cover
Contact Name
Fandro Armando Tasijawa
Contact Email
fandrotasidjawa@gmail.com
Phone
+6281247200128
Journal Mail Official
jurnal.kks@gmail.com
Editorial Address
Jln Ot Pattimaipauw RT.003/RW.003 Talake, Kel Wainitu, Nusaniwe, Kota Ambon, Maluku
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Karya Kesehatan Siwalima
ISSN : 28288408     EISSN : 28288181     DOI : https://doi.org/10.54639/kks.v1i1
Core Subject : Health,
Karya Kesehatan Siwalima merupakan jurnal yang dikelola oleh Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku. Karya Kesehatan Siwalima merupakan jurnal yang menerbitkan artikel hasil dari kegiatan Pengabdian pada Masyarakat, atau kegiatan penelitian yang terintegrasi dengan Pengabdian pada Masyarakat. Tema Pengabdian pada Masyarakat dapat bersumber dari program kerja (pendidikan kesehatan, penyuluhan, sosialisasi), dampak suatu program pembangunan atau inovasi, hasil survei, dan eksperimen di bidang kesehatan.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2024): September" : 6 Documents clear
Penguatan Pendidikan Hipertensi Sebagai Pencegahan Penyakit Tidak Menular di Desa Sinarjaya Garut Situmorang, Roganda; Mutiudin, Ade Iwan; Ulfah, Diana; Marlina, Yani; Jayanti, Tri Nur
Karya Kesehatan Siwalima Vol 3, No 2 (2024): September
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v3i2.1389

Abstract

Warga desa merupakan sasaran mendasar pemeliharaan kesehatan masyarakat Indonesia dalam target kesehatan nasional. Informasi ditemukan bahwa kajian situasi warga di wilayah Desa Sirnajaya tertinggi warganya banyak mengalami penyakit tidak menular salah satunya adalah hipertensi. Tujuan kegiatan ini adalah melaksanakan promosi dan preventif kesehatan tentang pemberian pendidikan kesehatan hipertensi pada warga di wilayah Desa Sirnajaya. Metode yang digunakan yaitu pemaparan materi, diskusi dan evaluasi kegiatan. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini terjadi peningkatan pengetahuan warga di wilayah Desa Sirnajaya tentang hipertensi dari kurang baik menjadi baik. Diperlukan sosialisasi secara berkala yang melibatkan banyak masyarakat dan kader serta warga diharapkan mengaplikasikannya dirumah dan melakukan penyebarluasan informasi terkait hipertensi.
Generasi Sehat: Edukasi Mengatasi Masalah Gizi pada Remaja Kota Ambon Soakakone, Minnalia; Wuritimur, Pollan Versilia; Sianturi, Advend Sri Rizki
Karya Kesehatan Siwalima Vol 3, No 2 (2024): September
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v3i2.1317

Abstract

Dalam era modern ini, masalah gizi pada remaja menjadi tantangan serius yang berpotensi mempengaruhi kesehatan dan perkembangan mereka di masa depan. pentingnya edukasi gizi sebagai langkah strategis untuk membangun generasi sehat. Dengan memfokuskan pada pola makan seimbang dan pemahaman tentang kebutuhan gizi, program sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran remaja tentang dampak buruk dari malnutrisi, baik itu kekurangan maupun kelebihan gizi. Melalui pendekatan interaktif dan partisipatif, remaja diajak untuk berperan aktif dalam memilih makanan yang sehat dan mengadopsi gaya hidup yang lebih baik. Hasil dari sosialisasi ini diharapkan dapat mengurangi angka masalah gizi di kalangan remaja, menciptakan individu yang lebih sehat, dan pada akhirnya, membangun generasi yang lebih kuat dan produktif.
Edukasi Rendam Kaki Air Hangat Ditambah Garam Untuk Menurunkan Stress Carsita, Wenny Nugrahati; Windiramadhan, Alvian Pristy; Mujahidah, Rd. Gita
Karya Kesehatan Siwalima Vol 3, No 2 (2024): September
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v3i2.1289

Abstract

Pengelolaan stres dapat dilakukan dengan terapi farmakologi atau non farmakologi. Namun, penggunaan terapi farmakologi terkadang akan menimbulkan efek samping reaksi yang merugikan, sehingga, pendekatan dengan terapi nonfarmakologi kini sering digunakan dalam pengelolaan stres. Terapi rendam kaki air hangat ditambah garam merupakan salah satu jenis terapi yang bertujuan untuk meningkatan sirkulasi darah, meningkatkan relaksasi otot, menghilangkan stres, meningkatkan permeabilitas kapiler, dan memberikan kehangatan pada tubuh. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pemberian edukasi terapi rendam kaki air hangat ditambah garam untuk menurunkan stress pada kader UPTD Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kecamatan Gabuswetan Kabupaten Indramayu telah dilaksanakan selama 1 hari dengan metode ceramah, demonstrasi, dan tanya jawab. Pelaksanaan kegiatan meliputi pre test, pemberian edukasi, dan post test. Hasil kegiatan menunjukan bahwa rata-rata skor pengetahuan sebelum dilakukan edukasi sebesar 58 dengan nilai minimal 30 dan maksimal 90. Sedangkan setelah diberikan edukasi rata-rata skor pengetahuan sebesar 88 dengan nilai minimal 70 dan maksimal 100. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan Edukasi.
Membangun Kesadaran Remaja Tentang Pencegahan Kekerasan Seksual Melalui Pendidikan Kesehatan Di Kota Kendari Al Rajab, Muhammad; Rania, Rania Fatrizza Pritami; Kurniawan, Fajar; Lisnawati, Lisnawati; Tawakal, Tawakal; Andilah, Sultan; Harun, Marheni Fadilah; Kurniawati, Fitri; Munsir, Noviani; Nurmala, Ira; Nasrun, Efa Kelya Nasrun; Hasiu, Teti Susliyanti Hasiu; hasmita, hasmita; Widyastika, Della
Karya Kesehatan Siwalima Vol 3, No 2 (2024): September
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v3i2.1343

Abstract

Kekerasan seksual pada remaja merupakan masalah sosial yang berdampak serius terhadap kesehatan fisik dan mental korban. Remaja sebagai kelompok rentan sering kali tidak siap menghadapi kekerasan seksual, yang dapat memicu gangguan psikologis jangka panjang, seperti depresi dan trauma. Salah satu faktor utama yang meningkatkan kerentanannya adalah kurangnya pengetahuan tentang hak tubuh dan batasan pribadi, serta pengaruh sosial dan budaya yang tabu membahas seksualitas. Oleh karena itu, pencegahan kekerasan seksual membutuhkan pendidikan yang terstruktur di sekolah dan keluarga. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kesadaran remaja mengenai pencegahan kekerasan seksual melalui pendidikan kesehatan di SMP 11. Metode yang digunakan meliputi ceramah, demonstrasi, dan media edukasi seperti powerpoint, brosur, dan video. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan dan sikap siswa. Hasilnya menunjukkan peningkatan yang signifikan, dengan nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 18,50 menjadi 24,80 (p=0,000), dan sikap meningkat dari 19,00 menjadi 25,90 (p=0,000). Sebanyak 80% siswa memahami hak tubuh mereka, 90% mengenali batasan pribadi, dan 76% dapat mengidentifikasi situasi berisiko kekerasan seksual. Program ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa serta mengembangkan sikap asertif. Disarankan untuk memasang spanduk di sekolah dengan informasi terkait hak tubuh dan cara melaporkan kejadian berisiko. Program ini dapat diterapkan di sekolah lain untuk memperluas dampak positif dalam pencegahan kekerasan seksual pada remaja.
Hubungan Komunikasi Terapeutik Terhadap Kecemasan Akan Kematian Di Ruang Intensive Care Unit Susanti, Diana; Megawati, Riris Risca; Ratnasari, Ratnasari
Karya Kesehatan Siwalima Vol 3, No 2 (2024): September
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v3i2.1417

Abstract

Salah satu faktor yang dapat menimbulkan kecemasan pada keluarga pasien ICU yaitu mengenai ketidakpastian tentang perkembangan kesehatan anggota keluarga yang berada di ruang ICU. Keluarga merasa bahwa jika pasien ditempatkan pada ruang ICU menjadi pertanda bahwa tidak harapan sembuh yang kemudian muncul kecemasan akan kematian keluarga. Untuk membantu meningkatkan perasaan pengendalian diri pada klien dan keluarga salah satunya dapat melalui pemberian informasi dan penjelasan. Pemberian informasi dan penjelasan ini dapat dilakukan dengan baik apabila didukung oleh pelaksanaan komunikasi terapeutik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan komunikasi terapeutik terhadap kecemasan akan kematian di Ruang Intensive Care Unit SMC RS Telogorejo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang menggunakan rancangan penelitian korelasi, dengan desain penelitian yang digunakan cross sectional.Teknik sampling yang digunakan adalah quota sampling. Jadi dalam penelitian ini peneliti mengambil sampel sebanyak 30 keluarga. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan komunikasi terapeutik terhadap kecemasan akan kematian di Ruang Intensive SMC RS Telogorejo, (p-value 0,000 0,05). Hasil penelitian ini, diharapkan tenaga kesehatan dapat melaksanakan komunikasi terapeutik dengan maksimal dan sesuai dengan prosedur sebagai upaya mengurangi kecemasan akan kematian keluarga di ruang ICU.
Pengaruh Faktor Sosial Budaya Terhadap Keputusan Ibu Untuk Bersalin Dibantu Dukun Di Puskesmas Suntamon Dekai Yahukimo B.P, Delfiani; Yuliandini, Astri; Muliyana, Muliyana; Suhartini, Suhartini
Karya Kesehatan Siwalima Vol 3, No 2 (2024): September
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v3i2.1764

Abstract

Angka kematian ibu dan bayi di Indonesia masih cukup tinggi, salah satunya dipengaruhi oleh keputusan ibu yang lebih memilih bersalin dengan bantuan dukun dibandingkan tenaga kesehatan. Hal ini berkaitan erat dengan faktor sosial budaya yang masih kuat, khususnya di wilayah terpencil seperti Puskesmas Suntamon.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor sosial budaya terhadap keputusan ibu untuk bersalin dibantu dukun di wilayah kerja Puskesmas Suntamon Dekai, Kabupaten Yahukimo. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 45 responden yang dipilih dengan teknik total sampling. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 25 responden dengan faktor sosial budaya tinggi, sebanyak 19 responden (76,0%) memilih bersalin dengan bantuan dukun, sedangkan hanya 6 responden (24,0%) yang tidak. Sebaliknya, dari 20 responden dengan faktor sosial budaya rendah, hanya 1 responden (5,0%) yang bersalin dengan dukun, sementara 19 responden (95,0%) tidak. Uji statistik Chi-Square diperoleh nilai p = 0,000 (p 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang sangat signifikan antara faktor sosial budaya dengan keputusan ibu untuk bersalin dibantu dukun.Kesimpulan penelitian ini adalah faktor sosial budaya memiliki pengaruh yang kuat dalam menentukan keputusan ibu memilih penolong persalinan. Disarankan kepada tenaga kesehatan untuk meningkatkan edukasi, pendekatan berbasis budaya, serta membangun kerja sama dengan tokoh masyarakat dan dukun tradisional agar dapat menekan angka persalinan non-medis dan meningkatkan keselamatan ibu serta bayi.

Page 1 of 1 | Total Record : 6