cover
Contact Name
Ahmad Albar Al Akso
Contact Email
kohesi55@gmail.com
Phone
+62812330129
Journal Mail Official
kohesi55@gmail.com
Editorial Address
Perum. Griya Kencana Blok 2i No.68 Mojosarirejo Driyorejo Gresik Jawa Timur
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Published by CV SWA Anugrah
ISSN : -     EISSN : 30258855     DOI : -
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan adalah jurnal open access yang diterbitkan oleh CV SWA Anugrah yang didalamnya menerima jurnal hasil penelitian maupun kajian pustaka tentang ilmu kesehatan, kedokteran, kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan, keperawatan, ilmu nutrisi, gizi, urgensi stunting dan permasalahan kesehatan di Indonesia dan Internasional. Jurnal ini terbit 4 kali dalam setahun. pada bulan Februari, April, Juli, dan September. Jurnal ini mengundang penulis dan peneliti untuk publish di jurnal kesehatan ini.
Articles 668 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KEK PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATI-BATI TAHUN 2024 Yuniarti, Yuniarti; Hapisah, Hapisah; Dewi, Vonny Khresna; Isnaniah, Isnaniah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v10i2.10416

Abstract

Chronic Energy Deficiency (KEK) in pregnant women is a prolonged nutritional deficiency condition, categorized by an upper arm circumference (LILA) of less than 23.5 cm. The Bati-Bati Community Health Center recorded the highest prevalence of KEK among 22 Community Health Centers in Tanah Laut, reaching 24%. This study employed a qualitative descriptive approach with a case-control design to examine the relationship between education, age, and parity with KEK incidence in pregnant women within the Bati-Bati Community Health Center working area in 2024. The study population consisted of 154 newly pregnant women from January to July 2024, with a randomly selected sample of 74, divided into 37 cases and 37 controls. Data analysis was conducted using the Chi-square test with a significance level of 0.05. The results indicated no significant relationship between education (p=0.453), age (p=0.269), or parity (p=1.000) and the prevalence of Chronic Energy Deficiency (CED) in pregnant women. These findings suggest that factors such as education level, maternal age, and parity do not significantly influence the prevalence of KEK in the studied population Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil merupakan kondisi defisiensi nutrisi yang berlangsung lama dan dikategorikan berdasarkan lingkar lengan atas (LILA) kurang dari 23,5 cm. Puskesmas Bati-Bati mencatat prevalensi KEK tertinggi di antara 22 Puskesmas di Tanah Laut, yaitu sebesar 24%. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain kasus-kontrol untuk menganalisis hubungan antara pendidikan, usia, dan paritas dengan kejadian KEK pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Bati-Bati tahun 2024. Populasi penelitian terdiri dari 154 ibu hamil baru dari Januari hingga Juli 2024, dengan sampel acak sebanyak 74 orang yang terbagi dalam 37 kelompok kasus dan 37 kelompok kontrol. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara pendidikan (p=0,453), usia (p=0,269), dan paritas (p=1,000) dengan kejadian KEK pada ibu hamil. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor tingkat pendidikan, usia ibu, dan paritas tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap prevalensi KEK dalam populasi yang diteliti
PENGARUH PEMBERIAN KONSELING MENGGUNAKAN ABPK TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN RENCANA PENGGUNAAN KONTRASEPSI IUD PADA IBU HAMIL DI UPT PUSKESMAS KAIT-KAIT Dewi, Puspita Kurnia; Hipni, Rubiati; Isnaniah, Isnaniah; Yuliastuti, Erni
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v10i2.10427

Abstract

The use of contraception is an effective measure to reduce maternal mortality, with the IUD being one of the preferred methods due to its proven effectiveness, practicality, and safety. However, the use of IUDs at UPT Puskesmas Kait-Kait remains low, ranking 18th out of 23 puskesmas in Tanah Laut Regency, primarily due to a lack of information and knowledge among pregnant women about this contraceptive method. This study aims to analyze the effect of counseling using ABPK on the level of knowledge and planning for IUD contraceptive use among pregnant women. A quasi-experimental design with a pre-test post-test control group was employed, involving 38 pregnant women selected through total sampling, and data were analyzed using the t-test. The results indicated that counseling with ABPK significantly increased pregnant women's knowledge about IUDs, with scores rising from 11.84 to 16.11 (p-value 0.000), while in the leaflet group, scores increased from 10.89 to 13.95 (p-value 0.002). Thus, counseling using ABPK was more effective than using leaflets in improving pregnant women's understanding of IUD contraception, making them better prepared to make informed decisions regarding contraceptive use in the working area of UPT Puskesmas Kait-Kait Penggunaan kontrasepsi merupakan langkah efektif dalam menurunkan angka kematian ibu, di mana salah satu metode yang dapat dipilih adalah IUD karena terbukti efektif, praktis, dan aman. Namun, penggunaan IUD di UPT Puskesmas Kait-Kait masih rendah, menduduki peringkat ke-18 dari 23 puskesmas di Kabupaten Tanah Laut, yang disebabkan oleh kurangnya informasi dan pengetahuan ibu hamil mengenai kontrasepsi ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian konseling menggunakan ABPK terhadap tingkat pengetahuan dan perencanaan penggunaan kontrasepsi IUD di kalangan ibu hamil. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain pre-test post-test kelompok kontrol, melibatkan 38 ibu hamil yang dipilih dengan total sampling, dan dianalisis menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling dengan ABPK secara signifikan meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang IUD, dengan skor meningkat dari 11,84 menjadi 16,11 (p-value 0,000), sedangkan pada kelompok leaflet, skor meningkat dari 10,89 menjadi 13,95 (p-value 0,002). Dengan demikian, konseling menggunakan ABPK lebih efektif dibandingkan penggunaan leaflet dalam meningkatkan pemahaman ibu hamil mengenai kontrasepsi IUD, sehingga mereka lebih siap dalam mengambil keputusan terkait penggunaan kontrasepsi di wilayah kerja UPT Puskesmas Kait-Kait
OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIK BILATERAL Asri Choirun Nisa; Ika Yuliartanti Maryono; Hastuti Rahmi
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v10i2.10453

Abstract

Background: Chronic Suppurative Otitis Media (CSOM) is a long-term bacterial infection of the middle ear, with perforation of the tympanic membrane and otorrhea that lasting more than 2 weeks. The prevalence of CSOM in the world is around 65-330 million people and 60% of them experience significant hearing loss. Objective: This case report aims to provide a diagnostic overview and management of a patient with bilateral chronic suppurative otitis media at Arjawinangun Regional General Hospital. Case Report: A case is reported of a 58-year-old woman. The patient came with complaints of discharge from both ears and both ears felt plugged, painful and itchy. The patient had a history of ruptured eardrums in both ears 5 years ago and never came to follow up to the hospital. Examination of the right and left ears found secretions and subtotal perforation of the tympanic membrane. The patient was given treatment, Paracetamol 500 mg, Ofloxacin Eardrops ADS, Amoxicillin 500 mg. The patient was asked to come again for observation and additional examinations. Conclusion: The management of CSOM takes a long time and must be repeated, because the secretions that come out do not dry quickly or always recur. Chronic suppurative otitis media has a good prognosis if the infection can be controlled. Latar Belakang: Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK) adalah infeksi bakteri yang berlangsung lama dan seringkali berulang pada telinga bagian tengah, dengan adanya perforasi membran timpani dan otore yang berlangsung lebih dari 2 minggu. Prevalensi OMSK di dunia sekitar 65-330 juta orang dan 60% di antaranya menderita gangguan penurunan pendengaran yang signifikan. Tujuan: Laporan kasus ini bertujuan untuk memberikan gambaran diagnostik dan penatalaksanaan pada pasien otitis media supuratif kronis bilateral di Rumah Sakit Umum Daerah Arjawinangun. Laporan Kasus: Dilaporkan kasus seorang wanita berusia 58 tahun. Pasien datang dengan keluhan keluar cairan dari kedua telinga dan kedua telinganya terasa penuh, sakit dan gatal. Pasien memiliki riwayat kedua gendang telinga robek 5 tahun yang lalu dan tidak pernah kontrol ke rumah sakit. Pada pemeriksaan telinga kanan dan kiri didapati adanya sekret dan membran timpani perforasi subtotal. Pasien diberikan pengobatan berupa Parasetamol 500 mg, Tetes telinga ofloksasin ADS, dan Amoksisilin 500 mg. Pasien diminta kontrol untuk observasi dan dilakukan pemeriksaan tambahan. Kesimpulan: Tatalaksana pada OMSK membutuhkan waktu yang tidak sebentar dan harus berulang, karena sekret yang keluar tidak cepat kering atau selalu kambuh lagi. Otitis media supuratif kronik memiliki prognosis yang baik jika infeksi dapat dikendalikan.
Pemeriksaan Serologi IgM dan IgG Dengue Pada Kasus Demam Anak: Laporan Kasus Delia Maharani; Wan Nedra; Argo Pribadi
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v10i3.10463

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease caused by the dengue virus and transmitted through the bite of the Aedes aegypti mosquito. DHF often occurs in tropical and subtropical areas, including Indonesia. Symptoms of DHF vary from mild fever to potentially fatal dengue shock syndrome. Proper treatment and close monitoring are essential to prevent serious complications. Case Report: A 7-year-old patient came with fever for 6 days, nosebleeds once a day before admission, and nausea for 3 days, without vomiting. Physical examination showed results within normal limits. Laboratory examination showed thrombocytopenia (91,000/mm³), leukopenia (5490/mm³), and positive IgM and IgG serology, indicating dengue infection. Treatment given included Ringer Lactate (RL) infusion 60 cc/hour, paracetamol 3x200 mg to control fever, and ranitidine injection 2x15 mg to overcome nausea symptoms. Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. DBD sering terjadi di daerah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Gejala DBD bervariasi mulai dari demam ringan hingga sindrom syok dengue yang berpotensi fatal. Penanganan yang tepat dan pemantauan ketat sangat penting untuk mencegah komplikasi serius. Laporan Kasus : Pasien berusia 7 tahun datang dengan keluhan demam selama 6 hari, mimisan sekali sehari sebelum masuk rumah sakit, dan mual sejak 3 hari, tanpa muntah. Pemeriksaan fisik menunjukkan hasil dalam batas normal. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan trombositopenia (91.000/mm³), leukopenia (5490/mm³), serta serologi IgM dan IgG positif, yang menunjukkan adanya infeksi dengue. Pengobatan yang diberikan termasuk infus Ringer Laktat (RL) 60 cc/jam, paracetamol 3x200 mg untuk mengendalikan demam, dan ranitidin injeksi 2x15 mg untuk mengatasi gejala mual.
LAPORAN KASUS: TYPHOID FEVER Jihan Salma Azizah; Yunila Yunila; Wan Nendra
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v10i3.10489

Abstract

Typhoid fever is a systemic infectious disease caused by Salmonella enterica serotype Typhi, transmitted through the fecal-oral route. This disease has a high prevalence among children in developing countries, primarily due to poor sanitation and limited access to clean water. Typical symptoms in children include high fever, abdominal pain, nausea, vomiting, and diarrhea. Diagnosis of typhoid fever involves anamnesis, physical examination, as well as serological tests and culture. The primary therapy involves the use of antibiotics such as ceftriaxone, accompanied by supportive care. Prevention through vaccination and improved environmental hygiene is crucial in reducing the disease burden. Demam tifoid merupakan penyakit infeksi sistemik yang disebabkan oleh bakteri Salmonella enterica serotipe Typhi, yang ditularkan melalui rute fekal-oral. Penyakit ini memiliki prevalensi tinggi pada anak-anak di negara berkembang, terutama akibat sanitasi yang buruk dan kurangnya akses terhadap air bersih. Gejala khas pada anak meliputi demam tinggi, nyeri perut, mual, muntah, dan diare. Diagnosis demam tifoid dilakukan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, serta uji serologi dan kultur. Terapi utama melibatkan penggunaan antibiotik seperti ceftriaxone, disertai pendekatan suportif. Pencegahan melalui vaksinasi dan peningkatan kebersihan lingkungan sangat penting untuk mengurangi beban penyakit ini.
MENGANALISIS PENYIMPANAN OBAT TERKAIT PEMASTIAN MUTU PADA PENJUALAN OBAT BEBAS DAN OBAT BEBAS TERBATAS DI WARUNG BERDASARKAN UNDANG-UNDANG KESEHATAN Khairunnisa, Nursifa; Syafira
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v10i3.10516

Abstract

Tujuan riset ini guna mengkaji penggunaan dan penyimpanan obat bebas serta obat bebas terbatas di warung berdasar ketentuan Undang-Undang Kesehatan Republik Indonesia. Riset ini memakai deskriptif kuantitatif, dengan mengumpulkan data dari pemilik warung melalui kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak warung yang menjual obat tanpa mematuhi peraturan yang berlaku, sehingga menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat. Dari data yang terkumpul, ditemukan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang terbatas tentang cara penyimpanan obat yang benar, di mana hanya sekitar 30% yang mengetahui pentingnya menyimpan obat dalam kemasan asli dan pada suhu yang sesuai. Praktik penyimpanan obat yang tidak sesuai juga ditemukan, dengan sekitar 40% warung menyimpan obat di tempat yang tidak tepat, seperti di lokasi yang panas atau lembab. Selain itu, lebih dari 50% warung menjual obat tanpa izin edar yang sah, menunjukkan rendahnya pengawasan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Kementerian Kesehatan. Situasi ini berpotensi menimbulkan efek samping berbahaya dan resistensi obat, ini bisa menimbulkan masalah besar pada kesehatan masyarakat. Oleh karenanya, penelitian ini merekomendasikan perlunya pengawasan yang lebih ketat dari pihak berwenang, program pelatihan untuk pemilik warung, serta peningkatan kesadaran masyarakat mengenai cara memperoleh obat yang aman.
TINJAUAN PUSTAKA: DAMPAK INSOMNIA PADA PENURUNAN FUNGSI KOGNITIF DAN NEURODEGENERATION Annisa Rizky Carita Putri Toengkagie; Nurita Hidayati; Karina Dewi
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v10i3.10527

Abstract

Background: Insomnia is one of the most common sleep disorders defined as difficulty initiating sleep, maintaining sleep, or unrefreshing sleep for 1 month or more. Insomnia is generally characterized by dissatisfaction with the quantity or quality of sleep. Sleep plays a major role in optimizing cognitive performance. Experimental studies of sleep quality and quantity-related disorders have shown detrimental effects on performance across multiple cognitive domains, including attention, executive function, and short-term memory. Sleep disturbances themselves may accelerate or activate neurodegeneration through mechanisms involving oxidative stress and inflammation. Objective: This literature review aims to provide a comprehensive understanding of the impact of insomnia on cognitive function and neurodegeneration. Method: A literature study was conducted involving the collection, evaluation, and analysis of relevant literature sources to answer the research questions. This approach allows researchers to understand the impact of insomnia on cognitive decline and neurodegenerative diseases based on previous research results. Results: Individuals with insomnia often report a decreased quality of life and are at higher risk for depression. Insomnia is also associated with decreased productivity, which can be caused by impaired concentration, memory, and problem-solving abilities. Conclusion: Individuals with insomnia often report a decreased quality of life and are at higher risk for depression. Insomnia is also associated with decreased productivity, which can be caused by impaired concentration, memory, and problem-solving abilities. A reciprocal relationship between sleep and neurodegenerative diseases has also been found, which has significant implications for the diagnosis and treatment of Alzheimer's disease. Latar Belakang: Insomnia merupakan salah satu gangguan tidur paling umum yang didefinisikan sebagai adanya kesulitan memulai tidur, mempertahankan tidur, atau tidur yang tidak menyegarkan selama 1 bulan atau lebih. Insomnia secara keseluruhan ditandai dengan adanya ketidakpuasan terhadap kuantitas atau kualitas tidur. Tidur memiliki peran utama dalam optimalisasi kinerja kognitif. Studi eksperimental tentang gangguan terkait kualitas dan kuantitas tidur menunjukkan efek buruk terhadap kinerja di berbagai domain kognitif, termasuk perhatian, fungsi eksekutif, dan memori jangka pendek. Gangguan tidur sendiri dapat mempercepat atau memperburuk neurodegenerasi melalui mekanisme yang melibatkan stres oksidatif dan peradangan. Tujuan: Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai dampak insomnia terhadap fungsi kognitif dan neurodegeneration. Metode: Dilakukan studi pustaka yang melibatkan pengumpulan, evaluasi, dan analisis sumber-sumber literatur yang relevan untuk menjawab pertanyaan penelitian. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk memahami dampak insomnia terhadap penurunan fungsi kognitif dan penyakit neurodegeneratif berdasarkan hasil penelitian sebelumnya. Hasil: Individu yang menderita insomnia sering melaporkan penurunan kualitas hidup dan memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami depresi. Insomnia juga terkait dengan penurunan produktivitas, yang dapat disebabkan karena adanya gangguan pada konsentrasi, memori, dan kemampuan memecahkan masalah. Kesimpulan: Individu yang menderita insomnia sering melaporkan penurunan kualitas hidup dan memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami depresi. Insomnia juga terkait dengan penurunan produktivitas, yang dapat disebabkan karena adanya gangguan pada konsentrasi, memori, dan kemampuan memecahkan masalah. Ditemukan juga adanya hubungan timbal balik antara tidur dan penyakit neurodegeneratif, yang memiliki implikasi signifikan dalam diagnosis dan pengobatan penyakit Alzheimer.
GAMBARAN ADMINISTRASI PELAYANAN PENDAFTARAN DI RUMAH SAKIT UMUM X TAHUN 2024 Nadia Pertiwi; Wiwik Priyatin; Khusnul Khotimah Arum
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v10i3.10555

Abstract

Studi pendahuluan yang telah dilakukan sebelumnya oleh penulis, terdapat 4 petugas pendaftaran rawat jalan yang belum memenuhi kualifikasi, koneksi internet yang terkadang bermasalah, dan belum adanya mesin antrian otomatis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sumber daya manusia, penerapan prosedur pendaftaran rawat jalan, sarana dan prasarana dalam pelayanan pendaftaran di Rumah Sakit Umum X. Jenis penelitian adalah deskriptif-kualitatif. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Umum X pada bulan April-Juli 2024. Populasi berjumlah 5 orang dengan menggunakan total sampling, 4 orang petugas pendaftaran, dan 1 orang petugas sebagai informan kunci. Metode pengumpulan data meliputi observasi dan wawancara. Hasil penelitian didapatkan bahwa petugas yang berjumlah 4 orang dalam menjalankan tugasnya sesuai dengan job description. Seluruh petugas berlatar belakang pendidikan SMA dan belum pernah mengikuti pelatihan khusus terkait administrasi pelayanan pendaftaran. Penerapan prosedur pendaftaran rawat jalan dalam penelitian ini tidak dilaksanakan. Hal tersebut disebabkan karena rumah sakit masih memakai Standar Prosedur Operasional kebijakan lama yang dilakukan secara manual. Sarana dan prasarana untuk administrasi pelayanan registrasi antara lain komputer, handphone, koneksi internet (wifi), printer, mesin antrian otomatis, pengeras suara, genset, scanner, dan fingerprint. Hambatan yang biasanya dialami oleh petugas adalah listrik karena terkadang mati, selain itu koneksi internet (wifi) yang terkadang trouble atau error sehingga akan menghambat antrian dan pekerjaan. Pemeliharaan sarana dan prasarana dilakukan seminggu sekali.
TINJAUAN KEAMANAN DOKUMEN REKAM MEDIS DI RUANG FILLING DI RUMAH SAKIT X Asih Dwi Astuti; Khusnul Khotimah Arum; Ilham Rahmansyah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v10i3.10557

Abstract

Dokumen rekam medis merupakan berkas yang berisi catatan tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, serta pelayanan pasien, oleh karena itu harus dijaga keamananya terutama dari kerusakan dokumen rekam medis. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor penyebab kerusakan rekam medis yang disebabkan oleh aspek fisik, biologis, dan kimia. Penelitian ini dilakukan pada bulan juni sampai dengan juli 2024 di Rumah Sakit X. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan populasi seluruh dokumen rekam medis diruang filling Rumah Sakit X dan sampelnya menggunakan total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa aspek fisik belum dikatakan aman karena suhu dan kelembapan mencapai 30⁰ - 34⁰C, pencahayaan yang digunakan hanya mengunakan 4 lampu dan belum menjangkau keseluruhan ruangan. Aspek biologis sudah dikatakan aman karena tidak ditemukan keruskan rekam medis yang disebabkan oleh serangga, dan hewan pengerat seperti tikus. Sedangkan untuk aspek kimiawi masih ditemukan petugas makan/minum diruang penyimpanan, untuk penjepit kertas juga belum anti karat.
KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN PENDAFTARAN RAWAT JALAN DI RSIA X Fella Allisa Diani Mareta; Khusnul Khotimah Arum; Ilham Rahmansyah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v10i3.10560

Abstract

Salah satu cara untuk mengukur kualitas pelayanan kesehatan adalah kepuasan pasien, kinerja layanan yang diberikan kepada pasien menentukan kualitas layanan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan pendaftaran rawat jalan di rumah sakit. Penelitian dilakukan pada bulan Februari-Juni 2024 di RSIA X. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif menggunakan rancangan cross-sectional. Populasi yang digunakan seluruh pasien rawat jalan dengan rata-rata perharinya 100 pasien dan sampel 50 pasien. Cara pengumpulan data dengan kuesioner. Hasil penelitian ditemukan bahwa, pada dimensi bukti fisik diperoleh hasil 94% menyatakan puas, dimensi ketanggapan 92% menyatakan puas, dimensi kehandalan 74% menyatakan puas, dimensi jaminan 66% menyatakan puas, dimensi empati 76% menyatakan puas. Dengan demikian dimensi bukti fisik memiliki tingkat kepuasan paling tinggi.

Filter by Year

2023 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 6 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan More Issue