cover
Contact Name
Ahmad Albar Al Akso
Contact Email
kohesi55@gmail.com
Phone
+62812330129
Journal Mail Official
kohesi55@gmail.com
Editorial Address
Perum. Griya Kencana Blok 2i No.68 Mojosarirejo Driyorejo Gresik Jawa Timur
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Published by CV SWA Anugrah
ISSN : -     EISSN : 30258855     DOI : -
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan adalah jurnal open access yang diterbitkan oleh CV SWA Anugrah yang didalamnya menerima jurnal hasil penelitian maupun kajian pustaka tentang ilmu kesehatan, kedokteran, kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan, keperawatan, ilmu nutrisi, gizi, urgensi stunting dan permasalahan kesehatan di Indonesia dan Internasional. Jurnal ini terbit 4 kali dalam setahun. pada bulan Februari, April, Juli, dan September. Jurnal ini mengundang penulis dan peneliti untuk publish di jurnal kesehatan ini.
Articles 668 Documents
HUBUNGAN PERAN KELUARGA DENGAN RISIKO DEKUBITUS PADA PASIEN STROKE DI RUANGAN NEURO RSUD PROF. DR. H. ALOEI SABOE KOTA GORONTALO Popalo, Siti Rahma Febri; Djamaluddin, Nurdiana; Rahim, Nirwanto K.
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v10i3.10581

Abstract

Stroke adalah penyakit yang menempati peringkat kedua sebagai penyebab kematian dan ketiga sebagai penyebab kecacatan, penderita stroke sering kali mengalami kelemahan atau kelumpuhan, sehingga memerlukan tirah baring selama masa perawatan dimana penyakit ini dapat menimbulkan resiko dekubitus. Salah satu faktor yang menimbulkan dekubitus adalah tirah baring yang terlalu lama oleh penderita stroke. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan peran keluarga dengan resiko dekubitus pada pasien stroke di ruangan neuro RSUD Prof. Dr. H. Aloe Saboe. Penelitian ini menggunakan desain korelasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini keluarga pasien stroke di ruangan neuro sebanyak 48 responden, dan pemilihan sampel menggunakan Accidental sampling dengan jumlah 48 sampel. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner peran keluarga dan skala braden untuk mengukur risiko dekubitus. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan antara peran keuarga dengan risiko dekubitus pada pasien stroke di ruangan neuro RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboel Kota Gorontalo. Penelitian ini menggunakan uji spearman rank dengan nilai p-Value = 0,000 (< nilai α=0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa peran keluarga sangat penting dalam merawat pasien stroke di ruangan neuro sehingga keluarga dapat melakukan pencegahan dekubitus. Berdasarkan hal tersebut diharapkan keluraga mampu memberikan peran perawatan pada anggota keluarga yang terkena stroke agar pasien terhindar dari risiko terjadinya dekubitus.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEJADIAN BABY BLUES PADA IBU NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PERAWATAN SIMPANG EMPAT KABUPATEN TANAH BUMBU TAHUN 2024 RELATIONSHIP BETWEEN FAMILY SUPPORT AND BABY BLUES INCIDENCE IN POST-POST MOTHERS IN THE WORK AREA OF Adhiestya, Della; Hapisah, Hapisah; Kristiana, Efi
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v10i3.9937

Abstract

Baby blues ditandai dengan perasaan sedih, menangis, mudah tersinggung, emosi labil, serta gangguan nafsu makan. Studi pendahuluan pada 20–23 Agustus 2024 terhadap enam ibu nifas di Puskesmas Perawatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, menunjukkan bahwa empat di antaranya mengalami gejala baby blues. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dengan kejadian baby blues pada ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Perawatan Simpang Empat tahun 2024. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 58 ibu nifas usia 2–14 hari postpartum yang dipilih menggunakan teknik incidental sampling. Variabel independen adalah dukungan keluarga, sedangkan variabel dependen adalah kejadian baby blues. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan kejadian baby blues pada ibu nifas, dengan nilai ρ-value = 0,000 (α ≤ 0,05). Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa dukungan keluarga berperan penting dalam mengurangi risiko baby blues pada ibu nifas, di mana dukungan emosional dan instrumental dari keluarga dapat membantu ibu menghadapi masa postpartum dengan lebih baik. Kata Kunci: baby blues, dukungan keluarga, ibu nifas, postpartum Baby blues are characterized by feelings of sadness, crying, irritability, emotional instability, and appetite disturbances. A preliminary study conducted from August 20–23, 2024, on six postpartum mothers at the Simpang Empat Care Health Center, Tanah Bumbu Regency, found that four of them experienced baby blues symptoms. This study aims to analyze the relationship between family support and the incidence of baby blues among postpartum mothers in the working area of the Simpang Empat Care Health Center in 2024. The research employs a quantitative approach with a cross-sectional design, involving 58 postpartum mothers aged 2–14 days, selected using the incidental sampling technique. The independent variable is family support, while the dependent variable is the incidence of baby blues. Data were collected through questionnaires, interviews, and observations and analyzed using the chi-square test. The results indicate a significant relationship between family support and the incidence of baby blues in postpartum mothers, with a p-value of 0.000 (α ≤ 0.05). The study concludes that family support plays a crucial role in reducing the risk of baby blues among postpartum mothers, as emotional and instrumental support from the family can help mothers navigate the postpartum period more effectively.
SISTEM PEMASTIAN MUTU INDUSTRI FARMASI DENGAN MENERAPKAN PRINSIP GOOD MANUFACTURING PRACTICE (GMP) Efendi, Salim; Sinaga, Friska Novelina; Nadapdap, Erlinda Artadana
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v10i3.10613

Abstract

Good Manufacturing Practice (GMP) adalah pedoman yang memastikan produk di produksi dan diawasi secara konsisten sesuai standar kualitas yang di tetapkan. Tujuan GMP adalah menjamin keamanan produk, meningkatkan kualitas produk, memenuhi standar industri, meningkatkan kepercayaan konsumen, dan meningkatkan daya saing bisnis. Sistem pemastian mutu di industri farmasi merupakan elemen krusial untuk memastikan produk yang di hasilkan aman, bermutu tinggi, dan memenuhi standar regulasi. Praktik Manufaktur yang Baik (GMP) merupakan pedoman penting yang dirancang untuk memastikan kualitas, keamanan, dan efektivitas produk obat bagi pengguna manusia. Artikel ini menjelaskan kolaborasi antara organisasi internasional, lembaga pemerintah, dan industri farmasi dalam mencapai konsensus mengenai pedoman dan regulasi pembuatan produk obat. Dengan merujuk pada pedoman yang berlaku di Komunitas Eropa dan lembaga internasional seperti WHO dan FDA, artikel ini bertujuan untuk memetakan regulasi, produksi, distribusi, dan konsumsi produk farmasi. Penekanan diberikan pada pentingnya pembaruan berkelanjutan dan harmonisasi regulasi guna mencapai standar kualitas yang lebih tinggi. Melalui kerja sama yang erat antara berbagai entitas, diharapkan dapat tercapai peningkatan jaminan kualitas serta keamanan produk kesehatan, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP WUS DENGAN PEMERIKSAAN IVA TEST DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PERAWATAN SIMPANG EMPAT TAHUN 2024 Yuningsih, Delma; Tunggal, Tri; Laili, Fitria Jannatul; Hipni, Rubiati
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v11i4.10644

Abstract

This study aims to analyze the relationship between knowledge, attitude, and the practice of IVA (Visual Inspection with Acetic Acid) examination as an early detection method for cervical cancer among women of reproductive age (WRA) in the working area of Simpang Empat Health Center. The research employed a descriptive-analytic survey method with a quantitative approach using the Chi-Square test at α = 0.05 on 98 respondents. Data were collected through questionnaires covering aspects of knowledge, attitude, and IVA examination practices. The results revealed that 35.7% of respondents had sufficient knowledge, 66.3% exhibited negative attitudes towards IVA examinations, and 65.3% did not undergo IVA examination. Bivariate analysis indicated a significant relationship between knowledge level (ρ-value = 0.000) and attitude (ρ-value = 0.000) with the practice of IVA examinations. Adequate knowledge influences WRA’s awareness and motivation to conduct early cervical cancer detection, while a positive attitude impacts their perception and response to IVA examinations. Conversely, a lack of knowledge and negative attitudes were major barriers to the practice. This study aligns with previous research by Oktavia (2020), Nuryawati (2020), and Asmin (2020), which demonstrated a correlation between knowledge and attitude with the practice of early cervical cancer detection. The study concludes by emphasizing the importance of intensive education by healthcare workers to enhance knowledge and foster positive attitudes among WRA towards IVA examinations, thereby reducing cervical cancer risks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan, sikap, dan pelaksanaan pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) sebagai metode deteksi dini kanker serviks pada Wanita Usia Subur (WUS) di wilayah kerja Puskesmas Perawatan Simpang Empat. Metode penelitian yang digunakan adalah survei deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif melalui uji Chi-Square dengan α = 0,05 terhadap 98 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup aspek pengetahuan, sikap, dan pelaksanaan pemeriksaan IVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 35,7% responden memiliki pengetahuan cukup, sementara 66,3% responden memiliki sikap negatif terhadap pemeriksaan IVA, dan sebanyak 65,3% responden tidak melakukan pemeriksaan IVA. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan (ρ value = 0,000) dan sikap (ρ value = 0,000) dengan pelaksanaan pemeriksaan IVA. Pengetahuan yang baik memengaruhi kesadaran dan motivasi WUS untuk melakukan deteksi dini kanker serviks, sedangkan sikap positif memengaruhi persepsi dan respons terhadap pemeriksaan IVA. Sebaliknya, kurangnya pengetahuan dan sikap negatif menjadi penghambat utama pelaksanaan pemeriksaan. Studi ini sejalan dengan penelitian sebelumnya oleh Oktavia (2020), Nuryawati (2020), dan Asmin (2020) yang menunjukkan hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap pelaksanaan deteksi dini kanker serviks. Kesimpulan penelitian menegaskan pentingnya edukasi yang intensif oleh tenaga kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap positif WUS terhadap pemeriksaan IVA, sehingga dapat menurunkan risiko kanker serviks.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN POLA ASUH IBU DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 1-3 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PERAWATAN SIMPANG EMPAT, KABUPATEN TANAH BUMBU, TAHUN 2024 Yusnita, Andi Erna; Kirana, Rita; Laili, Fitria Jannatul; Yuniarti, Yuniarti
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v11i4.10645

Abstract

Globally based on UNICEF and WHO data, Indonesia’s Stunting prevalence rate ranks 27th highest out of 154 countries that have Stunting data, making Indonesia 5th among Asian countries. Based on SSGI data in 2023 the prevalence of Stunting remains at 16.1%. The national government target to reduce the Stunting rate in 2024 is 14%. To determine the relationship between knowledge and parenting patterns of mothers with the incidence of Stunting in toddlers aged 1-3 years in the Simpang Empat Care Health Center Working Area. This study used quantitative methods with a cross-sectional approach. The sample of this study was 82 people, who were taken by accidental sampling technique. Independent variables are knowledge and parenting patterns of mothers. The dependent variable is the incidence of Stunting. The results showed that there was a relationship between knowledge and the incidence of Stunting in toddlers aged 1-3 years with P Value = 0.000 and there was a relationship between parenting patterns and the incidence of Stunting in toddlers aged 1 – 3 years with P Value = 0.000. There is a relationship between knowledge and parenting patterns of mothers with the incidence of Stunting, it is expected that mothers who have toddlers to pay attention to nutritional intake and monitor the growth and development of children and routinely go to the posyandu. It is recommended for health workers to provide health counseling to the community, especially to pregnant and lactating mothers, so that Stunting can be prevented early. Secara global berdasarkan data UNICEF dan WHO angka prevalensi stunting Indonesia menempati urutan tertinggi ke-27 dari 154 negara yang memiliki data stunting, menjadikan Indonesia berada di urutan ke-5 diantara negara-negara Asia. Berdasarkan data SSGI tahun 2023 prevalensi stunting tetap yaitu sebesar 16,1%. Target pemerintah secara nasional untuk menurunkan angka stunting tahun 2024 yaitu 14%. Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan pola asuh ibu dengan kejadian stunting pada balita usia 1-3 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Simpang Empat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 82 orang, yang diambil dengan teknik accidental sampling. Variabel independen adalah pengetahuan dan pola asuh ibu. Variabel dependen adalah kejadian stunting. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, kemudian Data dianalisa menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pengetahuan dengan kejadian stunting pada balita usia 1–3 tahun dengan p value =0,000 dan ada hubungan pola asuh dengan kejadian stunting pada balita usia 1 – 3 tahun dengan p value =0,000. Ada hubungan pengetahuan dan pola asuh ibu dengan kejadian stunting, diharapkan ibu yang memiliki balita untuk memperhatikan asupan gizi serta memantau pertumbuhan dan perkembangan anak dan rutin ke posyandu. Disarankan kepada petugas kesehatan untuk memberikan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat terutama kepada ibu hamil, menyusui, agar stunting dapat dicegah sejak dini.
HUBUNGAN FREKUENSI ANC DENGAN KEJADIAN ANEMIA DI PUSKESMAS PERAWATAN SIMPANG EMPAT TAHUN 2024 Cahyani, Lia Dwi; Isnaniah, Isnaniah; Kristina, Efi; suhrawardi, suhrawardi
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v11i4.10646

Abstract

Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan, seperti yang terjadi di Puskesmas Perawatan Simpang Empat, dengan 95 ibu hamil (18,8%) mengalami anemia pada tahun 2024. Kekurangan zat besi yang tidak tertangani dapat meningkatkan risiko komplikasi serius, termasuk kematian saat melahirkan, berat badan lahir rendah, infeksi, keguguran, dan kelahiran prematur. Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional Study untuk menganalisis hubungan antara frekuensi kunjungan antenatal care (ANC) dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Dari 213 populasi ibu hamil yang memeriksakan kehamilan pada Januari–Juni 2024, sebanyak 68 responden dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui Buku KIA dan lembar pemantauan kadar hemoglobin, lalu dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan bahwa 76,5% responden tidak mengalami anemia, sementara 23,5% lainnya menderita anemia. Responden yang memenuhi standar frekuensi ANC ≥6 kali mencapai 75,0%, sedangkan yang kurang dari 6 kali sebesar 25,0%. Terdapat hubungan signifikan antara frekuensi ANC dengan kejadian anemia (p=0,000). Frekuensi ANC yang sesuai standar terbukti meminimalkan risiko anemia melalui pemantauan rutin, sehingga tenaga kesehatan disarankan untuk meningkatkan pemantauan dan penjaringan ibu hamil berisiko tinggi anemia, termasuk melalui kunjungan rumah Anemia in pregnant women remains a significant public health issue, as observed at the Simpang Empat Care Health Center, where 95 pregnant women (18.8%) experienced anemia in 2024. Untreated iron deficiency can lead to severe complications, including maternal mortality during childbirth, low birth weight, infections, miscarriages, preterm births, and postpartum hemorrhage. This study utilized a Cross-Sectional Study design to analyze the relationship between the frequency of antenatal care (ANC) visits and anemia occurrence among pregnant women. From a population of 213 pregnant women who attended prenatal check-ups from January to June 2024, 68 respondents were selected using purposive sampling. Data were collected through maternal and child health (MCH) books and hemoglobin monitoring sheets, analyzed using the Chi-Square test. The findings revealed that 76.5% of respondents did not experience anemia, while 23.5% did. Additionally, 75.0% of respondents met the standard ANC frequency of ≥6 visits, while 25.0% did not. A significant relationship was found between ANC frequency and anemia occurrence (p=0.000). Meeting the standard ANC frequency effectively minimizes the risk of anemia through regular monitoring. Therefore, healthcare professionals are encouraged to enhance monitoring efforts and outreach to high-risk pregnant women, including home visits
HUBUNGAN KEBIASAAN MAKAN DAN LAMA WAKTU TIDUR TERHADAP KEJADIAN ANEMA REMAJA PUTRI DI SMPN 1 SIMPANG EMPAT TAHUN 2024 Hasanah, Noor; Yuliastuti, Erni; Kirana, Rita; Rusmilawaty, Rusmilawaty
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v11i4.10647

Abstract

Adolescent anemia is influenced by daily dietary consumption that lacks iron, which is closely related to nutritional status. In Tanah Bumbu Regency, 40.8% of adolescent girls experience anemia, exceeding the indicator target of 28%. Examinations conducted on 501 seventh-grade female students in 12 schools within the working area of Puskesmas Perawatan Simpang Empat revealed an anemia prevalence of 29.1%, with the highest rate at SMPN 1 Simpang Empat (34.04%). This study employed a Cross-Sectional Study design with a sample of 98 seventh-grade female students aged 12–14 years, selected using the Simple Random Sampling technique and analyzed using the Chi-Square test. The results showed that 96.9% of adolescents with good eating habits did not experience anemia, while 56.1% of those with poor eating habits suffered from anemia. Furthermore, 91.2% of adolescents with adequate sleep duration did not experience anemia, whereas 54.7% of those with insufficient sleep duration suffered from anemia. These findings indicate a relationship between eating habits and sleep duration with the incidence of anemia in adolescents. Therefore, schools are expected to provide education on anemia prevention through the UKS program and collaborate with health institutions for nutritional counseling. Additionally, increasing the availability of nutritionally balanced food in school cafeterias is necessary to support adolescent health Anemia pada remaja putri dipengaruhi oleh pola konsumsi makanan sehari-hari yang kurang mengandung zat besi, yang berkaitan erat dengan status gizi. Di Kabupaten Tanah Bumbu, 40,8% remaja putri mengalami anemia, melebihi target indikator 28%. Pemeriksaan pada 501 remaja putri kelas 7 di 12 sekolah dalam wilayah kerja Puskesmas Perawatan Simpang Empat menunjukkan prevalensi anemia sebesar 29,1%, dengan angka tertinggi di SMPN 1 Simpang Empat (34,04%). Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional Study dengan sampel 98 remaja putri kelas 7 usia 12–14 tahun yang dipilih menggunakan teknik Simple Random Sampling dan dianalisis dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 96,9% remaja dengan kebiasaan makan baik tidak mengalami anemia, sementara 56,1% remaja dengan kebiasaan makan kurang mengalami anemia. Selain itu, 91,2% remaja dengan lama tidur baik tidak mengalami anemia, sedangkan 54,7% remaja dengan lama tidur kurang mengalami anemia. Temuan ini mengindikasikan adanya hubungan antara kebiasaan makan dan lama waktu tidur dengan kejadian anemia pada remaja. Oleh karena itu, sekolah diharapkan dapat memberikan edukasi terkait pencegahan anemia melalui program UKS serta bekerja sama dengan institusi kesehatan dalam penyuluhan gizi. Selain itu, penyediaan makanan bergizi seimbang di kantin sekolah juga perlu ditingkatkan untuk mendukung kesehatan remaja
HUBUNGAN KEKURANGAN ENERGI KRONIS PADA IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH PUSKESMAS PERAWATAN SIMPANG EMPAT Naidah, Naidah; Rafidah, Rafidah; Rusmilawaty, Rusmilawaty
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v11i4.10649

Abstract

This study aims to analyze the relationship between Chronic Energy Deficiency (CED) in pregnant women and the incidence of stunting in toddlers in the working area of Puskesmas Perawatan Simpang Empat in 2024. The study uses a quantitative design with a cross-sectional approach. The sample consists of 91 pregnant women and toddlers, selected using purposive sampling. Data collection techniques include interviews and nutritional status assessments of pregnant women, as well as measurements of toddler nutritional status based on height. The variables studied include CED in pregnant women as the independent variable and stunting in toddlers as the dependent variable. Data analysis was conducted using the chi-square test to determine the relationship between CED and stunting. The findings reveal that 55.9% of pregnant women experience CED, and 60.4% of toddlers suffer from stunting. The chi-square test results show a significant relationship between CED in pregnant women and the incidence of stunting in toddlers (p-value = 0.000). Based on these findings, it is recommended that programs to prevent CED and stunting be strengthened through increased socialization and education for pregnant women and families about the importance of a balanced diet to prevent stunting in toddlers. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Perawatan Simpang Empat Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 91 ibu hamil dan balita yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan pemeriksaan status gizi ibu hamil serta pengukuran status gizi balita dengan menggunakan indikator tinggi badan. Variabel yang diteliti mencakup KEK pada ibu hamil sebagai variabel independen dan kejadian stunting pada balita sebagai variabel dependen. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antara KEK dan stunting. Temuan penelitian menunjukkan bahwa 55,9% ibu hamil mengalami KEK, dan 60,4% balita mengalami stunting. Hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara KEK pada ibu hamil dengan kejadian stunting pada balita (p-value = 0,000). Berdasarkan temuan ini, disarankan agar program pencegahan KEK dan stunting lebih diperkuat melalui peningkatan sosialisasi dan edukasi kepada ibu hamil dan keluarga terkait pentingnya asupan gizi yang seimbang untuk mencegah terjadinya stunting pada balita.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELENGKAPAN IMUNISASI LANJUTAN DPT-HB-HIB DAN CAMPAK RUBELLA PADA ANAK BADUTA DI PUSKESMAS ANGSAU KABUPATEN TANAH LAUT TAHUN 2024 Saptiningsih, Saptiningsih; Suhrawardi, Suhrawardi; Laili, Fitria Jannatul; Yuliastuti, Erni
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v11i4.10650

Abstract

Pada tahun 2023, cakupan imunisasi lanjutan DPT-Hb-Hib dan Campak Rubella di Puskesmas Angsau Kabupaten Tanah Laut masing-masing mencapai 42,4% dan 39,8%, jauh di bawah target nasional sebesar 95%. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional untuk menganalisis pengaruh pengetahuan ibu, sikap ibu, dan dukungan keluarga terhadap kelengkapan imunisasi lanjutan pada baduta. Sebanyak 85 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dan data dikumpulkan melalui kuesioner serta dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu (p=0,000), sikap ibu (p=0,021), dan dukungan keluarga (p=0,030) memiliki pengaruh signifikan terhadap kelengkapan imunisasi lanjutan pada baduta. Kesimpulannya, terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu, sikap ibu, dan dukungan keluarga dengan kelengkapan imunisasi lanjutan di wilayah kerja Puskesmas Angsau Kabupaten Tanah Laut In 2023, the coverage of follow-up immunizations for DPT-Hb-Hib and Measles-Rubella at Angsau Health Center, Tanah Laut Regency, reached 42.4% and 39.8%, respectively, falling significantly below the national target of 95%. This study employed an analytical observational design with a cross-sectional approach to examine the influence of maternal knowledge, maternal attitudes, and family support on the completeness of follow-up immunizations in toddlers. A total of 85 respondents were selected using purposive sampling, and data were collected through questionnaires and analyzed using the chi-square test. The results showed significant influences of maternal knowledge (p=0.000), maternal attitudes (p=0.021), and family support (p=0.030) on the completeness of follow-up immunizations in toddlers. In conclusion, there is a significant relationship between maternal knowledge, maternal attitudes, and family support and the completeness of follow-up immunizations in the working area of Angsau Health Center, Tanah Laut Regency
HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PERAWATAN SIMPANG EMPAT TAHUN 2024 Sari, Mutyara; Rafidah, Rafidah; Yuliastuti, Erni; Isnaniah, Isnaniah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v11i4.10651

Abstract

Prevalensi stunting di Tanah Bumbu mengalami penurunan dari 18,7% pada tahun 2021 menjadi 16,1% pada tahun 2022, namun tetap stagnan pada tahun 2023. Kondisi stunting pada balita dapat berdampak pada penurunan kecerdasan dan kualitas sumber daya manusia di masa depan, sementara berat badan lahir rendah (BBLR) diduga menjadi salah satu faktor risiko utama. Penelitian berikut memanfaatkan model observasional analitik dan mengadaptasi cross-sectional dalam proses menganalisis korelasi antara BBLR dan peristiwa stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Perawatan Simpang Empat tahun 2024. Sampel terdiri dari 91 balita yang dipilih secara acak, dengan data dikumpulkan melalui rekapitulasi laporan bulanan dan dianalisis menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi α 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 27,5% balita mengalami BBLR, sementara angka kejadian stunting mencapai 47,3%. Analisis statistik menampilkan terjadinya korelasi signifikan antara BBLR dan kejadian stunting dan nilai p mencapai = 0,000. Oleh karena itu, balita dengan Sejarah BBLR mempunyai risiko lebih besar terjangkit stunting. Upaya pencegahan perlu dilakukan dengan meningkatkan asupan nutrisi ibu selama kehamilan serta memastikan pemberian gizi yang optimal bagi balita untuk mengurangi risiko BBLR dan stunting The prevalence of stunting in Tanah Bumbu decreased from 18.7% in 2021 to 16.1% in 2022 but remained stagnant in 2023. Stunting in toddlers can negatively impact intelligence and future human resource quality, while low birth weight (LBW) is suspected to be a major risk factor. This research utilized an analytical observational method with a cross-sectional design to investigate the association between low birth weight (LBW) and stunting in toddlers in the working area of Puskesmas Perawatan Simpang Empat in 2024. A total of 91 toddlers were randomly selected as samples, with data collected through monthly report recapitulation and analyzed using the chi-square test with a significance threshold of α = 0.05. The findings indicated that 27.5% of toddlers had LBW, while the prevalence of stunting reached 47.3%. Statistical analysis revealed a significant relationship between LBW and stunting, with a p-value of 0.000. Therefore, toddlers with a history of LBW are at a higher risk of experiencing stunting. Preventive measures should focus on improving maternal nutrition during pregnancy and ensuring optimal nutritional intake for toddlers to reduce the risk of LBW and stunting

Filter by Year

2023 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 6 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan More Issue