cover
Contact Name
Sean Institute
Contact Email
editorjournal@seaninstitute.or.id
Phone
+6281264451404
Journal Mail Official
editorjournal@seaninstitute.or.id
Editorial Address
Komplek New Pratama ASri Blok C, No.2, Deliserdang, Sumatera Utara, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat (M-PKM)
Published by SEAN INSTITUTE
ISSN : -     EISSN : 28293738     DOI : https://doi.org/10.54076
Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat (M-PKM) Merupakan jurnal Pengabdian yang diterbitkan oleh Sean Institute.M-PKM merupakan jurnal peer review, open access, dan ilmiah yang ditujukan kepada pelaksana pengabdian dengan fokus adalah PKM pada bidang komputer dan Informatika, PKM pada bidang sains,PKM pada bidang ekonomi dan manajemen, PKM pada bidang pendidikan, PKM pada bidang kesehatan dan hukum, PKM diterbitkan 3 kali dalam setahun
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 80 Documents
BUCKET PRENEUR: INNOVATIVE BOUQUET AND ACCESSORIES TRAINING TO EMPOWER YOUTH ENTREPRENEURSHIP AND CREATIVITY Riska Juliarsih
Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 02 (2025): Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat, July-Oktober 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This Student Creativity Program (PKM) aims to enhance the entrepreneurial spirit and practical skills of young people through training in making bouquet crafts and accessories. The program is motivated by the significant potential of the creative industry among youth, especially in handmade products with high market value. The method used was a two-day interactive workshop covering entrepreneurship theory, bouquet crafting practice, and digital marketing strategies. The results showed that 90% of participants successfully created their own products, and 60% expressed interest in starting their own businesses. This activity positively impacted participants by fostering creativity and promoting economic independence. It is expected that this program can serve as a sustainable model for youth empowerment through the creative economy.
EDUKASI DAN DETEKSI DINI KESEHATAN IBU HAMIL DI DESA SIBORBORON KECAMATAN SIJAMAPOLANG Fransiska Debata Raja; Nova Sontry Node Siregar; Renta Sihombing; Glorya Tambunan; Benny Maria Lumbantoruan
Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 02 (2025): Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat, July-Oktober 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu agenda utama SDGs adalah menurunkan angka kematian ibu dan kematian Balita. Pemeriksaan antenatal yang berkualitas dan teratur selama kehamilan akan menentukan status kesehatan ibu hamil dan bayi yang dilahirkan. Edukasi kesehatan ibu hamil sangat penting untuk menjaga kesehatan ibu dan janin selama kehamilan. Tujuan dari edukasi dan deteksi dini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada ibu hamil sehingga mereka dapat menjaga kesehatan mereka dan janin dengan baik selama masa kehamilan. ditemukannya ibu–ibu dengan kategori risiko terhadap bahaya kehamilan yaitu terdapat 2 orang ibu hamil usia dibawah 20 tahun dan 1 orang dengan hasil pemeriksaan kadar haemoglobin kurang dari normal. Intervensi masalah ini adalah motivasi p-artisipasi peserta dalam kelas ibu hamil, pemenuhan nutrisi seimbang ibu hamil dan kontrol kehamilan minmal 6 kali kunjungan selama kehamilan. , diharapkan ibu hamil memiliki tingkat kewaspadaan yang lebih baik sehingga mereka dapat memetakan faktor risiko kehamilan serta komplikasi persalinan yang mungkin dihadapinya. Dengan bekal pengetahuan dan kewaspadaan tersebut, ibu hamil dapat secara intensif melakukan upaya- upaya pencegahan dan kesiapan penanggulangannya.
EMPOWERING THE DAYAK COMMUNITY’S ECONOMY THROUGH DIGITAL MARKETING OF TRADITIONAL ACCESSORIES VIA SOCIAL MEDIA Heni Ermewaningsih
Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 02 (2025): Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat, July-Oktober 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rural communities in Kalimantan, particularly the Dayak tribe, possess inherited skills in creating unique accessories, ornaments, and traditional Dayak clothing. However, these products have not been developed or widely introduced to the public due to limited technological knowledge and modern marketing strategies. This has resulted in the underutilization of the cultural and economic potential of the Dayak community. This community service aktivity aims to assist the Dayak people in utilizing social media technology as a means of marketing their accessory products. The strategies implemented include training in the use of social media platforms such as Facebook, Instagram, and WhatsApp Business, creating attaractive and high-quality promotional content, and providing assistance in sustainable social media account management. Through this program, the community is expected to introduce Dayak traditional accessories to a wider market, increase product selling value, expand their customer network, and foster economic independence. The results show improved participants’ skills in promotional content creation, understanding social media algorithms, and gaining confidence to market their products online. This social media utilization strategy is proven effective in optimizing the marketing of Dayak rural accessories and can be a model for implementation in other indigenous areas of Indonesia.
PENERAPAN PERMAINAN JIGSAW PUZZLE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS PADA ANAK PRA SEKOLAH DI TK NUR ILAAHI PADANG Afrira Esa Putri; Ririn, Ririn
Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 02 (2025): Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat, July-Oktober 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan anak adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan oleh orang tua untuk mencegah terjadinya masalah dalam tumbuh kembang mereka. Data UNICEF tahun 2020, sebanyak 1.375.000 per 5 juta anak pra sekolah mengalami keterlambatan perkembangan motorik halus. Prevelensi gangguan perkembangan motorik halus anak di Indonesia mencapai 12,4%. Jigsaw puzzle merupakan salah satu permainan yang dapat menunjang perkembangan motorik halus. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode permainan jigsaw puzzle terhadap perkembangan motorik halus anak pra sekolah di TK Nur Ilaahi Lubuk Buaya Kota Padang. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini akan dilaksanakan di TK Nur Ilaahi Kota Padang sebanyak 47 anak. dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh permainan jigsaw puzzle terhadap  perkembangan motorik halus anak usia usia pra sekolah.
SOSIALISASI PENERAPAN AKAD ISTISHNA SEBAGAI ALTERNATIF PEMBIAYAAN SYARIAH BAGI PETANI PADI DI DESA SUGIH WARAS KECAMATAN TELUK GELAM KAB. OGAN KOMERING ILIR Setiawan, Bagus; Astina, Ria; Pramita, Cindi
Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 02 (2025): Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat, July-Oktober 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan utama yang dihadapi oleh petani padi di Desa Sugih Waras, Kecamatan Teluk Gelam, adalah keterbatasan modal dalam proses pengolahan lahan hingga masa panen. Kondisi ini sering memaksa petani untuk melakukan pinjaman melalui mekanisme nonformal seperti sistem ijon yang cenderung merugikan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada para petani mengenai akad Istishna sebagai salah satu alternatif pembiayaan syariah yang adil dan sesuai dengan prinsip Hukum Ekonomi Islam.Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui sosialisasi, diskusi interaktif, dan simulasi transaksi Istishna yang melibatkan petani, kelompok tani, dan perwakilan lembaga keuangan mikro syariah setempat. Materi yang diberikan meliputi konsep dasar Istishna, perbedaan dengan sistem ijon, keunggulan akad Istishna dalam pembiayaan pertanian, serta tahapan penerapan akad tersebut dalam pengadaan sarana dan prasarana pertanian. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan petani tentang akad Istishna sebesar 85% berdasarkan pre-test dan post-test. Selain itu, para petani menunjukkan antusiasme dan ketertarikan untuk mencoba skema pembiayaan ini sebagai solusi untuk menghindari praktik pinjaman nonformal yang merugikan. Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta pemahaman yang lebih baik mengenai pembiayaan syariah serta terjalinnya kerja sama antara petani dan lembaga keuangan syariah dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.
QUALITY MANAGEMENT OUTREACH FOR THE SUSTAINABILITY OF MICRO, SMALL, AND MEDIUM ENTERPRISES Suryani Maryam
Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 01 (2025): Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat, Maret-Juni 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) are the cornerstone of Indonesia's economy; nonetheless, numerous entities encounter difficulties in sustaining consistent quality in their products and services. This constraint impacts client retention, competitiveness, and long-term economic viability. In July 2025, a quality management outreach program was implemented in Depok City for 35 members of the Wira Usaha Baru (WUB) initiative in response to these difficulties. The outreach sought to enhance participants' comprehension and implementation of quality management principles, encompassing standard operating procedures (SOPs), fundamental quality control methodologies, and customer feedback systems. The activity employed a participatory learning paradigm, incorporating interactive lectures, practical workshops, group discussions, and mentorship sessions. The results demonstrated a notable enhancement in participants' understanding and awareness of quality practices. Additionally, post-training self-evaluations indicated that 80% of participants commenced the implementation of SOPs, while 65% integrated customer feedback mechanisms within a week. The results corroborate earlier research indicating that quality management can enhance MSME performance. Implementing organized quality processes enhances productivity and product consistency, hence augmenting client happiness and prospective sales growth. This outreach initiative has shown that even basic, cost-effective quality interventions can have significant impacts when customized to the context and capabilities of MSMEs. Consequently, fostering quality awareness must be a fundamental component of capacity-building programs for nascent firms.
PENGUATAN KOMPETENSI PEKERJA SOSIAL DALAM PROGRAM REHABILITASI BERBASIS MASYARAKAT (RBM) UNTUK LANSIA TERLANTAR DI KELURAHAN CIGADUNG KOTA BANDUNG Nina Kurniasih; Willya Achmad; Salma Aulia; Farhan Rifqi
Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 01 (2025): Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat, Maret-Juni 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan pola hidup masyarakat, terutama di wilayah perkotaan, telah memperburuk kondisi lansia terlantar. Urbanisasi yang pesat menyebabkan banyak generasi muda meninggalkan kampung halaman, sehingga komunikasi antarwarga berkurang dan sistem gotong royong perlahan menghilang. Akibatnya, banyak lansia kehilangan dukungan sosial dari lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penguatan kompetensi pekerja sosial dalam pelaksanaan Program Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM) bagi lansia terlantar di Kelurahan Cigadung, Kota Bandung. Metode yang digunakan adalah observasi langsung dan wawancara mendalam untuk mendapatkan informasi yang akurat dan relevan dari lapangan. Fokus kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan pekerja sosial dalam mendampingi lansia secara efektif melalui pendekatan berbasis komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program penguatan kompetensi pekerja sosial memberikan dampak positif dalam penanganan lansia terlantar. Tiga langkah utama, yaitu sosialisasi RBM, pendampingan langsung, dan pelatihan pekerja sosial, terbukti mampu menciptakan layanan sosial yang lebih responsif dan partisipatif. Masyarakat menjadi lebih sadar dan peduli terhadap isu lansia, sementara pekerja sosial menunjukkan peningkatan keterampilan dalam memberikan intervensi sosial yang tepat. Selain itu, terjalin kerja sama lintas sektor yang memperkuat jaringan layanan sosial. Program ini juga mendorong perubahan sikap sosial, dari yang sebelumnya individualistik menjadi lebih solider terhadap lansia di lingkungan sekitar.
PENINGKATAN KAPASITAS MAHASISWA MELALUI INTEGRASI MEDIA AUDIO-VISUAL UNTUK PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS IPTEK Olfiane Tamarengki
Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 02 (2025): Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat, July-Oktober 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tantangan dalam memahami konsep-konsep Fisika yang abstrak menuntut hadirnya pendekatan pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi media audio-visual yang relevan serta menganalisis dampak integrasinya terhadap peningkatan kapasitas mahasiswa dalam tiga domain pembelajaran: kognitif, psikomotorik, dan afektif. Kegiatan dilaksanakan melalui kuliah tamu interaktif di Program Studi Pendidikan Fisika ISDIK Kieraha Ternate, menggunakan pendekatan workshop yang mencakup pemaparan materi, praktik perancangan media, presentasi, dan sesi refleksi. Data dikumpulkan melalui angket pre-test dan post-test, evaluasi produk media, serta observasi partisipasi mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi media audio-visual secara signifikan meningkatkan pemahaman konsep fisika (nilai rata-rata meningkat dari 64,2 menjadi 83,5), kemampuan membuat prototipe media pembelajaran berbasis IPTEK (lebih dari 80% mahasiswa berhasil membuat video eksperimen atau animasi sederhana), serta minat dan motivasi mahasiswa dalam mengadopsi teknologi pendidikan. Temuan ini menegaskan bahwa media audio-visual yang efektif harus mengedepankan interaktivitas, kontekstualitas, kesesuaian pedagogis, dan aksesibilitas. Penelitian ini merekomendasikan integrasi hasil kegiatan ke dalam kurikulum, penyelenggaraan pelatihan berkelanjutan, kolaborasi lintas pihak, serta riset lanjutan untuk mengukur dampak jangka panjang pada berbagai jenjang pendidikan. Dengan demikian, strategi ini diharapkan mampu memperkuat kompetensi calon pendidik fisika dan meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital.
PUBLIC COMMUNICATION STRATEGIES IN SOCIALIZING THE IMPLEMENTATION OF AUTOGATE TECHNOLOGY AT IMMIGRATION CHECKPOINTS Fassya, Firly Nathania; Fadil Briandito
Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 02 (2025): Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat, July-Oktober 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The era of digital transformation has changed the paradigm of public service, particularly in the immigration sector, thru the implementation of autogate technology. This research aims to analyze the public communication strategies implemented in the socialization of autogate technology at Indonesian immigration checkpoints. The research method uses a literature study with a descriptive qualitative approach, analyzing official publications from the Directorate General of Immigration, scientific journals, and documentation of autogate implementation. The research results show that the implementation of autogates has reached nearly 200 units with significant technical efficiency, reducing inspection time from 2-4 minutes to 15-25 seconds per user. The Immigration Information and Communication Technology Section (TIKKIM) implements a multi-platform communication strategy including both conventional and digital media. However, there is a paradox between technical effectiveness and the still low rate of user adoption. The main obstacles identified were less-than-optimal socialization, a passive communication approach, and a lack of comprehensive education for the public. The research recommends restructuring communication strategies to be more engaging and user-oriented, implementing systematic feedback mechanisms, adopting a segmented communication approach, and strengthening inter-institutional collaborative frameworks to create a good communication ecosystem in support of the digital transformation of the immigration sector.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PELAYANAN RAMAH HAM DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PASPORT Briandito, Fadil; Firly Nathania Fassya
Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 02 (2025): Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat, July-Oktober 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menilai seberapa jauh kebijakan pelayanan ramah HAM meningkatkan kualitas layanan paspor di Indonesia melalui tinjauan pustaka sistematis terhadap publikasi 2019-2025 serta sumber berita resmi. Pendekatan Systematic Literature Review digunakan untuk mengidentifikasi, memilah, dan mensintesis 45 artikel dan laporan yang relevan, dengan kriteria inklusi-eksklusi ketat guna memastikan validitas temuan. Hasil analisis menunjukkan terjadinya transformasi signifikan dari pola layanan konvensional menuju model inklusif‐nondiskriminatif, ditandai hadirnya inovasi JEMPOL HAM, SI JEMPOL SEMAR, layanan drive-thru, Eazy Paspordi pusat perbelanjaan, serta penyediaan fasilitas aksesibel (parkir prioritas, jalur difabel, toilet khusus, ruang laktasi, guiding block) di sedikitnya enam Kantor Imigrasi peraih penghargaan P2HAM. Implementasi kebijakan tersebut berkorelasi dengan lonjakan permohonan paspor ±15% pada 2025 dan peningkatan Indeks Kepuasan Masyarakat ke angka 119,39% pada 2024, menegaskan kontribusi positif pendekatan berbasis HAM terhadap performa institusi. Faktor pendukung utama meliputi budaya pelayanan prima, kompetensi aparatur, dukungan teknologi digital (M-Paspor), serta komitmen pimpinan; sedangkan penghambatnya mencakup minimnya sosialisasi, keterbatasan SDM terlatih bahasa isyarat, distribusi fasilitas yang belum merata, dan rendahnya literasi pemohon mengenai prosedur serta kelengkapan berkas. Penelitian menyimpulkan perlunya strategi terpadu—berbasis peningkatan SDM, standardisasi infrastruktur, perluasan fitur digital inklusif, dan kampanye edukatif—agar prinsip HAM terwujud konsisten sekaligus memperkuat daya saing paspor Indonesia di kancah global.