cover
Contact Name
Ida Sofiyanti
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
library@unw.ac.id
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional dan Call For Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo
ISSN : 29617340     EISSN : 29622913     DOI : -
Core Subject : Health,
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo merupakan jurnal prosiding open access, diterbitkan oleh Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Prodi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo, dimana terdiri dari hasil penelitian pada bidang Kebidanan. semua artikel yang akan diterbitkan melalui proses editor yang direview oleh dua reviewer secara double-blind review process. Dewan redaksi menerima artikel : (1) Theoretical articles; (2) Empirical studies; (3) Case studies; (4) Literature Review .
Articles 773 Documents
Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny “A” Usia 24 Tahun di PMB Laeli Fauziyah , S.Keb Desa Medayu Kecamatan Suruh Shinta Lutfiani; Heni Setyowati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) are key indicators used to measure the level of public health in a country. In Semarang, the leading causes of maternal death are hemorrhage and preeclampsia/eclampsia, while infant mortality is primarily caused by Low Birth Weight (LBW), asphyxia, and congenital abnormalities. One strategic effort to reduce these rates is the implementation of integrated and continuous midwifery care, known as Continuity of Care (CoC), from pregnancy to family planning. This study aims to provide comprehensive midwifery care for Mrs. A using a descriptive case study approach conducted at Laeli Fauziyah Midwifery Clinic (PMB Laeli Fauziyah, S.Keb), Suruh Sub-district, Semarang Regency, from December 2024 to May 2025. The subject of the study was Mrs. A (G2P1A0) at 38 weeks of gestation during the initial visit. Data were collected through direct observation, structured interviews, and documentation using a midwifery assessment format. The care provided included antenatal care in the third trimester, normal vaginal delivery with complementary counterpressure therapy, newborn care at 1 hour, 1 day, and 6 days postpartum, and postpartum care at 6 hours, 6 days, and 14 days using oxytocin massage therapy to support breastfeeding. Family planning services were provided using the implant contraceptive method, chosen based on the mother's condition and clinical indications. The results showed that the entire care process was in accordance with midwifery service standards, and no discrepancies were found between theory and practice. This case study highlights the importance of CoC in improving the quality of maternal and neonatal services, contributing to efforts in reducing MMR and IMR in Indonesia.   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator penting dalam mengukur tingkat derajat kesehatan masyarakat di suatu negara. Berdasarkan data lokal, penyebab utama AKI di wilayah Semarang adalah perdarahan dan preeklamsia/eklampsia, sedangkan AKB banyak disebabkan oleh Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), asfiksia, dan kelainan kongenital. Salah satu upaya strategis untuk menekan angka kejadian tersebut adalah dengan menerapkan asuhan kebidanan secara berkesinambungan atau Continuity of Care (CoC) yang terintegrasi sejak masa kehamilan hingga keluarga berencana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengimplementasikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. A menggunakan desain studi kasus (case study) yang dilaksanakan di PMB Laeli Fauziyah,  S.Keb, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, pada Desember 2024 hingga Mei 2025. Subjek adalah Ny. A (G2P1A0) dengan usia kehamilan 38 minggu pada saat kunjungan pertama. Teknik pengumpulan data meliputi observasi langsung, wawancara terstruktur, dan dokumentasi format pengkajian data SOAP. Asuhan kebidanan diberikan meliputi kehamilan trimester III, persalinan normal dengan terapi komplementer counterpressure, asuhan bayi baru lahir pada 1 jam, 1 hari, dan 6 hari, serta masa nifas pada 6 jam, 6 hari, dan 14 hari dengan memberikan terapi komplementer  pijat oksitosin untuk mendukung kelancaran laktasi. Asuhan keluarga berencana diberikan dengan metode kontrasepsi implan yang sesuai dengan kondisi ibu dan indikasi klinis. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa seluruh asuhan telah dilakukan sesuai standar pelayanan kebidanan dan tidak ditemukan adanya kesenjangan antara teori dan praktik di lapangan. Studi ini menunjukkan pentingnya pendekatan CoC dalam meningkatkan kualitas pelayanan maternal dan neonatal untuk menekan AKI dan AKB di Indonesia
Edukasi Akupresur dalam Mengurangi Nyeri Haid pada Remaja Putri di Desa Cenang Kabupaten Brebes Eka Setyawati; Ernawati; Endang Rahayu; Sari Kusmiati; Yesinta Mona Agustin; Hapsari Windayanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dysmenorrhea is a common menstrual disorder among adolescent girls that significantly impacts daily activities and quality of life. In Cenang Village, Brebes, most adolescents rely solely on painkillers without knowledge of non-pharmacological alternatives such as acupressure. This community service activity aimed to improve adolescents’ knowledge and skills in managing menstrual pain through acupressure techniques. A pre-experimental design with one group pretest-posttest was used, involving 30 girls aged 10–14 years. The intervention included health education and hands-on training in acupressure on specific points (LI4, SP6, PC6, and LR3). The evaluation showed a significant improvement in knowledge, from 23.3% categorized as good in the pretest to 73.3% in the posttest. The educational session was delivered through participatory and contextual methods aligned with active learning and Notoatmodjo’s theory of health promotion. The program also shifted adolescents' attitudes towards safer pain management and fostered collaboration between local health cadres, midwives, and youth. This activity proved effective and feasible to replicate in other adolescent health services (Posyandu Remaja) to enhance reproductive health literacy and self-management in rural youth communities communities. By empowering adolescents with knowledge and skills related to reproductive health, the programme not only improved their understanding but also encouraged them to take an active role in their health decisions, ultimately contributing to healthier futures for themselves and their peers.   Abstrak Dismenore merupakan salah satu gangguan menstruasi yang umum dialami remaja putri dan berdampak pada aktivitas harian serta kualitas hidup. Di Desa Cenang, Brebes, sebagian besar remaja hanya mengandalkan obat pereda nyeri tanpa pengetahuan alternatif non-farmakologis seperti akupresur. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja dalam mengelola nyeri haid melalui teknik akupresur. Metode yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan desain one group pretest-posttest, melibatkan 30 remaja putri usia 10–14 tahun. Intervensi dilakukan melalui edukasi dan pelatihan langsung teknik akupresur pada titik LI4, SP6, PC6, dan LR3. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan, dari 23,3% kategori baik pada pretest menjadi 73,3% setelah posttest. Edukasi ini dilakukan secara partisipatif dan kontekstual, sesuai dengan pendekatan pembelajaran aktif dan teori promosi kesehatan menurut Notoatmodjo. Kegiatan juga berdampak pada perubahan sikap remaja terhadap penanganan nyeri haid serta membangun kolaborasi antara kader, bidan, dan remaja. Program ini terbukti efektif, aplikatif, dan layak direplikasi di posyandu remaja lainnya untuk meningkatkan pemberdayaan dan kemandirian remaja putri dalam menjaga kesehatan reproduksinya.
Studi Kasus : Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny “A” Usia 31 Tahun G4P3A0 dengan Faktor Resiko Riwayat Operasi Sectio Caesar (SC) Herawati, Fitria; Luvi Dian Afriyani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant mortality rates are one of the indicators to measure the health status of a country. Early detection efforts to overcome morbidity and mortality for mothers, infants and toddlers can be carried out by implementing continuous care or Continuity Of Care (COC) starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, to family planning. The purpose of this study is to provide comprehensive and continuous midwifery care to Mrs. A starting from pregnancy, childbirth, postpartum, neonates and family planning. The type of descriptive research used is a case study, the research instrument uses a descriptive approach method and is documented in the form of SOAP. In this care, the author collects data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and bibliography studies. This study was conducted in February-April 2025. From the results of the provision of pregnancy care, the mother complained of frequent urination and back pain, BL 23 acupressure care was given to reduce back pain. The delivery process was by CS on the indication of a history of CS. In the second postpartum care visit, sore nipples were found and the mother was given breast care. In newborn care, everything was found to be within normal limits, the baby was given 1 mg of vitamin K care, hepatitis B0 immunization and SHK examination. While in family planning care, Mrs. A used a stable family planning method, namely MOW.   Abstrak Angka kematian ibu dan bayi merupakan salah satu indikator untuk mengukur derajat kesehatan bagi suatu negara. Kegiatan upaya deteksi dini untuk mengatasi kesakitan maupun kematian baik ibu, bayi dan balita tersebut dapat dilakukan dengan salah satunya yaitu implementasi asuhan berkelanjutan atau Continuity Of Care (COC) yang dimulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, sampai dengan KB. Tujuan penelitian ini mampu memberikan asuhan kebidanan pada Ny. A secara komprehensif dan berkesinambungan mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, neonatus dan KB. jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi kasus (case study), Instrumen penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-April 2025. Dari hasil pemberian asuhan kehamilan, ibu mengeluh sering kencing dan nyeri pinggang, diberikan asuhan akupresure BL 23 untuk mengurangi nyeri pinggang. Proses persalinan secara SC atas indikasi riwayat SC. Pada asuhan nifas kujungan kedua didapatkan putting susu lecet dan ibu diberikan asuhan perawatan payudara. Pada asuhan bayi baru lahir didapatkan semua dalam batas normal, bayi diberikan asuhan vitamik K 1 mg, imunisasi hepattis B0 dan pemeriksaan SHK. Sedangkan pada asuhan KB Ny. A menggunakan KB mantap yaitu MOW.
Pijat Oksitosin untuk Meningkatkan Produksi ASI Alfina Damayanti; Eka Sularsih; Kurnia Pratiwi; Masruroh; Widayati; Puji Catur
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem of insufficient breast milk production in postpartum mothers is very common. This is due to a lack of knowledge among postpartum mothers about oxytocin massage. In addition, hospitals have never conducted education or counselling on oxytocin massage for postpartum mothers to facilitate or increase breast milk production. This community service aims to conduct oxytocin massage activities for postpartum mothers and evaluate their knowledge of oxytocin massage. The objective of this community service is to determine whether there is an increase in postpartum mothers' knowledge of oxytocin massage to address breast milk issues and improve breast milk production after receiving health education or health counselling. The community service method used pre-test, practice, and post-test. The research sample consisted of 20 postpartum mothers at Tidar General Hospital in Magelang City. The community service was conducted in January 2025. The activity was implemented in three stages: problem identification, solution implementation, and evaluation. Based on the results of the pre-test and post-test, it was found that there was an increase in postpartum mothers' knowledge about oxytocin massage to address breastfeeding issues and increase breast milk production after receiving health education or health counselling. Recommendations for the continuation of this activity in the next phase include coordinating with the ward head to provide oxytocin massage training as part of efforts to address low breast milk production more effectively, efficiently, and comprehensively   Abstrak Permasalahan kurangnya produksi ASI pada ibu postpartum sangat sering ditemukan. Hal tersebut dikarenakan kurangnya pengetahuan ibu postpartum tentang pijat oksitosin. Selain itu pelaksanaan edukasi atau penyuluhan tentang pijat oksitosin pada ibu nifas untuk memperlancar atau meningkat produksi ASI belum pernah dilakukan oleh pihak rumah sakit. Pengabdian ini bertujuan untuk melaksanakan kegiatan pijat oksitosin pada ibu post partum dan melakukan evaluasi pengetahuan pijat oksitosin pada ibu postpartum. Tujuan dari pengambdian masyarakat ini apakah terjadi peningkatan pengetahuan ibu post partum tentang pijat oksitosin untuk mengatasi permasalahan ASI dan meningkatkan produksi ASI sesudah diberikan pendidikan kesehatan atau penyuluhan kesehatan. Metode pengabdian masyarakat ini yaitu pre test, praktik dan post tes. Sasaran Penelitian pengabdian ini menggunakan sampel sebayak 20 responden ibu postpartum di RSUD Tidar Kota Magelang. Pengabdian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2025. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan tiga tahap yaitu permasalahn, solusi dan evaluasi. Berdasarkan hasil pre test dan post test menunjukkan hasil bahwa terjadi peningkatan pengetahuan ibu post partum tentang pijat oksitosin untuk mengatasi permasalahan ASI dan meningkatkan produksi ASI sesudah diberikan pendidikan kesehatan atau penyuluhan kesehatan. Saran untuk kelanjutan kegiatan ini pada tahapan berikutnya yaitu dengan mengkoordinasikan dengan kepala ruang untuk dapat memberikan pelatihan pijat oksitosin dalam upaya mengatasi permasalah kurangnya produksi ASI secara lebih efektif, efisien dan menyeluruh.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. F Umur 26 Tahun G1P0A0 di RSUD Kota Salatiga Tyas Pujiana, Ratna; Vistra Veftisia
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant mortality rates are one of the indicators to measure health status for a country. Early detection efforts to overcome morbidity and mortality both mothers, infants and toddlers can be done with one of them, namely the implementation of continuous care or Continuity Of Care (COC) starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, to family planning. The purpose of this study was able to provide midwifery care to Mrs. F comprehensively starting from pregnancy, childbirth, postpartum, neonates and family planning. The type of descriptive research used is a case study, the research instrument uses a descriptive approach method and is documented in the form of SOAP. In this care, the author collected data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and literature studies. This research was conducted in November 2024-May 2025. From the results of providing pregnancy care, a problem was found, namely the mother experienced pregnancy discomfort, including nausea given Acupressure care and low back pain given Eflurrage Massage care. During labor there were no problems, the mother was given care according to APN 60 steps. In postpartum care no problems were found. In newborn care, all were found to be within normal limits, SHK examination was carried out. While in family planning care, Mrs. F decided to use natural contraceptive methods, namely MAL (Metode Amenorhe Lactasi).   Abstrak Angka kematian ibu dan bayi merupakan salah satu indikator untuk mengukur derajat kesehatan bagi suatu negara. Kegiatan upaya deteksi dini untuk mengatasi kesakitan maupun kematian baik ibu, bayi dan balita tersebut dapat dilakukan dengan salah satunya yaitu implementasi asuhan berkelanjutan atau Continuity Of Care (COC) yang dimulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, sampai dengan KB. Tujuan penelitian ini mampu memberikan asuhan kebidanan pada Ny. F secara komprehensif mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, neonatus dan KB. Jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi kasus (case study), Instrumen penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2024-Mei 2025. Dari hasil pemberian asuhan kehamilan ditemukan masalah yaitu ibu mengalami ketidaknyamanan kehamilan antara lain mual diberi asuhan Acupressure dan nyeri pinggang diberikan asuhan Massage Eflurrage. Selama persalinan tidak ada masalah, ibu diberikan asuhan sesuai dengan APN 60 langkah. Pada asuhan nifas tidak ditemukan masalah. Pada asuhan bayi baru lahir didapatkan semua dalam batas normal, dilakukan pemeriksaan SHK. Sedangkan pada asuhan KB Ny. F memutuskan untuk menggunakan metode kontrasepsi alami yaitu MAL (Lactation Amenorhe Method. Setelah  melakukan dan memberikan    asuhan  kebidanan    secara  Komprehensif  mulai  dari  ibu hamil, bersalin, nifas, bayi dan hasilnya hamil dengan normal, bersalin dengan normal,  bayi  dengan  normal,  dan  sampai  dengan  KB. Tidak  terdapat  kesenjangan  antara  teori  dan  kasus  pada Asuhan    Komprehensif    kebidanan    pada    Ny.F  dan By.Ny.F. Bagi bidan dan klien diharapkan agar bisa menerapkan asuhan yang telah diberikan selama kunjungan hamil, nifas, bayi baru lahir dan neonatus sehingga dapat memberikan manfaat kesehatan dan pengetahuan pada ibu dan bayi.
Asuhan Kebidanan pada Ny. M Umur 24 Tahun di PMB Umi Dwi A Umi Dwi Ariyanti; Eti Salafas
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The role of midwives is very important in reducing maternal and child mortality, one of which is through continuous midwifery care. This care includes a "continuity of care" approach from midwives who provide services starting from the preconception period, pregnancy, childbirth, postpartum, to family planning, in accordance with midwifery standards that can be carried out independently, collaboratively, or through referrals. The research design used is descriptive, with a case study approach (Case Study) with documentation using the SOAP method.  The case study was conducted on Mrs. M Age 25 in April to May 2025, the data collection methods using observation, interviews and document studies. Comprehensive midwifery care for pregnant women, namely providing counseling, the mother gave birth spontaneously at 38 weeks of pregnancy at PMB Umi Dwi A. Neonatal visits had no complications. During the postpartum period there were no abnormalities and problems. The mother chose to use 3-month injection contraception.  Continuity Of Care (COC) or continuous midwifery care for Mrs. M can be done and well received by the mother, husband and other family members. The mother and family feel the benefits so that the knowledge of the mother and family increases.   Abstrak Peran bidan sangat penting dalam menurunkan AKI dan AKB, salah satunya melalui asuhan kebidanan berkesinambungan. Asuhan ini mencakup pendekatan "continuity of care" dari bidan yang memberikan layanan mulai dari masa prakonsepsi, kehamilan, persalinan, nifas, hingga KB, sesuai dengan standar kebidanan yang dapat dilakukan secara mandiri, kolaboratif, atau melalui rujukan.  Desain penelitian yang digunakan   yaitu   deskriptif, dengan pendekatan studi kasus  (Case Study) dengan Pendokumentasian dengan metode SOAP.   Studi kasus dilakukan pada Ny. M umur 25 tahun pada bulan April sampai Mei 2025 metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan studi dokumen. Asuhan kebidanan  Komprehensif dari Ibu Hamil yaitu pemberian konseling, Ibu bersalinspontan pada umur kehamilan 38 minggu di PMB Umi Dwi A. Kunjungan neonatal tidak ada komplikasi.  Pada masa nifas tidak ada kelainan dan masalah. Ibu memilih untuk ber KB Suntik 3 bulan. Continuity Of Care (COC) atau asuhan kebidanan berkesinambungan pada Ny. M ini dapat dilakukan dan diterima dengan baik oleh ibu, suami dan anggota keluarga lainnya. Ibu dan keluarga merasakan manfaatnya sehingga pengetahuan ibu dan keluarga semakin bertambah.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny “A” Usia 24 Tahun dengan Anemia Ringan Afifah, Irma; Sari, Kartika
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant mortality rates are one of the indicators to measure the health status of a country. Early detection efforts to overcome morbidity and mortality of mothers, infants and toddlers can be carried out by implementing continuous care or Continuity Of Care (COC) starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, to family planning. The purpose of this study is to provide comprehensive and continuous midwifery care to Mrs. A starting from pregnancy, childbirth, postpartum, neonates and family planning. The type of descriptive research used is a case study, the research instrument uses a descriptive approach method and is documented in the form of SOAP. In this care, the author collects data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and bibliography studies. This study was conducted in December 2024-March 2025. Based on the results of the pregnancy care examination, the mother complained of frequent dizziness, easily tired and lethargic, HB 10.2 gr / dL, was given nutritional education and Fe 1x1, Vit C 2x1 and nutritional education. In the second assessment on February 2, 2025, the gestational age was 37 weeks 2 days HB 11.5 gr / dL. During labor, the mother was given APN and Massage efflurage care to reduce pain in the first stage. In postpartum care, the mother said that breast milk production was low and was given oxytocin massage care. In newborn care, By. Mrs. A was given neo K 1 mg care, Hepatitis B immunization, SHK examination and baby massage. While in family planning care, Mrs. A used a 3-month injection birth control.   Abstrak Angka kematian ibu dan bayi merupakan salah satu indikator untuk mengukur derajat kesehatan bagi suatu negara. Kegiatan upaya deteksi dini untuk mengatasi kesakitan maupun kematian baik ibu, bayi dan balita tersebut dapat dilakukan dengan salah satunya yaitu implementasi asuhan berkelanjutan atau Continuity Of Care (COC) yang dimulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, sampai dengan KB. Tujuan penelitian ini mampu memberikan asuhan kebidanan pada Ny. A secara komprehensif dan berkesinambungan mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, neonatus dan KB. jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi kasus (case study), Instrumen penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2024-Maret 2025. Dasi hasil pemeriksaan asuhan kehamilan, ibu mengeluh sering pusing, mudah Lelah dan lesu, HB 10,2 gr/dL, diberikan asuhan edukasi pola nutrisi dan Fe 1x1, Vit C 2x1 dan edukasi pola nutrisi. Pada pengkajian kedua 2 Februari 2025 usia kehamilan 37 minggu 2 hari HB 11,5 gr/dL. Pada saat persalinan ibu diberikan asuhan APN dan Massage efflurage untuk mengurangi nyeri kala I. Pada asuhan nifas ibu mengatakan produksi ASI sedikit dan diberikan asuhan pijat oksitosin. Pada asuhan bayi baru lahir, By. Ny A diberikan asuhan neo K 1 mg, imunisasi Hepatitis B, pemeriksaan SHK dan pijat bayi. Sedangkan pada asuhan KB Ny. A menggunakan KB suntik 3 bulan.
Peningkatan Pengetahuan Teknik Menyusui yang Benar “AMUBIDA” pada Ibu Menyusui di RS Puri Asih Salatiga Shinta Lutfiani; Alya Fernanda Khairani; Heni Setyowati; Risma Aliviani Putri
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Exclusive breastfeeding plays a vital role in supporting infant growth and stability. Infants who receive exclusive breastfeeding are 1.62 times more likely to grow normally compared to those who do not. In addition, exclusive breastfeeding supports the baby’s development in accordance with their age. Providing exclusive breastfeeding for up to six months contributes to achieving a child's optimal intellectual potential. According to data from the Basic Health Research (Riset Kesehatan Dasar), only 30.2% of infants in Indonesia receive exclusive breastfeeding until the age of six months. At Puri Asih Hospital in Salatiga, many breastfeeding mothers still lack knowledge about proper breastfeeding techniques, leading to delays in initiating breastfeeding for newborns and causing mothers to doubt themselves, often believing that their baby refuses to nurse. The instrument used in this study consisted of pre-test and post-test observation sheets. The method applied was a community service activity focusing on correct breastfeeding techniques using the "AMUBIDA" method. This community service activity was carried out through direct counseling sessions for breastfeeding mothers at Puri Asih Hospital in Salatiga. A total of 25 breastfeeding mothers participated in the activity, which was conducted from February 11 to February 25, 2025. All participants enthusiastically practiced correct breastfeeding techniques using the "AMUBIDA" method. Observations showed that during practice, there were no smacking sounds while the baby nursed, and the mothers did not experience nipple soreness, which aligned with the content of the educational material delivered. From these findings, it can be concluded that counseling accompanied by hands-on training is highly effective in improving the knowledge and skills of breastfeeding mothers. This type of health education intervention is essential to implement more widely, especially in healthcare facilities that have not adopted rooming-in systems or that still face challenges related to formula milk promotion. The success of exclusive breastfeeding requires adequate knowledge, proper skills, and stable maternal psychological conditions. Therefore, training in correct breastfeeding techniques should be an integral part of postpartum care services to increase the coverage of exclusive breastfeeding and ensure optimal infant growth and development.   Abstrak Pemberian ASI Eksklusif memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan dan kestabilan bayi. Bayi yang memperoleh ASI Eksklusif memiliki peluang 1,62 kali lebih besar untuk tumbuh secara normal dibandingkan dengan bayi yang tidak mendapat ASI Eksklusif. Selain itu, ASI Eksklusif juga turut mendukung perkembangan bayi sesuai usianya. Pemberian ASI secara eksklusif hingga usia 6 bulan berkontribusi terhadap pencapaian potensi kecerdasan anak secara optimal. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar, hanya 30,2% bayi di Indonesia yang menerima ASI Eksklusif hingga usia 6 bulan. Di RS Puri Asih Salatiga, masih banyak ibu menyusui yang belum memahami teknik menyusui yang tepat, sehingga pemberian ASI pada bayi baru lahir (BBL) menjadi tertunda dan membuat ibu merasa ragu karena mengira bayinya tidak mau menyusu. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi pre dan post test. Metode yang dilakukan yaitu pengabdian masyarakat terkait teknik menyusui yang benar dengan menggunakan metode “AMUBIDA”. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan melalui penyuluhan langsung kepada para ibu menyusui di RS Puri Asih Salatiga. Kegiatan ini diikuti oleh 25 ibu menyusui di RS Puri Asih Salatiga yang dilaksanakan pada tanggal 11-25 Februari 2025, seluruh peserta dengan antusias mempraktikkan teknik menyusui yang benar menggunakan metode "AMUBIDA" dan dilihat dari cara mempraktikannya tidak terdengar suara seperti mengecap saat bayi menyusu serta pasien tidak mengalami puting lecet hal ini sesuai dengan materi yang telah disampaikan. Dari temuan ini dapat disimpulkan bahwa penyuluhan yang disertai pelatihan langsung sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan ibu menyusui. Intervensi berbasis edukasi kesehatan ini penting untuk diterapkan secara luas, terutama di fasilitas pelayanan kesehatan yang belum memberlakukan rawat gabung atau yang masih menghadapi kendala promosi susu formula. Keberhasilan menyusui secara eksklusif memerlukan dukungan pengetahuan, keterampilan, serta kondisi psikologis ibu yang stabil. Oleh karena itu, pelatihan teknik menyusui yang benar perlu menjadi bagian integral dari layanan pasca-persalinan guna meningkatkan cakupan ASI Eksklusif dan memastikan tumbuh kembang bayi secara optimal.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny ”Y” Umur 32 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas X Regita, Anissa; Heni Hirawati Pranoto
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of Care (CoC) is a comprehensive midwifery approach covering pregnancy, childbirth, postpartum, newborn care, and family planning, playing a vital role in reducing maternal and infant mortality rates. This study aims to describe the comprehensive midwifery care provided to Mrs. Y, 32 years old, in the working area of X Public Health Center. The method used was a descriptive case study with a single subject (Mrs. Y G2P1A0). Data were collected through interviews, observations, and physical examinations from November 2024 to April 2025. The results showed that care was provided thoroughly across all reproductive stages. During pregnancy, the complaint of frequent urination was managed with education and fluid regulation. The delivery proceeded normally with appropriate midwifery interventions. In the postpartum period, uterine involution was monitored, and oxytocin massage was given to support breastfeeding. Neonatal care focused on basic needs, early complication detection, and maternal education. The chosen family planning method was an implant, accompanied by thorough counseling. This study concludes that proper implementation of CoC improves the quality of maternal and infant outcomes. No gaps were found between theory and practice in the field. This study is expected to serve as a reference for educational institutions and as a foundation for the author to develop further research in midwifery.   Abstrak Continuity of Care (CoC) merupakan pendekatan pelayanan kebidanan secara menyeluruh mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga keluarga berencana, yang berperan penting dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. Y usia 32 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas X. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan subjek tunggal Ny. Y G2P1A0. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik selama periode November 2024–April 2025. Hasil menunjukkan bahwa asuhan diberikan secara menyeluruh pada setiap tahap kehidupan reproduksi ibu. Pada masa kehamilan, ibu mengalami keluhan BAK sering yang diatasi dengan edukasi dan manajemen cairan. Persalinan berlangsung normal dengan intervensi sesuai standar kebidanan. Pada masa nifas, dilakukan monitoring involusi uterus dan diberikan pijat oksitosin untuk mendukung produksi ASI. Asuhan bayi baru lahir mencakup pemenuhan kebutuhan dasar, deteksi dini komplikasi, serta edukasi ibu. KB yang dipilih adalah implan dengan konseling menyeluruh. Kesimpulan dari studi ini menunjukkan bahwa implementasi CoC secara tepat dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan outcome ibu dan bayi. Studi ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi institusi pendidikan serta dasar bagi penulis dalam mengembangkan penelitian kebidanan lebih lanjut.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. C Umur 22 Tahun G1P0A0 di PKD Desa Keji Alfina Ifada; Yulia Nur Khayati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Midwifery care through Continuity of Care (COC) is a continuous service approach that covers the entire reproductive cycle of women, from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, to family planning. The method of midwifery care at PKD Keji Village is through home visits by providing counseling according to the mother's needs. Midwifery care provided to Mrs. C lasts from pregnancy, childbirth, postpartum, neonates, to family planning with a frequency of 3 pregnancy visits, 4 postpartum visits, and 3 neonates. The method in this study uses data collection methods, namely using interviews, physical examinations, observations with primary and secondary data through the KIA Book, and this study started from November 2024 - May 2025, the research instrument used SOAP documentation. Based on the results of a Comprehensive case study (Continuity Of Care) on Mrs. C from the second trimester of pregnancy, childbirth, postpartum, newborns and neonates. It was found that Mrs. C, 22 years old, G1P0A0, 19 weeks gestation. Mrs. C's delivery took place at the regional hospital, the postpartum period was normal, there was no abnormal bleeding, uterine contractions were good, and complementary therapy of oxytocin massage was given. The newborn baby had normal anthropometric examination results, and Mrs. C decided to use a 3-month injection of contraception. It is expected that the midwife profession in providing continuous midwifery care (continuity of care) will continue to apply midwifery management, maintain and improve competence in providing care in accordance with midwifery service standards.   Abstrak Asuhan kebidanan secara Continuity of Care (COC) merupakan pendekatan pelayanan berkesinambungan yang mencakup seluruh siklus reproduksi wanita, mulai dari kehamilan, persalinan, masa nifas, bayi baru lahir, hingga keluarga berencana. Metode asuhan kebidanan di PKD Desa Keji melalui kunjungan rumah dengan memberikan konseling sesuai dengan kebutuhan ibu. Asuhan kebidanan yang diberikan kepada Ny. C berlangsung dari masa kehamilan, bersalin, nifas, neonatus, sampai KB dengan frekuensi kunjungan hamil sebanyak 3 kali, nifas 4 kali, dan neonatus 3 kali. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data yaitu menggunakan Interview, pemeriksaan fisik, observasi dengan data primer dan sekunder melalui Buku KIA, serta penelitian ini dimulai dari bulan November 2024 - Mei 2025 instrumen penelitian menggunakan dokumentasi SOAP. Berdasarkan hasil studi kasus secara Komprehensif (Continuity Of Care) pada Ny. C dari kehamilan trimester II, persalinan, masa nifas, bayi baru lahir dan neonates. Didapatkan Ny. C umur 22 Tahun G1P0A0 usia kehamilan 19 minggu. Persalinan pada Ny. C berlangsung di RSUD, masa nifas berlangsung normal tidak ada perdarahan yang abnormal, kontraksi uterus baik, dan diberikan terapi komplementer pijat oksitosin. Pada bayi baru lahir hasil pemeriksaan antropometri normal, dan Ny. C memutuskan untuk menggunakan KB suntik 3 bulan. Diharapkan profesi bidan dalam memberikan asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) selanjutnya selalu menerapkan manajemen kebidanan, mempertahankan dan meningkatkan kompetensi dalam memberikan asuhan sesuai dengan standar pelayanan kebidanan.