
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 13 No. 2 (2020): Nopember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan mental merupakan penyakit yang mempengaruhi kognisi, emosi dan kontrol terhadap perilaku. Prevalensi gangguan mental emosional di Indonesia yang berusia ≥15 tahun sebanyak 9,8%. Perilaku merokok menjadi salah faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan mental. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan perilaku merokok dengan tingkat kesehatan mental emosional pada siswa di Kota Banda Aceh. Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini yaitu siswa laki-laki berusia 15-18 tahun yang berada di wilayah Kota Banda Aceh yang berjumlah 531 siswa. Data dianalisis dengan analisis univariat, bivariat, dan multivariat dengan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifkan antara perilaku merokok setiap hari dengan kesehatan mental emosinal siswa di Banda Aceh (p-value=0,000). Faktor yang paling dominan berhubungan dengan kesehatan mental emosional yaitu merokok setiap hari (OR=3,69; 95% CI: 2,14 – 6,39; p-value=0,000). Faktor lain yang juga berhubungan dengan kesehatan mental emosional yaitu umur dan kelas. Perlu adanya kebijakan untuk larangan merokok dan penyuluhan terkait bahaya merokok bagi kesehatan mental emosional.
Pengaruh Teknik Areola Massage dan Rolling Massage terhadap Waktu Pengeluaran ASI Keumalahayati, Keumalahayati; Supriyanti, Supriyanti; Azwarni, Azwarni
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 13 No. 2 (2020): Nopember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tehnik areola massage dan rolling massage merupakan dua tehnik yang dapat merangsang oksitosin pada ibu post partum. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Tehnik Areola Massage dan Rolling Massage terhadap waktu pengeluaran ASI pada ibu post seksio sesaria Di Ruang Kebidanan Rumah Sakit Umum Daerah kota Langsa. Penelitian ini bersifat Analitik desain eksperimen dengan menggunakan rancangan post test only design. Hasil penelitian pada kelompok intervensi ASI keluar < 54 jam post SC sebanyak 9 orang (90 %). Pada kelompok kontrol ASI keluar < 54 jam post SC sebanyak 7 orang (70%). Pada kelompok intervensi, rata-rata ASI keluar 50,39 Jam setelah post SC dengan standar deviasi 9,0970 jam, sedangkan waktu tercepat 40,30 Jam dan terlama 74,30 Jam. Pada kelompok kontrol rata-rata ASI keluar 55,74 Jam setelah post SC dengan standar deviasi 9,132 Jam, sedangkan waktu tercepat 49 Jam dan terlarna 79 Jam. Dari hasil analisis dengan uji Paired T-test terdapat perbedaan yang bermakna antara ibu post seksio secarea yang diberikan intervensi dengan ibu yang tidak diberikan intervensi tersebut, dalam hal kecepatan waktu pengeluaran ASI setelah melahirkan. Dari hasil penelitian menyarankan untuk mensosialisasikan tehnik areola massage dan rolling massage bagi petugas kesehatan khususnya pada ibu post secsio secarea.
Kecanduan Smartphone pada Mahasiswa; Kontribusi Karakterikstik Demografi dan Status Psikososial Jauhari, Julianti; Ismail, Nizam; Marthoenis, Marthoenis; Abdullah, Asnawi
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 13 No. 2 (2020): Nopember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan smartphone khususnya dikalangan mahasiswa yang tidak terkontrol dapat mengakibatkan kecanduan. Banyak faktor yang diduga berperan dalam mempengaruhi kecanduan smartphone pada mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik dan status psikososial terhadap kecanduan smartphone pada mahasiswa. Hasil penelitian ini bermanfaat secara teortis untuk kajian ilmiah dan secara praktis untuk mengurangi dan melakukan pencegahan kecanduan smartphone pada mahasiswa. Desain penelitian yang digunakan adalah survey analitik, dengan pendekatan cross sectinal study. Pengumpulan data menggunakan instrumen baku yang dilakukan secara online. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Poltekkes Kemenkes Aceh, yang berjumlah 2.004 orang. Data dianalisis secara univariat, bivariat (Pearson Chi-Square Test) dan multivariat (Logistic Regression dengan metode Stepwise). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerjaan ayah (p-value: 0,016; OR: 0,93) dan self esteem (p-value: 0,0001; OR: 17,4) merupakan prediktor yang paling dominan mempengaruhi kecanduan smartphone pada mahasiswa. Hasil analisis multivariat untuk keseluruhan variabel penelitian diketahui bahwa self esteem merupakan prediktor paling dominan yang mempengaruhi kecanduan smartphone. Self esteem yang rendah berkontribusi sebesar 19 kali terhadap kecanduan smartphone. Diharapkan kepada mahasiswa agar meningkatkan kepercayaan diri dan juga kepada orang tua untuk meningkatkan perhatian dan kontrol penggunaan smartphone serta kepada dosen dan pengelola pendidikan untuk membuat aturan penggunaan smartphone di kampus.
Hubungan Pengetahuan dan Media Informasi dengan Perilaku Seksual Pada Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Aceh Fitria, Ida; Hermansyah, Hermansyah; Ismail, Nizam
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 13 No. 2 (2020): Nopember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumbuh dalam masyarakat yang agamis dengan topik seks dan kesehatan reproduksi yang masih tabu, seperti di Aceh, anak muda bisa lebih penasaran untuk mengalami seks begitu mereka belajar sesuatu tentang seksual, seingga cenderung melakukan tindakan seksual yang menyimpang, hal ini dapat dilihat dari adanya kasus seks pra nikah dikalangan remaja Provinsi Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan pengetahuan dan media informasi dengan perilaku seksual pada mahasiswa Poltekkes Kemenkes Aceh. Desain penelitian ini cross sectional. Populasi Populasi dalam penelitian ini seluruh mahasiswa Poltekkes Kemenkes Aceh berjumlah 2.333 orang. Sampel penelitian sebanyak 1.226 orang. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Agustus sampai dengan September 2020 dengan kuesioner online. Analisis data dilakukan dengan uji regresi logistik. Hasil penelitian diketahui sebanyak (43,1%) responden dengan pengetahuan kurang dan (42,1 %) perilaku seksual kurang. Hasil analisis bivariat menunjukan ada hubungan pengetahuan cukup dengan perilaku seksual pada mahasiswa Poltekkes Kemenkes Aceh (OR=1,5; CI 95%=1,23-1,96 p=0,0001) dan ada hubungan akses media informasi tentang seksualitas dan kontrasepsi cukup dengan perilaku seksual pada mahasiswa Poltekkes Kemenkes Aceh (OR=2,9; CI 95%=2,27-3,73 p= 0,0001). Kesimpulan penelitian, terdapat hubungan pengetahuan dan akses media informasi dengan perilaku seksual. Disarankan kepada pihak insitusi pendidikan agar dapat meningkatkan pengetahuan mahasiswa tentang perilaku seksual serta dapat memblokir akses internet yang menjerumus pada pornografi di area kampus.
Hubungan Perilaku Tuna Netra dengan Kebersihan Gigi dan Mulut di Rumoh Seujahtera Bejroh Meukarya Aceh Besar Niakurniawati, Niakurniawati; Imran, Herry
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 13 No. 2 (2020): Nopember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penderita tuna netra biasanya kurang memperhatikan kesehatan gigi dan mengabaikan perawatan gigi. Terbukti bahwa orang normal dan penderita tuna netra biasanya menunjukkan bahwa Indeks debris, kalkulus dan oral higiene penderita tuna netra lebih tinggi dibandingkan orang normal, disebabkan mereka mengalami kesulitan dalam memelihara kesehatan rongga mulut. Berdasarkan pemeriksaan awal dengan 10 orang, terdapat 8 orang tuna netra diantaranya memiliki kebersihan gigi dan mulut dengan kriteria buruk, 2 orang dengan kriteria sedang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku tuna netra dengan kebersihan gigi dan mulut di Rumoh Seujahtera Bejroh Meukarya Aceh Besar. Penelitian ini bersifat analitik, populasi penelitian yaitu seluruh tuna netra yang berusia 12 s/d 31 tahun yang terdiri dari 34 orang. Sampel penelitian ini menggunakan total populasi berjumlah 34 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dengan menggunakan kuesioner serta pemeriksaan OHI-S. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden dengan pengetahuan tertinggi pada kriteria kurang baik yaitu 23 orang (68%), sikap tertinggi pada kriteria baik 18 orang (53%), dan tindakan tertinggi pada kriteria kurang 25 orang (74%). Berdasarkan hasil uji statistik bahwa tidak ada hubungan pengetahuan (p = 0,06), ada hubungan sikap (p = 0,02) dan ada hubungan tindakan (p = 0,01) dengan kebersihan gigi dan mulut. Dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan pengetahuan dengan kebersihan gigi dan mulut, serta ada hubungan sikap dan tindakan dengan kebersihan gigi dan mulut. Sikap yang baik disarankan kepada para tuna netra agar dapat mengubah atau memperbaiki perilaku yang diwujudkan melalui suatu tindakan yang baik juga.
Faktor Determinan Kejadian Stunting Pada Balita Di Masa Covid-19 Pada Wilayah Kerja Puskesmas Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar Fitraniar, Iin; Ramli, Nurlaili; Asmayani, Asmayani
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 14 No. 1 (2021): April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang berhubungan dengan meningkatnya risiko kesakitan dan hambatan pada pertumbuhan baik motorik maupun mental. Data yang diperoleh dari Puskesmas Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar periode Januari sampai Desember tahun 2021 jumlah balita usia 1-5 tahun yang ditimbang sebanyak 3.112 orang dan jumlah balita yang mengalami stunting sebanyak 464 orang (14,9%). Jumlah balita yang mengalami stunting pada bulan April 2022 sebanyak 84 oran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor determinan kejadian stunting pada balita di masa COVID-19 pada Wilayah Kerja Puskesmas Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan dari 84 responden yang mengalami stunting pada kategori pendek sebanyak 54 orang (64,3%), memiliki pengetahuan pada kategori kurang sebanyak 35 orang (41,7%), pendapatan pada kategori dibawah UMP sebanyak 44 orang (52,4%) dan pemberian makanan pada kategori kurang sebanyak 45 orang (53,6%) dengan p value untuk pengetahuan (0,001) dengan OR 5,200, pendapatan (0,002) dengan OR 5,163 dan pemberian makan (0,003) dengan OR 4,779. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan, pendapatan dan pemberian makan dengan stunting pada balita. Diharapkan bagi ibu yang memiliki anak balita untuk meningkatkan pengetahuan tentang stunting dengan menggali informasi dari beberapa sumber terutama dari petugas kesehatan untuk mendapatkan informasi yang akurat tentang bahaya stunting

Page 4 of 12 | Total Record : 119