cover
Contact Name
Ida Sofiyanti
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
library@unw.ac.id
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional dan Call For Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo
ISSN : 29617340     EISSN : 29622913     DOI : -
Core Subject : Health,
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo merupakan jurnal prosiding open access, diterbitkan oleh Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Prodi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo, dimana terdiri dari hasil penelitian pada bidang Kebidanan. semua artikel yang akan diterbitkan melalui proses editor yang direview oleh dua reviewer secara double-blind review process. Dewan redaksi menerima artikel : (1) Theoretical articles; (2) Empirical studies; (3) Case studies; (4) Literature Review .
Articles 802 Documents
Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny “N” Usia 17 Tahun dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) Agustin, Neli; Christiani, Ninik
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Chronic Energy Deficiency (CED) in pregnant women is a condition of pregnant women who experience long-term (chronic) malnutrition and is characterized by a pregnant woman's upper arm circumference <23.5 cm. CED can interfere with fetal growth and development, namely physical growth (stunting), brain and metabolism which causes infectious diseases in adulthood. Efforts to overcome CED in pregnant women can be carried out by implementing continuous care or Continuity Of Care (COC) starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, to family planning. The purpose of this study is to provide midwifery care to Mrs. N in a comprehensive and continuous manner starting from pregnancy, childbirth, postpartum, neonates and family planning. The type of descriptive research used is a case study. The research instrument uses a descriptive approach method and is documented in the form of SOAP. In this care, the author collects data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and bibliography studies. This study was conducted from December 2024 to March 2025. From the results of pregnancy care, the mother said she had back pain, Lila 22.5 cm, was given nutritional education, PMT and prenatal yoga. The delivery process was normal with APN and complementary care. Postpartum care Mrs. N complained of low breast milk production and was given oxytocin massage care. In newborn care, everything was found to be within normal limits, the baby was given 1 mg vitamin K care, hepatitis B0 immunization and SHK examination. While in family planning care Mrs. N used the 3-month injection family planning method.   Abstrak Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil merupakan  keadaan ibu hamil yang mengalami kekurangan gizi yang berlangsung lama (menahun) dan ditandai dengan ukuranlingkar lengan atas ibu hamil <23,5 cm  KEK dapat mengganggu tumbuh kembang janin yaitu pertumbuhan fisik (stunting), otak dan metabolisme yang menyebabkanpenyakit menular di usia dewasa. Kegiatan upaya untuk mengatasi KEK pada ibu hamil dapat dilakukan dengan salah satunya yaitu implementasi asuhan berkelanjutan atau Continuity Of Care (COC) yang dimulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, sampai dengan KB. Tujuan penelitian ini mampu memberikan asuhan kebidanan pada Ny. N secara komprehensif dan berkesinambungan mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, neonatus dan KB. jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi kasus (case study), Instrumen penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2024 sampai Maret 2025 . Dari hasil pemberian asuhan kehamilan, ibu mengatakan mengalami nyeri punggung, Lila 22,5 cm, diberikan asuhan edukasi pola nutrisi, PMT dan yoga prenatal. Proses persalinan secara normal dengan asuhan APN dan komplementer. Asuhan nifas Ny. N mengeluh produksi asi sedikit dan diberikan asuhan pijat oksitosin. Pada asuhan bayi baru lahir didapatkan semua dalam batas normal, bayi diberikan asuhan vitamik K 1 mg, imunisasi hepattis B0 dan pemeriksaan SHK. Sedangkan pada asuhan KB Ny.N menggunakan metode KB suntik 3 bulan.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny “S” Umur 26 Tahun dengan Anemia Alya Fernanda Khairani; Risma Aliviani Putri
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) are key indicators used to evaluate the success of maternal and child health programs in Indonesia. One effective approach to reducing MMR and IMR is the provision of comprehensive and continuous midwifery care, known as Continuity of Care (COC), which spans from pregnancy through childbirth, postpartum, newborn care, and family planning. The OSOC (One Student One Client) program implemented by health education institutions supports sustainable, coordinated care by enabling early detection and timely management of complications and risk factors. This study aims to describe the implementation of COC midwifery care for Mrs. S, a 26-year-old multigravida (G2P1A0) at 34 weeks of gestation. The study used a descriptive method with a case study approach. The midwifery care was carried out at the client’s home between April and May 2025, including two antenatal visits, one childbirth assistance, two postpartum visits, two newborn care visits, and one family planning consultation. Primary data were collected through direct observation and interviews. Results indicated that during pregnancy, the client experienced mild anemia with a hemoglobin level of 9.9 g/dL but received Antenatal Care (ANC) according to the 10 T standard. Delivery was conducted via Cesarean Section at Puri Asih General Hospital without complications. The baby was born healthy, weighing 3000 grams and measuring 48 cm in length. During the postpartum period, the client reported common complaints such as sleep disturbance and itching at the incision site, which were addressed through appropriate education, wound care, and postpartum counseling. Newborn care included the administration of vitamin K, eye ointment, hepatitis B0 immunization, breastfeeding support, and umbilical cord care. For family planning, the client opted for a 3-month injectable contraceptive after receiving thorough counseling and reaching a mutual decision with her spouse. Throughout the care process, no discrepancies were found between theoretical knowledge and practical application. Each stage of care was delivered accurately, comprehensively, and in accordance with midwifery service standards. The implementation of COC significantly contributed to improved care quality and client satisfaction, while also playing a vital role in reducing maternal and infant mortality through intensive and educational support.   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator utama dalam menilai keberhasilan program kesehatan ibu dan anak di Indonesia. Salah satu pendekatan yang dinilai efektif dalam menurunkan AKI dan AKB adalah asuhan kebidanan secara menyeluruh dan berkesinambungan atau Continuity of Care (COC), mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga keluarga berencana. Program OSOC (One Student One Client) yang dilaksanakan oleh institusi pendidikan kesehatan menjadi salah satu upaya pendampingan yang berkelanjutan dan terkoordinasi yang memungkinkan deteksi dini risiko dan komplikasi, serta penanganan yang cepat dan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan asuhan kebidanan secara COC pada Ny. S, usia 26 tahun, G2P1A0, dengan usia kehamilan 34 minggu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Asuhan dilakukan secara langsung di rumah pasien pada bulan April hingga Mei 2025, meliputi dua kali kunjungan kehamilan, satu kali asuhan persalinan, dua kali kunjungan nifas, dua kali kunjungan bayi baru lahir, serta satu kali kunjungan asuhan keluarga berencana. Data diperoleh melalui pengkajian data primer. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa selama masa kehamilan, Ny. S mengalami anemia ringan dengan kadar hemoglobin 9,9 g/dL, namun telah mendapatkan pelayanan Antenatal Care (ANC) sesuai standar 10 T. Persalinan dilakukan secara Sectio Caesarea di RSU Puri Asih tanpa komplikasi. Bayi lahir dalam kondisi sehat dengan berat badan 3000 gram dan panjang badan 48 cm. Pada masa nifas, ibu mengalami keluhan umum berupa gangguan tidur dan gatal pada luka SC, yang ditangani melalui edukasI, manajemen nyeri, dan pemantauan kondisi luka, serta dilakukan pijat laktasi untuk melancarkan ASI. Asuhan bayi baru lahir dilakukan dengan baik, termasuk pemberian vitamin K, salep mata, imunisasi Hb0, konseling menyusui dan perawatan tali pusat, serta dilakukan pijat sehat bayi. Pada tahap keluarga berencana, Ny. S memilih kontrasepsi suntik 3 bulan atas kesepakatan dengan suami, setelah mendapatkan konseling menyeluruh mengenai pilihan kontrasepsi. Selama proses asuhan, tidak ditemukan adanya kesenjangan antara teori dengan praktik. Setiap tahapan asuhan kebidanan dilakukan secara terencana, tepat, dan komprehensif sesuai dengan standar pelayanan kebidanan yang berlaku. Pelaksanaan COC terbukti mendukung peningkatan kualitas pelayanan dan kepuasan pasien, serta berkontribusi dalam upaya menurunkan AKI dan AKB melalui pendampingan yang intensif dan edukatif.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny ‘N’ Umur 23 Tahun G1P0A0 di Puskesmas Candilama Muncar Rachmy Kusumastutik; Kartika Sari
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal health is one of the targets outlined in the third goal of the 2030 Agenda for Sustainable Development (SDGs), which aims to reduce the Maternal Mortality Ratio (MMR) to 70 per 100,000 live births. According to the 2021 Indonesia Demographic and Health Survey (IDHS), the MMR in Indonesia was reported as 7,389 maternal deaths. In 2024, the number of maternal deaths in Semarang City was recorded as 14 cases out of 17,401 live births, equivalent to approximately 87.60 per 100,000 live births, which remains significantly above the targeted figure. To accelerate the achievement of maternal and infant mortality reduction targets, Indonesia has implemented a program focused on midwifery care through the Continuity of Care (CoC) model. Continuity of Care in midwifery refers to a series of continuous and comprehensive services provided throughout pregnancy, childbirth, postpartum, newborn care, and family planning services. The benefits of this model include the ability to promptly identify the need for immediate intervention, facilitate consultation and collaboration with other health professionals based on the client's condition, ensure the efficient and safe provision of direct care, and enable effective evaluation of the outcomes of midwifery care. At Candilama Community Health Center (Puskesmas), the first antenatal care (K1) coverage was 95.4%, which is considered good as it approaches 100%. The fourth antenatal visit (K4) coverage was 98.2%, close to the target of 100%. Skilled birth attendance coverage was 96.3%, neonatal care coverage reached 90.16%, KF1 coverage was 90%, and KF4 coverage was 98.2%, with no reported cases of maternal or neonatal deaths. The objective of this case study is to provide midwifery care for a 23-year-old woman, Mrs. N (G1P0A0), during pregnancy, childbirth, postpartum, newborn care, and family planning. The method employed in this comprehensive midwifery care is descriptive research using a case study approach. The care was focused on Mrs. N, starting from the third trimester of pregnancy and continuing through delivery, postpartum, newborn care, and family planning. The results of the comprehensive midwifery care for Mrs. N indicated that she experienced no discomfort or complications during pregnancy. Labor proceeded according to standard management of the first stage, and once full dilation was achieved, delivery was assisted following the 60 steps of Normal Childbirth Care (Asuhan Persalinan Normal/APN), with no complications during the process. The postpartum period was uneventful and free of complications. The newborn showed no congenital anomalies or danger signs and was promptly given vitamin K injection and eye ointment, along with the first dose of hepatitis B vaccine (Hb 0). Monitoring of the infant up to six weeks of age revealed no complications or danger signs. Mrs. N subsequently opted for and received an implant contraceptive and has reported no complaints since its use. The provision of comprehensive midwifery care in this case contributed positively to the health outcomes of both mother and child.   Abstrak Kesehatan ibu merupakan salah satu target yang ditetapkan dalam tujuan agenda 2030 (Sustainable Development Goals) yang ke-3 yaitu menargetkan AKI (Angka Kematian Ibu) 70 per 100.000 kelahiran hidup. Hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) AKI pada tahun 2021 menunjukkan 7.389 kematian di Indonesia. Pada tahun 2024, jumlah kematian ibu maternal di Kota Semarang terdapat sebanyak 14 kasus dari 17401 kelahiran hidup (KH) atau sekitar 87,60 per 100.000 KH yang mana jumlah kasus tersebut masih jauh dari yang ditargetkan. Dalam rangka mempercepat pencapaian target penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi, Indonesia memiliki program yang sudah terfokus pada pelayanan kebidanan yang berkesinambungan (Continuity of Care). Continuity of Care dalam kebidanan adalah serangkaian kegiatan pelayanan yang berkelanjutan dan menyeluruh mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, pelayanan bayi baru lahir serta pelayanan keluarga berencana (KB). Manfaat dari Continuity of Care yaitu dapat menetapkan kebutuhan terhadap tindakan segera untuk konsultasi, kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain berdasarkan kondisi klien, dapat melakukan pelaksanaan asuhan langsung dengan efisien dan aman serta dapat mengevaluasi keefektifan hasil asuhan kebidanan yang telah diberikan. Adapun cakupan K1 di Puskesmas Candilama sebesar 95,4% masuk dalam kriteria bagus karena mendekati 100% sedangkan cakupan K4 yang diperoleh sebesar 98,2% dari target yang diinginkan untuk cakupan K4 yaitu 100%, cakupan persalinan oleh nakes dari data yang diperoleh yaitu 96,3%, cakupan neonatus yaitu 90,16%, dan diperoleh juga cakupan KF1 yang diperoleh sebesar 90%, sedangkan KF4 yang diperoleh 98,2% dan tidak ada kasus kematian baik pada ibu maupun bayi. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk melakukan asuhan kebidanan pada ibu hamil, bersalin, nifas, BBL dan KB pada Ny. N yang berusia 23 tahun G1P0A0. Metode asuhan yang digunakan dalam asuhan komprehensif pada ibu hamil, bersalin, bayi baru lahir dan nifas ini adalah metode penelitian deskriptif dengan menggunakan studi penelaahan kasus (Case Study). Metode asuhan difokuskan pada pemberian asuhan pada kepada subjek yaitu seorang ibu hamil Ny. N dengan usia kehamilan mulai trimester II, kemudian dilakukan asuhan pada Ny. N dimulai dari kehamilan sampai dengan masa KB dan BBL/Neonatus. Hasil dari asuhan kebidanan secara menyeluruh terhadap Ny. N menunjukan bahwa selama kehamilan tidak memiliki keluhan seputar ketidaknyamanan pada kehamilan ataupun komplikasi, persalinan dilakukan sesuai dengan penanganan asuhan kala 1 dan pada saat pembukaan sudah lengkap maka dilakukan pertolongan persalinan dengan menggunakan 60 langkah APN dan tidak ada penyulit dalam proses persalinan, masa nifas berjalan dengan lancar dan tidak ada komplikasi masa nifas, bayi yang dilahirkan tidak ditemukan adanya cacat serta tanda bahaya bbl dan segera di suntik vitamin K dan salep mata telah diberikan, serta suntik Hb 0. Pemantauan bayi sampai usia 6 minggu tidak ditemukan komplikasi dan tanda bahaya, serta Ny. N sudah menggunakan KB Implan dan saat ini tidak ada keluhan setelah penggunaan KB Implan tersebut. Dengan dilakukannya asuhan kebidanan yang komprehensif ini kesehatan ibu dan janin dapat meningkat.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny.U Umur 28 Tahun di Perum Serasi No 104 RT 4 RW 12 Kel. Kupang Kec. Ambarawa Kab. Semarang Lusiana Shinta Dewi; Heni Hirawati Pranoto
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The still high Maternal Mortality Rate and Infant Mortality Rate require quality continuous care (Continuity Of Care) starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns and family planning. The method used in continuous care for Mrs. U starting from pregnancy care, childbirth, postpartum, newborn care and family planning is a descriptive method. The type of final assignment report used is a case study. In November 2024 - March 2025. The collection technique was by interview and observation. The collection of subjective data from Mrs. U starting from pregnancy, childbirth, newborns, neonates and the postpartum period has been carried out and there is no gap between theory and case. The assessment of objective data from Mrs. K starting from pregnancy, childbirth, newborns, neonates and the postpartum period and family planning has been carried out, there is no gap between theory and case. The analysis of the data obtained is in accordance with the care provided so that it can be used as a diagnosis. So that no gaps were found. The implementation of comprehensive midwifery care has been carried out according to Mrs. U's needs so that there is no gap between theory and case. Documentation of comprehensive midwifery care has been carried out in accordance with SOAP management. The author hopes that comprehensive midwifery care with continuity of care (COC) reports can help reduce maternal and neonatal mortality rates in Indonesia, especially in Semarang Regency.   Abstrak Masih tingginya Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi membutuhkan asuhan berkesinambungan (Continuity Of Care) yang berkualitas mulai dari hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir dan KB. Metode yang digunakan dalam asuhan berkesinambungan pada Ny. K mulai dari asuhan hamil, bersalin, nifas, asuhan bayi baru lahir dan KB adalah metode deskriptif. Jenis laporan tugas akhir yang digunakan adalah studi kasus (Case Study). Dalam waktu November 2024 – Maret 2025. Teknik pengambilan dengan wawancara dan observasi. Pengumpulan data subjektif Ny.U mulai dari hamil, bersalin, bayi baru lahir, neonatus dan masa nifas telah dilaksanakan dan tidak terdapat kesenjangan antara teori dengan kasus. Pengkajian data objektif Ny.U mulai dari hamil, persalinan, bayi baru lahir, neonatus dan masa nifas dan KB telah dilaksanakan tidak terdapat kesenjangan antara teori dan kasus. Analisa data yang didapatkan sesuai dengan asuhan yang diberikan sehingga bisa dijadikan sebagai penegak diagnosa. Sehingga tidak ditemukan adanya kesenjangan. Penatalaksanaan asuhan kebidanan komprehensif telah dilakukan sesuai dengan kebutuhan Ny.U sehingga tidak ditemukan adanya kesenjangan antara teori dan kasus. Pendokumentasian asuhan kebidanan komprehensif telah dilaksanakan sesuai dengan manajemen SOAP. Harapan penulis asuhan kebidanan komprehensif dengan laporan continuity of care (coc) ini dapat membantu menurunkan angka AKI dan AKB di Indonesia khusunya Kabupaten Semarang.
Asuhan Kebidanan Komunitas pada Ibu Hamil Trimester III dengan Nyeri Punggung di Sumogawe Getasan Arlinda Novela Dewi; Eti Salafas; Christia Estiningtyas; Munawaroh; Tyas Pujiana, Ratna; Ratri Widiyati; Yohana Elika Pilihanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The third trimester of pregnancy often causes discomfort in the back of the body, causing pain in the back. This pain is caused by the increased weight of the baby in the womb which can affect body posture, causing pressure on the spine. Back pain that is not resolved will cause problems during pregnancy, namely anxiety in pregnant women. Pregnant women's knowledge plays an important role in reducing anxiety about pregnancy problems. Health education about Effleurage Massage is really needed by pregnant women to deal with back pain. The problem is that 5 (72%) pregnant women in Sumogawe Getasan village experience back pain and have not received information regarding complaints Implementation: The Community Service Team offers solutions to complaints of back pain in pregnant women in the third trimester by providing effluent massage education. Evaluation by interviewing the level of pain after Effleurage Massage. The evaluation results showed an increase in knowledge and a decrease in pain levels, namely 100% of pregnant women with mild pain. Conclusion, outreach activities regarding Massage Effleurage as an effort to reduce back pain and discomfort independently in pregnant women, especially in the third trimester.   Abstrak Kehamilan trimester tiga sering memunculkan ketidaknyamanan pada tubuh belakang sehingga menyebabkan nyeri pada bagian punggung. Nyeri ini disebabkan meningkatnya beban berat dari bayi dalam kandungan yang dapat mempengaruhi postur tubuh sehingga menyebabkan tekanan ke arah tulang belakang. Nyeri punggung yang tidak teratasi akan menimbulkan masalah pada kehamilan yaitu kecemasan pada ibu hamil. Pengetahuan ibu hamil berperan penting dalam mengurangi kecemasan terhadap masalah kehamilan.Pendidikan kesehatan tentang Massage Effleurage sangat dibutuhkan oleh ibu hamil untuk mengatasi nyeri punggung. Permasalahan ibu hamil sebanyak 5 (72%) di desa Sumogawe Getasan mengalami nyeri punggung dan belum mendapatkan informasi terkait keluahan. Pelaksanaanya Tim pengabdian Masyarakat menawarkan Solusi terhadap keluhan nyeri punggung ibu hamil Trimester III dengan melakukan edukasi massage efflurage. Evaluasi dengan wawancara tingkat nyeri setelah dilakukan Massage Effleurage. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan dan  penurunan tingkat nyeri yaitu 100% ibu hamil dengan nyeri ringan. Kesimpulan,kegiatan penyuluhan tentang Massage Effleurage sebagai upaya mengurangi nyeri punggung dan ketidaknyamanan secara mandiri pada ibu hamil khususnya trimester tiga.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny.K Umur 32 Tahun G3P2A0 dengan Pijat Oksitosin pada Masa Nifas di UPTD Puskesmas Tuntang Siti Soimi; Isri Nasifah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The still high Maternal Mortality Rate and Infant Mortality Rate require quality continuous care (Continuity Of Care) starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns and family planning. The presentation of babies who receive exclusive breastfeeding is 61.33%, still below the government's target of 80%. Oxytocin massage is a massage on the mother's back that can stimulate the hormone oxytocin which functions as a hormone that forms breast milk. The method used in continuous care for Mrs. K starting from pregnancy care, childbirth, postpartum, newborn care and family planning is a descriptive method. The type of final assignment report used is a case study. In November 2024 - February 2025. The collection technique was by interview and observation. The collection of subjective data from Mrs. K starting from pregnancy, childbirth, newborns, neonates and the postpartum period has been carried out and there is no gap between theory and case. The assessment of objective data from Mrs. K starting from pregnancy, childbirth, newborns, neonates and the postpartum period and family planning has been carried out, there is no gap between theory and case. The analysis of the data obtained is in accordance with the care provided so that it can be used as a diagnosis. So that no gaps were found. The implementation of comprehensive midwifery care has been carried out according to Mrs. D's needs so that there is no gap between theory and case. Documentation of comprehensive midwifery care has been carried out in accordance with SOAP management. The author hopes that comprehensive midwifery care with continuity of care (COC) reports can help reduce maternal and neonatal mortality rates in Indonesia, especially in Semarang Regency.   Abstrak Masih tingginya Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi membutuhkan asuhan berkesinambungan (Continuity Of Care) yang berkualitas mulai dari hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir dan KB. Presentasi bayi yang mendapat ASI Eksklusif 61.33% masih dibawah target pemerintah yaitu 80%. Pijat oksitosin adalah pijatan di daerah punggung ibu yang dapat merangsang hormon oksitosin yang berfungsi sebagai hormon pembentuk ASI. Metode yang digunakan dalam asuhan berkesinambungan pada Ny. K mulai dari asuhan hamil, bersalin, nifas, asuhan bayi baru lahir dan KB adalah metode deskriptif. Jenis laporan tugas akhir yang digunakan adalah studi kasus (Case Study). Dalam waktu November 2024 – Februari 2025. Teknik pengambilan dengan wawancara dan observasi. Pengumpulan data subjektif Ny.K mulai dari hamil, bersalin, bayi baru lahir, neonatus dan masa nifas telah dilaksanakan dan tidak terdapat kesenjangan antara teori dengan kasus. Pengkajian data objektif Ny.K mulai dari hamil, persalinan, bayi baru lahir, neonatus dan masa nifas dan KB telah dilaksanakan tidak terdapat kesenjangan antara teori dan kasus. Analisa data yang didapatkan sesuai dengan asuhan yang diberikan sehingga bisa dijadikan sebagai penegak diagnosa. Sehingga tidak ditemukan adanya kesenjangan. Penatalaksanaan asuhan kebidanan komprehensif telah dilakukan sesuai dengan kebutuhan Ny.K sehingga tidak ditemukan adanya kesenjangan antara teori dan kasus. Pendokumentasian asuhan kebidanan komprehensif telah dilaksanakan sesuai dengan manajemen SOAP. Penulis berharap asuhan kebidanan komprehensif dengan laporan continuity of care (coc) ini dapat membantu menurunkan angka AKI dan AKB di Indonesia khusunya Kabupaten Semarang
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. A Umur 27 Tahun G2P1A0 di Puskesmas Sokorejo Ari Haryanti; Risma Aliviani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care in midwifery is a series of continuous and   comprehensive   service   activities   ranging   from pregnancy, childbirth, postpartum, newborn services and family planning  services that connect women's  health needs, especially and the personal circumstances of each individual. Comprehensive care is an examination that is carried            out in complete with simple laboratory examinations and counseling. Comprehensive midwifery care includes places for continuous examination activities, including pregnancy midwifery care, childbirth midwifery care, postpartum midwifery care and newborn midwifery care and birth control acceptors. Pregnancy care prioritizes continuity of care is very important for women to get services from the same professional or from a  small  team  of  professionals,  because  that  way  the development of their condition will be monitored at all times  and  they  will  also  become  trusting  and  open because they feel that they already know the caregiver. The type of research used is descriptive, with a case study (Case Study), the sample used is Mrs. A. After taking care of her, she has provided comprehensive obstetric care starting from pregnant women, childbirth, postpartum, babies and the results are normal pregnancy, normal childbirth, normal babies, and up to family planning. There  is  no  gap  between  theory  and  case  in  the Comprehensive Midwifery Care for Mrs.A and By.Mrs. A in Sokorejo Healt Care.   Abstrak Continuity of care dalam kebidanan adalah serangkaian kegiatan pelayanan yang berkelanjutan dan menyeluruh mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, pelayanan bayi baru lahir serta pelayanan keluarga berencana yang menghubungkan kebutuhan kesehatan perempuan khususnya dan keadaan pribadi setiap individu. Asuhan komprehensif merupakan suatu pemeriksaan yang dilakukan secara lengkap dengan adanya pemeriksaan 45 laboratorium sederhana        dan konseling. Asuhan kebidanan komprehensif mencakup tempat kegiatan pemeriksaan berkesinambungan diantaranya adalah asuhan kebidanan kehamilan, asuhan kebidanan persalinan, asuhan  kebidanan  masa  nifas  dan  asuhan kebidanan bayi baru lahir serta akseptor KB. Asuhan kehamilan mengutamakan kesinambungan pelayanan (continuity of  care) sangat penting buat wanita untuk mendapatkan pelayanan dari seorang profesional yang sama atau dari satu team kecil tenaga profesional, sebab dengan begitu maka perkembangan kondisi mereka setiap saat  akan  terpantau  dengan  baik  selain  juga  mereka menjadi   percaya  dan  terbuka  karena  merasa  sudah mengenal  si   pemberi  asuhan.  Jenis  penelitian  yang digunakan  yaitu   deskriptif,  dengan  pendekatan  studi kasus (Case Study). Sampel yang digunakan adalah Ny. A. Setelah melakukan asuhan telah memberikan asuhan kebidanan secara  Komprehensif mulai dari Ibu Hamil, Bersalin, Nifas, Bayi dan hasilnya hamil dengan normal, bersalin dengan normal, bayi dengan normal, dan sampai dengan KB. Tidak terdapat kesenjangan antara teori dan kasus pada Asuhan Komprehensif kebidanan pada Ny.A dan By.Ny. A di Puskesmas Sokorejo.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny. F Umur 25 Tahun, G1P0A0 di Puskesmas Kajen I Kabupaten Pekalongan Nur Chasanah; Wahyu Kristiningrum
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuous care is part of Midwifery care practice which is a service through a continuous service model for women during pregnancy, childbirth and postpartum. Because all women are at risk of experiencing complications during the prenatal, natal, and postnatal periods. Continuous care carried out by midwives provides services based on the same evidence to women. Continuous obstetric care is midwifery care carried out starting from Antenatal Care (ANC), Intranatal Care (INC), Postnatal Care (PNC), Newborn (BBL) and Family Planning continuously to patients. Mrs. F is 25 years old, G1P0A0 at the Kajen I Health Center, Pekalongan Regency. During the ANC visit at 37 years of pregnancy, counseling was given on nutritional fulfillment, rest patterns, childbirth preparation, administration of blood tablets and pregnancy exercises. Mrs. F, 25 years old, G1P0A0 came to the health center with complaints of abdominal tightness, mucus discharge. Mrs. F experienced labor pain in the first stage of the active phase before being given intervention in the form of warm water foot soaks and lavender aromatherapy of 7 and after being given intervention of 5. This indicates that there is a decrease in labor pain in the first stage of the active phase. Labor can cause pain and if left untreated can have an impact on the mother and her baby. Labor pain requires pain management that needs to be given to prevent complications in labor such as prolonged labor. Labor pain management can be done by soaking warm water feet and lavender aromatherapy. This research method uses a case study with a descriptive plan. The research subjects are mothers in labor. The instruments used are pain observation sheets using the Face Pain Rating Scale, lavender essential oil, water, diffuser, warm water, bucket, pathograph sheet, SOP for giving warm water compresses and lavender aromatherapy. The results of the study showed that labor pain in the first stage of the active phase decreased significantly after the administration of warm water foot soaks and lavender aromatherapy. Non-pharmacological management is useful for reducing labor pain and preventing the impact of untreated pain on the mother and baby. The conclusion obtained is that the administration of warm water foot soaks has an effect on reducing labor pain in the first stage of the active phase. Midwifery care for postpartum mothers is adjusted to the care plan that has been prepared and carried out comprehensively, effectively, efficiently and safely based on evidence based on the mother and/or family in the form of promotive, preventive, curative and rehabilitative efforts. Implementation of midwifery care during the postpartum period, is: Conducting examinations of vital signs, uterine fundal height, lochia and other vaginal fluids and breasts, providing IEC regarding nutritional needs, elimination, personal hygiene, rest, early mobilization and activity, sexual, postpartum gymnastics, exclusive breastfeeding, Implementation of midwifery care for newborns is adjusted to the care plan that has been prepared and carried out comprehensively, effectively, efficiently and safely based on evidence based on the baby, including the midwifery care plan carried out on neonates is to ensure the baby stays warm and gets exclusive breastfeeding, maintain skin contact between mother and baby, cover the baby's head with a warm hat, provide health education to the mother and/or family related to the baby's problems experienced and make referrals according to the guidelines. KB Midwifery Care for Mrs. F Currently, the mother has decided to use injectable contraception, so that it does not interfere with the implementation of IMD and breastfeeding during the baby's age of 0 to 6 months.   Abstrak Pelayanan berkesinambungan bagian dari praktik pelayanan Kebidanan merupakan pelayanan melalui model pelayanan berkelanjutan bagi wanita selama masa kehamilan, persalinan dan nifas. Karena semua wanita berisiko mengalami komplikasi selama masa prenatal, natal, dan pasca natal. Pelayanan berkelanjutan yang dilakukan oleh bidan memberikan pelayanan berdasarkan bukti-bukti yang sama kepada wanita. Asuhan obstetrik berkelanjutan merupakan asuhan kebidanan yang dilakukan mulai dari Antenatal Care (ANC), Intranatal Care (INC), Postnatal Care (PNC), Newborn (BBL) dan Keluarga Berencana secara berkesinambungan kepada pasien. Ny. F berusia 25 tahun, G1P0A0 di Puskesmas Kajen I, Kabupaten Pekalongan. Pada kunjungan ANC di usia kehamilan 37 tahun diberikan konseling tentang pemenuhan gizi, pola istirahat, persiapan persalinan, pemberian tablet darah dan senam hamil. Ny. F umur 25 tahun, G1P0A0 datang ke puskesmas dengan keluhan perut kenceng-kenceng, keluar lendir. Ny. F mengalami nyeri persalinan pada kala I fase aktif sebelum diberikan intervensi berupa rendaman kaki air hangat dan aromaterapi lavender sebesar 7 dan sesudah diberikan intervensi sebesar 5. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi penurunan nyeri persalinan kala I fase aktif. Persalinan dapat menimbulkan nyeri dan jika tidak ditangani menimbulkan dampak bagi ibu dan bayinya. Nyeri persalinan memerlukan penatalaksanaan nyeri yang perlu diberikan untuk mencegah komplikasi pada persalinan seperti partus lama. Penatalaksanaan nyeri persalinan dapat dilakukan dengan rendam kaki air hangat dan aromaterapi lavender. Metode Penelitian ini menggunakan studi kasus dengan rencana deskriptif. Subyek penelitian yaitu ibu bersalin. Instrumen menggunakan lembar observasi nyeri menggunakan Face Pain Rating Scale, esensial oil lavender, air, diffuser, air hangat, ember, lembar patograf, SOP pemberian kompres air hangat dan aromaterapi lavender. Hasil penelitian nyeri persalinan kala I fase aktif mengalami penurunan secara signifikan setelah pemberian rendam kaki air hangat dan aromaterapi lavender. Penatalaksanaan non farmakologi bermanfaat untuk mengurangi nyeri persalinan dan mencegah dampak nyeri yang tidak tertangani pada ibu dan bayi. Simpulan yang didapat pemberian rendam kaki air hangat berpengaruh terhadap penurunan nyeri persalinan kala I fase aktif. Asuhan kebidanan pada ibu nifas disesuaikan dengan rencana pengasuhan yang telah disusun dan dilakukan secara komprehensif, efektif, efisien dan aman berdasarkan bukti berdasarkan ibu dan atau keluarga dalam bentuk upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Pelaksanaan pengasuhan kebidanan pada masa nifas, adalah: Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri, lokhea dan cairan pervaginam lainnya serta payudara, memberikan KIE mengenai kebutuhan nutrisi, eliminasi, kebersihan diri, istirahat, mobilisasi dini dan aktivitas, seksual, senam nifas, ASI eksklusif, Pelaksanaan pengasuhan kebidanan pada bayi baru lahir disesuaikan dengan rencana pengasuhan yang telah disusun dan dilakukan secara komprehensif, efektif, efisien dan aman berdasarkan bukti-bukti berdasarkan kepada bayi, meliputi rencana pengasuhan kebidanan yang dilakukan pada neonatus adalah memastikan bayi tetap hangat dan mendapat ASI eksklusif, menjaga kontak kulit antara ibu dan bayi, menutupi kepala bayi dengan topi yang hangat, memberikan pendidikan kesehatan pada ibu dan atau keluarga terkait dengan permasalahan bayi yang dialami serta melakukan rujukan sesuai pedoman. Asuhan Kebidanan KB pada Ny. F Saat ini ibu sudah memutuskan untuk menggunakan kontrasepsi KB suntik, agar tidak mengganggu dalam menjalankan IMD dan ASI selama usia bayi 0 sampai 6 bulan.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care Ny. D Umur 30 Tahun G2P1A0 dengan Riwayat SC di Desa Karanggondang Kecamatan Pabelan Estiningtyas, Christia; Risma Aliviani Putri
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant mortality rates are one of the indicators to measure the health status of a country. Early detection efforts to overcome morbidity and mortality of mothers, infants and toddlers can be carried out with one of them, namely continuous care or Continuity Of Care (COC) which starts from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, to family planning. Pregnancy accompanied by a history of surgery or cesarean section in previous deliveries has a high risk, therefore it is advisable to carry out regular ANC examinations with special supervision. This is expected to be able to detect early the risk of complications in pregnancy. The purpose of this study was to provide midwifery care to Mrs. D aged 30 years G2P1A0 With a history of comprehensive CS starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns and family planning. The method used was a case study. The research instrument used a descriptive approach method and was documented in the form of SOAP. In this care, the author collected data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and bibliography studies. This study was conducted on November 25, 2024-May 29, 2025. From the results of the provision of pregnancy care, a problem was found, namely the mother experienced discomfort in the second trimester of pregnancy, namely nausea, so Acupressure care was given at point P6 (Nei Guan) to reduce her nausea. During the CS delivery process, everything went normally without complications and Mrs. D was allowed to go home on the 3rd day. In newborn care, all examinations were found to be within normal limits, SHK and PJB Screening were carried out and HB0 immunization was given. In postpartum care, a problem was found with the mother complaining of pain in the post-CS wound, so deep breathing relaxation techniques were given. While in family planning care, Mrs. D decided to use an IUD. It is hoped that health workers will be more proactive in providing education to mothers and families regarding pregnancy care, preparation for childbirth, postpartum care, newborns and family planning.   Abstrak Angka  kematian  ibu  dan  bayi  merupakan  salah  satu indikator  untuk  mengukur  derajat  kesehatan  bagi  suatu negara.  Kegiatan  upaya  deteksi  dini  untuk  mengatasi kesakitan  maupun  kematian  baik  ibu,  bayi  dan  balita tersebut  dapat  dilakukan  dengan  salah  satunya  yaitu asuhan  berkelanjutan  atau  Continuity  Of Care    (COC)   yang    dimulai    dari   masa    kehamilan, persalinan,  nifas,  bayi  baru  lahir,  sampai  dengan  KB. Kehamilan yang disertai riwayat pembedahan atau sectio caesaria pada persalinan sebelumnya memiliki resiko yang tinggi, oleh karena itu disarankan untuk melakukan pemeriksaan ANC secara teratur dengan pengawasan khusus. Hal ini di harapkan agar dapat mendeteksi dini terjadinya resiko komplikasi pada kehamilan.Tujuan   penelitian   ini   mampu   memberikan   asuhan kebidanan  pada  Ny.  D umur 30 tahun G2P1A0 Dengan Riwayat SC secara  komprehensif  mulai  dari kehamilan,  bersalin,  nifas,  bayi baru lahir dan KB. Metode yang  digunakan  adalah  case  study.  Instrumen  penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk   SOAP.Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang,  studi  dokumentasi  dan  studi  daftar  pustaka. Penelitian  ini  dilakukan  pada  bulan 25 November 2024-29 Mei 2025. Dari   hasil   pemberian   asuhan   kehamilan   ditemukan masalah yaitu ibu mengalami ketidaknyamanan kehamilan trimester II yaitu mual sehingga diberikan asuhan Akupresure pada titik P6 (Nei Guan) untuk mengurangi mualnya. Selama proses persalinan SC semua berjalan normal tidak ada komplikasi dan Ny. D diperbolehkan pulang pada hari ke 3. Pada  asuhan  bayi  baru  lahir  didapatkan  semua pemeriksaan  dalam batas normal, dilakukan SHK dan Skrining PJB serta pemberian imunisasi HB0. Pada asuhan masa nifas ditemukan masalah ibu mengeluh nyeri pada luka post SC, sehingga diberikan teknik relaksasi nafas dalam. Sedangkan  pada  asuhan  KB  Ny.  D  memutuskan  untuk menggunakan  KB  AKDR yaitu IUD. Diharapkan   tenaga   kesehatan   lebih   proaktif   dalam memberikan  edukasi  kepada  ibu  dan  keluarga  terkait perawatan  kehamilan,  persiapan  persalinan,  perawatan masa nifas, bayi baru lahir dan KB.
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care pada Ny “R” Usia 36 Tahun di RSUD dr H jusuf SK Haerani; Vistra Veftisia
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant mortality rates are one of the indicators to measure the degree of health for a country. Early detection efforts to overcome pain and death for both mothers, babies and toddlers can be carried out with one of them, namely the implementation of continuous care or Continuity of Care (COC) starting from pregnancy, childbirth, postpartum time, newborns, to birth control. The purpose of this research is to be able to provide comprehensive obstetric care to Mrs. R starting from pregnancy, childbirth, postpartum care, neonatal and family planning. The type of descriptive research used is a case study, the research instrument uses a descriptive approach method and is documented in the form of SOAP. In this upbringing, the author collects data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and bibliography studies. This research was conducted in December – May 2025. From the results of providing pregnancy care, problems were found, namely the mother experienced discomfort in the third trimester of pregnancy, namely low back pain and was given mechanical body care and preasure counts. During childbirth there were no problems, the mother was given care in accordance with the 60-step APN In postpartum care, no problems were found. In the care of newborns, all were found within normal limits, a SHK examination was carried out. Meanwhile, in the care of family planning, Mrs. R decided to use a long-term contraceptive method, namely IUD.   Abstrak Angka kematian ibu dan bayi merupakan salah satu indikator untuk mengukur derajat kesehatan bagi suatu negara. Kegiatan upaya deteksi dini untuk mengatasi kesakitan maupun kematian baik ibu, bayi dan balita tersebut dapat dilakukan dengan salah satunya yaitu implementasi asuhan berkelanjutan atau Continuity Of Care (COC) yang dimulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, sampai dengan KB. Tujuan penelitian ini mampu memberikan asuhan kebidanan pada Ny. R secara komprehensif mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, neonatus dan KB. jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi kasus (case study), Instrumen penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember – Mei 2025. Dari hasil pemberian asuhan kehamilan ditemukan masalah yaitu ibu mengalami ketidaknyamana kehamilan trimester III yaitu nyeri pinggang dan diberikan asuhan body mekanik dan countur preasure . Selama persalinan tidak ada masalah, ibu diberikan asuhan sesuai dengan APN 60 langkah Pada asuhan nifas tidak ditemukan masalah. Pada asuhan bayi baru lahir didapatkan semua dalam batas normal, dilakukan pemeriksaan SHK. Sedangkan pada asuhan KB Ny. R memutuskan untuk menggunakan metode kontrasepsi jangka panjang yaitu IUD.