cover
Contact Name
Sanubari Rela Tobat
Contact Email
scientificj.id@gmail.com
Phone
+6281277167619
Journal Mail Official
scientific.journal@scientic.id
Editorial Address
Khatib Sulaiman Alai Parak Kopi Padang Utara
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JURABDIKES)
ISSN : -     EISSN : 30257700     DOI : https://doi.org/10.56260/jurabdikes.v1i2.106
Core Subject : Humanities, Health,
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan(JURABDIKES) published twice a year the first issue will be published in June 2023. This journal discusses the topic of Community Service. This journal contains writings raised from the results of community service, especially in the fields of health and medicine as an effort to improve the academic atmosphere, as publications as a result of the dedication of lecturers, students, practitioners and the general public. Editors welcome contributions in the form of articles from lecturers and health experts for publication in this journal. Manuscripts submitted must be original and have never been published in other media
Articles 45 Documents
Pemberian Informasi & Edukasi “ Dukungan Psikososial bagi Penderita Kanker dan Keluarga” Dewi, Sulistiana; Ariadi, Ade; Mustiadji, Adji; Hondrizal
Abdika Sciena Vol 2 No 2 (2024): JURABDIKES Volume 2 No 2, Desember 2024
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/jurabdikes.v2i2.183

Abstract

Kanker tidak hanya memengaruhi kondisi fisik pasien, tetapi juga memiliki dampak psikologis dan sosial yang signifikan bagi pasien dan keluarga mereka. Stres, kecemasan, dan depresi sering dialami oleh penderita kanker akibat proses pengobatan yang panjang dan ketidakpastian mengenai kesembuhan. Oleh karena itu, dukungan psikososial memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarga mereka saat menghadapi tantangan penyakit ini.Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi dan edukasi mengenai pentingnya dukungan psikososial bagi penderita kanker dan keluarga, serta mengevaluasi dampaknya terhadap pemahaman dan kesiapan mereka dalam menghadapi tantangan emosional dan sosial. Metode yang digunakan meliputi seminar, diskusi kelompok, serta penyebaran materi edukasi melalui media cetak dan digital. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan tingkat pemahaman peserta sebelum dan sesudah intervensi edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa edukasi mengenai dukungan psikososial secara signifikan meningkatkan kesadaran peserta terhadap pentingnya kesejahteraan mental dan emosional dalam perawatan kanker. Selain itu, banyak peserta yang memperoleh pemahaman lebih baik mengenai strategi koping serta peran penting keluarga dan komunitas dalam mendukung pasien kanker. Dengan demikian, pemberian informasi dan edukasi mengenai dukungan psikososial dapat menjadi strategi efektif dalam membantu pasien kanker dan keluarga mereka menghadapi tantangan emosional dengan lebih baik.
Penyuluhan Kesehatan Tentang Aterosklerosis Rasyid, Yulson; Caniago, Reno Sari; Hutaperi, Boy; Khairina, Tati
Abdika Sciena Vol 2 No 2 (2024): JURABDIKES Volume 2 No 2, Desember 2024
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/jurabdikes.v2i2.184

Abstract

Aterosklerosis merupakan kondisi di mana plak lemak menumpuk di dinding arteri, menyebabkan penyempitan dan pengerasan pembuluh darah. Penyakit ini menjadi faktor utama dalam berbagai gangguan kardiovaskular, seperti serangan jantung dan stroke. Faktor risiko aterosklerosis meliputi pola makan tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, merokok, hipertensi, dan diabetes. Oleh karena itu, edukasi mengenai pencegahan dan pengelolaan aterosklerosis sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan kardiovaskular. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan kesehatan tentang aterosklerosis serta mengevaluasi dampaknya terhadap pemahaman dan perilaku peserta dalam menerapkan gaya hidup sehat. Metode yang digunakan meliputi seminar kesehatan, distribusi materi edukatif melalui media cetak dan digital, serta sesi diskusi interaktif dengan tenaga medis. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan tingkat pemahaman peserta sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penyuluhan kesehatan secara signifikan meningkatkan pengetahuan peserta mengenai faktor risiko, mekanisme terjadinya aterosklerosis, serta langkah-langkah pencegahannya. Selain itu, terjadi perubahan positif dalam pola makan dan kebiasaan hidup sehat pada sebagian peserta. Dengan demikian, penyuluhan kesehatan tentang aterosklerosis dapat menjadi strategi efektif dalam mengurangi risiko penyakit kardiovaskular dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan sejak dini.
Langkah Awal Mengenal Status Anemia Pada Remaja Perempuan di MAN 1 Padang Anggraini, Debie; Munawaroh, Madina; Helmizar, Roland
Abdika Sciena Vol 2 No 2 (2024): JURABDIKES Volume 2 No 2, Desember 2024
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/jurabdikes.v2i2.190

Abstract

Latar belakang: Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang signifikan pada remaja, di mana kondisi ini berpotensi menghambat perkembangan fisik dan kognitif. Rendahnya asupan zat besi, pola makan yang tidak seimbang, dan perubahan fisiologis selama masa pubertas merupakan faktor penyebab utama. Deteksi dini anemia melalui pendekatan pengabdian masyarakat dianggap sangat penting guna mencegah komplikasi jangka panjang dan meningkatkan kualitas hidup remaja. Tujuan: Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan deteksi dini anemia pada remaja melalui serangkaian kegiatan edukasi dan skrining menggunakan alat Easy Touch. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan remaja dan masyarakat sekitarnya mengenai pencegahan serta penanganan dini anemia.Kegiatan dilakukan secara terintegrasi di lingkungan sekolah dengan melibatkan tenaga kesehatan, pendidik, dan masyarakat. Proses skrining meliputi pemeriksaan konsentrasi hemoglobin menggunakan alat Easy Touch, yang dilakukan dengan prosedur pengambilan sampel darah melalui tusuk jari dan analisis hasil secara cepat dan akurat. Selain itu, kegiatan penyuluhan mengenai pentingnya gizi seimbang dan pencegahan anemia dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran serta perubahan perilaku hidup sehat. Kesimpulan: Program pengabdian masyarakat tentang deteksi dini anemia pada remaja merupakan langkah strategis dalam upaya pencegahan dan penanganan anemia sejak dini. Keterlibatan berbagai stakeholder dan pendekatan intervensi yang komprehensif terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan mengidentifikasi remaja yang berisiko, sehingga dapat dijadikan dasar bagi pengembangan program kesehatan yang lebih luas di masa mendatang.
Deteksi Dini Gangguan Fungsi Tiroid pada Bayi Baru Lahir di RSI Siti Rahmah Padang Tahun 2023 Fharel, Muhammad; Anggraini, Debie; Rafli, Rhandyka
Abdika Sciena Vol 2 No 2 (2024): JURABDIKES Volume 2 No 2, Desember 2024
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/jurabdikes.v2i2.191

Abstract

Latar belakang: Pemeriksaan fungsi tiroid pada bayi baru lahir merupakan langkah penting dalam deteksi dini gangguan tiroid, terutama hipotiroidisme kongenital yang berpotensi menyebabkan keterlambatan perkembangan fisik dan mental. Di RSI Siti Rahmah Padang, program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan deteksi dini dan intervensi terhadap gangguan fungsi tiroid pada neonatus, dengan tujuan meminimalkan dampak jangka panjang terhadap kualitas hidup dan perkembangan anak. Tujuan: Program ini bertujuan untuk mengevaluasi fungsi tiroid pada bayi baru lahir melalui pemeriksaan laboratorium, serta meningkatkan kesadaran orang tua dan tenaga kesehatan mengenai pentingnya skrining dini. Data yang diperoleh diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan strategi kesehatan neonatus yang lebih komprehensif dan berkelanjutan. Metode: Penelitian dilaksanakan dengan metode skrining menggunakan sampel darah yang diambil melalui teknik tusuk tumit. Analisis laboratorium difokuskan pada pengukuran konsentrasi Thyroid Stimulating Hormone (TSH) dengan perbandingan terhadap nilai referensi standar. Selain itu, program ini juga mengintegrasikan kegiatan penyuluhan kepada orang tua dan tenaga kesehatan mengenai tanda-tanda gangguan fungsi tiroid serta pentingnya deteksi dini. Kesimpulan: Program pengabdian masyarakat ini membuktikan bahwa pemeriksaan fungsi tiroid pada bayi baru lahir merupakan upaya strategis dalam mendeteksi dini gangguan tiroid, yang esensial untuk mencegah komplikasi perkembangan. Keterlibatan berbagai stakeholder, baik tenaga kesehatan maupun masyarakat, merupakan kunci sukses dalam penerapan program skrining yang berkelanjutan di lingkungan RSI Siti Rahmah Padang.
Langkah Awal, Harapan Baru: Peningkatan Kesadaran Kanker di Nagari Sungai Gayo Lumpo Oktora, Meta Zulyati; Anggraini, Debie; Haiga, Yuri; Nurwiyeni; Liana, Nana; Putriyuni, Anandia; Aliefia, Desi
Abdika Sciena Vol 2 No 2 (2024): JURABDIKES Volume 2 No 2, Desember 2024
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/jurabdikes.v2i2.197

Abstract

Latar belakang: Kanker merupakan permasalahan kesehatan global yang berdampak signifikan terhadap angka kematian dan kualitas hidup penderitanya. Di Indonesia, peningkatan kejadian kanker diiringi dengan keterbatasan informasi mengenai gejala awal dan faktor risiko, terutama di daerah dengan akses kesehatan yang terbatas. Di Nagari Sungai Gayo Lumpo, masyarakat menghadapi tantangan tersebut karena kurangnya pemahaman mengenai pencegahan dan deteksi dini kanker. Tujuan: Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat Nagari Sungai Gayo Lumpo mengenai kanker melalui penyuluhan interaktif, sehingga dapat mendorong tindakan deteksi dini dan pencegahan secara proaktif. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 6 Agustus 2024 di kantor Wali Nagari dengan melibatkan 37 peserta. Metode penyuluhan interaktif menggunakan media visual seperti banner, poster, dan leaflet, serta dilengkapi dengan sesi diskusi, tanya jawab, dan simulasi pemeriksaan awal. Materi edukasi disusun berdasarkan referensi ilmiah dan data terkini mengenai kanker, sehingga informasi yang disampaikan dapat dipertanggungjawabkan. Kesimpulan: Evaluasi melalui diskusi dan wawancara singkat menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai faktor risiko, gejala awal, dan pentingnya deteksi dini kanker. Peserta mengapresiasi pendekatan interaktif dan mengusulkan agar kegiatan serupa dilakukan secara berkala, dengan penambahan program pemeriksaan kesehatan oleh tenaga medis untuk mendukung deteksi dini.
Pemeriksaan Hematologi Rutin dan LED pada Lansia sebagai Upaya Deteksi Dini Gangguan Kesehatan Anggraini, Debie; Adelin, Prima; Morawati, Soufni; Efriza
Abdika Sciena Vol 3 No 1 (2025): JURABDIKES Volume 3 No 1, Juni 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/jurabdikes.v3i1.213

Abstract

Latar belakang : Lansia merupakan kelompok usia yang rentan terhadap berbagai gangguan kesehatan, terutama gangguan hematologis seperti anemia dan proses inflamasi kronik. Penurunan fungsi hematopoietik dan imunitas pada lansia sering kali tidak terdeteksi secara dini, sehingga dibutuhkan skrining laboratorium sederhana yang bersifat preventif. Tujuan : Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan deteksi dini gangguan hematologis dan inflamasi pada lansia melalui pemeriksaan hematologi rutin dan laju endap darah (LED) di wilayah kerja RSU Aisyiyah Padang. Metode : Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk skrining laboratorium terhadap 30 orang lansia dengan pengambilan sampel darah vena untuk pemeriksaan hemoglobin, hematokrit, leukosit, trombosit, dan LED. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan edukasi dan konseling kesehatan individu dan kelompok. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil : Sebanyak 6 orang (20%) lansia terdeteksi mengalami anemia, dan mayoritas menunjukkan nilai LED yang melebihi batas normal, dengan rerata LED sebesar 24,8 mm/jam dan maksimum mencapai 95 mm/jam. Nilai-nilai tersebut mengindikasikan kemungkinan adanya proses inflamasi kronik subklinis. Parameter hematologi lainnya berada dalam rentang normal, meskipun ditemukan variasi individu yang patut dimonitor secara berkala. Kesimpulan : Pemeriksaan hematologi rutin dan LED terbukti efektif sebagai langkah awal deteksi dini gangguan kesehatan pada lansia. Kegiatan ini bermanfaat dalam mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya pemantauan kondisi darah secara berkala, serta dapat menjadi dasar pengembangan program kesehatan lansia berbasis komunitas.
Deteksi Dini Kesehatan Melalui Aktivitas Fisik dan Pemeriksaan Kesehatan pada Lansia di Nagari Sungai Gayo Lumpo Oktora, Meta Zulyati; Anggraini, Debie; Haiga, Yuri
Abdika Sciena Vol 3 No 1 (2025): JURABDIKES Volume 3 No 1, Juni 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/jurabdikes.v3i1.215

Abstract

Latar Belakang: Penuaan populasi di Indonesia disertai dengan meningkatnya prevalensi penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi dan diabetes mellitus. Upaya deteksi dini dan promosi aktivitas fisik merupakan langkah preventif yang penting, terutama di daerah perdesaan dengan keterbatasan akses layanan kesehatan. Tujuan: Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendeteksi risiko kesehatan pada lansia melalui pemeriksaan kesehatan dan evaluasi aktivitas fisik di Nagari Sungai Gayo Lumpo, Kabupaten Pesisir Selatan. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada Agustus 2024 dengan pendekatan survei deskriptif. Pemeriksaan meliputi pengukuran tekanan darah, kadar glukosa darah, berat badan dan tinggi badan, serta pengisian kuesioner aktivitas fisik oleh 50 lansia. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil: Hasil menunjukkan 40% lansia mengalami hipertensi dan 30% mengalami hiperglikemia. Sebanyak 50% memiliki indeks massa tubuh normal, sementara 30% mengalami overweight/obesitas. Aktivitas fisik harian didominasi oleh aktivitas ringan (60%) dan sedang (30%). Kesimpulan: Deteksi dini risiko kesehatan melalui kegiatan pemeriksaan terpadu dan penilaian aktivitas fisik bermanfaat untuk identifikasi awal PTM pada lansia. Edukasi dan intervensi berkelanjutan perlu dilakukan untuk mendorong gaya hidup sehat di komunitas lansia.
Skrining Anemia dan Edukasi Pemanfaatan Probiotik pada Ibu Hamil Berisiko Stunting di Puskesmas Anak Air Kota Pad Amelia, Rinita; Rosmaini; Vani, Ade Teti; Efriza; Wahyuni, Sri; Suryanis, Ira
Abdika Sciena Vol 3 No 1 (2025): JURABDIKES Volume 3 No 1, Juni 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/jurabdikes.v3i1.216

Abstract

Latar belakang: Anemia pada ibu hamil di Kota Padang merupakan masalah kesehatan yang serius, dengan prevalensi yang cukup tinggi. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti status ekonomi rendah, kurangnya pengetahuan gizi, dan ketidakpatuhan dalam mengonsumsi suplemen zat besi berkontribusi terhadap tingginya angka anemia. Anemia pada kehamilan di Padang dapat menyebabkan komplikasi baik pada ibu maupun janin, sehingga memerlukan perhatian khusus melalui peningkatan intervensi nutrisi dan akses ke perawatan antenatal. Salah satu komplikasi Anemia dalam kehamilan adalah resiko kelahiran anak stunting. Tujuan: Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan deteksi dini anemia pada Ibu hamil melalui serangkaian kegiatan edukasi dan skrining menggunakan alat Easy Touch. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya ibu hamil tentang upaya pencegahan serta penanganan dini anemia melalui asupan probiotik susu kambing. Kegiatan dilakukan di Puskesmas Anak Air yang melibatkan kader-kader Posyandu dan bidan yang berada di wilayah kerja puskesmas anak air. Proses skrining meliputi pemeriksaan konsentrasi hemoglobin menggunakan alat Easy Touch, yang dilakukan dengan prosedur pengambilan sampel darah melalui tusuk jari dan analisis hasil secara cepat dan akurat. Selain itu, kegiatan penyuluhan mengenai pentingnya gizi seimbang, pemanfaatan probiotik dan pencegahan anemia dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran serta perubahan perilaku hidup sehat pada ibu hamil. Kesimpulan: Program pengabdian masyarakat tentang deteksi dini anemia pada ibu hamil ini merupakan langkah strategis dalam upaya pencegahan anemia pada ibu hamil yang beresiko terhadap lahirnya anak stunting. Keterlibatan berbagai stakeholder dan pendekatan intervensi yang komprehensif terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan mengidentifikasi ibu hamil yang berisiko, sehingga dapat dijadikan dasar bagi pengembangan program kesehatan yang lebih luas di masa mendatang.
Skrining Tekanan Darah, Gula Darah, dan Status Gizi sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Kronis di Masyarakat Oktora, Meta Zulyati; Anggraini, Debie; Haiga, Yuri; Liana, Nana; Nurwiyeni; Putriyuni, Anandia; Aliefia, Desi
Abdika Sciena Vol 3 No 1 (2025): JURABDIKES Volume 3 No 1, Juni 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/jurabdikes.v3i1.219

Abstract

Latar Belakang: Penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes mellitus, dan dislipidemia merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas di Indonesia. Deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan komunitas merupakan langkah strategis untuk mencegah komplikasi jangka panjang dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gaya hidup sehat. Tujuan: Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melakukan deteksi dini faktor risiko PTM dan memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat Nagari Sagalo, Kabupaten Pesisir Selatan. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada bulan Agustus 2024 dalam bentuk pemeriksaan kesehatan massal oleh tim KKN terpadu. Parameter yang diperiksa meliputi tekanan darah, kadar gula darah, berat badan, tinggi badan, dan status lansia. Edukasi mengenai pencegahan PTM dan gaya hidup sehat diberikan secara langsung melalui penyuluhan dan media cetak. Data hasil pemeriksaan dianalisis secara deskriptif. Hasil: Rata-rata berat badan peserta adalah 54,9 kg dengan kisaran 29,5–85,2 kg. Tinggi badan rata-rata 148,9 cm. Rata-rata tekanan darah sistolik sebesar 129,4 mmHg dan diastolik 76,8 mmHg. Kadar gula darah rata-rata 110,8 mg/dL dengan nilai tertinggi mencapai 162 mg/dL. Ditemukan beberapa peserta dengan tekanan darah dan kadar gula di atas ambang normal, yang belum menyadari status kesehatannya sebelumnya. Kesimpulan: Kegiatan deteksi dini ini berhasil mengidentifikasi individu dengan faktor risiko PTM yang belum terdiagnosis. Pemeriksaan komunitas dan edukasi kesehatan terbukti penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit kronis. Disarankan dilakukan tindak lanjut berupa pembinaan dan pemantauan kesehatan secara berkala.
Pemeriksaan Status Kardiometabolik dan Edukasi Gaya Hidup Sehat pada Pasien DM Tipe 2 di Puskesmas Lubuk Buaya Padang Zakiyah, Nabila Jihan; Anggraini, Debie; Ivan, Muhamad
Abdika Sciena Vol 3 No 1 (2025): JURABDIKES Volume 3 No 1, Juni 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/jurabdikes.v3i1.221

Abstract

Pendahuluan : Pasien diabetes melitus tipe 2 (DM tipe 2) berisiko tinggi mengalami komplikasi kardiovaskular akibat adanya faktor risiko penyerta seperti obesitas, hipertensi, dislipidemia, dan kebiasaan merokok. Pemeriksaan kardiometabolik secara berkala dan edukasi gaya hidup sehat sangat penting dalam upaya pencegahan komplikasi tersebut. Tujuan : Menilai status kardiometabolik dan memberikan edukasi gaya hidup sehat kepada pasien DM tipe 2 usia ≥45 tahun di Puskesmas Lubuk Buaya Padang. Metode : Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk skrining satu kali terhadap 80 pasien DM tipe 2. Pemeriksaan meliputi indeks massa tubuh (IMT), tekanan darah, status merokok, dan riwayat dislipidemia. Setelah pemeriksaan, dilakukan edukasi kelompok mengenai manajemen gaya hidup sehat. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil: Sebanyak 55% peserta mengalami obesitas, 57,5% mengalami hipertensi, dan 43,8% memiliki dislipidemia. Selain itu, 18,8% peserta masih aktif merokok. Mayoritas peserta memiliki lebih dari satu faktor risiko kardiometabolik yang saling memperberat kondisi metabolik dan meningkatkan risiko komplikasi vaskular. Kesimpulan : Skrining status kardiometabolik dan edukasi gaya hidup sehat pada pasien DM tipe 2 memberikan manfaat dalam deteksi dini risiko serta meningkatkan kesadaran pasien akan pentingnya pengendalian faktor risiko secara terintegrasi. Kegiatan ini relevan untuk dikembangkan secara rutin di fasilitas pelayanan kesehatan primer