cover
Contact Name
I Putu Udiyana Wasista
Contact Email
udiyanawasista@isi-dps.ac.id
Phone
+6287861236918
Journal Mail Official
balidwipantarawaskita@isi-dps.ac.id
Editorial Address
Jl. Nusa Indah, Sumerta, Kec. Denpasar Timur, Kota Denpasar, Bali 80235
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Bali-Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara
ISSN : 28087992     EISSN : 2808795X     DOI : -
Core Subject : Art,
Seminar Nasional Republik Seni Nusantara adalah sebuah forum akademis yang membahas berbagai aspek seni dan budaya Nusantara. Dalam prosiding ini, para peneliti dan akademisi berkumpul untuk mempresentasikan hasil penelitian mereka mengenai seni dan budaya, dengan fokus khusus pada konteks Republik Seni Nusantara. Proses ini memberikan wadah untuk bertukar gagasan dan pengetahuan dalam upaya memahami, mendokumentasikan, dan mempromosikan warisan seni dan budaya yang kaya dan beragam di wilayah Nusantara.
Articles 130 Documents
ELABORASI DAMPAK NEGATIF SAMPAH ANORGANIK KARYA CIPTA FOTOGRAFI EKSPRESI Anis Raharjo; I Made Bayu Pramana; I Made Saryana
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 2 (2022): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasionar Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari tidak bisa lepas dari sampah salah satunya sampah anorganik. Bahan anorganik sebagai produk industri semakin mendominasi kehidupan manusia. Disadari atau tidak masyarakat telah masuk kekondisi ketergantungan terhadap bahan bahan anorganik yang sangat parah. Penggunaan sampah anorganik dapat merugikan lingkungan, apalagi digunakan secara berlebihan, karena dapat mencemari air, tanah, udara dan unsur lingkungan lainnya. Sampah anorganik memiliki keragaman jenis seperti plastik, kaca, keramik, kain dan logam. Sampah anorganik berdampak negatif pada realitas lingkungan sehingga dapat membahayakan kelangsungan makhluk hidup seperti manusia, hewan, tumbuhan. Berdasarkan hal tersebut pencipta tertarik untuk mengangkat tema ”Elaborasi Dampak Negatif Sampah Anorganik Karya Cipta Fotografi Ekspresi”. Dalam mewujudkan ide pada karya seni fotografi ekspresi tersebut melalui proses observasi, eksperimen, persiapan, pembentukan dan penyelesaian akhir. Dengan demikian melalui lima karya yang digarap, dapat merepresentasikan elaborasi dampak negatif sampah anorganik yang diungkap secara estetik dan metaforik. Hal tersebut dapat tercipta makna yang komunikatif dan mampu memberikan suguhan visual kebaharuan dengan tujuan berkontribusi pada penyadaran pelestarian lingkungan sehingga terwujud hubungan manusia yang harmoni dengan alam semesta.
PELATIHAN FOTOGRAFI DAN CETAK FOTO MEDIA ALTERNATIF RAMAH LINGKUNGAN DI PANTI ASUHAN HINDU SUNYA GIRI Ida Bagus Candrayana; Anis Raharjo; Ni Putu Tisna Andayani
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 2 (2022): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasionar Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Denpasar memiliki 17 panti asuhan yang tersebar di berbagai Kecamatan di Kota Denpasar salah satunya panti asuhan "Sunya Giri". Panti Asuhan Hindu Sunya Giri terletak di Padang Sambian Kaja, Kecamatan Denpasar Barat, Provinsi Bali. Panti Asuhan Sunya Giri fokus bergerak di bidang pendidikan dengan menyekolahkan anak- anak yang kurang mampu. Setelah melalui pengamatan dan survei serta wawancara singkat, kami mendapat informasi bahwa, anak-anak di panti asuhan belum pernah memperoleh edukasi tentang ilmu-ilmu fotografi secara maksimal baik dari teknik fotografi maupun edukasi untuk mencetak foto. Kami kemudian berupaya menyusun suatu program kerjasama dan mengadakan kegiatan pelatihan fotografi yang didukung oleh beberapa anggota dengan keahlian berbeda sehingga terdapat lintas bidang ilmu yang dikuasai tersebut guna meraih tujuan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM). Perkembangan fotografi digital yang begitu pesat diikuti munculnya ide-ide kreatif fotografer menggunakan media alternatif selain kertas foto sebagai media, diantaranya media batu dan daun. Hal ini dikenal dengan istilah 'media alternatif' dan bahkan berusaha mencetak foto pada media tanpa menggunakan bahan-bahan kimia sehingga berkesinambungan untuk ikut melestarikan lingkungan alam di sekitar kita. Para instuktur pelatihan ini juga memberikan pelatihan untuk menghasilkan foto-foto yang lebih menarik sebagai media promosi, sehingga dapat meningkatkan penjualan produk-produk olahan lokal produksi Panti Asuhan Sunya Giri. Kegiatan pelatihan dibagi menjadi tiga aspek yaitu: (1)Aspek keterampilan fotografi; (2)Aspek pengetahuan proses dan cetak foto ramah lingkungan pada media alternatif; (3)serta aspek pengemasan foto hasil cetakan sebagai media promosi. Hasil pelatihan yang sudah berjalan menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian Program Kemitraan Masyarakat yang dilakukan ISI Denpasar bekerjasama dengan Mitra dalam hal ini Panti Asuhan Sunya Giri mampu menambah pengetahuan anak-anak melalui pelatihan fotografi yang telah dilaksanakan. Para pelatih berharap agar pelatihan ini dapat membantu serta memberi bekal ilmu pengetahuan kepada anak-anak didik di panti asuhan Sunya Giri.
POLA AIR SEBAGAI KONSEP VISUAL DALAM WORKSHOP SENI RUPA I Wayan Sujana; I Made Ruta; Luh Budiaprilliana
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 2 (2022): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasionar Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menuliskan hasil workshop guru-guru SMP seni rupa Buleleng, melalui penerapan pola air sebagai konsep visual dalam workshop seni rupa. Konsep dasar visual pola air berupa garis lengkung berulang-ulang menimbulkan citra gelombang air. Dipadu dengan permainan warna melalui pendekatan repetitif mengasilkan ekspresi seni rupa yang unik. Permasalahan dalam penelitian adalah kenapa menggunakan pola air sebagai konsep visual dalam workshop seni, bagaimana metode terapan workshop pola air sebagai konsep visual, serta jenis-jenis ekspresi yang dihasilkan? Beberapa teori yang dijadikan landasan penciptaan karya senirupa berbasis bambu antara lain: Menggunakan metode penciptaan MAL dalam merancang konsep. Pengumpulan data melalui observasi, implementasi, dan studi kepustakaan. Model analisis data disajikan secara formal dan informal. Hasil penelitian menunjukkan berbagai pola ekspresi dari setiap peserta. Implementasi pola-pola ekspresi implementasi dapat dijadikan pemantik pengembangan kekaryaan selanjutnya.
REPRESENTASI AIR PADA KARYA SENI LUKIS I Wayan Karja
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 2 (2022): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasionar Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air sebagai sumber hidup dan kehidupan memiliki lahan imajinasi penciptaan seni visual yang disertai nilai filosofis, simbolis, dan estetis yang tidak terbatas. Permukaan air yang sangat tenang dan jernih memantulkan bayangan yang sangat indah dan menarik untuk dilukis. Di sisi lain, riak gelombang dan irama air sangat menarik untuk direpresentasikan. Kompleksitas air sebagai ide pematik seni lukis mengalir seperti air itu sendiri, selalu membuka ruang baru dalam setiap kreasi. Objek representasi ini meliputi air danau, sungai, laut, dan ekspresi abstraksi personal yang bebas. Tujuan dari penciptaan adalah untuk mengabadikan air dalam bentuk karya seni lukis sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan kepekaan tentang keberadaan dan kemuliaan air. Tempat penciptaan di alam dan studio. Metode penciptaan diawali dengan observasi, renungan, sketsa-sketsa, berkarya di alam terbuka, dan kerja studio sebagai ekspresi play-flow-freedom. Hasil penciptaan berupa karya seni lukis dengan tema air berbagai ukuran dari 80 cm hingga 500 cm, akrilik di atas kanvas, satu karya diantaranya dipamerkan Galeri R.J. Katamsi Yogyakarta dan delapan lukisan di Art Jakarta, Agustus 2022.
PEMBINAAN PUPUH MACEPAT “SURKI”I MADE SIJA PADA SEKAA PASANTIAN SWASTI MARGA BRATA DI DESA SELISIHAN KLUNGKUNG I Kadek Widnyana; Ni Komang Sekar Marhaeni; Ni Putu Hartini
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 2 (2022): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasionar Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan analisis situasi di desa Selisihan Klungkung lingkungan tersebut sudah timbul gejolak adanya perselisihan, etika yang kurang baik dan kurangnya persatuan. Atas dasar itu mitra memerlukan sebuah pembinaan guna menuntun ke arah tersebut agar kedamaian mampu terwujud. Materi yang ditawarkan demi terwujudnya hal itu dengan pembinaan tembang Macapat “Surki” (akronim dari kata sasur siki). Sasur (pasasur) artinya 35, asiki artinya satu. Jadi pasasur asiki berarti 36 pada/bait pupuh implementasi dari 36 butir Pancasila yang dirangkum dalam 7 pupuh macapat. Tujuan pembinaan agar meminimalis perselisihan, bertika, persatuan dan kedamaian dapat terwujud, diawali dengan pemahaman tembangnya. Melalui tembang unik ini, liriknya berisi nilai luhur Pancasila yaitu ke-Tuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan terjabarkan dari 36 butir nilai Pancasila. Pembinaan tembang Macapat dengan metode drill (pengulangan-pengulangan). Hasil pembinaan sekaa Pasantian Selisihan Klungkung mulai memahami dan selanjutnya selalu mengumandangkan lewat Radio Orari di lingkungan desa sebagai media sosialisasi, pelestarian dan pengembangan.
MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS ANDROID PADA TARI CONDONG LEGONG KERATON DAN TARI BARIS TUNGGAL SEBAGAI MATERI DASAR TARI BALI Ni Made Liza Anggara Dewi; A.A. Trisna Ardanari Adipurwa; I Putu Arya Janottama
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 2 (2022): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasionar Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dan penciptaan seni ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran dengan menggunakan software Construct 2 pada pembelajaran Tari Bali khususnya Tari Condong Legong Keraton dan Tari Baris Tunggal sebagai materi dasar Tari Bali. Jenis penelitian dan penciptaan yang dilakukan menggunakan metode pengembangan dengan langkah-langkah 4D, yaitu Define, Design, Development, dan Dissemination. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan Semester dua pada tahun ajaran 2021/2022 yang sedang menempuh mata kuliah Pengetahuan dan Praktik Tari Tradisional Bali. Instrument penelitian terdiri dari lembar validasi dan lembar angket. Pengumpulan data penelitian menggunakan teknik validasi yang melibatkan dua validator ahli, masing-masing ahli seni tari dan ahli media, serta tanggapan berupa angket dikumpulkan dari mahasiswa. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan teknik rating scale. Hasil persentase diperoleh untuk mendapatkan kategori validasi dan kepraktisan. Hasil penelitian ini berdasarkan persentase validasi ahli dan tanggapan angket dapat disebaraluaskan sebagai bahan pembelajaran Tari Bali. Sehingga diharapkan sangat mermanfaat bagi pengajar maupun yang ingin belajar Tari Bali.
NARASI KIDUNG “TURUN TIRTA” SEBAGAI MEDIA LITERASI PEMULIAAN AIR Ni Nyoman Ayu Suciartini; Ida Ayu Diah Larasanthi
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 2 (2022): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasionar Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air bagi masyarakat Hindu di Bali bukan hanya tentang persoalan hidup, melepas dahaga, mencuci baju, membersihkan fisik, melainkan air adalah segala-galanya. Segala upacara di Bali, mulai dari kelahiran sampai kematian itu sendiri, semuanya berawal dan bermuasal dengan air. Begitu umat Hindu di Bali memuliakan air yang terus hidup dari generasi satu hingga generasi lainnya. Memuliakan air adalah keharusan bagi masyarakat Hindu di Bali, khususnya pada generasi muda. Dibutuhkan media literasi terkait pemuliaan air yang efektif dan konteksnya dalam mengenalkan dan memahami pemuliaan air ini. Salah satunya yaitu dengan sentuhan sastra, khususnya kidung “Turun Tirta”. Narasi kidung “Turun Tirta” ini memberi implikasi kepada umat atau masyarakat yang melantunkannya dan juga mendengarnya untuk dapat merasakan fungsi air bagi masyarakat Hindu di Bali. Air bukan hanya sebatas air, melainkan lebih dari itu, air bagi masyarakat di Bali fungsinya sangat kompleks. Air suci atau tirta bahkan bisa dikatakan sebgaai suatu hal yang vital kehadirannya di Bali.
JANMA PEMBUKA JALAN KELAHIRAN SANG BAYI Tjok Istri Ratna C.S.
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 2 (2022): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasionar Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Umat Hindu di Bali memiliki kepercayaan bahwa janin dilindungi oleh catur sanak ketika berada dalam rahim sang ibu, salah satunya adalah yeh nyom atau air ketuban. Kanda Pat Rare menyebutkan bahwa I Bhuta Putih merupakan sebutan bagi yeh nyom yang berperan sebagai bagian pertama pengantar lahirnya manusia. Tidak hanya dalam kepercayaan Hindu, secara medis air ketuban juga telah terbukti menjadi bagian penting bagi janin dan mempunyai peran besar saat proses kelahiran bayi khususnya dalam menjaga tali pusar agar tidak terputus. Fungsi dan peran penting yeh nyom menjadi pemantik untuk lahirnya karya art fashion Janma yang merupakan salah satu dari koleksi karya Tutur Bumi. Janma menggambarkan sang bayi yang dilahirkan ke dunia dalam kesederhanaan utuh. Desain yang didominasi dengan motif melingkar dan jelujur mengilustrasikan siklus kehidupan dalam mekanisme semesta yang dimulai dari air ketuban.
AIR DAN PERADABAN MANUSIA DALAM PENCIPTAAN SENI LUKIS I Wayan Setem; I Wayan Kondra
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 2 (2022): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasionar Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan utama dari penelitian dan penciptaan seni ini adalah mencipta dan menyajikan karya “Air dan Peradaban Manusia dalam Penciptaan Seni Lukis” sebagai representasi pendidikan kesadaran ramah lingkungan untuk menyangga kesinambungan ekosistem bumi khususnya sumber-sumber air. Model penciptaan menjadi ekspresi budaya yang mampu memainkan peran sebagai media peningkatan apresiasi masyarakat untuk membangkitkan ketahanan ekologi sebagai upaya solusi atas permasalahan kerusakan muara di daerah aliran sungai (DAS) Unda saat ini. Penciptaan berbasis riset dengan mendayagunakan dua metode yakni metode penelitian dan metode penciptaan. Metode penelitian menggunakan pendekatan antropologi, khususnya terkait etnografi untuk mengumpulkan data empiris tentang prilaku dan budaya masyarakat di seputaran daerah aliran sungai Unda. Sedangkan metode penciptaan melewati tahap eksplorasi, improvisasi, dan perwujudan karya yang didahului telaah karya seni sejenis dan kajian literatur. Target dari penelitian dan penciptaan ini yakni: tersajikannya karya yang imaginatif sehingga masyarakat mendapat tuntunan nilai luhur untuk menumbuhkembangkan watak kesadaran ekologis.
ESTETIKA AIR: RITUAL BARONG WAE ETNIK MANGGARAI DI FLORES Karolus Budiman Jama; I Made Pande Artadi
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 2 (2022): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasionar Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang estetika air dalam ritual adat barong wae pada etnik Manggarai di Flores. Ritual barong wae merupakan sebuah ritual penghormatan terhadap wujud tertinggi yang memberi kehidupan. Untuk menjadi sebuah kampung adat, syarat utama yang harus dipenuhi adalah memiliki sumber mata air. Di mata air pertama inilah ritual barong wae dilakukan. Nilai religius dan estetik tergambar dalam ritual ini sebagai upaya menjaga kelestarian alam dan krisis air. Dalam konteks kekinian ritual ini merupakan kritik terhadap eksploitasi alam terutama untuk alasan pembangunan yang menguntungkan pihak-pihak tertentu. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah fenomenologi. Tujuannya adalah untuk menafsirkan dan menjelaskan tindakan manusia secara alamiah. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara dan studi literatur. Teori yang digunakan dalam kajian ini adalah teori linguistik kebudayaan dan teori estetika. Dua teori ini bekerja secara eklektik untuk membahas persoalan berkaitan dengan estetika air dalam ritual Barong Wae.

Page 5 of 13 | Total Record : 130