cover
Contact Name
Abdul Muis
Contact Email
muis@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
bambang.bs@unram.ac.id
Editorial Address
Jln. Pendidikan No. 62 Mataram Fakultas Pertanian Universitas Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Published by Universitas Mataram
ISSN : -     EISSN : 28303431     DOI : https://doi.org/10.29303/jima.v1i3
JIMA (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek merupakan media jurnal elektronik ilmiah yang dikelola oleh Fakultas Pertanian Universitas Mataram. JIMA sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi atau tugas akhir mahasiswa yang diterbitkan sebanyak tiga periode, yaitu pada Maret, Juli, dan November. Focus JIMA, pada publikasi hasil penelitian, kajian, dan gagasan pengembangan ilmu pengetahuan bidang agrokomplek (agroekoteknologi, agribisnis, ilmu tanah, ilmu kehutanan, dan budidaya perikanan serta ilmu kelautan). JIMA, menerima artikel yang belum pernah dipublikasi dalam bentuk media publikasi apapun. Tim Redaksi JIMA berhak memperbaiki tata tulis artikel tanpa merubah isi tulisan. Artikel dimuat setelah melalui tahap editing dan reviewing.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 354 Documents
Kelimpahan dan Keragaman Serangga Hama pada Tanaman Kentang (Solanum Tuberosum L.) yang Ditumpangsarikan dengan Tanaman Aromatik di Kecamatan Sembalun Ruth Stella Petrunella; Hendri Yanto; M. Taufik Fauzi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i1.7185

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dan keragaman serangga hama pada tanaman kentang yang ditumpangsarikan dengan tanaman aromatik di Kecamatan Sembalun. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri dari 4 perlakuan yaitu Kentang Monokultur; Kentang ditumpangsarikan dengan kemangi; Kentang ditumpangsarikan dengan seledri; Kentang ditumpangsarikan dengan bawang daun. Serangga hama yang ditemukan berasal dari 4 ordo, 14 famili, 22 spesies. Jumlah individu hama yang ditemukan selama penelitian pada masing-masing perlakuan tertinggi yaitu pada kentang monokultur (2.316), kemudian kentang ditumpangsarikan dengan seledri dan kentang ditumpangsarikan bawang daun (2.102), dan terendah kentang ditumpangsarikan dengan kemangi (1.915). Indeks keragaman kategori sedang yaitu pada perlakuan kentang ditumpangsarikan dengan kemangi (1,18), kentang monokultur (1,15), dan kentang ditumpangsarikan dengan bawang daun (1,02), kategori rendah pada perlakuan kentang ditumpangsarikan dengan seledri (0,99). Indeks kemerataan serangga hama paling tinggi pada perlakuan kentang ditumpangsarikan dengan kemangi (0,38), kemudian pada perlakuan kentang monokultur dan kentang ditumpangsarikan dengan bawang daun memiliki nilai kemerataan yang sama (0,37), dan paling rendah pada perlakuan kentang ditumpangsarikan dengan seledri (0,32). Indeks dominansi tertinggi pada perlakuan kentang ditumpangsarikan dengan kemangi (1,14), kemudian kentang ditumpangsarikan dengan bawang daun (0,60), selanjutnya pada perlakuan kentang ditumpangsarikan dengan seledri, dan paling rendah kentang monokultur (0,53).
Pengaruh Variasi Panjang Stek Batang dan Aplikasi Zat Pengatur Tumbuh terhadap Pertumbuhan Bibit Kelor (Moringa oleifera Lamk) Erwin Irawan; Abdus Syakur Assopi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i1.7245

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi panjang stek batang dan konsentrasi zat pengatur tumbuh (ZPT) Indole-3-Butyric Acid (IBA) terhadap pertumbuhan bibit tanaman kelor (Moringa oleifera). Metode penelitian menggunakan rancangan percobaan faktorial dengan dua faktor, yaitu panjang stek dan konsentrasi IBA, yang dianalisis menggunakan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panjang stek berpengaruh signifikan terhadap hampir semua parameter pertumbuhan, seperti persentase stek hidup, jumlah akar sekunder, panjang akar, serta berat basah dan kering akar dan tunas, kecuali umur muncul tunas yang tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Konsentrasi IBA juga memberikan pengaruh signifikan pada sebagian besar parameter pertumbuhan, sementara interaksi antara panjang stek dan konsentrasi IBA berpengaruh signifikan terhadap beberapa parameter penting seperti persentase stek hidup dan biomassa. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengaturan panjang stek dan konsentrasi IBA secara tepat dapat meningkatkan efisiensi perbanyakan stek kelor.
Analisis Perilaku Petani dalam Menentukan Pola Tanam di Desa Paok Pampang Kabupaten Lombok Timur Fadli; Aeko Fria Utama FR
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i1.7248

Abstract

Perilaku petani merupakan tingkah laku atau cara bertindak petani dalam mengelola lahan pertanian dan cara dalam menjalankan aktivitas pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk: (a) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku petani dalam menentukan pola tanam di Kabupaten Lombok Timur; dan (b) Menganalisis perilaku petani dalam menentukan pola tanam di Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dimana metode ini menekankan pada pemahaman mendalam tentang perspektif individu atau kelompok yang dibuat dengan cara menyusun, menganalisis, menginterprestasikan, menggambarkan secara sistematik dan akurat, serta menarik kesimpulan terhadap penelitian yang dilakukan. Penentukan lokasi penelitian dan responden dalam penelitian ini dilakukan melalui metode purposive sampling. Data penelitian diperoleh melalui kegiatan wawancara dan observasi langsung di lapangan. Analisis data yang digunakan untuk penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Pendekatan yang digunakan dalam analisis data pada penelitian ini melalui penetapan skor dan kriteria. Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani dalam menentukan pola tanam di Kabupaten Lombok Timur adalah harga output di pasar, harga input produksi, ketersediaan tenaga kerja, ketersediaan benih dan input produksi, serta kelangkaan sumberdaya. Berdasarkan hasil analisis data pada penelitian ini menunjukkan bahwa harga output produksi di pasar menjadi faktor utama yang membuat petani memutuskan pola usahatani dan jenis komoditas yang akan dipilih. Perilaku petani dalam memilih pola tanam berdasarkan potensi harga output atau harga output produksi di pasar disebabkan oleh adanya motivasi petani untuk meningkatkatkan pendapatan usahatani dan kesejahteraan keluarga.
Potensi Plant Growth Promoting Rhizobacteria Akar Putri Malu sebagai Pupuk Hayati dalam Meningkatkan Produktifitas Kacang Hijau Ridha Ayumnuazmi; M. Taufik Fauzi; Suwardji; A.A. Ketut Sudharmawan; Taslim Sjah; Wayan Wangiyana; Mulyati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i2.7284

Abstract

Kacang hijau (Vigna radiata L.) merupakan komoditas pangan strategis yang kaya protein dan berperan penting dalam ketahanan pangan nasional. Namun, produksi dalam negeri belum mampu untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat. Salah satu pendekatan untuk meningkatkan produktivitas kacang hijau adalah melalui pemanfaatan pupuk hayati berbasis Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR). PGPR merupakan kelompok bakteri rizosfer yang dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman melalui beberapa mekanisme seperti fiksasi nitrogen, pelarutan fosfat, produksi hormon pertumbuhan, serta peningkatan ketahanan tanaman terhadap cekaman lingkungan. Putri malu (Mimosa pudica) merupakan tumbuhan yang berasosiasi dengan mikroba rizosfer potensial seperti Rhizobium, Azospirillum, dan Pseudomonas yang efektif sebagai PGPR. Studi ini menggunakan metode tinjauan pustaka untuk mengevaluasi efektivitas isolat PGPR dari akar M. pudica dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil kacang hijau. Hasil studi menunjukkan bahwa aplikasi PGPR dari M. pudica, terutama dengan dosis 25 ml/liter yang dikombinasikan dengan pupuk NPK, mampu meningkatkan tinggi tanaman, jumlah polong, dan bobot biji secara signifikan. Penggunaan PGPR tidak hanya mendukung produktivitas tanaman tetapi juga mendorong pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Penggunaan Rumen Sapi sebagai Agen Fermentasi untuk Mengurangi Kandungan Serat Kasar pada Tepung Bonggol Jagung Sahrul Alim; Fadilla; Rismayanti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i1.7295

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fermentasi menggunakan cairan rumen sapi terhadap kandungan serat kasar dan protein kasar pada tepung bonggol jagung. Penelitian dilakukan di Rumah Potong Hewan Negeri (RPHN) Kota Mataram dan Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Universitas Mataram. Tongkol jagung digunakan sebagai bahan baku, diperoleh dari Kecamatan Gerung, Lombok Barat. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan lima kali ulangan. Perlakuan meliputi fermentasi selama 1 hingga 5 hari. Perbandingan yang digunakan dalam pencampuran isi dalam rumen dengan tepung bonggol jagung yaitu 1 kg tepung bonggol jagung menggunakan 250 ml cairan isi dalam rumen. Kemudian isi rumen dicampur dengan tepung bonggol jagung menggunakan wadah yang dibungkus dengan kain dengan ukuran 2000 mess. Proses fermentasi dilakukan dengan metode aerob. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama fermentasi berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap kandungan serat kasar dan protein kasar. Semakin lama waktu fermentasi, kandungan serat kasar menurun dan kandungan protein kasar meningkat. Fermentasi terbukti efektif dalam meningkatkan nilai gizi tepung bonggol jagung, menjadikannya bahan pakan ternak yang lebih bergizi dan mudah dicerna. Penelitian ini merekomendasikan fermentasi selama 5 hari untuk mencapai hasil terbaik dalam penurunan serat kasar dan peningkatan protein kasar.
Ekostruktur Tegakan Hutan Kemasyarakatan di Gunung Sasak, Kabupaten Lombok Barat Niechi Valentino; Gde Margin Antareja
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i1.7307

Abstract

Gunung Sasak di Kabupaten Lombok Barat merupakan bagian dari kawasan hutan tropis dataran rendah yang berperan penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem dan menyediakan sumber daya air bagi masyarakat sekitar. Kawasan ini belum banyak dikaji secara ilmiah, terutama terkait struktur komunitas vegetasi pada hutan kemasyarakatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ekostruktur tegakan berdasarkan parameter keanekaragaman jenis (H’), kemerataan (E’), dan kekayaan jenis relatif (R’) pada berbagai tingkat pertumbuhan: semai, pancang, tiang, dan pohon. Metode yang digunakan adalah inventarisasi vegetasi dengan plot kuadrat dan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan bahwa nilai H’ tertinggi terdapat pada tingkat pohon (2,02) dan terendah pada tingkat semai (1,36), dengan kemerataan (E’) berkisar antara 0,69 hingga 0,75. Seluruh tingkat pertumbuhan memiliki nilai R’ < 3,5 yang mengindikasikan kekayaan jenis rendah. Kombinasi nilai-nilai tersebut menunjukkan bahwa struktur tegakan cenderung stabil pada strata pohon, namun regenerasi alami di strata bawah masih terbatas. Hal ini menandakan potensi kerentanan terhadap gangguan ekologis dan perlunya intervensi pengelolaan untuk memperkuat rekrutmen jenis lokal. Penelitian ini memberikan dasar ilmiah bagi strategi konservasi dan pengelolaan hutan berbasis masyarakat yang berkelanjutan di wilayah hutan musim Nusa Tenggara Barat.
Potensi Rhizophora mucronata sebagai Bioindikator Pencemaran Kadmium dan Besi di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat Niechi Valentino
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i1.7308

Abstract

Pencemaran logam berat di ekosistem pesisir telah menjadi persoalan multidimensional yang tidak hanya mengancam keberlanjutan ekologis, tetapi kesehatan masyarakat pesisir. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui konsentrasi dan kemampuan akumulasi logam Kadmium dan Besi oleh Rhizophora mucronata di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat. Metode yang digunakan adalah systematic sampling with random start sebanyak 24 plot pada tiga stasiun. Sampel berupa akar dan daun diuji kandungan logamnya di Laboratorium BRMP. Hasil menunjukkan konsentrasi tertinggi logam berada di akar, yaitu 590,93 ppm (Fe) dan 9,76 ppm (Cd), sedangkan pada daun sebesar 43,89 ppm (Fe) dan 2,08 ppm (Cd). Kandungan logam ini telah melebihi ambang batas baku mutu. Nilai faktor translokasi (TF) menunjukkan bahwa R. mucronata bersifat fitoekstraktor terhadap Cd (TF > 4) dan bersifat fitostabilisator terhadap Fe (TF < 1). Kerapatan pohon R. mucronata berhubungan signifikan dengan konsentrasi Fe (p < 0,05) dengan kontribusi sebesar 80,3% (R² = 0,803), tetapi tidak signifikan terhadap Cd (p > 0,05; R² = 13,1%). Parameter lingkungan tidak menunjukkan hubungan signifikan terhadap konsentrasi logam, meskipun memberikan sedikit pengaruh terhadap akumulasi Cd dan Fe.
Efektivitas Penerapan Internal Control System pada Pangan Hortikultura di Pasar Renteng, Kabupaten Lombok Tengah Barito Noviandi Guna; Taslim Sjah; Ketut Budastra
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i2.7379

Abstract

Pasar rakyat berperan sebagai simpul penting distribusi pangan segar, namun rentan menjadi titik lemah dalam pengawasan keamanan pangan akibat kondisi sanitasi yang kurang memadai dan rendahnya kesadaran pelaku pasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan Internal Control System (ICS) dalam mendukung pengawasan keamanan pangan hortikultura di Pasar Induk Renteng, Kabupaten Lombok Tengah, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang implementasinya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan unit analisis berupa sistem pengawasan pangan di pasar, mencakup pelaku pasar, kondisi sanitasi, dan pengelolaan mutu hortikultura. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dari laporan pengawasan dan uji cepat terhadap 69 sampel hortikultura tahun 2024. Hasil menunjukkan bahwa penerapan ICS efektif meningkatkan pemahaman pedagang sebesar 35% dan konsumen sebesar 18%, memperbaiki sanitasi pasar, serta mendukung ketersediaan produk yang lebih aman. ICS dinilai memiliki peluang besar karena bersifat partisipatif dan mudah diadaptasi. Namun, keterbatasan pelatihan, belum terbentuknya tim pengawas, dan infrastruktur sanitasi yang belum memadai menjadi kendala. Diperlukan integrasi ICS ke dalam kebijakan pasar serta pelatihan berkelanjutan untuk mendukung pengawasan pangan yang berkelanjutan.
Potensi Biochar Limbah Rumput Laut dalam Meningkatkan Kesehatan Tanah di Lahan Kering dan Implikasinya terhadap Pendapatan Petani Sulfaida Pratami; M. Taufik Fauzi; Suwardji; Taslim Sjah; A.A Sudharmawan; Mulyati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i2.7395

Abstract

Lahan kering memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan pangan nasional, namun produktivitasnya rendah akibat kesehatan tanah yang buruk dan dampak perubahan iklim. Salah satu solusi yang menjanjikan adalah penggunaan biochar dari limbah rumput laut yang kaya unsur hara dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi biochar limbah rumput laut dalam meningkatkan kesehatan tanah di lahan kering dan implikasinya terhadap pendapatan petani. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menganalisis literatur ilmiah terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa biochar rumput laut dapat meningkatkan kapasitas tukar kation, ketersediaan hara, retensi air, serta aktivitas mikroba tanah. Hal ini berdampak pada peningkatan produktivitas tanaman dan efisiensi penggunaan pupuk, yang pada akhirnya meningkatkan pendapatan petani. Oleh karena itu, biochar limbah rumput laut berpotensi sebagai solusi berkelanjutan untuk rehabilitasi lahan kering di Indonesia.
Pemanfaatan Agen Hayati Beauveria Bassiana dalam Pengendalian Hama Boleng (Cylas formicarius) pada Tanaman Ubi Jalar Hariati; M. Taufik Fauzi; A.A. Ketut Sudharmawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i2.7411

Abstract

Ubi jalar (Ipomoea batatas) merupakan salah satu komoditas pangan penting di Indonesia, namun rentan mengalami penurunan produktivitas akibat serangan hama penggerek umbi Cylas formicarius. Selama ini, pengendalian hama lebih banyak dilakukan dengan insektisida kimiawi yang berdampak negatif terhadap lingkungan, kesehatan manusia, dan musuh alami. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengendalian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji potensi dan efektivitas cendawan entomopatogen Beauveria bassiana sebagai agen hayati dalam mengendalikan hama C. formicarius pada tanaman ubi jalar. Penulisan dilakukan melalui metode studi literatur dengan menelaah berbagai sumber ilmiah yang relevan, termasuk jurnal, prosiding, dan laporan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa B. bassiana mampu menginfeksi serangga target melalui proses penetrasi dan produksi toksin yang mematikan, serta efektif diterapkan di lapangan dengan menyemprotkan suspensi cendawan pada batang, pangkal daun, dan area sekitar akar. Keunggulan lainnya adalah kisaran inang yang luas, aman terhadap lingkungan, dan tidak mengganggu predator alami. Namun, efektivitas aplikasi dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, frekuensi aplikasi, serta konsentrasi konidia. Dengan pengelolaan yang tepat, B. bassiana berpotensi besar menjadi bagian dari strategi pengendalian hama terpadu dalam budidaya ubi jalar yang berkelanjutan.