cover
Contact Name
Siber Publisher
Contact Email
siberpublisher.info@gmail.com
Phone
+6281188062006
Journal Mail Official
siberpublisher.info@gmail.com
Editorial Address
Jalan Marina Indah Raya No. 1 Pantai Indah Kapuk, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta, 14470
Location
Kota adm. jakarta utara,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Siber Nusantara
ISSN : 29647525     EISSN : 29647517     DOI : https://doi.org/10.38035/jpsn.v1i1
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Siber Nusantara (JPSN) meliputi hasil kajian ilmiah di bidang pendidikan baik yang dilakukan oleh guru, dosen maupun peneliti independent. Kajian tersebut meliputi, filsafat pendidikan, psikologi pendidikan, bimbingan dan konseling pendidikan, metodologi pendidikan, analisis kebijakan pendidikan, pengelolaan pendidikan, analisis kepemimpinan dan penelitian-penelitian lainnya di bidang praktis pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 106 Documents
Kearifan Lokal dalam Tradisi Sesaji Rewandha Sebagai Upaya Memperkuat Solidaritas Sosial Masyarakat di Kota Semarang Sri Rahmawati Rahayuningsih; Anik Widiastuti
Jurnal Pendidikan Siber Nusantara Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Siber Nusantara (April - Juni 2026)
Publisher : Siber Nusantara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpsn.v4i2.644

Abstract

Abstrak: Budaya sebagai sistem nilai dan praktik sosial menghadapi tantangan globalisasi yang berpotensi melemahkan solidaritas masyarakat. Dalam konteks ini, kearifan lokal melalui tradisi menjadi penting sebagai media pelestarian nilai dan penguatan kohesi sosial. Salah satu tradisi yang masih dilestarikan adalah Tradisi Sesaji Rewandha di Goa Kreo, Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai kearifan lokal yang terkandung dalam tradisi tersebut serta perannya dalam membentuk solidaritas sosial masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap informan yang dipilih secara purposive, meliputi tokoh adat, panitia pelaksana, masyarakat lokal, dan generasi muda yang terlibat dalam tradisi. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik serta member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Sesaji Rewandha mengandung nilai gotong royong, kebersamaan, rasa syukur, dan pelestarian budaya yang diwujudkan dalam praktik sosial masyarakat. Nilai-nilai tersebut membentuk interaksi sosial yang intens, memperkuat kepercayaan, dan menciptakan solidaritas sosial. Selain itu, tradisi ini juga berkontribusi dalam pelestarian budaya, pendidikan sosial, dan pengembangan pariwisata. Dengan demikian, tradisi Sesaji Rewandha berperan sebagai mekanisme sosial yang mengintegrasikan nilai, praktik, dan solidaritas dalam kehidupan masyarakat.
Pengembangan Model Pembelajaran Environmental Learning dalam Pembelajaran IPA untuk Meningkatkan Kemampuan Self Regulated Learning Peserta Didik Kelas VI Syukeyath Da Trus Pandong; Deni Hardianto
Jurnal Pendidikan Siber Nusantara Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Siber Nusantara (April - Juni 2026)
Publisher : Siber Nusantara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpsn.v4i2.645

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan model pembelajaran Environmental Learning yang layak dalam meningkatkan kemampuan Self Regulated Learning  peserta didik kelas VI pada pembelajaran IPA di SD Negeri Osiloa serta mengetahui kepraktisan dan keefektifannya. Model yang dihasilkan ini diharapkan dapat membantu peserta didik mengelola pembelajaran secara mandiri melalui pengalaman belajar berbasis lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Penelitian dilaksanakan di SD Negeri Osiloa dengan subjek penelitian peserta didik kelas VI. Sumber data diperoleh dari peserta didik, guru,kajian pustaka dan ahli (validator). Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Instrumen penelitian berupa lembar validasi model, angket respons guru dan peserta didik, serta lembar observasi kemampuan SRL peserta didik. Validitas instrumen diuji melalui validasi ahli model, sedangkan kepraktisan model menggunakan angket yang diisi oleh guru dan peserta didik. Selanjutnya, keefektifan model dalam meningkatkan kemampuan  Self Regulated Learning (SRL) diukur dengan penilaian hasil belajar dan kuesioner SRL. Analisis data penelitian menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test dan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Environmental Learning yang dikembangkan memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan kemampuan Self Regulated Learning peserta didik. Hal ini ditunjukkan oleh hasil validasi ahli yang berada pada kategori sangat valid, respons positif dari guru dan peserta didik, serta adanya peningkatan pada aspek metakognitif, motivasi, perilaku, dan hasil belajar. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model Environmental Learning layak digunakan dalam pembelajaran IPA di sekolah dasar, khususnya di SD Negeri Osiloa. Disarankan kepada guru untuk mengimplementasikan model ini secara berkelanjutan dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar, serta bagi peneliti selanjutnya untuk menguji model ini pada konteks yang lebih luas.
Representasi Hubungan Manusia dan Alam dalam Antologi Puisi “Kemarau di Surga” (Analisis Ekokritik Sastra) Triyani Triyani; Muh. Safar; Irna Fitriana
Jurnal Pendidikan Siber Nusantara Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Siber Nusantara (April - Juni 2026)
Publisher : Siber Nusantara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpsn.v4i2.653

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan menemukan representasi hubungan manusia dan alam, bentuk kerusakan alam, serta bentuk perlindungan terhadap alam yang terdapat dalam antologi puisi “Kemarau di Surga” berdasarkan analisis ekokritik sastra. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain content analysis. Teknik pengumpulan data menggunakan prosedur telaah pustaka, teknik baca, dan teknik catat. Sementara validasi data menggunakan teknik triangulasi teori dan analisis data menggunakan teknik analisis Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi hubungan manusia dan alam meliputi hubungan yang harmonis dan hubungan yang tidak harmonis. Sementara itu, representasi kerusakan alam berdasarkan analisis ekokritik sastra Greg Garrard meliputi 6 jenis yaitu: pertama, pencemaran (pollution)yang diakibatkan polusi. Kedua, Hutan belantara (wilderness) seperti penebangan secara liar, pembakaran hutan, alih fungsi lahan. Ketiga, bencana (apocalypse) antara lain gempa bumi, tanah lonsor, tsunami, dan gunung meletus. Keempat, Perumahan/tempat tinggal (dwelling) dengan bentuk kerusakan pada perumahan yang dijadikan alih fungsi untuk pendirian bangunan demi kemajuan pembangunan modern yang semu karena merusak alam. Kelima, Binatang (animals) terkait spesies laut yaitu ikan hiu yang terancam punah sebagai akibat praktik shark finning atau perburuan sirip hiu. Keenam, Bumi (earth) seperti aktivitas penambangan. Sementara itu untuk representasi bentuk perlindungan terhadap alam meliputi: pertama, sikap hormat terhadap alam direpresentasikan melalui rasa kagum dan syukur terhadap ciptaan Tuhan, bukan hanya kerena takut pada hukum maupun aturan yang berlaku. Kedua, prinsip tanggung jawab direpresentasikan melalui kesadaran untuk merawat, menghormati, dan tidak merusak alam. Ketiga, sikap solidaritas terhadap alam yang direpresentasikan dalam penentuan sikap dalam kehidupan sehari-hari seperti penolakan terhadap konsumerisme khususnya menu sajian “sup sirip ikan hiu”. Keempat, prinsip hidup sederhana dan selaras dengan alam yang direpresentasikan dengan menerapkan prinsip “cukup”. Kelima, prinsip keadilan yang direpresentasikan melalui menerima alam seutuhnya dalam segala keadaan tanpa syarat dengan segala risikonya.
Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) pada Generasi Z dalam Prespektif Filsafat Eksistensial Sri Rahmawati Rahayuningsih; Sudrajat; Satriyo Wibowo
Jurnal Pendidikan Siber Nusantara Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Siber Nusantara (April - Juni 2026)
Publisher : Siber Nusantara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpsn.v4i2.657

Abstract

Abstrak: Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah membawa perubahan besar terhadap pola interaksi sosial Generasi Z. Tingginya intensitas penggunaan media sosial memunculkan fenomena Fear of Missing Out (FOMO), yaitu rasa takut tertinggal informasi, pengalaman, maupun aktivitas sosial yang dianggap penting oleh lingkungan digital. Fenomena tersebut tidak hanya berdampak pada kondisi psikologis individu, tetapi juga berkaitan dengan persoalan eksistensi dan pencarian makna diri manusia modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena FOMO pada Generasi Z, mengkaji FOMO melalui perspektif filsafat eksistensial, serta memahami eksistensi dan autentisitas diri Generasi Z di media sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui studi literatur dan observasi terhadap fenomena penggunaan media sosial pada Generasi Z. Analisis data dilakukan secara deskriptif-interpretatif dengan mengaitkan fenomena FOMO pada konsep filsafat eksistensial seperti kebebasan, kecemasan eksistensial, autentisitas diri, dan pencarian makna hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial telah menjadi ruang pembentukan identitas dan validasi sosial bagi Generasi Z. FOMO muncul akibat dorongan untuk memperoleh pengakuan sosial dan ketakutan tertinggal dari lingkungan digital, sehingga memunculkan kecemasan eksistensial, perilaku perbandingan sosial, serta kecenderungan membangun citra diri yang tidak autentik. Dengan demikian FOMO merupakan bagian dari krisis eksistensial manusia modern di era digital yang dapat dihadapi melalui kesadaran diri dan refleksi eksistensial.
Implementasi Pembelajaran Inklusi Berbasis STEAM (Sciences, Technology, Engineering, Art, Mathematics) di TK Ceria Timoho Siti Noor Fauziyah; Rini Agustiningsih; Prayitno
Jurnal Pendidikan Siber Nusantara Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Siber Nusantara (April - Juni 2026)
Publisher : Siber Nusantara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpsn.v4i2.659

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran inklusi berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) pada anak usia dini di TK Ceria Timoho. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pendidikan inklusif dalam memberikan kesempatan belajar yang setara bagi semua anak, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK), serta potensi pendekatan STEAM dalam mendukung pembelajaran yang interaktif dan multisensori. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus untuk memahami secara mendalam proses pembelajaran, interaksi guru dan siswa, serta tantangan yang dihadapi dalam penerapannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis STEAM dapat meningkatkan keterlibatan, keterampilan sosial, serta kemampuan kolaboratif anak, termasuk ABK, melalui kegiatan yang terintegrasi dan menyenangkan. Namun, implementasi masih menghadapi kendala seperti keterbatasan sarana prasarana dan kesiapan guru. Oleh karena itu, diperlukan dukungan yang lebih optimal dari berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas pendidikan inklusif berbasis STEAM di PAUD.
Analisis Interaksi Pedagogik dalam Keluarga Peserta Didik dengan Hambatan Pendengaran di Daerah Istimewa Yogyakarta Wahyu Setyoadi Nugroho; Suparno Suparno
Jurnal Pendidikan Siber Nusantara Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Siber Nusantara (April - Juni 2026)
Publisher : Siber Nusantara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpsn.v4i2.661

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi pedagogik dalam keluarga peserta didik dengan hambatan pendengaran di Daerah Istimewa Yogyakarta. Keluarga diposisikan sebagai ruang pendidikan primer yang membentuk komunikasi, kemandirian, tanggung jawab, dukungan emosional, dan kesiapan belajar anak secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus multi situs yang melibatkan sepuluh keluarga. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi pedagogik keluarga terwujud melalui komunikasi visual-responsif, isyarat alami, stimulasi lisan, tulisan, rutinitas harian, pendampingan belajar berbasis media visual, pembiasaan tanggung jawab domestik, dan dukungan emosional. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa interaksi pedagogik yang hangat, konsisten, visual, dan kolaboratif mendukung rasa percaya diri, kemandirian, kesiapan belajar, dan penyesuaian sosial anak. Penelitian ini menyarankan penguatan kerja sama keluarga dan sekolah dalam membangun lingkungan belajar yang ramah bagi anak.
Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Pelaksanaan Pembelajaran di Kelas: Studi Kasus di SMA Muhammadiyah 2 Surabaya Astajab Astajab; Mohammad Syaifuddin; Abdulkadir Rahardjanto
Jurnal Pendidikan Siber Nusantara Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Siber Nusantara (April - Juni 2026)
Publisher : Siber Nusantara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpsn.v4i2.669

Abstract

Abstrak: Kepemimpinan kepala sekolah berperan penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas, namun praktik pembelajaran masih cenderung berpusat pada guru dan kurang interaktif. Penelitian ini bertujuan mengkaji penerapan kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam meningkatkan pelaksanaan pembelajaran di SMA Muhammadiyah 2 Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional melalui dimensi idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, dan individualized consideration mampu meningkatkan mutu pembelajaran. Peningkatan ditunjukkan oleh pembelajaran yang lebih sitematis, interaktif, dan berpusat pada siswa, serta penggunaan metode variatif, pengelolaan kelas yang lebih efektif, pemanfaatan teknologi, dan meningkatnya keaktifan siswa. Disimpulkan bahwa kepemimpinan transformasional memiliki peran strategis dalam mewujudkan pembelajaran yang efektif dan inovatif.
Kepemimpinan Politik Perempuan, Sistem Merit dan Manajemen Bakat ASN: Pengaruhnya terhadap Kinerja Birokrasi di Pemerintahan Kabupaten Bintan Deby Maryanti; Tibrani Tibrani; Ramon Zamora; Hanafi Siregar
Jurnal Pendidikan Siber Nusantara Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Siber Nusantara (April - Juni 2026)
Publisher : Siber Nusantara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpsn.v4i2.676

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan politik perempuan, sistem merit dan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) terhadap kinerja birokrasi Pemerintah Kabupaten Bintan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan metode survei terhadap 62 ASN di lingkungan organisasi perangkat daerah. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert dan dianalisis menggunakan SPSS melalui uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan kepemimpinan politik perempuan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja birokrasi. Sistem merit terbukti memberikan pengaruh positif dan signifikan, terutama melalui objektivitas promosi, kesesuaian kompetensi dengan jabatan, transparansi karier dan penilaian berbasis kinerja. Selain itu, manajemen talenta ASN menjadi variabel dengan kontribusi paling kuat terhadap kinerja birokrasi. Secara simultan, ketiga variabel independen berpengaruh signifikan terhadap kinerja birokrasi Pemerintah Kabupaten Bintan. Temuan menegaskan peningkatan kinerja birokrasi daerah membutuhkan integrasi antara kepemimpinan politik yang inklusif, sistem pengelolaan ASN berbasis merit dan strategi pengembangan talenta aparatur yang berkelanjutan.
⁠Penerapan Pembelajaran Mendalam melalui Model Talking Stick dalam Kegiatan Menceritakan Kembali Cerita Rakyat Lokal pada Siswa SD Negeri 20 Dangin Puri Anak Agung Made Pradnya Paramita; Rika Putri Rachman; I Gede Herri Yudiana Sucitra; Ida Bagus Putrayasa; Ni Ketut Desia Tristiantari
Jurnal Pendidikan Siber Nusantara Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Siber Nusantara (April - Juni 2026)
Publisher : Siber Nusantara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpsn.v4i2.677

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilaksanakan sebagai upaya sistematis untuk mengeksplorasi secara detail proses implementasi serta efektivitas pembelajaran mendalam melalui model Talking Stick dalam meningkatkan kualitas penceritaan kembali cerita rakyat lokal pada siswa kelas 2 SD Negeri 20 Dangin Puri. Pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif digunakan untuk memberikan gambaran akurat mengenai fenomena yang terjadi di lapangan secara alami. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam serta observasi partisipatif guna menangkap makna di balik interaksi belajar mengajar, yang kemudian dianalisis menggunakan prosedur reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media tongkat kayu yang menarik mampu membangkitkan gairah belajar serta membangkitkan keberanian siswa yang sebelumnya merasa malu untuk tampil di depan umum. Siswa menjadi lebih fokus menyimak isi cerita karena adanya unsur permainan yang adil, sehingga kemampuan penceritaan kembali mereka menjadi lebih sistematis, runtut, dan bermakna. Tantangan berupa manajemen waktu serta pengendalian emosi siswa yang terlalu bersemangat dapat dikelola dengan baik oleh guru melalui penyesuaian instruksi yang tetap mendukung pengembangan kognitif. Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan ini berhasil menciptakan lingkungan sekolah yang suportif dan meningkatkan keterlibatan aktif siswa secara menyeluruh dalam memahami nilai-nilai kearifan lokal.
Analisis Peran Guru dalam Mengawal Hak dan Kewajiban Moral Siswa SD pada Era Transformasi Teknologi di SD Negeri 1 Sukawana Kintamani Ni Kadek Afrillianingsih; Dewa Bagus Sanjaya; I Nengah Suastika
Jurnal Pendidikan Siber Nusantara Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pendidikan Siber Nusantara (Juli - September 2026)
Publisher : Siber Nusantara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpsn.v4i3.664

Abstract

Abstrak: Perkembangan teknologi digital yang pesat membawa dampak ganda bagi dunia pendidikan dasar, khususnya terhadap pembentukan moral siswa Sekolah Dasar (SD). Di satu sisi, teknologi memperluas akses informasi dan mendukung pembelajaran inovatif; di sisi lain, tanpa pengawalan yang tepat, teknologi dapat mengikis nilai-nilai moral dan mengaburkan pemahaman siswa tentang hak dan kewajiban mereka. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran strategis guru SD Negeri 1 Sukawana Kintamani dalam mengawal hak dan kewajiban moral siswa di tengah era transformasi teknologi. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam terhadap 6 guru, dan studi dokumentasi selama tiga bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di SD Negeri 1 Sukawana berperan sebagai fasilitator nilai (value facilitator), pengawas digital (digital guardian), dan model moral (moral modeling). Ketiga peran tersebut berkorelasi signifikan dengan kemampuan siswa memahami hak dan kewajiban moral di lingkungan digital. Implikasi penelitian ini menegaskan perlunya penguatan kompetensi digital-etis guru SD melalui pelatihan berkelanjutan dan integrasi pendidikan moral dalam kurikulum berbasis teknologi.

Page 9 of 11 | Total Record : 106