cover
Contact Name
Siber Publisher
Contact Email
siberpublisher.info@gmail.com
Phone
+6281188062006
Journal Mail Official
siberpublisher.info@gmail.com
Editorial Address
Jalan Marina Indah Raya No. 1 Pantai Indah Kapuk, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta, 14470
Location
Kota adm. jakarta utara,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Siber Nusantara
ISSN : 29647525     EISSN : 29647517     DOI : https://doi.org/10.38035/jpsn.v1i1
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Siber Nusantara (JPSN) meliputi hasil kajian ilmiah di bidang pendidikan baik yang dilakukan oleh guru, dosen maupun peneliti independent. Kajian tersebut meliputi, filsafat pendidikan, psikologi pendidikan, bimbingan dan konseling pendidikan, metodologi pendidikan, analisis kebijakan pendidikan, pengelolaan pendidikan, analisis kepemimpinan dan penelitian-penelitian lainnya di bidang praktis pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 80 Documents
Kepemimpinan Dalam Tata Kelola Direktorat Pengamanan Untuk Menegakkan Ketertiban dan Keamanan Internal: Studi Empiris Pada Badan Pengusahaan Batam Darman, Darman; Hutasoit, Isfandir; Maileni, Dwi Afni; Riyanto, Agus
Jurnal Pendidikan Siber Nusantara Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Siber Nusantara (April - Juni 2025)
Publisher : Siber Nusantara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpsn.v4i2.602

Abstract

Abstrak: Penelitian ini menganalisis tata kelola Direktorat Pengamanan (Ditpam) Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) dalam menegakkan ketertiban dan keamanan internal pada kawasan otorita yang memiliki fungsi strategis bagi industri, logistik, perdagangan, dan investasi. Artikel ini menempatkan Ditpam bukan semata sebagai satuan pengamanan fisik, tetapi sebagai perangkat kelembagaan yang bekerja dalam kerangka security governance, pengendalian internal, dan hukum administrasi negara. Penelitian menggunakan pendekatan hukum empiris dengan desain studi kasus kualitatif yang diperkaya analisis normatif-yuridis. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan telaah dokumen kelembagaan serta regulasi yang relevan. Analisis menunjukkan bahwa efektivitas Ditpam ditentukan oleh empat unsur utama, yaitu kejelasan mandat kelembagaan, konsistensi standar operasional prosedur, kualitas koordinasi lintas lembaga, dan kekuatan sistem akuntabilitas internal. Ditpam menjalankan fungsi preventif, protektif, responsif, dan korektif untuk menjaga stabilitas operasional kawasan, melindungi aset publik, dan meminimalkan risiko gangguan terhadap layanan BP Batam. Namun, kinerja tersebut masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan sumber daya manusia, variasi pemahaman prosedur di lapangan, kebutuhan modernisasi sarana pendukung, dan fragmentasi koordinasi dengan aktor eksternal. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan Ditpam tidak cukup dilakukan melalui peningkatan kapasitas personel semata, tetapi harus disertai pelembagaan mekanisme koordinasi, standardisasi dokumentasi tindakan, dan penegasan koridor legalitas serta proporsionalitas dalam setiap tindakan pengamanan. Studi ini berkontribusi pada pengembangan literatur mengenai tata kelola keamanan di lembaga pemerintah non-kementerian sekaligus menawarkan rekomendasi praktis bagi BP Batam untuk memperkuat profesionalisme, transparansi, dan resiliensi kelembagaan.
Strategi Pembelajaran Inovatif Dalam Mengembangkan Kreativitas dan Pelestarian Budaya: Studi Kasus Kolektif Pada Mata Kuliah Penataan Sanggul Anggie Lovian Sijabat; Rina Febriana; Nurul Hidayah; Muhammad Nurtanto; Sri Irtawidjajanti; Tri Handayani; Astrid Sitompul; Irmiah Nurul Rangkuti; Arzulia Elfita
Jurnal Pendidikan Siber Nusantara Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Siber Nusantara (April - Juni 2025)
Publisher : Siber Nusantara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpsn.v4i2.607

Abstract

Abstrak: Pendidikan kejuruan mengemban peran ganda yaitu mengembangkan kompetensi teknis dan melestarikan budaya lokal, seperti pada mata kuliah Sanggul Tradisional. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara komparatif implementasi strategi pembelajaran inovatif (Problem-Based Learning dan Project- Based Learning) di dua institusi kejuruan, yaitu Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Universitas Negeri Medan (UNIMED) untuk mengidentifikasi pola penerapan dan sumber kendala yang menghambat kreativitas mahasiswa. Penelitian kualitatif dengan desain studi kasus kolektif (Comparative Case Study) ini menggunakan triangulasi data dari wawancara mendalam dengan dosen, analisis dokumen Rencana Pembelajaran Semester (RPS), dan observasi langsung. Hasil analisis tematik menunjukkan bahwa implementasi Problem-Based Learning dan Project- Based Learning belum optimal karena adanya distorsi kurikuler, dimana rubrik penilaian yang kaku menekankan standarisasi bentuk baku (reproduksi) alih-alih eksplorasi serta kendala operasional berupa sarana prasarana dan adaptasi AI. Simpulan menunjukkan strategi yang ada cenderung kembali ke praktik reproduktif, sehingga direkomendasikan intervensi model yang lebih terarah melalui integrasi Inquiry-Based Learning dan Case-Based Learning. Inquiry-Based Learning akan mendorong penemuan mandiri untuk melampaui pakem kaku, sementara Case-Based Learning akan melatih analisis kritis dan perumusan solusi inovatif yang aplikatif.
Kompetensi Pedagogik Guru Sejarah dalam Mengimplementasikan Pendidikan Inklusi pada Pembelajaran Sejarah di SMA Negeri 1 Teras Dwi Mukti Hartanti; Musa Pelu
Jurnal Pendidikan Siber Nusantara Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Siber Nusantara (April - Juni 2025)
Publisher : Siber Nusantara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpsn.v4i2.619

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk (1) memahami kompetensi pedagogik guru sejarah dalam mengimplementasikan pendidikan inklusi pada pembelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Teras, (2) memahami hambatan yang dihadapi guru sejarah dalam mengimplementasikan pendidikan inklusi, (3) memahami solusi terhadap hambatan dalam implementasi pendidikan inklusi oleh guru sejarah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pendekatan studi kasus. Sumber data penelitian meliputi laporan hasil observasi kegiatan pembelajaran sejarah di kelas inklusi, laporan hasil wawancara dengan informan (Guru Sejarah, Waka Kurikulum, dan siswa inklusi) dan dokumen pendukung (KOSP dan Modul Ajar Sejarah). Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan teknik observasi, wawancara dan analisis dokumen. Teknik uji validitas menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data menggunakan teknik analisis interaktif. Hasil penelitian ini sebagai berikut. (1) Kompetensi pedagogik guru sejarah dalam implementasi pendidikan inklusi telah mencakup pemahaman karakteristik siswa, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran, namun belum optimal. (2) Hambatan yang dihadapi meliputi keterbatasan pemahaman mendalam guru tentang pendidikan inklusi, waktu pembelajaran yang terbatas, keterbatasan sarana prasarana, serta. (3) Solusinya adalah peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan, perencanaan pembelajaran yang efektif dan kolaborasi sekolah tentang pengadaan sarana prasarana, sehingga pembelajaran sejarah yang inklusif dapat terlaksana secara lebih efektif dan mampu mengakomodasi kebutuhan seluruh peserta didik. Kompetensi pedagogik guru sejarah berperan penting dalam keberhasilan implementasi pendidikan inklusi, namun masih perlu ditingkatkan melalui pelatihan dan dukungan sistem pendidikan.
Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi Dalam Kurikulum Merdeka Pada Mata Pelajaran Sejarah di SMA Negeri 1 Wonogiri Ardia Ayuningtyas; Leo Agung Sutimin
Jurnal Pendidikan Siber Nusantara Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Siber Nusantara (April - Juni 2025)
Publisher : Siber Nusantara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpsn.v4i2.622

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan implementasi pembelajaran berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Wonogiri. (2) Mengidentifikasi dampak penerapan pembelajaran berdiferensiasi terhadap pembelajaran sejarah. (3) Mengidentifikasi hambatan yang dihadapi guru dalam pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data meliputi guru sejarah, aktivitas pembelajaran, dan dokumen pendukung. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji validitas data menggunakan triangulasi sumber, sedangkan analisis data dilakukan secara interaktif.   Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Implementasi pembelajaran berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran sejarah telah dilaksanakan melalui penyesuaian konten, proses, dan produk pembelajaran. Guru menyesuaikan materi pembelajaran dengan tingkat kemampuan peserta didik, menggunakan berbagai metode seperti diskusi, presentasi, dan analisis peristiwa sejarah, serta memberikan variasi bentuk penilaian sesuai karakteristik siswa. Pembelajaran menjadi lebih fleksibel, aktif, dan berpusat pada peserta didik. (2) Penerapan pembelajaran berdiferensiasi memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran sejarah, ditunjukkan dengan meningkatnya keaktifan, keterlibatan, serta motivasi belajar peserta didik. Selain itu, peserta didik lebih mampu berpikir kritis, menganalisis peristiwa sejarah, serta mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna. (3) Dalam pelaksanaannya, guru menghadapi beberapa hambatan, antara lain keterbatasan waktu dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi, perbedaan kemampuan dan karakteristik peserta didik yang beragam, serta kesiapan guru dalam mengelola kelas dan melakukan asesmen secara menyeluruh. Oleh karena itu, guru perlu melakukan strategi penyesuaian seperti pengelolaan waktu yang efektif, penggunaan metode yang bervariasi, serta peningkatan kompetensi dalam memahami konsep pembelajaran berdiferensiasi agar pembelajaran dapat berjalan optimal. 
Implementasi Pendidikan Multikultural Dalam Pembelajaran Sejarah Berbasis Deep Learning di SMA Negeri 3 Surakarta Zinjy Jehanagara; Sariyatun
Jurnal Pendidikan Siber Nusantara Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Siber Nusantara (April - Juni 2025)
Publisher : Siber Nusantara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpsn.v4i2.624

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan pemahaman guru mengenai pendidikan multikultural di SMA Negeri 3 Surakarta. (2) Mendeskripsikan pemahaman guru mengenai pendekatan deep learning dalam pembelajaran sejarah di SMA Negeri 3 Surakarta. (3) Mendeskripsikan implementasi pendidikan multikultural dalam pembelajaran sejarah berbasis pendekatan deep learning di SMA Negeri 3 Surakarta. (4) Mendeskripsikan kendala pendidikan multikultural dalam pembelajaran sejarah berbasis pendekatan deep learning di SMA Negeri 3 Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data meliputi guru sejarah, peserta didik, aktivitas pembelajaran, serta dokumen pendukung pembelajaran. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji validitas data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Pemahaman guru mengenai pendidikan multikultural menunjukkan bahwa guru telah memiliki kesadaran terhadap pentingnya keberagaman dalam proses pembelajaran. Guru berusaha menanamkan nilai toleransi, saling menghargai, dan tidak membedakan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran sejarah. (2) Pemahaman guru mengenai pendekatan deep learning menunjukkan bahwa guru mulai menerapkan pembelajaran yang berorientasi pada pemahaman mendalam melalui kegiatan diskusi, refleksi, dan keterlibatan aktif peserta didik dalam pembelajaran sejarah. (3) Implementasi pendidikan multikultural dalam pembelajaran sejarah berbasis deep learning telah dilakukan melalui kegiatan pembelajaran yang melibatkan interaksi aktif antar peserta didik, diskusi kelompok, dan pengaitan materi sejarah dengan kehidupan sosial peserta didik sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna. (4) Kendala yang dihadapi dalam penerapan pendidikan multikultural berbasis deep learning meliputi keterbatasan waktu pembelajaran, kesiapan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran aktif, serta kesiapan guru dalam mengelola pembelajaran yang mengintegrasikan nilai multikultural dengan pendekatan deep learning. Oleh karena itu, diperlukan penguatan dalam perencanaan pembelajaran, pengelolaan kelas, dan peningkatan kesiapan guru maupun peserta didik agar pelaksanaan pembelajaran dapat berjalan lebih optimal.
Optimalisasi Program Home Visit: Strategi Rekonstruksi Kepedulian Orang Tua Terhadap Kehadiran dan Partisipasi Siswa di SMA Negeri 2 Pinggir Marlina Uli Tobing; Maya Novita Sari
Jurnal Pendidikan Siber Nusantara Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Siber Nusantara (April - Juni 2025)
Publisher : Siber Nusantara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpsn.v4i2.628

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi optimalisasi program Home Visit sebagai instrumen rekonstruksi kepedulian orang tua terhadap pendidikan. Dilatarbelakangi tingginya angka ketidakhadiran dan diskoneksi emosional siswa di SMAN 2 Pinggir yang dipicu oleh faktor ekonomi, game online, hingga normalisasi pernikahan dini di wilayah marginal perkebunan. Melalui pandangan Social Cognitive Theory dan Epstein’s Theory, penelitian ini berupaya merumuskan model kunjungan rumah yang proaktif-kolaboratif untuk meningkatkan partisipasi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ditentukan melalui purposive sampling, yang terdiri dari guru Bimbingan dan Konseling (BK), wali kelas, siswa, dan orang tua. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara terstruktur, wawancara semi terstruktur, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahap reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan komunikasi yang signifikan antara sekolah dan orang tua, orang tua bersikap pasif-reaktif, pesimisme terhadap tujuan pendidikan (learned helplessness). Faktor utama yang mempengaruhi antara lain; tekanan ekonomi (kelelahan fisik siswa ikut bekerja) dan faktor geografis ( akses jalan yang rusak). Program Home Visit yang sudah dijalankan tidak efektif, profil siswa belum terdata baik,  cenderung bersifat administratif-formal. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan solusi aplikatif berupa model kunjungan rumah integratif yang mampu mengubah pola pikir pragmatis orang tua menjadi kemitraan strategis dengan sekolah.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Media LMS Melalui Video Interaktif dalam Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Muhaimin Burhanuddin; Nurhikmah; Abdul Hakim
Jurnal Pendidikan Siber Nusantara Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Siber Nusantara (April - Juni 2025)
Publisher : Siber Nusantara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpsn.v4i2.630

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan Pengembangan Media LMS melalui Video Interaktif dalam Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Mahasiswa STMIK. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan kuesioner analisis kebutuhan sebagai teknik pengumpulan data. Subjek penelitian terdiri atas 22 mahasiswa STMIK Makassar, dengan instrumen penelitian berupa kuesioner yang berisi 22 pernyataan dan diukur menggunakan skala Likert lima kategori, yaitu sangat tidak setuju, tidak setuju, kurang setuju, setuju, dan sangat setuju. Data dianalisis menggunakan teknik persentase berdasarkan aspek penggunaan LMS kampus, kebutuhan video interaktif, motivasi belajar, dan persepsi hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek penggunaan LMS kampus, 54,5% mahasiswa setuju menggunakan LMS dalam kegiatan pembelajaran, 40.9% sangat setuju, dan 4.5% kurang setuju, Pada aspek kebutuhan video interaktif, 72.7% mahasiswa setuju bahwa pembelajaran akan lebih menarik jika disertai video interaktif, 18,2% sangat setuju, dan 9,1% kurang setuju. Pada aspek motivasi belajar, 81,8% mahasiswa setuju bahwa penggunaan video interaktif dapat meningkatkan motivasi belajar, 13,6% setuju bahwa dan 4,5 % kurang setuju. Pada aspek persepsi hasil belajar, 77,3% mahasiswa sangat setuju video interaktif berpotensi meningkatkan hasil belajar 13,6% sangat setuju, dan 9,1% kurang setuju. Berdasarkan hasil ini, pengembangan media LMS melalui video interaktif dianggap relevan sebagai solusi pembelajaran untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar mahasiswa.
Relevansi Pola Asuh Demokratis Perspektif Zakiah Daradjat terhadap Pembentukan Akhlaqul Karimah Anak di Era Digital Musta'in Musta'in
Jurnal Pendidikan Siber Nusantara Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Siber Nusantara (April - Juni 2025)
Publisher : Siber Nusantara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpsn.v4i2.636

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin kompleksnya tantangan pendidikan akhlak anak di era digital akibat perkembangan teknologi, penggunaan gadget, media sosial, serta menurunnya kualitas komunikasi keluarga yang berdampak pada perilaku moral anak. Dalam kondisi tersebut, pola asuh demokratis dipandang sebagai pendekatan yang relevan untuk membentuk akhlaqul karimah anak melalui keseimbangan antara kebebasan, pengawasan, komunikasi, dan pendidikan agama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pola asuh demokratis menurut Zakiyah Daradjat, mengkaji relevansinya terhadap pembentukan akhlaqul karimah anak di era digital, serta menjelaskan implikasinya dalam menghadapi tantangan moral anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan melalui pengkajian berbagai literatur yang berkaitan dengan pemikiran Zakiah Daradjat, pola asuh demokratis, pendidikan akhlak, dan tantangan era digital. Teknik analisis data dilakukan menggunakan analisis isi dan deskriptif-kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh demokratis perspektif Zakiyah Daradjat menekankan keseimbangan antara kasih sayang, kebebasan, pengawasan, keteladanan, komunikasi, dan pendidikan agama dalam keluarga. Pola asuh ini relevan diterapkan di era digital karena mampu membantu anak membangun disiplin, tanggung jawab, pengendalian diri, serta kesadaran moral dalam menggunakan media digital secara bijak. Selain itu, penerapan pola asuh demokratis berbasis nilai-nilai Islam juga berimplikasi positif terhadap kesehatan mental, kedekatan emosional keluarga, dan ketahanan moral anak dalam menghadapi pengaruh negatif perkembangan teknologi modern.
Penguatan Karakter Disiplin Peserta Didik Melalui Program Tujuh Kebiasaan Anak Hebat di Sekolah Dasar Kecamatan Buntulia Kabupaten Pohuwato Srisusanti Ali; Rasid Yunus; Zulaecha Ngiu
Jurnal Pendidikan Siber Nusantara Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Siber Nusantara (April - Juni 2025)
Publisher : Siber Nusantara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpsn.v4i2.637

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan penguatan karakter disiplin melalui Program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH) serta faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaannya di SDN 06 dan SDN 09 Buntulia, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kedisiplinan peserta didik, seperti keterlambatan, kurangnya tanggung jawab terhadap tugas, dan pelanggaran tata tertib sekolah. Program 7KAIH dipandang sebagai strategi pembiasaan positif dalam membentuk karakter disiplin peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data terdiri atas kepala sekolah, guru, peserta didik, dan orang tua. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber, metode, dan teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program 7KAIH telah terintegrasi dalam kegiatan sehari-hari di sekolah melalui kebiasaan bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat. Program ini mampu membentuk karakter disiplin peserta didik dalam aspek ketepatan waktu, tanggung jawab, kepatuhan terhadap aturan, dan pengendalian diri. Faktor yang memengaruhi pelaksanaan program meliputi kesadaran siswa, perhatian orang tua, dan lingkungan sekolah maupun keluarga.
Makna Pendidikan Moral Kristiani di SMAK Santo Lukas Olilit Timur dalam Perspektif Ajaran Paus Fransiskus tentang Amoris Laetitia Yulius Candra Kasiwali
Jurnal Pendidikan Siber Nusantara Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Siber Nusantara (April - Juni 2025)
Publisher : Siber Nusantara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpsn.v4i2.638

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Makna Pendidikan Moral Kristiani di SMAK Santo Lukas Olilit Timur dalam terang ajaran Paus Fransiskus sebagaimana tertuang dalam dokumen Amoris Laetitia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengkaji implementasi dan relevansi nilai-nilai moral Kristiani dalam pembinaan karakter peserta didik. Kajian ini menyoroti bagaimana Pendidikan Moral Kristiani berperan dalam membentuk perilaku siswa yang berdampak langsung pada kehidupan personal, sosial, dan religius di lingkungan sekolah. Penelitian ini menegaskan bahwa kolaborasi antara orang tua dan pendidik memiliki kontribusi signifikan dalam proses pembentukan moral anak. Pendidikan Moral Kristiani tidak hanya berlangsung dalam konteks sekolah, tetapi juga dalam keluarga, media komunikasi, serta kegiatan katekese. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan praksis pastoral pendidikan di SMAK Santo Lukas Olilit Timur agar semakin berakar pada visi dan ajaran Paus Fransiskus dalam Amoris Laetitia, khususnya mengenai pendampingan, pembinaan hati nurani, dan pendidikan dalam kasih.