cover
Contact Name
Ludovikus Bomans Wadu
Contact Email
actualinsight21@gmail.com
Phone
+6281233597270
Journal Mail Official
jurnaldecive@gmail.com
Editorial Address
Jalan Abdurahman Saleeh Blok GJ2 Kedungkandang Kota Malang Jawa Timur, Malang, Provinsi Jawa Timur, 65148
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Published by Actual Insight
ISSN : 27765040     EISSN : 27756009     DOI : https://doi.org/10.56393/decive.v1i12.274
De Cive: Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan merupakan jurnal yang menerbitkan hasil penelitian dalam bidang, Pendidikan Kewarganegaraan, Pendidikan Pancasila, Pendidikan Nilai, Pendidikan Moral, Pendidikan Politik, Pendidikan Hukum, Pendidikan Anti Korupsi, Pendidikan Multikultural, Pendidikan Karakter dan berbagai bidang lainnya yang mendukung pengembangan pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Jurnal ini diterbitkan duabelas kali dalam setahun yang menampung berbagai naskah hasil penelitian dari para guru, dosen, mahasiswa maupun peneliti yang tertarik dalam bidang penelitian dan pembelajaran.
Articles 280 Documents
Civic Culture dalam Integrasi Tradisi Ngalungi Sapi di Dukoh Dresi Wetan Kasmi Kasmi; Suyato; Puji Wulandari Kuncorowati; Alil Rinenggo
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v5i7.4330

Abstract

Arus globalisasi saat ini berdampak pada terkikisnya identitas budaya lokal dan karakter kewarganegaraan di kalangan generasi muda. Kondisi ini menuntut adanya langkah nyata dalam memperkuat ketahanan budaya, salah satunya melalui integrasi tradisi lokal ke dalam sistem pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana tradisi Ngalungi Sapi di Dukoh Dresi Wetan dapat dijadikan sumber pengembangan civic culture dalam Pendidikan Kewarganegaraan. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, serta dokumentasi. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa tradisi ini memanifestasikan nilai civic skills melalui gotong royong pembuatan ketupat, serta civic disposition dalam praktik weweh sedulur. Selain itu, ritual pengalungan ketupat mencerminkan etika lingkungan sebagai bentuk civic virtue, acara selametan memperkokoh aspek spiritualitas masyarakat. Secara teoretis, nilai-nilai tersebut sejalan dengan pilar pengetahuan, keterampilan, dan watak kewarganegaraan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi kearifan lokal Ngalungi Sapi sangat efektif sebagai strategi pembelajaran kontekstual untuk mempertebal tanggung jawab sosial dan jati diri nasional di tengah tantangan era digital.
Literasi Digital Masyarakat Perkotaan Untuk Memerangi Hoaks dan Disinformasi Sebagai Penguat Karakter Kewarganegaraan Wahyu Wahyu; Marzuki Marzuki
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v5i7.4352

Abstract

Kemajuan pesat teknologi informasi pada era digital telah menghadirkan ancaman nyata dalam bentuk hoaks dan disinformasi yang merusak tatanan kehidupan masyarakat di wilayah perkotaan. Kajian ini bertujuan menginvestigasi kontribusi literasi digital dalam membentengi karakter warga di tengah derasnya gelombang hoaks dan disinformasi, dengan mengambil lokasi penelitian di Kecamatan Gondokusuman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Metodologi yang diterapkan adalah pendekatan fenomenologis kualitatif, dengan menghimpun data melalui wawancara semi-terstruktur mendalam, pengamatan partisipatif, dan telaah dokumen terhadap tujuh informan yang ditentukan secara purposif, mencakup warga biasa, pemimpin komunitas digital, aktivis media sosial, serta praktisi pendidikan. Temuan penelitian mengungkap: (1) kapasitas literasi digital warga Gondokusuman tergolong pada level menengah; (2) persebaran hoaks dan disinformasi memberikan dampak yang substansial terhadap degradasi nilai-nilai kewarganegaraan; (3) literasi digital terbukti berkontribusi positif dalam membangun ketahanan karakter kewarganegaraan. Model PLDK mengejawantahkan nilai-nilai kearifan lokal melalui tiga komponen pokok, yaitu gotong royong digital sebagai pijakan kolaborasi verifikasi informasi, musyawarah komunitas sebagai wahana penyelesaian konflik disinformasi, serta pranata sosial lokal sebagai jalur distribusi literasi kritis kepada khalayak luas. Rekomendasi penelitian mencakup perlunya mengintegrasikan Model PLDK ke dalam kurikulum PKn dan memperkuat ekosistem informasi yang bertumpu pada semangat gotong royong digital.
Melampaui Legalitas Administratif: Sintesis Etika Magnis-Suseno dalam Menakar Integritas Kebijakan Makan Bergizi Gratis Gultom, Andri Fransiskus
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 6 No. 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v6i1.4353

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah idealnya menjadi wujud kehadiran negara dalam menjamin kesejahteraan rakyat. Namun, munculnya berbagai polemik seperti kasus keracunan makanan dan inefisiensi anggaran mengindikasikan adanya krisis etika di tingkat pengelola. Penelitian ini bertujuan membedah nihilnya etika normatif dalam tata kelola kebijakan tersebut melalui perspektif filsafat moral Franz Magnis-Suseno. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap tiga informan (orang tua murid, siswa, dan pengamat sosial) serta observasi terhadap fenomena polemik kebijakan di ruang publik. Teknik analisis data menggunakan pembacaan tekstual, verstehen, dan interpretasi filosofis untuk mensintesis data empiris dengan karya Etika Dasar. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kegagalan kebijakan berakar pada hilangnya "rumah etika" di hulu pengambilan keputusan yang merusak martabat manusia demi ambisi teknokratis. Novelty penelitian ini terletak pada tawaran restorasi moral melalui reprioritasi anggaran berbasis etika kepedulian dan internalisasi nilai filosofis sebagai solusi atas dehumanisasi birokrasi dalam program MBG.
Internalisasi Nilai-Nilai Multikultural dalam Membangun Sikap Toleransi Mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Tetti Eka Purnama; Isnarmi Moeis; Gusmira Wita
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v5i6.4387

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis internalisasi nilai-nilai multikultural melalui kedewasaan kultural mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dalam membangun sikap toleransi pada masyarakat multikultural. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus pada mahasiswa PPKn Universitas Negeri Padang. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber untuk menguji keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedewasaan kultural mahasiswa berkembang melalui pengalaman langsung, interaksi sosial lintas budaya, refleksi diri, dan pembelajaran berbasis pengalaman. Proses tersebut membentuk sikap toleransi, empati, keterbukaan, kemampuan komunikasi inklusif, serta tanggung jawab sosial sebagai bagian dari civic disposition dan  civic responsibility mahasiswa. Faktor-faktor yang memengaruhi internalisasi nilai multikultural meliputi motivasi, kesadaran diri, latar belakang keluarga, kematangan emosional, lingkungan sosial, pengalaman lapangan, peran pendidikan, dan dukungan komunitas. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan multikultural berbasis proyek dan pengalaman sosial efektif memperkuat karakter demokratis, inklusif, dan kemampuan mahasiswa dalam membangun kohesi sosial di tengah masyarakat majemuk.
Rekonstruksi Civic Virtue Digital Berbasis Piil Pesenggiri dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di Indonesia Ahmad Nur'Afief Dwianugraha; Yayuk Hidayah; Suyato; Puji Wulandari Kuncorowati; Sumantin Sitorus
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v5i8.4304

Abstract

Era disrupsi nilai memicu krisis etika berupa disinformasi, polarisasi, dan degradasi moral yang mengancam stabilitas sosial. Tantangan ini diperburuk oleh dominasi perspektif Barat dalam pendidikan kewarganegaraan digital yang kurang menyentuh akar budaya lokal. Penelitian ini bertujuan merumuskan kerangka kerja pendidikan kewarganegaraan digital berbasis etnopedagogi Piil Pesenggiri sebagai strategi mitigasi disrupsi nilai di Indonesia. Melalui pendekatan kualitatif studi pustaka, ditemukan bahwa nilai-nilai Juluk Adek, Nemui Nyimah, Nengah Nyappur, dan Sakai Sambayan dapat direkonstruksi menjadi fondasi civic virtue digital meliputi integritas identitas, etika komunikasi empatis, partisipasi inklusif, dan kolaborasi kolektif yang bertanggung jawab. Hasil kajian menunjukkan internalisasi kearifan lokal Lampung ini berfungsi sebagai "benteng moral" yang menjembatani identitas digital dengan nilai sosial masyarakat. Simpulan penelitian menegaskan bahwa rekonstruksi etnopedagogi ini sangat krusial untuk membangun karakter warga digital yang bertanggung jawab sekaligus membumikan nilai-nilai luhur keindonesiaan dalam ekosistem global yang homogen demi penguatan identitas nasional yang berkelanjutan di masa depan secara komprehensif utuh.
Kemandirian Finansial Siswa dalam Perspektif Ekonomi Kewarganegaraan siswa Sekolah Menengah Atas 4 Sorong Kepulauan Daniyati Daniyati; Ihsan Ihsan; Vebby Anwar
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v5i8.4381

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kemandirian finansial siswa dalam pengelolaan uang saku ditinjau dari perspektif ekonomi kewarganegaraan di Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Sorong Kepulauan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus yang melibatkan 61 siswa sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa telah memiliki pemahaman dasar mengenai pengelolaan uang saku, yang ditunjukkan melalui kemampuan mengatur pengeluaran sesuai kebutuhan, menabung, dan menentukan prioritas penggunaan uang. Namun, penerapan perilaku tersebut belum dilakukan secara konsisten karena masih dipengaruhi oleh kecenderungan konsumtif dan rendahnya perencanaan keuangan. Dalam perspektif ekonomi kewarganegaraan, kemandirian finansial mencerminkan nilai tanggung jawab, disiplin, pengendalian diri, serta kemampuan mengambil keputusan ekonomi secara rasional dan etis. Temuan penelitian menegaskan bahwa integrasi literasi finansial dan Pendidikan Kewarganegaraan berkontribusi dalam membentuk warga negara yang mandiri, bertanggung jawab, dan bijak dalam mengelola sumber daya ekonomi.
Penerapan Model Value Clarification Technique Berbasis Permainan Edukatif untuk Meningkatkan Kedisiplinan Siswa Sekolah Dasar Johrina Wenda; Roni Andri Pramita; Mursalim Mursalim
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v5i8.4383

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Value Clarification Technique (VCT) berbasis permainan edukatif terhadap peningkatan kedisiplinan siswa kelas V SD Negeri 42 Kota Sorong. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment) melalui desain nonequivalent control group design. Subjek penelitian terdiri atas 50 siswa yang dibagi ke dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui observasi dan angket kedisiplinan siswa, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model VCT berbasis permainan edukatif memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan kedisiplinan siswa dibandingkan pembelajaran konvensional. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis nilai yang melibatkan aktivitas reflektif dan partisipatif mampu membantu siswa memahami, memilih, dan menerapkan nilai disiplin dalam kehidupan sehari-hari. Dalam perspektif Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, kedisiplinan merupakan bagian dari karakter warga negara muda yang bertanggung jawab. Oleh karena itu, model VCT berbasis permainan edukatif dapat menjadi alternatif pembelajaran yang mendukung penguatan pendidikan karakter dan nilai-nilai Pancasila di sekolah dasar.
Integrasi Kearifan Lokal Suku Abun dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila untuk Meningkatkan Partisipasi Siswa Hendita Marliana; Ihsan Ihsan; Roni Andri Pramita
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v5i7.4385

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi kearifan lokal Suku Abun dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila untuk meningkatkan partisipasi siswa. Penelitian dilaksanakan di salah satu sekolah menengah di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya, dengan subjek penelitian terdiri atas guru Pendidikan Pancasila dan siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai budaya Suku Abun mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, ditunjukkan melalui meningkatnya keaktifan bertanya, partisipasi dalam diskusi kelompok, serta keterlibatan dalam penyelesaian tugas kelas. Pembelajaran yang dikaitkan dengan pengalaman budaya siswa juga membantu memperkuat pemahaman terhadap nilai demokrasi, kerja sama, dan tanggung jawab sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal dapat menciptakan pembelajaran Pendidikan Pancasila yang lebih kontekstual dan partisipatif.
Pergeseran Paradigma Kebudayaan Kewargaan: Dekonstruksi Nilai Gotong Royong Pada Tradisi Pesta Sekolah Di Desa Golo Langkok Venansius Gabur; Dorkas Yufice Ariyanti Kale; Thomas Kemil Masi; Fadil Mas’ud; Anif Istianah
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v5i8.4407

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan sudut pandang masyarakat terhadap tradisi Pesta Sekolah di Desa Golo Langkok serta mengidentifikasi faktor penentu transformasi budaya tersebut menjadi sarana pencarian keuntungan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dihimpun melalui observasi dan wawancara terhadap tokoh adat, penyelenggara, serta warga penyumbang. Landasan teoretis yang digunakan untuk membedah fenomena ini adalah teori solidaritas sosial Emile Durkheim dan teori dinamika kebudayaan Pitirim Sorokin. Hasil penelitian mengungkapkan terjadinya penurunan nilai ketulusan menjadi orientasi materi yang praktis, di mana tradisi kini lebih berfungsi sebagai alat pengumpulan uang dan pembuktian status sosial daripada dukungan pendidikan murni. Temuan menunjukkan adanya penyimpangan alokasi dana yang dialihkan untuk kebutuhan konsumtif, sehingga memicu risiko putus sekolah bagi mahasiswa. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis kritis mengenai peralihan motif pengabdian sosial menjadi kepentingan ekonomi pribadi berdasarkan penurunan etika kewargaan lokal. Studi ini berkontribusi pada bidang Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan melalui implikasi penguatan nilai karakter dan kebajikan sipil (civic values). Direkomendasikan adanya revitalisasi norma adat untuk memulihkan fungsi asli tradisi sebagai jaring pengaman pendidikan.
Internalisasi Nilai Kepedulian Sosial melalui Pembelajaran Berbasis Proyek pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Eni Kurniawati; Matang Matang; Rita Angraini
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v5i7.4410

Abstract

Perkembangan pendidikan tinggi pada era globalisasi menuntut mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga karakter kewargaan dan kepedulian sosial yang kuat. Fenomena meningkatnya individualisme, intensitas penggunaan teknologi digital, dan rendahnya keterlibatan mahasiswa dalam aktivitas sosial menjadi tantangan dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan internalisasi nilai kepedulian mahasiswa Prodi PPKn melalui Project Based Learning. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah mahasiswa yang mengikuti proyek pembelajaran bertema “aksi nurani: mengubah kepekaan menjadi tindakan”. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kebaruan penelitian terletak pada integrasi proyek sosial berbasis aksi kemanusiaan sebagai strategi penguatan kepedulian mahasiswa.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PjBL mampu meningkatkan kepekaan sosial, empati, tanggung jawab sosial, dan partisipasi mahasiswa dalam kehidupan masyarakat melalui keterlibatan langsung pada kegiatan sosial.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 6 No. 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2026 Vol. 5 No. 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 Tahun 2025 Vol. 5 No. 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 Tahun 2025 Vol. 5 No. 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 Tahun 2025 Vol. 5 No. 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 Tahun 2025 Vol. 5 No. 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 Tahun 2025 Vol. 5 No. 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2025 Vol. 5 No. 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025 Vol. 5 No. 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2025 Vol. 4 No. 12 (2024): Desember Vol. 4 No. 11 (2024): November Vol. 4 No. 10 (2024): Oktober Vol. 4 No. 9 (2024): September Vol. 4 No. 8 (2024): Agustus Vol. 4 No. 7 (2024): Juli Vol. 4 No. 6 (2024): Juni Vol. 4 No. 5 (2024): Mei Vol. 4 No. 4 (2024): April Vol. 4 No. 3 (2024): Maret Vol. 4 No. 2 (2024): Februari Vol. 4 No. 1 (2024): Januari Vol. 3 No. 12 (2023): Desember Vol. 3 No. 11 (2023): November Vol. 3 No. 10 (2023): Oktober Vol. 3 No. 9 (2023): September Vol. 3 No. 8 (2023): Agustus Vol. 3 No. 7 (2023): Juli Vol. 3 No. 6 (2023): Juni Vol. 3 No. 5 (2023): Mei Vol. 3 No. 4 (2023): April Vol. 3 No. 3 (2023): Maret Vol. 3 No. 2 (2023): Februari Vol. 3 No. 1 (2023): Januari Vol. 2 No. 12 (2022): Desember Vol. 2 No. 11 (2022): November Vol. 2 No. 10 (2022): Oktober Vol. 2 No. 9 (2022): September Vol. 2 No. 8 (2022): Agustus Vol. 2 No. 7 (2022): Juli Vol. 2 No. 6 (2022): Juni Vol. 2 No. 5 (2022): Mei Vol. 2 No. 4 (2022): April Vol. 2 No. 3 (2022): Maret Vol. 2 No. 2 (2022): Februari Vol. 2 No. 1 (2022): Januari Vol. 1 No. 12 (2021): Desember Vol. 1 No. 11 (2021): November Vol. 1 No. 10 (2021): Oktober Vol. 1 No. 9 (2021): September Vol. 1 No. 8 (2021): Agustus Vol. 1 No. 7 (2021): Juli Vol. 1 No. 6 (2021): Juni Vol. 1 No. 5 (2021): Mei Vol. 1 No. 4 (2021): April Vol. 1 No. 3 (2021): Maret Vol. 1 No. 2 (2021): Februari Vol. 1 No. 1 (2021): Januari More Issue