cover
Contact Name
Munif Akbar
Contact Email
triwikrama325@gmail.com
Phone
+6285859888365
Journal Mail Official
triwikrama325@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Cendikia Pendidikan
  • sindorocendikiapendidikan
  • Website
Published by CV SWA Anugrah
ISSN : -     EISSN : 30256488     DOI : -
Sindoro: Cendikia Pendidikan. Jurnal ini terbit tiap bulan dalam setahun. Jurnal ini termasuk jurnal open acces yang memungkinkan penulis dari berbagai lintas dapat elaborasi untuk menulis di jurnal ini. Jurnal ini merupakan buah pemikiran dari terhadap bidang Ilmu khususnya Pendidikan. Jurnal ini menerima artikel Pendidikan, Pengajaran, Metode Pendidikan, Studi Kasus dalam Pendidikan, Media Pembelajaran
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,595 Documents
PLATFORM MERDEKA MENGAJAR: SOLUSI MANJUR MERENCANAKAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI SD Mumtaza, Izzatun Nuha; Nur Rahma Nugraheni; Muhammad Zahran Ramadhan; Deni Zein Tarsidi
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 5 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v9i5.8136

Abstract

Abstrak Pendidik menduduki peran penting guna meyukseskan suatu kurikulum berjalan dengan baik. Berjalan atau tidaknya sebuah kurikulum yang diimplementasikan dalam lembaga pendidikan tergantung kecakapan dan kemampuan seorang pendidik dalam memahami kurikulum yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk memecahkan permasalahan ketidaksiapan pendidik dalam merencanakan pembelajaran khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di Sekolah Dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Terdapat tiga macam teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Penelitian dilakukan di SD Negeri Semanggi Kidul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurangnya perencanaan pembelajaran ini mengacu pada situasi di mana pendidik tidak melakukan persiapan yang matang dan terstruktur sebelum melaksanakan proses pembelajaran. Oleh karena itu, Platform Merdeka Mengajar (PMM) menyediakan solusi untuk pendidik dalam mendapatkan referensi, inspirasi, dan memperkuat pemahaman serta mempertajam keterampilan pendidik dalam menerapkan Kurikulum Merdeka di SD. Kata Kunci: Penggunaan, Platform Merdeka Mengajar (PMM), Ketidaksiapan Pendidik Abstract Educators play an important role in ensuring that a curriculum runs well. Whether or not a curriculum implemented in an educational institution works depends on the skills and abilities of an educator in understanding the applicable curriculum. This research aims to solve the problem of educators' unpreparedness in planning learning, especially in Pancasila Education subjects in elementary schools. The approach used in this research is a descriptive qualitative approach. Four types of data collection techniques are used: observation, interviews, documentation, and combination. The research results show that this lack of learning planning refers to educators not making thorough and structured preparations before carrying out the learning process. Therefore, the Platform Merdeka Mengajar (PMM) provides solutions for educators in getting references, inspiration, and strengthening understanding and sharpening educators' skills in implementing the Merdeka Curriculum in elementary schools. Keywords: Use, Platform Merdeka Mengajar (PMM), Teacher Unpreparedness
PENGEMBANGAN KURIKULUM MERDEKA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SISWA DI ABAD 21 Subhan Widiansyah; Lilis Khairunisa; Sabrina Kusuma Dwi; Sunita Hamzah; Syarifah Alya
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 5 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v9i5.8199

Abstract

Pendidikan abad ke-21 memerlukan pendekatan pembelajaran yang mampu mengintegrasikan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, kreativitas, literasi digital, dan pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar Indonesia dalam mendukung pengembangan keterampilan tersebut. Pendekatan kualitatif dengan analisis literatur diterapkan untuk mengumpulkan data dari buku, jurnal ilmiah, laporan resmi, dan praktik terbaik di beberapa sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka mendorong fleksibilitas dalam proses pembelajaran melalui pendekatan berbasis proyek dan pembelajaran kontekstual. Model seperti pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning) serta flipped classroom terbukti meningkatkan keterlibatan siswa dan memperkuat keterampilan berpikir kritis, komunikasi, dan inovasi.Namun, tantangan utama dalam implementasi kurikulum ini mencakup kurangnya pelatihan guru, keterbatasan teknologi di daerah terpencil, serta kesenjangan pemahaman antara pemangku kepentingan, termasuk sekolah, orang tua, dan masyarakat. Infrastruktur pendidikan yang belum merata memperburuk hambatan dalam memaksimalkan potensi Kurikulum Merdeka. Untuk mengatasi kendala ini, diperlukan pelatihan intensif bagi guru tentang metode pembelajaran abad ke-21, peningkatan investasi pada fasilitas pendidikan, serta sosialisasi yang menyeluruh untuk meningkatkan pemahaman dan dukungan masyarakat terhadap pendekatan baru ini.Kesimpulannya, Kurikulum Merdeka menawarkan potensi besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan menyiapkan generasi siswa yang adaptif, inovatif, dan kompetitif dalam menghadapi tantangan global. Rekomendasi untuk penelitian lanjutan mencakup pengkajian efektivitas jangka panjang kurikulum ini dan penyempurnaan strategi implementasi yang lebih inklusif dan merata di seluruh daerah.
PENGARUH PENDIDIKAN KARAKTER TERHADAP PENERIMAAN PESERTA DIDIK REGULER TERHADAP PESERTA DIDIK INKLUSI Nurlatifah, Meylinda; Dinarti, Sulisetias; Rawanoko, Endrise Septina
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 5 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v9i5.8207

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh pendidikan karakter pada penerimaan peserta didik reguler terhadap peserta didik inklusi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa: oberservasi dan wawancara. Pendidikan karakter merupakan suatu usaha untuk membantu perkembangan jiwa anak baik dari segi lahir maupun batin, dari sifat kodratinya menuju ke arah peradaban manusia yang lebih baik. Pendidikan karakter juga merupakan proses atau tahapan berkelanjutan yang tidak akan berakhir, sehingga menghasilkan perbaikan kualitas yang berkesinambungan dengan tujuan untuk mewujudkan pribadi manusia di masa depan, dan berpedoman pada nilai budaya bangsa. Inklusi merupakan sebuah pedekatan yang bertujuan guna membangun dan membentuk sebuah lingkungan yang semakin terbuka dengan mengajak masuk dan melibatkan semua orang dari latar belakang yang berbeda baik karakteristik, kemampuan, status, kondisi, etnik, budaya maupun anak berkebutuhan khusus untuk bergabgun di satu lingkungan sosial yang sama. Peserta didik reguler merupakan peserta didik yang tidak memiliki hambatan tertentu dalam belajar, seperti hambatan fisik, mental kognitif, atau sensorik. Mereka mampu mengikuti pembelajaran secara klasikal tanpa kendala yang signifikan, sedangkan peserta didik inklusi merupakan peserta didik yang memiliki kebutuhan khusus yang melakukan kegiatan belajar di satu lingkungan pendidikan yang sama dengan peserta didik reguler. The purpose of this research is to find out how the influence of character education on the admission of regular students on inclusion students. This research is a type of qualitative research. Data collection techniques are: observation and interview. Character education is an effort to help the development of children's souls both physically and mentally, from their nature towards a better human civilization. Character education is also a continuous process or stage that will not end, resulting in continuous quality improvement with the aim of realizing future human personalities, and guided by the nation's cultural values. Inclusion is an approach that aims to build and shape an increasingly open environment by inviting in and involving all people from different backgrounds in terms of characteristics, abilities, status, conditions, ethnicity, culture and children with special needs to join in the same social environment. Regular learners are learners who do not have certain barriers to learning, such as physical, mental, cognitive or sensory barriers. They are able to follow classical learning without significant obstacles, while inclusive learners are learners with special needs who carry out learning activities in the same educational environment as regular learners.
PENGGUNAAN TEKNOLOGI DALAM KURIKULUM: EFEKTIVITAS DAN HAMBATANNYA Subhan Widiansyah; Farandi Anggada Putra Atmojo; Indah Sastia Putri; Delvina Raissa; Ardian Baldan Kurniawan; Suryadi Agusti
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 5 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v9i5.8237

Abstract

Kurikulum memiliki peran penting sebagai panduan utama dalam proses pendidikan, mencerminkan visi, misi, dan tujuan dari suatu lembaga pendidikan. Kurikulum Merdeka dirancang untuk memberikan fleksibilitas dalam pembelajaran, memfasilitasi siswa untuk mendalami konsep dan menguasai keterampilan melalui dukungan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran teknologi dalam mendukung pelaksanaan kurikulum merdeka, khususnya dalam meningkatkan akses, personalisasi, interaktivitas pembelajaran, serta mengidentifikasi hambatan dalam implementasinya. Metode penelitian menggunakan studi literatur berbasis analisis kualitatif terhadap artikel jurnal relevan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi mempermudah siswa dalam mengakses sumber belajar, mendukung pembelajaran, serta mendukung guru dalam melakukan perencanaan dan evaluasi. Namun, penerapan teknologi dihadapkan pada tantangan, seperti akses yang tidak merata, keterbatasan infrastruktur, dan kurangnya keterampilan dalam menggunakan digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi teknologi dalam pendidikan sangat berperan penting untuk mendukung keberlangsungan kurikulum merdeka, sekaligus menghadirkan saran untuk meningkatkan pelatihan digital bagi guru dan siswa serta investasi dalam infrastruktur teknologi.
DINAMIKA KESULITAN BERHITUNG JARIMATIKA PADA PESERTA DIDIK TUNANETRA DI SLB A,B,D NEGERI KEDUNGKANDANG Alamy, Ina Rohmatul; Husna, Maelatul; Putri, Naura Aqilah; Yusuf, Syah Inaculatta Ramadani; Alam, Gunawan Multi; Ummah, Umi Safiul
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 5 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v9i5.8239

Abstract

Penelitian ini bertujuan untukmengukur kemampuan berhitung peserta didik tunanetra di tingkat sekolah dasar, mengevaluasi peran metode jarimatika, serta memahami hambatan yang dihadapi dalam matematika dasar. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode observasi dan asesmen formatif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan guru, observasi langsung dan tes kemampuan berhitung. Hasil penelitian menunjukkan peserta didik tunanetra mengalami kesulitan signifikan dalam operasi hitung dasar seperti penjumlahan dan pengurangan, yang dipengaruhi oleh keterbatasan dalam memahami konsep abstrak. Selain itu perkembangan kognitif peserta didik tunanetra cenderung tertinggal dibandingkan anak seusianya. Metode jarimatika menunjukkan potensi sebagai pendekatan konkret untuk mendukung penguasaan indra peraba, tetapi memerlukan penguatan pemahaman konsep matemtakia dasar agar peserta didik tidak hanya mengandalkan alat bantu. Dengan mengintegrasikan metode konkret seperti jarimatika dengan penguatan konsep abstrak, diharapkan dapat meminimalkan hambatan belajar dan meningkatkan hasil pembelajaran peserta didik tunanetra.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR Nastiti, Annida Putri; Al Husna, Salsabillah Rizki; Sa’diyyah, Salwa; Marini, Arita; Yunus, Mahmud
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 5 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v9i5.8255

Abstract

Social studies in elementary school has a crucial role in forming the character and basic knowledge of students about their social environment. However, the monotonous learning process makes the effectiveness of learning low. This research aims to examine the effectiveness of the application of the Problem Based Learning (PBL) learning model in social studies in elementary schools. The main focus of this research is the application of the PBL model in improving student learning outcomes. This type of research is library research. Data collection is based on online searches. The results of the analysis of 9 journals show that the Problem Based Learning (PBL) model has a positive impact on learning, which can improve student learning outcomes in social studies. Pembelajaran IPS di sekolah dasar memegang peranan krusial dalam membentuk karakter dan pengetahuan dasar siswa tentang lingkungan sosialnya. Namun proses pembelajaran yang monoton membuat rendahnya efektivitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada mata pelajaran IPS di sekolah dasar. Fokus utama penelitian ini adalah penerapan model PBL dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian studi pustaka (Library Research). Pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran secara online. Hasil analisis dari 9 jurnal menunjukkan bahwa model Problem Based Learning (PBL) memberi dampak positif terhadap pembelajaran, yaitu dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS.
PEMBELAJARAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL SEBAGAI UPAYA MENDUKUNG TUJUAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN PADA SGDS 4 Azzulfa, Firyaal Hasna; Nugraheni, Nursiwi
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 5 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v9i5.8256

Abstract

Pendidikan berkualitas merupakan salah satu tujuan utama dalam Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada SDGs 4, yang menekankan pentingnya pendidikan inklusif, merata, dan memberikan kesempatan belajar sepanjang hayat bagi setiap individu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif berbasis literatur untuk menganalisis peran pembelajaran kearifan lokal dalam mendukung pendidikan berkualitas. Data diperoleh melalui jurnal dan artikel yang relevan, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran meningkatkan relevansi pendidikan, memperkuat identitas budaya, serta menanamkan nilai-nilai moral untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan global tanpa melupakan akar budaya. Pembelajaran ini efektif menciptakan pendidikan inklusif melalui pendekatan yang sesuai konteks lokal. Quality education is one of the main goals in the Sustainable Development Goals (SDGs), especially SDGs 4, which emphasizes the importance of inclusive, equitable education and providing lifelong learning opportunities for every individual. This study uses a qualitative descriptive method based on literature to analyze the role of local wisdom learning in supporting quality education. Data were obtained through relevant journals and articles, then analyzed descriptively. The results of the study show that the integration of local wisdom in learning increases the relevance of education, strengthens cultural identity, and instills moral values ​​to prepare the younger generation to face global challenges without forgetting cultural roots. This learning is effective in creating inclusive education through an approach that is appropriate to the local context.
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP RESUME UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR IPS MURID KELAS IV SEKOLAH DASAR NEGERI 12 KUALA MANDOR B Syaifullah, Ahmad; Salito
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 6 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v9i6.8264

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pembelajaran kooperatif tipe Group Resume dalam meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas IV di SD Negeri 12 Kuala Mandor B pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk menggali pemahaman mendalam mengenai proses dan hasil dari penerapan model pembelajaran tersebut. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam aktivitas belajar siswa, baik dalam hal partisipasi aktif, kemampuan kolaboratif, pemahaman materi, maupun keterampilan sosial dan komunikasi. Pembelajaran kooperatif tipe Group Resume mendorong siswa untuk lebih terlibat dalam diskusi kelompok, berbagi ide, dan menyusun resume bersama, sehingga meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi IPS. Penerapan model ini juga berkontribusi pada pengembangan keterampilan sosial siswa, seperti komunikasi dan kerjasama, yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif tipe Group Resume efektif dalam meningkatkan aktivitas belajar siswa di SD Negeri 12 Kuala Mandor B, khususnya dalam mata pelajaran IPS.
PENINGKATAN MOTIVASI DALAM PEMBELAJARAN MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS VI Desi Eka Pratiwi; Vindi Novi Ardani; Setya Ridia Cahyaning Dewi Tyastuti; Aida Ladzina Safikri
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 6 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v9i5.8267

Abstract

Tujuan penelitian ini diselenggarakan dengan didasari oleh motivasi belajar siswa yang menurun dikarenakan guru tidak menggunakan media pembelajaran pendukung yang bisa membangkitkan motivasi siswa. Metode penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindak Kelas (PTK). Dalam metode ini terdapat dua siklus pada setiap siklusnya terdapat dua kali pertemuan. Subjek pada penelitian ini merupakan siswa kelas VI B SDN Dukuh Kupang V Surabaya yang berjumlah 28 orang serta objek penelitiannya yaitu motivasi belajar siswa. Tahap pratindakan belum menggunakan media audio visual yang terlihat dari motivasi belajar siswa yang tergolong kurang yaitu 40%. Pada tahap siklus 1 sudah menggunakan media audio visual yang menjadikan motivasi siswa meningkat yaitu70% . Pada tahap siklus II terlihat bahwa motivasi siswa menjadi sangat meningkat dan siswa antusias saat mengikuti pembelajaran memperoleh presentase 85% yang dikategorikan sangat tinggi dari perolehan sebelumnya. Maka dari itu, adanya media audio visual dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VI SDN Dukuh Kupang V Surabaya.
MEMBANGUN KESETARAAN INTERAKSI DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA SEKOLAH DASAR MELALUI MODEL KOOPERATIF BAMBOO DANCING Sabrina Salma Fida; Munna Indra Lisa; Muhammad Ilman Nashir; Deni Zein Tarsidi
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 6 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v9i6.8268

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana model pembelajaran kooperatif tipe Bamboo Dancing dapat membangun kesetaraan di antara peserta didik dalam kegiatan pembelajaran di kelas III salah satu sekolah dasar di Kota Surakarta. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus, yang mana data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Model pembelajaran kooperatif tipe Bamboo Dancing dirancang untuk meningkatkan partisipasi aktif peserta didik dalam kelompok melalui kegiatan diskusi yang berlangsung secara dinamis. Dalam implementasinya, peserta didik berpasangan untuk mendiskusikan topik tertentu, kemudian bergeser secara terstruktur untuk membentuk pasangan baru dan bertukar informasi serta pandangan. Siklus ini berlanjut hingga semua peserta didik berinteraksi dengan berbagai pasangan dalam kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Bamboo Dancing mampu menciptakan kesetaraan dengan memberikan kesempatan yang sama kepada setiap peserta didik untuk terlibat secara aktif, berbagi wawasan, dan membangun keterampilan sosial. Model ini juga cukup efektif dalam mengurangi dominasi individu tertentu dan mendorong partisipasi peserta didik yang cenderung pasif. Selain itu, model ini menciptakan suasana pembelajaran yang inklusif, kolaboratif, dan interaktif. Berkaitan dengan hal tersebut, model pembelajaran kooperatif tipe Bamboo Dancing dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang inovatif untuk meningkatkan kualitas interaksi dalam kegiatan kelompok dan memastikan partisipasi yang merata serta aktif di antara peserta didik.

Filter by Year

2023 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 12 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 11 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 10 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 12 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 11 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 10 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 12 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 11 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 10 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 14 No. 4 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 14 No. 3 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 14 No. 2 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 9 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 8 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 7 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 6 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 5 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 4 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 3 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 1 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 9 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 8 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 7 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 6 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 5 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 4 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 2 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 9 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 8 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 7 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 6 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 5 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 4 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 10 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 12 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 11 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 10 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 12 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 11 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 10 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 12 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 11 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 10 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 12 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 11 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 10 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 12 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 11 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 10 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 12 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 11 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 10 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 12 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 11 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 10 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 12 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 11 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 10 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 6 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 5 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 6 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 5 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 4 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 6 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 4 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 6 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 6 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 6 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 9 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 8 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 7 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 6 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 9 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 8 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 7 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 6 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 3 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 9 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 8 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 7 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 6 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 12 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 11 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 10 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 9 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 8 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 7 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 6 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 5 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 4 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 3 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan More Issue