cover
Contact Name
Ahmad Ashifuddin Aqham
Contact Email
garuda@apji.org
Phone
+6285641123450
Journal Mail Official
lppm@stekom.ac.id
Editorial Address
Jl. Majapahit No.304, Pedurungan Kidul, Kec. Pedurungan, Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 52361
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu
ISSN : 28091574     EISSN : 28091566     DOI : 10.51903
Berkaitan Bidang Teknik/MIPA: Teknik Mesin, Teknik Informatika, Ilmu Komputer dan Teknik Sipil Berkaitan Bidang Pertanian: Agroteknologi, Budidaya Perairan Berkaitan Bidang Sosial Humaniora Berkaitan Bidang Seni: Ilmu Seni, Arsitek Berkaitan Bidang Ekonomi : Manajemen, Akuntansi dan Ekonomi Pembangunan Berkaitan Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan: Matematika, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 209 Documents
Analisis Implementasi Case Method Berbantuan Quizizz Dalam Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Dan Akselerasi Literasi Digital Prima Lestari Situmorang; Juli Arianti
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol. 4 No. 1 (2024): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/90yew987

Abstract

bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan literasi digital mahasiswa melalui implementasi case method berbantuan Quizizz. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa Pendidikan ekonomi Semester V. Penelitian ini merupakan kualitatif Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Adapun instrument penelitian menggunakan tes, observasi, dan wawancara. Populasi dalam penelitian ini adalah 120 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling sehingga sampel penelitian berjumlah 30 orang. Adapun hasil penelitian adalah terdapat peningkatan Nilai Ketuntasan Pembelajaran Mahasiswa (KPM) pada 3 pertemuan. Ketuntasan belajar memiliki rata-rata 74% dengan peningkatan rata-rata 14%. Terdapat 4 aspek yang dinilai pada kemampuan pemecahan masalah. 100% sudah mampu menemukan permasalahan dalam kasus, pada aspek 2, 83,33% mahasiswa menguasai aspek mentransformasikan informasi. 50% mahasiswa sudah mampu menyusun rencana penyelesaian masalah, dan 26,67% mahasiswa mampu Menyimpulkan solusi atas permasalahan. Sedangkan melalui penerapan aplikasi Quizizz, 60% mahasiswa yang mengalami peningkatan literasi digital dan sisanya tidak dapat terkoneksi dengan jaringan internet.
Membangun Jaringan Dan Kolaborasi Umkm Di Era Digital Pada Masyarakat Miskin Sidoarjo Aditya Surya Nanda; Erwan Aristyanto
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol. 4 No. 1 (2024): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/rskfaa17

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pembangunan jaringan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam meningkatkan kolaborasi ekonomi di era digital, khususnya di kalangan masyarakat miskin di Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, di mana informan utama adalah pelaku UMKM di wilayah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi ekonomi berbasis digital melalui penggunaan platform WhatsApp Group mampu mendorong masyarakat miskin untuk memanfaatkan pemasaran digital dalam menjual produk mereka. Dengan adanya WhatsApp Group, pelaku UMKM tidak hanya dapat meningkatkan akses pasar, tetapi juga memperluas jangkauan konsumen tanpa harus mengeluarkan biaya pemasaran yang besar. Selain itu, mereka juga lebih mudah berbagi informasi, sumber daya, dan strategi pemasaran yang efektif. Namun, kendala yang dihadapi meliputi rendahnya literasi digital dan keterbatasan akses internet di beberapa wilayah. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan literasi digital, memperkuat infrastruktur internet, serta memberikan dukungan pembiayaan yang lebih inklusif bagi UMKM, khususnya yang berasal dari kalangan masyarakat miskin. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi kolaborasi ekonomi berbasis digital untuk pemberdayaan masyarakat miskin. Kata Kunci: UMKM, Kolaborasi Ekonomi, Digitalisasi
Kedudukan Artificial Intelligence sebagai Subjek Hukum dalam Sistem Kontrak Indonesia Vidya Devia Ardania; Suci Damayanti
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol. 5 No. 1 (2025): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/tqd5q337

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam berbagai bidang kehidupan turut memunculkan persoalan baru dalam konteks hukum perdata, khususnya dalam sistem kontrak di Indonesia. Sistem hukum Indonesia hanya mengenal manusia dan badan hukum sebagai subjek hukum, sedangkan AI diposisikan sebagai alat atau objek hukum. Namun, meningkatnya kemampuan AI dalam melakukan analisis, pengambilan keputusan, hingga memproses kontrak elektronik menimbulkan pertanyaan mengenai kemungkinan AI memperoleh kedudukan sebagai subjek hukum. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan melalui analisis peraturan perundang-undangan, jurnal ilmiah, dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun AI memiliki kecerdasan operasional, AI belum memenuhi unsur kecakapan hukum dan kehendak bebas sebagaimana disyaratkan dalam kontrak. Kedudukan AI dalam sistem hukum kontrak Indonesia saat ini masih sebagai objek hukum atau agen elektronik yang bertindak berdasarkan instruksi manusia. Meski demikian, perkembangan teknologi membuka peluang perlunya pengaturan khusus mengenai tanggung jawab, akuntabilitas, dan potensi subjektivitas hukum AI di masa mendatang. Oleh karena itu, kerangka hukum baru dibutuhkan untuk menjamin kepastian hukum dan melindungi para pihak dalam penggunaan AI dalam sistem kontrak.
Perbandingan Efektivitas Metode Praktikum dan Metode Konvensional Terhadap Pemahaman Siswa Pada Materi Tekanan Hidrostatis Yulia Sari, Melan
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol. 5 No. 1 (2025): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/zcddn625

Abstract

Pemahaman konsep tekanan hidrostatis merupakan aspek penting dalam pembelajaran fisika, namun sering dianggap sulit karena sifatnya yang abstrak dan membutuhkan visualisasi fenomena nyata. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk membandingkan efektivitas metode praktikum dan metode konvensional dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan model Non-Equivalent Control Group Design, melibatkan dua kelas XI SMA yang memperoleh perlakuan berbeda. Instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda diberikan pada tahap pretest dan posttest, dan data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon, Mann-Whitney, serta perhitungan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode pembelajaran mampu meningkatkan pemahaman siswa meskipun berada pada kategori kurang efektif. Rata-rata N-Gain kelas praktikum sebesar 48,1%, sementara kelas konvensional sebesar 49%. Meskipun perbedaannya kecil dan hasil uji Mann-Whitney menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antar kelas, metode praktikum menghasilkan peningkatan skor pretest–posttest yang lebih tinggi (16,8 poin) dibandingkan metode konvensional (13,6 poin). Hal ini mengindikasikan bahwa praktikum lebih membantu siswa, terutama yang memiliki kemampuan awal rendah, dalam membangun pemahaman konsep secara lebih konkret. Dengan demikian, meskipun peningkatan tergolong rendah, metode praktikum tetap direkomendasikan sebagai pendekatan yang lebih efektif dalam mendukung pemahaman konsep tekanan hidrostatis
Penerapan Metode Eksperimen PhET untuk MeningkatkanPemahaman Momentum dan Impuls Kelvin, Kelvin
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol. 5 No. 1 (2025): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/hazg8856

Abstract

Pemahaman konsep fisika, terutama momentum dan impuls, merupakan hal yang penting dalam pembelajaran fisika di sekolah menengah. Namun, banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep ini karena sifatnya yang abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh PHET Simulation dalam meningkatkan pemahaman konsep fisika pada materi momentum dan impuls, dibandingkan dengan metode ceramah konvensional. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain two-group pre-test post-test design, melibatkan dua kelompok siswa kelas XI di SMAN 15 Muara Jambi. Kelompok pertama menggunakan PHET Simulation, sedangkan kelompok kedua menggunakan ceramah. Data diperoleh melalui tes pre-test dan post-test, yang dianalisis menggunakan N-Gain untuk mengukur peningkatan pemahaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas A yang menggunakan PHET Simulation memiliki nilai N-Gain rata-rata sebesar 66,39% (cukup efektif), sedangkan kelas B yang menggunakan ceramah hanya mencapai 41,14% (kurang efektif). Kesimpulannya, PHET Simulation terbukti lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi momentum dan impuls dibandingkan dengan metode ceramah konvensional.
A Prisma-Based Systematic Review of How Artificial Intelligence Supports Teacher Pedagogical Comptence M. Naufal Athallah; Saipul Annur; Gusti
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol. 5 No. 1 (2025): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/h1gwfb81

Abstract

Teachers play a central role in ensuring meaningful learning processes, particularly through their pedagogical competence. At the same time, the rapid development of Artificial Intelligence (AI) is reshaping how lessons can be planned, delivered, and assessed. This study aims to synthesise empirical evidence on how AI is used to support teacher pedagogical competence in formal education settings. A systematic literature review was conducted following the PRISMA protocol using Scopus as the main database. Search, screening, and eligibility procedures were guided by predefined inclusion and exclusion criteria focusing on studies that reported the use of AI in relation to teachers’ pedagogical roles. Eight empirical articles met the criteria and were analysed thematically. The review shows that AI is mainly positioned as: (1) a companion for teaching, enriching instructional design and classroom activities; (2) a supporter of assessment and feedback through automation and learning analytics; and (3) a decision aid that informs teachers’ pedagogical choices. These findings highlight the need to strengthen teachers’ AI literacy and professional development so that AI can be integrated critically and responsibly to enhance, rather than replace, teacher pedagogical competence.
Perbandingan Efektivitas Simulasi Phet dan GuidedDiscovery Learning Terhadap Kemampuan PemecahanMasalah Siswa Pada Materi Fluida di Kelas XI Alifa Indah Cahyani; Mandriesa , Corry
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol. 5 No. 1 (2025): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/cgrw5v58

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas penggunaan simulasi PhET dan model Guided Discovery Learning (GDL) dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi fluida di kelas XI. Metode yang digunakan adalah quasi-eksperimen dengan dua kelompok: kelas 1 menggunakan PhET dan kelas 2 menggunakan GDL. Instrumen berupa tes pemecahan masalah berdasarkan empat indikator Polya. Hasil pretest dan posttest menunjukkan peningkatan kemampuan pemecahan masalah pada kedua kelas. Pada kelas 1 (PhET), persentase meningkat dari 88,42% → 90,53% (Memahami Masalah), 89,47% → 92,63% (Menyusun Rencana), 85,26% → 87,37% (Melaksanakan Rencana), dan 56,84% → 76,32% (Memeriksa Kembali). Sedangkan pada kelas 2 (GDL), persentase meningkat dari 112,63% → 113,68% (Memahami Masalah), 85,26% → 97,89% (Menyusun Rencana), 94,21% → 122,11% (Melaksanakan Rencana), dan 66,84% → 120,53% (Memeriksa Kembali). Temuan ini menunjukkan bahwa kedua metode efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa.
Analisis Pengaruh Semen Dan Abu Sekam Padi Terhadap Nilai Kuat Tekan Bebas Tanah Lempung Ekspansif Wahyu Satyaning Budhi; Annisa Maharani
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol. 5 No. 1 (2025): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/zy9cse15

Abstract

Tanah di Dusun Kedungdandang, Muncar, sebelumnya telah diidentifikasi sebagai tanah lempung ekspansif yang sangat sensitif terhadap perubahan kadar air serta memiliki sifat kembang susut yang besar, sehingga menyebabkan penurunan daya dukung dan kerusakan struktur seperti retak pada lantai dan dinding bangunan, oleh karena itu diperlukan upaya perbaikan tanah melalui proses stabilisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan semen dan abu sekam padi (ASP) terhadap sifat mekanis tanah lempung ekspansif dengan menggunakan 3% semen serta 6%, 8%, dan 10% abu sekam padi berdasarkan berat tanah. Hasil uji kuat tekan bebas (UCT) menunjukkan bahwa tanah asli memiliki nilai qu sebesar 28,62 kN/m², kemudian meningkat menjadi 55,08 kN/m² dengan penambahan 3% semen dan 6% ASP, menjadi 62,66 kN/m² dengan 3% semen dan 8% ASP, dan mencapai nilai tertinggi sebesar 86,98 kN/m² pada campuran 3% semen dan 10% ASP. Peningkatan nilai qu ini menunjukkan bahwa proses stabilisasi mampu memperbaiki sifat mekanis tanah melalui reaksi pozzolan, sehingga terbentuk struktur tanah yang lebih stabil dan memiliki daya dukung yang lebih tinggi.
Analisis Pengelompokan Ulasan Pengguna E-Wallet Dana Dan Gopay Menggunakan Tf-Idf Dan Teknik K-Means/K-Medoids Dalam Perspektif Ekonomi Dan Manajemen Strategi Fithri Widyanita Yarisma; Fatkhul Amin; Ratih Milati Ilham; Ira Setiawati; Sri Yulianingsih; M. Rusydan Sabilly; Nevi Andari Putri Arumsari
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol. 5 No. 1 (2025): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/0fqkd624

Abstract

Pertumbuhan penggunaan layanan e-wallet di Indonesia meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir, khususnya pada platform DANA dan GoPay yang menjadi dua layanan dompet digital paling dominan. Meskipun demikian, masih terdapat banyak variasi pengalaman dan persepsi pengguna yang tercermin dalam ulasan pada marketplace maupun media sosial. Analisis terhadap ulasan tersebut sangat penting untuk memahami pola kepuasan, keluhan, dan ekspektasi pengguna guna meningkatkan kualitas layanan. Oleh karena itu, penelitian ini mengambil topik analisis pengelompokan ulasan pengguna untuk mengidentifikasi kelompok opini dominan yang dapat mendukung pengambilan keputusan strategis penyedia layanan e-wallet.  Metode penelitian dilakukan melalui tahapan pengumpulan data ulasan pengguna, pembersihan teks (preprocessing), ekstraksi fitur menggunakan Term Frequency–Inverse Document Frequency (TF-IDF), serta proses pengelompokan menggunakan algoritma K-Means dan K-Medoids. Kedua algoritma ini dibandingkan untuk melihat model klasterisasi yang paling optimal berdasarkan nilai silhouette score.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode mampu membentuk klaster opini yang jelas, seperti klaster kepuasan layanan, kecepatan transaksi, keluhan keamanan, dan masalah verifikasi akun. Namun, algoritma K-Medoids memberikan stabilitas klaster yang lebih baik pada data ulasan yang mengandung noise, sementara K-Means menunjukkan performa lebih efisien pada dataset berukuran besar. Temuan ini dapat menjadi dasar penting bagi penyedia e-wallet dalam merumuskan strategi peningkatan layanan berbasis data.
Implementasi Spatial Durbin Model Berbasis Data Science Untuk Analisis Kemiskinan Jawa Timur Arif, Farah Yusnaida; Mohammad Idhom; Trimono, Trimono
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol. 5 No. 1 (2025): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/9w9pye50

Abstract

Poverty remains a major development challenge that requires data-driven analysis to understand its variation across regions. This study focuses on East Java, where spatial interdependence is suspected to influence poverty distribution, making spatial analysis relevant for supporting regional policy design. The study examines determinants of poverty using the Spatial Durbin Model, which captures both direct effects and indirect spatial spillovers through lagged independent variables. The analytical workflow is implemented using a Python-based data science pipeline to ensure a systematic, transparent, and reproducible process, in line with current trends in technology-supported research. The dataset consists of 2024 secondary data from the Indonesian Central Bureau of Statistics. The analysis includes data preprocessing, construction of a Queen Contiguity spatial weight matrix, Moran’s I test to detect spatial autocorrelation, and SDM estimation. Results indicate significant positive spatial autocorrelation (I = 0.4099; p = 0.0008), showing that poverty is not randomly distributed. While the spatial lag of the dependent variable is not significant, an indirect spatial effect appears through the Gini Ratio (θ₄ = –39.42168; p = 0.03855). Moreover, the Human Development Index significantly reduces poverty. These findings highlight the roles of regional inequality and human development in shaping poverty dynamics and provide insights for more targeted policy interventions.