cover
Contact Name
Hasan Syahrizal
Contact Email
jurnalalzayn@gmail.com
Phone
+6282352818690
Journal Mail Official
jurnalalzayn@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sederhana Lorong Lambang Sari No.959, RT 001 RW. 006, Kelurahan Tembilahan Hulu Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau, Indonesia
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum
ISSN : 30262925     EISSN : 30262917     DOI : https://doi.org/10.61104/alz.v1i2
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum dengan e-ISSN 3026-2917 p-ISSN 3026-2925 Prefix DOI 10.61104. adalah jurnal akses terbuka peer-reviewed dan mengikuti kebijakan single-blind review. Artikel ilmiah pada Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum merupakan hasil penelitian orisinal, ide konseptual, dan kajian terkini dalam ruang lingkup Ilmu Sosial & Hukum, yakni; Ilmu Sosial, Ilmu Ekonomi, Pendidikan, Manajemen, Filsafat, Hukum, Politik, dan penelitian yang relevan. Artikel ilmiah pada Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum dapat ditulis perorangan maupun ditulis secara tim dengan maksimal 5 (lima) orang penulis pada satu artikel ilmiah yang akan dipublikasikan, baik berafiliasi pada lembaga di lingkungan yang sama, maupun kolaborasi dari beberapa lembaga. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum adalah jurnal akses terbuka dan akses gratis, penulis dapat mendaftar di website dan tidak dipungut biaya apapun dari proses pendaftaran. Para penulis dari universitas atau yang diteliti dapat mengutip referensi dari jurnal ini dan memberikan manfaat bagi organisasi terkait. Jurnal ini memberikan kesempatan untuk berbagi wawasan mendetail dari akademisi dan praktisi terkait dengan masalah ilmu sosial & Hukum. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum diterbitkan 2 (dua) kali dalam setahun yakni pada bulan Juni dan bulan Desember oleh Yayasan Pendidikan Dzurriyatul Quran. setiap artikel yang diterima akan direview oleh editor jurnal dan reviewer yang berkompeten di bidang masing-masing. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum akan menerbitkan artikel terpilih di bawah Creative Commons Attribution ShareAlike 4.0 International License
Articles 3,118 Documents
Fungsionalisasi Hukum Pidana Dalam Peraturan Daerah Kota Bandar Lampung Nomor 1 Tahun 2018 Tentang Ketenteraman Masyarakat Dan Ketertiban Umum Maya Shafira; Salman Ade Chandra; Maroni; Firganefi; Aisyah Muda Cemerlang
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5405

Abstract

Penelitian ini menganalisis fungsionalisasi hukum pidana dalam Peraturan Daerah Kota Bandar Lampung Nomor 1 Tahun 2018 tentang Ketenteraman Masyarakat dan Ketertiban Umum melalui metode yuridis normatif dan empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan sanksi dalam Perda tersebut belum sepenuhnya mengimplementasikan prinsip ultimum remedium, di mana sanksi pidana cenderung diprioritaskan dibandingkan pengoptimalan sanksi administratif yang bersifat preventif dan edukatif. Hal ini dinilai kurang sejalan dengan semangat pembaharuan hukum dalam UU Nomor 1 Tahun 2023 (KUHP Nasional) yang menekankan pada moderasi pemidanaan. Selain kendala regulasi, efektivitas penegakan hukum di lapangan masih terhambat oleh keterbatasan sumber daya dan kewenangan PPNS, koordinasi antar-aparat yang belum solid, serta rendahnya tingkat kesadaran hukum masyarakat di Kota Bandar Lampung.. Kata Kunci: Peraturan Daerah, Ketertiban Umum, Ultimum Remedium
Implementasi Pendidikan Akidah Di Ranting Muhammadiyah Pasteur Bandung Raharjo, Santoso; Marlin , Diana
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5406

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi pendidikan akidah di Ranting Muhammadiyah Pasteur Bandung. Fokus penelitian adalah pada dua kegiatan utama, yaitu Pengajian Bapak-Bapak Al-Huda dan Pengajian Ibu-Ibu Aisyiyah. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipan pasif, dan studi literatur, penelitian ini menemukan bahwa implementasi pendidikan akidah—khususnya materi inti Muhammadiyah berupa pemurnian dari Takhayul, Bid’ah, dan Churafat (TBC)—belum berjalan secara sistematis dan institusional. Pada pengajian bapak-bapak, materi tersebut tidak pernah diajarkan sebagai topik khusus dan hanya disinggung secara tidak mendalam. Sementara itu, inisiatif implementasi terlihat pada pengajian ibu-ibu melalui penyisipan nilai-nilai akidah dalam kajian tafsir, namun hal ini sangat bergantung pada kapasitas individu pengajar. Akar masalah utama adalah terputusnya rantai transmisi keilmuan dan pembinaan dari otoritas Majelis Tarjih dan Tajdid Pusat kepada para pengajar di tingkat ranting. Para pengajar lebih banyak mengandalkan latar belakang keilmuan pribadi yang beragam, sehingga materi dan metodologi yang disampaikan belum sepenuhnya selaras dengan manhaj dan penekanan spesifik Muhammadiyah. Ironisnya, kesadaran akan pentingnya pemahaman akidah dan TBC justru tinggi di kalangan anggota. Simpulan penelitian ini mengindikasikan bahwa untuk mengoptimalkan implementasi, diperlukan upaya sistematis dalam pembinaan pengajar dan penyusunan panduan materi akidah yang mengalir dari tingkat pusat hingga ke ranting.
Peran Pondok Pesantren Dalam Pembentukan Akhlak Santri Di Pondok Pesantren Al Manshurah Ambon Masripah, Imas; Mustafa, Khairul
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5408

Abstract

Pendidikan akhlak merupakan hal salah upaya dalam pembentukan kepribadian seorang muslim yang beriman dan bertakwa. Santri merupakan gelar terbaik bagi mereka yang hidup dan belajar agama di pondok pesantren, terkadang menjadi tercoreng karena sikap dan perilaku sebagian santri yang jauh dari apa yang didambakan. Padahal pondok pesantren merupakan salah satu tempat terbaik untuk mendalami ilmu agama dan tempat pembinaan kepribadian dan akhlak. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana peran pondok pesantren dalam pembentukan akhlak santri di Pondok Pesantren Al Manshurah Ambon. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam panelitian ini adalah metode penelitian kualitatif yakni prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa pondok pesantren Al Manshurah Ambon memiliki peran yang sangat signifikan dalam pembentukan akhlak santri. Peran ini dilihat dari beberapa aspek, diantaranya : pendidikan yang berorientasi akhlak, pembinaan akhlak yang terstruktur serta pengasuhan yang berbasis keteladanan. Beberapa faktor yang mendukung pembentukan akhlak di pondok pesantren Al Manshurah Ambon yaitu komitmen kuat dari pengurus dan para ustadz, lingkungan pesantren kondusif, serta dukungan dari orang tua. Beberapa faktor yang dapat menghambat pembentukan akhlak para santri diantaranya pengaruh lingkungan luar pesantren dan keterbatasan fasilitas. Dengan adanya pembinaan langsung, maka santri lebih disiplin dan bertanggung jawab, lebih sopan dan menghormati orang lain. Pengasuh dan lingkungan juga memiliki peran penting dalam pembentukan akhlak santri dengan memberikan contoh atau teladan yang baik, ketat dalam mengawasi santri serta memberikan lingkungan yang nyaman dan kondusif.
Penyelesaian Tindak Pidana Pencurian Ringan melalui Sanksi Adat Melayu Bengkulu di Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu Malau, Ruben; Marcelino, Rafflie Julio; Hidayat, Alip Asya; Saputra, Derry Rahmat
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5409

Abstract

Tindak pidana pencurian ringan seringkali diselesaikan melalui pemidanaan formal yang berorientasi retributif, padahal masyarakat memiliki mekanisme hukum adat yang mengedepankan keadilan restoratif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sanksi adat Melayu Bengkulu dalam penyelesaian tindak pidana pencurian ringan di Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu, serta mengidentifikasi hambatan dalam implementasinya. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan socio-legal. Data dikumpulkan melalui wawancara dan studi kepustakaan, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sanksi adat Melayu Bengkulu masih diterapkan dan dipercaya oleh masyarakat. Bentuk sanksinya meliputi ganti rugi materiil, arak-arakan adat, serta penyediaan nasi kunyit untuk memulihkan keharmonisan sosial. Namun, pelaksanaannya menghadapi hambatan berupa sulitnya mencapai kesepakatan ganti rugi, penolakan sepihak dari korban yang dapat berujung pada sanksi pengucilan sosial, ketidakpatuhan pelaku terhadap putusan adat, serta menurunnya pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai adat. Disimpulkan bahwa hukum adat Melayu Bengkulu masih sangat relevan sebagai alternatif penyelesaian perkara, namun memerlukan upaya pelestarian dan harmonisasi yang lebih terstruktur dengan sistem hukum nasional.
Pembelajaran Pai Berbasis Bahasa Arab Dari Perspektif Peserta Didik Di Ma’had Al Anshar Yogyakarta Zain, Humairah Syifa’; Mahyani , Aang
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5410

Abstract

Pembelajaran bahasa Arab memiliki peran penting dalam pendidikan Islam, khususnya dalam memahami sumber ajaran Islam seperti Al-Qur’an dan Hadis. Di lingkungan pesantren, pembelajaran bahasa Arab tidak hanya berlangsung di kelas, tetapi juga terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari. Namun demikian, dalam praktiknya, pembelajaran bahasa Arab masih menghadapi berbagai kendala dari perspektif peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran bahasa Arab ditinjau dari perspektif peserta didik di Ma'had Al Anshar Yogyakarta, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta mengkaji strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) yang dipadukan dengan analisis kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami kaidah bahasa Arab, keterbatasan kosakata, serta kurangnya praktik berbahasa secara aktif. Selain itu, faktor psikologis seperti rendahnya motivasi dan kepercayaan diri turut memengaruhi proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, penggunaan media yang variatif, serta penciptaan lingkungan bahasa yang kondusif. Dengan demikian, pembelajaran bahasa Arab diharapkan menjadi lebih efektif dan bermakna.
Manajemen Pengembangan Kemampuan Bahasa Arab Untuk Anak SD Islam Al-Anshar Fitriani, Fika Nur; Sukmantara, Rano
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5411

Abstract

Upaya menyeimbangkan kemampuan bahasa Arab siswa/siswi SD Islam Al-Anshar mendirikan lembaga pengembangan bahasa Arab. Untuk mencapai tujuan yang diharapkan dibutuhkan proses manajemen yang baik dalam lembaga pengembangan bahasa Arab. karena manajemen sebagai salah satu faktor penentu ketercapaian tujuan lembaga. Penelitian ini mengambil permasalahan: 1) Bagaimana perencanaan pengembangan kemampuan bahasa Arab siswi di SD Islam Al-Anshar?, 2) Bagaimana pelaksanaan pengembangan kemampuan bahasa Arab siswi di SD Islam Al-Anshar? dan 3) Bagaimana Evaluasi pengembangan kemampuan bahasa Arab siswi di SD Islam Al-Anshar?. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data guru dan siswi. Hasil penelitian ditemukan bahwa: 1) perencanaan pengembangan bahasa Arab meliputi penentuan SOP pembelajaran, penentuan kegiatan, anggaran, kebijakan dan strategi yang dirancang oleh kepala pengembangan bahasa dan pembantu direktur bidang pendidikan dan kurikulum . 2) pelaksanaan pengembangan bahasa Arab dilaksanakan 1 hari dalam satu minggu untuk kelas TECC yang didalamnya terdapat pembelajaran prcakapan bahasa arab dan kosa kata setiap harinya yang dilaksanakan setelah sholat dzuhur serta di sela-sela pembelajaran, dan program ditujukan kepada siswa/siswi dan pendidik. Kegiatan pengembangan bahasa Arab siswa/siswi dilaksanakan secara formal dan informal. Pengelompokan tugas perkelas yang dilaksanakan semester sekali hanya untuk kelas 6 saja. 3) evaluasi pengembangan bahasa Arab dilaksanakan secara formal dan informal. evaluasi formal hanya untuk daurah arabiyah melalui tes tertulis dan lisan sedangkan untuk informal hanya berupa laporan pertanggungjawaban setelah pelaksanaan kegiatan. Rekomendasi: perlu ada kerja sama dengan murid menerapkan percakapan bahasa arab dasar yang terdapat siswa/siswi SD Islam Al-Anshar sehingga program bisa terlaksana dengan harapan tujuan tercapai secara maksimal
Efektivitas Mekanisme Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang dalam Menjaga Kelangsungan Usaha Koperasi Pasca Pandemi Covid-19 Najmatus Sifarani; Siti Rohmawati; Dinda Deswita; Sulistyaningrum, Helena primadianti
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5412

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas mekanisme Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) dalam menjaga kelangsungan usaha koperasi pasca pandemi COVID-19. Pandemi COVID-19 menyebabkan penurunan kemampuan finansial masyarakat, termasuk koperasi, yang berdampak pada meningkatnya kredit macet, gangguan likuiditas, serta kesulitan koperasi dalam memenuhi kewajiban pembayaran utang. PKPU hadir sebagai instrumen hukum yang memberikan kesempatan kepada debitur untuk menunda pembayaran dan menyusun rencana perdamaian guna menghindari kepailitan. Penelitian ini menggunakan metode yuridis-normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan melalui analisis terhadap ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan PKPU serta Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, serta literatur dan yurisprudensi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PKPU cukup efektif sebagai upaya pencegahan kepailitan apabila koperasi masih memiliki prospek usaha dan mampu menyusun skema restrukturisasi yang rasional serta disetujui oleh kreditur. Efektivitasnya dipengaruhi oleh kondisi keuangan koperasi, kualitas tata kelola, serta itikad baik debitur dalam menjalankan kesepakatan. Penelitian ini juga menemukan adanya kelemahan normatif, seperti belum adanya batas maksimal jangka waktu pelunasan utang dalam rencana perdamaian yang telah dihomologasi, yang berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum. Dengan demikian, PKPU dapat menjadi instrumen penyelamatan koperasi, tetapi bukan solusi yang bersifat mutlak, sehingga diperlukan penguatan regulasi serta peningkatan kapasitas kelembagaan koperasi untuk menjamin keberlanjutan usaha pasca pandemi.
Eksplorasi Motivasi Religius Dalam Memilih Produk Perbankan Syariah Qibthiyah, Mariyatul; Rhosyidy, M Daud
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5413

Abstract

Fenomena bertambahnya ketertarikan masyarakat pada produk perbankan syariah mencerminkan perubahan pilihan keuangan yang tidak hanya dipengaruhi olehaspek ekonomi, tetapi juga aspek nilai-nilai religius. Namun demikan, tingkat adopsi perbankan syariah masih belum optimal, sehingga diperlukan kajian lebih mendalam terkait faktor yang memengaruhi keputusan nasabah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi motivasi religius dalam mempengaruhi pilihanseseorang dalam memilih produk perbankan syariah serta mengidentifikasi kesenjangan antara sikap dan perilaku. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif terhadap 16 artikel ilmiah yang berkaitanpada periode 2016 - 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi religius berperan penting sebagai landasan nilai dalam membentuk preferensi seseorang, khususnya dalam menghindari riba serta memilih sistem keuangan yang sesuai prinsip syariah. Namun, religiusitas tidak berdiri sendiri, melainkan berinteraksi dengan faktor lain seperti persepsi, kepercayaan, kualitas layanan, pengalaman, dan kemudahan akses. Selain itu, ditemukan adanya gap antara sikap dan perilaku, di mana seseorang memiliki persepsi positif terhadap perbankan syariah tetapi belum sepenuhnya mengadopsinya. Dengan demikian, peningkatan adopsi perbankan syariah memerlukan pendekatan komprehensif yang mengintegrasikan aspek religius dan faktor praktis.
Analisis Metode Pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an Di Ma’had Al-Badr Al-Islami Bogor Abdullah, Fikri; Sukmantra, Rano
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5414

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis metode pembelajaran tahfidz Al-Qur'an yang diterapkan di Ma'had Al Badr Al Islami Bogor. Ma'had ini dikenal sebagai institusi pendidikan Islam yang fokus pada pengkaderan dai dan penghafal Al-Qur'an bersanad. Menggunakan pendekatan kualitatif, studi ini mengkaji program unggulan Ma'had yang dikenal sebagai I'dad Al-Huffadz. Data dikumpulkan melalui penelusuran informasi publik dan rujukan literatur terkait manajemen pendidikan tahfidz. Hasil analisis menunjukkan bahwa Ma'had Al Badr tidak secara spesifik mengikat pada satu metode tunggal yang dipatenkan, melainkan mengadopsi pendekatan holistik yang mengintegrasikan beberapa teknik tahfidz tradisional yang efektif, seperti talaqqi (belajar langsung dari guru), simai (mendengar), tikrar (pengulangan), dan muraja'ah (pengulangan hafalan) dalam kurikulum yang terstruktur selama 3 hingga 4 tahun. Penekanan diberikan pada kualitas hafalan yang disertai pemahaman tajwid dan makhrajul huruf yang benar, serta pembentukan karakter Islami
Pengaruh Pemberian Reward Terhadap Motivasi Belajar Santr Tingkat SMA Ma’had Riyadhussholihiin Pandeglang Hakim, Tubagus Fauzul Adzim; khoerudin , Koko
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5415

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya strategi pemberian reward dalam meningkatkan motivasi belajar santri di lingkungan pondok pesantren. Ma'had Riyadhussholihiin Pandeglang sebagai lembaga pendidikan Islam terakreditasi A telah menerapkan sistem penghargaan baik dalam bentuk akademik maupun non-akademik seperti kegiatan Musabaqoh Hifzhil Qur'an (MHQ). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian reward terhadap motivasi belajar santri serta sejauh mana kontribusinya dalam membentuk karakter dan kedisiplinan santri tingkat SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh santri tingkat SMA di Ma'had Riyadhussholihiin Pandeglang, dengan sampel sebanyak 35 orang yang diambil menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria santri yang telah mengikuti pembelajaran minimal satu semester dan pernah menerima reward. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner motivasi belajar, observasi, dan dokumentasi kegiatan MHQ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian reward memiliki peran penting dalam mendukung motivasi belajar santri. Distribusi responden yang merata di setiap tingkatan kelas (X.A, X.B, XI.A, XI.B, XI.C, XII.A, XII.B) masing-masing sebesar 14,3% menunjukkan bahwa sistem penghargaan dirasakan secara adil oleh seluruh santri. Sebanyak 85% santri menyatakan bahwa reward meningkatkan semangat belajar mereka, dengan indikator tertinggi pada semangat mengikuti pembelajaran (88%) dan keinginan menghafal Al-Qur'an (85%). Reward berfungsi sebagai penguatan positif yang efektif dalam membangkitkan semangat belajar, membentuk karakter disiplin, mengatasi kejenuhan belajar, dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Reward non- material seperti pujian dan pengakuan publik terbukti memberikan dampak psikologis yang lebih bertahan lama dibandingkan reward material. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pemberian reward yang konsisten, variatif, transparan, dan adil merupakan strategi yang tepat dalam meningkatkan motivasi belajar santri di Ma'had Riyadhussholihiin Pandeglang. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan sistem penghargaan di lembaga pendidikan pesantren serta menjadi dasar bagi penelitian lanjutan dengan desain eksperimental dan sampel yang lebih luas.