cover
Contact Name
Ainun Sajidah
Contact Email
spesialyutub8@gmail.com
Phone
+6287879647308
Journal Mail Official
jurnalkaryagenerasisehat@gmail.com
Editorial Address
Jl. Mistar Cokrokusumo No.1A Banjarbaru 70714
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Karya Generasi Sehat
ISSN : -     EISSN : 30265703     DOI : https://doi.org/10.31964/jkgs.v1i1
Jurnal ini mempunyai 6 tema yaitu Kesehatan Lingkungan dan Masyarakat, Kesehatan Gigi dan Mulut, Ilmu Laboratorium Medis, Ilmu Kebidanan, Ilmu Gizi dan Ilmu Keperawatan. JKGS adalah jurnal yang menjalani proses peer review dan menjadi wadah bagi artikel-artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu yang relevan dengan perkembangan generasi muda dan kesehatan secara umum. Diterbitkan oleh komunitas akademik yang berfokus pada masalah kesehatan dan penyakit secara umum, JKGS menerbitkan artikel-artikel berupa hasil penelitian ilmiah orisinal, ulasan ilmiah inovatif, serta ulasan atau analisis kritis terhadap karya-karya terdahulu yang telah dimuat di JKGS atau jurnal ilmiah sejenis.
Articles 55 Documents
Pengaruh Penyuluhan Menggunakan Media Pop-Up Book Terhadap Pengetahuan Cara Menyikat Gigi Pada Siswa Kelas IV Maulida, Yunita; Habibah, Siti Sab’atul; Amperawati, Metty; Fansurna, Anderi
Jurnal Karya Generasi Sehat Vol. 2 No. 2 (2024): Edisi Desember 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The majority of the Indonesian population has good daily tooth-brushing behavior at 94.7%. However, only 2.8% of them brush their teeth at the correct time at least twice a day, after breakfast and before bed. Lack of dental and oral health knowledge is one of the factors contributing to oral health problems. Dental and oral health knowledge should be imparted at a young age because children begin to comprehend the significance of health and the prohibitions or behaviors that can negatively affect their teeth. Therefore, promoting dental and oral health is necessary. This research aims to determine the effect of counseling using Pop-up Book on knowledge of how to brush teeth in IV class at Madrasah Ibtidaiyah Swasta Iqdamul Ulum Banjar Regency. Quasi-experiment research was employed with a control group pretest-posttest design. The research sample consisted of 47 students using total sampling. The research findings demonstrated that the average knowledge score was 7.92 before counseling using Pop-Up Book and 12.67 after counseling. Paired Sample T-Test results showed that ρ-value 0.000 < α = 0.05, so Ho was rejected and Ha was accepted. This research concludes that counselling using Pop-Up Book has an effect on the students' knowledge of how to brush their teeth in IV class at Madrasah Ibtaiyah Swasta Iqdamul Ulum Banjar Regency. It is recommended that health workers, particularly those in the dental and oral health field, conduct promotional activities for students at Madrasah Ibtidaiyah, including continuous counselling using interesting and not monotonous media to increase students’ knowledge.
Perbedaan Konsumsi Air Bor dan Air PAH Terhadap Status Karies Gigi Pada Murid Sekolah Dasar Rizqi, Deni Tri; Utami, Naning Kisworo
Jurnal Karya Generasi Sehat Vol. 2 No. 2 (2024): Edisi Desember 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data Riskesdas 2018 menunjukkan Kabupaten Barito Kuala memiliki proporsi masalah gigi rusak/berlubang/sakit tertinggi se-Kalimantan Selatan yaitu 59,6%, dan air minum merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi status karies gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan konsumsi air sumur bor pada murid SDN Pinang Habang dan air PAH pada murid SDN Tumih terhadap status karies gigi di Kecamatan Wanaraya Kabupaten Barito Kuala. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan rancangan Cross Sectional, pengambilan data menggunakan teknik Purposive Sampling sebanyak 69 murid. Hasil penelitian berdasarkan uji Independent Sample T-Test didapatkan nilai = 0,000 atau <0,05), dengan status karies pada murid yang mengonsumsi air PAH lebih tinggi yaitu 4,5 dibandingkan air sumur bor yaitu 3,0. Kesimpulan penelitian ini yaitu ada perbedaan konsumsi air sumur bor pada murid SDN Pinang Habang dan air PAH pada murid SDN Tumih terhadap status karies gigi di Kecamatan Wanaraya Kabupaten Barito Kuala.
Pengaruh Berkumur Air Kelapa Muda Jenis Genjah Entok Terhadap pH Saliva Pada Murid SDN Di Martapura. Rahmadiniyah, Rahmadiniyah; said, Fahmi; Nuryati, Sri; Sari, Emilda
Jurnal Karya Generasi Sehat Vol. 2 No. 2 (2024): Edisi Desember 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karies gigi disebabkan oleh demineralisasi jaringan keras gigi yang terjadi karena penurunan pH saliva. Berbagai cara dilakukan untuk menurunkan resiko adanya karies. Air kelapa muda, dikenal sebagai minuman yang menyehatkan mengandung tannin, kalium, natrium, kalsium, dan vitamin C. Hasil pengambilan data awal pada murid kelas IV dan V SDN Pasayangan 2 di Bulan Oktober 2022 pada 10 orang murid diperoleh rata-rata pH saliva 6,3 yang menunjukkan pH asam sehingga bisa menyebabkan karies. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berkumur air kelapa muda (Cocos Nucifera Linn Var. Viridis) jenis genjah entok terhadap pH saliva murid kelas IV dan V SDN Pasayangan 2 di bantaran Sungai Martapura. Jenis penelitian analitik dengan eksperimen semu dengan rancangan penelitian Pretest dan Posttest One Group Design. Teknik pengambilan sampel adalah Total Sampling dengan mengambil sampel 44 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata pH saliva sebelum berkumur air kelapa muda (Cocos Nucifera Linn Var. Viridis) jenis genjah entok sebanyak 30 ml sebesar 6,9, sedangkan rata-rata pH sesudah berkumur sebesar 6,5. Bedasarkan hasil uji statistik dengan uji Paired T-Test didapatkan hasil nilai ρ = 0,000 < α = 0,05. Kesimpulan yang didapatkan ada pengaruh berkumur air kelapa muda (Cocos Nucifera Linn Var. Viridis) jenis genjah entok terhadap pH saliva murid kelas IV dan V SDN Pasayangan 2 di bantaran Sungai Martapura. Disarankan mengonsumsi air kelapa muda setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang bersifat basa, karena air kelapa muda dapat menurunkan pH saliva.
Kualitas Pewarnaan Sediaan Apusan Darah Menggunakan Pewarna Buah Naga Pengencer Air Mineral Bermerek Metode Romanowsky Hidayah, Nurul; Muhlisin, Ahmad; Roebiakto, Erfan; Oktiyani, Neni
Jurnal Karya Generasi Sehat Vol. 2 No. 2 (2024): Edisi Desember 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkgs.v2i2.75

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pewarnaan sediaan apusan darah menggunakan pewarna buah naga pengencer air mineral bermerek metode Romanowsky. Jenis penelitian observasional laboratorium dengan rancangan comparative study. Berdasarkan uji Mann-Whitney tidak ada perbedaan kualitas antara zat warna Romanowsky pengencer buffer fosfat pH 6,8 (A) dan zat warna buah naga pengencer buffer fosfat pH 6,8 (B) signifikansi p=1,000. Berdasarkan uji Kruskal Wallis didapatkan signifikansi p=1,000 yang mana tidak ada perbedaan kualitas pewarnaan zat warna Romanowsky pengencer buffer fosfat pH 6,8 (A) dengan zat warna buah naga air mineral bermerek 1 (C), 2 (D), 3 (E), 4 (F) dan zat warna buah naga (B) dengan zat warna buah naga air mineral bermerek 1(C), 2(D), 3(E), 4(F). Persentase masing-masing kualitas pewarnaan didapatkan hasil sebesar 100%, 100%, 100%, 97%, 100%, 97%. Disimpulkan bahwa zat warna buah naga pengencer air mineral bermerek dapat digunakan sebagai alternatif pewarna Romanowsky dan pengencer buffer fosfat pH 6,8.
Pengaruh Berkumur Rebusan Kunyit Putih terhadap Penurunan Plak Skor pada Siswa Madrasah Tsanawiyah Kabupaten Banjar Suraya, Nurus; Rahmawati, Ida; Ulfah , Rasuna; Nuryati , Sri
Jurnal Karya Generasi Sehat Vol. 2 No. 2 (2024): Edisi Desember 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor pencetus karies gigi adalah plak. Upaya mengurangi akumulasi plak gigi adalah dengan berkumur air rebusan kunyit putih yang bersifat antimikroba. Hasil data pencatatan kesehatan gigi dan mulut UPT Puskesmas Martapura 2 pada 47 siswa MTs Muhammadiyah Martapura di Bulan September 2022 didapati sebanyak 43 siswa mengalami karies gigi dan 7 siswa memiliki keadaan rongga mulut yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berkumur air rebusan kunyit putih (Curcuma zedoaria (Berg.) Roscoe) terhadap penurunan plak skor pada siswa Kelas VIII dan IX MTs Muhammadiyah Martapura Kabupaten Banjar. Penelitian ini berjenis analitik dengan rancangan One Group Pretest Posttest. Populasi penelitian ini berjumlah 48 orang, sampel diambil menggunakan teknik Total Sampling. Hasil dianalisis menggunakan uji Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata plak skor sebelum berkumur air rebusan kunyit putih (Curcuma zedoaria (Berg.) Roscoe) adalah 4,20 dan plak skor sesudah berkumur air rebusan kunyit putih (Curcuma zedoaria (Berg.) Roscoe) sebesar 2,87. Hasil uji menunjukkan nilai p=0,000<α=0,05, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan penelitian ini adalah ada pengaruh berkumur air rebusan kunyit putih (Curcuma zedoaria (Berg.) Roscoe) terhadap penurunan plak skor pada siswa kelas VIII dan IX MTs Muhammadiyah Martapura Kabupaten Banjar. Diharapkan petugas kesehatan meningkatkan program kesehatan khususnya penyuluhan kesehatan gigi dan mulut kepada masyarakat, khususnya pelajar remaja. Kata Kunci: Air rebusan kunyit putih; Plak skor; Pelajar remaja.
Perbandingan Kadar Aspartate Aminotransferase (AST) Berdasarkan Frekuensi Transfusi Darah Pada Pasien Talasemia Β Mayor Di Rumah Sakit Daerah Idaman Banjarbaru Rif'ah, Puteri Amalia; Oktiyani, Neni; Kustiningsih, Yayuk; Cahyono, Jujuk Anton
Jurnal Karya Generasi Sehat Vol. 2 No. 2 (2024): Edisi Desember 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkgs.v2i2.88

Abstract

Transfusi darah rutin pada pasien talasemia menyebabkan terjadinya penumpukkan zat besi di berbagai organ, terutama hati dan jantung, menyebabkan kadar Aspartate aminotranasferase (AST) dapat meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat perbandingan kadar AST pasien talasemia berdasarkan frekuensi transfusi darah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survei analitik. Subjek penelitian berjumlah 30 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Hasil penelitian memperlihatkan sebanyak 10 orang (33%) subjek penelitian memiliki kadar AST di atas normal, 7 orang diantaranya melakukan transfusi 2 minggu sekali dan 3 orang lainnya melakukan transfusi setiap 3 minggu sekali. Subjek penelitian yang melakukan transfusi setiap 4 minggu sekali seluruhnya memiliki kadar AST normal. Uji One Way Anova menunjukkan terdapat perbedaan bermakna paling tidak antar 2 kelompok (p = 0,043). Pada uji post hoc LSD menunjukkan terdapat perbedaan bermakna pada kelompok transfusi setiap 2 minggu sekali dan 4 minggu sekali (p = 0,013). Kata Kunci : Talasemia, aspartate aminotrasferase, AST, penumpukkan zat besi
Hubungan Status Pelatihan Pemeriksaan Sputum TB dengan Nilai Error Rate dan Kualitas Sediaan Mikroskopis TB di Puskesmas Kota Banjarmasin Tahun 2023 Aisya Nahdiya; Thuraidah, Anny; Dwiyanti, Ratih Dewi; Muhlisin, Ahmad; Haitami, Haitami
Jurnal Karya Generasi Sehat Vol. 2 No. 2 (2024): Edisi Desember 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkgs.v2i2.125

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi yang menular, disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Dengan masih digunakannya pemeriksaan mikroskopis untuk diagnosis TBC, maka pemantapan kualitas pemeriksaan mikroskopis harus dilakukan secara berkala yaitu dengan melaksanakan uji silang. Pelatihan akan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas laboratorium sehingga memahami dan mengurangi kesalahan yang terjadi dalam pemeriksaan TB. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan status pelatihan pemeriksaan sputum TB dengan nilai error rate dan kualitas sediaan. Jenis penelitian survey analitik dengan rancangan cross sectional. Penelitian dilakukan di Kota Banjarmasin pada tanggal 1 s/d 30 Oktober 2023. Populasi penelitian adalah petugas laboratorium di Puskesmas Kota Banjarmasin sebanyak 61 orang. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling, yaitu memilih petugas laboratorium yang melakukan pembuatan sediaan serta pemeriksaan mikroskopis TB untuk uji silang tahun 2023 sebanyak 27 responden. Hasil penelitian 19 orang (70,4%) sudah pelatihan, 8 orang (29,6%) tidak pelatihan. Hasil uji silang triwulan I: 24 Puskesmas (88,9%) Baik, 3 Puskesmas (11,1%) Jelek. Nilai Error Rate 25 Puskesmas (92,6%) Baik, 2 Puskesmas (7,4%) Jelek. Hasil uji silang Triwulan II: 23 Puskesmas (85,2%) Baik, 4 Puskesmas (14, 8%) Jelek. Nilai Error Rate 27 Puskesmas (100%) Baik, 0 Puskesmas (0%) Jelek. Uji Chi-Square antara status pelatihan dengan kualitas sediaan mikroskopis TB didapatkan Fisher's Exact Sig. 0,019 (Triwulan 1) dan 0,004 (Triwulan II) <a = 0,05, menunjukkan ada hubungan bermakna. Uji terhadap hubungan status pelatihan dengan error rate diperoleh nilai Exact Sig. 0,080 (Triwulan I) di mana nilai ini > a = 0,05, maka disimpulkan tidak ada hubungan bermakna. Sedangkan Triwulan II tidak dapat diuji karena variabel error rate konstan. Bagi peneliti selanjutnya disarankan meneliti faktor-faktor lain yang mempengaruhi hasil uji silang mikroskopis TB serta dalam periode yang lebih lama.
PENGARUH KOMBINASI EKSTRAK ETANOL JAHE MERAH (Zingiber officinale var Rubrum), DAUN KELOR (Moringa oleifera), DAN MENIRAN HIJAU (Phyllanthus niruri L.) SEBAGAI ANTIBAKTERI Escherichia coli Hafidh, Muhammad; Dwiyanti, Ratih Dewi; Insana, Aima; Muhlisin, Ahmad
Jurnal Karya Generasi Sehat Vol. 2 No. 2 (2024): Edisi Desember 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkgs.v2i2.154

Abstract

Penyakit diare disebabkan oleh infeksi bakteri Escherichia coli. Infeksi ini dilakukan dengan pemberian obat tanaman herbal dari bahan alam yaitu jahe merah, daun kelor, dan meniran hijau yang berpotensi sebagai antibakteri sebagai alternatif pengobatan, dikarenakan pengobatan dengan bahan kimia atau antibiotik mengalami efek resisten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi ekstrak etanol jahe merah, daun kelor, dan meniran hijau sebagai antibakteri Escherichia coli. Jenis penelitian ini adalah True Exsperiment dengan rancangan penelitian adalah Posttest Only With Control Group Design dengan 7 formulasi kombinasi ekstrak etanol jahe merah, daun kelor, dan meniran hijau dengan 4 kali pengulangan. Uji antibakteri dilakukan dengan metode dilusi cair yaitu menentukan Kemampuan Menghambat dan Kemampuan Membunuh serta dengan metode difusi Zona Hambat Sumuran. Hasil penelitian pada Kemampuan Menghambat diukur dengan absorbansi sebelum dan sesudah inkubasi dari selisih rerata didapatkan formulasi F5 (2:1:1) yaitu 0.717 memiliki nilai yang dengan penurunan terbanyak dari semua formulasi. Pada Kemampuan Membunuh didapatkan hasil rata-rata 0 koloni yaitu pada formulasi F2 (1:1:2), F4 (1:2:2), F5 (2:1:1), dan F7 (2:1:2). Pada zona hambat sumuran didapatkan hasil rata-rata diameter dengan daya hambatan kuat adalah F4 (1:2:2) sebanyak 13.2 mm yang tertinggi dari semua formulasi. Dilakukan uji statistic Wilcoxon dan Kruskal-Wallis. Disimpulkan bahwa kombinasi ekstrak etanol jahe merah, daun kelor, dan meniran hijau formulasi yang efektif sebagai antibakteri Escherichia coli adalah formulasi F4 (1:2:2). Saran bagi peneliti selanjutnya dapat menggunakan konsentrasi bertingkat pada formulasi tersebut dari kombinasi ekstrak etanol jahe merah, daun kelor, dan meniran hijau sebagai antibakteri Escherichia coli.
Pengaruh Lama Bekerja Dan Posisi Kerja Terhadap Keluhan Nyeri Punggung Bawah Pada Penjahit Pakaian Di Pasar Raya Rantau Putri, Vicry Kartika; Arifin; Tien Zubaidah; Yohanes Joko Supriyadi
Jurnal Karya Generasi Sehat Vol. 2 No. 2 (2024): Edisi Desember 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama bekerja dan posisi kerja terhadap keluhan nyeri punggung bawah pada penjahit pakaian. Jenis penelitian ini adalah analitik, desain penelitian menggunakan cross sectional. Populasi pada penelitian ini berjumlah 45 penjahit dan sampel penelitian diambil dari kriteria inklusi yang didapatkan 30 penjahit pakaian. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank Correlation. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada pengaruh lama bekerja terhadap keluhan nyeri punggung bawah p = 0,000 < 0,05 nilai koefisien (r) 0,671 artinya kekuatan korelasi kuat dan ada pengaruh posisi kerja terhadap keluhan nyeri punggung bawah p = 0,000 < 0,05 nilai koefisien (r) yaitu 0,694 artinya kekuatan korelasi kuat. Disarankan untuk melakukan peregangan sekitar 3 menit setelah 2 jam bekerja. Memperhatikan posisi ergonomis baik postur badan yang tidak membungkuk ke depan dan posisi telapak kaki menapak ke lantai serta ditunjang dengan kursi kerja sesuai dengan postur tubuh penjahit. Kata Kunci: Lama Bekerja; Posisi Kerja; Keluhan Nyeri Punggung Bawah Abstract This study aims to determine the effect of length of work and work position on complaints of low back pain in tailors. This type of research is analytic, the research design uses cross sectional. The population in this study amounted to 45 tailors and the research sample was taken from the inclusion criteria obtained by 30 tailors. Data analysis using the Spearman Rank Correlation test. The results of statistical tests show that there is an effect of length of work on complaints of low back pain p = 0.000 <0.05 the coefficient value (r) is 0.671 meaning the strength of the correlation is strong and there is an effect of work position on complaints of low back pain p = 0.000 <0.05 the coefficient value (r) is 0.694 meaning the strength of the correlation is strong. It is recommended to stretch for about 3 minutes after 2 hours of work. Pay attention to ergonomic positions both posture that does not bend forward and the position of the soles of the feet on the floor and supported by a work chair according to the posture of the tailor. Keywords: Length of Service; Work Position; Low Back Pain Complaints
Pengaruh Sanitasi Lingkungan Fisik Rumah Dan kepadatan Hunian Terhadap Kejadian Tuberkulosis Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Martapura 2 Kabupaten Banjar Azizah, Nailah; junaidi; Pahruddin, Muhammad; Noraida
Jurnal Karya Generasi Sehat Vol. 3 No. 1 (2025): Edisi Juni 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkgs.v3i1.166

Abstract

Abstrak Kabupaten Banjar menjadi urutan ke 2 kasus tertinggi tuberkulosis paru di Kalimantan Selatan dengan jumlah kasus 766. Pada wilayah kerja Puskesmas Martapura 2 yang terletak di Kabupaten Banjar, penyakit tuberkulosis paru terus meningkat setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persyaratan fisik rumah dan kepadatan hunian dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Martapura 2 Kabupaten Banjar. Penelitian ini bersifat obervasional analitik dengan menggunakan metode case control. Besar sampel dalam penelitian 1:1, dengan 15 kasus dan 15 kontrol total 30 sampel. Analisis statistik menggunakan uji chi-square dan faktor risiko uji odd’s ratio. Hasil uji statistik chi-square menunjukkan bahwa ada hubungan persyaratan fisik rumah dengan nilai p=0,007 dari hasil penelitian melalui pengukuran (pencahayaan p=0,000, kelembaban p=0,000, suhu p=0,002) dan kepadatan hunian p=0,000 dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Martapura 2. Hasil analisis odd’s ratio menunjukkan sanitasi lingkungan fisik rumah 21 kali dengan masing-masing variabel yang diukur (pencahayaan 91 kali, kelembaban 42 kali, suhu 28 kali) dan kepadatan hunian 91 kali berisiko terkena penyakit tuberkulosis paru apabila tinggal pada rumah yang tidak memenuhi persyaratan. Diharapkan masyarakat dapat membiasakan membuka pintu dan jendela rumah agar sirkulasi udara maupun pencahayaan bisa masuk kedalam rumah dengan optimal. Kata Kunci: Persyaratan Fisik Rumah; Kepadatan Hunian; Tuberkulosis Paru Abstract Banjar Regency has the second highest number of pulmonary tuberculosis cases in South Kalimantan with 766 cases. In the working area of Puskesmas Martapura 2 located in Banjar Regency, the incidence of pulmonary tuberculosis continues to increase every year. This study aims to determine the relationship between physical requirements of the house and occupancy density with the incidence of pulmonary tuberculosis in the working area of Puskesmas Martapura 2, Banjar Regency. This study is an analytic observational study using the case control method. The sample size in the study was 1:1, with 15 cases and 15 controls totaling 30 samples. Statistical analysis used chi-square test and odd's ratio test risk factors. The results of the chi-square statistical test showed that there was a relationship between the physical requirements of the house with a value of p=0.007 from the results of the study through measurement (lighting p=0.000, humidity p=0.000, temperature p=0.002) and occupancy density p=0.000 with the incidence of pulmonary tuberculosis in the working area of Puskesmas Martapura 2. The results of the odd's ratio analysis showed that the sanitation of the physical environment of the house 21 times with each variable measured (lighting 91 times, humidity 42 times, temperature 28 times) and occupancy density 91 times at risk of developing pulmonary tuberculosis disease if living in a house that does not meet the requirements. It is expected that the community can get used to opening doors and windows of the house so that air circulation and lighting can enter the house optimally. Keywords: House Physical Requirements; Residential Density; Pulmonary Tuberculosis