cover
Contact Name
MUHAMAD ARIFIN
Contact Email
liberosisjurnalpsikologi@gmail.com
Phone
+281238233442
Journal Mail Official
liberosisjurnalpsikologi@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.warunayama.org/index.php/tashdiq/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Published by CV SWA Anugrah
ISSN : -     EISSN : 30308917     DOI : -
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah adalah jurnal yang terbit 3 kali setahun pada bulan Maret, Juli, dan November. Jurnal ini merupakan jurnal kajian ilmu agama, tidak hanya mengacu pada satu agama saja, ada 6 agama yang diakui di Indonesia bisa diterima pada jurnal ini. Selain itu jurnal ini juga membahas tentang pengajaran dalam ilmu agama khususnya yang ada di Indonesia. Isu-isu mutakhir yang berkaitan dengan agama dan multikultur budaya juga dibahas dalam jurnal ini. Kami mengundang bagi para akademisi dan praktisi untuk menulis di jurnal ini guna menambah khasanah pengetahuan terutama yang berkaitan dengan ilmu agama dan dakwah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 446 Documents
MADRASAH SEBAGAI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM YANG IDEAL Nauval Ardian Saputra; Vinka Farqiyah; Siti Nur Maulidiyah Munandari; M.Yunus Abu Bakar
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 8 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v8i1.7614

Abstract

Madrasah is an Islamic educational institution that plays a significant role in the development of education in Indonesia. The philosophy of madrasah integrates both religious and general education, aiming to produce a generation that possesses not only academic knowledge but also good morals. In this context, madrasah serves as a means to instill Islamic values and prepare students to face the challenges of modern times. Thus, madrasah functions not only as a formal educational institution but also as a moral and spiritual pillar of society. This article demonstrates that madrasah has great potential to continuously focus on its essence, ideal foundations, and ideal designs so that madrasah in Indonesia can continue to evolve into an excellent educational institution that positively contributes to the character building and spirit of the nation.
DINAMIKA HUKUM DAN MASYARKAT DALAM MENGHADAPI FENOMENA NIKAH MUT’AH Khotimah, Putri Husnul; Saebani, Beni Ahmad
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 8 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v8i1.7683

Abstract

Abstark Nikah mut’ah merupakan praktik perkawinan yang sementara dalam ijab kabulnya terdapat jangka waktu yang ditentukan dan tidak adanya saksi atau wali. Terdapat dua golongan yang berdebat mengenai nikah mut’ah ini yaitu golongan sunni dan golongan syiah. Fenomena nikah mut’ah ini menimbulkan dinamika dalam kehidupan tatanan masyarakat yaitu secara sosial , perempuan yang di nikahinya akan mendapatkan stigma negatif dan akan menimbulkan ketidaksetarran gender. Praktik nikah mut'ah seringkali dipengaruhi oleh faktor sosial budaya masyarakat tertentu. Misalnya, dalam konteks kemiskinan atau konflik, nikah mut'ah mungkin dilihat sebagai solusi sementara untuk memenuhi kebutuhan biologis atau sosial. Artikel ini penulis menggunakan study literatur yang terdapat di jurnal, buku, majalah dan literatur lainnya. Abstract Mut'ah marriage is a marriage practice where the marriage agreement includes a specified period of time and there are no witnesses or guardians. There are two groups arguing about mut'ah marriage, namely the Sunni group and the Shia group. This phenomenon of mut'ah marriage creates dynamics in the life of society, namely socially, the woman who marries will receive a negative stigma and will give rise to gender inequality. The practice of mut'ah marriage is often influenced by socio-cultural factors in certain communities. For example, in contexts of poverty or conflict, mut'ah marriage may be seen as a temporary solution to meet biological or social needs. In this article, the author uses literature studies found in journals, books, magazines and other literature.
PENERAPAN HUKUM PELAKU TINDAK PIDANA ZINA KHALWAT DI NAGROE ACEH DARUSSALAM DALAM PASAL 23 NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG HUKUM JINAYAT Khaerunnisa, Syifa Mega; Winda Widya Sari; Deden Najmudin
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 8 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v8i1.7744

Abstract

Seclusion is an act that is close to adultery, the Islamic religion strictly forbids its followers from committing adultery. Therefore khalwat is a criminal act/jarimah which can be subject to ta'zir sanctions, this is because khalwat can lead a person to commit adultery or have relations with a husband and wife outside of legal marriage. the crime of adultery and seclusion based on Article 23 Number 6 of 2014 concerning Jinayat Law. Referring to the Aceh Qanun Jinayat, the resolution of khalwat cases can be summarized into two types by looking at the perspective of the perpetrator, namely by resolving khalwat through the Syar'iyyah Court and resolving khalwat through the Customary Courts.
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN TINDAK PIDANA EKSPLOITASI SEKSUAL PADA ANAK DITINJAU MENURUT SOSIOLOGI Winda Widya Sari; Beni Ahmad Saebani
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 8 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v8i2.7754

Abstract

This research examines legal protection for victims of sexual exploitation from the perspective of the sociology of Islamic law. Sexual exploitation is a violation of human dignity that causes physical, psychological and social impacts on the victim. Positive law in Indonesia, such as the Child Protection Law and the TPPO Law, provides a legal basis for victim protection, although its implementation often encounters obstacles. In the sociology of Islamic law, sexual exploitation is categorized as a serious violation of moral and spiritual values, with an emphasis on protection, restoration and respect for the victim's dignity. This research highlights the importance of an integrated approach between positive law and Islamic values ​​to increase protection for victims.
RELEVANSI TAFSIR AL-IKLI FI MA'ANI AL-TANZIL DENGAN ISU-ISU YANG ADA DI INDONESIA Kumpulan Harahap; Muhammad Syafii Rangkuti; Romi Ananda; Edi Hermanto
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 8 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v8i2.7789

Abstract

The Qur'an holds a central role as a guiding principle for Muslims, offering relevant answers to increasingly complex challenges of the times. Faced with declining understanding, Muslims engage in interpretive efforts to make it a relevant guide for all times and places. Islam facilitates ijtihad to address matters not explicitly detailed in the Qur'an, undertaken by the companions of Prophet Muhammad and subsequent generations. The history of Qur'anic interpretation reveals rich dynamics with diverse approaches such as juridical (fiqhi), philosophical (falsafi), mystical (sufi), and scientific (ilmi). Global Islamic developments drive translations of the Qur'an into various languages, including local languages in Indonesia such as Malay, Sundanese, and Javanese using Pegon script. An exemplary interpretation is "al-Iklil fi Ma'ani al-Tanzil" by KH Mishbah bin Zain al-Mushtafa, popular in Central Java and Yogyakarta. This exegesis not only employs Javanese Pegon script but also responds to the social realities and local community conditions at the time of writing, including traditions and Quranic memorization competitions (MTQ). Overall, this interpretation demonstrates a strong local nuance in interpreting the Qur'an, blending the cultural distinctiveness and traditions of Java in conveying Islamic teachings. It enriches understanding within the Indonesian local context and underscores its significant relevance in an increasingly interconnected global context.
ANALISIS NAHI TENTANG LARANGAN BERBICARA KERAS KEPADA ORANG TUA (Studi Balaghahatul Qur’an Surah Al-Isra Ayat 23) Ahmad, Kafi Kadhafi; Liza Aulia Br Manurung
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 8 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v8i2.7839

Abstract

Abstrak Al-Qur'an adalah kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. untuk memberikan pedoman hidup manusia agar hidup bahagia baik di dunia maupun di akhirat. Gaya bahasa, yang digunakan dalam Al-Qur'an adalah salah satu bukti bahwa itu mukjizat. Penelitian ini menjadikan Al-Qur'an, tepatnya ayat-ayat tentang larangan (nahi) sebagai objek kajiannya, dengan menggunakan studi balaghah, khususnya pada topik nahi sebagai objek kajiannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna kata nahi yang terdapat dalam Al-Quran khusunya pada surah al-Isra ayat 23, serta mngetahui keindahan balaghah yang ada dalam ayat ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka yang bersumber dari berbagai buku, kitab dan jurnal yang terkait untuk membahas makna kata nahi dalam ayat ini. Hasil dari penelitian ini berupa makna nahi yang berbentuk nahi karahah karena terdapat larangan yang menunjukkan kemakruhan atau kebencian. Allah swt.
ANALISIS MA ISTIFHAM YANG MEMILIKI MAKNA AMR DALAM QS. AN-NISA : 75 Munthe, Cinta Rohaini; Mala Purnawati
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 8 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v8i2.7843

Abstract

Abstrak Artikel ini menganalisis penggunaan ma istifham dalam QS An-Nisa ayat 75, yang berfungsi sebagai amar (perintah) meskipun berbentuk pertanyaan. Dalam ayat ini, pertanyaan Allah tidak hanya bertujuan untuk mencari jawaban, tetapi juga untuk menegaskan perintah untuk berperang di jalan Allah demi membela orang-orang tertindas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, yang menunjukkan bahwa ma istifham dalam ayat ini bertujuan untuk membangkitkan rasa tanggung jawab dan menyentuh hati kaum Muslimin untuk bertindak demi keadilan. Selain itu, bentuk ma istifham ini juga mengandung kecaman moral bagi mereka yang memilih untuk tidak membela kebenaran.
Analisis Kalam Khabari Dalam Surah Al-‘ashr Terkait Tentang Kerugian Dan Keuntungan Dalam Kehidupan Shelma, Shelma; Wahidatul Husna
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 8 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v8i2.7844

Abstract

Abstrak Al-Qur’an adalah kalamullah yang di dalamnya terdapat unsur kalam khabari yang merupakan bagian dari ilmu ma’ani salah satu bagian dalam disiplin ilmu balaghah. Objek bahasan kalam khabari terfokus pada makna lafazh yang muthobaqah dengan muqtadhol-halnya atau sesuai faktual dan mengandung kemungkinan kalam tersebut benar atau sebaliknya. Riset ini bertujuan untuk mendeskripsikan kalam khabari dari berbagai aspeknya mulai dari definisi hingga analisis kalam khabari pada surah Al-‘Ashr dengan pendekatan metodologi kualitatif melalui library research. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara definisi kalam khabari adalah kalam yang validitas kebenaran dan kesalahannya ditentukan oleh kondisi faktualnya. Memiliki tujuan utama sebagai faidah khabar dan lazimul faidah dan beberapa tujuan turunannya. Uslub kalam khabari berdasarkan mukhatabnya terdiri dari kalam khabari ibtida’I, thalabi dan inkari. Hasil analisis kalam khabari terhadap surah Al-‘Ashr ditemukan bahwa seluruh uslub kalam khabari terdapat dalam surah Al-‘Ashr. Hal ini menjadikan bukti nyata bahwa Al-Qur’an adalah kalam yang memiliki nilai bahasa yang kuat dan fasih dalam menyampaikan pesan kepada para pembacanya.
Pencegahan Tindakan Catcalling Terhadap Wanita (Implementasi QS. An- Nur Ayat 30-31 Perspektif Tafsir Al-Munir) Faradilla, Aisyah; Dr. H Sugeng Wanto, M.Ag; Dr. Muhammad Faisal, M.Us
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 8 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v8i2.7846

Abstract

Abstrak Catcalling adalah bentuk pelecehan seksual verbal yang sering dialami oleh perempuan di ruang publik. Dengan saling mematuhi aturan-aturan yang disebutkan, laki-laki dan perempuan dapat bekerja sama untuk meminimalisir pelecehan. Perempuan yang berpakaian terbuka maupun yang tertutup tidak terlepas dari risiko mengalami catcalling. Perempuan yang berpakaian terbuka sering kali menjadi lebih rentan dan termarginalkan akibat pakaian yang mereka kenakan. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan sumber utama kitab tafsir Al- Munir karya Wahbah Azzuhaili, serta berfokus pada analisis QS. An-Nur 30-31 dengan pendekatan Maudu’i. Hasil penelitian menunjukkan adanya kaitan antara menundukkan pandangan dan etika berpakaian sebagai langkah pencegahan pelecehan seksual. Langkah preventif ini harus dilakukan oleh kedua belah pihak, baik laki-laki maupun perempuan. Jadi, meskipun perempuan sudah berpakaian tertutup, itu masih belum cukup untuk mencegah pelecehan; laki-laki juga harus menundukkan pandangannya. Dengan saling mematuhi aturan-aturan yang disebutkan, laki-laki dan perempuan dapat bekerja sama untuk meminimalisir pelecehan seksual secara verbal atau catcalling
KAIDAH NAKIROH DAN MA'RIFAH DALAM SATU KALIMAT: TAFSIR ALI AL-SHABUNI PADA SURAH AL-BAQARAH AYAT 163 Farhan Hidayat; Nadhil Al Farizh; Sari’ul Fahmi; Edi Hermanto
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 8 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v8i2.8194

Abstract

Pada tulisan ini mengulas peran sentral Al-Qur'an sebagai panduan utama dalam menanggapi tantangan masyarakat modern. Penafsiran Al-Qur'an terus berkembang sejak zaman Nabi Muhammad SAW, memberikan ruang bagi mufassir untuk menjawab persoalan-persoalan agama yang terus berkembang. Kaidah-kaidah tafsir, terutama kaidah ma’rifah dan nakirah, digunakan untuk memahami makna Al-Qur'an secara mendalam, dengan fokus pada hubungan kontekstual antara keduanya. Studi ini mengambil contoh dari surah Al-Fatihah, Ar-Rum, dan Al-Muzzammil, menunjukkan bahwa urutan ma’rifah dan nakirah dalam satu ayat dapat mempengaruhi interpretasi makna secara signifikan. Kesimpulannya, pendekatan ini memperluas pemahaman terhadap Al-Qur'an yang selalu relevan dan terbuka untuk berbagai interpretasi yang mendalam.

Filter by Year

2023 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 3 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 13 No. 2 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 13 No. 1 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 12 No. 4 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 12 No. 3 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 12 No. 2 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 12 No. 1 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 11 No. 3 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 11 No. 2 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 11 No. 1 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 10 No. 4 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 10 No. 3 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 10 No. 2 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 10 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 9 No. 4 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 9 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 9 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 9 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 8 No. 4 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 8 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 8 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 8 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 7 No. 4 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 7 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 7 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 7 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 6 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 6 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 6 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 5 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 5 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 5 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 4 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 4 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 4 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 3 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 3 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 3 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 2 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 2 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 2 No. 1 (2023): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 1 No. 3 (2023): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 1 No. 2 (2023): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 1 No. 1 (2023): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah More Issue