cover
Contact Name
I Putu Udiyana Wasista
Contact Email
udiyanawasista@isi-dps.ac.id
Phone
+6287861236918
Journal Mail Official
balidwipantarawaskita@isi-dps.ac.id
Editorial Address
Jl. Nusa Indah, Sumerta, Kec. Denpasar Timur, Kota Denpasar, Bali 80235
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Bali-Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara
ISSN : 28087992     EISSN : 2808795X     DOI : -
Core Subject : Art,
Seminar Nasional Republik Seni Nusantara adalah sebuah forum akademis yang membahas berbagai aspek seni dan budaya Nusantara. Dalam prosiding ini, para peneliti dan akademisi berkumpul untuk mempresentasikan hasil penelitian mereka mengenai seni dan budaya, dengan fokus khusus pada konteks Republik Seni Nusantara. Proses ini memberikan wadah untuk bertukar gagasan dan pengetahuan dalam upaya memahami, mendokumentasikan, dan mempromosikan warisan seni dan budaya yang kaya dan beragam di wilayah Nusantara.
Articles 130 Documents
PELESTARIAN SUMBER MATA AIR MELALUI TRADISI NGINGSAH DI DESA ADAT MUNDEH Gek Diah Desi Sentana; I Wayan Artayasa
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 2 (2022): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasionar Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permas adalah sebutan bagi penari Rejang Lilit di Desa Adat Mundeh, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan. Rejang Lilit dipentaskan saat piodalan jelih di Pura Pesamuan. Sebelum menarikan Rejang Lilit, jero permas akan melakukan ritual khusus, ngingsah. Ngingsah adalah sebuah ritual pembersihan sebelum memulai piodalan jelih di Pura Pesamuan. Ritual ini berkaitan erat dengan keberadaan sumber mata air di tepi sungai, sumber mata air itu disebut dengan beji. Jero permas harus hadir dalam ritual tersebut, untuk membersihkan diri di beji dan mengambil tirta beji. Tirta inilah yang akan digunakan untuk membersihkan seluruh sarana upakara yang digunakan untuk piodalan jelih. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Fungsionalisme Struktural dari Malinowski, terdapat empat aspek penting yaitu tempat upacara, waktu upacara, alat upacara, orang-orang yang melakukan upacara, memiliki keterkaitan yang kuat. Hasil dari penelitian ini adalah ritual ngingsah menjadikan air sebagai entitas religi, yang mampu melestarikan sumber mata air di Desa Adat Mundeh.
REDESAIN SEPATU VOLI MELALUI PENDEKATAN ERGONOMI TOTAL MENINGKATKAN KENYAMANAN DAN PERFORMA ATLET Made Ida Mulyati
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 2 (2022): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasionar Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permainan voli diperlukan performa yang tinggi, sehingga diperlukan sepatu nyaman. Sepatu dipakai oleh atlet Bali belum sepenuhnya nyamanan. Untuk itu perlu dilakukan redesain sepatu voli melalui pendekatan ergonomi total. Tujuan membuktikan efektivitas intervensi ergonomi total terhadap kenyamanan dan performa atlet. Jenis penelitian true experiment dengan rancangan treatment by subject design, subjek 20 atlet laki-laki voli Kabupaten Tabanan. Variabel diukur tinggi loncatan, denyut nadi istirahat dan kerja, Keluhan subjektif pada kaki, kemampuan swing block test dan jump smash. Pengukuran periode I menggunakan desain sepatu tanpa pendekatan ergonomi total (DS-TPET) dan periode II menggunakan desain sepatu pendekatan ergonomi total (RS-PET). Analisis data diuji dengan uji Kolmogorov-Smirnov. Hasil analisis terdapat perbedaaan keluhan subjektif , cardiovascular load (CVL) lebih rendah saat memakai RS-PET, p<0,05. Swing block test dan scor jump smash lebih tinggi saat memakai RS-PET, p<0,05. Simpulan RS-PET meningkatkan kenyamanan dan performa atlet. Disarankan RS-PET sebagai acuan dalam mendesain dan memproduksi sepatu voli.
ATMOSFER SENI RUPA INDONESIA I Nengah Wirakesuma
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 2 (2022): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasionar Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Atmosfer seni rupa Indonesia mengalami berbagai dinamika perubahan setelah pandemi covid-19 melanda dunia. Demikian pula atmosfir seni rupa Bali pada masa kini menunjukan eksistensi penciptaan yang luar biasa dasyatnya dilihat dari berbagai ajang gelar pameran seni rupa dan seni pertunjukan dari berbagai cabang ilmu seni di Indonesia. Bali sebagai barometer pariwisata dunia atmosfer ledakan pameran seni rupa merupakan efek dari pengendapan selama 2 tahun bertahan dilanda pandemi covid-19. Seniman: Pelukis, Pematung, Kriyawan, Desainer dan Fotografer selalu eksistensi berkarya di studionya masing-masing. Karakter dan identitas budaya Nusantara yang berkebninekaan sebagai ciri budaya Indonesia yang bergema dan bergemuruh menjadi pusat perhatian dunia. Para wisatawan datang dari berbagai belahan dunia tertarik memburu berbagai macam produk seni budaya Nusantara baik produk seni rupa dan desain serta berbagai ajang gelar seni pertunjukan Indonesia. Produk seni rupa sebagai industri pariwisata berkembang pesat sesuai kebutuhan pasar, para seniman berlomba-lomba berkreasi menciptakan karya seni rupa baru dengan harapan diburu oleh pembeli (pecinta seni) atau (kolektor seni). Kunjungan wisatawan asing, wisatawan domistik mulai bergairah dan berdampak pada revolusi industry 4.0 pariwisata budaya Nusantara. Atmosfer seni rupa kontemporer Indonesia sebagai ciri budaya Nusantara yang bernuansa klasik, tradisional, modern dan kontemporer berjalan seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan teknologi dan seni, sehingga mampu menciptakan daya saing unggul dalam memajukan seni budaya Indonesia yang telah mengakar menjadi citra seni budaya Nusantara.
PEMBINAAN GENDING BOPONG GENDER WAYANG GAYA KAYUMAS DENPASAR PADA SANGGAR TABUH KEMBANG WARU DI KOTA DENPASAR Hartini, Ni Putu; Mariyana, I Nyoman; Mawan, I Gede
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 3 (2023): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan sebagai usaha penyelamatan aset warisan tak benda yaitu gending Bopong Gaya Kayumas Denpasar. Gending bopong merupakan salah satu dari gending petangkilan dalam adegan pertunjukan wayang kulit Bali. Belakangan ini terjadi fenomena Gending Bopong sudah jarang disajikan lagi karena gending ini memiliki struktur yang panjang sehingga kesulitan untuk dapat menguasai gending ini. Hal tersebut menyebabkan gending ini dikhawatirkan mengalami kepunahan sehingga diperlukan pembinaan mengenai penguasaan teknik keahlian menabuh dan penguasaan materi gending Bopong secara praktis. Metode yang digunakan melalui beberapa tahapan yaitu Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini melalui beberapa tahapan yaitu (1) Sosialisasi; (2) Tahap Pelaksanaan; (3) Fase Stabilisasi; (4) Tahap Evaluasi; dan (5) Penyajian hasil pembinaan.Hasil dari kegiatan pengabdian ini peserta pelatihan di Sanggar Tabuh Kembang Waru mampu memperkaya pengetahuan dan keterampilan menabuh Gender Wayang serta menumbuhkan kebanggaan dan kecintaan dalam menjaga sekaligus mengembangkan warisan seni tradisi.
POSITIONING SINEMA SENI LAUT DAN GUNUNG DALAM REKA CIPTA FILM MUSIK “KAWYAGITA MANDALA” Susanthi, Nyoman Lia; Payuyasa, I Nyoman; Putra, IB Hari Kayana; Budiyana, Ketut Hery
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 3 (2023): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengungkapkan positioning sinema seni laut dan gunung dalam reka cipta film musik pengantar roh yang berjudul “Kawyagitan Mandala”. Film ini mengangkat objek penciptaan gong luang sebagai gamelan sakral dan keramat dalam tradisi Bali yang biasanya untuk mengiringi upacara kematian pitra yadnya. Visual film menawarkan posisi laut dan gunung sebagai gambar penting dalam film. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data dari studi lapangan yaitu mewawancarai produser, sutradara dan penulis naskah film, serta studi pustaka terkait buku dan jurnal yang relevan. Dengan menggunakan teori Geoff King menemukan hasil bahwa positioning sinema seni sebagai upaya berani untuk menilai seni film secara objektif. Hasil analisis sinema seni laut dan gunung dari sudut pandang ilmiah dan tidak bias, yaitu simbul dari upacara Nyegara Gunung dalam rangkaian Ngaben. Nyegara Gunung adalah upacara pitra yadnya untuk proses penciptaan dari dewa pitara menjadi Dewa. Upacara ini sebagai harmonisasi secara spiritual yang berorientasi pada gunung dan lautan, yang juga dimaknai luan-teben, sekala-niskala, rwa bhineda dan sebagainya. Segara atau laut sebagai lambang predhana (perempuan) dan gunung sebagai lambing purusa (laki-laki). Upacaranya sendiri divisualkan di tepi pantai atau segara (laut), karena laut memiliki makna filosofis sebagai sumber kehidupan. Implikasi penelitian ini adalah untuk memberi ruang sineas dalam menciptakan film dengan tetap memegang teguh tradisi dan filosofi yang diwariskan.
STILISTIK BINATANG DALAM PENCIPTAAN KRIYA KONTEMPORER Wiyasa, I Nyoman Ngidep; Jana, I Made; Sumantra, I Made
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 3 (2023): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penciptaan ini memerlukan objek studi sebagai kajian sumber untuk memperdalam dan mematangkan konsep, terutama membentuk struktur karya yang memiliki dasar pemikiran yang kuat dan dapat dijadikan sumber inspirasi penciptaan seni kriya. Tinjauan sumber penciptaan ini bertujuan untuk melacak karya-karya yang objek dan topiknya sama, serta untuk menunjukkan perbedaan dengan karya yang pencipta ciptakan, baik material, teknik dan konsep penciptaan. Objek studi dapat diperoleh dari sumber tertulis atau tekstual, yaitu: buku, majalah, manuskrip lontar, internet dan sumber visual, seperti data yang di kumpulkan seperti: gambar, lukisan, relief kayu, batu, logam, patung berbahan kayu, perunggu, prasi, video, sumber-sumber lisan, diskusi maupun wawancara. Memahami hal ini, dapat menambah daya kreativitas dalam penciptaan karya seni, sehingga menunjukkan hasil yang berbeda/baru antara karya seni yang dicipta dengan karya yang diacu. Mencermati beberapa visualisasi binatang, pencipta akan mengambil sikap yang berbeda dalam menentukan wujud karya kriya yang digarap, baik dalam pemilihan tema, bahan dan teknik. Sehingga dapat menumbuhkan penghargaan terhadap karya seni dan budaya.
MENGENAL BUDAYA MARITIM DALAM ARSITEKTUR NUSANTARA Raharja, I Gede Mugi; Wasista, I Putu Udiyana
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 3 (2023): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketika bumi mengalami perubahan iklim ekstrim pada zaman Pleistosen, temperatur bumi sering naik turun. Manusia harus hidup nomaden, karena terjadi proses glasial (zaman es) terus menerus. Ketika lapisan es di kutub mencair, permukaan air laut naik. Benua Sunda dan Sahul kemudian terendam menjadi dangkalan. Dampaknya, muncul pulau-pulau yang kemudian menjadi Negara Kepulauan Nusantara (Indonesia). Jadi, Indonesia dasarnya adalah benua maritim, yang terbentuk pada masa Holosen atau Alluvium. Wilayahnya adalah tanah dan air yang luas. Oleh karena itu, budaya maritim penduduk di Nusantara sudah berakar sejak masa prasejarah. Gambar-gambar perahu di dalam gua-gua purba, merupakan ekspresi seni penduduk Nusantara prasesejarah. Jiwa maritim juga tercermin pada sebutan wilayah negerinya, yang disebut Tanah Air. Perahu bercadik digunakan sebagai alat transportasinya di kawasan Samudera Hindia dan Pasifik. Jiwa maritim juga berpengaruh pada bidang arsitektur bangunannya, yang antara lain dapat ditemukan di wilayah Nusa Tenggara Timur dan Maluku. Ekspresi jiwa maritim pada arsitektur, antara lain tampak pada mahkota atap bangunan, pola desa atau kampung, denah rumah dan struktur bangunan rumah.
CUPU MANIK TIRTA AMERTA UNTUK MENJAGA KESEIMBANGAN KOSMOLOGI AIR DARI GUNUNG KE LAUT Setem, I Wayan; Gulendra, I Wayan; Yudha, I Made Bendi
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 3 (2023): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mencipta dan menyajikan cupu manik tirta amerta sebagai peningkatan apresiasi pendidikan ramah lingkungan untuk menjaga kelestarian lingkungan alam. Model pengabdian dengan penciptaan seni patung cupu manik tirta amerta menjadi ekspresi budaya yang mampu menjadi media upaya solusi atas permasalahan kerusakan daerah aliran sungai (DAS) Unda yang terjadi saat ini. Metode penciptaan dan penyajian meliputi perancangan model untuk menemukan desain penyajian seni patung yang memiliki kebaruan,eksplorasi alat dan bahan untuk menemukan materi utama. Proses penciptaan bersifat kalaborasi dengan masyarakat, pemerintah Desa Paksebali, Dawan Klungkung, komunitas seni, pencinta lingkungan, dan mahasiswa sehingga terjadi saling respon dan pertukaran pengalaman. Penciptaan ini juga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pengembangan inovasi dengan kreativitas yang bisa merevitalisasi objek wisata Kali Unda guna mengembalikan vitalitas kawasan yang telah menurun. Dampak penciptaan ini mampu mempengaruhi meningkatnya kunjungan wisata yang berdampak pula pada kesejahteraan masyarakat.
VIDEO PEMBELAJARAN MENGARANSEMEN LAGU RAKYAT BALI DALAM BENTUK VOKAL KELOMPOK Sustiawati, Ni Luh; Ardini, Ni Wayan; Darmayuda, I Komang
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 3 (2023): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang dihadapi para guru seni budaya adalah belum tersedianya video pembelajaran mengaransemen lagu dalam bentuk vokal kelompok pada mata pelajaran seni musik khususnya di kelas IX (Sembilan) semester 1-2, pada kompetensi dasar teknik pengembangan ornamentasi ritmis maupun melodis lagu dalam bentuk vokal kelompok. Penelitian ini berfokus pembuatan video pembelajaran mengaransemen lagu dalam bentuk vokal kelompok. Materi video pembelajaran ini mencakup (1) pengetahuan teknik arransemen lagu untuk vokal kelompok; (2) pengetahuan teknik/cara mengembangkan melodi lagu dalam bentuk vokal kelompok; (3) membuat, pengembangan melodi lagu secara sederhana untuk vokal kelompok; (4) menampilkan hasil arransemen lagu untuk vokal kelompok. Penelitian ini berpendekatan research and development [R&D] dengan prosedur pengembangan model Borg & Gall melalui beberapa tahapan yaitu (1) melakukan analisis produk yang akan dikembangkan; (2) menciptakan produk awal; (3) validasi ahli dan revisi; (4) uji coba perorangan dan revisi produk; (5) uji coba kelompok kecil dan revisi produk. Teknik pengumpulan data digunakan angket, dan wawancara. Teknik analisis data digunakan analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video pembelajaran mengaransemen lagu dalam bentuk vokal kelompok sangat layak sebagai media pembelajaran seni musik, karena sangat membantu guru dalam mencapai efektivias pembelajaran seni musik baik teori maupun praktek, dapat menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pembelajaran, dapat merangsang minat belajar siswa untuk lebih mandiri, serta siswa aktif dan termotivasi untuk mempraktekkan latihan.
ABSTRAKSI LAUT DAN SAMUDERA PADA KARYA SENI LUKIS Karja, I Wayan
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 3 (2023): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara fisik-nonfisik, laut dan samudera adalah mahaluas, sehingga muncul ungkapan lokal Bali, segara tanpa tepi, sumber inspirasi yang tidak terbatas bagi penciptaan karya seni lukis. Artikel ini bertujuan untuk mengabstraksikan ketidakterbatasan tersebut dengan cara eksplorasi bentuk dan isi yang lebih mendalam tentang laut dan samudera pada karya seni lukis. Metode penciptaan dilakukan dengan tahapan sebagai berikut: 1) Persiapan mental; 2) membuat sketsa; 3) memainkan elemen-elemen visual; 4) membiarkan proses mengalir alamiah; 5) membebaskan diri dari keterikatan; 6) analisis estetik-terapeutik; dan 7) visualisasi kreatif refleksi batin. Hasilnya, lukisan laut dan samudera tidak hanya mencerminkan pemandangan fisik, tetapi juga menggali makna lebih mendalam mengenai perjalanan dan keberanian dalam menghadapi tantangan kehidupan. Melalui abstraksi ini, penulis mengajak penikmat seni untuk merenung dan meresapi pesan-pesan yang terkandung pada lukisan mengenai kompleksitas laut dan samudera yang mahaluas. Bagaimana seni dapat membuka ruang imajinasi, stimulasi emosi, dan meningkatkan apresiasi terhadap keindahan dan kompleksitas alam. Implikasi dari penciptaan ini adalah mengembangkan kontemplasi perjalanan artistik untuk mengajak kita mengeksplorasi, menghargai, dan menjaga alam sebagai harta yang tidak ternilai. Proses kreatif ini merupakan panggilan batin untuk lebih menghubungkan diri dengan energi alam dan menjadikannya sebagai sumber inspirasi yang tak terputuskan dalam ekspresi kreatif dan apresiasi alam terhadap esensi hidup dan kehidupan. Analisis ini berpotensi untuk menciptakan pandangan baru mengenai pemahaman, artikulasi, dan pengalaman untuk sadar menjaga keseimbangan antara diri dengan lingkungan melalui abstraksi laut dan samudera pada seni lukis.

Page 6 of 13 | Total Record : 130