cover
Contact Name
Ludovikus Bomans Wadu
Contact Email
actualinsight21@gmail.com
Phone
+6281233597270
Journal Mail Official
jurnaldecive@gmail.com
Editorial Address
Jalan Abdurahman Saleeh Blok GJ2 Kedungkandang Kota Malang Jawa Timur, Malang, Provinsi Jawa Timur, 65148
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Published by Actual Insight
ISSN : 27765040     EISSN : 27756009     DOI : https://doi.org/10.56393/decive.v1i12.274
De Cive: Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan merupakan jurnal yang menerbitkan hasil penelitian dalam bidang, Pendidikan Kewarganegaraan, Pendidikan Pancasila, Pendidikan Nilai, Pendidikan Moral, Pendidikan Politik, Pendidikan Hukum, Pendidikan Anti Korupsi, Pendidikan Multikultural, Pendidikan Karakter dan berbagai bidang lainnya yang mendukung pengembangan pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Jurnal ini diterbitkan duabelas kali dalam setahun yang menampung berbagai naskah hasil penelitian dari para guru, dosen, mahasiswa maupun peneliti yang tertarik dalam bidang penelitian dan pembelajaran.
Articles 296 Documents
Studi Kasus Internalisasi Pancasila Melalui Program Garuda Hijau Untuk Meningkatkan Kesadaran Lingkungan Berbasis Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Venny Rika; Marzuki Marzuki; Yayuk Hidayah
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 10 (2025): Volume 5 Nomor 10 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v5i10.4318

Abstract

Krisis lingkungan global saat ini menuntut penguatan karakter peduli lingkungan melalui pembelajaran di sekolah, namun integrasi ideologi nasional dengan isu keberlanjutan seringkali hanya berhenti pada tataran teoretis. Penelitian ini hadir untuk mengisi celah tersebut dengan mengeksplorasi implementasi praktis nilai Pancasila melalui Program Garuda Hijau di SMP NationalHigh Jakarta School yang sejalan dengan tujuan SDGs, khususnya poin 9,12,13,15 dan 17. Metode yang dipergunakan pendekatan mixed methods dengan desain studi kasus, melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta kuesioner pre-test dan post-test pada 40 siswa kelas 9 dalam jangka waktu 1 semester (6 bulan). Hasil menunjukkan bahwa rata-rata skor pre-test sebesar M = 3.17 (SD = 0.55) meningkat dari hasil post-test M = 4.24 (SD = 0.52) dengan selisih ΔM = 1.07, yang setara dengan peningkatan dari 70% menjadi 88%. Uji paired sample t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan, t(39) ≈ 9.85, p < .001, sehingga program terbukti efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program GARUDA Hijau berhasil menginternalisasikan nilai Pancasila dari teori menjadi aksi nyata melalui enam kegiatan utama: Gema Plastik, Audit Deteksi, Reforestasi, Upcycling Art, Digital Kampanye dan Aksi Kompos.
Pengaruh Pembelajaran Berbasis Nilai dan Penguatan Karakter terhadap Internalisasi Nilai Pancasila Peserta Didik Sekolah Menengah Kejuruan Felia Mutiara Sari; Yayuk Hidayah
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v5i9.4325

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh pembelajaran berbasis nilai dan penguatan karakter terhadap internalisasi nilai peserta didik SMK. Kajian ini penting karena pendidikan kejuruan tidak hanya menyiapkan kompetensi teknis, tetapi juga integritas, tanggung jawab, disiplin, dan etika sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei terhadap 60 peserta didik kelas XI SMK Negeri 1 Gadingrejo. Data dikumpulkan melalui angket Likert lima pilihan dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, regresi linear berganda, uji parsial, uji simultan, koefisien determinasi, serta robust standard error. Hasil menunjukkan seluruh variabel berada pada kategori tinggi, instrumen valid dan reliabel, serta persamaan regresi Y = 0,399 + 0,421X1 + 0,504X2. Pembelajaran berbasis nilai dan penguatan karakter berpengaruh positif signifikan terhadap internalisasi nilai, baik parsial maupun simultan, dengan R Square 0,797. Temuan ini menegaskan perlunya pembelajaran kontekstual, keteladanan guru, pembiasaan karakter, dan refleksi berkelanjutan di sekolah kejuruan secara konsisten dan terarah.
Penguatan Karakter Kewargaan melalui Lembar Kerja Peserta Didik berbasis Karakter di Sekolah Dasar Negeri 32 Kota Sorong Riska Helena Siburian; Ihsan Ihsan; Roni Andri Pramita
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 10 (2025): Volume 5 Nomor 10 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v5i10.4382

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik berbasis karakter terhadap hasil belajar dan penguatan karakter kewargaan siswa kelas V di SD Negeri 32 Kota Sorong. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experimental design) melalui desain pretest-posttest control group. Subjek penelitian terdiri atas 56 siswa yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar dan lembar observasi karakter siswa, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang belajar menggunakan Lembar Kerja Peserta Didik berbasis karakter memperoleh peningkatan hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan kelompok yang mengikuti pembelajaran konvensional. Selain itu, pembelajaran juga mendorong berkembangnya nilai-nilai kewargaan, seperti disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan kejujuran selama proses pembelajaran. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi pendidikan karakter dalam media pembelajaran berkontribusi terhadap penguatan kompetensi akademik sekaligus pembentukan karakter warga negara muda yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Oleh karena itu, Lembar Kerja Peserta Didik berbasis karakter dapat dijadikan sebagai alternatif media pembelajaran bagi guru sekolah dasar untuk mengintegrasikan penguatan karakter kewargaan dan peningkatan hasil belajar secara berkelanjutan.
Cerita Rakyat Moi Dalam Penguatan Karakter Literasi Pancasila Siswa Sekolah Dasar Maria Putri Febriana Wattu; Ihsan Ihsan; Roni Andri Pramita
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v5i9.4384

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai moral yang terkandung dalam cerita rakyat suku Moi yang berhubungan dengan tradisi Egek serta relevansinya untuk penguatan literasi Pancasila pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain analisis naratif. Sumber data penelitian berupa tiga cerita rakyat suku Moi yang berkaitan dengan tradisi Egek dan diperoleh melalui dokumentasi naskah cerita serta sumber budaya lokal yang dipilih secara purposif berdasarkan keterkaitannya dengan nilai-nilai moral dan budaya masyarakat Moi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis naratif melalui tahap identifikasi tema, penafsiran makna, dan kategorisasi nilai moral yang terkandung dalam cerita. Penelitian ini mengungkapkan bahwa cerita rakyat Moi mengandung nilai-nilai moral seperti kejujuran, tanggung jawab, dan gotong royong. Hasil analisis menunjukkan bahwa konflik dan konsekuensi tindakan tokoh dalam cerita menjadikan cerita tersebut sebagai media refleksi moral yang relevan bagi siswa sekolah dasar. Dalam penelitian ini, literasi Pancasila dianalisis melalui indikator pemahaman nilai kemanusiaan, tanggung jawab, gotong royong, dan pengambilan keputusan moral yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila. Temuan penelitian menunjukkan bahwa cerita rakyat suku Moi memiliki potensi sebagai sumber belajar berbasis kearifan lokal yang dapat mendukung penguatan literasi Pancasila dan pendidikan karakter dalam konteks Kurikulum Merdeka. Penelitian ini juga memberikan kontribusi terhadap pelestarian budaya lokal melalui pemanfaatan cerita rakyat sebagai sumber pembelajaran yang kontekstual dan bermakna.
Civic Religion sebagai Strategi Kultural Berbasis Pancasila dalam Memperkuat Kerukunan Antar Umat Beragama di Desa Sukakarya Bayu Putra Pamungkas; Eny Kusdarini
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v5i9.4572

Abstract

Kerukunan antar umat beragama merupakan salah satu tantangan dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk. Meskipun berbagai penelitian telah membahas kerukunan beragama, kajian mengenai implementasi civic religion pada tingkat masyarakat desa masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi civic religion sebagai strategi kultural berbasis Pancasila dalam memperkuat kerukunan antarumat beragama di Desa Sukakarya, Kabupaten Musi Rawas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa civic religion telah terinternalisasi dalam kehidupan masyarakat melalui nilai-nilai Pancasila, kepemimpinan tokoh agama dan pemerintah desa yang inklusif, serta praktik gotong royong dan musyawarah sebagai ruang interaksi lintas agama. Penelitian ini memberikan kontribusi dengan menunjukkan bahwa civic religion dapat menjadi strategi yang efektif dalam memperkuat kohesi sosial dan kerukunan antarumat beragama, sekaligus memperkaya kajian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan mengenai penguatan nilai kebangsaan dalam masyarakat multikultural.
Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis melalui Model Inkuiri Terbimbing pada Materi Multikultural dalam Pendidikan Pancasila Sekolah Dasar Nazelia Nurhaliza
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v5i9.4597

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila karena mendukung peserta didik untuk menganalisis permasalahan, mengevaluasi informasi, serta mengambil keputusan secara rasional dalam kehidupan yang majemuk. Namun, kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar pada materi multikultural masih tergolong rendah akibat pembelajaran yang belum sepenuhnya berpusat pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa melalui penerapan model Inkuiri Terbimbing pada materi multikultural dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, tes kemampuan berpikir kritis, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa meningkat dari 24,0 pada pra-siklus menjadi 87,8 pada akhir siklus II. Temuan ini menunjukkan bahwa model Inkuiri Terbimbing efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis sekaligus menciptakan pembelajaran Pendidikan Pancasila yang aktif, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik.
Pembentukan Civic virtue Siswa melalui Pendidikan Pancasila untuk Mendukung Kewarganegaraan Global Ifa Pratiwi; Yayuk Hidayah
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v5i11.4331

Abstract

Globalisasi dan digitalisasi memunculkan beragam problematika seperti hoaks dan intoleran hingga konsepsi kewarganegaraan global. Untuk mendukung kewarganegaraan global, siswa perlu ditanamkan nilai-nilai kebajikan kewarganegaraan (civic virtue) melalui pendidikan pancasila di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi pembentukan civic virtue melalui Pendidikan Pancasila untuk mendukung kewarganegaraan global. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menerapkan metode studi literatur. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis melalui teknik analisis isi guna mengidentifikasi tema-tema pokok yang muncul dari proses kajian literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implikasi pembentukan civic virtue melalui Pendidikan Pancasila dapat dirumuskan dalam tiga ranah. Pertama, Pendidikan Pancasila perlu menguatkan pembelajaran nilai yang tidak hanya sekedar pada ranah kognitif atau pengetahuan, namun diwujudkan dalam sebuah tindakan. Kedua, Pendidikan Pancasila perlu memperluas cakupan kewarganegaraan dari konteks lokal, nasional sampai ke konteks global. Ketiga, sekolah perlu menjadi ruang pembentukan warga negara global dengan membuat program sekolah yang dapat memperkuat civic virtue siswa. Dengan demikian, civic virtue tidak hanya sekedar etika loka saja, namun berfungsi sebagai jembatan antara nilai kebangsaan dengan kewarganegaraan global.
Internalisasi Pendidikan Khas Kejogjaan dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila untuk Membentuk Karakter Jalma Kang Utama Khoiriyaningsih khoiriyaningsih; Marzuki Marzuki; Annisa Istiqomah
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v5i11.4509

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ) sebagai sarana internalisasi nilai-nilai lokal dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila untuk membentuk karakter Jalma Kang Utama. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang didukung data kuantitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan kepala sekolah/wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru Pendidikan Pancasila, dan 20 murid, penyebaran angket kepada 63 murid, observasi pembelajaran, serta analisis dokumentasi perangkat ajar dan hasil presentasi peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai unggah-ungguh, andhap asor, ngajeni, gotong royong, tanggung jawab, dan hamemayu hayuning bawana terinternalisasi melalui kebijakan sekolah, budaya 5S, dialog budaya, pemanfaatan media digital, diskusi, presentasi, refleksi, dan asesmen sikap. Temuan utama penelitian ini menegaskan bahwa PKJ tidak hanya berfungsi sebagai program pelestarian budaya, tetapi juga sebagai strategi pedagogis dalam Pendidikan Pancasila yang mengintegrasikan pendidikan nilai, pendidikan karakter, dan civic disposition. Dengan demikian, Jalma Kang Utama menjadi representasi lokal warga negara yang santun, bertanggung jawab, dan berkeadaban, serta relevan untuk memperkuat pembentukan karakter peserta didik pada era digital.
Konstruksi Etos Kewargaan Mohammad Hatta: Kajian Historis sebagai Landasan Pengembangan Pendidikan Kewarganegaraan Eva Elista; Samsuri Samsuri
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 10 (2025): Volume 5 Nomor 10 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v5i10.4589

Abstract

Penguatan karakter kewargaan menjadi salah satu tantangan utama Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dalam menghadapi dinamika demokrasi dan perubahan sosial di Indonesia. Meskipun berbagai penelitian telah mengkaji pemikiran Mohammad Hatta dari perspektif demokrasi, nasionalisme, dan ekonomi kerakyatan, belum terdapat kajian yang merekonstruksi etos kewargaannya sebagai kerangka konseptual Pendidikan Kewarganegaraan. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi etos kewargaan melalui analisis terhadap karya-karya utama Mohammad Hatta, seperti Demokrasi Kita, Kumpulan Karangan, Membangun Koperasi dan karya lainnya, serta menganalisis relevansinya bagi PPKn. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode sejarah melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etos kewargaan Hatta dibangun atas integritas moral, kesederhanaan, tanggung jawab sosial, solidaritas sosial, dan komitmen terhadap keadilan sosial. Temuan ini menawarkan perspektif indigenous citizenship berbasis nilai Pancasila sebagai kontribusi teoretis bagi pengembangan civic ethos. Hasil penelitian dapat menjadi landasan pengembangan kurikulum dan pembelajaran berbasis nilai, serta perlu ditindaklanjuti melalui pengujian model pembelajaran berbasis etos kewargaan Mohammad Hatta.
Pengaruh Dukungan Sosial terhadap Pembentukan Karakter Warga Negara: Studi Kasus di SD Mutiara Hati Semarang dan SD Labschool UNNES Edwindha Prafitra Nugraheni; Giri Harto Wiratomo
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 10 (2025): Volume 5 Nomor 10 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v5i10.4599

Abstract

Pembentukan karakter warga negara di Sekolah Dasar (SD) dipengaruhi oleh dukungan sosial, namun penelitian terdahulu lebih banyak mengaitkannya dengan kesehatan mental dan prestasi akademik, sedangkan pengaruhnya terhadap karakter warga negara sebagai masih terbatas. Tujuan penelitian ini menganalisis pengaruh dukungan sosial terhadap pembentukan karakter warga negara di SD Kota Semarang. Metode penelitian ini yaitu kuantitatif desain ex post facto terhadap 531 murid di dua SD melalui purposive sampling menggunakan instrumen Character Strengths Inventory dan Multidimensional Scale of Perceived Social Support. Hasil menunjukkan bahwa karakter warga negara dan dukungan sosial berada pada kategori tinggi. Dukungan sosial berhubungan positif kuat dengan karakter warga negara (r = 0,662; p < 0,001) dan menjelaskan 43,9% variasi karakter warga negara. Kebaruan penelitian ini pada pengukuran karakter warga negara sebagai konstruk multidimensional yang terdiri atas kindness, teamwork, bravery, creativity, modesty, dan spirituality. Kesimpulan penelitian ini yaitu dukungan sosial merupakan prediktor signifikan pembentukan karakter warga negara. Implikasinya, sekolah perlu memperkuat kolaborasi dengan keluarga dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan belajar yang sinergis.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 6 No. 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2026 Vol. 5 No. 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 Tahun 2025 Vol. 5 No. 10 (2025): Volume 5 Nomor 10 Tahun 2025 Vol. 5 No. 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 Tahun 2025 Vol. 5 No. 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 Tahun 2025 Vol. 5 No. 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 Tahun 2025 Vol. 5 No. 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 Tahun 2025 Vol. 5 No. 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 Tahun 2025 Vol. 5 No. 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 Tahun 2025 Vol. 5 No. 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2025 Vol. 5 No. 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025 Vol. 5 No. 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2025 Vol. 4 No. 12 (2024): Desember Vol. 4 No. 11 (2024): November Vol. 4 No. 10 (2024): Oktober Vol. 4 No. 9 (2024): September Vol. 4 No. 8 (2024): Agustus Vol. 4 No. 7 (2024): Juli Vol. 4 No. 6 (2024): Juni Vol. 4 No. 5 (2024): Mei Vol. 4 No. 4 (2024): April Vol. 4 No. 3 (2024): Maret Vol. 4 No. 2 (2024): Februari Vol. 4 No. 1 (2024): Januari Vol. 3 No. 12 (2023): Desember Vol. 3 No. 11 (2023): November Vol. 3 No. 10 (2023): Oktober Vol. 3 No. 9 (2023): September Vol. 3 No. 8 (2023): Agustus Vol. 3 No. 7 (2023): Juli Vol. 3 No. 6 (2023): Juni Vol. 3 No. 5 (2023): Mei Vol. 3 No. 4 (2023): April Vol. 3 No. 3 (2023): Maret Vol. 3 No. 2 (2023): Februari Vol. 3 No. 1 (2023): Januari Vol. 2 No. 12 (2022): Desember Vol. 2 No. 11 (2022): November Vol. 2 No. 10 (2022): Oktober Vol. 2 No. 9 (2022): September Vol. 2 No. 8 (2022): Agustus Vol. 2 No. 7 (2022): Juli Vol. 2 No. 6 (2022): Juni Vol. 2 No. 5 (2022): Mei Vol. 2 No. 4 (2022): April Vol. 2 No. 3 (2022): Maret Vol. 2 No. 2 (2022): Februari Vol. 2 No. 1 (2022): Januari Vol. 1 No. 12 (2021): Desember Vol. 1 No. 11 (2021): November Vol. 1 No. 10 (2021): Oktober Vol. 1 No. 9 (2021): September Vol. 1 No. 8 (2021): Agustus Vol. 1 No. 7 (2021): Juli Vol. 1 No. 6 (2021): Juni Vol. 1 No. 5 (2021): Mei Vol. 1 No. 4 (2021): April Vol. 1 No. 3 (2021): Maret Vol. 1 No. 2 (2021): Februari Vol. 1 No. 1 (2021): Januari More Issue