cover
Contact Name
-
Contact Email
journal@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunungpati Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Seminar Nasional IPA
ISSN : 29622905     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Proceeding Seminar Nasional IPA berisi artikel yang bertema inovasi pembelajaran IPA, penelitian dibidang IPA dan ilmu lingkungan yang berasal dari kegiatan Seminar Nasional IPA. Kegiatan Seminar Nasional IPA sendiri merupakan kegiatan yang diselengarakan oleh Jurusan IPA Terpadu UNNES dengan kerjasama dengan Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia (PPII). Kegiatan ini merupakan sarana komunikasi pertukaran informasi antara peserta seminar dengan narasumber yang kompeten terkait pembelajaran sains dan ilmu lingkungan, meningkatkan jejaring kerjasama dengan Jurusan IPA Terpadu FMIPA UNNES dan memfasilitasi pertukaran informasi ilmiah berkaitan pembelajaran IPA yang aktif, inovatif dan kreatif khususnya dalam menyongsong Pembelajaran Abad 21 dan pengembangan karakter berwawasan lingkungan.
Articles 335 Documents
MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MATERI CAHAYA DAN ALAT OPTIK DENGAN MODEL Problem Based Learning Ulya, Izzatul; Sukimin; Dewi, Novi Ratna
Proceeding Seminar Nasional IPA 2023
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui peningkatan motivasi peserta didik dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning pada materi cahaya dan alat optik. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII-B di SMP Negeri 41 Semarang tahun ajaran 2022/2023 yang berjumlah 33 siswa. Jenis penelitian ini adalah penilitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data penelitian diperoleh dari nilai pra siklus, siklus 1, siklus 2, dan lembar angket motivasi belajar peserta didik. Berdasarkan data analisis N-gain terhadap peningkatan motivasi belajar peserta didik kelas VIII B diperoleh data peningkatan pada siklus 1 sebesar 0,42 dengan kategori sedang dan pada siklus 2 mengalami peningkatan sebesar 0, 65 dengan kriteria sedang. Berdsarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Problem Based Learning pada materi Cahaya dan Alat Optik dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas VIII B di SMP Negeri 41 Semarang.
Pembelajaran Kooperatif-Jigsaw Berbantu Media Simulasi untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Motivasi Belajar Peserta Didik VII-B SMP Negeri 3 Semarang Safitri, Rizqi Kurnia; Herdijanti; Savitri, Erna Noor
Proceeding Seminar Nasional IPA 2023
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran kooperatif-jigsaw berbantu media simulasi. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Kolaboratif ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan motivasi belajar peserta didik VII-B SMP Negeri 3 Semarang pada materi Bumi dan Tata Surya. Desain penelitian menggunakan model penelitian tindakan kelas menurut Kurt Lewin yang meliputi empat tahap kegiatan utama pada setiap siklus meliputi: Perencanaan (Planning), Pelaksanaan (Action), Pengamatan (Observation), dan Refleksi (Reflection). Penelitian dilakukan di SMP Negeri 3 Semarang dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 32 peserta didik kelas VII-B tahun ajaran 2022/2023. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa teknik wawancara, observasi, tes, dan angket. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji N-Gain pada hasil tes dengan instrument tes pilihan ganda beralasan dan hasil angket motivasi peserta didik. Kemampuan berpikir kritis peserta didik pada siklus I memiliki skor N-Gain sebesar 0,39 dengan kategori sedang dan meningkat kembali pada siklus II dengan skor N-Gain sebesar 0,45 dengan kategori sedang. Sementara untuk motivasi belajar peserta didik pada siklus I memiliki skor N-Gain sebesar 0,42 dengan kategori sedang dan meningkat kembali pada siklus II dengan skor N-Gain 0,49 dengan kategori sedang. Berdasarkan hasil analisis tersebut, maka penerapan pembelajaran Kooperatif-Jigsaw berbantu media simulasi mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan motivasi belajar peserta didik.
PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP IPA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA DIORAMA KELAS VII SMP NEGERI 19 SEMARANG Ulfa, Saidatul; Sulistyorini; Dewi, Novi Ratna
Proceeding Seminar Nasional IPA 2023
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan berangkat dari hasil observasi dan wawancara terhadap rendahnya pemahaman konsep peserta didik di SMP Negeri 19 Semarang yang berdampak pada rendahnya hasil belajar peserta didik dan guru berusaha untuk mengupayakan peningkatkan hasil belajar pemahaman konsep peserta didik di sekolah tersebut. Alternatif untuk mengatasi permasalahan yaitu dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan media diorama. Pengambilan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi dan tes hasil belajar pemahaman konsep pilihan ganda beralasan sebanyak 20 butir soal. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dan langkah-langkah setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik analisis data dilakukan dengan uji ketuntasan klasikal, uji normalitas, uji paired sample t-test, dan uji N-gain. Hasil penelitian pada siklus I menunjukkan bahwa peserta didik belum mencapai ketuntasan klasikal 75% yaitu hanya diperoleh sebesar 73%. Pada siklus II meningkat menjadi 100% melampaui ketuntasan klasikal 75%. Terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik sebelum dan sesudah pembelajaran model problem based learning berbantuan media diorama dengan nilai masing-masing signfikansi two tailed siklus I dan siklus II sebesar 0,000 atau lebih kecil dari 0,05. Berdasarkan data analisis N-Gain terhadap peningkatan hasil belajar pemahaman konsep diperoleh data peningkatan pada siklus I sebesar 0,41 dengan kriteria sedang, mengalami peningkatan signifikan pada siklus II sebesar 0,73 dengan kriteria tinggi. Berdasarkan hal tersebut disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan model problem-based learning berbantuan media diorama pada materi ekologi dan keanekaragaman hayati di Indonesia efektif dan dapat meningkatkan hasil belajar pemahaman konsep peserta didik kelas VII E SMP Negeri 19 Semarang.
PENERAPAN SCRATCH PADA PEMBELAJARAN IPA: TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS PUBLIKASI ANTARA 2013-2023 Wulandari, Tiara Dwi; Listiaji , Prasetyo; Dewi, Novi Ratna
Proceeding Seminar Nasional IPA 2023
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

IPA merupakan satu disiplin ilmu yang diajarkan di Sekolah Menengah pertama (SMP). Akan tetapi, pembelajaran IPA saat ini mengalami permasalahan seperti sebagian besar siswa merasa kesulitan dalam mempelajari materi IPA karena pembelajaran IPA identik dengan konsep dan teori yang abstrak. Penggunaan teknologi mendukung proses transfer ilmu kepada siswa dengan media pembelajaran salah satunya menggunakan software Scratch. Tujuan utama studi ini adalah untuk mengetahui hal apa yang telah diteliti pada topik penerapan Scratch pada pembelajaran IPA sejak 2013 sampai 2023 sehingga dapat diketahui hal yang belum diteliti tentang topik tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan studi literatur dari jurnal internasional menggunakan bantuan software Publish or Perish. Artikel yang diperoleh kemudian dianalisis lebih lanjut. Banyak peneliti pendidikan memperhatikan topik mengenai Scratch pada pembelajaran IPA untuk periode 2013-2023. Berdasarkan analisis topik ini menunjukkan bahwa topik yang paling banyak diteliti di Indonesia terkait penerapan Scratch pada jenjang sekolah dasar, artinya topik tersebut yang paling banyak diminati oleh peneliti. Penerapan Scratch untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan siswa terhadap materi IPA pada jenjang sekolah menengah belum diteliti lebih jauh. Berdasarkan beberapa analisis kajian pustaka ini, diharapkan dapat memudahkan para peneliti yang tertarik dengan pengembangan Scratch pada pembelajaran IPA untuk menemukan referensi yang sesuai dan beragam serta merumuskan topik apa yang perlu diteliti untuk penelitian selanjutnya agar mengatasi permasalahan pembelajaran IPA.
PEMBUATAN MAKANAN KHAS MOTO BELONG DALAM PEMBELAJARAN IPA BERPENDEKATAN ETNOSAINS UNTUK MELATIH KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA Ulya, Khafidhotul; Pamelasari, Stephani Diah; Hardianti, Risa Dwita
Proceeding Seminar Nasional IPA 2023
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) memiliki cakupan materi yang luas dan sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Materi ipa juga dimungkinkan menjadi wahana siswa guna mempelajari lingkungan dan kebudayaan sekitar, pribadi sendiri dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini memiliki arti bahwa materi ipa sangat penting untuk dipelajari siswa. IPA juga tidak hanya tentang bagaimana menguasai konsep, fakta serta prinsip-prinsip saja tetapi proses penemuan dari serangkaian percobaan pada proses sains dalam suatu pembelajaran. Keterampilan proses sains merupakan keterampilan yang sangat penting untuk dikembangkan pada abad ke-21. Keterampilan proses sains menjadikan siswa aktif serta akan melibatkan diri dalam menemukan suatu informasi sehingga nantinya siswa lebih memahami dan menerapkan pengetahuan yang didapat. Untuk meningkatkan keterampilan proses sains maka diperlukan pembelajaran Ipa berpendekatan etnosains. Etnosains dapat meningkatkan pengetahuan serta pemahaman siswa terhadap potensi dan budaya dari suatu daerah. Hal tersebut akan berguna dalam mengatasi kesulitan siswa pada saat menyerap pelajaran IPA yang sifatnya abstrak dengan melakukan pengalaman belajar yang melibatkan siswa secara langsung sesuai dengan dunia nyata.
PENINGKATAN KREATIVITAS MELALUI PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING KELAS VIII D SMP NEGERI 41 SEMARANG Ni’mah, Siti Nur; Sukimin; Dewi, Novi Ratna
Proceeding Seminar Nasional IPA 2023
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kreativitas peserta didik pada materi cahaya dan alat optic melalui model pembelajaran Project Based Learning. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII D SMP Negeri 41 Semarang yang berjumlah 29 orang. Penelitian yang dilakukan ini termasuk penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Sumber data yang didapatkan dari penelitian ini diperoleh dari guru dan peserta didik. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan angket. Permasalahan yang didapatkan yaitu kurangnya kreativitas peserta didik pada saat proses pembelajaran, ketika mengerjakan tugas yang diberikan. Peserta didik lebih monoton dengan referensi yang hanya itu saja tidak mau untuk mengeksplorasi kembali. Permasalahan yang terjadi membuat peneliti untuk melakukan penelitian dengan menggunakan model pembelajaran Project Based Learning untuk meningkatkan kreativitas belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan dalam kreativitas peserta didik selama 2 siklus. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata-rata peningkatan kreativitas peserta didik terjadi secara bertahap, untuk pra tindakan masuk dalam kategori kurang kreatif dengan presentase 49%, pada siklus 1 masih masuk dalam kategori kurang kreatif dengan presentase sebesar 53%, pada siklus 2 mengalami peningkatan menjadi kategori kreatif dengan presentase sebesar 79%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah model pembelajaran Project Based Learning dapat meningkatkan kreativitas belajar peserta didik kelas VIII D di SMP Negeri 41 Semarang.
Penerapan Model Kooperatif Number Head Together berbantuan Classpoint untuk Meningkatkan Minat Belajar Peserta Didik Kelas VIII SMP Negeri 19 Semarang pada Materi Tekanan Zulfa, Kamilia; Muryani, Sri; Dewi, Novi Ratna
Proceeding Seminar Nasional IPA 2023
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat peningkatan minat belajar melalui media classpoint pada peserta didik kelas VIII G SMP Negeri 16 Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Class Room Assessment). Instrumen yang digunakan untuk mengunpulkan data adalah lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran (aktifitas guru), lembar observasi, aktifitas siswa, dan angket respon siswa. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan analisis kualitatif. Analisis deskriptif kuantitatif digunakan untuk mengetahui persentase hasil angket minat belajar peserta didik, sementara analisis kualitatif digunakan untuk mengetahui hasil observasi aktivitas siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran NHT berbantuan media classpoint dapat meningkatkan minat belajar siswa kelas VIII G SMP N 19 Semarang. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan tiap indikator minat belajar siswa yaitu indikator perasaan senang meningkat sebesar 4,04%, indikator perhatian meningkat sebesar 9,2%, indikator ketertarikan meningkat sebesar 4,53% dan indikator keterlibatan peserta didik meningkat sebesar 15,04%.
ANALISIS PEMAHAMAN KONSEP MATERI BIOTEKNOLOGI PADA SISWA KELAS XII SMA Nugraini, Anisa Ratna; Amelia, Rizki Nor
Proceeding Seminar Nasional IPA 2023
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran bioteknologi identik dengan pembelajaran yang mengedepankan kemampuan dalam menganalisis prinsip-prinsip bioteknologi, serta aplikasinya untuk meningkatkan kesejahteraan kehidupan manusia. Penguasaan materi bioteknologi siswa masih banyak yang mengalami kesulitan. Pembekalan ilmu bioteknologi sangat penting, supaya siswa dapat mengimplementasikan prinsip-prinsip bioteknologi untuk menciptakan produk bioteknologi yang mempunyai nilai guna tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pemahaman konsep materi bioteknologi pada siswa, sehingga dapat digunakan sebagai referensi untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran bioteknologi. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 50 siswa yang diambil secara acak. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan tes diagnostik materi bioteknologi. Hasil analisis pemahaman konsep bioteknologi berdasarkan indikator pencapaian kompetensi tergolong cukup dengan rata-rata presentase sebesar 67 %. Alasan siswa dalam memberikan jawaban yang kurang tepat karena pengetahuan yang didapat oleh siswa masih sebatas teoritis hafalan dari buku tanpa didukung dengan kegiatan pembelajaran secara nyata dan interaktif, seperti praktikum, diskusi kelompok dan presentasi. Oleh sebab itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan pemahaman siswa melalui kegiatan belajar mengajar secara aktif antara guru dan siswa.
PENINGAKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK KELAS VIID SMPN 19 SEMARANG MATERI EKOLOGI MELALUI PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS SOCIO-SCIENTIFIC ISSUE Matsna, Maratul; Sulistyorini, Rr; Dewi, Novi Ratna
Proceeding Seminar Nasional IPA 2023
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui persentase kemampuan berpikir kritis peserta didik yang diterapkan model pembelajaran problem based learning berbasis socio-scientific issue pada tema ekologi dan keanekaragaman hayati. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan sebanyak dua siklus. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VII D SMP Negeri 19 Semarang tahun ajaran 2022/2023 yang terdiri dari 32 peserta didik. Data dari penelitian diperoleh melalui tes. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik dari 64,6% pada pretest menjadi 83,72% pada siklus I dan 91,68% pada siklus II. Berdasarkan hasil posttest siklus II sebanyak 84,37% peserta didik dengan kemampuan berpikir kritis kategori sangat baik, 12,5% kategori baik dan 3,12% dengan kategori cukup baik. Peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik terlihat pada indikator bertanya, kemampuan menjawab pertanyaan, mengevaluasi, menganalisis argumen dan membuat kesimpulan.
PENINGKATAN SIKAP ILMIAH SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI SISTEM EKSKRESI Aprillia, Nur; Kusdiono; Widiyatmoko, Arif
Proceeding Seminar Nasional IPA 2023
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan sikap ilmiah siswa melalui model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi sistem ekskresi. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan desain penelitian yang dikemukakan oleh Kemmis dan Mc. Taggart meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII F semester genap tahun pelajaran 2022/2023 SMP N 22 Semarang. Adapun hasil penelitian menunjukan bahwa hasil sikap ilmiah siswa secara klasikal mengalami peningkatan dari kegiatan pra siklus sebesar 63,7% menjadi 66,57% pada siklus 1 dan sebesar 70,63% pada siklus 2 dengan kategori baik. Kemudian pada setiap indikator juga mengalami peningkatan yaitu indikator rasa ingin tahu dari 68,52% pada kegiatan pra siklus menjadi 71,26% pada siklus 1 dan 76,81% pada siklus 2 dengan kategori baik. Indikator respek terhadap fakta atau bukti dari 55,21% pada kegiatan pra siklus kemudian naik menjadi 55,43% pada siklus 1 dan 59,51% pada siklus 2 dengan kategori cukup. Indikator kemampuan untuk mengubah pandangan dari 67,11% pada kegiatan pra siklus dan 68,94% pada siklus 1 kemudian menjadi 70,81% pada siklus 2 masuk kategori baik. Kemudian indikator berpikir kritis dari 60,2% pada kegiatan pra siklus menjadi 63,69% pada siklus 1 dan 67,94% pada siklus 2 masuk kategori baik. Peningkatan sikap ilmiah siswa melalui perhitungan N-gain diklasifikasikan masuk kategori rendah pada siklus satu yaitu sebesar 2,23 dan masuk kategori sedang pada siklus 2 sebesar 3,19. Sehingga disimpulkan bahwa terjadi peningkatan sikap ilmiah siswa melalui model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi sistem ekskresi.

Page 8 of 34 | Total Record : 335


Filter by Year

2022 2025