cover
Contact Name
Bagus Muhammad Ihsan
Contact Email
ihsanfillah24@gmail.com
Phone
+6285659274496
Journal Mail Official
ihsanfillah24@gmail.com
Editorial Address
Jl. Lapan, Siantan Hulu, Kec. Pontianak Utara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78242-Kalimantan Barat-Kampus A Poltekkes Kemenkes Pontianak
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa
ISSN : 25979523     EISSN : 25979531     DOI : https://doi.org/10.30602/jlk
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of Medical Laboratory. Jurnal Laboratorium Khatulistiwa particularly focuses on the main problems in the development of the Medical Laboratory health areas as follows: Toxicology Immunoserology Bacteriology Clinical Chemistry Parasitologi Micology And other related disciplines.
Articles 156 Documents
Perbedaan Profil Darah pada Mahasiswa Perokok dengan Bukan Perokok Di Jurusan Analis Kesehatan Pontianak Lusia Rosauli Stefani; Sri Tumpuk; Wahdaniah Wahdaniah
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 2, No 1 (2018): November 2018
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v2i1.321

Abstract

Abstract: Cigarettes are one tobacco product intended to be burned and smoked, the smoke containing nicotine, tar and carbon monoxide. Carbon monoxide has a strong tendency to bind to hemoglobin in red blood cells and increase the viscosity of blood making it easier for blood clots. Cigarettes cause the imbalance of antioxidants in the body characterized by the stimulation of the hematopoietic system, especially the bone marrow in producing and excluding leukocytes in the circulation including the activated neutrophils. The purpose of this research was to determine the difference of blood profles in non smoker students in Pontianak Health Analyst Department. The research was Cross-sectional and sampling technique used was total sampling. The sample in this study were D-IV Health Analysts level 1 to 4 students who were 25 smokers and 25 non-smokers. The blood profles were examined by using the analytical analyzer. The results showed the difference of hemoglobin, hematocrit and red blood cell count with sig <0.05 whereas the white blood cell count and neutrophil type did not show any difference with the sig value> 0.05 on 25 respondents smokers and 25 respondents are not smokers.Abstrak: Rokok adalah salah satu produk tembakau yang dimaksudkan untuk dibakar dan dihisap, asapnya mengandung nikotin, tar dan karbon monoksida. Karbon monoksida memiliki kecenderungan yang kuat untuk berikatan dengan hemoglobin dalam sel darah merah dan meningkatkan viskositas darah sehingga mempermudah penggumpalan darah. Rokok menyebabkan ketidakseimbangan antioksidan dalam tubuh ditandai oleh stimulasi dari sistem hematopoietik, khususnya sumsum tulang dalam menghasilkan dan mengeluarkan leukosit pada sirkulasi termasuk neutrofl yang teraktivasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan profl darah pada mahasiswa perokok dengan bukan perokok di Jurusan Analis Kesehatan Pontianak. Penelitian ini adalah penelitian Cross-sectional dan teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa D-IV Analis Kesehatan tingkat 1 sampai 4 yang berjumlah 25 orang perokok dan 25 orang bukan perokok. Profl darah responden diperiksa secara otomatis menggunakan alat hematology analyzer. Hasil penelitian menunjukan adanya perbedaan kadar hemoglobin, hematokrit dan hitung jumah sel darah merah dengan nilai p< 0.05 sedangkan hasil hitung jumlah sel darah putih dan jenis neutrofl tidak menunjukan adanya perbedaan dengan nilai p>0.05 pada 25 responden perokok dan 25 responden bukan perokok.
Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Etanol Daun Kersen (Muntingia calabura L) Dalam Menghambat Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli Metode Difusi Sugito, Sugito; Suwandi, Edy; Supriyanto, Supriyanto; Dhantriviana, Indah
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 5, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v5i2.978

Abstract

A Jamaican Cherry is a plant which is often found on the edge of the road and home garden. The part of the Jamaican cherry plant which is often used is the part of the leaves and fruit. Jamaican cherry leaves have many benefits, one of them is can be used as an antibacterial. This study aims to knowing the effect of ethanol extract of Jamaican cherry leaves on inhibiting the growth of Escherichia coli bacteria diffusion method with a concentration of 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80% and 90%. This research used a quasi experiment (Quasi experiment design). The population of this study was the Jamaican cherry leaves extracted from JalanAdiSucipto, Kubu Raya Regency. The sample of this research was Jamaican cherry leaf extract with a concentration of 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80% and 90%. The results it was obtained that the average diameter of the inhibition zone produced by ethanol extract of Jamaican cherry leaves (Muntingiacalabura L) in inhibiting the growth of Escherichia coli bacteria diffusion method was 10% concentration of 13.8 mm, 20% was 15.3 mm, 30% of 16.0 mm, of 40% of 17.0 mm, 50% of 18.2 mm, 60% of 20.5 mm, 70% of 21.2 mm, 80% of 21, 3 mm and 90% at 23.7 mm. effective concentration is it a concentration of 50% with an average inhibition zone of 18,2 mm.The simple linear regression test result obtained a significant value of p of 0,000 <α 0,05 which states that Hais accepted, which means that there is influence ofethanol extract Jamaican cherry inhibiting the growth of Escherichia coli bacteria diffusion method.
Perbedaan Pemberian Tablet Fe Dan Pisang Nangka Terhadap Kadar Hemoglobin Secara In-Vivo Herfani, Kurnia; Wahdaniah, Wahdaniah; Sari, Emilda
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 3, No 1 (2019): November 2019
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v3i1.957

Abstract

Anemia adalah kondisi dimana berkurangnya sel darah merah dalam sirkulasi darah atau massa hemoglobin sehingga tidak mampu mememnuhi fungsinya sebagai pembawa oksigen keseluruhan jaringan. Anemia biasanya disebabkan karena kekurangan unsur zat besi atau yang iasanya disebut dengan anemia defesiensi besi merupakan jenis anemia terbanayk didunia. Pisang memilikikandungan zat besi sekitar 5mg meskipun lebih rendah kandungannya zat besinya dibandinkan dengan kedelai tapi pisang banyak mengandung asam folat atau vitamin B6 yang larut dalam air, yang diperlukan untuk membuat asam nukleat dan hemoglobin dalam sel darah merah. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian pisang nangka terhadap kadar hemoglobin tikus. Jenis penelitian true eksperimen One-Group Pretest-Posttest Desiggn. Populasi dalam penelitian ini adalah tikus putih betinna galur witar. Besar sampelnya adalah 27 tikus 3 kelompok perlakuan. Pengecekan kadar hemoglobin dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan.Tikus yang diintervesi dengan pemberian pisang mengalami kenaikan rata-rata kadar hemoglobin sebesar 17,7 gr/dl menjadi 18,4 gr/dl. Untuk mengetahui perbedaan pemberian tablet Fe dan pisang terhadap kadr hemoglobin tikus.
Analisis Kadar Asam Sianida Pada Ubi Kayu Yang Direndam Dalam Larutan NAHCO3 20% Dengan Variasi Waktu Linda Triana; Laila Kamila
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 1, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v1i2.150

Abstract

Abstract: Cassava observed from nutrition side, it is highly contain of carbohydrate as calory source and the third major source of food after rice and corn. Containing useful compounds for body, however cassava also has cyanogenic glucose that is toxic or it is more familiar called blue toxic. To reduce cyanide level in cassava, it can be done by soaked into water that has been added NaHCO3 or baking soda. The purpose of this study was to identify the influence of immersion into 20% NaHCO3 solution with different time variation to the cyanide acid level in cassava. This sudy was a quasi experimental design. Cyanide acid level was determined by ion selective electrode with 28 samples taken by purposive sampling method. Simple regression linier anaylisis obtained significance value p=0,000 (p<0,05) thus Ha accepted, meaning that there was an influence of immersion into 20% NaHCO3 solution with different time variation to cyanide acid level in cassava. It is observed that immersion treatment into 20% NaHCO3 solution can decrease cyanide acid in cassava, the highest decline was in immersion for 12 hours. Cyanide acid before soakes was 61,8356 mg/kg and reduce to 9,76 mg/kg , or it was decrease about 84,22%.Abstrak: Ubi kayu ditinjau dari segi gizi kaya akan karbohidrat sebagai sumber kalori dan merupakan sumber bahan makanan ketiga di Indonesia setelah padi dan jagung. Selain mengandung senyawa yang berguna bagi tubuh ubi kayu juga mengandung senyawa glukosida sianogenik yang bersifat racun atau yang lebih dikenal dengan nama racun biru. Untuk menurunkan kadar sianida pada ubi kayu bisa dilakukan dengan cara perendaman didalam air dengan menambahkan NaHCO3 atau yang lebih dikenal dengan nama soda kue. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perendaman dalam larutan NaHCO3 20% dengan variasi waktu terhadap kadar asam sianida pada ubi kayu. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental semu. Penetapan kadar asam sianida menggunakan elektroda selektif ion dengan jumlah sampel sebanyak 28 buah yang ditentukan secara purposive sampling. Hasil uji statistic regresi linier sedehana diperoleh nilai signifikan p = 0,000 (p <0,05) sehingga  Ha diterima artinya ada pengaruh perendaman dalam larutan NaHCO3 20%  dengan variasi waktu terhadap kadar asam sianida pada ubi kayu. Perlakuan perendaman dengan larutan NaHCO3 20%  dapat menurunkan kadar asam sianida pada ubi kayu, penurunan terbanyak pada perendaman selama 12 jam. Asam sianida sebelum direndam sebesar 61,8356 mg/kg turun menjadi 9,76 mg/kg  terjadi penurunan sebesar 84,22%.
Perbedaan Perasan dan Rebusan Daun Cengkodok (Melastoma malabathricum L.) dalam Menghambat Pertumbuhan Jamur Trichophyton rubrum Mardiana Mardiana; Etiek Nurhayati; Supriyanto Supriyanto
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 2, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v2i2.336

Abstract

Abstract: Cengkodok leaves (Melastoma malabtahricum L.) is one of plant that has usefulness like medicine and has the potential to be researched. One of the usefulness of treating skin diseases caused by Trichophyton rubrum fungus. The research aims to determine the defference of juice and boiled of cengkodok leaves (Melastoma malabathricum L.) in inhibiting the growth of Trichophyton rubrum fungus. Each treatment of juice and stew has concentrations of 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%,70%, 80%, 90%, 100%. The research method is a quasi experiment, sampling technique by purposive sampling, and use method of solid dilution using PDA (Potato Dextrose Agar) with 3 replications. The results of the research on the juiced treatment that concentration of 10% have an average growth 261 CFU. The higher concentration of antifungi ingredients then the number of fungal colonies growth decreases until concentration of 100% have an average growth 12 CFU. The 10% concentration boiled treatment there was an average growth of 205 CFU and the number of fungal colonies growth decreases at concentration of 100% have an average growth 1 CFU. Effective concentration of cengkodok leaves juiced (Melastoma malabathricum L.) starts from concentration of 60% with inhibiting Trichophyton rubrum growth fungus 52,77% and boiled start from concentration 50% with percentage of inhibiting 59,41%. The data obtained were analyzed statistically using independent t test obtained p value (Sig. 2 tailed) 0.116 > 0.05. The results showed no difference between the juice and boiled of Cengkodok leaves (Melastoma malabathricum L.) in inhibiting Trichophyton rubrum fungus.Abstrak: Daun cengkodok (Melastoma malabathricum L.) merupakan tumbuhan berkhasiat obat, salah satu khasiatnya yakni mengobati penyakit kulit yang diakibatkan oleh Jamur Trichophyton rubrum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan perasan dan rebusan daun cengkodok (Melastoma malabathricum L.) dalam menghambat pertumbuhan jamur Trichophyton rubrum. Masing-masing perlakuan memiliki konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%,70%, 80%, 90%, 100%. Metode penelitian ini adalah Quasi Experiment, teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling, dan menggunakan metode dilusi padat menggunakan media PDA (Potato Dextrose Agar) dengan 3 replikasi. Hasil penelitian pada perlakuan perasan konsentrasi 10% terdapat rata-rata pertumbuhan jumlah koloni jamur yakni 261 CFU. Semakin tinggi konsentrasi bahan antifungi maka jumlah pertumbuhan koloni jamur semakin berkurang hingga pada konsentrasi 100% terdapat rata-rata jumlah koloni jamur yakni 12 CFU. Pada perlakuan rebusan konsentrasi 10% terdapat rata-rata pertumbuhan jumlah koloni jamur yakni 205 CFU dan semakin berkurang jumlah pertumbuhan koloni jamur pada konsentrasi 100% sebesar 1 CFU. Konsentrasi efektif perasan daun cengkodok (Melastoma malabathricum L.) dimulai dari konsentrasi 60% dengan hambatan pertumbuhan jamur Trichophyton rubrum sebesar 52.77% dan rebusan dimulai dari konsentrasi 50% dengan persentase hambatan 59.41%. Dianalisis statistik menggunakan uji independent t test didapatkan hasil p value (Sig. 2 tailed) 0.116 > 0.05 yang menunjukkan tidak terdapat perbedaan antara perasan dan rebusan daun cengkodok (Melastoma malabathricum L.) dalam menghambat jamur Trichophyton rubrum.
Pengaruh Perendaman Larutan Kapur Sirih terhadap Kadar Asam Sianida pada Biji Karet Ratih Indrawati; Gervacia Jenny Ratnawaty
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 1, No 1 (2017): November 2017
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v1i1.98

Abstract

Abstract: Rubber seeds contain high protein, but there is also toxin called hydrogen cyanide (HCN), with cyanide content of 330 mg of every 100 g. Cyanide levels contained in rubber seeds are quite high. The effort to lower the cyanide level is by immersion in a solution of whiting. The purpose of this research was to determine the influence of dyeing in various concentration of lime betel leaf (0,3%, 0,6%, 0,9%, 1,2% and 1,5%) for 6 hours to cyanide acid level in rubber seed. The method of cyanide acid content determination using ion selective electrode with 30 samples determined by purposive sampling. While the research method used was quasi-experimental with statistical analysis using ANOVA test. Based on the research result, the average of cyanide acid content in the rubber seeds without dyeing was 4666,625 mg/kg, after dyeing in the lime solution for 6 hours with concentration 0,3% equal to 59,60 mg/kg, concentration 0,6% was 33.25 mg/kg, 0.9% concentration was 16.70 mg/kg, concentration of 1.2% was 28.70 mg/kg, and after dyeing in 1.5% concentration was 32.775 mg/kg. Statistically obtained p-value = 0.000 (p <0,05) so that there was influence of immersion of lime betel solution in various concentration to cyanide acid level in rubber seed.Abstrak: Biji karet mempunyai kandungan protein yang tinggi, namun didalamnya terdapat suatu racun yaitu hydrogen cyanide (HCN), dengan kadar sianida 330 mg dari setiap 100 g. Kadar sianida yang terkandung pada biji karet tergolong tinggi. Upaya untuk menurunkan kadar sianida adalah dengan melakukan perendaman dalam larutan kapur sirih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perendaman larutan kapur sirih dalam berbagai konsentrasi yaitu 0,3%, 0,6%, 0,9%, 1,2% dan 1,5% selama 6 jam terhadap kadar asam sianida pada biji karet. Metode penetapan kadar asam sianida menggunakan elektrode selektif ion dengan sampel penelitian sebanyak 30 sampel yang ditentukan secara purposive sampling. Sedangkan metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental semu dengan analisis statistik menggunakan uji Anova. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata-rata kadar asam sianida pada biji karet tanpa perendaman yaitu 4666,625 mg/kg, sesudah direndam larutan kapur sirih selama 6 jam dengan konsentrasi 0,3% sebesar 59,60 mg/kg, konsentrasi 0,6% sebesar 33,25 mg/kg, konsentrasi 0,9% sebesar 16,70 mg/kg, konsentrasi 1,2% sebesar 28,70 mg/kg, dan sesudah direndam konsentrasi 1,5% sebesar 32,775 mg/kg. Secara statistik diperoleh nilai p=0,000 (p < 0,05) sehingga ada pengaruh perendaman larutan kapur sirih dalam berbagai konsentrasi terhadap kadar asam sianida pada biji karet.
Perbedaan Pertumbuhan Jumlah Koloni Bakteri Shigella dysentriae Pada Media Alami Kacang Hijau Dan Kacang Merah Febrianty, Resty; Sugito, Sugito; Suwandi, Edy
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 5, No 1 (2021): November 2021
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v5i1.950

Abstract

Kacang hijau dan kacang merah dapat dibuat menjadi media alternatif pertumbuhan bakteri karena mengandung protein, karbohidrat, kalsium, fosfor, besi dan vitamin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pertumbuhan jumlah koloni bakteri Shigella dysentriae pada media alami kacang hijau dan kacang merah. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment. Dimana biji kacang hijau dan kacang merah di rendam untuk dilepaskan dari kulitnya. Setelah itu kacang hijau dan kacang merah dikeringkan, dihaluskan hingga menjadi tepung. Kemudian di tambah agar murni, dilarutkan dengan aquadest, dipanaskan dan dihomogenkan. Setelah itu disterilkan. Kemudian dipergunakan untuk media pertumbuhan bakteri Shigella dysentriae. Hasil penelitian diperoleh jumlah rata-rata bakteri Shigella dysentriae yang tumbuh pada media kacang hijau sebanyak 100,44x10ª CFU/ml, pada media kacang merah sebanyak 85,81x10 CFU/ml dan pada media Nutrient Agar (media kontrol) sebanyak 101,50x104 CFU/ml. Kesimpulan penelitian ini adalah tidak ada perbedaan pertumbuhan jumlah koloni bakteri Shigella dysentriae pada media kacang hijau dan media Nutrient agar dengan nilai signifikan 0,555.
Pengaruh Ekstrak Bunga Cengkeh (Syzygium Aromaticum) terhadap Zona Hambat Jamur Tricophyton Rubrum Etiek Nurhayati; Kuswiyanto Kuswiyanto; Karta Pilo
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 1, No 1 (2017): November 2017
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v1i1.92

Abstract

Abstract: Clove flower (Syzygium aromaticum) is one type of traditional medicine. The active substance in clove flower is used as antimicrobial and cure skin diseases caused by Trichophyton rubrum fungus such as Tinea capitis, Tinea barbae and Tinea corporis. This study was aimed to determine the effect of various concentrations of clove flower extract (Syzygium aromaticum) with Trichophyton rubrum inhibition zone by the diffusion method. The method of this research was quasi-experimental. Sampling technique by purposive sampling. The sample used was n-hexane extract of clove flower obtained from maceration process made in 9 concentrations and dilution was done by using dimethyl sulfoxide 15%. Each consisted of clove flower extract with concentrations of 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80% and 90%. The influence test using disc method or diffusion method then analyzed with Linear Regression Test. Based on the result of research from 9 concentrations, it can be seen that the widest obstacle zone was 11 mm at 10% concentration whereas the widest zone of resistance was 40 mm at 90% concentration. Statistical analysis showed the results (p = 0,000 <a 0.005) so it can be concluded there was the effect of various concentrations of clove flower extract (Syzygium aromaticum) to Trichophyton rubrum inhibition zone by the diffusion methodAbstrak: Bunga cengkeh (Syzygium aromaticum) merupakan salah satu jenis obat tradisional. Zat aktif dalam bunga cengkeh digunakan sebagai antimikroba dan menyembuhkan penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur Trichophyton rubrum seperti Tinea kapitis, Tinea barbae dan Tinea korporis. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi ekstrak bunga cengkeh (Syzygium aromaticum) terhadap zona hambat jamur Trichophyton rubrum dengan metode difusi. Metode penelitian ini adalah eksperimental semu. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Sampel yang digunakan adalah ekstrak n-heksana bunga cengkeh diperoleh dari proses maserasi yang dibuat dalam 9 konsentrasi dan dilakukan pengenceran menggunakan dimetil sulfoksida 15%. Masing-masing terdiri atas ekstrak bunga cengkeh dengan konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80% dan 90% . Uji pengaruh menggunakan metode cakram atau metode difusi kemudian dianalisis menggunakan uji Regresi Linier. Berdasarkan hasil penelitian dari 9 konsentrasi dapat diketahui bahwa luas zona hambatan yang terendah yaitu 11 mm pada konsentrasi 10% sedangkan luas zona hambatan yang tertinggi yaitu 40 mm pada konsentrasi 90%. Analisis statistik menunjukkan hasil (p = 0,000 < a 0,005) sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh berbagai konsentrasi ekstrak bunga cengkeh (Syzygium aromaticum) terhadap zona hambat jamur Trichophyton rubrum dengan metode difusi.
Pemanfaatan Fitoremediasi Dengan Melati Air (Echinodorus palaefolius) Dalam Menurunkan Kadar COD (Chemical Oxygen Demand) Air Linbah Karet Di Siantan Hilir Pontianak Arifah, Rizki Zanuba; Triana, Linda; Indrawati, Ratih
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 6, No 2 (2023): MEI 2023
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v6i2.898

Abstract

Udara yang tidak bersih dapat membahayakan kehidupan manusia atau hewan. Sisa udara yang dibuang oleh pabrik industri diantaranya adalah air limbah pabrik jika tidak diolah dengan optimal, sehingga dapat menurunkan jumlah oksigen dalam udara dan mengakibatkan nilai COD menjadi tinggi. Oleh karena itu diperlukan pengolahan yang relatif murah yaitu pengolahan dengan fitoremediasi menggunakan tanaman melati air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan fitoremediasi dengan variasi variasi perendaman melati air dalam menurunkan kadar COD pada air limbah karet di Siantan Hilir Kota Pontianak. Desain penelitian pencarian yang digunakan adalah desain penelitian eksperimen.Pengolahan ini dilakukan dengan cara fitoremediasi dengan air limbah karet selama 4 hari, 8 hari, dan 12 hari. Hasil pengujian dengan melati air dapat menurunkan kadar COD mencapai 85,20% dari 660,83 mg/l menjadi 97,75 mg/l. Dengan metode pengukuran COD menggunakan Close Reflux . hasil Berdasarkan penelitian dan pengolahan data secara komputerisasi dengan uji Regresi Linier Sederhana diperoleh nilai p = 0,000 (p<0,05). Sehingga dapat diterima karena adanya pengaruh variasi lama perendaman dengan melati air dalam proses fitoremediasi dalam menurunkan kadar COD pada air limbah karet di Siantan Hilir Pontianak.
Perbedaan Variais Waktu Rendaman Daun Bayam Merah (Amaranthus gangeticus) Pada Pemeriksaan Telur Cacing Nematoda Usus Sebagai Pewarnaan Alternatif Pengganti Eosin Djohan, Herlinda; Pratama, Victorinus Alfino; Salim, Maulidiyah
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 4, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v4i2.944

Abstract

Antosianin termasuk dalam golongan flavonoid, dimana inti dasar dari flavonoid ialah inti flavan, yang terdiri atas dua cincin aromatik yang dihubungkan oleh tiga karbon Flavonoid mampu menghambat sintesa asam nukleat, sebagai DNA diperlukan dalam sintesa atau pembentukan protein, yang sangat diperlukan untuk proses perkembangan dan pertumbuhannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan perbedaan variasi waktu rendaman daun bayam merah (Amaranthus gangeticus) pada pemeriksaan telur cacing nematoda usus sebagai perwama alternatif pengganti eosin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah ekperimen semu. Teknik sampling yang digunakan purposive sampling Sampel pada penelitian ini berjumlah 27 sampel. Berdasarkan uji statistik Fixher Exact yang telah dilakukan pada hasil perwamaan telur cacing menggunakan perwarna alternatif daun bayam merah dan eosin 2% di peroleh hasil pada rendaman daun bayam merah 24,36 dan 48 jam di dapat hasil sebesar 0,00 dimana hasil signifikansi tersebut a 0,05 yang menyatakan terdapat perbedaan antara rendaman daun bayam merah dengan cosin 2% dalam mewarnai telur cacing.

Page 6 of 16 | Total Record : 156