cover
Contact Name
Shadu Satwika Wijaya
Contact Email
shadu.satwika@unsoed.ac.id
Phone
+628568062622
Journal Mail Official
shadu.satwika@unsoed.ac.id
Editorial Address
Program Studi Magister Administrasi Publik FISIP UNSOED Jl Kampus No. 1 Grendeng Purwokerto 53122 Jateng Telp 0281-641419
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Public Policy and Management Inquiry
Core Subject : Humanities, Social,
Public Policy and Management Inquiry merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Magister Ilmu Administrasi FISIP UNSOED. Jurnal ini diterbitkan dua kali secara online setiap tahun dan berisi hasil-hasil penelitian Skripsi, Tesis mahasiswa S2 Ilmu Administrasi, dan Disertasi serta pengkajian, telaah pustaka, maupun ulasan yang berkaitan dengan manajemen sektor publik, manajemen pembangunan, dan kebijakan publik. (The Public Policy and Management Inquiry is a scientific journal published by the Postgraduate Program of Public Administration of FISIP UNSOED. This journal is published twice online each year (April & November) and contains the results of Skripsi research, the Thesis of Masters in Administrative Sciences, and Dissertations as well as studies, literature reviews, and reviews relating to public sector management, development management, and public policy).
Articles 82 Documents
Efektivitas Program Keluarga Harapan (PKH) dalam Pengentasan Kemiskinan di Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes Sugiarto, Edi
Public Policy and Management Inquiry Vol 8 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Public Administration, Faculty of Politics and Social Science, Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ppmi.2024.8.1.10667

Abstract

Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan bentuk dukungan sosial yang diberikan kepada masyarakat miskin dan rentan miskin yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup keluarga penerima manfaat melalui akses layanan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial; mengurangi beban pengeluaran dan meningkatkan pendapatan keluarga miskin dan rentan, serta menciptakan perubahan perilaku dan kemandirian keluarga penerima manfaat dalam mengakses layanan kesehatan dan pendidikan serta kesejahteraan sosial. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif, penelitian dilaksanakan di Kecamatan Bulakamba dengan sasaran Keluarga Penerima Manfaat Program PKH. Penelitian mengkaji efektivitas program dengan pendekatan sistem yang mencakup input, proses, output. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif statistik dan pengujian hipotesis model regresi. Hasil penelitian menggambarkan keberhasilan Program PKH di Kecamatan Bulakamba belum sepenuhnya efektif mengentaskan kemiskinan bagi keluarga penerima manfaat (KPM). Belum semua keluarga penerima manfaat mengalami perubahan perilaku dan kemandirian dalam mengakses layanan kesehatan dan pendidikan serta kesejahteraan sosial, sebaliknya masih tergantung pada pemerintah. dari lima sasaran yang ingin di capai PKH, baru dapat mencapai dua sasaran yaitu peningkatan taraf hidup keluarga penerima manfaat melalui akses layanan pendidikan, kesehatan dan mengurangi beban pengeluaran dan meningkatkan pendapatan keluarga miskin dan rentan. Ditengah kehidupan masyarakat saat ini masih terjadi kesenjangan sosial ekonomi dan angka kemiskinan, belum semua keluarga penerima manfaat mengalami perubahan perilaku dan kemandirian dalam mengakses layanan kesehatan dan pendidikan serta kesejahteraan sosial, sebaliknya masih tergantung pada pemerintah. sasaran terakhir yaitu mengenalkan manfaat produk dan jasa keuangan formal kepada keluarga penerima manfaat belum terealisasi. berdasarkan temuan penelitian tersebut maka perlu dilakukan upaya untuk lebih menumbuhkan kemandirian keluarga penerima manfaat dengan mengelola bantuan sosial PKH secara bijak sesuai dengan peruntukannya dan memperkuat edukasi kepada keluarga penerima manfaat tentang akses usaha ekonomi yang dapat membantu pendapatan keluarga sehingga tercipta ketahanan ekonomi yang kuat. Kata Kunci: Bantuan sosial, Efektivitas Program, Keluarga Harapan, Kemiskinan.
Evaluasi Program Percepatan Penurunan Stunting di Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes Aseegaf, Adi
Public Policy and Management Inquiry Vol 8 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Public Administration, Faculty of Politics and Social Science, Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ppmi.2024.8.1.10982

Abstract

Salah satu permasalahan kesehatan yang sedang menjadi fokus pemerintah dalam satu dekade terakhir adalah percepatan penurunan prevalensi stunting. Kasus stunting tertinggi di Provinsi Jawa Tengah terjadi di Kabupaten Brebes dengan angka presentase sebesar 29,1%. Angka tersebut meningkat 2,8 poin dari hasil SSGI pada tahun sebelumnya sebesar 26,3%. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif, penelitian dilaksanakan di Kecamatan Bulakamba dengan sasaran keluarga yang memiliki anak yang mengalami stunting. Penelitian mengevaluasi proses hingga capaian program dengan pendekatan evaluasi model CIPP. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif statistik dan analisis kualitatif model interaktif. uji keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi sumber data. Hasil penelitian menjelaskan program percepatan penurunan stunting di Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes sudah dilaksanakan dengan baik namun masih mengalami beberapa hambatan pada implementasi yang berdampak pada capaian program. Konteks program (Context) didasarkan pada program strategis nasional sektor kesehatan dan pembangunan manusia. Pemerintah juga mengalokasi sumber daya (input) untuk pelaksanaan program percepatan stunting. implementasi program (Process) sudah dilaksanakan dengan baik sesuai dengan sistem tata kelola dan pedoman pelaksanaan, namun masih terkendala dalam sistem kordinasi dan singkronisasi kewenangan intervensi stunting melalui pemberian makanan tambahan. Produk yang dihasilkan (Product) berupa penurunan stunting dan perubahan pola hidup sehat masyarakat, khususnya ibu dan balita sudah cukup optimal. Perlambatan penurunan stunting pada desa yang tingkat prevelensinya tinggi disebabkan beberapa faktor antara lain pernikahan usia dini, ibu sebagai pekerja pabrik dan kemiskinan ekstrim yang dialami oleh keluarga sejak masa kehamilan ibu. Akibat makanan yang dikonsumsi ibu selama hamil kurang bergizi sehingga janin tidak mendapatkan cukup nutrisi. Akhirnya, pertumbuhan janin dalam kandungan mulai mengalami hambatan dan terus berlangsung hingga setelah kelahiran. Kata Kunci: Evaluasi Program, Kebijakan Publik, Kemiskinan, Kesehatan Ibu dan Anak, Stunting
Program CSR Pelayanan Kesehatan Keliling dari Filantropi ke Pemberdayaan: Studi Kasus PT Angkasa Pura I Adi Soemarmo Solo Kusumawati, Luthfia Anggriani; Indiahono, Dwiyanto; Faozanudin, Muslih
Public Policy and Management Inquiry Vol 8 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Public Administration, Faculty of Politics and Social Science, Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ppmi.2024.8.1.11359

Abstract

Salah satu bentuk partisipasi untuk meningkatkan kualitas hidup warga negara Indonesia adalah dengan kedermawanan (filantopi) melalui Corporate Social Responsibility (CSR) yang merupakan sebuah kewajiban bagi Perseroan Terbatas. CSR merupakan kewajiban sosial yang dilakukan oleh perusahaan untuk membantu pihak-pihak di dalam dan di sekitar wilayah bisnis dengan melaksanakan program yang dapat membantu. Sebagai salah satu Badan Usaa Milik Negara, PT Angkasa Pura I Adi Soemarmo melalui program pelayanan kesehatan keliling tidak hanya sekadar melakukan kegiatan filantropi dengan menyisihkan keuntungan dari kegiatan operasional perusahaan namun juga ikut memberdayakan masyarakat untuk mencapai kesejahteraan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan bagaimana program CSR pelayanan kesehatan keliling dari filantropi ke pemberdayaan pada PT Angkasa Pura I Adi Soemarmo Solo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Melalui hasil wawancara, observasi serta dokumentasi dapat disimpulkan bahwa program pelayanan kesehatan keliling dalam pelaksanaannya sudah menganut alur Triple Bottom Line yang mencakup people (masyarakat), planet (lingkungan) dan profit (keuntungan). Program pelayanan kesehatan keliling juga merupakan bentuk pemberdayaan yakni melalui corporate citizenship. Kata Kunci: CSR, Pelayanan Kesehatan, Filantropi, Pemberdayaan
Pengelolaan Wisata Alam Bukit Seroja oleh Bumdes Sumber Makmur dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) Desa Tlogo Kecamatan Garung Kabupaten Wonosobo Fastikah, Irma Nurul; Harsanto, Bambang Tri; Nuraini, Hikmah
Public Policy and Management Inquiry Vol 8 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Public Administration, Faculty of Politics and Social Science, Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ppmi.2024.8.1.11474

Abstract

Penelitian ini membahas peran penting Pemerintah Desa dalam meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Data pertumbuhan jumlah BUMDes di Indonesia dari tahun 2015 hingga 2022 menunjukkan peningkatan signifikan. Provinsi Jawa Tengah memiliki jumlah BUMDes terbanyak ketiga di Indonesia. Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, dengan Desa Tlogo sebagai contoh yang memiliki BUMDes pengelolaan wisata alam Bukit Seroja. Meskipun kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes) belum signifikan, BUMDes memberdayakan masyarakat dan membuka lapangan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan BUMDes Sumber Makmur di Desa Tlogo, yang dianggap belum optimal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan penelitian ini, pengelolaan wisata Bukit Seroja oleh BUMDes Sumber Makmur terlihat telah menerapkan sebagian besar prinsip-prinsip pengelolaan BUMDes yang dijelaskan oleh Sujarweni (2019). Prinsip kooperatif telah diwujudkan melalui kerjasama dengan Pemerintah Desa, masyarakat, swasta, dan instansi terkait. Adanya komitmen penyertaan modal dari Pemerintah Desa, pelibatan masyarakat dalam kegiatan BUMDes, serta kerjasama dengan swasta melalui penarikan retribusi menunjukkan upaya dalam mencapai tujuan bersama untuk memajukan wisata. Prinsip partisipatif tercermin dari keterlibatan aktif pengurus BUMDes dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi, serta partisipasi antusias masyarakat Desa Tlogo dalam kegiatan BUMDes, mencakup pengelolaan wisata, air bersih, dan penjualan produk hasil produksi. Prinsip emansipatif diimplementasikan dengan memberikan peran sesuai kompetensi, menjadikan operasional BUMDes sepenuhnya dikelola oleh masyarakat desa tanpa memandang latar belakang perbedaan. Prinsip transparansi tercermin dari pelaporan rutin hasil kegiatan kepada semua pihak, evaluasi kinerja oleh Pemerintah Desa, dan penerapan akuntabilitas melalui laporan pertanggungjawaban yang menggunakan aplikasi Microsoft Excel. Kata Kunci: : BUMDes, Pengelolaan Desa Wisata, Kabupaten Wonosobo
Implementasi Kebijakan Satu Data Indonesia pada Tingkat Pemerintah Kabupaten/Kota Zannuba, Laely Arifah; Satyawan, Darmanto Sahat; Wijaya, Shadu Satwika
Public Policy and Management Inquiry Vol 8 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Public Administration, Faculty of Politics and Social Science, Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ppmi.2024.8.1.11939

Abstract

Kebutuhan pemerintah atas perbaikan tata kelola data pemerintahan pada tingkat pemerintah pusat maupun pemerintah daerah menjadi latar belakang pemerintah menetapkan kebijakan Satu Data Indonesia (SDI). Penelitian ini berfokus pada “Implementasi Kebijakan SDI pada Pemerintah Kabupaten Banyumas”. Kajian pustaka penelitian ini mengadopsi kajian implementasi kebijakan model Smith (1973) dan street level bureaucracy oleh Lipsky (1983) yaitu aspek idealized policy, implementing organization, target groups, dan social dynamics. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan SDI di Kabupaten Banyumas telah berjalan, namun masih terdapat kendala. Dalam penyelenggaraan kebijakan SDI memiliki potensi pengembangan yang dapat dilakukan dengan adanya komitmen dan keberlanjutan dari Pemerintah Kabupaten Banyumas. Kata Kunci: Kebijakan Publik, Implementasi Kebijakan Publik, Open Government Data, Satu Data Indonesia, Satu Data Kabupaten Banyumas.
Analisis Pemanfaatan Aplikasi Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat (SIPBM) untuk Penanganan Anak Tidak Sekolah Setiawan, Bayu; Kurniasih, Denok; Rokhman, Ali
Public Policy and Management Inquiry Vol 8 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Public Administration, Faculty of Politics and Social Science, Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ppmi.2024.8.1.11995

Abstract

Perkembangan teknologi informasi sangat dibutuhkan untuk meningkatkan efektivitas dan kinerja suatu organisasi. Salah satunya Pemerintah Kabupaten Brebes mengembangkan aplikasi Sistem Informasi Pembangnan Berbasis Masyarakat (SIPBM) untuk mendukung pelaksanaan inovasi program pengentasan angka putus sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif studi kasus. Penelitian dilaksanakan di Desa Cenang Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes. Sasaran penelitian mencakup stakeholder yang terlibat dalam pengelolaan Gerakan Kembali Bersekolah dan pemanfaatan SIPBM. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik wawancara, observasi, dokumentasi dan Forum Group Discussion. Model analisis data menggunakan analisis deskripsi terinci tentang kasus beserta settingnya dan peneliti mengembangkan generalisasi naturalistik melalui analisa data. Validasi data menggunakan triangulasi triangulasi sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan aplikasi SIPBM dalam mendukung pengentasan anak tidak sekolah melalui program Gerakan Kembali Bersekolah sudah cukup efektif, namnun masih ada beberapa aspek yang masih perlu disempurnakan terkait dengan pengembangan fitur yang lebih lengkap untuk memudahkan administrator dan tim verifikator mendapatkan output data pencacahan atau pemetaan status ATS setiap wilayah, serta peningkatan kapasitas lalu lintas data server. Faktor yang menjadi penghambat dalam pemanfaatan aplikasi SIPBM meliputi kendala manware, hardware dan software menyangkut kapasitas lalu lintas data pada server lokal yang menyebabkan proses input dan pengolahan data membutuhkan waktu yang lebih lama. Solusi jangka pendek dalam penggunaan aplikasi SIPBM yaitu menggunakan server kementerian desa dan memanfaatkan waktu luang ketika server lokal sedang tidak banyak digunakan oleh OPD. Menyusun perencanaan menggunakan sistem perencanaan yang terukur dan terstruktur berdasarkan pada pemanfaatan output data yang menyajikan informasi jumlah dan sebaran ATS pada masing-masing wilayah sehingga tidak memunculkan asumsi terhadap target Program Gerakan Kembali Bersekolah tidak tercapai. Kata Kunci: Anak Tidak Sekolah, Efektivitas, Sistem Informasi, SIPBM
Proses Pengorganisasian Desa Tangguh Bencana Tanah Longsor di Desa Melung Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas Aeni, Asri Nurul; Atika, Zaula Rizqi; Maab, Muhammad Husnul; Wijaya, Shadu Satwika; Sutikno, Chamid
Public Policy and Management Inquiry Vol 8 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Public Administration, Faculty of Politics and Social Science, Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ppmi.2024.8.1.13292

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kapasitas proses pengorganisasian Desa Tangguh Bencana Alam Melung yang ditunjau dari dimensi; (a) Manusia; (b) Prinsip-prinsip; (c) Tempat kedudukan; (d) Pekerjaan; (e) Teknologi; (f) Struktur dan (g) Lingkungan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan menggunakan distribusi frekuensi dan klasifikasi untuk mendeskripsikan kapasitas proses pengorganisasian Desa Tangguh Bencana Alam Melung. Teknik pengambilan sample pada penelitian ini adalah menggunakan teknik klaster sampling dipadukan dengan kuota sampling. Hasil penelitian ini adalah besarnya kapasitas organisasi Desa Tangguh Bencana Melung telah berperan penting dalam penanggulangan bencana alam tanah longsor yang terjadi di Desa Melung Kecamatan Kedungbanteng. Dalam upayanya mengatasi bencana alam tanah longsor organisasi Destana Melung juga telah melibatkan masyarakat serta Lembaga terkait pula untuk membantu jalannya program kerja mereka, dalam hal ini mencakup berbagai aspek dimensi yaitu, (a) Manusia; (b) Prinsip-prinsip; (c) Tempat kedudukan; (d) Pekerjaan; (e) Teknologi; (f) Struktur dan (g) Lingkungan. Kata Kunci: Bencana, Desa Tangguh, Pengorganisasian
Persepsi Mahasiswa Fisip Unsoed terhadap Pengaruh Video Pendek dalam Efektivitas Pembelajaran di Kelas Riwayanto, Rizki Maulana; Zahra, Ghesfira Lintang Az
Public Policy and Management Inquiry Vol 8 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Public Administration, Faculty of Politics and Social Science, Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ppmi.2024.8.2.14183

Abstract

Konsumsi media sosial, terutama video pendek, kini menjadi bagian penting dalam kehidupan mahasiswa. Platform seperti TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts menawarkan konten yang mudah diakses dan menarik bagi generasi muda. Namun, kecenderungan mengonsumsi video pendek secara berlebihan dapat mempengaruhi perhatian dan konsentrasi mahasiswa dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh video pendek terhadap perhatian mahasiswa dalam konteks akademik. Dengan pendekatan kualitatif fenomenologi, penelitian ini menggali pengalaman mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman yang sering mengakses video pendek. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi video pendek dapat menurunkan fokus dan konsentrasi mahasiswa, sehingga berdampak negatif pada kualitas pembelajaran dan hasil akademik. Temuan ini menggarisbawahi perlunya kebijakan yang mengatur penggunaan media sosial dalam konteks pendidikan. Kata Kunci: video pendek, rentang perhatian, pembelajaran, media sosial, pendidikan tinggi.
KEBIJAKAN PUBLIK PICREES: FORMULASI MICRONEEDLE PATCH KAPULAGA DAN DAUN BELIMBING WULUH UNTUK OPTIMALISASI PREVENTIF HIPERTENSI Putra, I Kadek Tangkas Mas Wardiana; Yanti, Ni Luh Putu Eka; Anggreni, Ni Luh Putu Pradea
Public Policy and Management Inquiry Vol 8 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Public Administration, Faculty of Politics and Social Science, Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ppmi.2024.8.2.14184

Abstract

Urgensi pengendalian hipertensi sebagai salah satu penyakit tidak menular (Non-Communicable Diseases atau NCDs) yang menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Hipertensi, yang dikenal sebagai The Silent Killer, seringkali tidak disadari keberadaannya hingga menimbulkan komplikasi serius seperti stroke dan penyakit jantung. Saat ini, pengobatan hipertensi umumnya mengandalkan obat sintetis yang dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping berbahaya. Oleh karena itu, inovasi berbasis bahan alami menjadi solusi yang relevan, terutama di Indonesia yang kaya akan sumber daya alam. Salah satu upaya tersebut ialah regulasi penggunaan Microneedle Patch berbahan aktif kapulaga dan daun belimbing wuluh yang dirancang menggunakan teknologi Transdermal Drug Delivery System (TDDS). Teknologi ini memungkinkan penghantaran obat langsung ke dalam sistem sirkulasi tanpa rasa sakit, minim efek samping, dan lebih efisien dibanding metode konvensional. Merujuk dari perspektif administrasi publik, implementasi inovasi ini memerlukan kerangka regulasi yang strategis dan berkelanjutan. Pemerintah perlu merumuskan kebijakan yang mendukung pengembangan produk berbasis riset inovatif termasuk penyediaan insentif untuk Research and Development (R&D), pengaturan standarisasi keamanan, serta kemudahan izin edar. Selain itu, integrasi dalam sistem pelayanan kesehatan nasional membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan institusi kesehatan, industri farmasi, akademisi, dan komunitas. Peran pemerintah sebagai regulator dan fasilitator sangat krusial dalam menjamin aksesibilitas dan keterjangkauan produk, khususnya bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. Kata Kunci: Hipertensi, Kapulaga, Daun Belimbing Wuluh, PICREES, Microneedle Patch.
Pendekatan M-S-QUAL Terhadap Efisiensi, Kecepatan Pencarian, dan Respon Untuk Mengukur Mobile Service Quality pada Aplikasi iPusnas Fattimah, Nurul; Rokhman, Ali; Satyawan, Darmanto Sahat
Public Policy and Management Inquiry Vol 8 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Public Administration, Faculty of Politics and Social Science, Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ppmi.2024.8.2.14231

Abstract

iPusnas, aplikasi perpustakaan digital yang dikembangkan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, dirancang untuk meningkatkan akses literasi masyarakat. Namun, banyak pengguna mengeluhkan kecepatan akses, efisiensi, dan responsivitas aplikasi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas layanan iPusnas dengan menggunakan kerangka Mobile Service Quality (M-S-QUAL) yang berfokus pada tiga dimensi utama: efisiensi, kecepatan akses, dan responsivitas. Metode penelitian melibatkan survei terhadap 104 responden dan wawancara mendalam dengan lima pengguna aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 30% responden menilai aplikasi ini kurang efisien, sedangkan lebih dari 40% pengguna mengeluhkan lambatnya kecepatan akses. Selain itu, sekitar 40% responden merasa aplikasi kurang responsif terhadap permintaan pengguna. Hal ini menunjukkan bahwa perbaikan pada ketiga dimensi utama tersebut sangat diperlukan untuk meningkatkan kepuasan pengguna. Penelitian ini diharapkan tidak hanya memberikan rekomendasi peningkatan fitur teknis dan navigasi aplikasi, tetapi juga mendukung upaya optimalisasi kebijakan layanan publik berbasis teknologi yang relevan dengan manajemen informasi dan literasi digital di Indonesia. Kata Kunci: iPusnas, Kualitas Layanan, Efisiensi, Kecepatan Akses, Responsivitas