cover
Contact Name
Rudiyanto
Contact Email
rudiyanto.roqy@gmail.com
Phone
+6285171239499
Journal Mail Official
jhics@stikesbanyuwangi.ac.id
Editorial Address
STIKES BANYUWANGI Jl. Letkol Istiqlah No.109, Lingkungan Mojoroto R, Penataban, Kec. Giri, Kab. Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur Telp. (0333) 421610, Kode Pos 68422
Location
Kab. banyuwangi,
Jawa timur
INDONESIA
Journal Of Health Innovation And Community Services
ISSN : -     EISSN : 28307828     DOI : https://doi.org/10.54832/jhics.v2i2
Core Subject : Health, Education,
Journal of Health Innovation and Community Services (JHICS) is a publication media for various academic activities in the field of public health that carry out intervention activities to the community or institutions in the community related to the field of public health. Public health is a discipline consisting of promotive, preventive, rehabilitation and advocacy activities to improve the welfare of the community at large. Interventions that can be in the form of community participation and collaboration towards efforts to improve community health and welfare. Interventions are carried out through various innovative approaches with the embodiment of public health academic and technological approaches that can be adopted by the people involved. It is hoped that these interventions will continue to work to achieve independence in improving the health and welfare of the community.
Articles 61 Documents
Implementasi Inovasi LYVER Berbasis Multimedia dalam Upaya Pencegahan Readmisi Pasien Pascaoperasi di Ruang Agung Wilis RSUD Blambangan Banyuwangi Aminah, Dewi; Wijaya, Dodi; Cahyani, Nurul Eko; Diafani, Riris
Journal of Health Innovation and Community Services Vol. 3 No. 2 (2024): Journal of Health Innovation and community Services
Publisher : PPPM Stikes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/jhics.v3i2.344

Abstract

Latar Belakang: Pasien pascaoperasi sering menghadapi kurangnya pengetahuan tentang perawatan mandiri setelah keluar dari rumah sakit. Inovasi LYVER adalah solusi multimedia berupa video animasi edukatif yang memberikan informasi tentang perawatan pascaoperasi di rumah, mencakup edukasi nutrisi, cara pembuangan cairan, manajemen obat, dan pengingat kontrol. Tujuan: Kegiatan ini adalah meningkatkan kualitas perawatan pascaoperasi di rumah secara komprehensif, mengurangi angka readmisi, mempercepat pemulihan, serta meningkatkan kepuasan pasien dan efisiensi sistem kesehatan. Metode: Terdiri dari tiga tahap sosialisasi kepada perawat, administrasi, dan keluarga pasien, serta uji coba akses video melalui kode barkot di poster dan perangkat seluler. Hasil: Implementasi menghasilkan tanggapan positif dari lima pasien yang merasa terbantu oleh inovasi ini. Kesimpulan: Inovasi multimedia berbasis video ini efektif diterapkan di ruang rawat inap untuk mendukung edukasi pasien, meningkatkan efisiensi waktu, tenaga, dan biaya.
Implementasi Sosialisasi Model Praktik Keperawatan Profesional Untuk Peningkatan Pengetahuan Perawat Aeni, Wiwin Nur; Sahati, Chika Maulani Rona
Journal of Health Innovation and Community Services Vol. 3 No. 2 (2024): Journal of Health Innovation and community Services
Publisher : PPPM Stikes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/jhics.v3i2.413

Abstract

Abtrak: Kurangnya pengetahuan perawat tentang MPKP dapat mempengaruhi peningkatan mutu dan pemberian asuhan keperawatan pada klien, sehingga dibutuhkan sosialisasi untuk meningkatkan pengetahuan perawat. Dikarenakan sosialisasi memuat tiga arti yaitu proses belajar, kebiasaan, dan yang terakhir sifat dan kecakapan. Hal ini selaras dengan tujuan MPKP yaitu untuk menjaga konsistensi asuhan keperawatan dan meningkatkan standar mutu pelayanan di rumah sakit dengan menerapkan suatu sistem, struktur, proses dan nilai yang berlaku. Metode penulisan dalam karya ilmiah akhir ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan dengan cara observasi, wawancara, dan pengisian kuisioner. Setelah diberikan sosialisasi terdapat peningkatan dalam kategori metode mengalami peningkatan sebanyak 28,13% yaitu pada soal pre test 54,68% dan soal post test sebanyak 82,81%, dalam kategori pengertian mengalami peningkatan sebanyak 40,62% yaitu pada soal pre test 43,75% dan soal post test sebanyak 84,37%, kemudian untuk kategori komponen mengalami peningkatan sebanyak 45,32% yaitu pada soal pre test 42,18% dan soal post test sebanyak 87,5%. Kesimpulan dalam karya ilmiah akhir ini adalah rata-rata pada nilai pre test adalah 20,25% dan post test adalah 34%. Sosialisasi mampu memberikan pengaruh berupa peningkatan pengetahuan perawat mengenai MPKP. Sehingga diharapkan kepada pihak rumah sakit untuk meningkatkan jumlah menyusun program, kebijakan dan strategi pelaksanaan khususnya mengenai penerapan sosialisasi model praktik keperawatan professional sehingga dapat meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit.
Peningkatan Pengetahuan Terkait RJP untuk Kesiagaan Pertolongan Pertama Pasien Henti Jantung Pada Remaja Kusyani, Asri
Journal of Health Innovation and Community Services Vol. 3 No. 2 (2024): Journal of Health Innovation and community Services
Publisher : PPPM Stikes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/jhics.v3i2.423

Abstract

Latar Belakang: Orang yang berada di dekat korban henti jantung mempunyai peran yang sangat besar dalam melakukan RJP secara cepat. RJP akan memberikan kontribusi kesempatan bertahan hidup dua hingga tiga kali lipat ketika dilakukan beberapa menit pertama ketika terjadi henti jantung Tujuan: untuk meningkatkan pengetahuan remaja. Metode: Kegiatan ini dilaksanakan di PP Bahrul Ulum. Pengabdian Masyarakat dilakukan dengan memberikan edukasi berupa penyuluhan tentang Penanganan pertama pada pasien dengan henti jantung dengan video RJP.  Hasil: seluruhnya  100% responden memiliki pengetahuan baik. Jenis kelamin keseluruhan perempuan dan rata-rata usia responden 16 tahun Kesimpulan: Kegiatan penyuluhan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman terkait RJP pertolongan pertama pada pasien dengan henti jantung,  Edukasi dalam bentuk video akan memberikan kemudahan seseorang dalam menyerap informasi dengan menggunakan lebih dari satu indera karena adanya gambar bergerak serta suara, sehingga menjadi daya tarik tersendiri. Dengan video juga akan lebih mudah untuk dibuka setiap saat.
Penyuluhan Kesehatan Bahaya Hypertensi dan Senam Bersama Lansia di Klinik Harapan Kasih Mlaten Oktavyona, Vega Lynda; Maimunah, Siti; Dewi, Novita Puspita
Journal of Health Innovation and Community Services Vol. 3 No. 2 (2024): Journal of Health Innovation and community Services
Publisher : PPPM Stikes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/jhics.v3i2.424

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi adalah masalah kesehatan masyarakat yang serius, seringkali tanpa gejala, namun bisa menyebabkan komplikasi berat seperti stroke, serangan jantung, dan gangguan organ. Edukasi tentang bahaya hipertensi penting untuk meningkatkan kesadaran lansia dalam mengelola kesehatannya. Tujuan: Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan lansia tentang hipertensi dan pentingnya aktivitas fisik. Metode: Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan dan senam bersama di Klinik Harapan Kasih Mlaten. Langkah-langkah meliputi pre-test kuesioner, edukasi, dan post-test kuesioner dengan 5 pertanyaan. Sasaran adalah para lansia di klinik tersebut. Hasil: Sebelum edukasi, hanya 45% lansia yang memiliki pengetahuan memadai. Setelah edukasi, angka tersebut meningkat menjadi 80%. Kesimpulan: Penyuluhan kesehatan ini berhasil meningkatkan pemahaman lansia tentang bahaya hipertensi. Saran dari kegiatan ini mencakup pentingnya pola hidup dan makan sehat agar lansia dapat menjalani kehidupan sehari-hari yang lebih sehat serta lebih memahami materi yang disampaikan.
Peningkatan Pengetahuan Serta Pencegahan Terjadinya Penyakit Jantung Dengan Pendidikan Kesehatan Pengontrolan Kadar Kolesterol Pada Masyarakat Mojosongo Surakarta Khayudin, Bayu Akbar; Sugiyarto; Sumardino
Journal of Health Innovation and Community Services Vol. 3 No. 2 (2024): Journal of Health Innovation and community Services
Publisher : PPPM Stikes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/jhics.v3i2.459

Abstract

Latar Belakang : Penyakit jantung koroner akibat dislipidemia memerlukan PKM di Mojosongo, Surakarta, karena rendahnya kesadaran masyarakat tentang pengelolaan kolesterol, serta meningkatnya prevalensi penyakit jantung, sehingga edukasi kesehatan menjadi kebutuhan mendesak untuk pencegahan. Tujuan : meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kolesterol guna deteksi dini sebelum terjadi komplikasi dalam penyakit jantung. Metode: Presentasi, Penyuluhan, dan leaflet. Hasil : Pengetahuan baik masyarakat meningkat dari 19,4% pada pre-test menjadi 55,6% pada post-test. Kesimpulan : Edukasi tentang penyakit jantung dengan cara pengontrolan kadar kolesterol meningkatkan pengetahuan masyarakat. Pengontrolan kadar kolesterol dapat mencegah komplikasi dalam penyakit jantung.  
Edukasi Kegawatdaruratan Dan Bantuan Hidup Dasar Di Pondok Pesantren Al-Kamal Blitar Purwacaraka, Manggar; Farida, Farida; Erwansyah, Rio Ady; Anggraini, Ria; Islamy, Aesthetica; Munawaroh, Intan; Hidayat, Shulhan Arief; Prasetio, Ossi Dwi
Journal of Health Innovation and Community Services Vol. 4 No. 1 (2025): Journal of Health Innovation and community Services
Publisher : PPPM Stikes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/jhics.v4i1.538

Abstract

Latar Belakang: Kegawatdaruratan dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, termasuk di lingkungan pesantren, sehingga pendidikan kesehatan, khususnya Bantuan Hidup Dasar (BHD), sangat penting. Tujuan : Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santri Pondok Pesantren Al-Kamal Blitar dalam memberikan pertolongan pertama pada situasi darurat. Metode: Partisipatory Action Research (PAR), yang melibatkan santri secara aktif dalam pelatihan teoretis dan praktis, termasuk Resusitasi Jantung Paru (RJP), pembidaian, dan teknik transportasi pasien. Hasil: pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan santri, dengan rata-rata nilai naik dari 69 menjadi 74 setelah edukasi. Program ini meningkatkan kesiapan santri dalam menghadapi kegawatdaruratan serta memperkuat peran pesantren dalam penanggulangan keadaan darurat. Implikasi dari program ini adalah perlunya pelatihan berkelanjutan dan pengembangan kurikulum kesehatan di pesantren, untuk mempersiapkan seluruh komunitas pesantren dalam menangani situasi darurat. Kesimpulan: program edukasi BHD efektif dalam meningkatkan keterampilan dan kesadaran santri, serta dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat kesiapsiagaan pesantren dalam menghadapi kegawatdaruratan.
Meningkatkan Derajat Kesehatan untuk Lansia Sehat Secara Holistik: Sejahtera Bersama Keluarga Rahmawan, Fajri Andi; Pamungkas , Akhmad Yanuar Fahmi; Yuanto, Hirdes Harlan; Yuanto, Rudiyanto; Amin, Muhammad Al; Efendi, Achmad; Balqis, Rani Diana; Hidayatin, Nur; rosuli, Ahmad; Prasetyawan, Riyan Dwi; Sholihin
Journal of Health Innovation and Community Services Vol. 4 No. 1 (2025): Journal of Health Innovation and community Services
Publisher : PPPM Stikes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/jhics.v4i1.549

Abstract

Latar belakang: Lansia merupakan kelompok yang rentan terhadap masalah kesehatan akibat proses penuaan. Tantangan seperti hipertensi, dislipidemia, dan penyakit tidak menular memerlukan pendekatan holistik. Keterlibatan keluarga dan komunitas dalam menjaga kesehatan lansia menjadi penting untuk mendukung kesejahteraan mereka. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan peningkatkan derajat kesehatan lansia melalui pemeriksaan kesehatan, edukasi, dan pemberdayaan komunitas di Desa Temuasri. Metode: Program pengabdian masyarakat dilakukan dengan pendekatan pre-test dan post-test selama dua minggu, mencakup senam lansia, pemeriksaan kesehatan, dan edukasi penyakit tidak menular. Sasaran kegiatan adalah 163 lansia. Hasil: Sebagian besar lansia  emiliki tekanan darah sistole <139 mmHg dan Gula Darah Acak <141 mg/dL. Namun, 52,8% memiliki kadar kolesterol tinggi, menunjukkan prevalensi dislipidemia yang cukup signifikan. Mayoritas peserta menunjukkan antusiasme tinggi terhadap program ini. pendekatan holistik yang mencakup aktivitas fisik, pemeriksaan rutin, dan edukasi kesehatan efektif dalam meningkatkan kesadaran dan kesehatan lansia. Keterlibatan keluarga dan kader kesehatan menjadi elemen penting dalam keberhasilan program. Kesimpulan: Program ini efektif dalam meningkatkan derajat kesehatan lansia dan mendorong keberlanjutan melalui kegiatan serupa di posyandu lansia
Penyuluhan Tanaman Obat sebagai Antihipertensi di Dusun Krajan Desa Tamansuruh Banyuwangi Artemisia, Stephanie; Sriyanti, Titis; Mas Udianto, Abi
Journal of Health Innovation and Community Services Vol. 4 No. 1 (2025): Journal of Health Innovation and community Services
Publisher : PPPM Stikes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/jhics.v4i1.474

Abstract

Hipertensi salah satu penyakit degeneratif yang harus menggunakan obat jangka panjang untuk mengontrol tekanan darah. Hipertensi yaitu keadaan meningkatnya darah sistolik (≤ 140 mmhg) dan distolik (≤ 90 mmhg). Hasil pendataan Dinkes tahun 2022 prevelensi hipertensi kabupaten Banyuwangi dalam 3 tahun terakhir penderita hipertensi mengalami peningkatan, data terakhir menunjukkan 80,8% dari wanita usia 15 tahun keatas menderita hipertensi, sedangkan laki-laki menunjukkan 79,3% laki-laki usia 15 tahun keatas menderita hipertensi. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan terkait penyakit hipertensi, pengobatan hipertensi menggunakan obat sintesis serta pemanfaatan tanaman herbal yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi hipertensi. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan meliputi pembagian leafleat hipertensi, pemaparan materi terkait penyakit hipertesi, pengujkuran tekanan darah secara gratis, pemeberian toga sebagai simbolis. Pemaparan materi yang disampaikan kepada masyarakat menggunakan bahasa yang mudah dipahami.setelah pemaparan materi dibuka sesi tanya jawab dengan maksud untuk mengetahui tingkat kepahaman masyarakat terhadap materi yang sudah diberikan. Masyarakat dapat mengembangan tanaman TOGA yang diberikan dan dapat mengolah bahan tersebut menjadi sumber obat herbal.
Pelatihan Terapi Mindfulness Untuk Menurunkan Kecemasan Pada Lansia Aulia, Zahra; Rahmawati, Arni Nur; Sundari, Ririn Isma
Journal of Health Innovation and Community Services Vol. 4 No. 1 (2025): Journal of Health Innovation and community Services
Publisher : PPPM Stikes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/jhics.v4i1.577

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi adalah kondisi tekanan darah meningkat secara abnormal dan terus menerus. Bisa dikatakan hipertensi apabila tekanan darah sistolik lebih dari 120 mmHg dan tekanan diastolik lebih dari 80 mmHg. Penderita hipertensi kemungkinan akan merasa cemas, sehingga diperlukan sebuah terapi untuk menurunkan kecemasan. Terapi mindfulness dapat menurunkan kecemasan karena membantu seseorang menjadi tenang dan positif karena adanya perubahan pada kondisi otak. Tujuan: Memberikan pelatihan terapi mindfulness untuk menurunkan kecemasan pada lansia hipertensi. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode ceramah dan demonstrasi yang didukung oleh media seperti PowerPoint, video, dan selebaran tentang terapi mindfulness. Jumlah peserta sebanyak 20 lansia yang mengalami hipertensi. Tingkat kecemasan pada lansia diukur menggunakan instrumen Zung Self-rating Anxiety Scale (ZSAS), dan keterampilan lansia dalam melakukan terapi mindfulness diukur dengan lembar pemantauan yang terdiri dari 12 tahap. Hasil: Hasil dari kegiatan ini menunjukkan penurunan tingkat kecemasan dari skor rata-rata 39,55 menjadi 34,6. Keterampilan lansia dalam melakukan terapi mindfulness mendapatkan skor rata-rata 89,78, yang menunjukkan bahwa mereka dapat melakukan terapi mindfulness dengan baik. Kesimpulan: Terapi mindfulness telah terbukti efektif dalam mengurangi tingkat kecemasan pada orang lanjut usia. Skor kecemasan rata-rata menurun dari 39,55 menjadi 34,6, dengan penurunan signifikan pada kategori kecemasan sedang dan berat. Selain itu, keterampilan lansia dalam mempraktikkan terapi mindfulness diklasifikasikan sebagai baik, dengan sebagian besar peserta mencapai skor tinggi pada lembar pemantauan.
Kelas Ayah Hebat untuk Peningkatan Capaian ASI Ekslusif Puskesmas Dirgahayu Kabupaten Kotabaru Arianti, Dewi; Pabidang, Siswanto; Ernawati, Evy
Journal of Health Innovation and Community Services Vol. 4 No. 1 (2025): Journal of Health Innovation and community Services
Publisher : PPPM Stikes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/jhics.v4i1.594

Abstract

Abtrak: Latar Belakang. ASI Eksklusif merujuk pada pemberian ASI kepada bayi selama enam bulan pertama kehidupan tanpa tambahan makanan atau minuman lain. Keberhasilan pemberian ASI eksklusif membutuhkan dukungan dan pemantauan dari berbagai pihak, termasuk keluarga, terutama ayah, pemerintah, tenaga medis, serta kader posyandu yang ada di masyarakat. Tujuan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan merencanakan strategi bersama, berbagi pengalaman dan tantangan yang dihadapi, serta mencari solusi untuk memastikan kelancaran pemberian ASI. Metode. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang akan dilaksanakan berupa edukasi kepada PUS melalui kegiatan penyuluhan. Sasaran dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah PUS yang memiliki bayi usia 3-5 bulan. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan pemberian pre test berupa kuesioner terlebih dahulu selanjutnya penyuluhan kemudian baru melakukan pendampingan akan praktek dari penyuluhan tersebut dan yang terakhir dilakukan post test berupa games monopoli pada semua peserta. Hasil. Hasil pengabdian kepada masyarakat sebelum diberikan edukasi pengetahuan PUS kurang 60%, sedangkan setelah edukasi mempunyai pengetahuan baik 80%. Kesimpulan. Kegiatan pengabdian masyarakat dapat berdiskusi dan merencanakan strategi bersama, berbagi pengalaman dan tantangan yang dihadapi, serta dapat mencari solusi untuk memastikan kelancaran pemberian ASI, serta menambah pengetahuan dan wawasan kepada masyarakat khususnya PUS. Sehingga dapat meningkatkan keberhasilan dalam program ASI eksklusif