cover
Contact Name
Muhammad Zulkifli Muhdar
Contact Email
jurnal.qawanin@umi.ac.id
Phone
+6285255694313
Journal Mail Official
jurnal.qawanin@umi.ac.id
Editorial Address
Fakultas Hukum Gedung Fakultas Hukum, Universitas Muslim Indonesia Jl. Urip Sumohardjo KM. 5, Kecamatan Panakkukang Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia, 90231
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Qawanin Jurnal Ilmu Hukum
ISSN : -     EISSN : 27765741     DOI : https://doi.org/10.56087/qawaninjih
Core Subject : Social,
Qawanin Jurnal Ilmu Hukum merupakan publikasi ilmiah yang terbit setiap bulan Maret dan September. Qawanin Jurnal Ilmu Hukum mendata artikel ilmiah skripsi/thesis Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia dengan fokus pada ilmu hukum, dan khususnya dibidang Hukum Perdata, Hukum Pidana, Hukum Tata Negara, Hukum Administrasi Negara, Hukum Acara, Hukum Dasar, Hukum dan Masyarakat, Hukum Internasional, dan Hukum Islam.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 214 Documents
Analisis Kebijakan Insentif Bea Peralihan Hak Atas Tanah dan Bangunan serta Pajak Penghasilan Terhadap Pembayaran Pajak Peralihan Hak Atas Tanah Meyliana Maulina; Putri Yushi, Qonita Marseli; Surya Saputra, Gandung; Riandani Hairy , Ghea
Qawanin Jurnal Ilmu Hukum Vol. 5 No. 1 (2024): Maret - Agustus 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56087/qawaninjih.v5i1.405

Abstract

This article discusses the Incentive Policy Analysis of Fees for Transfer of Land and Building Rights (BPHTB) and Income Tax (PPh) on Payment of Tax for Transfer of Land Rights which are a tax burden on party buyers who have previously been reported to the regional revenue service or the Regional Revenue Service and Income Tax. (PPh) namely the imposition of tax on the seller which has previously been reported to the Pratama tax service office. The preparation of this article applies normative-juridical research. Harmonization of Incentive Taxation BPHTB and PPh is based on the Principles of Equity, Revenue Productivity, Certainty, Efficiency, and Simplicity. PTSL BPHTB and PPh Incentive Legal Arrangements provide reductions, relief, or exemption from BPHTB and PPh fees in accordance with the law urging public authorities to charge BPHTB and PPh fees in carrying out land registration. The benchmark that becomes the benchmark is zero tax or zero percent fees. These rules can be seen from Law Number 28 of 2009 concerning Regional Taxes and Regional Levies and Permen ATR/BPN Number 6 of 2018 concerning PTSL. Abstrak:Artikel ini membahas mengenai Analisis Kebijakan Insentif Bea Peralihan Hak Atas Tanah dan Bangunan dan Pajak Penghasilan Terhadap Pembayaran Pajak Peralihan Hak Atas Tanah yang merupakan pembebanan pajak kepada pembeli pihak yang sebelumnya telah dilaporkan pada dinas pendapatan daerah atau Dispenda dan Pajak Penghasilan yaitu pembebanan pajak kepada pihak penjual yang sebelumnya telah dilaporkan kepada kantor pelayanan pajak pratama. Penyusunan artikel ini menerapkan penelitian yuridis-normatif. Harmonisasi Perpajakan Insentif BPHTB dan PPh didasarkan pada Asas Keadilan, Asas Produktivitas Pembiayaan, Asas Kepastian, Asas Efisiensi, dan Asas Kesederhanaan. Pengaturan Hukum Insentif BPHTB dan PPh PTSL memberian pengurangan, keringanan, atau pembebasan biaya BPHTB dan PPh sesuai dengan undang-undang tadi mendesak otoritas publik untuk membebankan biaya BPHTB dan PPh dalam pelaksanaan pendaftaran tanah. Tolak ukur yang menjadi patokan adalah dengan pembebasan nol biaya (zero tax) atau biaya nol persen. Aturan tersebut dapat dilihat dari UU Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah dan Permen ATR/BPN Nomor 6 Tahun 2018 Tentang PTSL.
Pengaruh Sistem Kepartaian Terhadap Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Dalam Mewujudkan Keadilan Sosial Jumza, Muhammad Faiz Nail; Ulfah, Siti; Darmawansya Tenri Liweng, Andi
Qawanin Jurnal Ilmu Hukum Vol. 4 No. 2 (2023): September 2023 - Februari 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56087/qawaninjih.v4i2.410

Abstract

The Influence of the Party System on the Implementation of The purpose of this research is to analyze and describe the influence of the party system on the implementation of local government in Pangkep Regency, South Sulawesi Province in realizing social justice and to analyze and describe the factors that influence political party support for the implementation of local government in Pangkep Regency, South Sulawesi Province in realizing social justice. Population is the whole subject under study. Departing from this understanding, it can be understood that the population is an individual or group or the whole subject to be studied in a study, including the community, and the Regional Government of Pangkep Regency. The sample is part of the population whose characteristics are to be studied. As for the number of samples to be taken, it consists of the community, (its members) and the social service. The results showed that the influence of the party system on the implementation of local government in Pangkep Regency, Sulawesi Province in realizing social justice, namely the ranks of the Regional House of Representatives. Based on their respective main tasks and functions consisting of various political parties for how to realize social justice and Internal Factors of the influence of political parties (parpol) the support of political parties (parpol) is derived from within the party itself, where political parties have a vision-mission for the welfare of the people, therefore political parties (parpol) strongly support the implementation of local government in realizing social justice in pangkep district. While external factors influence the support of political parties to the implementation of local government in Pangkep district in realizing social justice, namely support from the community and government figures so that political parties in Pangkep district fight for social justice by providing assistance to areas in need. Abstrak:Tujuan Penelitian ini adalah Menganalisis dan Mendeskripsikan Pengaruh Sistem Kepartaian Terhadap Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kabupaten Pangkep provinsi Sulawesi selatan Dalam Mewujudkan Keadilan Sosial serta Menganalisis dan Mendeskripsikan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Dukungan Partai politik Terhadap Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kabupaten Pangkep Provinsi Sulawesi Selatan Dalam Mewujudkan Keadilan Sosial. Populasi adalah keseluruhan subyek yang diteliti. Berangkat dari pengertian tersebut, dapatlah dipahami bahwa populasi merupakan individu-individu atau kelompok atau keseluruhan subyek yang akan diteliti dalam suatu penelitian, diantaranya masyarakat, dan Pemerintah Daerah Kabupaten Pangkep. Sampel adalah sebagian dari populasi yang karakteristiknya hendak diteliti. Sedangkan mengenai jumlah sampel yang akan diambil, terdiri atas masyarakat, (anggotanya) dan dinas sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengaruh sistem kepartaian terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah kabupaten pangkep provinsi Sulawesi dalam mewujudkan keadilan sosial yaitu para jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah berdasarkan tugas dan fungsi pokok masing-masing yang terdiri dari berbagai partai politik untuk bagaimana dapat mewujudkan keadilan sosial dan Faktor Internal pengaruh partai politik (parpol) dukungan partai politik (parpol) adalah berasal dari dalam partai itu sendiri, dimana partai politik mempunyai visi-misi untuk mensejahterahkan rakyat, maka dari itu partai politik (parpol) sangat mendukung penyelenggaraan pemerintah daerah dalam mewujudkan keadilan sosial di kabupaten pangkep. Sedangkan Faktor Eksternal pengaruh dukungan parpol terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah kabupaten pangkep dalam mewujudkan keadilan sosial yaitu dukungan dari masyarakat dan tokoh-tokoh pemerintah agar partai politik yang ada di kabupaten pangkep memperjuangkan keadilan sosial dengan memertahakan bantuan bagi daerah-daerah yang membutuhkan.
Scholar Opinion on Providing for Wives Who Do Not Live in The Same House Hidayah, Ahdiyatul
Qawanin Jurnal Ilmu Hukum Vol. 5 No. 1 (2024): Maret - Agustus 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56087/qawaninjih.v5i1.414

Abstract

When a man and a woman are married, they officially have responsibilities towards each other. And one of the responsibilities of a husband after marriage is to provide his wife with a place to live and provide for him. The income in question is either a physical income or an inner bread. If a husband deliberately fails to provide for his wife, then the husband is considered negligent and sinful. Because it is one of his responsibilities. Livelihood is not only a gift given by a husband to his wife, but also an obligation between the father and his children and also has a responsibility between an owner and something he owns. This income also covers the needs of the wife during childbirth, such as the financing of midwives or doctors who help with childbirth, drug costs and hospitals. Also included is the fulfillment of the biological needs of the wife. This income also covers the needs of the wife during childbirth, such as the financing of midwives or doctors who help with childbirth, drug costs and hospitals. Also included is the fulfillment of the biological needs of the wife.
Hak Asal Usul Desa: Perspektif Yuridis Sugandi, Muhammad Syafei; Nurdin, Muhammad Nur Iqbal
Qawanin Jurnal Ilmu Hukum Vol. 4 No. 2 (2023): September 2023 - Februari 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56087/qawaninjih.v4i2.436

Abstract

The purpose of writing this thesis is to analyze the nature of village conflict in terms of the form of guaranteeing the traditional origin rights of village communities since the issuance of Law No. 6 of 2014 concerning Villages. The aim of writing this thesis is to analyze the nature of village conflict in terms of the form of guaranteeing the traditional origin rights of village communities since the issuance of Law No. 6 of 2014 concerning villages. This research method uses normative research. The types and sources of legal materials used in preparing this research are primary legal materials originating from statutory regulations, secondary legal materials obtained from collecting library data in the form of literature, scientific works, journals, documentation. from various related institutions or agencies, tertiary legal materials, guidance on primary and secondary legal materials in the form of encyclopedia dictionaries, materials from the internet and scientific literature, and data collected through primary data and secondary data, then analyzed using qualitative analysis. The results of this research show that village origin rights are viewed from a juridical perspective in Law No. 6 of 2014 concerning villages and several further regulations related to villages provide recognition of guaranteeing village origin rights in a complex manner, village conflicts arise due to the role of the implementer of guaranteeing village origin rights. which is not optimal. Reviewing the legal regulations regarding villages, regional governments as implementers of the role of guaranteeing rights of origin must be more active through enacting regional regulations. The government is obliged to prioritize dialogue in resolving village conflicts and providing adequate compensation for village community land which is the object of national development. The issuance of Law No. 6 of 2014 concerning Villages, emphasizes the fulfillment of guarantees for village government administration based on rights of origin, which is then further regulated in the Regulation of the Minister of Villages, Development of Disadvantaged Regions and Transmigration No. 1 of 2015 concerning Guidelines for Authority Based on Rights of Origin and Authority. The Village-Scale Local which is the benchmark for guidelines for procedures for implementing the authority of rights of origin is quite clear, as well as the Regulation of the Minister of Home Affairs of the Republic of Indonesia Number 18 of 2018 concerning Village Community Institutions and Village Traditional Institutions to become a meeting point for village governments and village traditional institutions. Abstrak: Tujuan penulisan skripsi ini adalah menganalisa fonemana konflik desa ditinjau dari bentuk penjaminan hak asal usul tradisional masyarakat desa sejak dikeluarkannya undang-undang no 6 tahun 2014 tentang desa. Metode penelitian ini menggunakan penelitian normatif, Jenis dan sumber bahan hukum yang digunakan dalam penyusunan penelitian ini ialah bahan hukum primer berasal dari peraturan perundang-undangan, bahan hukum sekunder diperoleh dari pengumpulan data-data kepustakaan berupa literatur- literatur, karya ilmiah, jurnal, dokumentasi dari berbagai lembaga atau instansi yang terkait, bahan hukum tersier petunjuk terhadap bahan hukum primer dan sekunder berupa kamus ensiklopedia, bahan dari internet dan literatur ilmiah, dan data yang terkumpul melalui data primer dan data sekunder, kemudian di analisis dengan analisis kualitatif. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa hak asal usul desa ditinjau dari segi yuridis dalam undang-undang no 6 tahun 2014 tentang desa dan beberapa pengaturan lanjutan terkait desa memberikan pengakuan penjaminan hak asal usul desa secara kompleks, konflik desa timbul akibat peran pelaksana penjaminan hak asal usul desa yang tidak optimal. Meninjau pengaturan peraturan perundang-undangan mengenai desa, pemerintah daerah sebagai pelaksana peran jaminan hak asal usul harus lebih aktif melalui penetapan peraturan daerah. Pemerintah wajib mengedepakan dialog dalam mengatasi konflik desa dan memberikan ganti rugi yang layak terhadap lahan masyarakat desa yang menjadi objek pembangunan nasional. Dikeluarkannya Undang-Undang No 6 Tahun 2014 Tentang Desa, mempertegas pemenuhan penjaminanan penyelenggaraan pemerintah desa berdasarkan hak asal usul yang kemudian diatur lebih lanjut pada Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi No 1 Tahun 2015 Tentang Pedoman Kewenangan Berdasarkan Hak Asal Usul Dan Kewenangan Lokal Berskala Desa yang menjadi patokan pedoman tata cara dalam melaksanakan kewenangan hak asal usul cukup jelas, serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2018 Tentang Lembaga Kemasyarakatan Desa dan Lembaga Adat Desa untuk menjadi titik temu pemerintah desa dan lembaga adat desa.
PENANGANAN PELANGGARAN TINDAK PIDANA POLITIK UANG OLEH SENTRA PENEGAKAN HUKUM TERPADU DI KABUPATEN BULUKUMBA Hidayat, Achmad; Thalib, Hambali; Hambali, Azwad Rachmat
Qawanin Jurnal Ilmu Hukum Vol. 4 No. 1 (2023): Maret - Agustus 2023
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56087/qawaninjih.v4i1.438

Abstract

Abstract: This study aims to determine the application of the handling of money politics in Bulukumba Regency, which was carried out by the participants of regional head candidates, voters and campaign teams in the regional head elections in Bulukumba Regency. This research was carried out in Bulukumba district by selecting the agency related to this case, namely the Bulukumba Regency General Election Supervisory Agency.The data collection method used is the interview method and the study of documentation then the data obtained were analyzed descriptively qualitatively so as to reveal the expected results and conclusions on the problem. The results of this study indicate that: The implementation of handling violations of money politics by the Integrated Law Enforcement Center (GAKKUMDU) of Bulukumba Regency in the 2020 regional head election has been carried out with the provisions of the flow of handling election violations based on PERBAWASLU No. 8 of 2020 and there are 11 cases of alleged criminal acts of money politics, 1 case which was forwarded to the District Court. Bulukumba, 10 cases were discontinuedbecause they did not meet the alleged elements. Factors influencing the Integrated Law Enforcement Center in dealing with money politics at the General Elections Supervisory Agency of Bulukumba Regency. There are 3 main problems, namely legal substance, legal structure, and legal culture.The recommendation of this research: it is hoped that the candidates for regional heads, campaign teams, voters, and general election organizers will continue to run democratic parties honestly and fairly. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapanpenanganan tindak pidana politik uang di Kabupaten Bulukumba, yang dilakukan oleh para peserta calon kepala daerah, pemilih dan tim kampanye pada pemilihan kepala daerah di Kabupaten Bulukumba. Pelaksanaan penelitian di kabupaten Bulukumba dengan memilih instansi yang terkait dengan perkara ini yakni di Badan Pengawas PemilihanUmum. Metode penelitian Hukum empiris yang digunakan adalah metode wawancara dan studi dokumentasi kemudian data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif sehingga mengungkapkan hasil yang diharapkan dan kesimpulan. Hasil penelitian penelitian ini menunjukkanbahwa: Pelaksanaan penanganan pelanggaran tindak pidana politik uang oleh Sentra Penegakan Hukum Terpadu (GAKKUMDU) Kabupaten Bulukumba pada pemilihan kepala daerah pada tahun 2020 telah terlaksana dengan ketentuan alur penanganan pelanggaran pemilihan berdasarkan PERBAWASLU No. 8 Tahun 2020 dan terdapat 11 kasus dugaan tindak pidana politik uang 1 kasus yang diteruskan ke pengadilan negeri Kab. Bulukumba, 10 kasus hentikan karena tidak memenuhi unsur yang disangkakan. Faktor-faktor yang mempengaruhi Sentra Penegakan Hukum Terpadu dalam menangani tindak pidana politik uang di Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Bulukumba. Terdapat 3 pokokmasalah yakni substansi hukum, struktur hukum, budaya hukum. Rekomendasi penelitian ini: diharapkan para calon kepala daerah, tim kampanye, pemilih, dan penyelenggara pemilihan umum untuk tetap menjalankan pesta demokrasi secara jujur dan adil.
EFEKTIFITAS PENYIDIKAN TERHADAP TINDAK PIDANA KEKERASAN SEKSUAL KEPADA ANAK Fitri Handayani, Nur Aini; Arsyad, Nasrullah; Sutiawati, Sutiawati
Qawanin Jurnal Ilmu Hukum Vol. 4 No. 1 (2023): Maret - Agustus 2023
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56087/qawaninjih.v4i1.439

Abstract

Abstract: This study aims to determine and analyze the Effectiveness of investigation into criminal acts sexual violence againist children. The research used by the author is the Empirical Law research method. The results of the study indicate that investigation into criminal acts of violence against children have not been effective besause there are still many obstacles experienced by the police in carrying out their investigations.Suggestions for this research are the Makassar City Police Resort needs to get serious attention from the government to increase the budget, provide counseling to the law related to children and the need to increase the quality and quantity of law enforcement officers in the PPA Unit Polrestabes Makassar in order to realize the implementation of the investigation can run effectively and supervision The Makassar City Police Resort provides adequate facilities and facilities at the PPA Polrestabes Makassar Unit. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis efektifitas pelaksanaan penyidikan terhadap tindak pidana kekerasan seksual kepada anak. serta untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaanpenyidikan terhadap tindak pidana kekerasan seksual kepada anak. Penelitian yang digunakan penulis adalah metode penelitian Hukum Empiris.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan penyidikan terhadap tindak pidana kekerasan seksual kepada anak belum efektif dikarenakan masih banyak kendala yang dialami oleh pihak kepolisian dalam pelaksanaan penyidikannya. Rekomendasi penelitian iniKepolisian Resort Kota Besar Makassar perlu mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah untuk penambahan anggaran, melakukan penyuluhan hukum kepada masyarakat terkait kekerasan seksual kepada anak dan perlunya peningkatan kualitas dan kuantitas aparat penegak hukum di Unit PPA Polrestabes Makassar demi kelancaran dalam melaksanakan penyidikan sehingga penyidikan tersebut dapat berjalan efektif serta hendaknya pimpinan Kepolisian Resort Kota Besar Makassar memberikan sarana dan fasilitas yang memadai di Unit PPA Porestabes Makassar.
TINJAUAN YURIDIS AKTA PERDAMAIAN YANG DIBUAT DIHADAPAN NOTARIS DALAM PENYELESAIAN SENGKETA PERDATA Amin, Fadlullah; Busthami, Dachran; Ramadani, Rizki
Qawanin Jurnal Ilmu Hukum Vol. 4 No. 1 (2023): Maret - Agustus 2023
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56087/qawaninjih.v4i1.440

Abstract

Abstract This study aims to identify and analyze the Juridical Review of the Peace Deed Made Before a Notary in Resolving Civil Cases. Empirical research methods. This empirical legal researchmethod is basically a combination of normative legal approaches with the addition of various empirical elements. used as the strongest and most complete evidence. This peace deed guarantees the rights and obligations of the parties for the sake of certainty, order, and legal protection for interested parties in the civil dispute settlement process. Therefore, the peace deed is written evidence, the strongest and most complete and can make a real contribution to disputeresolution quickly and cheaply. A peace deed made before a notary has a legal legal standing against a court decision as a complete means of proof. In 2014 concerning Amendments to Law Number 30 of 2004 concerning Notary Positions (hereinafter referred to as the Notary Law) according to the Notary Law, a notary may not have a profession that interferes with his performance other than that he is prohibited from having a side job that can cause a conflict of interest (conflict interest). The mediation process carried out by a notary as a mediator is very possible considering that the notary understands the problems that occur between the disputingparties who are his clients. Another advantage if the notary acts as a mediator is that it will be easier to find a way out of the problem because the notary understands the direction of the settlement to be chosen, this is because the notary is the maker of the peace deed of the disputing parties, so he really understands the essence and context of the problems that are happening. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis Tinjauan Yuridis Akta Perdamaian Yang Dibuat Di Hadapan Notaris Dalam Menyelesaikan Perkara Perdata. Metode penelitian empiris. Metode penelitian hukum empiris ini pada dasarnya ialah penggabungan antara pendekatan hukum normatif dengan adanya penambahan dari berbagai unsur-unsur empiris.Berdasarkan hasil penelitian ini adalah maka dapat ditarik kesimpulan Kedudukan hukum Akta Perdamaian yang dibuat dihadapan notaris adalah akta otentik, yang mempunyai kekuatan hukum yang dapat dijadikan sebagai alat bukti terkuat dan terpenuh. Akta perdamaian ini menjamin hak dan kewajiban para pihak demi kepastian, ketertiban, dan perlindungan hukum bagi para pihak yang berkepentingan dalam proses penyelesaian sengketa perdata. Oleh karena itu, akta perdamaian tersebut merupakan bukti tertulis, terkuat dan terpenuh serta dapat memberikan sumbangan nyata bagi penyelesaian sengketa secara cepat dan murah. Akta perdamaian yang dibuat di hadapan notaris memiliki kedudukan hukum yang sah terhadap putusan pengadilan sebagai alat pembuktian lengkap.Peran Notaris dalam membuat akta perdamaian sebagaimana kedudukannya sebagai pejabat umum yang berwenang membuat akta otentik, notaris juga berwenang menjadi mediator yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 2Tahun 2014 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 Tentang Jabatan Notaris (selanjutnya disebut UU Notaris) menurut UU Notaris, seorang notaris tidak bolehberprofesi yang mengganggu kinerjanya selain itu dilarang memiliki pekerjaan sampingan yang dapat menyebabkan terjadinya konflik kepentingan (conflict interesting). Proses mediasi yang dilakukan seorang notaris sebagai mediator sangat mungkin dilakukan mengingat notaris tersebut sangat memahami permasalahan yang terjadi antara pihak yang bersengketa yang merupakan kliennya. Keuntungan lainnya jika notaris berperan sebagai mediator adalah akan lebih mudah menemukan jalan keluar permasalahan karena notaris memahami arah penyelesaian yang akan dipilih, hal ini disebabkan karena notaris tersebut sebagai pembuat aktaperdamaian para pihak yang bersengketa, sehingga ia sangat memahami inti dan konteks permasalahan yang sedang terjadi.
FUNGSI BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN TERHADAP PEREDARAN MAKANAN IMPOR DALAM MEWUJUDKAN PERLINDUNGAN KONSUMEN Hardayni, Putri Ayu; Fahmal, Muin; Salmawati, Salmawati
Qawanin Jurnal Ilmu Hukum Vol. 4 No. 1 (2023): Maret - Agustus 2023
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56087/qawaninjih.v4i1.448

Abstract

Abstrack This study aims to determine the function of the Food and Drug Supervisory Agency on the circulation of imported food in realizing consumer protection. Knowing the factors that influence the effectiveness of the function of the Food and Drug Supervisory Agency on the circulation of imported food in realizing consumer protection. This study uses empirical research methods by reviewing and analyzing the functions and factors of the Food and Drug Supervisory Agency on the circulation of imported food in realizing consumer protection. The result of this study that The Function Of The Food and Drug Supervisory Agency on the circulation of imported food is to (1) Policy Making (2) Implementation Of Drug And Food Contro (3) Prosecution For Violations (4) Authority. The factor of the lack or still low legal awareness of consumers to make complaints or reports to both national consumer protection agencies and non-governmental consumer protection institutions will certainly also affect the quality of supervision by BBPOM. The recommendation of this research is that it is hoped that BPOM should be more active in supervising Imported Food circulating in the community. The need re-enhanced cooperation between state institutions related to control of imported food. These state institutions include the Directorate of General of Customs and Excise, Ministry of Trade, Ministry of Health, Ministry of Industry, POLRI, and many other state institutions who can be invited to work together to monitor the incoming imported food to Indonesia. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi Badan Pengawas Obat dan Makanan terhadap peredaran makanan impor dalam mewujudkan perlindungan. Mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap efektivitas fungsi Badan Pengawas Obat dan Makanan terhadap peredaran makanan impor dalam mewujudkan perlindungan konsumen. Penelitian ini menggunakan metode penelitian empiris dengan cara mengkaji dan menganalisis fungsi serta faktor Badan Pengawas Obat dan Makanan terhadap peredaran makanan Impor dalam mewujudkan perlindungan konsumen. Hasil penelitian ini menunjukkannFungsi Badan Pengawas Obat dan Makanan terhadap peredaran makanan impor adalah Penyusunan Kebijakan (2) Pelaksanaan Pengawasan Obat dan Makanan (3) Penindakan Terhadap Pelanggaran (4) Wewenang. Faktor kurangnya atau masih rendahnya kesadaran hukum konsumen untuk melakukan pengaduan atau pelaporan baik kepada lembaga perlindungan konsumen nasional maupun lembaga perlindungan konsumen swadaya masyarakat tentu juga akan berpengaruh kepada
Kekuatan Hukum Pembuktian Akta Di bawah Tangan Yang Dilegalisasi Oleh Pejabat Berwenang Berliana, Ade; Hamza, Yuli Adha; Rezky Wulandari, Andi Sri
Qawanin Jurnal Ilmu Hukum Vol. 3 No. 2: September 2022 – Februari 2023
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56087/qawaninjih.v3i2.450

Abstract

This study aims to find out and analyze the legal position of legalized private deeds, find out and analyze the strength of proof of legalized illegal deeds as evidence in civil cases. This type of research uses empirical research methods. The results of this study indicate that Article 1338 of the Civil Code which states that "an agreement made legally applies as law for those who make it" from the article it can be concluded that every agreement made under the hands of the parties is valid according to the law. applicable laws/laws. And the private deed that has obtained legalization from a notary has strong evidentiary power, as long as the private deed is dated and the signatures of the parties are not denied. So with the recognition of the signature, the contents of the deed are considered as the agreement of the parties. The legalization function of the deed made under the hand is to ensure the certainty of the date and signature of the parties and the contents of the deed are explained by a notary, so that the signing cannot deny the contents of the deed he signed and the people whose names are written in the statement. The task of the judge in terms of proof is only to share the burden of proof, assess whether or not a piece of evidence can be accepted and assess the strength of the evidence after the evidence is held. The research recommendation is that the parties who make or make an agreement under the hand to be careful in making the agreement so that there are no disputes or misunderstandings that cause one of the parties to break, and it is better if the deed under the hand is legalized before an authorized official so that the deed may be under the hand whose purpose is as a proof (written evidence) can have strong legal force. Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kedudukan hukum akta di bawah tangan yang dilegalisasi, serta kekuatan pembuktian akta di bawah tangan yang di legalisasi sebagai alat bukti dalam perkara perdata. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pasal 1338 KUH-perdata yang menyatakan bahwa “suatu perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya” dari pasal tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa setiap perjanjian yang dibuat di bawah tangan oleh para pihak adalah sah menurut hukum/Undang-undang yang berlaku dan perjanjian itu sendiri berlaku sebagai undang-undnag bagi para pihak pembuatnya. Serta Akta di bawah tangan yang telah memperoleh legalisasi dari Notaris mempunyai kekuatan pembuktian yang kuat, selama akta di bawah tangan tersebut pada tanggal dan tanda tangan para pihak tidak di sangkal. Jadi dengan diakuinya tanda tangan tersebut, maka isi akta pun di anggap sebagai kesepakatab para pihak. Fungsi legalisasi atas akta yang di buat di bawah tangan untuk menjamin kepastian tanggal dan tanda tangan para pihak dan isi akta tersebut dijelaskan oleh notaris, sehingga penandatanganan tidak dapat menyangkal isi akta yang ditandatanganinya dan orang-orang yang namanya tertulis dalam keterangan tersebut. Tugas hakim dalam hal pembuktian hanyalah membagi beban pembuktikan, menilai dapat atau tidak di terima suatu alat bukti dan menilai kekuatan pembuktian setelah diadakan pembuktian. Rekomenasi penelitian yaitu Kiranya para pihak yang melakukan atau membuat suatu perjanjian di bawah tangan agar teliti dalam membuat perjanjian agar tidak terjadi perselisihan atau kesalahpahaman yang menyebabkan salah satu pihak bisa ingkar, dan Ada baiknya akta di bawah tangan di legalisai di hadapan pejabat bewenang agar kiranya akta di bawah tangan yang tujuannya sebagi suatu pembuktian ( alat bukti tertulis) dapat mempunyai kekuatan hukum yang kuat.
Peran Notaris dalam Pengaturan Hak Ahli Waris dalam Kasus Warisan Tanah dan Properti Di Kepulauan Selayar Rafli, Muhammad; Rinaldy Bima, Muhammad; Adha Hamzah, Yuli
Qawanin Jurnal Ilmu Hukum Vol. 5 No. 1 (2024): Maret - Agustus 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56087/qawaninjih.v5i1.471

Abstract

The purpose of this research is to find out and analyze the role of notaries in distributing heirs' rights and to find out and analyze the responsibilities of notaries in resolving heirs' rights problems. The research method used in this research is empirical research, namely research using field data as the main data source, such as the results of interviews and observations. The data analysis technique used is carried out by collecting data through the results of interviews submitted and library materials or secondary data which includes primary legal materials and tertiary legal materials in the form of documents and applicable laws and regulations.The results of the research reveal that regulating the rights of Notary heirs is an important thing for people's lives, so that the behavior and actions of Notaries in carrying out their professional positions are vulnerable to abuse that can be detrimental to society, so it is very necessary to carry out guidance and supervision of notaries, regarding the responsibilities of Notaries, Notaries. has a very big responsibility in making the inheritance certificate deed. And the Notary must be careful in making a deed because the Notary must take full responsibility based on the law if the deed, he makes causes losses to the parties. Suggestions given by the author for notaries in carrying out every deed they must prioritize the common interest rather than the interests of one party, so that the existence of each party is not ignored and obtains a balanced position while reducing disputes between heirs. Meanwhile, the Notary must have proper control in making the deed regarding the duties and authority of the notary as an authentic deed maker Abstrak:Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui dan menganalisis peran notaris dalam pembagian hak ahli waris dan untuk mengetahui dan menganalisis tanggung jawab notaris dalam menyelesaikan permasalahan hak ahli waris. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu bersifat penelitian empiris. Hasil penelitian mengungkapkan dalam pengaturan hak ahli waris Notaris merupakan hal yang penting bagi kehidupan masyarakat, sehingga perilaku dan perbuatan Notaris dalam menjalankan jabatan profesinya rentan terhadap penyalahgunaan yang dapat merugikan masyarakat, sehingga sangat diperlukan pelaksanaan pembinaan dan pengawasan terhadap notaris, mengenai tanggung jawab Notaris, Notaris memilki tanggung jawab yang sangat besar dalam pembuatan akta keterangan waris. Dan Notaris haruslah berhati-hati dalam membuat akta karena dimana Notaris harus bertanggung jawab penuh berdasarkan Undang-Undang akta yang dibuatnya menimbulkan kerugian bagi para pihak. Rekomendasi yang diberikan penulis Bagi notaris dalam melaksanakan setiap pembuatan akta wajib lebih mementingkan kepentingan bersama dari pada kepentingan satu pihak, sehingga keberadaan masing-masing pihak tidak terabaikan dan mendapatkan kedudukan yang seimbang beserta mengurangi pertikaian antar ahli waris. Adapun Notaris harus memegang kendali betul dalam pembuatan akta yang berkenaan dengan tugas dan kewenangan notaris sebagai pembuat akta autentik. Kata Kunci: Notaris; Hak Ahli Waris; Warisan Tanah; Properti;