cover
Contact Name
Ainun Sajidah
Contact Email
spesialyutub8@gmail.com
Phone
+6287879647308
Journal Mail Official
jurnalkaryagenerasisehat@gmail.com
Editorial Address
Jl. Mistar Cokrokusumo No.1A Banjarbaru 70714
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Karya Generasi Sehat
ISSN : -     EISSN : 30265703     DOI : https://doi.org/10.31964/jkgs.v1i1
Jurnal ini mempunyai 6 tema yaitu Kesehatan Lingkungan dan Masyarakat, Kesehatan Gigi dan Mulut, Ilmu Laboratorium Medis, Ilmu Kebidanan, Ilmu Gizi dan Ilmu Keperawatan. JKGS adalah jurnal yang menjalani proses peer review dan menjadi wadah bagi artikel-artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu yang relevan dengan perkembangan generasi muda dan kesehatan secara umum. Diterbitkan oleh komunitas akademik yang berfokus pada masalah kesehatan dan penyakit secara umum, JKGS menerbitkan artikel-artikel berupa hasil penelitian ilmiah orisinal, ulasan ilmiah inovatif, serta ulasan atau analisis kritis terhadap karya-karya terdahulu yang telah dimuat di JKGS atau jurnal ilmiah sejenis.
Articles 59 Documents
PENGARUH PIJAT OKSITOSIN TERHADAP INVOLUSI UTERI PADA IBU POST PARTUM NORMAL DI RUANG KEMUNING RSUD TABANAN Kurnia, Made Isa Meidriani; Putu Mastiningsih; Ni Made Risna Sumawati
Jurnal Karya Generasi Sehat Vol. 3 No. 2 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkgs.v3i2.196

Abstract

The postpartum period (puerperium) is a period that begins after the placenta is released and ends when the reproductive organs return to their original state (before pregnancy). Involution or uterine contraction is a process in which the uterus returns to its pre-pregnancy condition with a weight of about 30 grams. This process begins immediately after the placenta is born due to contractions of the smooth muscles of the uterus. The problem of uterine involution is subinvolution. Uterine subinvolution is the process of late uterine return caused by endometrial infection, residual placenta, blood clots, or uterine myoma. Efforts to prevent postpartum hemorrhage can be done since the 3rd and 4th stages of labor by administering oxytocin. This oxytocin hormone plays a very important role in the process of uterine involution. The purpose of this study was to determine the Effect of Oxytocin Massage on uterine involution in normal postpartum mothers in the Kemuning Room of Tabanan Hospital. This study used a Quasi Experiment design method with a Non Equivalent Control Group Design, namely there were two groups. used in this study were 40 respondents, divided into 2 groups. 20 respondents will be used as the intervention group and 20 more respondents will be used as the control group. Data were analyzed using the Wilcoxon and Mann Whitney Tests. The results of the statistical test conducted to compare uterine involution between the control and intervention groups obtained a p value = 0.041 (p <0.05) which means Ho is rejected so that it can be concluded that there is an effect of oxytocin massage on uterine involution in normal postpartum mothers in the Kemuning room of Tabanan Hospital. Based on the results of this study, it is expected that normal postpartum mothers can apply oxytocin massage to prevent bleeding and uterine subinvolution.
PENGARUH YOGA PRANAYAMA TERHADAP KECEMASAN PADA WANITA PREMENOPAUSE DI DESA WANASARI TABANAN Astuti, Ni Nyoman Ferry; Putu Mastiningsih; Ni Made Risna Sumawati
Jurnal Karya Generasi Sehat Vol. 3 No. 2 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkgs.v3i2.197

Abstract

Aging is a natural process that all humans go through. Aging in women begins with entering the climacteric period which begins at the age of 40-65 years. Premenopause usually causes symptoms such as irregular menstrual cycles, hot feelings from the chest to the face, cold sweats at night, vaginal dryness, insomnia, fatigue and depression. Efforts that can be made to reduce anxiety in premenopausal women are non-pharmacological, namely yoga pranayama. Yoga is one way of meditation to calm the mind with a personal development method that aligns the body, mind, and soul through body exercises (asana), breathing flow (pranayama) and meditation or visualization. The purpose of this study was to determine the Effect of Yoga Pranayama on Anxiety in Premenopausal Women in Wanasari Village, Tabanan. This study uses a Pre Experiment design method with a one group pretest-postest design where this study Observation was carried out twice, namely before and after the intervention was given. Data were analyzed using the Wilcoxon Test. The results of the statistical test conducted to determine the level of anxiety experienced by premenopausal women before and after being given yoga pranayama obtained a value of p = 0.000 (p <0.05) which means Ho is rejected so that it can be concluded that there is an effect of yoga pranayama on anxiety in premenopausal women in Wanasari Village, Tabanan. Based on the results of this study, it is expected that Premenopausal Women can apply Yoga Pranayama to overcome anxiety.
PENGARUH AROMA TERAPI LAVENDER TERHADAP KUALITAS TIDUR LANSIA DI UPTD PUSKESMAS PENEBEL I Gusti Ayu Dewi Damayanthi; Ni Made Egar Adhiestiani; Ni Made Risna Sumawati
Jurnal Karya Generasi Sehat Vol. 3 No. 2 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkgs.v3i2.206

Abstract

Lansia merupakan proses alami yang disertai adanya penurunan kondisi fisik, psikologis maupun sosial.Salah satu masalah yang sering terjadi pada lansia adalah insomnia yaitu ketidakmampuan untuk tidur walaupun ada keinginan untuk melakukannya. Insomnia bukan penyakit tetapi gangguan tidur berupa kesulitan tidur. Kualitas tidur merupakan kepuasan seseorang terhadap tidur. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tidur yaitu pemberian aromaterapi lavender.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Aroma terapi Lavender terhadap kualitas tidur lansia di UPTD Puskesmas Penebel I. Penelitian ini menggunakan desain Quasy eksperimen dengan desain Non-Equivalent Control Grup Design dan tehnik purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah Lansia sebanyak 40 orang. Data dianalisis menggunakan uji mann whitney dan wilcoxon. Hasil uji mann whitney didapatkan nilai p-value sebesar 0,000 yang artinya terdapat pengaruh aroma terapi lavender terhadap kualitas tidur lansia di UPTD Puskesmas Penebel I. Bedasarkan hasil penelitian ini, diharapkan lansia dapat menerapkan Aroma terapi Lavender untuk memperbaiki kualitas tidur.
PENGARUH PERSEPSI KELUARGA PASIEN TENTANG KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT TERHADAP TINGKAT KECEMASAN KELUARGA PADA PASIEN YANG DI RAWAT DI RUANG INTENSIVE CARE UNIT Aminulah; Rizani, Akhmad; Mahdalena; Parellangi, Parellangi
Jurnal Karya Generasi Sehat Vol. 3 No. 2 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkgs.v3i2.210

Abstract

pada keluarga akibat kondisi pasien yang kritis dan terbatasnya interaksi langsung. Komunikasi terapeutik yang efektif dari perawat dapat membantu mengurangi kecemasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi keluarga tentang komunikasi terapeutik perawat terhadap tingkat kecemasan keluarga pasien di ICU RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel sebanyak 33 responden diperoleh melalui teknik purposive sampling dari total populasi 123 orang, dengan perhitungan jumlah sampel berdasarkan rumus Slovin (presisi 15%). Hasil menunjukkan bahwa persepsi keluarga tentang komunikasi terapeutik berada pada kategori cukup (51,5%) dan tingkat kecemasan keluarga juga berada pada kategori sedang (51,5%). Hasil uji regresi logistik biner sederhana menunjukkan ada pengaruh signifikan antara persepsi keluarga tentang komunikasi terapeutik perawat terhadap tingkat kecemasan keluarga pasien di ruang ICU. Hal ini dikarenakan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, yang menunjukkan bahwa semakin positif persepsi keluarga terhadap komunikasi terapeutik yang dilakukan perawat, maka tingkat kecemasan keluarga cenderung lebih rendah. Artinya, komunikasi yang empatik, jelas, dan suportif dari perawat dapat berperan penting dalam menurunkan kecemasan keluarga yang sedang menghadapi kondisi pasien kritis. Kata Kunci : Kecemasan ; Komunikasi Terapeutik ; Persepsi
HUBUNGAN OBESITAS DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA USIA PRODUKTIF Suhardi; Azhima, Rizkan; Sajidah, Ainun; Parellangi
Jurnal Karya Generasi Sehat Vol. 3 No. 2 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkgs.v3i2.252

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit tidak menular yang banyak terjadi pada kelompok usia produktif dan dapat menimbulkan komplikasi serius. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan obesitas dan aktivitas fisik dengan kejadian diabetes melitus tipe 2 pada usia produktif. Metode penelitian menggunakan desain retrospektif dengan pengumpulan data obesitas dan aktivitas fisik dari peristiwa yang telah terjadi, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara obesitas dengan kejadian diabetes melitus tipe 2 (p=0,037) serta aktivitas fisik dengan kejadian diabetes melitus tipe 2 (p=0,036) pada kelompok usia produktif. Disimpulkan bahwa obesitas dan rendahnya aktivitas fisik berperan signifikan terhadap kejadian diabetes melitus tipe 2. Temuan ini menegaskan pentingnya upaya pencegahan melalui peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pola hidup sehat, pengendalian berat badan, dan peningkatan aktivitas fisik guna menurunkan risiko diabetes melitus tipe 2 pada usia produktif. Kata Kunci: Aktivitas Fisik; Diabetes Melitus Tipe 2; Obesitas; Usia Produktif
Hubungan Paparan Kebisingan Dengan Gangguan Pendengaran (Non Auditory) Pada Pemarut Kelapa di Pasar Batuah Martapura Ramadhina, Dhea Putri Dilla; Junaidi; Muhammad Pahruddin; Yohanes Joko Supriyadi
Jurnal Karya Generasi Sehat Vol. 3 No. 2 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkgs.v3i2.184

Abstract

Kebisingan merupakan salah satu faktor bahaya fisik yang sering dijumpai di lingkungan kerja. Paparan kebisingan bisa juga bersumber dari alat-alat yang digunakan di tempat kerja. Penggunaan mesin dalam kegiatan produksi dapat menimbulkan masalah kebisingan yang mempunyai pengaruh luas pada gangguan indera pendengaran, gangguan komunikasi, gangguan tidur, gangguan pelaksanaan tugas, perasaan tidak senang, dan gangguan faal tubuh. Tujuan penelitian mengetahui dan menganalisis hubungan paparan kebisingan dengan gangguan pendengaran (non auditory) pada pemarut kelapa di Pasar Batuah Martapura. Penelitian ini bersifat observasional analitik menggunakan desain cross sectional. Dilakukan observasi terhadap 30 orang pekerja pemarut kelapa. Data dianalisa menggunakan Uji Korelasi Spearmen’s Rank. Pengumpulan data kebisingan menggunakan alat Sound Level Meter serta kuesioner untuk pengumpulan data karakteristik responden dan keluhan subjektif gangguan pendengaran (non auditory) responden pekerja pemarut kelapa. Hasil penelitian didapatkan pengukuran kebisingan berkisar antara 70,1 – 87,1 dBA serta didapatkan 2 orang (6,7%) pemarut kelapa dikategorikan terganggu pada fisiologis, 30 orang (100%) pemarut kelapa dikategorikan terganggu pada psikologis dan 6 orang (20,0%) pemarut kelapa dikategorikan terganggu pada komunikasi. Secara statistik tidak ada hubunga yang signifikan antara paparan kebisingan dengan gangguan pendengaran (non auditory). Bagi peneliti selanjutnya hendaknya dapat melakukan penelitian lanjutan dengan menambahkan variabel seperti, lama paparan, beban kerja dan tekanan darah. Noise is one of the physical danger factors that is often found in the work environment. Noise exposure can also come from the tools used in the workplace. The use of machines in production activities can cause noise problems which have a broad influence on hearing loss, communication problems, sleep disorders, task performance problems, feelings of displeasure and bodily function disorders. The aim of the research is to determine and analyze the relationship between noise exposure and hearing loss (non-auditory) in coconut graters at Batuah Martapura Market. This research is observational analytic using a cross sectional design. Observations were made on 30 coconut grater workers. Data were analyzed using the Spearmen's Rank Correlation Test. Noise data was collected using a Sound Level Meter and a questionnaire to collect data on the characteristics of respondents and subjective complaints of hearing loss (non-auditory) by respondents of coconut grater workers. The results of the study showed that noise measurements ranged from 70.1 – 87.1 dBA and it was found that 2 people (6.7%) were categorized as physiologically disturbed, 30 people (100%) were categorized as psychologically disturbed and 6 people (20%) were categorized as psychologically disturbed. 0%) coconut graters were categorized as impaired in communication. Statistically there is no significant relationship between noise exposure and hearing loss (non-auditory). Future researchers should be able to carry out further research by adding variables such as exposure time, workload and blood pressure.
PENGARUH PENYULUHAN TENTANG GIZI SEIMBANG TERHADAP SIKAP IBU PREMENOPAUSE DALAM MENGKONSUMSI GIZI SEIMBANG DI DESA CANDIKUNING Ni Nyoman Sri Anggreni; Putu Mastiningsih; Ni Putu Yunita Sri Lestari
Jurnal Karya Generasi Sehat Vol. 3 No. 2 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkgs.v3i2.204

Abstract

Gizi yang tidak optimal berkaitan dengan kesehatan yang buruk. Hal ini disebabkan karena kuantitas dan kualitas makanan serta minuman yang dikonsumsi akan mempengaruhi tingkat kesehatan individu terutama pada masa premenopause dan masa menopause. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penyuluhan tentang gizi seimbang terhadap sikap ibu premenopause dalam mengkonsumsi gizi seimbang.Penelitian ini menggunakan desain penelitian Pre experimental dengan desain penelitian One Group Pretest-Posttest Design menggunakan uji statistik Wilcoxon Sign Rank Test, yang melibatkan 40 ibu pramenopause. Kemudian dilakukan analisis data dengan Wilcoxon Sign Rank Test.Hasil analisis menggunakan Uji Wilcoxon Sign Rank Test untuk pengambilan keputusan yaitu jika sig > 0,05 maka H0 diterima, artinya tidak ada pengaruh antara variabel jika sig < 0,05 maka H0 di tolak, artinya ada pengaruh antar variabel. Berdasarkan hasil Uji statistic didapatkan nilai mean pretest sebesar 1,88 dan nilai mean posttest sebesar 1,08 yang berarti rata-rata sikap ibu premenopause memiliki sikap yang positif yang artinya terdapat Pengaruh Penyuluhan Tentang Gizi Seimbang Terhadap Sikap Ibu Premenopause Dalam Mengkonsumsi Gizi Seimbang Di Desa Candikuning
PERBANDINGAN KADAR HEMOGLOBIN ANTARA ANAK SD DI DATARAN RENDAH DAN TINGGI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DIRGAHAYU KOTABARU TAHUN 2024 Rahmatus Sholehah; Neni Oktiyani; Ahmad Muhlisin; Wahdah Norsiah
Jurnal Karya Generasi Sehat Vol. 3 No. 2 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkgs.v3i2.218

Abstract

Hemoglobin ialah unsur utama dalam sel darah merah yang tergolong sebagai protein terkonjugasi, berfungsi penting dalam proses pengangkutan oksigen serta karbon dioksida dalam tubuh. Hasil pemeriksaan terhadap sejumlah parameter darah seperti eritrosit, hemoglobin, dan hematokrit memperlihatkan adanya perbedaan yang mencolok antara individu yang tinggal di daerah dataran tinggi dengan mereka yang menetap di daerah dataran rendah. Kondisi kadar oksigen yang menurun seiring dengan peningkatan ketinggian menyebabkan tubuh beradaptasi dengan meningkatkan produksi sel darah merah demi mencukupi kebutuhan oksigen. Semakin tinggi lokasi tempat tinggal, semakin tinggi pula jumlah eritrosit yang diproduksi. Oleh karena itu, jumlah eritrosit memiliki kaitan erat dengan kadar hemoglobin dan hematokrit. Penelitian ini bertujuan guna mengetahui apakah ada perbedaan kadar hemoglobin antara siswa sekolah dasar yang berdomisili di dataran tinggi dan dataran rendah di wilayah kerja Puskesmas Dirgahayu, Kabupaten Kotabaru. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dan bersifat komparatif. Pemeriksaan dilakukan secara otomatis menggunakan alat hematology analyzer terhadap sampel darah vena dari 15 siswa di dataran rendah dan 15 siswa di dataran tinggi. Hasil analisis menggunakan uji Mann Whitney U menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,003, yang berarti ada perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Rata-rata kadar hemoglobin pada siswa di dataran rendah tercatat sebesar 11,6 g/dl, sedangkan pada siswa di dataran tinggi mencapai 12,6 g/dl. Penelitian selanjutnya disarankan guna dilakukan pada wilayah dengan ketinggian 725 mdpl dengan melibatkan subjek remaja maupun orang dewasa.
PERBEDAAN KUALITAS PEWARNAAN SEDIAAN SITOLOGI MENGGUNAKAN BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L) SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI METHYLENE BLUE PADA METODE DIFF QUICK Rizky Arsyanti; Neni Oktiyani; Aima Insana; Ratih Dewi Dwiyanti
Jurnal Karya Generasi Sehat Vol. 3 No. 2 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkgs.v3i2.232

Abstract

Pewarnaan sediaan sitologi dilakukan untuk memperjelas morfologi sel agar dapat diamati secara mikroskopis, khususnya pada bagian inti sel dan sitoplasma. Pewarnaan Diff Quick merupakan metode yang umum digunakan karena cepat dan memiliki kontras warna yang baik, tetapi salah satu komponennya, methylene blue, bersifat toksik dan tidak ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas pewarnaan sediaan sitologi menggunakan larutan bunga telang (Clitoria ternatea L) sebagai alternatif alami pengganti methylene blue dengan pewarnaan Diff Quick. Jenis penelitian True Experiment dengan rancangan Post Test Only with Control Group Design, terdiri dari 4 perlakuan dengan 6 kali pengulangan menggunakan 1 sampel cairan pleura yang diwarnai dengan larutan bunga telang pada konsentrasi 20%, 25%, dan 30%, serta dibandingkan dengan pewarnaan Diff Quick standar sebagai kontrol. Hasil pemeriksaan mikroskopik larutan bunga telang konsentrasi 20% menunjukkan kualitas tidak baik, 25% menunjukkan kualitas cukup baik dan 30% menunjukkan kualitas pewarnaan yang paling mendekati pewarnaan standar dengan kategori “sangat baik.” Uji Friedman menunjukkan perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan (p=0,001), dan uji Wilcoxon menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara larutan bunga telang 30% dengan kontrol (p=0,063). Kesimpulannya, larutan bunga telang konsentrasi 30% memiliki potensi sebagai pewarna alami alternatif methylene blue dalam Metode Diff Quick. Disarankan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menaikkan konsentrasi larutan pewarna bunga telang atau menaikkan pH larutan pewarna bunga telang (Clitoria ternatea L).