cover
Contact Name
Ludovikus Bomans Wadu
Contact Email
actualinsight21@gmail.com
Phone
+6281233597270
Journal Mail Official
jurnaldecive@gmail.com
Editorial Address
Jalan Abdurahman Saleeh Blok GJ2 Kedungkandang Kota Malang Jawa Timur, Malang, Provinsi Jawa Timur, 65148
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Published by Actual Insight
ISSN : 27765040     EISSN : 27756009     DOI : https://doi.org/10.56393/decive.v1i12.274
De Cive: Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan merupakan jurnal yang menerbitkan hasil penelitian dalam bidang, Pendidikan Kewarganegaraan, Pendidikan Pancasila, Pendidikan Nilai, Pendidikan Moral, Pendidikan Politik, Pendidikan Hukum, Pendidikan Anti Korupsi, Pendidikan Multikultural, Pendidikan Karakter dan berbagai bidang lainnya yang mendukung pengembangan pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Jurnal ini diterbitkan duabelas kali dalam setahun yang menampung berbagai naskah hasil penelitian dari para guru, dosen, mahasiswa maupun peneliti yang tertarik dalam bidang penelitian dan pembelajaran.
Articles 280 Documents
Membangun Imunitas Ideologis Generasi Z Melalui Internalisasi Nilai-Nilai Kebangsaan Di Ruang Digital Lathifah Sandra Devi; Muhammad Asmawi; Rizki Zakaria; Fahma Kelana
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v5i5.4258

Abstract

Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana imunitas ideologis Generasi Z dibangun melalui internalisasi nilai-nilai kebangsaan di ruang digital. Di tengah arus informasi yang cepat dan kompleks, Generasi Z menghadapi tantangan seperti hoaks, polarisasi, dan krisis identitas kebangsaan. Dalam penelitian ini, imunitas ideologis didefinisikan secara operasional sebagai kemampuan individu untuk menyaring, menilai, dan merespons informasi digital secara kritis berdasarkan nilai-nilai kebangsaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi media sosial terhadap partisipan yang dipilih secara purposive, yaitu mahasiswa berusia 17–25 tahun yang aktif di ruang digital. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman serta analisis tematik Braun dan Clarke, dengan validitas melalui triangulasi dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai kebangsaan berlangsung secara dinamis melalui negosiasi makna. Temuan kebaruan menunjukkan bahwa imunitas ideologis menguat melalui praktik refleksi kritis-partisipatif di media sosial, bukan sekadar pemahaman normatif. Hal ini menegaskan pentingnya pendekatan pendidikan kewarganegaraan yang adaptif, kontekstual, dan berbasis pengalaman digital Generasi Z.
Optimalisasi Fungsi Check and Balances dalam Tata Kelola Dana Desa: Analisis Pertanggungjawaban Hukum dan Hak Pengawasan Masyarakat Nabila Ihza Nur Muttaqi; Muhammad Subhan
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v5i8.4278

Abstract

Pengelolaan Dana Desa sering kali menghadapi risiko malakuntabilitas akibat dominasi kewenangan pemerintah desa yang tidak seimbang dalam tata kelola anggaran. Meskipun regulasi telah mengatur mekanisme pelaporan teknis, terdapat gap penelitian berupa pengabaian terhadap fungsi check and balances yang menempatkan partisipasi masyarakat hanya sebagai formalitas administratif. Penelitian hukum normatif ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan pertanggungjawaban hukum pemerintah desa serta mempertegas hak pengawasan masyarakat melalui pendekatan perundang-undangan, kasus, dan konseptual. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pertanggungjawaban pemerintah desa merupakan tanggung jawab jabatan yang bersifat mutlak dan harus memenuhi standar transparansi yuridis. Kebaruan penelitian ini terletak pada redefinisi partisipasi masyarakat bukan sekadar kontrol sosial, melainkan sebagai hak hukum konstitusional yang bersifat imperatif. Penguatan kedudukan hukum masyarakat dalam pengawasan merupakan instrumen hukum utama untuk menjamin integritas alokasi dana publik serta mewujudkan keseimbangan kekuasaan di tingkat desa. Secara praktis, temuan ini berimplikasi pada urgensi reformulasi kebijakan tata kelola desa di masa depan yang mengadopsi mekanisme partisipasi masyarakat sebagai dasar hukum yang berguna untuk memitigasi risiko korupsi dan menjamin integritas alokasi dana.
Internalisasi Nilai Pancasila dalam Menghadapi Echo Chamber Digital pada Mahasiswa Generasi Z di Yogyakarta Salsabila Nur Aisyah; Yayuk Hidayah
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v5i6.4282

Abstract

Mahasiswa Generasi Z tumbuh dalam ekosistem digital yang cair, cepat, dan cenderung anonim. Dalam konteks ini, kecakapan teknis yang dimiliki belum sepenuhnya sejalan dengan internalisasi nilai-nilai Pancasila secara utuh dan integratif. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi proses internalisasi nilai Pancasila dalam menghadapi fenomena echo chamber dan filter bubble pada mahasiswa Generasi Z di Yogyakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus melalui wawancara mendalam terhadap mahasiswa aktif yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana, serta diinterpretasikan menggunakan kerangka moral Lickona. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi pengetahuan moral mahasiswa telah berkembang secara cukup kuat. Namun, terjadi fragmentasi pada dimensi perasaan moral dan tindakan moral akibat isolasi algoritmik yang mempersempit perspektif. Kondisi ini berdampak pada melemahnya empati virtual dan mengancam keutuhan Pancasila sebagai sistem nilai. Oleh karena itu, pendidikan karakter perlu dirancang secara adaptif dan kontekstual agar internalisasi nilai melampaui ranah kognitif menuju praksis nyata.
Internalisasi Nilai-Nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam Mewujudkan Sekolah Damai: Studi Kasus Sekolah Menengah Pertama di Kota Bekasi Anif Istianah; Cecep Darmawan; Dadang Sundawa; Giri Harto Wiratomo; Siti Maizul Habibah
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v5i5.4283

Abstract

Pendidikan Pancasila berperan dalam penguatan toleransi dan resolusi konflik di lingkungan sekolah yang majemuk. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan internalisasi nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila sebagai upaya mewujudkan sekolah damai di Kota Bekasi. Metode penelitian ini yaitu menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian di empat sekolah menengah pertama di Kota Bekasi, karena memiliki karakter sosial majemuk, dinamis, dan relevan dengan kajian Pendidikan Pancasila. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru Pendidikan Pancasila, dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai melalui 1) integrasi materi, 2) keteladanan guru, 3) pembiasaan saling menghormati, 4) kegiatan kolaboratif, dan 5) penguatan budaya sekolah yang inklusif. Implementasi tersebut berkontribusi pada terciptanya iklim sekolah yang aman, harmonis, dan menghargai keberagaman. Tantangan yang ditemukan yaitu  perbedaan latar belakang, pengaruh lingkungan sosial, dan belum meratanya pemahaman praksis pendidikan kebhinekaan. Internalisasi nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila berperan penting dalam mewujudkan sekolah damai.
Pendidikan Antikorupsi sebagai Pedagogi Kewargaan Kritis : Kajian Kesenjangan antara Kebijakan Kurikulum dan Realitas Implementasi di Indonesia Auliya Lathifatul Wadi’ah; Yayuk Hidayah
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v5i5.4291

Abstract

Penelitian ini mengkaji pendidikan antikorupsi di Indonesia melalui kerangka pedagogi kewargaan kritis, dengan fokus pada ketidaksesuaian antara kebijakan kurikulum dan realitas implementasinya. Meski pendidikan antikorupsi telah diintegrasikan secara luas di berbagai jenjang pendidikan sejak 2012, skor indeks persepsi korupsi Indonesia justru menunjukkan tren penurunan, dari 37 pada 2024 menjadi 34 pada 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur terhadap sumber akademik dari basis data Scopus dan Google Scholar serta dokumen kebijakan resmi KPK dan Kemendikbudristek. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan antikorupsi masih didominasi oleh pendekatan normatif yang berpusat pada dimensi kognitif dan moral individual, sehingga mengabaikan faktor struktural dan institusional yang menopang praktik korupsi. Selain itu, lemahnya kredibilitas institusi pendidikan turut melemahkan efektivitas pembelajaran nilai integritas di ruang kelas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa rekonstruksi pendidikan antikorupsi menuju pedagogi kewargaan kritis yang menekankan kesadaran reflektif, analisis struktural dan partisipasi sipil aktif merupakan langkah mendesak agar pendidikan antikorupsi tidak berhenti pada tataran retorika kebijakan.
Internalisasi Etika Demokrasi Digital Berbasis Kearifan Lokal Bima dalam Penguatan Nasionalisme dan Persatuan Siswa Madrasah Munawir Hadi; Marzuki Marzuki; Muhammad Dodi Alfiansyah
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v5i5.4306

Abstract

Ruang digital memperluas partisipasi siswa madrasah, tetapi juga memperbesar paparan hoaks, ujaran kebencian, dan polarisasi identitas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kecenderungan etika demokrasi digital berbasis kearifan lokal Bima dalam penguatan nasionalisme dan persatuan siswa MTsN 4 Bima. Penelitian menggunakan survei deskriptif kuantitatif terhadap 100 siswa melalui angket Likert 29 butir. Data dianalisis dengan persentase, rerata, kategori kecenderungan, dan reliabilitas Cronbach’s Alpha. Hasil menunjukkan reliabilitas keseluruhan 0,941; rerata etika demokrasi digital 4,45, nasionalisme 4,53, dan persatuan 4,46, semuanya sangat tinggi. Namun, skor tinggi dibaca secara kritis karena instrumen self report berpotensi mengandung bias kepatutan sosial dan belum membuktikan perilaku digital aktual. Temuan terendah terdapat pada ketahanan terhadap ujaran kebencian, penolakan konten pemecah belah, dan pengutamaan kepentingan bersama. Nilai Maja Labo Dahu, Nggahi Rawi Pahu, dan Tahompara Ndai Sura Dou Labo Dana dapat menjadi filter etis untuk menautkan literasi kritis, kesantunan digital, nasionalisme, dan persatuan dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.
Implementasi Deep Learning dalam Penguatan Karakter Murid pada Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kupang Yuvenalis Peka; Meryana Micselen Doko; Daud Yefkanius Nassa; Fredik Lambertus Kollo; Anif Istianah
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v5i6.4310

Abstract

Penelitian ini bertujuan menerapkan deep learning sebagai pendekatan pembelajaran mendalam berbasis (student-centered, higher-order thinking) melalui inquiry-based learning dan problem-based learning yang berfokus pada isu sosial lokal dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Menengah Atas. Menggunakan metode kualitatif desain studi kasus, subjek penelitian adalah guru dan murid dan data diperoleh dari observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta analisis dokumen, dengan pengukuran pemahaman konseptual murid melalui rubrik kualitatif yang dikonversi menjadi persentase. Pendekatan teacher-centered konvensional yang hafalan-oriented memperlemah internalisasi nilai Pancasila, menyebabkan rendahnya disiplin, intoleransi, dan berpikir kritis. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman konseptual dari 78% (deskriptif surface learning) ke 82% (holistik sintetik), partisipasi murid dari 20-30% menjadi 70-80%, serta penguatan karakter integritas, disiplin, tanggung jawab, dan toleransi lewat kerangka deep learning. Kendala meliputi keterbatasan internet, kesiapan guru, ketergantungan pada Artificial Intelligence, dan variasi motivasi. Deep learning terbukti transformatif untuk Profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka, dengan rekomendasi pelatihan guru, infrastruktur, dan kolaborasi sekolah-orang tua.
Peran Nilai Dalihan Na Tolu dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik sebagai Dimensi Pengetahuan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Sumantin Sitorus; Suyato Suyato; Puji Wulandari Kuncorowati; Ahmad Nur'Afief Dwianugraha; Kasmi Kasmi
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v5i6.4336

Abstract

Kajian ini menelaah kedudukan nilai “Dalihan Na Tolu” dalam pembentukan karakter peserta didik remaja sebagai dimensi pengetahuan serta relevansinya bagi Pendidikan Kewarganegaraan. Gejala permasalahan moral, berkurangnya penghormatan sosial, dan rendahnya penghayatan terhadap budaya lokal memperlihatkan kebutuhan akan penguatan pendidikan karakter yang lebih kontekstual. Pendekatan yang dipakai berupa Systematic Literature Review dengan acuan PRISMA 2020, melalui penelusuran pada database Scopus, selama periode 2022–2026, sehingga diperoleh 18 artikel layak telaah. Sintesis data memperlihatkan bahwa nilai somba marhula-hula, manat mardongan tubu, dan elek marboru berperan dalam menumbuhkan sikap hormat, tanggung jawab, solidaritas, empati, serta kesadaran sosial peserta didik. Temuan tersebut menempatkan dalihan na tolu sebagai civic values berbasis kearifan lokal yang menguatkan civic culture, civic knowledge, dan civic disposition. Kebaruan kajian ini terletak pada penegasan budaya lokal sebagai sumber pembelajaran kewarganegaraan kontemporer.
Internalisasi Nilai Pancasila dalam Menghadapi Echo Chamber Digital pada Mahasiswa Generasi Z di Yogyakarta Ranita Eka Desti Rahmawati; Yayuk Hidayah
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v5i7.4293

Abstract

Penguatan kompetensi kewargaan dalam Profil Lulusan siswa Sekolah Menengah Pertama memerlukan media pembelajaran yang kontekstual, reflektif, dan sesuai dengan perkembangan peserta didik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hasil studi eksploratif sebagai dasar pengembangan Seri Buku Bergambar Nusantara dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Penelitian merupakan bagian dari Research and Development model 4D yang dibatasi pada tahap define. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kajian literatur, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik membutuhkan media visual-naratif yang mampu menghubungkan konsep kewargaan abstrak dengan pengalaman konkret melalui tokoh, ilustrasi, konflik, dan refleksi nilai. Keunikan media ini terletak pada pemanfaatan konteks keberagaman budaya, kearifan lokal, dan realitas sosial Indonesia. Media berpotensi mengintegrasikan nilai Pancasila, kompetensi kewargaan, Profil Lulusan, serta orientasi SDGs keempat, sekaligus mendorong civic engagement dan pembentukan civic disposition siswa.
Penguatan Nilai Pancasila melalui Pendidikan Kewarganegaraan: Sinergi Keluarga dan Masyarakat di Era Digital Titis Bintang Sugiarti; Marzuki Marzuki
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v5i6.4324

Abstract

Penelitian ini mengkaji pentingnya keterlibatan keluarga dan masyarakat dalam mendukung pendidikan karakter berbasis Pancasila di era digital. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain integratif, kolaboratif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Subjek penelitian terdiri atas 15 informan, meliputi siswa SMP, orang tua atau wali, serta tokoh masyarakat dari dua sekolah di Yogyakarta. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan triangulasi dokumen, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga berperan sebagai agen utama dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila melalui keteladanan, pembiasaan positif, serta pengawasan penggunaan teknologi digital. Anak cenderung lebih mudah meniru perilaku nyata orang tua dibandingkan hanya menerima nasihat verbal. Selain itu, masyarakat menjadi ruang aktualisasi nilai melalui kegiatan sosial seperti gotong royong, toleransi, dan kepedulian sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan karakter Pancasila memerlukan sinergi keluarga, masyarakat, dan sekolah guna membentuk generasi muda yang berintegritas, berwawasan kebangsaan, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan berakhlak mulia.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 6 No. 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2026 Vol. 5 No. 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 Tahun 2025 Vol. 5 No. 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 Tahun 2025 Vol. 5 No. 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 Tahun 2025 Vol. 5 No. 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 Tahun 2025 Vol. 5 No. 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 Tahun 2025 Vol. 5 No. 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2025 Vol. 5 No. 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025 Vol. 5 No. 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2025 Vol. 4 No. 12 (2024): Desember Vol. 4 No. 11 (2024): November Vol. 4 No. 10 (2024): Oktober Vol. 4 No. 9 (2024): September Vol. 4 No. 8 (2024): Agustus Vol. 4 No. 7 (2024): Juli Vol. 4 No. 6 (2024): Juni Vol. 4 No. 5 (2024): Mei Vol. 4 No. 4 (2024): April Vol. 4 No. 3 (2024): Maret Vol. 4 No. 2 (2024): Februari Vol. 4 No. 1 (2024): Januari Vol. 3 No. 12 (2023): Desember Vol. 3 No. 11 (2023): November Vol. 3 No. 10 (2023): Oktober Vol. 3 No. 9 (2023): September Vol. 3 No. 8 (2023): Agustus Vol. 3 No. 7 (2023): Juli Vol. 3 No. 6 (2023): Juni Vol. 3 No. 5 (2023): Mei Vol. 3 No. 4 (2023): April Vol. 3 No. 3 (2023): Maret Vol. 3 No. 2 (2023): Februari Vol. 3 No. 1 (2023): Januari Vol. 2 No. 12 (2022): Desember Vol. 2 No. 11 (2022): November Vol. 2 No. 10 (2022): Oktober Vol. 2 No. 9 (2022): September Vol. 2 No. 8 (2022): Agustus Vol. 2 No. 7 (2022): Juli Vol. 2 No. 6 (2022): Juni Vol. 2 No. 5 (2022): Mei Vol. 2 No. 4 (2022): April Vol. 2 No. 3 (2022): Maret Vol. 2 No. 2 (2022): Februari Vol. 2 No. 1 (2022): Januari Vol. 1 No. 12 (2021): Desember Vol. 1 No. 11 (2021): November Vol. 1 No. 10 (2021): Oktober Vol. 1 No. 9 (2021): September Vol. 1 No. 8 (2021): Agustus Vol. 1 No. 7 (2021): Juli Vol. 1 No. 6 (2021): Juni Vol. 1 No. 5 (2021): Mei Vol. 1 No. 4 (2021): April Vol. 1 No. 3 (2021): Maret Vol. 1 No. 2 (2021): Februari Vol. 1 No. 1 (2021): Januari More Issue