cover
Contact Name
Bagus Muhammad Ihsan
Contact Email
ihsanfillah24@gmail.com
Phone
+6285659274496
Journal Mail Official
ihsanfillah24@gmail.com
Editorial Address
Jl. Lapan, Siantan Hulu, Kec. Pontianak Utara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78242-Kalimantan Barat-Kampus A Poltekkes Kemenkes Pontianak
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa
ISSN : 25979523     EISSN : 25979531     DOI : https://doi.org/10.30602/jlk
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of Medical Laboratory. Jurnal Laboratorium Khatulistiwa particularly focuses on the main problems in the development of the Medical Laboratory health areas as follows: Toxicology Immunoserology Bacteriology Clinical Chemistry Parasitologi Micology And other related disciplines.
Articles 156 Documents
UJI AKTIVITAS TROMBOLITIK EKSTRAK ETANOL RIMPANG TEMULAWAK SECARA IN VITRO Hardini, Khaulani Refsi; Nurhayati, Etiek; Wahdaniah, Wahdaniah
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 3, No 1 (2019): November 2019
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v3i1.930

Abstract

          Temulawak dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai tanaman obat berkhasiat.Temulawak ampuh mengatasi penyakit kuning,diare,maag,menurunkan lemak darah,mencegah pengumpalan darah,dan sebagai antioksidan.ekstrak rimpang temulawak mengandung senyawa berupa flavonoid,akoid,tanin.triterpenoid,saponin,dan glikosida.flavonoid berperan atas trombolitik dengan cara meningkatkan kandungan activator plasminogen jaringan dan mengurangi plasminogen activator inhibitor.         Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan aktivitas ekstrak rimpang temulawak yang di bandingkan dengan nattokinase terhadap presentase bekuan lisis.        Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu yakni secara ini vitro menggunakan metode yang dikembangkan oleh prased et al.(2017) dan dimodifikasi oleh kawsar et al., (2011). Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan sampel ekstrak rimpang temulawak yang dibuat melalui metode maserasi pelarut etanol pada konsentrasi 0,1, 0,2, dan 0,3 % yang dilakukan pengulangan sebanyak 9 kali.aktivitas trombolitik ditentukan dengan menghitung presentase bekuan lisis dari sampel darah.         Hasil uji univariat aktivitas trombolitik paling tinggi adalah pada konsentrasi 0,3% yaitu sebesar 42.19%. kemudian dari hasil uji statistik regresi linear menunjukan nilai signifiknasi p value =0.000 < a  0,05 yang artinya H diterima sehingga dinyatakan ada aktivitas trombolitik ekstrak etanol rimpang temulak secara invitro.Aktivitas ttrombolitak ekstrak etanol rimpang temulawak yang diperoleh sebesar 95,9%. Hal ini menunjukan bahwa rimpang temulawak memiliki potensi sebagai agen trombolitik. 
Toksisitas Akut Ektrak N-Heksan Dan Methanol Rimpang Jeringau Merah Terhadap Kematian Artemia Salina Leach Dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test Edy Suwandi; Supriyanto Supriyanto
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 1, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v1i2.149

Abstract

Abstract: Acorus sp (red sweet flag) is an endemic plant from West Borneo which contains chemical substances such as flavonoids that have bioactivity as antioxidants so it is recommended one to prevent cancer. The study aimed to determine toxicity of n-Hexan extract and methanol red sweet flag rhizomes against Artemia salina Leach with Brine Shrimp Lethality Test method. This study was a type of quasi experimental design, sampling technique obtained by using purposive sampling. According to the study results, it can be seen than methanol extract from red sweet flag rhizomes give impact on the mortality average of Artemia salina Leach : concentration 100 µg/ml (51%), 250 µg/ml (75%), 500 µg/ml (92%), 750 µg/ml (96%) and 1000 µg/ml (99%). In addition, n-Hexan extract of red sweet flag rhizomes in 100 µg/ml (45%), 250 µg/ml (60%), 500 µg/ml (92%), 750 µg/ml (84%) and 1000 µg/ml (96%). It is reported based on probit analysis that LC50 of n-Hexan extract from red sweet flag rhizomes was 128.2921 µg/ml meanwhile methanol extract was 242.7169 µg/ml µg/ ml, thus in conclusion n-Hexan and methanol extract of red sweet flag rhizomes potentially cytotoxic to Artemia salina Leach larvae.Abstrak: Jeringau merah (Acorus sp) merupakan satu jenis tanaman endemik Kalimantan Barat memiliki kandungan kimia diantaranya flavonoidyang mempunyai bioaktivitas sebagai antioksidan sehingga sangat baik untuk pencegahan kanker. Penelitian ini bertujuan mengetahui mengetahui dan menentukan toksisitas ekstrak n-Heksan dan Methanol Rimpang Jeringau MerahterhadapArtemia salinaLeachdengan metode Brine Shrimp Lethality Test. Desain penelitian ini adalah eksperimental semu, teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian diketahui ekstrak Methanol Rimpang Jeringau Merah rerata kematianArtemia salina Leach konsentrasi 100 µg/ml (51%), 250 µg/ ml (75%), 500 µg/ml (92%), 750 µg/ml (96%) dan 1000 µg/ml (99%)pada ekstrak n-Heksan Rimpang Jeringau Merah konsentrasi 100 µg/ml (45%), 250 µg/ml (60%), 500 µg/ml (92%), 750 µg/ml (84%) dan 1000 µg/ml (96%). Dari analisis probit diketahuinilai LC50 ekstrak n-Heksan Rimpang Jeringau Merah yaitu 128.2921 µg/ml dan ekstrak Methanol Rimpang Jeringau Merah yaitu 242.7169 µg/ml µg/ml, maka disimpulkan ekstrak n-Heksan dan Methanol Rimpang Jeringau Merahbersifat sitotoksik terhadap larva Artemia salina Leach.
Pengaruh Variasi Konsentrasi Ekstrak Daun Sambung Nyawa terhadap Zona Hambat Bakteri Escherichia Coli Metode Difusi Amalia Selviani; Sugito Sugito; Sutriswanto Sutriswanto
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 2, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v2i2.328

Abstract

Abstract: Gynura procumbens plants or often called Gynura procumbens (Lour.) Merr is a plant belonging to the Asteraceae family. Based on the results of phytochemical screening performed, the chemical content contained in the leaves of Gynura procumbens (Lour).Merr is phenol, saponin and steroid. Phenol and saponin each have a mechanism as an antibacterial. The purpose of this study was to determine the inhibition zone of Gynura procumbens extract, concentration of 10%, 20%, 30%, 40% dan 50% to Escherichia coli bacteria on hook moutellic agar and to know the value of Resistant, Intermediate and Sensitive from leaf extract of Gynura procumbens (Lour).Merr against bacterial inhibition zone of Escherichia coli, as well as to analyze the effect of concentration variation of Gynura procumbens (Lour).Merr leaf extract to the inhibitory zone of Escherichia coli bacteria. The research method used is experimental method. Based on the result of the research, it is known that Gynura procumbens (Lour).Merr leaf extract have inhibition zone to Escherichia coli bacteria with the width of the lowest barrier zone of 6 mm at 10% concentration while the width of the highest resistance zone is 20 mm at concentration 50% with 30 mm control. From the statistical test result using Simple Linear Regression, the result of  p(0,000) at 95% confdence level (p = 0,000 <α (0,05) meaning that there is influence of concentration of Gynura procumbens (Lour).Merr leaf extract to zone inhibit of Escherichia coli bacteria diffusion method.Abstrak: Tanaman sambung nyawa atau sering disebut dengan Gynura procumbens (Lour.) Merr merupakan tanaman yang termasuk dalam famili Asteraceae. Berdasarkan hasil skrining ftokimia yang dilakukan, kandungan kimia yang terdapat di dalam daun sambung nyawa adalah fenol, saponin dan steroid. Senyawa fenol dan saponin memiliki mekanisme sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui zona hambat dari ekstrak daun sambung nyawa konsentrasi 10%, 20%, 30%,40% dan 50% terhadap bakteri Escherichia coli pada media muller hinton agar dan untuk mengetahui nilai Resisten, Intermediet dan Sensitif dari ekstrak daun sambung nyawa (Gynura procumbens (Lour).Merr) terhadap zona hambat bakteri Escherichia coli serta menganalisis pengaruh variasi konsentrasi ekstrak daun sambung nyawa (Gynura procumbens (Lour).Merr) terhadap zona hambat bakteri Escherichia coli. Metode penelitian yang digunakan adalah metode ekperimental semu. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa ekstrak daun sambung nyawa mempunyai zona hambat terhadap bakteri Escherichia coli dengan luas zona hambatan terendah 6 mm pada konsentrasi 10% sedangkan luas zona hambatan tertinggi 20 mm pada konsentrasi 50% dengan kontrol pembanding sebesar 30 mm. Dari hasil uji statistik menggunakan Regresi Linier Sederhana, didapatkan hasil p (0,000) pada tingkat kepercayaan 95% (p=0,000 < α (0,05) yang berarti ada pengaruh variasi konsentrasi ekstrak daun sambung nyawa terhadap zona hambat bakteri Escherichia coli metode difusi.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Gangguan Fungsi Paru pada Pekerja Pengelasan Di Kota Pontianak Slamet Slamet; Laila Kamila
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 1, No 1 (2017): November 2017
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v1i1.100

Abstract

Abstract:  One of the wastes material from the welding process is particulate that has exposure potential to workers. This study was aimed to measure pulmonary function disorders on welding workers and factors influencing it in Pontianak City. This research was an observational research using cross-sectional design, with 78 samples of worker were taken by random sampling. Data of respirable welding dust levels were obtained by measurement using personal dust sampler, while pulmonary function disorder data obtained by examining the pulmonary function of workers using spirometry, and other data obtained by interview. Data analyzed by univariate and bivariate analysis with Kendall-tau and chi-square (α = 0,05). Result of study showed that respirable dust still below threshold limit value (TLV = 3 mg/m3), the highest = 2,791 mg/m3, the lowest = 0,085 mg/m3, mean = 0,83 mg/m3 and SD = 0,70, and 59 respondents (75.6%) had pulmonary function disorders. Statistical test results showed there was significant association between level of respirable dust (p-value = 0,001), and working hour/day (p-value = 0,008, OR = 6,321, 95%CI = 1,663-24,026 with pulmonary function disorders. Conclusion of this study was respirable dust level and duration of exposure were potential factors of pulmonary function disorders in welding workers in Pontianak City.Abstrak: Salah satu bahan buangan dari proses pengelasan adalah partikulat yang berpotensi menimbulkan paparan pada pekerjanya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengukur gangguan fungsi paru pada pekerja pengelasan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya di Kota Pontianak. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional, dengan jumlah sampel 78 pekerja diambil secara random sampling. Data kadar debu las terhirup diukur menggunakan personal dust sampler, sedangkan data fungsi paru pekerja diukur menggunakan spirometri, dan untuk data lain diperoleh melalui wawancara. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Kendall-tau dan Chi-square (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan kadar debu terhirup masih dibawah Nilai Ambang Batas (NAB = 3 mg/m3), tertinggi = 2,791 mg/m3, terendah = 0,085 mg/m3, rata-rata = 0,83 mg/m3 dengan standar deviasi 0,70 dan sebanyak 59 responden (75,6%) mengalami gangguan fungsi paru. Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara kadar debuterhirup (p-value = 0,001) dan lama paparan (p-value = 0,008, OR = 6,321, 95%CI = 1,663-24,026) dengan gangguan fungsi paru. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kadar debu terhirup dan lama paparan merupakan faktor potensial terjadinya gangguan fungsi paru pada pekerja pengelasan di Kota Pontianak.
Analisis Karbohidrat Pada Kacang Hijau (Vigna Radiata) Yang Dimasak Dengan Perebusan Biasa Dan Perebusan Tekanan Tinggi Purwaningsih, Indah; Lestari, Indah Dwi; Indrawati, Ratih
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 5, No 1 (2021): November 2021
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v5i1.949

Abstract

Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit akibat gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein dengan gejala berupa hiperglikemia kronik, yang dapat disebabkan oleh defisiensi sekresi atau aktivitas insulin atau keduanya. Salah satu pengelolaan diabetes dilakukan dengan cara diet. Kacang hijau merupakan salah satu pangan alternatif pengganti nasi dalam diet penderita diabetes mellitus, karena mempunyai karbohidrat berindeks glikemik rendah. Proses pemasakan yang salah dapat berpengaruh terhadap nilai gizi karbohidrat. Proses pemasakan diperlukan untuk mendapatkan daya cerna pati yang tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar karbohidrat pada kacang hijau yang dimasak dengan perebusan biasa menggunakan panci biasa dan kacang hijau yang dimasak dengan perebusan tekanan tinggi menggunakan panci presto. Teknik sampling pada penelitian ini adalah purposive sampling. Jumlah sampel yang diperiksa 32. Pengolahan kacang hijau yang dimasak dengan perebusan biasa menggunakan panci biasa dan perebusan tekanan tinggi menggunakan panci presto. Metode pemeriksaan yang digunakan ialah metode Nelson-Somogyi menggunakan spektrofotometri. Hasil penelitian kadar karbohidrat pada kacang hijau yang dimasak dengan perebusan biasa rata-rata sebesar 0,2825Y6 dan kadar karbohidrat pada perebusan tekanan tinggi rata-rata sebesar 0,651396. Dari hasil uji statistik diperoleh nilai signifikan p - 0,000 (p « 0,050) sehingga Ha diterima yang artinya ada perbedaan kadar karbohidrat pada perebusan biasa dan perebusan tekanan tinggi.
Hubungan Jumlah Trombosit dengan Nilai Prothrombin Time dan Activated Partial Thromboplastin Time pada Pasien Persiapan Tindakan Operasi Caesar Wahdaniah Wahdaniah; Sri Tumpuk
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 1, No 1 (2017): November 2017
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v1i1.88

Abstract

Abstract: Sometimes in postpartum haemorrhage, there is happen great haemorrhage which is blood platelets (thrombocyte) have an important role in the process of hemostasis. Prothrombin (PT) assays are useful for assessing the ability of coagulation factors of extrinsic pathways and joint pathways. The period of activated partial thromboplastin (aPTT) is a laboratory test for assessing coagulation abnormalities in intrinsic pathways and joint pathways. This study was aimed to analyze the correlation of platelet counts with PT and aPTT values in patients preparing for caesarean section in Public Hospital of St. Antonius Pontianak. This study used a cross-sectional design with a sample of all pregnant women who performed a caesarean section preparation of 43 people. Based on data analysis using Spearman test on PT variable obtained p-value = 0.059 (p > 0,05) indicating that there is no relation between platelet count with value of PT and at variable aPTT obtained value p = 0,737 (p > 0,05) there is no correlation between platelet count and aPTT value.Abstrak: Perdarahan pasca melahirkan ada kalanya terjadi perdarahan yang hebat dimana trombosit berperan penting dalam proses homeostatis. Uji masa protrombin (PT) berguna untuk menilai kemampuan faktor koagulasi jalur ekstrinsik dan jalur bersama. Masa tromboplastin parsial teraktivasi (aPTT) adalah uji laboratorium untuk menilai kelainan koagulasi pada jalur intrinsik dan jalur bersama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan jumlah trombosit dengan nilai PT dan aPTT pada pasien persiapan tindakan operasi caesar di RSU. St. Antonius Pontianak. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan sampel semua pasien ibu hamil yang melakukan persiapan tindakan operasi caesar sebanyak 43 orang. Berdasarkan analisis data menggunakan uji Spearman pada variabel PT diperoleh nilai p = 0.059 (p > 0,05) yang menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara jumlah trombosit dengan nilai PT dan pada variabel aPTT diperoleh nilai p = 0.737 (p > 0.05) yang menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara jumlah trombosit dengan nilai aPTT.
The Relationship Personal Hygiene with Superficial Mycosis at Islamic Boarding School Restiyani, Restiyani
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 6, No 2 (2023): MEI 2023
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v6i2.848

Abstract

Superficial mycoses are skin infections caused by fungal colonization. One of the factors that cause infection and the spread of superficial mycoses is personal hygiene. Superficial mycoses transmission can occur when a person lives together. One of the places that have a risk of superficial mycoses transmission is Islamic boarding school. This study aims to analyze the relationship between personal hygiene and superficial mycoses in Islamic Boarding School. This type of research is quantitative with a cross sectional research design. Data was collected by means of interviews, filling out questionnaires and examining superficial mycoses macroscopically and microscopically. The results of the study using the contingency coefficient test showed that there was a relationship between personal hygiene and superficial mycoses (Approv.Sig 0.036 < 0.05). Superficial mycoses can also caused by environmental conditions, humidity, temperature and population density. Cases of superficial mycoses are still common in Islamic boarding schools.
Gambaran Angka Kuman Air Cucian Tangan Antara Pedagang Kaki Lima Dengan Warung Makan Di Desa Sungai Raya Sugito, Sugito; Phani, Chika Padila; Syari, Jajar
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 4, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v4i2.943

Abstract

Air merupakan kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia, dimana kebutuhan air dalam kehidupan sehari-hari sangat penting baik di lingkungan rumah tangga maupun industri Pencemaran air bisa terjadi dari virus, bakteri patogen, parasit dan zat kimia, zat kimia dapat terjadi pada sumber air atau pun terjadi pada saat pengaliran air olahan dari pusat pengolahan ke konsumen Beberapa penyakit menular yang diakibatkan oleh pencemaran air adalah Hepatitis A, Poliomyelins, Cholera, Typus, Dysentri Amoeba, Ascariasis, Trachoma.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah angka kuman yang terkandung dalam air pencuci tangan dari pedagang kaki lima dan warung makan.Metode penelitian yang digunakan yaitu Casual comparative dengan teknik pengambilan sampel sampling jenuh. Populasi dalam penelitian ini adalah air pencuci tangan pedagang kaki lima sebanyak 9 sampel dan sampel air pencuci tangan warung makan sebanyak 18 sampel yang terdapat di Desa Sungai Raya. Sampel penelitian ini adalah air pencuci tangan dari pedagang kaki lima dan warung makan yang terdapat di wilayah Desa Sungai Raya. Angka kuman diperiksa dengan menggunakan media Nutrien Agar.Berdasarkan hasil pemeriksaan angka kuman air pencuci tangan pada pedagang kaki lima didapatkan nilai minimum 13746 dengan nilai maksimum 905706 dan nilai rata-rata diperoleh 148730,11.
Validasi Spektrofotometer UV-VIS pada Analisis Formalin Di Poltekkes Kemenkes Pontianak Hendra Budi Sungkawa; Anjas Awi Ladika
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 2, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v2i2.332

Abstract

Abstract: Validation is the process of determine a method, an instrument and a technician to fulfl the requirements for testing. Validation of the instrument needs to be done separately. The UV-VIS spectrophotometer in Poltekkes Kemenkes Pontianak has many advantages such as wave length 190 - 1100 nm, using double beam optical system, has 2 nm spectrum bandwidth, but the using of the instrument has not been maximized. It is necessary to validate the UV-VIS spectrophotometer. The aim of this research is to determine the precision, accuracy, linearity, Limit of Detection (LOD) and Limit of Quantifcation (LOQ) on UV-VIS spectrofotometer on formalin analysis at Poltekkes Kemenkes Pontianak. The research uses pre-experimental design and purposive sampling method with formalin standard as population. The sample used is formalin standard with various concentration 0 ppm, 1 ppm, 2 ppm, 3 ppm, 4 ppm and 5 ppm with nine replication. Samples reacted with chromatophore acid, the purple color showed the sample containing formalin, then absorbance value measured to obtain formalin content in the sample. The result of precision value 94.43%, accuracy value 97.77%, linearity test in the concentration range 0-10 ppm gives correlation coeffcient value r = 0.918 with the limit of detection (LOD) of the formalin is 4.98 ppm and the limit of quantifcation (LOQ) of the formalin is 16.60 ppm. Based on the result of the research that it can be concluded that UV-VIS spectrophotometer on formalin analysis in Poltekkes Kemenkes Pontianak well validated because of the fulfllment of fve validation parameter criteria.Abstrak: Validasi adalah proses untuk memastikan apakah suatu metode, alat dan teknisi memenuhi persyaratan untuk pengujian. Validasi alat perlu dilakukan tersendiri. Spektrofotometer UV-VIS yang ada di Poltekkes Kemenkes Pontianak memiliki banyak kelebihan diantaranya rentang gelombang yang lebih lebar 190 – 1100 nm, menggunakan sistem optik double beam, memiliki bandwidth spektrum 2 nm, namun penggunaannya belum maksimal. Maka perlu dilakukan validasi terhadap spektrofotometer UV-VIS tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui presisi, akurasi, linearitas, batas deteksi (LOD) dan batas kuantitasi (LOQ) pada Spektrofotometer uv-vis pada analisis formalin di Poltekkes Kemenkes Pontianak. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental metode purposive sampling dengan populasi standar formalin. Sampel yang digunakan yaitu standar formalin dengan berbagai konsentrasi 0 ppm , 1 ppm, 2 ppm, 3 ppm, 4 ppm dan 5 ppm dengan pengulangan sebanyak sembilan kali. Sampel direaksikan dengan asam kromatofat, perubahan warna menjadi ungu menunjukkan sampel mengandung formalin, kemudian diukur nilai absorbansinya untuk mendapatkan kadar formalin dalam sampel. Hasil penelitian nilai presisi 94.43%, nilai akurasi 97.77%, uji linearitas pada rentang konsentrasi 0 – 10 ppm memberikan nilai koefsien korelasi r = 0.918 dengan batas deteksi (LOD) formalin 4.98 ppm dan batas kuantitasi (LOQ) 16.60 ppm. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa spektrofotometer UV-VIS pada analisis formalin di Poltekkes Kemenkes Pontianak tervalidasi dengan baik karena terpenuhinya kriteria lima parameter validasi.
Identifikasi Bakteri Mirip Coliform pada Media Cromocoult Coliform Agar (CCA) Evriarti, Paulina Rosa
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 6, No 1 (2022): November 2022
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v6i1.1047

Abstract

Coliform-like bacteria can be found when examining coliforms in fresh water using the CCA media on membrane filter method. Therefore, it is necessary to characterize and identify coliform-like colonies that grow on CCA medium so that is easier to perform colony count analysis. One hundred ml of fresh water samples were filtered using filter membrane paper and then planted in CCA medium. Two different colonies growing on the media (red (A) and pink-purple (B)) were subjected to oxidase test, gram staining and re-cultured in various growth media such as blood agar, nutrient agar, MacConkey, and B. coli agar. Both colony types were also identified with Vitek MS to determine the species. The results of the examination showed that the red colonies (code A) were coliform-like bacteria, while the pink-purple colonies (code B) were coliform bacteria. The characteristics of coliform-like bacteria are that they produce hemolysis on blood agar and do not ferment lactose. Identification with Vitek MS showed that the isolated coliform-like bacteria was Aeromonas hydrophilla. Therefore, it can be concluded that Aeromonas sp. are coliform-like bacteria that grow on CCA, so further verification is needed when counting membrane filter colonies using CCA media.

Page 4 of 16 | Total Record : 156