cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
therunurgiansah@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
therunurgiansah@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Puri Nirwana Bangunjiwo No.A-5 Dusun Kenalan Kelurahan Bangunjiwo Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary
Published by CV. Rayyan Dwi Bharata
ISSN : 30257999     EISSN : 30257980     DOI : https://doi.org/10.57235
JERUMI: Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary dengan nomor ISSN terdaftar 3025-7999 (Cetak) dan 3025-7980 (Elektronik) adalah jurnal akses terbuka ilmiah yang diterbitkan oleh CV Rayyan Dwi Bharata. JERUMI: Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian asli dan review hasil penelitian pada lingkup bidang pendidikan, agama, multidfisiplin. JERUMI: Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary diterbitkan 1 tahun 2 kali terbit pada bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 546 Documents
Mindfulness dalam Seni: Peran Meditasi Buddhis dalam Pengembangan Ekspresi Artistik dan Tantangan Kontemporer Novita Kumalasari; Julia Surya; Kinanti Dyah Ayu Puspita Retno Putri; Yaka Paweja
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8184

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran meditasi Buddhis dalam pengembangan ekspresi artistik serta mengidentifikasi tantangan penerapannya dalam konteks seni kontemporer. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode tinjauan pustaka dengan analisis isi terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam perspektif Buddhis, seni tidak hanya dipahami sebagai ekspresi estetika, tetapi juga sebagai praktik meditatif yang menekankan kesadaran penuh (mindfulness), kekosongan, dan pengalaman non-konseptual. Meditasi Buddhis terbukti memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas psikologis, kreativitas, serta performativitas seniman. Implementasi meditasi ditemukan dalam berbagai disiplin seni, seperti zazen dalam seni peran, meditasi insight dalam seni lukis, praktik pernapasan dalam seni vokal, meditasi sonik dalam musik, serta meditasi gerak dalam seni bela diri, yang seluruhnya berlandaskan pada integrasi kesadaran dan tubuh. Namun demikian, penerapannya menghadapi berbagai tantangan, antara lain keterbatasan waktu, hambatan budaya, keterbatasan bukti empiris, serta resistensi institusional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meditasi Buddhis memiliki potensi besar sebagai pendekatan integratif dalam seni untuk mendukung pengembangan artistik sekaligus transformasi spiritual, meskipun diperlukan penguatan kajian empiris dan pengembangan model implementasi yang kontekstual.
Jhāna Dalam Buddhisme Leon Gilberto Medellin Lopez; Budi Utomo; Sandia Wijaya; Putri Setiyani
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8197

Abstract

Jhāna merupakan salah satu konsep sentral dalam praktik meditasi Buddhis yang berkaitan dengan perkembangan konsentrasi mendalam (samādhi). Dalam tradisi Buddhisme Theravāda, jhāna dipahami sebagai kondisi absorpsi mental yang dicapai melalui pengembangan samatha-bhāvanā. Meskipun demikian, pemahaman tentang jhāna sering menjadi bahan diskusi dan perdebatan dalam kajian Buddhisme modern, khususnya mengenai perannya dalam pencapaian Nibbāna, potensi bahaya dalam praktiknya, serta perbedaan interpretasi antara sumber kanonik seperti sutta dan komentar klasik seperti Visuddhimagga. Artikel ini bertujuan menjelaskan pengertian jhāna, karakteristiknya, hubungannya dengan realisasi spiritual, serta kontroversi yang muncul dalam studi Buddhisme kontemporer. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur terhadap sumber-sumber kanonik Buddhis, komentar tradisional, dan penelitian akademik modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa jhāna memiliki posisi penting dalam jalan menuju pembebasan, tetapi interpretasi mengenai fungsinya dalam praktik meditasi masih menjadi diskusi terbuka di kalangan sarjana dan praktisi Buddhisme.
Perkembangan Meditasi dalam Pendidikan: Kajian Ilmiah Sistematis Sherlyn Mettasari Oswandi; Ponijan Ponijan; Elyantika Sari; Anjun Nurfaojan
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8279

Abstract

Transformasi meditasi dari akar spiritual Buddhis menuju instrumen pedagogi sekuler menandai pergeseran paradigma yang signifikan dalam upaya mengurangi stres dan tantangan akademik pada pendidikan modern. Ditengah popularitasnya yang berada dititik puncak, karya ilmiah yang tersedia masih terlihat terpecah. Tidak sinkronnya menajam pada perdebatan mengenai sejauh mana adaptasi budaya diperlukan, serta bagaimana implikasi etis dari proses tersebut seharusnya dikelola dengan tanggung jawab. Temuan ini mengupas secara komphrehensif melalui metode Systematic Literature Review dan menggunakan kualitatif deskriptif. Analisis ini juga menggunakan analisis komparatif dengan gap analysis literatur kontemporer dan teks Pali Society. Hasil kajian menunjukan meditasi berdampak positif yang holistik terhadap fokus kognitif, resiliensi emosional, perilaku prososial, secara tidak langsung mendukung prestasi akademik. Namun, dominasi pendekatan sekuler minim kualifikasi pendidik memunculkan komodifikasi yang mereduksi mindfulness yang hanya menjadi alat pengendali ketertiban kelas atau pemacu produktivitas, sehingga mengurangi esensi moral dan filosofis aslinya. Kesimpulannya, untuk mencegah reduksi etis diperlukan pergeseran paradigma menuju model integratif yang menyelaraskan validasi neurosains Barat dengan integritas nilai spiritual Timur. Penelitian ini menyarankan pentingnya penningkatan kompetensi pendidik dan perlunya penerapan studi longitudinal untuk mengevaluasi keberlanjutan transformasi siswa.
Pengaruh Wanita Karir Terhadap Pendidikan Keluarga di Desa Damai Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis Afrianti Alyana; Reno Firdaus
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8282

Abstract

Perkembangan zaman membawa perubahan terhadap peran perempuan dalam kehidupan masyarakat. Saat ini banyak perempuan yang tidak hanya berperan sebagai ibu rumah tangga, tetapi juga terlibat dalam dunia kerja atau yang dikenal sebagai wanita karier. Kondisi ini menimbulkan peran ganda bagi perempuan, yaitu sebagai pekerja sekaligus sebagai pendidik bagi anak di dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh wanita karier terhadap pendidikan keluarga di Desa Damai Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linier sederhana. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 300 orang wanita karier dengan sampel sebanyak 75 responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita karier memiliki pengaruh terhadap pendidikan keluarga dengan kontribusi sebesar 44,7%. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan wanita karier tetap memiliki peran penting dalam pendidikan keluarga meskipun memiliki keterbatasan waktu karena aktivitas pekerjaan.
Ketersediaan Permukiman Layak di Kelurahan Bagan Deli Kota Medan Ditinjau dari Undang-Undang Tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman Sarah Lestari Tampubolon; Reh Bungana Beru Perangin angin; Majda El Muhtaj; Dewi Pika Lumban Batu; Arief Wahyudi
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8322

Abstract

Kawasan permukiman adalah kawasan yang mencakup daerah perkotaan maupun perdesaan. Kawasan permukiman juga dapat diartikan sebagai lingkungan tempat tinggal dan melakukan segala kehidupan masyarakat. Kawasan permukiman tidak hanya berbicara mengenai suatu bangunan yang ditempati, akan tetapi juga berbicara mengenai infrastruktur, sarana, prasarana dan aspek sosial lainnya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian tersebut ialah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yaitu penelitian yang melihat secara langsung suatu fenomena sedang terjadi, biasanya dalam metode penelitian tersebut dilakukan terjun langsung ke lapangan dan mengambil beberapa sumber informan untuk diwawancarai, mengandalkan beberapa artikel, jurnal, dan buku untuk semakin memperkuat argumentasi yang akan dituang kedalam laporan, serta membuat sesi dokumentasi menjadi bukti bahwa penelitian dilakukan dengan sebaik-baiknya tanpa ada manipulasi data yang sebenarnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurang terjalinnya kerjasama dan komunikasi yang baik antara Pemerintah dan Masyarakat. Hal ini didasarkan pada hasil temuan lapangan menunjukkan bahwa esksistensi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 Tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman tidak selaras atau tidak sejalan dengan kondisi yang sebenarnya terjadi. Pemerintah menawarkan beberapa program seperti pembangunan tanggul dan relokasi wilayah ke tempat yang lebih layak untuk dihuni. Namun, masyarakat menolak program atau kebijakan tersebut dianggap menghambat proses kehidupan mereka yang sebagian besar masyarakat Kelurahan Bagan Deli memiliki mata pencaharian sebagai nelayan.
Implementasi Program Ketahanan Pangan di Desa Bangun Kecamatan Gunung Malela Kabupaten Simalungun Nur Hidayah Hasibuan; Julia Ivanna; Windawati Pinem; Prayetno Prayetno; Yakobus Ndona
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8323

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi program ketahanan pangan di Desa Bangun Kecamatan Gunung Malela Kabupaten Simalungun serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Program ketahanan pangan merupakan salah satu upaya pemerintah desa dalam meningkatkan ketersediaan pangan dan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan peternakan sapi yang dikelola oleh pemerintah desa bekerja sama dengan BUMNag dan masyarakat sebagai penerima bantuan.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian dilakukan di Desa Bangun Kecamatan Gunung Malela Kabupaten Simalungun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari kepala desa, pengurus BUMNag, serta masyarakat yang menjadi peserta program. Analisis penelitian menggunakan teori implementasi kebijakan George C. Edwards III yang meliputi komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program ketahanan pangan di Desa Bangun telah dilaksanakan melalui kegiatan peternakan sapi yang didukung oleh kebijakan pemerintah desa serta alokasi dana desa. Namun pelaksanaan program tersebut belum berjalan secara optimal karena masih terdapat beberapa kendala, seperti, sumber daya alam, kurangnya sosialisasi program kepada masyarakat, keterbatasan sumber daya pakan ternak, rendahnya minat masyarakat untuk berpartisipasi, serta kurangnya pengawasan dan pembinaan kepada masyarakat penerima bantuan.
Analisis Tren Penelitian Project Based Learning Berbasis STEM pada Pembelajaran IPA: Systematic Literature Review Anggi Putri Simamora; Awy Silaban; Desi Mertina Br Sembiring; Ibnu Firmansyah; Ivan Fadila; Mei Jelina Nadeak; Tariza Fairuz; Halim Simatupang
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8331

Abstract

Model pembelajaran Project-Based Learning berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (PjBL-STEM) menjadi fokus utama dalam pendidikan IPA modern karena mampu mengintegrasikan konsep multidisiplin melalui penyelesaian masalah nyata. Penelitian ini bertujuan menganalisis tren PjBL-STEM dalam pembelajaran IPA melalui Systematic Literature Review (SLR) terhadap 25 artikel periode 2021–2026. Hasil menunjukkan bahwa PjBL-STEM efektif meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif, namun masih terdapat kesenjangan dalam dokumentasi eksplisit Engineering Design Process (EDP) serta penggunaan asesmen yang didominasi tes kognitif tertulis. Penelitian ini juga menemukan tren baru berupa integrasi teknologi imersif seperti Augmented Reality (AR) dan laboratorium virtual (Algodoo/Javalab) untuk memperkuat tahap perancangan teknis. Selain itu, terdapat kebutuhan pengembangan pembelajaran berbasis konteks lokal (Ethno-STEM) dan Digital Scaffolding guna mendukung keterampilan proses sains siswa. Pemetaan tren ini diharapkan mendorong penelitian selanjutnya agar lebih fokus pada strategi metakognitif dan asesmen autentik untuk mengoptimalkan hasil belajar psikomotorik dan afektif secara menyeluruh.
Yesus Duduk di Sebelah Kanan Allah Bapa (Suatu Analisis Dogmatis Terhadap Kristologi dan Bahasa Antropomorfis Serta Implikasinya Bagi Jemaat HKI Emplasmen Mayang) Juanda Enzel Siregar; Pardomuan Munthe
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8509

Abstract

Tujuan penulisan ini ialah membahas pemahaman jemaat terhadap kristologi dan memaknai frasa antropomorfis mengenai “Yesus Duduk di Sebelah Kanan Allah Bapa” dalam pelita ajaran Alkitab, kajian dogmatis, serta pengakuan iman Gereja Huria Kristen Indonesia (HKI) yang befokus pada jemaat HKI Emplasmen Mayang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif melalui dengan menyebarkan angket dan metode kualitatif melalui proses wawancara terhadap jemaat dan pelayan gereja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas jemaat masih belum memahami doktrin gereja secara total tentang “Yesus duduk di sebelah kanan Allah Bapa” yang sering terjerat pada pemahaman keliru terhadap Alkitab. Analisis biblis, dogmatis, dan denominasi HKI mengemukakan bahwa frasa “Yesus duduk di sebelah kanan Allah Bapa” menunjuk pada kuasa Yesus sebagai Raja yang membela dan penyelamat manusia, kehormatan-Nya, dan kemuliaan-Nya di bumi dan di surga. Penulis menyarankan agar gereja memberikan pengajaran yang mendalam mengenai bagi jemaat supaya iman jemaat tetap murni dan terjaga sesuai dalam terang ajaran Kristen.
Pemanfaatan Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama sebagai Sumber Belajar Sejarah Bagi Pelajar SMA di Kota Serang Putri Frilly Natasya; Rikza Fauzan; Eko Ribawati
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8510

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama sebagai sumber belajar sejarah bagi pelajar SMA di Kota Serang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas guru sejarah dan peserta didik dari beberapa SMA di Kota Serang yang telah melaksanakan kunjungan edukatif ke Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa museum dimanfaatkan sebagai sumber belajar sejarah melalui kegiatan observasi koleksi, pemanfaatan penjelasan pemandu museum, diskusi kelompok, serta penugasan berbasis pengalaman kunjungan. Pemanfaatan museum memberikan pengalaman belajar yang lebih konkret, kontekstual, dan interaktif dibandingkan pembelajaran sejarah di kelas secara konvensional. Selain itu, kunjungan museum mampu meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap sejarah lokal Banten serta menumbuhkan ketertarikan siswa terhadap pembelajaran sejarah. Kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan waktu kunjungan, kurang optimalnya integrasi kegiatan museum dalam perangkat pembelajaran, serta keterbatasan fasilitas pendukung pembelajaran. Penelitian ini menegaskan bahwa Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama memiliki potensi strategis sebagai sumber belajar sejarah berbasis pengalaman yang mendukung pembelajaran aktif dan bermakna.
Evaluasi Kualitas Sitasi dan Sinkronisasi Daftar Pustaka pada Karya Ilmiah Mahasiswa Pengguna Mendeley Adinda Br Pane; Brena Riski P. Ginting; Hosyanna Situmorang; Fitriani Lubis
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8511

Abstract

Kesalahan teknis dalam pencantuman sumber rujukan masih sering ditemukan pada tulisan ilmiah mahasiswa, meskipun mereka sudah menggunakan perangkat lunak manajemen referensi seperti Mendeley. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis kekeliruan dalam penulisan sitasi dan ketidakselarasan antara kutipan di dalam teks dengan daftar pustaka pada artikel yang disusun dengan bantuan Mendeley. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Data diambil dari sepuluh karya tulis mahasiswa Pendidikan Biologi Bilingual Universitas Negeri Medan. Hasil analisis menunjukkan lima pola kesalahan utama: (1) data referensi tidak utuh (80%), (2) ketidakpatuhan terhadap format APA Style (70%), (3) kutipan dalam teks yang tidak muncul di daftar pustaka (60%), (4) penulisan nama pengarang yang keliru (50%), serta (5) ketidakcocokan tahun terbit (40%). Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa Mendeley tidak menjamin keakuratan sitasi secara otomatis karena mahasiswa masih kurang teliti dalam memverifikasi metadata dan memahami kaidah pengutipan yang benar. Saran untuk penelitian berikutnya adalah mengadakan pelatihan manajemen referensi secara lebih intensif serta mengintegrasikan materi sitasi ke dalam kurikulum penulisan akademik.