cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
therunurgiansah@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
therunurgiansah@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Puri Nirwana Bangunjiwo No.A-5 Dusun Kenalan Kelurahan Bangunjiwo Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary
Published by CV. Rayyan Dwi Bharata
ISSN : 30257999     EISSN : 30257980     DOI : https://doi.org/10.57235
JERUMI: Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary dengan nomor ISSN terdaftar 3025-7999 (Cetak) dan 3025-7980 (Elektronik) adalah jurnal akses terbuka ilmiah yang diterbitkan oleh CV Rayyan Dwi Bharata. JERUMI: Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian asli dan review hasil penelitian pada lingkup bidang pendidikan, agama, multidfisiplin. JERUMI: Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary diterbitkan 1 tahun 2 kali terbit pada bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 546 Documents
Dampak Penggunaan AI Terhadap Kemandirian Belajar Mahasiswa di Era Digital Rafael M Nayoan; Usman Arfan; Marsya Laihan; Rian F Mnumandu; Marselus M Korme
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8594

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI), khususnya Generative Artificial Intelligence, telah membawa perubahan signifikan dalam proses pembelajaran di pendidikan tinggi dan memengaruhi cara mahasiswa memperoleh, mengelola, serta mengembangkan pengetahuan secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan AI terhadap kemandirian belajar mahasiswa di era digital melalui pendekatan Mixed Method Systematic Literature Review (MMSLR). Proses telaah literatur mengikuti pedoman PRISMA 2020 dengan menganalisis 25 artikel final yang dipilih dari 150 artikel yang teridentifikasi pada tahap awal pencarian. Analisis kuantitatif digunakan untuk mengidentifikasi tren publikasi, karakteristik penelitian, dan fokus kajian, sedangkan analisis kualitatif dilakukan menggunakan Thematic Analysis untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang muncul dalam literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI berkontribusi positif terhadap peningkatan kemandirian belajar mahasiswa melalui penguatan Self-Directed Learning, Self-Regulated Learning, Learner Autonomy, Student Agency, AI Literacy, dan Personalized Learning. Pemanfaatan AI memungkinkan mahasiswa memperoleh akses informasi yang lebih luas, dukungan belajar yang lebih fleksibel, serta pengalaman pembelajaran yang lebih adaptif sesuai kebutuhan individu. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan berupa risiko ketergantungan terhadap AI, penurunan kemampuan berpikir kritis, dan isu integritas akademik apabila teknologi digunakan secara berlebihan. Temuan penelitian menegaskan pentingnya literasi AI, penggunaan teknologi yang bertanggung jawab, serta tata kelola yang tepat untuk mengoptimalkan peran AI dalam mendukung kemandirian belajar mahasiswa di era digital.
Budaya Marsiadapari di Simpang Raya Kecamatan Panei Kabupaten Simalungun Alvin Prayer Purba; Pardomuan Munthe
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8595

Abstract

Penelitian ini di latarbelakangi oleh lunturnya budaya marsiadapari di desa simpang raya kecamatan Panei. Tujuannya untuk menegaskan dari perspektif dogmatika kristern bahwa marsiadapari itu adalah praktik kegotongroyongan yang baik dilakukan masyarakat petani. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menyebarkan angket dan kualitatif dengan wawancara. Hasil temuan lapangan bahwa budaya marsiadapari sudah luntur. Karena pengaruh budaya modern yang mnerapkan sistem transaksional, yaitu pengupahan. Kesimpulan bahwa tradisi marsiadapari harus dihidupkan dengan pendekatan teologi lokal-kontekstual dengan berlandaskan Galatia 6:2, Yaitu perintah bertolong-tolongan Oleh karena itu, disarankan agar gereja mensukseskan kembali tradisi marsiadapari.
Peran Single Parent Terhadap Pendidikan Anak di Lingkungan Batok Bali Kota Serang Delvina Raissa; Stevany Afrizal
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8601

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi peran orang tua tunggal dalam pendidikan anak di lingkungan Batok Bali, Kota Serang. Latar belakangnya adalah tantangan unik orang tua tunggal terhadap proses belajar dan pembentukan karakter anak. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan bagaimana orang tua tunggal menjalankan peran ganda sebagai pendidik dan pengasuh, serta mengidentifikasi tantangan yang mereka hadapi. Metode penelitian bersifat kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi pada orang tua tunggal terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terbatas waktu dan ekonomi, orang tua tunggal berusaha menanamkan nilai-nilai positif (kedisiplinan, motivasi, tanggung jawab) dalam pendidikan anak sehari-hari. Strategi adaptif seperti penjadwalan ketat dan keterlibatan keluarga besar membantu mereka. Temuan utama mengindikasikan bahwa beban ekonomi dan tekanan psikologis menjadi kendala signifikan. Kesimpulannya, orang tua tunggal memegang peran sentral dalam pendidikan formal maupun nonformal anak melalui bimbingan nilai dan komunikasi aktif, namun perlu dukungan sosial dan kebijakan publik yang memadai untuk mengatasi hambatan tersebut.
Pengaruh Keterampilan Komunikasi Interpersonal dan Gaya Belajar Terhadap Hasil Belajar Kimia Murid di Kelas XI SMAN 15 Pekanbaru Gustri Winda; Sri Haryati; Putri Adita Wulandari
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8623

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keterampilan komunikasi interpersonal dan gaya belajar terhadap hasil belajar kimia murid di kelas XI SMAN 15 Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain korelasi. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket keterampilan komunikasi interpersonal yang terdiri dari 26 butir pernyataan dan angket gaya belajar yang terdiri atas 30 butir pernyataan, hasil belajar kimia yang diperoleh dari ulangan harian, dan wawancara. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh murid kelas XI SMAN 15 Pekanbaru. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 90 orang. Penelitian ini dianalisis menggunakan uji korelasi dengan bantuan IBM SPSS statistics 25. Berdasarkan hasil dari SPSS, nilai signifikansi 0,000 < 0,05 maka terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara keterampilan komunikasi interpersonal dan gaya belajar. Berdasarkan nilai koefisien korelasi yaitu 0,425 yang berada diantara 0,40 – 0,599, dapat disimpulkan bahwa hubungan positif antara keterampilan komunikasi interpersonal dan kepercayaan diri termasuk kategori sedang.
Tradisi Mangupa (Suatu Tinjauan Dogmatis Terhadap Penghormatan kepada Leluhur Mengenai Praktik Mangupa-Upa dalam Kehidupan Masyarakat di Desa Marihat Sionggang dan Implikasinya bagi Jemaat HKI Marihat Sionggang) Sri Wahyu Ningsih Manik; Pardomuan Munthe
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8629

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menegaskan bahwa praktik Mangupa-upa adalah tradisi budaya yang dimaknai sebagai doa. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif melalui angket dan wawancara, dan hasil penelitian menunjukkan bahwa mangupa-upa masih dilakukan dan dipahami sebagai doa dan penguatan hidup, tetapi pelaksanaannya masih dikaitkan dengan kepercayaan kepada leluhur. Dapat disimpulkan bahwa praktik mangupa-upa dapat diterima sebagai tradisi budaya selama dimaknai dalam Terang iman kristen, bahwa Tuhanlah yang memberikan perlindungan dan berkat. Oleh karena itu, disarankan gereja perlu memberikan pembinaan iman yang benar agar tidak terjadi pencampuran kepercayaan.
Model Penilaian Dengan Pendekatan Paradigma Kurikulum Merdeka Belia Mutiara Aprili Br Depari; Berlianta Saragih; Enjel Mitra Wati Hulu; Meiriati Simanjuntak; Muhammad Ibnu Adani; Vinc Jae Lestari Surbakti
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8630

Abstract

Penerapan Kurikulum Merdeka membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan di Indonesia, di mana fokus pembelajaran kini bergeser dari guru menjadi berpusat pada siswa. Perubahan paradigma ini menuntut sistem penilaian (asesmen) yang tidak lagi sekadar mengukur hasil akhir, melainkan berfungsi sebagai alat untuk mendukung proses perkembangan belajar siswa secara utuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam tentang integrasi model penilaian berbasis paradigma baru dalam Kurikulum Merdeka, khususnya dalam mengidentifikasi jenis, fungsi, serta bagaimana kompetensi guru memengaruhi keberhasilan implementasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), yang mengandalkan analisis isi terhadap berbagai jurnal ilmiah dan dokumen regulasi pendidikan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa model penilaian dalam Kurikulum Merdeka wajib mengintegrasikan tiga jenis asesmen secara terpadu. Pertama, asesmen diagnostik di awal pembelajaran untuk memetakan kesiapan, minat, dan karakteristik unik siswa. Kedua, asesmen formatif di sepanjang proses pembelajaran untuk memantau perkembangan belajar sekaligus memberikan umpan balik langsung bagi siswa dan guru. Ketiga, asesmen sumatif di akhir periode pembelajaran yang dilakukan secara autentik melalui berbagai bentuk seperti proyek, portofolio, maupun unjuk kerja untuk mengukur ketercapaian tujuan belajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggabungan ketiga jenis asesmen ini secara seimbang mampu menciptakan ekosistem belajar yang efektif, bermakna, dan humanis sesuai dengan filosofi Ki Hajar Dewantara. Keberhasilan model ini sangat ditentukan oleh kesiapan dan peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan dalam merancang penilaian yang inovatif.
Pengaruh Model Pembelajaran Team Games Tournament (TGT) Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PKn Materi Harga Diri di Kelas III SDN Tanjungbaru Rika Sintiasari; Meiliana Nurfitriani; Nandhini Hudha Anggarasari
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8634

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Team Games Tournament terhadap hasil belajar pada mata pelajaran PKN materi harga diri di kelas 3 SDN Tanjungbaru. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi-experiment dengan desain penelitian pretest-posttest control group design. Dalam desain ini populasi dibagi kedalam dua kelompok yaitu kelompok eksperimen yang menggunakan model pembelajaran Team Games Tournament dan kelompok kontrol yang menggunakan metode konvensional. Populasi yang digunakan Adalah siswa kelas 3 SDN Tanjungbaru sebanyak 31 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes pretest dan posttest dan data dianalisis menggunakan SPSS versi 26. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh bahwa model pembelajaran Team Games Tournament memiliki pengaruh terhadap hasil belajar PKN siswa kelas 3 SDN Tanjungbaru. Nilai rata-rata pretest kelas control Adalah 39 dan setelah diberikan perlakuan kemudian dilakukan posttest nilai rata-rata Adalah 72. Sedangkan pada kelas eksperimen, nilai rata-rata pretest yang didapat adalah 38.75 kemudian setelah diberi perlakuan dan dilakukan posttest nilai rata-rata yang didapatkan oleh siswa Adalah 82.50. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji independent sample t-test pada program SPSS 26, hasil hipotesis yang didapat dengan nilai sig 0,000 < 0,05mmaka Ha diterima dan Ho ditolak. Sehingga penggunaan model pembelajaran Team Games Tournament berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas 3 SDN Tanjungbaru.
The Strategy of the Indonesian Army in Logistics and Material Support to Enhance Border Security Operations in the Indonesia–Papua New Guinea Border Area Keyko Nasya; Mitro Prihantono; Marsono
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8635

Abstract

The border area between the Republic of Indonesia and Papua New Guinea (RI–PNG) is characterized by difficult geographical conditions, limited infrastructure, and a high level of security vulnerability, which require optimal logistics and material support to sustain security operations. However, in practice, the provision of logistics and material support by the Indonesian Army still faces various challenges, particularly in planning, management, and optimization. These conditions have the potential to affect the continuity and effectiveness of operational tasks in border areas. This study aims to analyze the forms and strategies of logistics and material support implemented by the Indonesian Army in supporting border security operations in the RI–PNG region. This research employs a descriptive qualitative method with data collected through interviews, field observations, and document analysis. Data analysis is conducted using the analytical framework of defense science theory, the Ends–Ways–Means strategic theory, and military logistics management theory. The results indicate that logistics and material support includes the provision of essential supplies, phased distribution mechanisms, and adaptive utilization at the unit level. Support strategies are implemented through operation-based planning, administrative-operational management, and field-initiative-based optimization. However, the logistics system remains conventional and has not been fully integrated. This study concludes that strengthening region-based planning, integrating logistics information systems, enhancing personnel competence, improving distribution infrastructure, and conducting continuous evaluations are necessary. These recommendations are expected to improve the sustainability and effectiveness of logistics and material support in border security operations in the RI–PNG area.
Wasasan Nusantara/Geopolitik dan Geostrategi Khoirul Huda; Baginda Ahmad Sakti Nasution; Muhammad Naufal Alif Nasution; Intan Rusniyati Tanjung
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8636

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Wawasan Nusantara, geopolitik, dan geostrategi dalam menghadapi tantangan pembangunan nasional di Indonesia. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena eksploitasi sumber daya alam sejak era Orde Baru yang berdampak pada kerusakan lingkungan, ketimpangan wilayah, serta meningkatnya ancaman non-tradisional seperti bencana ekologis. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui analisis berbagai sumber ilmiah seperti buku, jurnal, dan publikasi akademik terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wawasan Nusantara berperan sebagai landasan konseptual dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keberagaman serta dinamika global. Sementara itu, geopolitik memberikan pemahaman mengenai pentingnya posisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan dalam menentukan kebijakan strategis, termasuk dalam pengelolaan jalur perdagangan dan hubungan internasional. Geostrategi berfungsi sebagai instrumen implementatif dalam memanfaatkan potensi sumber daya dan kekuatan nasional untuk mencapai tujuan negara, baik dalam aspek pertahanan, ekonomi, maupun pembangunan wilayah. Studi kasus bencana di Aceh menunjukkan bahwa kurangnya pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dapat menimbulkan dampak serius terhadap masyarakat dan lingkungan. Selain itu, pemindahan ibu kota negara (IKN) menjadi salah satu strategi geostrategis untuk mengurangi ketimpangan pembangunan antarwilayah. Dengan demikian, integrasi antara Wawasan Nusantara, geopolitik, dan geostrategi sangat penting dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan, menjaga kedaulatan, serta memperkuat posisi Indonesia di tingkat global.
Kesiapan Mengadopsi Artificial Intelligence di Kalangan Desainer Busana Lenita Harahap; City Daniella Sinaga; Jesika Falentina Br Sebayang; Dina Ampera; Untung Desy Purnamasari
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8639

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) saat ini mulai masuk ke dunia kreatif dan membawa perubahan besar pada alur kerja desain busana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapan dan penerimaan para desainer busana dalam mengadopsi teknologi AI ke dalam proses kerja kreatif mereka. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka (literature review) dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai hasil penelitian terdahulu yang relevan melalui penelusuran sumber ilmiah seperti jurnal dan artikel terkait. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun rasa optimis dan sifat inovatif menjadi pendorong kuat desainer untuk mencoba AI, namun kesiapan mereka masih terhambat oleh rasa tidak aman terhadap keaslian ide desain serta kendala mahalnya modal investasi teknologi. Di sisi lain, adopsi AI terbukti memberikan dampak efisiensi nyata seperti kemampuan menghemat sisa potongan bahan kain hingga lima belas persen melalui pembuatan pola digital yang presisi. Implikasi dari penelitian ini menegaskan pentingnya pembaruan kurikulum pada pendidikan vokasi tata busana agar mulai mengintegrasikan pelatihan keterampilan teknologi digital sejak dini guna mempersiapkan calon desainer yang adaptif dan berdaya saing.