cover
Contact Name
Hasan Syahrizal
Contact Email
hasansyahrizal311@gmail.com
Phone
+6282352818690
Journal Mail Official
hasansyahrizal311@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sederhana Lorong Lambang Sari No.959, RT 001 RW. 006, Kelurahan Tembilahan Hulu Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau, Indonesia
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora
ISSN : 30255163     EISSN : 2987713X     DOI : https://doi.org/10.61104/jq.v1i2
QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora dengan e-ISSN 2987-713X (online) p-ISSN 3025-5163 (cetak) dan Prefix DOI 10.61104. adalah jurnal multidisiplin dan akses terbuka peer-reviewed dengan mengikuti kebijakan single-blind review. Artikel ilmiah pada Jurnal QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora merupakan hasil penelitian orisinal, ide konseptual, dan kajian terkini dalam ruang lingkup Ilmu Sosial & Humaniora, yakni; Pendidikan, Ekonomi, Manajemen, Kebudayaan, Studi Agama, dan penelitian yang relevan. Artikel ilmiah Jurnal QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora dapat ditulis perorangan maupun ditulis secara tim dengan maksimal 5 (lima) orang penulis pada satu artikel ilmiah yang akan dipublikasikan pada Jurnal QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora, baik berafiliasi pada lembaga di lingkungan yang sama, maupun kolaborasi dari beberapa lembaga. QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humainora adalah jurnal akses terbuka dan akses gratis (dan pendaftaran gratis). Penulis dapat mendaftar secara online di website dan tidak dipungut biaya apapun dari proses pendaftaran. Para penulis dari universitas atau yang diteliti dapat mengutip referensi dari jurnal ini dan memberikan manfaat bagi organisasi terkait. Jurnal ini memberikan kesempatan untuk berbagi wawasan mendetail dari akademisi dan praktisi terkait dengan masalah Ilmu Sosial & Humaniora. QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humainora diterbitkan 2 (dua) kali dalam setahun yakni pada bulan Mei dan bulan November oleh Yayasan Pendidikan Dzurriyatul Quran. setiap artikel yang diterima akan direview oleh editor jurnal dan reviewer yang berkompeten di bidang masing-masing. QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora akan menerbitkan artikel terpilih di bawah Creative Commons Attribution ShareAlike 4.0 International License.
Articles 767 Documents
Tantangan Dan Peluang Penerapan Manajemen Strategik Syariah Di Era Globalisasi Diajeng Nini Larasati; Nabilla; Devina Indah Syafitri; Mhd abdi saputra; Agustina Mutia
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.6971

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji tantangan dan peluang penerapan manajemen strategik syariah di era globalisasi pada lembaga bisnis dan keuangan Islam di Indonesia. Globalisasi membawa arus liberalisasi pasar, transformasi digital, dan pergeseran nilai budaya yang berdampak signifikan terhadap praktik manajemen berbasis syariah. Metode yang digunakan adalah mixed research, menggabungkan studi pustaka (library research) terhadap literatur manajemen strategik Islam, data empiris lapangan dari wawancara mendalam dengan pimpinan lembaga keuangan syariah di Kota Jambi, serta kajian kuantitatif terhadap laporan kinerja institusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama mencakup tekanan kompetisi global yang tidak berbasis nilai syariah, keterbatasan sumber daya manusia yang kompeten dalam ilmu manajemen Islam, serta dilemma antara efisiensi operasional dan komitmen terhadap prinsip-prinsip syariah. Sebaliknya, peluang yang teridentifikasi meliputi meningkatnya kesadaran konsumen Muslim global terhadap produk dan jasa halal, perkembangan teknologi finansial (fintech) syariah, serta dukungan regulasi pemerintah Indonesia. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi nilai-nilai 'adl (keadilan), amanah (kepercayaan), shiddiq (kejujuran), dan ihsan (kebaikan) ke dalam kerangka manajemen strategik merupakan keniscayaan agar organisasi Islam mampu bersaing secara global tanpa kehilangan identitas syariah-nya.
Pemanfaatan Ular Tangga Edukatif Sebagai Media Pembelajaran Dalam Penanaman Karakter Berkebinekaan Global Pada Anak Usia 5–6 Tahun Di TK Ra Perwanida VI Wora Arfatunnisa; Ahmadin; Muslim
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.6973

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penanaman karakter berkebinekaan global pada anak usia dini melalui pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak. Pembelajaran karakter pada anak usia dini memerlukan media yang menarik dan menyenangkan agar anak lebih mudah memahami nilai-nilai sosial dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan ular tangga edukatif sebagai media pembelajaran dalam penanaman karakter berkebinekaan global pada anak usia 5–6 tahun di TK RA Perwanida VI Wora. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas guru dan anak kelompok usia 5–6 tahun, sedangkan informan penelitian meliputi kepala sekolah, guru kelas, dan orang tua peserta didik. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media ular tangga edukatif mampu menciptakan suasana pembelajaran yang aktif, interaktif, dan menyenangkan. Anak terlihat lebih antusias, aktif berpartisipasi, serta mampu berinteraksi dengan teman selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Media ular tangga edukatif juga membantu penanaman karakter berkebinekaan global melalui pembiasaan sikap toleransi, kerja sama, empati, disiplin, menghargai teman, dan sportivitas dalam kegiatan bermain kelompok. Guru berperan penting dalam memberikan arahan dan penguatan terhadap perilaku positif yang muncul selama pembelajaran berlangsung. Penelitian ini menunjukkan bahwa media ular tangga edukatif dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang efektif dalam membantu penanaman karakter berkebinekaan global pada anak usia dini melalui kegiatan belajar sambil bermain
Kualitas Data Kependudukan sebagai Determinan Tata Kelola Data Pendidikan Nonformal Indah Maissy Wowor; Goinpeace H Tumbel; Laurens Bulo
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.6977

Abstract

Pengelolaan data pendidikan menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan publik berbasis data pada sektor pendidikan. Pada pendidikan nonformal, tata kelola data masih menghadapi berbagai permasalahan, khususnya berkaitan dengan validitas dan integrasi data kependudukan peserta didik dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas data kependudukan sebagai determinan tata kelola pendidikan nonformal pada SPNF SKB di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan operator data pendidikan, pengelola pendidikan nonformal, dan pihak terkait lainnya. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas data kependudukan merupakan faktor paling dominan dalam tata kelola pendidikan nonformal. Ketidaksesuaian Nomor Induk Kependudukan (NIK), data ganda, dan perbedaan identitas administrasi menyebabkan proses validasi dan sinkronisasi data pendidikan dalam sistem Dapodik mengalami hambatan. Selain itu, efektivitas tata kelola data juga dipengaruhi oleh mekanisme pengendalian data, koordinasi antar lembaga, dan ketersediaan pedoman operasional pengelolaan data pendidikan. Oleh karena itu, peningkatan kualitas data kependudukan dan penguatan sistem tata kelola data terintegrasi menjadi kebutuhan penting dalam mendukung pelayanan pendidikan nonformal yang efektif, akurat, dan akuntabel.
Pengaruh Disiplin Kerja Guru dan Lingkungan Sekolah Berbasis Karakter dalam Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran di SMK Negeri 1 Jombang Siskatul Kamilia; Erika Mei Budiarti
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.6980

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya disiplin guru dan lingkungan sekolah dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran di sekolah menengah kejuruan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh disiplin kerja guru dan lingkungan sekolah berbasis karakter terhadap efektivitas pembelajaran di SMK Negeri 1 Jombang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal. Populasi penelitian adalah seluruh siswa aktif tahun ajaran 2025/2026 dengan sampel sebanyak 318 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin guru berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas pembelajaran dengan nilai signifikansi 0,000 dan t-hitung 8,315. Lingkungan sekolah juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas pembelajaran dengan nilai signifikansi 0,000 dan t-hitung 11,377. Secara simultan, disiplin guru dan lingkungan sekolah berpengaruh signifikan terhadap efektivitas pembelajaran dengan nilai F-hitung 69,262 dan R Square sebesar 0,305 yang menunjukkan kontribusi kedua variabel sebesar 30,5% terhadap efektivitas pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan disiplin guru dan terciptanya lingkungan sekolah yang kondusif dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran di sekolah kejuruan.
Pemaafan Korban sebagai Pembatas Substantif Diskresi Hakim dalam Penerapan Rechterlijk Pardon Menurut KUHP Nasional Akbar Kurniawan; Abdul Aziz Nasihudin
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.6983

Abstract

Penelitian ini membahas kedudukan pemaafan korban sebagai pembatas diskresi hakim dalam penerapan rechterlijk pardon berdasarkan KUHP Nasional. Latar belakang kajian ini berangkat dari perluasan kewenangan hakim untuk tidak menjatuhkan pidana meskipun terdakwa terbukti bersalah, yang di satu sisi mencerminkan humanisasi pemidanaan, tetapi di sisi lain berpotensi menimbulkan subjektivitas dan disparitas putusan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kedudukan pemaafan korban dalam penerapan rechterlijk pardon serta menilai kemungkinan hakim memberikan pemaafan hakim ketika korban tidak memberikan pemaafan kepada terdakwa. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Bahan hukum diperoleh melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara kualitatif dengan penafsiran hukum sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemaafan korban bukan merupakan syarat mutlak yang mengikat hakim, tetapi merupakan parameter substantif yang harus dipertimbangkan secara serius. Ketika korban tidak memberikan pemaafan, hakim tetap dapat menjatuhkan rechterlijk pardon, tetapi pertimbangannya harus lebih ketat, rasional, dan akuntabel. Putusan tersebut hanya layak diberikan pada perkara ringan, dengan tetap memperhatikan pemulihan korban, proporsionalitas, kepentingan umum, dan keadilan substantif. Dengan demikian, pemaafan korban berfungsi sebagai pembatas diskresi agar rechterlijk pardon tidak menjadi instrumen yang terlalu berorientasi pada pelaku. Konstruksi ini menegaskan pentingnya perlindungan korban secara nyata dalam pembaruan sistem pemidanaan nasional yang proporsional, humanis, dan akuntabel.
Urgensi Pembaruan Hukum Pidana Indonesia Dalam Menghadapi Kejahatan Deepfake Artificial Intelligence Sebagai Ancaman Kejahatan Siber Generasi Baru Jacob Franklin Bistok Sianipar
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.6993

Abstract

Perkembangan teknologi deepfake berbasis kecerdasan buatan menghasilkan konten sintetis yang hampir tidak dapat dibedakan dari konten autentik, dan telah disalahgunakan sebagai instrumen kejahatan siber nyata di Indonesia. Data OJK mencatat lonjakan kasus penipuan berbasis AI sebesar 1.550% sejak 2022 dengan total kerugian Rp7,8 triliun hingga November 2025. Penelitian ini mempermasalahkan dua hal: pertama, bagaimana kondisi ius constitutum hukum pidana Indonesia dalam menghadapi kejahatan deepfake AI dan di mana letak kekosongan normatifnya; kedua, bagaimana bentuk tindak pidana yang lahir dari deepfake AI beserta pertanggungjawabannya. Tujuan penelitian ini adalah mendiagnosis kelemahan instrumen hukum pidana yang berlaku dan memetakan tipologi kejahatan serta pertanggungjawaban pidana pelaku deepfake AI. Penelitian ini bersifat normatif dengan pendekatan konseptual, perundang-undangan, dan historis, dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UU ITE, UU PDP, UU TPKS, UU Pornografi, dan KUHP Nasional seluruhnya bersifat reaktif, tidak memuat definisi teknis deepfake, dan gagal merumuskan unsur delik yang adaptif terhadap sistem AI generatif, sehingga penerapannya hanya dapat dilakukan melalui penafsiran ekstensif yang rentan digugat atas dasar asas lex certa. Lima tipologi kejahatan teridentifikasi, yakni pornografi non-konsensual (NCII), penipuan finansial, pencemaran nama baik dan disinformasi politik, pemalsuan identitas biometrik, serta pemerasan (sextortion). Pertanggungjawaban pidana pelaku mencakup tiga lapisan peran: pembuat (creator), penyebar (distributor), dan pemesan (requester), namun pembuktiannya menghadapi hambatan forensik digital yang signifikan akibat absennya definisi normatif yang spesifik. Penelitian ini merekomendasikan pembentukan regulasi khusus (lex specialis) yang secara tegas mendefinisikan deepfake AI, penguatan kapasitas institusional aparat penegak hukum dalam forensik digital, serta penerapan kewajiban proaktif platform digital dalam mendeteksi dan menghapus konten deepfake ilegal.
Analisis Perbandingan Syarat Status Kewarganegaraan Di Indonesia Dan Malaysia: Kasus Mohamad Azzan Farist Fitriany; Celomita Austin Abigael M; Gita Engriani Sianipar; Hambali; Jely Duwita Sari; Noval Bayu Ardani; Nurul Hidayah; Reditya Ramadhani; Titin Loloate Lingga
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.6998

Abstract

Penelitian ini berangkat dari meningkatnya mobilitas penduduk antarnegara yang berpengaruh terhadap proses penetapan status kewarganegaraan. Perbedaan sistem hukum kewarganegaraan antara Indonesia dan Malaysia menjadi isu yang menarik untuk dikaji, terutama pada kasus individu yang lahir di luar negeri dari orang tua berkewarganegaraan Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan syarat penentuan kewarganegaraan di Indonesia dan Malaysia serta melihat implikasinya terhadap kehidupan Mohamad Azzan Farist. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara, dokumentasi, dan kajian pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia menerapkan asas ius sanguinis dengan dukungan pencatatan administrasi, sedangkan Malaysia menerapkan aturan kewarganegaraan yang lebih ketat melalui keturunan, kelahiran terbatas, dan naturalisasi. Selain itu, ditemukan bahwa Farist yang lahir di Malaysia tetap diakui sebagai Warga Negara Indonesia karena status orang tua dan kelengkapan dokumen resmi. Perbedaan sistem kewarganegaraan kedua negara juga berdampak pada proses adaptasi sosial, namun tidak menimbulkan permasalahan hukum maupun diskriminasi dalam kehidupannya di Indonesia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perbedaan utama terletak pada tingkat fleksibilitas dan mekanisme pengakuan kewarganegaraan di masing-masing negara.
Pengaruh Mentoring Al-Islam dan Kemuhammadiyah (AIK) terhadap Kemampuan Membaca Al-Qur’an Bertajwid pada Mahasiswi Niar Ramadani; Eli; Nilwani
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.6999

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan mentoring AIK 1, memetakan kemampuan membaca Al-Qur'an mahasiswi, serta menganalisis hubungan antara mentoring AIK 1 dan kemampuan membaca Al-Qur'an sesuai tajwid pada mahasiswi angkatan 2025 di Universitas Muhammadiyah Pontianak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan 55 mahasiswi dari berbagai program studi sebagai sampel penelitian. Data dikumpulkan melalui angket pelaksanaan mentoring AIK 1 dan tes membaca Al-Qur'an yang dinilai berdasarkan lima aspek, yaitu makhraj huruf, hukum tajwid, panjang-pendek bacaan, kelancaran, dan adab membaca. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan mentoring AIK 1 berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata 63,95, sedangkan kemampuan membaca Al-Qur'an mahasiswi tergolong dalam kategori baik dengan nilai rata-rata 16,78. Uji korelasi Spearman menghasilkan koefisien korelasi sebesar -0,038 dengan nilai signifikansi 0,782 > 0,05, yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara mentoring AIK 1 dan kemampuan membaca Al-Qur'an sesuai tajwid. Meskipun demikian, mentoring AIK 1 tetap memiliki peran penting dalam pembinaan karakter keislaman mahasiswi baru, dan perlu diperkuat melalui praktik tahsin yang lebih intensif dan terstruktur.
Hubungan Minat Belajar Dengan Pemahaman Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Kelas 4 SD Khusnul_Khotimah; Ulfa Ari Rahmasari; Tia Dita Putri Latifa Yuwono
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7000

Abstract

Minat belajar merupakan faktor internal yang berperan penting dalam menentukan keberhasilan siswa dalam memahami materi pelajaran. Rendahnya pemahaman siswa pada mata pelajaran IPA seringkali dikaitkan dengan kurangnya minat belajar yang dimiliki siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara minat belajar dengan pemahaman siswa pada mata pelajaran IPA kelas 4 SD. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan populasi seluruh siswa kelas 4 yang berjumlah 30 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen penelitian berupa angket minat belajar dengan 20 pernyataan skala Likert dan tes pemahaman IPA dengan 10 soal pilihan ganda. Teknik analisis data menggunakan korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor minat belajar siswa adalah 61,7 dari skor maksimal 80 (kategori sedang), sedangkan rata-rata skor pemahaman IPA adalah 7,9 dari skor maksimal 10 (kategori tinggi). Hasil uji korelasi diperoleh nilai r hitung sebesar 0,701 dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang kuat dan signifikan antara minat belajar dengan pemahaman siswa pada mata pelajaran IPA kelas 4 SD. Semakin tinggi minat belajar siswa, maka semakin tinggi pula pemahaman siswa terhadap materi IPA. Kesimpulan penelitian ini adalah minat belajar memiliki hubungan yang signifikan dengan pemahaman siswa pada mata pelajaran IPA. Saran bagi guru agar terus meningkatkan minat belajar siswa melalui berbagai strategi pembelajaran yang inovatif dan menarik.
Implementasi Pendidikan Al Qur'an Bersanad Berbasis Online: Studi Kasus Lembaga Maisura Foundation, Banyumas Yuli Irawan; Afifudin Ahmad Robbani; Dedi Andrianto
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan Al-Qur’an bersanad berbasis online di Maisura Foundation Banyumas. Perkembangan pembelajaran daring sejak masa pandemi Covid-19 mendorong lembaga pendidikan Islam untuk beradaptasi dengan sistem pembelajaran digital, termasuk dalam pendidikan Al-Qur’an. Namun, pembelajaran Al-Qur’an secara online sering dianggap kurang efektif karena proses talaqqi dan musyafahah secara tradisional menuntut adanya interaksi tatap muka langsung antara guru dan murid. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan pendiri lembaga, guru, dan peserta didik di Maisura Foundation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Al-Qur’an bersanad berbasis online dapat dilaksanakan secara efektif apabila didukung oleh guru yang kompeten, jaringan internet yang stabil, sistem pembelajaran privat, interaksi visual melalui video call, serta penerapan adab belajar yang baik. Implementasi talaqqi dan musyafahah secara online tetap mampu menjaga kesinambungan sanad apabila dilakukan sesuai standar pembelajaran dan berada dalam pengawasan guru. Penelitian ini juga menemukan bahwa pendidikan Al-Qur’an berbasis online memberikan akses yang lebih luas bagi masyarakat di daerah terpencil, pekerja dengan keterbatasan waktu, dan pembelajar dewasa yang merasa kurang nyaman belajar secara offline. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan Al-Qur’an bersanad berbasis online menjadi inovasi pendidikan penting di era digital tanpa menghilangkan autentisitas dan kualitas transmisi keilmuan Al-Qur’an.